Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantiifolia (Christm.) Swingle ) TERHADAP LARVA Aedes aegypti Tonang, Maswa Ruslan; Hasnaeni, Hasnaeni; Handayani, Virsa
Makassar Pharmaceutical Science Journal (MPSJ) Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : PHARMACY UMI JOURNAL SYSTEM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/mpsj.v1i1.3

Abstract

Lime peel (Citrus aurantiifolia (Christm.) Swingle) belongs to the Rutceae family. It contains essential oil, limonene and limonoid, with the potential as a larvicides. The research aimed to determine the effect of essential oil of lime peel against Aedes aegypti larvae. The method used was steam distillation to obtain the essential oil. The activity test was conducted by determining LC50 at the concentration of 250 ppm, 500 ppm, and 1000 ppm. Each concentration was tested for 10 Aedes aegypti mosquito larvae. The result showed that the essential oil of lime peel had the effect against Aedes aegypti larvae with the LC50 value of 151.356 µg/mL
A Standardisasi Buah Dengen (Dillenia serrata Thumb.) Handayani, Virsa; Putri, Andra Audina; Handayani, Selpida
Makassar Pharmaceutical Science Journal (MPSJ) Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : PHARMACY UMI JOURNAL SYSTEM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/mpsj.v2i1.156

Abstract

Dengen (Dillenia serrata Thumb.) merupakan tumbuhan endemik yang tumbuh liar di Sulawesi. Buahnya memiliki beberapa manfaat salah satunya sebagai obat sariawan karena memiliki kadar vitamin C tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menentukan nilai parameter spesifik dan non spesifik ekstrak buah dengen (Dillenia serrata Thumb.). Sampel diperoleh dari Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan, dimaserasi dengan etanol 96% sebanyak 3 L kemudian dilakukan pengujian parameter spesifik dan non spesifik. Penelitian menunjukkan ekstrak buah dengen (Dillenia serrata Thumb.) memberikan hasil sesuai parameter standar umum ekstrak tumbuhan obat dengan nilai parameter spesifik sebagai berikut: ekstrak berbentuk kental, berwarna coklat pekat kehitaman, berbau khas; kadar senyawa larut dalam air yakni 16,0384%; kadar senyawa larut dalam etanol yakni 16,9811%; positif mengandung senyawa alkaloid, polifenol, flavanoid, terpenoid dan saponin; dan nilai parameter non spesifik sebagai berikut: susut pengeringan yakni 0,0615%; kadar air yakni 3,8052%; kadar abu total yakni 5,0599%, kadar abu tidak larut dalam asam yakni 0,4807%.
REVIEW ARTIKEL : IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT (BKO) JAMU PELANGSING YANG BEREDAR DI INDONESIA suada, renata aini; Handayani, Virsa; Dahlia, Andi Amaliah
Makassar Natural Product Journal (MNPJ) Januari 2025
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/mnpj.v2i4.244

Abstract

Jamu pelangsing merupakan ramuan bahan alam yang diracik dengan sedemikian rupa sehingga dapat membantu manusia dalam menjaga dan menurunkan berat badan. Adanya Bahan Kimia Obat (BKO) yang ditambahkan dalam jamu pelangsing dapat memberikan efek samping yang berbahaya bagi konsumen. Kromatografi Lapis Tipis (KLT) adalah salah metode pemisahan fisikokimia. Lapisan yang memisahkan yang terdiri atas bahan berbutir-butir (fase diam) ditempatkan pada penyangga berupa plat gelas atau logam. Campuran yang akan dipisahkan berupa larutan, ditotolkan berupa bercak. Kemudian plat dimasukan dalam bejana tertutup rapat yang berisi larutan pengembang yang cocok (fase gerak). Tujuan review artikel ini untuk mengetahui dan merangkum BKO apa saja yang terdapat pada jamu pelangsing dan penyebarannya. Penulis melakukan studi literatur melalui database elektronik seperti Portal Garuda, google scholar, PubMed, dll. Studi literatur dilakukan terhadap beberapa jurnal penelitian nasional dan internasional yang dipublikasi dalam sepuluh tahun terakhir. Pada jamu pelangsing, Bahan Kimia Obat (BKO) yang mungkin ditambahkan di antaranya adalah furosemid, sibutramin HCl, amphetamine, bumetanide, ephedra, orlistat, rimonabant, bisakodil dan fenoftalein.
Kajian Literatur Bioaktivitas, Fitokimia, dan Potensi Dermatologis Carthamus tinctorius L. Handayani, Virsa; Akrom; Ahmad, Aktsar Roskiana
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 2 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i2.13479

Abstract

This study systematically reviews the bioactivity, phytochemistry, and dermatological potential of Carthamus tinctorius L. using a structured synthesis of nine eligible research articles. The purpose of this review is to consolidate scientific evidence regarding the antioxidant activity, phytochemical composition, molecular mechanisms, and skin-related relevance of this plant across diverse study designs. The findings indicate that Carthamus tinctorius contains polysaccharides, phenolic compounds, flavonoids, and fatty acids that exhibit strong antioxidant activity, enzyme inhibition, and cellular protective effects. Several studies demonstrate its ability to modulate oxidative pathways, inhibit collagen-degrading enzymes, and support skin barrier integrity, highlighting its promising dermatological applications. Variations in bioactivity were influenced by genotype, environmental conditions, and extraction techniques, underscoring the importance of plant origin and processing methods. Overall, the review concludes that Carthamus tinctorius possesses significant potential as a natural source of therapeutic compounds relevant to skin health, anti-aging applications, and future product development. This synthesis also identifies methodological gaps that may guide further experimental, molecular, and formulation-based research.