Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Sosialisasi Gerakan Abate: Berantas Jentik-Jentik Nyamuk untuk Mencegah DBD di Dusun Motor Barat Dedent Eka Bimmaharyanto S.; Ade Sukma Hamdani; Recta Olivia Umboro; Syamsul Rahmat; Wahyu Saputra Subani; Alung Suci Utami
JPMNT JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT NIAN TANA Vol. 3 No. 3 (2025): Juli: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nian Tana
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59603/jpmnt.v3i3.913

Abstract

Dengue hemorrhagic fever is a disease caused by a virus that is very dangerous because it can cause patients to die in a very short time. Eradicating the Aedes aegypti mosquito is the most important way to eradicate dengue disease, this is done because vaccines to prevent and drugs to eradicate the dengue virus are not yet available. Abate (tempo’s) is one of the groups of pesticides used to kill insects in the larval stage. The goal is to increase public knowledge about the use of abate as a form of dengue prevention. The method carried out in the implementation of community service activities uses the extension method. As a result, the Abate Movement Program has shown positive results in increasing public awareness and knowledge related to dengue prevention. This activity not only provides education, but also encourages real actions in the neighborhood where residents live, such as the use of abate and the implementation of PHBS.
Aktivitas Antifungi Ekstrak Etanol Daun Parsley (Petroselinum Crispum) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida Albicans Secara Invitro Bimmaharyanto S., Dedent Eka; Umboro, Recta Olivia; Apriliany, Fitri
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 10 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v10i2.2022.411

Abstract

Candida albicans merupakan flora normal didalam tubuh manusia. Mikroorganisme  spesies jamur dari golongan deuteromycota ini pada kondisi tertentu dapat bersifat pathogen. Spesies ini adalah salah satu penyebab infeksi oportunistik kandidiasis pada kulit, mulut, organ kelamin. Parsley (Petroselinum crispum) merupakan tanaman aromatik berkhasiat obat. Kandungan senyawa flavanoid pada tanaman ini memiliki khasiat sebagai antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas dan konsentrasi minimal ekstrak etanol daun parsley (Petroselinum crispum) dalam menghambat pertumbuhan  Candida albicans. Uji aktivitas antifungi dilakukan dengan metode disc diffusion test, menggunakan sampel uji ekstrak etanol 70% daun parsley (Petroselinum crispum) dengan konsentrasi 10%; 30%; 50%; 80% dan 100% (b/V). Kontrol positif menggunakan nystatin 100.000 IU dan kontrol negatif menggunakan aquadest steril. Hasil pengamatan dianalisis secara diskriptif dan diuji menggunakan analisisn statistik ANOVA Kruskal wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun parsley (Petroselinum crispum) signifikan efektif menghambat pertumbuhan Candida albicans. Konsentrasi 100% memiliki efek setara dengan kontrol positif. Sedangkan konsentrasi minimum yang mampu menghambat pertumbuhan Candida albicans adalah sebesar 10%.
Uji Invitro Aktivitas Mukolitik Ekstrak Etanol 70% Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit) Eka Bimmaharyanto S., Dedent; Umboro, Recta Olivia; Apriliany, Fitri
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 11 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v11i1.2023.485

Abstract

Daun lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit) secara tradisional telah digunakan masyarakat Indonesia sebagai obat batuk. Khasiat mukolitik daun lamtoro diduga dipengaruhi oleh senyawa saponin dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek mukolitik dan konsentrasi efektif ekstrak etanol 70% daun lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit) secara in vitro. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari satu kelompok kontrol negatif (tween 80), kelompok kontrol positif (asetilsistein) dan 4 kelompok perlakuan konsentrasi ekstrak etanol 70% daun lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit ) sebesar 5%, 10%, 20%, 30% (b/b). Parameter uji berupa nilai viskositas sampel mucus usus sapi. Hasil uji statistik ANOVA-LSD pada kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan konsentrasi 10%,20%,30% menunjukkan adanya perbedaan signifikan (P<0.005) sedangkan pada kelompok perlakuan konsentrasi 30% dengan kontrol positif tidak terdapat perbedaan signifikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% daun lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit) memiliki aktivitas mukolitik pada uji invirtro mukus sapi dengan konsentrasi efektif sebesar 30%.
Korelasi Efektifitas Terapi Ceftriaxone Terhadap Outcome Klinis pada Pasien Balita Community Acquired Pneumonia (CAP) ) Apriliany, Fitri; Fanny Dwi Febriyana; Umboro, Recta Olivia; Bimmaharyanto , Dedent Eka
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v11i2.2023.570

Abstract

Masalah kesehatan utama di Indonesia adalah penyakit infeksi. Community acquired pneumonia (CAP) merupakan salah satu penyakit infeksi yang membutuhkan rawat inap di rumah sakit. CAP termasuk urutan ke 3 penyebab kematian balita. Sehingga, pada program pencegahan dan pengendalian ISPA difokuskan pada pengendalian pneumonia pada balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi efektifitas terapi antibiotic ceftriaxone terhadap outcome klinis pada pasien balita CAP. Kriteria inklusi penelitian ini adalah pasien balita usia 0-5 tahun, diagnosa CAP dan sedang dirawat inap. Kriteria eksklusi adalah pasien yang memiliki komplikasi penyakit pneumonia dan usia lebih 5 tahun. Data sosio-demografi, gambaran terapi antibiotik CAP digambarkan secara deskriptif dan analisis korelasi efektifitas terapi antibiotik terhadap outcome menggunakan uji Spearrman. Responden pada penelitian ini sebanyak 70 pasien yang didominasi oleh perempuan (53%) dengan usia 0 hari sampai kurang 2 tahun (64%). Jenis terapi yang digunakan adalah ceftriaxone (81,5%), cefixime (1,4%), cefotaxime (7,1%) dan ampicillin (10%). Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh ceftriaxone terhadap outcome klinis pasien yang artinya pemberian ceftriaxone efektif dalam mencapai outcome membaik. Selain itu, tingkat keeratan hubungan (korelasi) yang lemah, tanda korelasi positif memiliki makna bahwa kedua variabel memiliki arah hubungan yang berpola searah (p= 0,001, r= 0,395).
Profil Penggunaan Obat Pada Pasien Pneumonia Di Instalasi Rawat Inap Rsud Praya Tahun 2022 Ningrum, Dwi Monika; Setia Permana, Denih Agus; Ulandari, Atri Sri; Umboro, Recta Olivia; Edisi, Nur
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v12i2.2024.730

Abstract

Dalam hal penyakit menular, pneumonia membunuh lebih banyak anak daripada yang lain. Data Riset Kesehatan Dasar Nasional menunjukkan bahwa pada tahun 2018, 21.308 orang di provinsi NTB didiagnosis menderita pneumonia, sehingga angka prevalensinya 1,38 persen (RISKESDAS). Memeriksa demografi dan pola penggunaan obat pasien rawat inap pneumonia yang dirawat di RSUD Praya pada tahun 2022 merupakan salah satu dari banyak tujuan penelitian ini. Untuk menilai data deskriptif, penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Daftar lengkap semua pasien yang dirawat di unit pneumonia di RSUD Praya di kabupaten Lombok Tengah untuk sepanjang tahun 2022. Informasi tentang demografi dan penggunaan obat pasien, dipecah berdasarkan usia, jenis kelamin, dan masalah kesehatan lainnya. Berdasarkan data karakteristik pasien berdasarkan komorbiditas, terdapat kesenjangan gender sebesar 65% dan 58% pasien tidak memiliki komorbiditas. Kelompok terbesar terdiri dari bayi (49%). Setelah seftriakson, antibiotik yang paling sering digunakan, yaitu sebesar 60% dari total, data profil pengobatan menunjukkan bahwa kortikosteroid merupakan obat kedua yang paling umum, yaitu sebesar 19% dari total.
Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga Untuk Kesehatan Masyarakat Tusshaleha, Lelie Amalia; Bimma H, Dedent Eka; Rahmat, Syamsul; Umboro, Recta Olivia; Ramdaniah, Putri; Yuliana, Depi; Apriani, Laili
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v1i2.413

Abstract

Tanaman obat keluarga merupakan tanaman yang secara sengaja ditanam manusia maupun tumbuh secara liar yang dapat dijadikan sebagai obat dalam rangka pemenuhan obat di kalangan masyarakat. Salah satu pilihan masyarakat untuk ditanam di lahan pekarangan dengan pertimbangan karena dapat dimanfaatkan untuk kesehatan adalah TOGA. Salah satu fungsi TOGA adalah sebagai sarana untuk mendekatkan tanaman obat kepada upaya- upaya kesehatan masyarakat meliputi upaya preventif (pencegahan), upaya promotif (meningkatkan atau menjaga kesehatan) dan upaya kuratif (penyembuhan penyakit). Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang tanaman obat yang ada di sekitar. Metode yang digunakan yaitu dengan penyampaian informasi ke individu secara langsung dengan door to door disertai pemeriksaan tekanan darah. Dari hasil sosialisasi yang telah dilakukan diperoleh bahwa masyarakat sudah memanfaatkan tanaman obat yang ada disekitar untuk mengobati penyakit mereka seperti mengonsumsi mentimun, jahe, seledri, jeruk nipis, jambu biji dan beberapa tanaman lainnya namun masyarakat masih belum mengetahui dengan baik tentang cara pengolahan tanaman obat tersebut dengan benar.
Analysis of Clinical Outcomes Based on Demographic Characteristics of Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Apriliany, Fitri; Cholisah, Elis; Zainal, Zainol Akbar; Umboro, Recta Olivia
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 14, No 2
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.83586

Abstract

Background: Diabetes is one of the top 10 causes of death worldwide. Many factors increase the risk of mortality and morbidity in patients with diabetes such as age, sex, BMI, educational attainment, and marital status.Objectives: The study aimed to analyze clinical outcomes based on patient demographics.Methods: This method was cross-sectional and was conducted at Antapani Medika Clinic, Bandung. Inclusion criteria for this study were diabetic patients who had complete medical records, and who were receiving oral antidiabetic therapy for at least 6 months. Exclusion criteria for study were patients with diabetes who were on insulin therapy, patients with tuberculosis, and pregnant and lactating women. Data on demographic characteristics were analyzed descriptively. Chi-square and likelihood ratio tests were used to analyze differences in clinical outcomes based on therapy achievement on patient demographics.Results: The results showed that HbA1c target levels were achieved by patients who were 65 years of age or older (68%), had a BMI in non-obese category (80.8%), had diabetes for six years or more (80.8%), were married (62.9%), attended college (68.4%), exercised 3 to 6 times per week (64.9%), did not smoke (61.9%), and had no comorbidities (65.3%). This study concludes that there is an association between BMI and duration of diabetes and achievement HbA1c target (p<0.05).Conclusion: The clinical implications of this study are as a guide for health workers in Indonesia in management of diabetes so that they can provide services to patients according to the medical needs of patients.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL INFUSA RAMBUT JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata Sturt) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS SECARA KOLORIMETRI Mursiany, Anita; Olivia Umboro, Recta; Dian Anggraini, Truly
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v2i12.2354

Abstract

Rambut jagung manis selama ini dianggap sebagai limbah dan belum dimanfaatkan secara optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air rambut jagung muda umur 40 hari dan rambut jagung umur 60 hari mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total flavonoid pada infusa rambut jagung manis (Zea mays Saccharata Sturt). Metode penelitian yang digunakan adalah penentuan kadar flavonoid total yang dilakukan secara Spektrofotometri UV-Vis secara kolorimetri. Kandungan total flavonoid dalam (mgQE/g ekstrak) berturut-turut adalah 0,0061, 0,0047, 0,0085, dan dalam persen (%) 0,61, 0,47, 0,85. Sehingga dapat disimpulkan bahwa infusa rambut jagung manis (Zea mays Saccharata Sturt) mengandung senyawa flavonoid dan rata-rata kadar flavonoid total sebesar 0,0064 ± 0,0019 mgQE/g ekstrak dengan persentase sebesar 0,6433 ± 0,1921%.
Hadapi pandemi covid-19 dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di era new normal Umboro, Recta Olivia; Apriliany, Fitri; Ersalena, Vera Fitriya
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v4i3.10195

Abstract

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) is a new type of coronavirus that can be transmitted to humans. The government of West Nusa Tenggara Province confirmed 3.082 positive cases of Covid-19 with 223 cases in Central Lombok by September 2020. Geographically, Penujak is one of villages in Central Lombok close to Lombok International Airport which is an entry point for local and international tourists. Thus, Lecturers of Division of Pharmacy, Bumigora University conducted Community Service Activity entitled “Sosialisasi Hidup Sehat dan Bersih di Tengah Pandemi Covid-19 dan Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer” which aims to educate societies how to start healthy life. The community service was done by socializing for healthy living and adapting to the new normal, and training to formulating hand sanitizer properly. Therefore, new insights and better understanding were gained in order to live healthily and to implement their skills to produce proper standar for hand sanitizer.
EVALUASI PENERAPAN STANDAR PELAYANAN FARMASI PADA RUMAH SAKIT PEMERINTAH TIPE C DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Dedent Eka Bimmaharyanto S.; Recta Olivia Umboro; Fitri Apriliany
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i2.3696

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) menjadi fasilitator dalam mewujudkan dan melaksanakan pelayanan kefarmasian yang berkualitas berfokus pada penyediaan obat-obatan yang aman, efektif, tepat waktu, dan menjamin keberlangsungan keselamatan pasien. Sebagai salah satu RS Tipe C dan menjadi tempat rujukan pertama bagi 1.099.211 jiwa masyarakat di Lombok Tengah, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya berkewajiban untuk menyelenggarakan pelayanan kefaramsian yang bertanggung jawab dan berkualitas.Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penerapan standar pelayanan farmasi di RSUD Praya Kab. Lombok Tengah mengacu pada Permenkes RI No.72 Tahun 2016 yang meliputi: standar pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, bahan medis habis pakai; pelayanan farmasi klinis; dan Sumber Daya Manusia (SDM) kefarmasian. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan penelaahan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pelaksanaan aspek manajemen farmasi baru terlaksana secara maksimal sebanyak 7 (78%) aspek layanan; aspek farmasi klinis sebanyak 7 (63.36%) aspek layanan di IFRS Rawat Inap dan 5 (45.45%) aspek layanan di IFRS Rawat Jalan, selanjutnya pada aspek SDM kefarmasian sebesar 100%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa RSUD Praya belum menerapkan Permenkes RI No.72 tahun 2016 secara maksimal yang disebabkan beberapa kendala diantaranya keterbatasan jumlah tenaga farmasi, ketidaklengkapan dokumen dan fasilitas yang belum memadai. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan crosectional untuk mengevaluasi standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Tipe C. Sampel diambil menggunakan teknik sampel jenuh yang melibatkan seluruh tenaga kefarmasian, termasuk Apoteker Kepala Instalasi dan Apoteker Penanggung Jawab Unit Kerja. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi menggunakan kuesioner berskala Guttman, lembar persetujuan, serta alat perekam. Data yang terkumpul kemudian diberi skor berdasarkan jawaban Ya dengan skor 1 atau Tidak dengan skor 0 dan dihitung persentase kesesuaiannya sesuai kategori penilaian yang berlaku. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pelaksanaan aspek manajemen farmasi baru terlaksana secara maksimal sebanyak 7 (78%) aspek layanan; aspek farmasi klinis sebanyak 7 (63.36%) aspek layanan di IFRS Rawat Inap dan 5 (45.45%) aspek layanan di IFRS Rawat Jalan, selanjutnya pada aspek SDM kefarmasian sebesar 100%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa RSUD Praya belum menerapkan Permenkes RI No.72 tahun 2016 secara maksimal yang disebabkan beberapa kendala diantaranya keterbatasan jumlah tenaga farmasi, ketidaklengkapan dokumen dan fasilitas yang belum memadai. Kesimpulan: Standar pelayanan farmasi di RSUD Praya Kabupaten Lombok Tengah belum terlaksana secara maksimal, terlihat dari nilai persentase kesesuaian beberapa aspek manajemen farmasi dan farmasi klinis yang masih di bawah 100% untuk pengelolaan sediaan farmasi, alkes, dan BMHP, serta di bawah 50% dengan kategori kurang baik untuk aspek pelayanan farmasi klinis, yang disebabkan oleh tidak maksimalnya proses evaluasi pelayanan, keterbatasan tenaga farmasi terlatih, ketidaklengkapan dokumentasi, dan fasilitas rumah sakit yang belum memadai. Kata kunci : Evaluasi, penerapan, standar pelayanan farmasi, rumah sakit pemerintah, tipe c