Claim Missing Document
Check
Articles

SEKOLAH SEPAK BOLA DI MANADO. Self Enclosed Modernity - Tadao Ando Salilo, Michael; Warouw, Fela; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21251

Abstract

Sepakbola adalah  salah satu media olahraga untuk mengenali diri dan mengasah mind body-soul, dimana mengacu pada pengalaman yang dicapai melalui latihan terus menerus sampai mencapai chemistry tubuh, pikiran dan jiwanya. Sekolah Sepak Bola” adalah suatu lembaga pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan vokasi cabang olahraga sepak bola pada anak sejak usia dini yang akan dilatih baik secara teori maupun praktek sesuai dengan kurikulum yang sudah dibuat oleh sekolah sepak bola tersebut dengan kurun waktu tertentu.Dalam hal ini Self Enclosed Modernity – Tadao Ando merupakan sebuah konsep perancangan yang pada dasarnya merupakan gabungan dari konsep kesederhanaan bentuk, kealamian, dan konsep kekosongan pada diri manusia itu sendiri. Jadi dengan kata lain, Self Enclosed Modernity sangat menjamin rancangan bangunan Sekolah Sepak bola terutama untuk menghadirkan perasaan ketenangan, kesederhanaan, dan harmonisasi yang menyediakan kebutuhan akan kenyamanan dan penunjang aktivitas dari setiap pengguna bangunan didalamnya, terutama dalam membentuk kebutuhan spiritualnya melalui olahraga, sehingga mampu mencapai chemistry mind body-soul.Kata Kunci: Sekolah Sepak Bola, Self Enclosed Modernity, Tadao Ando  
PERANCANGAN RESORT HOTEL DI LIKUPANG. Floating Architecture Sondakh, Muhammad W. E.; Kapugu, Herry; Warouw, Fela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21266

Abstract

Resort Hotel di Likupang adalah sebuah wadah arsitektural dalam bentuk hunian penginapan terapung yang dibangun untuk memfasilitasi para wisatawan mancanaegara atau wisatawan lokal yang datang berkunjung ke kecamatan Likupang Barat, lebih tepatnya pulau Lihaga.Keindahan alam pulau Lihaga, berupa pantai dan kondisi bawah lautnya adalah alasan mengapa pulau yang dijadikan tujuan liburan wisatawan ini perlu difasilitasi dengan bangunan penginapan. Yang dimana dengan kondisi alam, seperti keadaan laut, baik dari segi kedalaman dan ketinggian gelombang, serta angin dan curah hujan merupakan indikator perancangan sebuah Floating Resort di Lihaga yang akan menghasilkan desain baru di wilayah Sulawesi Utara, khususnya wilayah pariwisata pantai dalam menarik perhatian para wisatawan mancanegara agar deposit ekonomi negara dapat mengalami peningkatan dalam sektor pariwisata, terutama daerah Sulawesi Utara sendiri.Kata kunci : Floating Resort, Resort Hotel, Floating Architecture
EVALUASI KESESUAIAN LOKASI TPA REGIONAL ILO-ILO DI KABUPATEN MINAHASA UTARA Paendong, Marcelino; Warouw, Fela; Karongkong, Hendriek Hanie
MEDIA MATRASAIN Vol. 22 No. 2 (2025): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan persampahan di Kota Manado yang ditandai dengan kelebihan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sumompo mendorong perencanaan TPA Regional Ilo-ilo di Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lokasi TPA Regional Ilo-ilo yang direncanakan. Metode yang digunakan adalah Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) yang diintegrasikan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Sepuluh kriteria dianalisis yang terdiri dari faktor fisik, sosial, dan lingkungan, meliputi jarak dari jaringan jalan, permukiman, sungai, bandar udara, dan tempat pengelolaan sementara (TPS), serta kelerengan, elevasi, erodibilitas tanah, permeabilitas tanah, dan penggunaan lahan. Setiap kriteria diberi bobot dan skor untuk menentukan tingkat kesesuaian. Hasil analisis weighted overlay menunjukkan bahwa lokasi TPA Regional Ilo-ilo masuk dalam kategori "Cukup Sesuai". Lokasi ini memiliki keunggulan pada kriteria penggunaan lahan (tanah kosong), erodibilitas tanah (sangat rendah), dan kelerengan (5°-10°). Namun, lokasi ini memiliki kelemahan karena jaraknya yang sangat dekat dengan permukiman (±200 m) dan berada pada elevasi rendah (<200 mdpl), yang membuatnya masuk kategori "Tidak Sesuai" untuk kedua kriteria tersebut. Oleh karena itu, meskipun layak, pengembangan TPA Ilo-ilo memerlukan langkah mitigasi yang cermat untuk mengatasi potensi dampak negatif sosial dan lingkungan.
EVALUASI KESESUAIAN LOKASI TPA REGIONAL ILO-ILO DI KABUPATEN MINAHASA UTARA Paendong, Marcelino; Warouw, Fela; Karongkong, Hendriek Hanie
MEDIA MATRASAIN Vol. 22 No. 2 (2025): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan persampahan di Kota Manado yang ditandai dengan kelebihan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sumompo mendorong perencanaan TPA Regional Ilo-ilo di Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lokasi TPA Regional Ilo-ilo yang direncanakan. Metode yang digunakan adalah Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) yang diintegrasikan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Sepuluh kriteria dianalisis yang terdiri dari faktor fisik, sosial, dan lingkungan, meliputi jarak dari jaringan jalan, permukiman, sungai, bandar udara, dan tempat pengelolaan sementara (TPS), serta kelerengan, elevasi, erodibilitas tanah, permeabilitas tanah, dan penggunaan lahan. Setiap kriteria diberi bobot dan skor untuk menentukan tingkat kesesuaian. Hasil analisis weighted overlay menunjukkan bahwa lokasi TPA Regional Ilo-ilo masuk dalam kategori "Cukup Sesuai". Lokasi ini memiliki keunggulan pada kriteria penggunaan lahan (tanah kosong), erodibilitas tanah (sangat rendah), dan kelerengan (5°-10°). Namun, lokasi ini memiliki kelemahan karena jaraknya yang sangat dekat dengan permukiman (±200 m) dan berada pada elevasi rendah (<200 mdpl), yang membuatnya masuk kategori "Tidak Sesuai" untuk kedua kriteria tersebut. Oleh karena itu, meskipun layak, pengembangan TPA Ilo-ilo memerlukan langkah mitigasi yang cermat untuk mengatasi potensi dampak negatif sosial dan lingkungan.
Co-Authors , Sangkertadi A.A. Ketut Agung Cahyawan W Al Asy Ary, Muhammad Farid Alhabsyi, Usman Alvin J. Tinangon Amanda Sembel Amra, Putri H. Andy A.M. Malik, Andy A.M. Anggreny Purukan Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Arnold Yan, Arnold Berutu, Yunus C. Bleskadit, Myron L. Cindy R. S. Wahongan, Cindy R. S. Claudia T. Dariwu Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Daun, Almer Aziz Mukmin Pratama Devy S. Sahambangun Diniati, Wiwid Duwila, Nurul Mentari Dwight M Rondonuwu, Dwight M Dwight M. Rondonuwu Dwight Mooddy Rondonuwu, Dwight Mooddy Eldija , Fadillah Esli D Takumansang Esli D. Takumansang Esli Takumansang, Esli Eunike L. Tombokan Ewin A. Montol, Ewin A. Faizah Mastutie Folasimo, Desriyati H. Gabriela, Sonya A. Gay, Faris Sasma Gladys M. F. Pinontoan, Gladys M. F. Hendriek H Karongkong Hendriek Karongkong, Hendriek Herry Kapugu Ingerid L Moniaga, Ingerid L Ingerid Moniaga Janis, Ira Wilhelmina Jefrey I. Kindangen Jessie Oley Johanes D. Lahunduitang Johannes Van Rate Joseph Rengkung Judy O. Waani Julianus A. R. Sondakh Karongkong, Hendriek Hanie Kawulusan, Melly Kumurur, Veronika A Lakat, Ricky S.M Laming, Magdalena Y. Landimuru, Elza Y. Lautetu, Lisa Meidiyanti Leidy M. Rompas Lempoy, Elroi Lempoy, Josia O. Linda Tondobala Londa, Kyrei K Maisandrya, Riska Malik, Andy A. M. Mandang, Pretty Marietha Kidung Kristiani, Marietha Kidung Mayor, Jerylin Melisa Margareth, Melisa Mentari Ngodu, Mentari Michael M Rengkung, Michael M Mokodompis, Sonia R. Narsi, Wiwi Octavianus Hendrik Alexander Rogi Oktaviani, Awaliyah Oroh, Alfiando Paendong, Marcelino Pajow, Vanesa Mariani Papia Franklin, Papia Paputungan, Nining G. Peggy Egam Pelealu, Rodrygo H Pemani, Ingrith Pesik, Febryani Ribka Pierre H Gosal, Pierre H Pierre H. Gosal Pormes, Lona Prantiono, Femando Rachmadyanti, Resza Rachmat Prijadi Raintung, Vira N. Raymond Ch Tarore, Raymond Ch Rengkung, Samuel Triberto Reny Syafriny Reppi, Eygen Imanuel Richard Pontoan Rieneke L.E. Sela Rizky Yuliansar Yasin, Rizky Yuliansar Rondonuwu, Dwight Moody Salilo, Michael Sangkoy, Farly R. Sela, Rieneke L.E Sembel, Amanda S Sengkey, Sephia Silangen, Johanis K Simaela, David Heryyanto Simatupang, David Solang, Steven Solon, Thania Hanna Sondakh, Muhammad W. E. Sonny Tilaar Soselisa, Megaelvi Stenly Y. Taaluru, Stenly Y. Surijadi Supardjo Suryono MT Sutarno, Ukhti Bayyinah Tangkau, Gryzella L. Tiwang, Juve Tonapa, Patria Rante Torar, Viyana Naomi Veren Tri R Warang, Tri R Tuwonaung, Janet Blandina Veronica A Kumurur, Veronica A Veronica A. Kumurur Veronica Kumurur Verry Lahamendu, Verry Vicky H. Makarau Waani, Judy Windy Mononimbar Winsensius S.P. Raco Wirawan, Rivaldo Restu Wuisang , Cynthia Yasinta, Afiifa Ayudiah Yogini Adriana Wulur Yohanes Y. Mantiri Yura, Mikha A