Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Diskusi tentang Integrasi Generative AI dalam Pembelajaran Perguruan Tinggi: Panduan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan di lingkungan LEMKOMINDO Herlina Herlina; Khairuddin Tampubolon; Elazhari Elazhari; Ratna Sari Dewi; Reza Hanafi Lubis; Jarungjung Hutagaol; Dina Hastalona
Journal Liaison Academia and Society Vol 4 No 4: Desember 2024
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v4i4.863

Abstract

p Generative Artificial Intelligence (Generative AI) adalah teknologi yang mampu menghasilkan konten baru berdasarkan data yang telah dipelajari. Dalam konteks pembelajaran di perguruan tinggi, teknologi ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas, kreativitas, dan personalisasi proses belajar. kegiatan ini membahas cara mengintegrasikan Generative AI ke dalam sistem pendidikan perguruan tinggi dengan panduan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan di lingkungan LEMKOMINDO. Artikel ini mencakup analisis manfaat, tantangan, dan strategi implementasi yang sesuai dengan kebijakan nasional dan kebutuhan institusi. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dengan peserta dosen dan mahasiswa. Hasil kegiatan ini adalah Dosen dan mahasiswa dapat memahami etika dan aturan pemanfaatan AI dalam aktivitas institusi. Generative AI memiliki potensi besar untuk merevolusi pembelajaran di perguruan tinggi. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kebijakan yang matang, pelatihan yang memadai, dan infrastruktur yang mendukung. Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan di lingkungan LEMKOMINDO diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam memastikan teknologi ini diadopsi secara efektif dan bertanggung jawab.
Sosilisasi Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) bagi Mahasiswa Khairuddin Tampubolon; Elazhari Elazhari; Jamaluddin Jamaluddin; Fandowan Saputra Gulo; Tasyah Humairah Utami
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 1: Maret 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i1.1034

Abstract

p Kurikulum berbasis em Outcome-Based Education /em (OBE) telah menjadi kerangka utama dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia, seiring tuntutan peningkatan mutu lulusan, akuntabilitas akademik, serta penyesuaian terhadap standar akreditasi nasional dan internasional. Namun, pemahaman mahasiswa terhadap konsep, prinsip, dan implementasi OBE masih relatif rendah, sehingga diperlukan kegiatan sosialisasi yang sistematis, adaptif, dan komunikatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara daring dengan tujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa mengenai struktur kurikulum OBE, capaian pembelajaran lulusan (CPL), konstruksi asesmen berbasis kompetensi, dan peran aktif mahasiswa dalam pelaksanaan kurikulum tersebut. Metode pelaksanaan mencakup pemaparan materi interaktif, diskusi dua arah, pre-test dan post-test, serta penyediaan modul digital pendukung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman mahasiswa terhadap terminologi dan implementasi OBE. Sebagian besar peserta menyatakan bahwa sosialisasi ini membantu mereka memahami hubungan antara CPL, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), dan strategi belajar mandiri berbasis luaran. Selain itu, mahasiswa memberikan respons positif terhadap pendekatan daring yang digunakan, meskipun beberapa kendala teknis tetap ditemukan. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa forum diskusi lanjutan, bahan ajar digital, dan peningkatan kesadaran akademik mahasiswa terhadap pentingnya kurikulum berbasis OBE. Secara keseluruhan, sosialisasi ini berdampak positif terhadap kesiapan mahasiswa dalam beradaptasi dengan pendekatan pembelajaran berbasis capaian, serta memberikan landasan untuk pengembangan kegiatan pendampingan selanjutnya.
Penguatan Tata Kelola Pasar Wisata Berbasis Partisipasi Komunitas untuk Mendorong Kinerja Manajemen Pasar Kamu di Pantai Labu, Sumatera Utara Elazhari Elazhari; Jarungjung Hutagaol; Anto Tulim; M. Ikrar Budijaya; Pangeran Pangeran; Hilda Ayu Marlina
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 4: Desember 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i4.1169

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul Sosialisasi: Penguatan Tata Kelola Pasar Wisata Berbasis Partisipasi Komunitas untuk Mendorong Kinerja Manajemen Pasar Kamu di Pantai Labu, Sumatera Utara bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pasar tradisional melalui keterlibatan aktif pedagang, pengelola pasar, pemerintah desa, dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pedagang dalam penerapan prinsip tata kelola partisipatif, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas manajemen pasar, serta mengembangkan Pasar Kamu sebagai destinasi wisata edukatif yang menarik bagi pengunjung. Metode kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan pasar, sosialisasi dan pelatihan interaktif, pendampingan lapangan, serta evaluasi dan monitoring berkelanjutan. Identifikasi dilakukan melalui survei dan wawancara untuk memetakan kendala operasional dan kebutuhan pengunjung. Sosialisasi dan pelatihan menekankan prinsip tata kelola berbasis komunitas, penataan fasilitas, komunikasi edukatif, serta praktik pelayanan yang ramah dan informatif. Pendampingan lapangan memastikan penerapan praktik secara konsisten, sementara evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuisioner pengunjung untuk menilai efektivitas dan kepuasan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas pedagang, keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan, perbaikan fasilitas pasar, serta pengalaman edukatif pengunjung yang lebih optimal. Peningkatan kinerja manajemen pasar tercermin dari koordinasi yang lebih baik, efisiensi operasional, dan pelayanan yang lebih profesional. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan untuk melanjutkan pelatihan lanjutan, pengembangan fasilitas edukatif, penguatan forum komunitas, serta monitoring berkala agar keberlanjutan implementasi tata kelola partisipatif dapat terjaga. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis partisipasi komunitas efektif untuk mentransformasi pasar tradisional menjadi destinasi wisata edukatif yang berkelanjutan, profesional, dan memberdayakan seluruh pemangku kepentingan.
Pelatihan Smart Agropreneur Berbasis Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Kapasitas Sosial, Tata Kelola Desa, dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Mawardi Mawardi; Dian Kemala Dewi; Teja Rinanda; Hastuti Handayani Harahap; Elazhari Elazhari; Muhammad Razali; MHD. Andy Rasyid
Journal Liaison Academia and Society Vol 6 No 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v6i2.1356

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan tuntutan globalisasi telah mendorong perubahan signifikan dalam sektor pertanian dan pembangunan pedesaan, sehingga diperlukan pendekatan inovatif untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sosial, tata kelola desa, dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pelatihan smart agropreneur berbasis teknologi tepat guna. Smart agropreneur merupakan konsep kewirausahaan pertanian modern yang mengintegrasikan inovasi teknologi, manajemen usaha, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu sistem yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif edukatif melalui pelatihan, diskusi interaktif, simulasi praktik, dan pendampingan berbasis kebutuhan masyarakat desa. Materi yang diberikan mencakup pengenalan konsep smart agropreneur, penerapan teknologi tepat guna dalam usaha pertanian, penguatan kapasitas sosial melalui kerja sama kelompok, serta peningkatan pemahaman tata kelola desa berbasis transparansi dan akuntabilitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola usaha pertanian secara lebih modern, efisien, dan berorientasi pasar. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas sosial masyarakat dalam hal kerja sama dan penguatan kelembagaan kelompok tani. Pada aspek tata kelola desa, peserta mulai memahami pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pelayanan publik yang lebih efektif. Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kesadaran masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis inovasi. Dengan demikian, pelatihan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat desa dan dapat menjadi model pemberdayaan berbasis teknologi tepat guna yang berkelanjutan.