Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi Quizizz Sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Guru dalam Pembelajaran Online I Nyoman Adi Susrawan; Ida Ayu Made Wedasuwari; Ni Luh Anita Purnama Yanti
WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Vol. 4 No. 1 (2021): Nopember
Publisher : STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30864/widyabhakti.v4i1.291

Abstract

Pandemi Covid-19 membawa perubahan yang sangat signifikan dalam bidang pendidikan. Proses pembelajaran yang semula dilaksanakan secara tatap muka/offline (luring) kini berubah menjadi pembelajaran secara online (daring). Berbagai persoalan muncul ketika proses pembelajaran dilaksanakan secara online, salah satu diantaranya adalah kurangnya pemahaman guru dalam memilih dan mengimplementasikan media pembelajaran aplikatif untuk pemberian penugasan dan penilaian hasil belajar siswa di SD Negeri 14 Pemecutan. Menyikapi persolan tersebut, tim pelaksana Pengabdian pada Masyarakat (PkM) memberikan alternatif solusi dengan memberikana keterampilan kepada para guru dengan memanfaatkan aplikasi Quizizz sebagai salah satu media penunjang keberlangsungan kegiatan belajar mengajar ditengah pandemi. Kegiatan PkM ini dilakukan melalui metode penyuluhan (edukasi), pelatihan, dan pendampingan. Secara umum kegiatan PkM berjalan dengan baik dan lancar. Para guru di SD Negeri 14 Pemecutan telah memiliki pemahaman dan keterampilan yang komprehensif dalam memanfaatkan dan mengoperasikan media aplikasi Quizizz dalam memberikan tugas atau dan evaluasi hasil belajar siswa.
Literasi Sastra di Era 4.0 Ida Ayu Made Wedasuwari; Dewa Gede Bambang Erawan; I Komang Widana Putra
WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Vol. 4 No. 2 (2022): Maret
Publisher : STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30864/widyabhakti.v4i2.307

Abstract

Literasi sastra secara umum dilakukan dengan cara yang masih konvensional, yaitu membaca karya sastra di perpustakaan, membeli di tokobuku, dan menulis karya sastra dengan media kertas. Seiring perkembangan jaman dan teknologi, seharusnya pelaksanaan literasi sastra mengikuti perubahan tersebut, dan mampu beradaptasi agar tetap berkontribusi terhadap peningkatan literasi sastra di era 4.0. Berdasarkan hal tersebut, tim pelaksana pada pengabdian kepada masyarakat ini akan memberikan sosialisasi tentang literasi sastra di era 4.0 dengan memanfaatkan berbagai macam platform digital yang bisa digunakan untuk menunjang dan mendukung kegiatan literasi sastra. Metode yang digunakan dalam pengabdian pada masyarakat ini, yakni metode observasi, penyuluhan, dan pendampingan. Secara umum masyarakat sasaran menunjukan respon yang positif dalam mengikuti kegiatan ini. Respon positif itu ditunjukkan dengan partisipasi masyarakat dalam berdiskusi pada sesi diskusi, serta tetap semangat mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Masyarakat merasa terbantu dengan adanya pengetahuan tentang literasi sastra yang berbasis digital sehingga bisa tetap mengapresiasi dan aktif menghasilkan karya sastra yang tidak dibatasi ruang dan waktu.
KAJIAN LITERATUR : BAHASA, BUDAYA, DAN PIKIRAN DALAM LINGUISTIK ANTROPOLOGI Ida Ayu Made Wedasuwari
WACANA : MAJALAH ILMIAH TENTANG BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 22 No 1 (2022): Wacana Saraswati
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.912 KB) | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v20i1.186

Abstract

Studi bahasa dalam linguistik antropologi dikaitkan dengan bahasa dalam seluruh aspek kehidupan manusia, selain itu linguistik antropologi menekankan pada linguistik sebagai pengungkap pola pikir masyarakat. Bahasa adalah bagian dari budaya. Budaya membantu manusia dalam melangsungkan hidupnya, hal ini berarti bahwa budaya sebagai salah satu pengetahuan yang diperoleh secara sosial, sehingga budaya merupakan bagian dari pikiran. Keberhubungan antara bahasa, budaya, dan pikiran tercermin dalam relativitas linguistik dan hipotesis Sapir Whorf. Relativitas linguistik mengemukakan bahwa orang memiliki kemampuan berbicara yang berbeda karena mereka memiliki cara berpikir yang berbeda. Cara berpikir yang berbeda ini disebabkan oleh bahasa yang menawarkan cara mengungkapkan (makna) dunia di sekitar mereka dengan cara yang berbeda. Hipotesis Sapir Whorf secara teoritis diturunkan dari prinsip dasar relativitas linguistik. Hipotesis Sapir-Whorf membuat pernyataan bahwa struktur bahasa yang biasa digunakan seseorang mempengaruhi cara orang berpikir dan berprilaku. Perbedaan-perbedaan budaya dan jalan pikiran manusia itu bersumber dari perbedaan bahasa, atau tanpa adanya bahasa manusia tidak dapat mempunyai jalan pikiran sama sekali.
ANALISIS TOKOH DAN PENOKOHAN DALAM NOVEL “KENANGA” KARYA OKA RUSMINI Made Dyah Rusmayanthi; IGA. Putu Tuti Indrawati; Ida Ayu Made Wedasuwari
JIPBSI (Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol. 1 No. 1 (2020): JIPBSI
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.126 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui tokoh utama dan tokoh utama tambahan, serta pelukisan penokohan tokoh utama dan tokoh utana tambahan dalam novel “Kenanga” karya Oka Rusmini. Pengumpulan data dilakukan dengan metode baca dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tokoh utama dalam novel yang diteliti adalah Kenanga, sedangkan untuk tokoh utama tambahan adalah Intan dan Bhuana. (2) Terdapat enam teknik pelukisan penokohan pada tokoh utama yang mendominasi dalam novel “Kenanga”, yaitu (a) teknik ekspositori, (b) teknik cakapan, (c) teknik tingkah laku, (d) teknik reaksi tokoh, (e) teknik reaksi tokoh lain, (f) teknik pelukisan latar. Sedangkan pada tokoh utama tambahan terdapat lima teknik pelukisan penokohan yang mendominasi, yaitu (a) teknik ekspositori, (b) teknik cakapan, (c) teknik tingkah laku, (d) teknik reaksi tokoh, (e) teknik reaksi tokoh lain.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERMAIN DRAMA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SOSIODRAMA BERBANTUAN FILM PENDEK PADA SISWA KELAS XI IPS 2 SMA PGRI 6 DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2019/2020. Marten Haba Rita; A.A. Rai Laksmi; Ida Ayu Made Wedasuwari
JIPBSI (Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol. 1 No. 1 (2020): JIPBSI
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.29 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitan tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini memeliki tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam bermain drama, agar siswa dapat menguasai watak dan karakter dalam masing-masing tokoh, sedangkan tujuan khusus penelitian ini untuk mengetahui metode sosiodrama dapat meningkatkan kemampuan siswa bermain drama pada siswa kelas XI IPS 2 SMA PGRI 6 Denpasar tahun pelajaran 2019/2020 dan langkag-langkah pembelajaran yang efektif untuk kemampuan bermain drama siswa kelas XI IPS 2 SMA PGRI 6 Denpasar melalui metode sosiodrama. Dalam penelitian ini, metode pengumpulan yang digunakan adalah metode observasi dan metode tes. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini dIkatakan berhasil, itu terbukti dari peningkatan nilai rata-rata setiap siklus. Di mulai dari tes pra siklus dengan rata-rata 3,96. Dalam siklus I masih ada siswa yang belum mampu bermain drama dengan baik. Untuk itu, penelitian dan siswa harus bekerja sama dengan baik dalam proses dan memperhatikan cara penyajian materi. Dalam siklus I, siswa hanya mampu mencapai ini lai rata-rata 7,00. Hal itu karena siswa masih kurang aktif dalam pembelajaran bermain drama. Penelitian dan siswa harus bekerja sama dengan baik dan perhatikan cara penyajian materi agar siswa lebih aktif lagi dalam proses pembelajaran bermain drama. Terakhir pada siklus II nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 9,00 dengan kategori baik. Siswa sudah lancar berakting dalam bermain drama atau memerankan suatu karakter sesuai kriteria yang dinilai. Langkahlangkah metode pembelajaran; (a) guru menyusun atau menyiapkans kenario yang akan ditampilkan, (b) guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 6 orang, (c) memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai, (d) memanggil para siswa yang sudah ditunjukuntuk melakonkan skenario yang sudah disiapkan (simulasi), (e) masing-masing siswa duduk dikelompoknya, sambil memperhatikan, mengamati skenario yang sedang diperagakan, (f) setelah selesai dipentaskan, masing-masing siswa diberikan kertas sebagai lembar untuk membahas, (g) masing-masing menyampaikan hasil kesimpulanya, (h) evaluasi, (i) penutup.
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL SANG PEMIMPI KARYA ANDREA HIRATA Ni Putu SIntya Dewi; Ida Ayu Made Wedasuwari; I Komang Widana Putra
JIPBSI (Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol. 1 No. 1 (2020): JIPBSI
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.939 KB)

Abstract

Pelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata, bentuk penyampaian nilai pendidikan dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata serta pentingnya nilai pendidikan dalam kehidupan sehari-hari yang digambarkan dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik baca dan teknik catat. Data dalam penlitian ini diolah dengan teknik retroaktif yaitu pembacaan secara berulang kali secara satu arah ke arah yang lainnya untuk menangkap makna. Adapun langkah dalam mengumpulkan data yaitu (1) mencatat data berupa kata, (2) mengelompokan data, (3) mendeskripsikan data, (4) menganalisis data, (5) menyimpulkan hasil analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan temuan empat nilai pendidikan yaitu nilai pendidikan moral, nilai pendidikan religius, nilai pendidikan sosial, nilai pendidikan budaya. Bentuk penyampaian nilai pendidikan secara langsung maupun tidak langsung, serta banyak nilai pendidikan yang bisa untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
ANALISIS UNSUR INTRINSIK DAN UNSUR EKSTRINSIK NOVEL “DIA ADALAH KAKAKKU” KARYA TERE LIYE Yantidiana Danur; Ida Ayu Made Wedasuwari; I Komang Widana Putra
JIPBSI (Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol. 2 No. 1 (2021): JIPBSI
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.986 KB)

Abstract

This study aims to describe the intrinsic and extrinsic elements in the novel Dia Is Kakakku by Tere Liye. The method in this research uses qualitative analysis methods. Based on the data analysis, the intrinsic elements contained in Tere Liye's novel Dia Is My Kakakku are (1) the theme in Tere Liye's Dia Is My Kakakku novel tells the love of an older brother, (2) the main character in Tere Liye's Dia Is my Kakakku novel. namely Laisa, while the additional characters are Mamak, Dalimunte, Ikanuri, Wibisana, Yashinta, Wak Burhan, Cie Hui. (3) The setting is divided into two, namely the setting of the place covering the Lahambay Valley, Jungle Forest, Upper Village, Sub-District City, river, house, schools, airports, hospitals and the time setting in this story is at 19:30 local time. (4) language style, namely metamonia language style, (5) "he" third person point of view (6) The plot/plot used is the situational stage, the conflict and conflict stages decrease, the emergence of conflicts, (7) the mandate is to fight hard, be patient , unyielding, and responsible like Laisa who did her best to raise her four siblings with Mamak Lainuri. The extrinsic elements contained in the novel Dia Is My Kakakku are (1) the background of the author, namely the biography of the author of the novel, (2) the socio-cultural situation of the author and its influence on the literary work created, namely the author in making the novel (3) the values contained in the novel. namely moral values, cultural values, social values, religious values.
DISKRIMINASI TERHADAP NILAI FEMINIMISME DALAM NOVEL BUMI MANUSIA KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER Teguh Alfaidzin; Ida Ayu Made Wedasuwari; I Gusti Ayu Putu Tuti Indrawati
JIPBSI (Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol. 2 No. 1 (2021): JIPBSI
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.413 KB)

Abstract

The purpose of this research is: (1) to find out the forms of discrimination and (2) to know the value of feminism in the novel "Earth Man" by Pramoedya Ananta Toer. This type of research uses a qualitative descriptive approach by descriptive writing. Data collection method is done using documentation and literature method, namely tracing data from books and online media so that researchers can find information data online as quickly and easily as possible and can be accounted for academically. While the steps to analyze the data i.e. (1) reduce the data (2) present the data (3) verifiation and conclude the data. The results show that (1) basically, the author raises injustice through the form of discrimination experienced by women in this novel. One way is to describe the violation of the rights and discredit of their existence. Through "Earth Man", the author wants to remind us that everyone has equal rights and others must respect those rights regardless of their status, position, ethnicity, nation, or gender. The author finds forms of discrimination in the novel "Earth Man" namely: (a) discrimination in the family, (b) discrimination in society, (c) discrimination in law and politics, (d) discrimination in religion, and (d) discrimination in the economy. Writers who oppose discrimination, including discrimination against women, found a struggle against all forms of discrimination, especially reflected by two figures, Nyai Ontosoroh and Annelies Mellema. Through this figure the author discovers the values of feminism contained in the novel "Earth Man" namely (a) liberal feminism, (b) socialist feminism and (c) multicultural feminism.
ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM NOVEL MY LECTURER MY HUSBAND KARYA GITLICIOUS (KAJIAN PRAGMATIK) Karolina Dawus; Ni Luh Sukanadi; Ida Ayu Made Wedasuwari
JIPBSI (Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol. 3 No. 2 (2021): JIPBSI
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.522 KB)

Abstract

This research is a descriptive study that aims to describe the types of directive and expressive speech acts in the novel "My Lecturer My Husband" by Gitlicious and describe the function of speech acts in the novel "My Lecturer My Husband" by Gitlicious. This study has two problem formulations, namely (1) What are the types of directive and expressive speech acts in the novel "My Lecturer My Husband" by Gitlicious and (2) What are the functions of directive and expressive speech acts in the novel "My Lecturer My Husband" by Gitlicious. The theory that underlies this research is (1) the notion of novel, (2) the nature of pragmatics, (3) the notion of pragmatics, (4) the notion of speech acts, (5) aspects of speech situations, (6) types of speech acts. This study uses instruments, namely tools that are selected and used by researchers in data collection activities so that these activities become systematic. In qualitative research, the research instrument or tool is the researcher himself. Data collection is done by recording method, library method and documentation method. The data obtained were analyzed descriptively qualitatively. The steps in analyzing the data are (1) reducing the data, (2) presenting the data, (3) verifying the data, (4) and concluding the data. The results of this study indicate that 36 indicators of directive speech acts and 14 indicators of expressive speech acts were found. In this study, the research found each type of directive and expressive speech acts in the novel My Lecture My Husband by Gitlicious. There are 4 directive speech acts, asking for 2, asking for 10, asking for 3, urging 1, suggesting 5, ordering 7 and begging 4. And expressive speech acts 3, saying thank you is 1, criticizing is there 2, congratulating 2, complaining 2 and blaming 3. While in terms of function, the researcher found that there were 35 indicators of directive speech act functions and 12 indicators of expressive speech act functions. From each function of the speech act in the novel My Lecturer My Husband by Gitlicious, the researcher found the directive speech act function of forcing, asking, ordering, inviting, urging, suggesting, ordering and pleading. While the function of expressive speech acts, the researcher only found the functions of praising, thanking, criticizing, congratulating, complaining and blaming
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA PADA NOVEL DUA GARIS BIRU KARYA LUCIA PRIANDARINI Paulina Juita Doni; Ida Ayu Made Wedasuwari; I Nyoman Adi Susrawan
JIPBSI (Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol. 3 No. 2 (2021): JIPBSI
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.098 KB)

Abstract

This study aims to determine the form of language politeness and the factory that influence language politeness in the novel “Dua Garis Biru by Lucia Priandarini” . The method used in this study is a qualitative. The data in this study are in the form of the charaters in the novel two Two Blue Lines by Lucia Priandarini. The data source in this research is the novel Two Blue Lines by Lucia Priandarini. The results of this study indcate that there are 41 utterances between the characters on the novel Two Bule Lines by Lucia Priandarini, wich consists of 17 forms of imoerative politeness with the intention of telling, 9 forms of politeness with the intention of giving feedback, 5 forms of telling or declarative politeness, 2 forms of politeness with the intetion of prohibiting, and three forms of politeness with the intention of asking for permission. Factors influencing politeness in language in the novel Two Blue Lines by Lucia Priandarini factors that influence language politeness in Lucia Priandarini, novel Two Blue Lines include word choice factors, kinship, or closeness, factors, status factors and situasional factors.
Co-Authors A. A Istri Yudhi Pramawati A.A. Rai Laksmi AA Istri Yudhi Pramawati Adnyana, Pande Putu Bawa Albertus Agung Sahat Amini, Yulia Nanik Anak Agung Putu Arsana Antara Jaya, I Gede Arya Wulandari, I Gusti Ayu Putu Budiningsih, Desak Nyoman Desak Putu Padma Sarita Dewa Gede Bambang Erawan Dewa Gede Bambang Erawan Dewa Gede Bambang Erawan Dewa Gede Bambang Erawan Dewa Gede Bambang Erawan Dewa Gede Bambang Erawan Dewa Gede Bambang Erawan Dewa Gede Bambang Erawan Dewi Fajar , Ilia Gustutus Dewi Shintiyah Dewi, Ni Putu Anggelina Paramita Embun Hayati Hanny Hafiar Hironimus R. Japung I Dewa Gede Wedagama I G. A. Putu Tuti Indrawati I Gde Putu Agus Pramerta I Gede Ambarayana I Gusti Ayu Putu Tuti Indrawati I Gusti Ayu Putu Tuti Indrawati I Gusti Ayu Putu Tuti Indrawati I Ketut Wardana I Komang Asmara Utama I Komang Widana Putra I Komang Widana Putra I Komang Widana Putra I Made Sastra Adi Wibawa I Nyoman Adi Susrawan I Nyoman Artika Adhikara I Nyoman Suparasa I Putu Agus Putra Wirawan Ida Bagus Nyoman Mantra IGA Putu Tuti Indrawati IGA. Putu Tuti Indrawati Ilia Gustutus Dewi Fajar Indrawati, IGA Putu Tuti Kadek Indira Savitri Kadek Rahayu Puspadewi Karinda, Yuliana Olgadesti Karolina Dawus Karolus Samin Kurniawati, Ni Kadek Laksmi, Ni Nyoman Ayu Tri Luh Putri Pramesti Artayani Made Dyah Rusmayanthi Maharani, Putu Devi Mareta Dwi Setyaningrum Marten Haba Rita Muliani , Ni Putu Santhi Ni Kadek Meini Ariyanthi Ni Kadek Sri Sandra Dewi Ni Luh Anita Purnama Yanti Ni Luh Eka Purnami Pinatih Ni Luh Eka Purnami Pinatih Ni Luh Sukanadi Ni Luh Sukanadi Ni Luh Sukanadi Ni Made Ayu Dewi Aryani Putri Ni Made Dwi Sintia Wulandari Ni Made Dwi Sintia Wulandari Ni Nyoman Ayu Tri Laksmi Ni Nyoman Ayu Tri Laksmi Ni Putu SIntya Dewi Ni Wayan Eminda Sari Ni Wayan Eminda Sari Ni Wayan Eminda Sari NI WAYAN SUASTINI Paulina Juita Doni Pinatih, Ni Luh Eka Purnami Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd . Ratna Dwi Anjani Putri Rosari, Maria Sri Samun, Maria Trinildis Sari, Ni Wayan Lilia Satria Faithfull Muttani Miraj Muchtar Semuel, Hilda Setianingrum, Mareta Dwi Staupelyte, Agne Suciari, Ni Komang Dina Susrawan, Nyoman Adi Teguh Alfaidzin Tri Laksmi, Ni Nyoman Ayu Utama, I Komang Asmara Wayan Maba Yantidiana Danur Yuniari, Ni Ketut