Claim Missing Document
Check
Articles

Aktivitas Antihiperglikemik Ekstrak Air Daun Sukun (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg) terhadap Tikus Diabetes yang Diinduksi Aloksan Apriyani Evalina Lema; Dwi Ningsih; Vivin Nopiyanti
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 12 No 1 (2015): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.903 KB) | DOI: 10.31001/jfi.v12i1.83

Abstract

Sukun leaves is one plant that used for the treatment of diabetic. This study was aimed to determine antihyperglycemic activity of aqueous extract of sukun leaves, determine the extract dose which affect on blood glucose level, and determine the effect increased in dose of antihyperglycemic activity rats by alloxan induction. The method was used alloxan diabetic. Test animal were divided into five groups, consists of five male white rats: group I was diabetic control (CMC 0,5%), group II was comparative control (glibenclamide) at a dose of 0,09 mg/200 g BB rats, and group III, IV, V were given doses of aqueous extract of sukun leaves of 7 mg/200 g BB rats, 14 mg/200 g BB rats, 28 mg/200 g BB rats. Alloxan were induced on day 0 (after fasting 16 hours) intraperitoneally. Blood sugar levels were determined on days 4, 8 and 12 after administration of the test preparation. The results showed that aqueous extract of sukun leaves has antihyperglycemic activity. The aqueous extract sukun leaves affect by lowers blood glucose level with an effective dose of 7 mg/200 g BB. The greater the dose of aqueous extract of sukun leaves (7 mg/200 g BB rats, 14 mg/200 g BB rats, 28 mg/200 g BB rats) nothing with increased antihyperglycemic effect in significantly.
Analisis Stabilitas Senyawa Aktif Antioksidan Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffaL.) Pada Penggunaannya Sebagai Bahan Tambahan Pangan Alami Vivin Nopiyanti; Reslely Harjanti
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 13 No 2 (2016): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.507 KB) | DOI: 10.31001/jfi.v13i2.197

Abstract

Penggunaan pewarna alami sebagai bahan tambahan pangan merupakan langkah yang lebih baik untuk mencegah penggunaan bahan tambahan pangan sintetik yang berbahaya. Banyak tanaman yang berpotensi sebagai sumber bahan tambahan pangan alami. Salah satunya adalah kelopak bunga rosella. Kepraktisan penggunaannya mendorong masyarakat beralih pada penggunaan bahan tambahan pangan alami tersebut, tetapi terkendala dengan daya simpannya yang tidak tahan lama. Kelopak bunga rosella mengandung pigmen antosianin dengan kadar yang relatif tinggi, sehingga mempunyai potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber bahan tambahan pangan terutama sebagai zat pewarna yang bermanfaat bagi kesehatan karena kandungan giziserta zat aktif yang mempunyai aktivitas farmakologis di antaranya antioksidan. Etanol adalah pelarut yang diperbolehkan digunakan dalam bahan makanan (food grade) dalam batas tertentu. Etanol dapat berfungsi sebagai pengawet sehingga bahan makanan tidak mudah rusak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas kandungan senyawa aktif kelopak bunga rosella yang dibuat dalam bentuk sediaan ekstrak etanol supaya dapat digunakan masyarakat sebagai bahan tambahan pangan dengan daya simpan lama. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat sediaan ekstrak etanol kelopak bunga rosella dengan metode maserasi dibandingkan dengan penggunaannya di masyarakat berupa rebusan. Senyawa aktif antioksidannya diidentifikasi dan ditetapkan aktivitas antioksidannya dengan metode penangkapan radikal bebas DPPH. Stabilitas senyawa aktifnya dipantau dengan pengujian aktivitas antioksidan setelah digunakan dalam produk makanan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol bunga rosella sebagai bahan tambahan pangan yang masih mempunyai aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 33,79 μg/ml dibandingkan dengan nilai IC50 dari ekstrak etanol bunga rosella yaitu sebesar 8,416 μg/ml. Ekstrak etanol mempunyai aktivitas antioksidan lebih baik jika dibandingkan dengan rebusan dengan nilai IC5019,74 μg/ml
Aktivitas Hepatoprotektif Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis (Park.) Fsb.) pada Mencit Balb/C yang Diinduksi Vaksin Hepatitis B TRI WIJAYANTI; VIVIN NOPIYANTI; IKA PURWIDYANINGRUM
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 10 No 2 (2013): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.631 KB) | DOI: 10.31001/jfi.v10i2.710

Abstract

Breadfruit leaves (Artocarpus altilis (Park.) Fsb.) is a medicinal plant that is thought to have potential as a hepatoprotective. In the community itself has been widely used and is reported to have many uses since it contains efficacious compounds in plants such as saponins, polyphenols, tannins, hydrocyanic acid, acetylcholine, riboflavin and flavonoids. This study aimed to determine the hepatoprotective effect of breadfruit leaves extract in mice induced by hepatitis B vaccine with the percentage of liver cell necrosis as parameter. Breadfruit leaves extract was made by percolation method with ethanol 70% as the solvent. The animal test was induced by hepatitis B vaccine, then they was grouped into 5 groups of negative control group were given CMC 1%, the positive control group were given Echinacea (Imboost®) and the treatment group of test animals were given breadfruit leaf extract at a dose 750 mg/kgBW, 1200 mg/kgBW, 1650 mg/kgBW. Hepatoprotective effect was observed by liver necrosis parameter on histopathologic liver mice preparations at day 35 after treatment. The results showed that the breadfruit leaf extract can provide hepatoprotective effect by reduction the liver necrosis. The percentage of reduction necrosis of the liver in the treatment of 70% ethanol extract of breadfruit leaves dose of 1200 mg/kgBW provides the most effective hepatoprotective effect on male mice induced hepatitis B vaccine.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN BALSAM METIL SALISILAT UNTUK MENGATASI RASA NYERI SENDI DAN OTOT DI LINGKUNGAN MOJOSONGO SURAKARTA Siti Aisiyah; Reslely Harjanti; Vivin Nopiyanti; Suhartinah Suhartinah; Pudiastuti R.S.P
Journal of Dedicators Community Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.257 KB) | DOI: 10.34001/jdc.v1i1.440

Abstract

AbstractPain is an uncomfortable feeling that is often felt by the majority of the Indonesian people. Pain involves two aspects: psychological and physiological both affected by factors such as culture, age, environment and support systems, past experience, anxiety and stress. The purpose of the program of activities of community service is to prov ide knowledge about the definition and the factors that influence pain, especially joint and muscle pain as well as provide training for people Tegal Mulyo RT 01 RW 04, Tegalmulyo village Mojosongo, district Jebres in the manufacture of balsam methyl salicylate easy and cheap. The method has been used in this activity is already done counseling about pain relief and making training balm containing metisalisilat to overcome joint and muscle pain. The benefits of this activity is to increase public knowledge about pain, especially joint and muscle pain, as well as increasing the ability of communities to make an ointment Metil Salisilat independently which is easy and cheap.Keywords: Methyl salicylate, balm, joint pain, muscle painAbstrakNyeri adalah perasaan tidak nyaman yang sering dirasakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Nyeri melibatkan dua aspek: psikologis dan fisiologis baik dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti budaya, usia, lingkungan dan dukungan sistem, pengalaman masa lalu, kecemasan dan stres. Tujuan dari program kegiatan pelayanan masyarakat adalah untuk memberikan pengetahuan tentang definisi dan faktor-faktor yang mempengaruhi nyeri, terutama nyeri sendi dan otot serta memberikan pelatihan bagi orang Tegal Mulyo RT 01 RW 04, Tegalmulyo Desa Mojosongo, Jebres kabupaten di pembuatan balsam metil salisilat mudah dan murah. Metode ini telah digunakan dalam kegiatan ini sudah dilakukan penyuluhan tentang nyeri dan membuat balm pelatihan yang mengandung metisalisilat untuk mengatasi nyeri sendi dan otot. Manfaat dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang rasa sakit, nyeri terutama sendi dan otot, serta meningkatkan kemampuan masyarakat untuk membuat salep Metil salisilat secara independen yang mudah dan murah.Kata Kunci: Metil salisilat, balsam, nyeri sendi,nyeri otot
Pelatihan Pembuatan Es Krim Buah Naga Sebagai Upaya Peningkatan Gizi Keluarga bagi Kader PKK Kadipiro Banjarsari Surakarta Reslely Harjanti; Siti Aisiyah; Vivin Nopiyanti; Titik Sunarni; Suhartinah Suhartinah
Journal of Dedicators Community Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.955 KB) | DOI: 10.34001/jdc.v4i1.878

Abstract

The community and especially children really like snacks such as ice cream. The use of dragon fruit as a component in ice cream is expected to be able to make people enjoy the sweetness and also get the intake of anthocyanins, especially those with antioxidant properties. The purpose of this activity is to provide skills training in the use of dragon fruit as the main component for ice cream making to PKK members in Kadipiro sub-district, Banjarsari District, Surakarta. The service activity begins with an explanation of the usefulness of dragon fruit and its phytochemical content. After that it was continued with training in making ice cream to PKK members. The training activities were divided into several stages starting from the tutorial then continued with mentoring from the team and ended with an evaluation of the implementation of the activities. The results from this activity are 1) participants have the understanding about nutrition of dragon fruit; 2) They understand procedure to make home made dragon fruit ice cream; 3) they able to make ice cream by themselves
Pelatihan Pembuatan Cairan Pencuci Piring Antibakteri dengan Zat Aktif Minyak Lemon untuk Meningkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga bagi kader PKK Kelurahan Kadipiro Banjarsari Surakarta Vivin Nopiyanti; Titik Sunarni; Reslely Harjanti; Siti Aisiyah; Suhartinah Suhartinah
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2021): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v5i1.3619

Abstract

Cairan pencuci piring merupakan cairan kental bening berwarna yang berfungsi untuk membersihkan peralatan makan seperti piring, gelas, sendok/garpu. Kecenderungan pemakaian produk pencuci cair dari waktu ke waktu semakin meningkat. Hal ini menunjukkan jika pola pencucian peralatan rumah tangga mulai bergeser dari cara yang lama/tradisional dengan abu gosok dan sabun colek menuju cara baru yang lebih praktis. Adanya bentuk beruipa cairan menjadikan praktis dan mudah digunakan serta aroma produk yang khas menjsdikan cairan pencuci piring mempunyai nilai lebih dibandingkan produk pencuci piring yang lain. Bahan tanaman kaya akan senyawa yang mempunyai aktivitas antibakteri di antaranya minyak lemon. Selain digunakan sebagai zat aktif antibakteri, minyak lemon juga dapat dimanfaatkan untuk memberikan bau aromatic pada sediaan cairan pencuci piring.Bahan-bahan baku pembuatan cairan pencuci piring ini mudah diperoleh dengan bahan-bahan golongan sabun, garam, emulgator, pewangi dan pewarna. Cara pembuatannya juga sederhana dengan menggunakan prinsip melarutkan antar bahan yang digunakan. Oleh karena itu, berdasarkan dari uaraian di atas cairan pencuci piring mempunyai potensi dapatdikembangkan sebagai produk usaha mandiri yang dipasrkan secara komersial.Tujuan dari program kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan pembautan cairan pencuci piring kepada kader PKK lingkungan Suko Mulyo kelurahan Kadipiro Banjarsari Surakarta. Selain itu juga diadakan pelatihan terkait peluang untuk dikembangkan sebagai usaha mandiri warga. Kegiatan pengabdian dibagi menjadi beberapa tahapan dimulai dari survei dan observasi, dilanjutkan dengan pelatihan berupa tutorial kemuadian dilakukan pendampingan dari tim pengabdi dan diakhiri dengan evaluasi kegiatan.
Pengaruh Panjang Rantai Karbon Lipid Padat terhadap Karakteristik Nanostructured Lipid Carrier Resveratrol Siti Aisiyah; Reslely Harjanti; Vivin Nopiyanti
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.137 KB) | DOI: 10.20961/jpscr.v4i2.34408

Abstract

Karakteristik kritis nano-structured lipid carrier (NLC) sangat dipengaruhi oleh komponen lipid padat dan lipid cair dalam sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh panjang rantai karbon dalam lipid padat terhadap karakteristik NLC. Resveratrol sebagai senyawa antioksidan digunakan sebagai model obat. Sebanyak 3 formula NLC dibuat dengan variasi tipe lemak padat yaitu asam stearat, asam palmitat, dan asam miristat. Lemak padat dengan loading 5%, lemak cair dengan loading 2%, dan Tween 80 dengan loading 4,2% sebagai surfaktan. NLC dibuat dengan metode emulsi diikuti dengan sonikasi untuk memperkecil ukuran partikel. NLC resveratrol dikarakterisasi dengan parameter ukuran partikel, zeta potensial, efisiensi penjerapan, kecepatan pelepasan obat (fluks), dan stabilitas aktivitas antioksidan. Ketiga NLC resveratrol yang diperoleh memiliki karakteristik ukuran partikel 150-280 nm, potensial zeta (-4 mV) – (-15mV), efisiensi penjerapan >80%, nilai fluks 0,02-0,12 mg.cm-2.menit-1, dan penurunan aktivitas antioksidan 5-8% selama penyimpanan 30 hari. Panjang rantai karbon mempengaruhi pembentukan partikel nano dari NLC dengan hubungan parabola dan panjang rantai karbon optimum akan menghasilkan partikel dengan ukuran minimum. Zeta potensial dari ketiga formula menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (p>0,05). Panjang rantai karbon memberikan pengaruh terhadap efisiensi penjerapan secara bermakna (p<0,05). Formula NLC asam palmitat memiliki fluks paling tinggi. Aktivitas antioksidan ketiga formula tidak berbeda bermakna (p>0,05).
Determination of SPF value in Serum Preparation of Ethyl acetat fraction ethanol extract of Roselle Petals (Hibiscus sabdarifa L.) Vivin Nopiyanti; Reslely Harjanti; Siti Aisiyah
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v11i1.163

Abstract

The ethyl acetate fraction of the ethanol extract of roselle flower petals (Hibiscus sabdariffa L.) was reported to have an SPF value of 13.83 ± 1.50 which was higher than the ethanol extract. So with the SPF value, the ethyl acetate fraction of roselle flower ethanol extract can be used as a sunscreen. One of the cosmetic preparations that is currently growing rapidly is serum. The purpose of this study was to formulate the ethyl acetate fraction of roselle petals into a serum that had good physical quality with variations in the concentration of xanthan gum and then the SPF value was determined. This research begins with the manufacture of ethanol extract of roselle petals. Then fractionation (liquid-liquid partition) was carried out using solvents with different polarities, namely n-hexane and ethyl acetate. Furthermore, the ethyl acetate fraction was formulated into serum with variations in the concentration of xanthan gum 0.3%, respectively; 0.6% and 1.2% were then tested for physical quality and stability. The next step is to determine the SPF value of the serum by using the UV spectrophotometric method and its calculation using the Mansur equation. The results showed that the serum ethyl acetate fraction of the ethanolic extract of roselle petals could be made into gel preparations with good physical qualities including organoleptic, viscosity, pH and homogeneity. Serum ethyl acetate fraction ethanol extract of roselle flower formulas 1, 2 and 3 had SPF values F1 respectively, namely 6.8595 ± 0.08 which included moderate protection potential; F2 is 7.0089 ± 0.17; and F3 which is 8.2251 ± 0.32 with extra protection potential. Variations in the concentration of xanthan gum in the serum formula affect the physical quality of the viscosity and potency of sunscreen preparations..
PEMANFAATAN BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA L.) SEBAGAI BAHAN ALAMI UNTUK UPAYA PREVENTIF DAN PROMOTIF KESEHATAN BAGI MASYARAKAT NUSUKAN BANJARSARI SURAKARTA Siti Aisiyah; Reslely Harjanti; Vivin Nopiyanti
ABDIMAS UNWAHAS Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v2i1.1786

Abstract

Paparan radikal bebas yang berasal dari polusi udara yang kita hirup, polutan yang langsung kontak dengan kulit kita maupun makanan dan minuman yang kita konsumsi dapat memicu timbulnya berbagai jenis penyakit. Berbagai cara dilakukan untuk pengobatan jika kita sudah terlanjur sakit dan biaya yang dikeluarkan juga mahal. Oleh karena itu perlu diupayakan tindakan pencegahan (preventif) dan peningkatan derajat kesehatan (promotif) supaya terhindar dari berbagai penyakit tersebut dengan biaya yang jauh lebih terjangkau. Penggunaan antioksidan alami sebagai upaya tindakan preventif dan promotif kesehatan dinilai sebagai tindakan yanglebih baik karena bahan kimia berpotensi menimbulkan efek yang berbahaya.Tujuan dari program kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan sekaligus pelatihan ketrampilan masyarakat khususnya wilayah Praon Nusukan Banjarsari Surakarta tentang pemanfaatan bunga rosella sebagai bahan pangan dan bahan tambahan pangan (BTP) alami serta sediaan kosmetik yang mudah pembuatannya, murah harganya serta berkhasiat untuk kesehatan.Kata kunci: Bunga Rosella, Krim, Bahan Tambahan Pangan, Antioksidan
Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Tangan Penunjang PHBS bagi Kader PKK Wilayah Kadipiro Banjarsari Surakarta Reslely Harjanti; Vivin Nopiyanti; Siti Aisiyah; Yari Mukti Wibowo; Gregorius Prima Indra Budianto
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 9: Februari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i9.1281

Abstract

Tidak semua anggota masyarakat paham pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) contohnya cuci tangan sebagai salah satu upaya dalam pencegahan penularan virus corona. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam pencegahan penularan/ penyebaran virus corona dengan memberikan edukasi serta diseminasi pembuatan sabun cuci tangan kepada kader PKK di lingkungan Sukomulyo Kadipiro Banjarsari Surakarta. Kegiatan pengabdian dimulai dari perijinan kepada ketua RT dan Lurah Kadipiro. Selanjutnya dilakukan pretest untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta terkait PHBS serta pembuatan sabun cuci tangan. Selanjutnya dilakukan pelatihan pembuatan sabun cuci tangan. Tahapan akhir adalah evaluasi postest melalui kuesioner yang dibagikan kepada peserta dan hasilnya dibandingkan dengan hasil pretest dan diuji statistik. Hasil kegiatan berupa produk sabun cuci tangan dikemas dalam wadah yang menarik dapat dikembangkan untuk usaha mandiri warga. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa peserta pelatihan memahami proses pembuatan sabun cuci tangan ditandai ada perbedaan signifikan (alfa<0.05) pada uji statistik.