Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kedondong Laut (Nothopanax fructicosum (L.) Miq) Dengan Metode Peredaman Radikal Bebas DPPH Nurul Hasanah; Andi Amaliah Dahlia; Virsa Handayani
Makassar Natural Product Journal (MNPJ) April 2023
Publisher : PHARMACY UMI JOURNAL SYSTEM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanaman kedondong laut (Nothopanax fructicosum (L.) Miq) yang termasuk dalam famili Araliaceae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun kedondong laut (Nothopanax fructicosum (L.) Miq) dengan metode peredaman radikal bebas DPPH. Ekstrak daun kedondong laut (Nothopanax fructicosum (L.) Miq), diekstraksi dengan cara ekstraksi bertingkat dengan menggunakan pelarut n-Heksan, etil asetat, dan etanol 96% dengan persen rendamen untuk pelarut n-Heksan 1,504 % etil asetat 2,784 %, etanol 3,698 %. Selanjutnya dari masing-masing ekstrak diidentifikasi kandungan kimia menggunakan KLT dengan fase gerak n-Heksan: Etil asetat (8:2) dan fase diam silika gel 60 F254. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing ekstrak daun kedondong laut (Nothopanax fructicosum (L.) Miq memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 ekstrak n-Heksan yaitu 33,839 µg/mL antioksidan kuat (10-50 µg/mL), ekstrak etil asetat yaitu 12,604 µg/mL antiokisdan kuat (10-50µg/mL) dan ekstrak etanol yaitu 2,222 µg/mL antioksidan sangat kuat (< 10 µg/mL). Ekstrak etanol daun kedondong laut (Nothopanax fructicosum (L.) Miq) memiliki daya antioksidan lebih tinggi dibanding ekstrak n-Heksan dan Etil Asetat.
OPTIMASI METODE EKSTRAKSI KUNYIT HITAM (CURCUMA CAESIA) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN HM, Nur Rahmah; Fadliyah, Nurfadhilah; Handayani, Virsa; Anisa, Rianti; Ahmad, Aktsar Roskiana; Malik, Abd.
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.44562

Abstract

Kunyit hitam (Curcuma caesia) merupakan tanaman dari keluarga Zingiberaceae yang memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif seperti fenol dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kadar fenol total dan aktivitas antioksidan ekstrak kunyit hitam menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dan ultrasonikator pada variasi suhu dan durasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel S1 memiliki kadar fenol tertinggi sebesar 42,122 mg/g dan aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC50 sebesar 0,405 ppm. Aktivitas antioksidan menunjukkan korelasi positif dengan kadar fenol total. Penelitian ini menunjukkan potensi kunyit hitam sebagai sumber antioksidan alami yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Edukasi Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Sabun Kertas Bernilai Ekonomi Pada Kelompok PKK Tamalanrea Jaya Ahmad, Akstar Roskiana; Kamase, Jeni; Suhaenah, Asriani; Handayani, Virsa; Widiastuti, Harti; Razak, Rais; Abidin, Zainal; Abd. Malik
Celebes Journal of Community Services Vol. 4 No. 2 (2025): June - November
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tamalanrea Jaya merupakan hasil pemekaran dari Kelurahan Tamalanrea memiliki luas sekitar 31,84 km², dan jumlah penduduk yang diperkirakan pada pertengahan 2023 mencapai 106.262 jiwa. Dengan jumlah penduduk yang tinggi, maka jumlah limbah Rumah Tangga (RT) akan dihasilkan salah satunya adalah minyak jelantah. Permasalahan yang diidentifikasi dalam program ini meliputi minimnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, dalam mengolah limbah RT menjadi produk bermanfaat dan bahkan memiliki nilai ekonomi. Kegiatan ini kami harapkan memberikan kontribusi langsung dalam memperkuat kapasitas masyarakat desa dalam pengolahan limbah RT minyak jelantah dan menciptakan peluang usaha. Kegiatan berlangsung selama tiga bulan dan meliputi beberapa tahap utama, yaitu perencanaan, penyuluhan dan edukasi, pelatihan dan demonstrasi, serta pendampingan dan monitoring. Hasil kegiatan ini berupa sabun kertas dengan banyak keuntungan serperti Praktis dibawa saat bepergian, Mudah larut di air, Ramah lingkungan dan bisa menjadi produk UMKM atau suvenir eco-friendly. Kegiatan pelatihan pembuatan sabun kertas dari minyak jelantah memberikan banyak manfaat bagi ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), baik dari segi lingkungan, ekonomi, keterampilan, hingga kesehatan keluarga. Peningkatan Kesadaran Lingkungan ibu-ibu agar tidak membuang minyak jelantah sembarangan.
Optimasi Metode Ekstraksi Microwave Assisted Extraction Biji Markisa (Passiflora edulis Sims) terhadap Aktivitas Antioksidan Handayani, Virsa; Fauzan, Muh. Alif Noor; Nadya, Alifah Rifa; Widiastuti, Harti; Malik, Abd.; Ahmad, Aktsar Roskiana
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfionline.v17i1.394

Abstract

Passion fruit (Passiflora edulis Sims) is a trailing plant of non-native origin, belonging to the genus Passiflora. The utilisation of purple passion fruit seeds (Passiflora edulis Sims) has been extensively documented in traditional medicine. These seeds have been employed in various therapeutic applications, including antioxidant, anti-inflammatory, antipyretic, analgesic and hypotensive properties. The objective of the present study was to ascertain the potential for enhancing the antioxidant activity of passion fruit seed oil (Passiflora edulis Sims) through 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) free radical-scavenging method. The extraction method used was Microwave Assisted Extraction (MAE) utilising n-Hexane as a solvent, with variations in temperature and time. The results obtained for passion fruit seed oil at low temperature (20°C) revealed an IC50 of 14.58 µg/mL after 10 minutes and 7.144 µg/mL after 20 minutes. At medium-low temperature (36°C), the IC50 was 4.67 µg/mL after 10 minutes and 2.68 µg/mL after 20 minutes. At medium temperature (95°C), the IC50 was 4.46 µg/mL after 10 minutes and 2.26 µg/mL after 20 minutes.
Pengembangan Jelly dan Sayuran Instan Berbasis Pangan Lokal untuk Mendukung Pencegahan Stunting di Desa Sanrobone Handayani, Virsa; Murfat, Moh. Zulkifli; Asfar, Akbar; Razak, Rais; Ahmad, Aktsar Roskiana
Celebes Journal of Community Services Vol. 4 No. 2 (2025): June - November
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v4i2.3032

Abstract

Desa Sanrobone, Kabupaten Takalar, memiliki potensi besar dalam produksi buah dan sayuran lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal, terutama dalam upaya pencegahan stunting. Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengembangkan produk pangan inovatif berupa jelly dan sayuran instan berbasis buah dan sayuran lokal serta meningkatkan kapasitas kelompok PKK dalam pengolahan pangan sehat. Metode kegiatan meliputi pelatihan pengolahan pangan sesuai standar CPPB-IRT, edukasi gizi berbasis komunitas, penyediaan alat produksi sederhana, dan pemasaran produk melalui kanal digital. Proses blansir dilakukan pada suhu 90–95°C untuk menjaga kandungan vitamin, khususnya vitamin C dan β-karoten. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan anggota PKK dalam produksi pangan sehat dan berkembangnya tiga jenis produk jelly dan sayuran instan yang diterima baik oleh anak-anak. Selain meningkatkan kesadaran gizi, kegiatan ini juga membuka peluang usaha berbasis pangan lokal. Inovasi ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam penurunan angka stunting secara berkelanjutan.
Pemanfaatan Tanaman Lokal Sebagai Suplemen Kesehatan Sehat Anak Untuk Pencegahan Stunting Dalam Sediaan Gummy Candy Yang Bernilai Ekonomis Di Desa Biring Kassi Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar Hamsinah; Aminah; Suriyanti; Handayani, Virsa; Abd. Malik; Ahmad, Akstar Roskiana; Ganoko, Marwan Ahmad
Celebes Journal of Community Services Vol. 4 No. 2 (2025): June - November
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang menghambat pertumbuhan anak dan berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Pemanfaatan tanaman lokal bernutrisi tinggi seperti daun kelor (Moringa oleifera), wortel (Daucus carota), tomat (Solanum lycopersicum), dan bayam (Spinacia oleracea) berpotensi menjadi strategi preventif melalui penyediaan suplemen gizi dalam bentuk gummy candy yang disukai anak-anak. Penelitian ini mengintegrasikan pendekatan community-based action research untuk memberdayakan 20 ibu PKK di Desa Biring Kassi, Kabupaten Takalar, melalui edukasi gizi, pelatihan pengolahan pangan sesuai standar keamanan, serta pengembangan usaha mikro berbasis pangan lokal. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan gizi ibu (dari 75–90% menjadi 100%), persepsi positif terhadap manfaat ekonomi produk (dari 80–85% menjadi 100%), dan keterampilan produksi gummy candy (dari 10–15% menjadi 100%). Inovasi ini memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendukung penurunan prevalensi stunting secara berkelanjutan. Pendekatan ini relevan sebagai model replikasi di daerah pedesaan lain dengan permasalahan gizi serupa. . Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kesadaran gizi di kalangan masyarakat tetapi juga membuka peluang usaha mikro berbasis lokal, berkontribusi pada pengurangan stunting secara inklusif, selaras dengan strategi berbasis pangan lokal terkini.
Pemberdayaan Kelompok PKK Desa Damai Kab. Maros Pada Pembuatan VegeGum (Gummy Sayuran) Inovasi Pengolahan Sayuran sebagai Makanan Pendamping Anti-Stunting Abd. Malik; Sudarman; Waris, Risda; Razak, Rais; Handayani, Virsa; Amin, Asni; Dahlia, Andi Amaliah; Ahmad, Akstar Roskiana
Celebes Journal of Community Services Vol. 4 No. 2 (2025): June - November
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Desa Damai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, memiliki prevalensi stunting yang cukup tinggi dengan rendahnya konsumsi sayuran pada anak sebagai salah satu faktor penyebab. Program pengabdian ini bertujuan memberdayakan kelompok PKK Desa Damai melalui inovasi pengolahan sayuran menjadi VegeGum (gummy sayuran) sebagai alternatif pangan fungsional pencegah stunting. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan ibu PKK dalam memproduksi VegeGum secara higienis, peningkatan kesadaran gizi masyarakat, serta terbentuknya potensi usaha kecil berbasis pangan sehat. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian SDGs, khususnya poin 2 (Zero Hunger) dan poin 3 (Good Health and Well-being).
the Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Kulit Batang Pala (Myristica fragrans Houtt) Terhadap Artemia salina Leach Handayani, Virsa; Gazali, Anggun; -, Auliawati
Makassar Natural Product Journal (MNPJ) April 2024
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/mnpj.v2i1.151

Abstract

ABSTRACT Nutmeg (Myristica fragrans Houtt) is a multipurpose plant that comes from the Myristicaceae family and has properties to treat indigestion, diarrhea, plague parasites and rheumatism. Nutmeg bark contains secondary metabolite compounds of alkaloids, flavonoids, triterpenoids, saponins, and tannins. This study aims to determine the toxicity effect and Lethal Concentration (LC50) value of ethanol extract of nutmeg stem bark (Myristica fragrans Houtt) on Artemia salina Leach larvae. The extraction method used was reflux using ethanol 96% solvent. The ethanol extract of Nutmeg bark (Myristica fragrans Houtt) was made with a concentration series of 250 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm and toxicity test was carried out using Artemia salina Leach larvae, then calculated the percent mortality of larvae using Probit analysis. The test results showed that ethanol extract of Nutmeg bark (Myristica fragrans Houtt) at concentration of 1500 ppm caused the highest larval mortality with a total of 29 larval deaths. Based on the results of the research, it can be concluded that the ethanol extract of nutmeg bark (Myristica fragrans Houtt) has a toxic effect on Artemia salina Leach larvae and the Lethal concentration (LC50) value of the ethanol extract of nutmeg bark (Myristica fragrans Houttt) is 226.986 µg/mL so it is in the toxic category. Keywords: Toxicity, Nutmeg bark (Myristica fragrans Houtt), Artemia salina Leach. ABSTRAK Tanaman pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan tanaman multiguna yang berasal dari family Myristicaceae dan memiliki khasiat untuk mengobati gangguan pencernaan, diare, parasit wabah dan rematik. Kulit batang pala mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, triterpenoid, saponin, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek toksik dan nilai Lethal Concentration 50% (LC50) ekstrak etanol kulit batang pala (Myristica fragrans Houtt) terhadap larva Artemia salina Leach. Metode ekstraksi yang digunakan adalah refluks dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak etanol kulit batang pala (Myristica fragrans Houtt) dibuat larutan uji dengan seri konsentrasi 250 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm dan dilakukan pengujian toksisitas dengan menggunakan larva Artemia salina Leach, kemudian dihitung persen kematian larva menggunakan analisis probit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit batang pala (Myristica fragrans Houtt) pada konsentrasi 1500 ppm menyebabkan kematian larva tertinggi dengan total kematian larva sebanyak 29 ekor. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit batang pala (Myristica fragrans Houtt) memberikan efek toksik terhadap larva Artemia salina Leach dan nilai Lethal concentration (LC50) pada ekstrak etanol kulit batang pala (Myristica fragrans Houttt) yaitu 226,986 ɥg/mL sehingga masuk kategori toksik Kata Kunci : Toksisitas; Kulit batang pala (Myristica fragrans Houtt); Artemia salina Leach.
the UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL HERBA PUTRI MALU (Mimosa pudica L.) TEHADAP Artemia salina Leac Handayani, Virsa; PRAHAYU, ADE CAHYA; rahman, safriani
Makassar Natural Product Journal (MNPJ) April 2024
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/mnpj.v2i1.152

Abstract

ABSTRACT Mimosa pudica L. contains secondary metabolite compounds of alkaloid, flavonoid, steroid, tannin, and saponin. The content of secondary metabolites that have the potential toxicity of Mimosa pudica herbs are alkaloids, flavonoids. This study aims to determine the toxicity of Mimosa pudica L. herb against Artemia salina Leach larvae using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. This research begins with the extraction of Mimosa pudica L. herb using ethanol 96% solvent by maceration method then phytochemical screening is carried out which shows the Mimosa pudica L. herb sample contains flavanoids, alkaloids, tannins, saponins, steroids. Toxicity test of ethanol extract of Mimosa pudica L. herb against Artemia salina Leach is divided into 6 test groups i.e 5 treatment groups (Concentration of 50 ppm, 100 ppm, 250 ppm, 500 ppm, and 750 ppm) and 1 control group. Each concentration was made in 3 vials which has inserted 10 Artemia salina Leach larvae after treatment for 24 hours. The results of the study can be seen through probit analysis by calculating LC50. The LC50 value of ethanol extract of Mimosa pudica L. herb was LC50 61.517 µg/mL. This indicates that the ethanol extract of Mimosa pudica L. herb has a toxic effect on Artemia salina Leach larvae because the LC50 value is <1000 ppm. Keywords : Toxicity Test; Mimosa pudica Herb; Artemia salina Leach; Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) ABSTRAK Putri malu memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, flavonoid, steroid, tanin, dan saponin. Kandungan metabolit skunder yang memiliki potensi toksistas dari herba putri malu yaitu alkaloid, flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas dari herba putri malu (Mimosa pudica L.) terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Penelitian ini diawali dengan melakukan ekstraksi herba putri malu menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi kemudian dilakukan skrining fitokimia yang menujukkan sampel herba putri malu mengandung flavanoid, alkaloid, tanin, saponin, steroid. Pengujian toksisitas ekstrak etanol herba putri malu terhadap Artemia salina Leach dibagi menjadi 6 kelompok uji yaitu 5 kelompok perlakuan (Konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, 250 ppm, 500 ppm, dan 750 ppm) dan 1 kelompok kontrol. Masing – masing konsentrasi dibuat dalam 3 vial yang dimasukkan 10 ekor larva Artemia salina Leach setelah perlakuan selama 24 jam. Hasil penelitian dapat dilihat melalui analisa probit dengan menghitung LC50. Nilai LC50 dari ekstrak etanol herba putri malu sebesar LC50 61,517 µg/mL. Hal tersebut menujukan bahwa ekstrak etanol herba putri malu memiliki efek toksik terhadap larva Artemia salina Leach karena nilai LC50 <1000 ppm. Kata Kunci : Uji Toksisitas; Herba Putri Malu; Artemia salina Lecah; Brine Shrimp Lethality Test (BSLT).
the UJI AKTIVITAS LARVASIDA KULIT BAWANG BOMBAY (Allium sp.) TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes Aegypti. Handayani, Virsa
Makassar Natural Product Journal (MNPJ) Juli 2024
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/mnpj.v2i2.153

Abstract

ABSTRACT An innovation is needed by using an alternative material to replace temephos as a larvicide. One of them is onion skin (Allium sp.) which can be used as a natural larvicide where the onion skin contains flavonoids, alkaloids, and steroids. The purpose of the research is to see the ekstract larvicidal activity of onion skin against Aedes aegypti mosquito larvae and also to determine the concentration in which solvent is most capable as A. aegypti larvicidal agent. This study used onion skin extract (Allium sp.) obtained in the maceration process using ethanol solvent, ethyl acetate solvent and n-hexane solvents. Onion skin extract (Allium sp.) was tested for phytochemicals using Thin Layer Chromatography (TLC) followed by analysis using the Kruskal-Wallis test. The research results show that the ethyl acetate extract on onion skins was most effective compared to ethanol and n-hexane solvents. Keywords : Aedes aegypti; Onion Skins; larvicides; Solvent ABSTRAK Sebuah pembaruan dibutuhkan dengan membuat pengganti temefos menjadi larvasida. Salah satunya yaitu kulit bawang bombay (Allium sp.) yang bisa digunakan sebagai larvasida alami dimana pada kulit bawang bombay mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, serta steroid. Tujuan dari penelitian yaitu untuk melihat aktivitas larvasida ekstrak kulit bawang bombay terhadap larva nyamuk A.aegypti dan juga untuk menentukan konsentrasi pada pelarut mana yang paling mampu sebagai larvasida A. aegypti. Pengujian ini memakai ekstrak kulit bawang bombay (Allium sp.) yang didapatkan pada proses maserasi pakai pelarut etanol, pelarut etil asetat dan pelarut n-heksan. Ekstrak kulit bawang bombay (Allium sp.) diuji fitokimia menggunakan KLT dan di lanjutkan dengan analisis memakai uji Kruskal-wallis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ekstrak etil asetat pada kulit bawang bombay paling efektif dibandingkan dengan pelarut etanol dan n-heksan. Kata Kunci : Aedes aegypti; Kulit Bawang Bombay; Larvasida; Pelarut