Claim Missing Document
Check
Articles

Optimasi Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida Surya-Angin On-Grid pada Kampung Nelayan Merah Putih, Lampung Selatan Saputra, Fadhlan Rahman; Wibawa, Unggul
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 5 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan pesisir membutuhkan penyediaan listrik yang andal, ekonomis, dan rendah emisi untuk mendukung aktivitas produktif masyarakat nelayan. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan sistem pembangkit listrik tenaga hibrida (PLTH) surya-angin on-grid pada Kampung Nelayan Merah Putih, Lampung Selatan, dengan mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan. Profil beban listrik kawasan dimodelkan selama 8760 jam berdasarkan kebutuhan fasilitas kawasan, kemudian beberapa skenario sistem dibandingkan menggunakan HOMER Pro, yaitu sistem grid only, modul surya-grid, turbin angin-grid, serta sistem hibrida modul surya-turbin angin-grid. Hasil simulasi menunjukkan bahwa konfigurasi optimal diperoleh pada sistem hibrida dengan kapasitas modul surya 110 kW, empat unit turbin angin dengan total kapasitas 46 kW, dan inverter 100 kW. Konfigurasi ini menghasilkan energi dari modul surya sebesar 166.225 kWh/tahun dan turbin angin sebesar 79.335 kWh/tahun, dengan renewable fraction sebesar 55,6%. Dari sisi ekonomi, sistem menghasilkan nilai net present cost sebesar Rp6.785.940.577,79, levelized cost of energy sebesar Rp1.087,59/kWh, internal rate of return sebesar 11,8%, dan payback period selama 7,69 tahun. Dari sisi lingkungan, sistem hibrida mampu menurunkan emisi CO₂ sebesar 203.897 kg/tahun atau 59,6% dibandingkan sistem grid only. Dengan demikian, sistem hibrida surya-angin on-grid layak diterapkan sebagai alternatif penyediaan energi berkelanjutan pada kawasan nelayan pesisir. Kata Kunci— HOMER Pro, On-Grid, Optimasi, PLTH suryaangin. 
Analisis Perbandingan Panel Surya P-Type dan NType terhadap Produksi Energi, Biaya, dan Emisi CO₂ pada PLTS Off-Grid Fauziyah, Almaas Nurul; Wibawa, Unggul; Kurniawan, Dwi Fadila
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 5 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

—Peningkatan kebutuhan energi listrik dan upaya pengurangan emisi karbon mendorong pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi terbarukan yang berkelanjutan. Perbedaan karakteristik panel surya P-Type dan N-Type memengaruhi kinerja sistem PLTS, sehingga diperlukan analisis untuk menentukan teknologi yang lebih optimal pada sistem off-grid. Penelitian ini dilakukan menggunakan perangkat lunak PVsyst dengan membandingkan panel surya P-Type (PERC) dan NType (TOPCon) dari tiga produsen berbeda pada dua lokasi, yaitu Kota Yogyakarta dan Kota Malang. Analisis dilakukan terhadap produksi energi, efisiensi, kelayakan ekonomi, dan potensi reduksi emisi CO₂. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panel surya N-Type menghasilkan produksi energi tahunan lebih tinggi, yaitu 4.046–4.179 kWh/tahun, dibandingkan panel surya P-Type sebesar 3.814–3.944 kWh/tahun. Rata-rata efisiensi sistem panel surya N-Type mencapai 14,31%, sedangkan panel surya P-Type sebesar 13,03%. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa panel surya N-Type menunjukkan performa yang lebih baik daripada P-Type dengan nilai CoE yang lebih rendah serta nilai NPV, PI, dan IRR yang lebih tinggi. Dari aspek lingkungan, panel surya N-Type menghasilkan potensi reduksi emisi CO₂ yang lebih tinggi dibandingkan panel surya P-Type seiring dengan produksi energi yang lebih besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panel surya N-Type merupakan pilihan yang lebih optimal untuk sistem PLTS off-grid ditinjau dari aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan. Kata Kunci—PLTS off-grid, N-Type, P-Type, Produksi energi, Reduksi emisi CO₂. 
Analisis Distorsi Harmonisa Pada JTR Dengan Pengoperasian Capacitor Bank dan STPH Filter Pada Mal Tenth Avenue Bandung Ayu, Aurellia Putri; Wibawa, Unggul
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 5 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan beban non-linier pada sistem distribusi gedung komersial dapat menimbulkan distorsi harmonisa yang memengaruhi kualitas daya listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distorsi harmonisa pada sistem Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 380/220 V Mal Tenth Avenue Bandung dengan mempertimbangkan pengoperasian capacitor bank dan STPH Filter. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak ETAP 19.0.1 melalui metode harmonic load flow. Simulasi dilakukan pada empat variasi pengoperasian, yaitu baseline, capacitor bank ON, STPH Filter ON, serta kombinasi capacitor bank dan STPH Filter ON. Parameter yang dianalisis meliputi profil tegangan, Total Harmonic Distortion tegangan (THDv), Total Harmonic Distortion arus (THDi), dan spektrum harmonisa. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada variasi baseline, nilai THDv pada Bus4 sebesar 0,81% dan THDi pada jalur Bus3–Bus4 sebesar 2,74%. Saat capacitor bank dioperasikan, nilai THDv menurun menjadi 0,58% dan THDi menjadi 1,84%, tetapi terjadi kenaikan profil tegangan pada sisi JTR. Pada variasi STPH Filter ON tanpa capacitor bank, nilai THDv menurun menjadi 0,50% dan THDi menjadi 1,53%, serta harmonisa dominan orde ke-5 menurun dari 0,6130% menjadi 0,2728%. Sementara itu, variasi kombinasi menghasilkan THDv sebesar 0,75% dan THDi sebesar 2,14%. Seluruh nilai THDv masih berada di bawah batas standar IEEE 519-2022 untuk sistem dengan tegangan V ≤ 1 kV, yaitu 8%. Berdasarkan hasil tersebut, variasi pengoperasian capacitor bank OFF dan STPH Filter ON merupakan variasi yang paling efektif dalam menurunkan distorsi harmonisa pada sistem utama. Kata Kunci— harmonisa, THDv, THDi, capacitor bank, STPH Filter, ETAP. 
Pengaruh Peningkatan Kapasitas Distributed Energy Resource Pada Sistem Tenaga Listrik Adhi, I Wayan Galih Rusnata; Wibawa, Unggul; Suyono, Hadi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 5 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh peningkatan kapasitas Distributed Energy Resource (DER) berbasis PLTS sebagai substitusi daya generator konvensional pada sistem standar IEEE 30 Bus. Simulasi aliran daya menggunakan perangkat lunak ETAP dilakukan pada 21 titik beban dengan variasi tingkat penetrasi 30%, 40%, dan 50% pada kondisi beban puncak dan beban rendah yang diuji melalui skenario proporsional (terdistribusi) berdasarkan persentase beban aktif lokal serta skenario seragam yang dibagi rata sama besar ke seluruh unit. Evaluasi menunjukkan hasil kontras di mana pada kondisi beban puncak, integrasi PLTS efektif menaikkan profil tegangan hingga mencapai 98,554% pada skenario seragam 50% serta memangkas rugi daya aktif dari 6,383 MW hingga ke titik minimum 2,451 MW pada skenario proporsional 50%. Sebaliknya, saat kondisi beban rendah, penetrasi PLTS justru memicu kenaikan profil tegangan hingga 101,062% akibat aliran daya balik (reverse power flow) dan membengkakkan rugi daya aktif hingga nilai tertinggi 2,264 MW pada skenario seragam 50%. Dari aspek penempatan, skenario seragam menghasilkan rata-rata profil tegangan yang lebih tinggi dan jatuh tegangan yang lebih rendah pada kedua kondisi pembebanan, namun skenario proporsional jauh lebih efisien dalam meminimalkan rugi teknis daya aktif/reaktif serta menahan laju kenaikan total daya semu sistem di setiap tingkat penetrasi. Dengan demikian, penentuan tingkat penetrasi dan metode alokasi PLTS harus mempertimbangkan karakteristik kondisi pembebanan secara tepat demi menjaga stabilitas operasi sistem tenaga listrik. Kata Kunci— DER, PLTS, IEEE 30 Bus, aliran daya, ETAP 
Analisis Koordinasi Relai Synchrocheck (ANSI 25) Akibat Kontingensi N-1 Pada SUTT 70 kV Kebonagung-Turen Lakshitajati, Maya Ayu; Wibawa, Unggul
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 5 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem transmisi SUTT 70 kV KebonagungTuren dengan konfigurasi jaringan cincin memiliki keandalan tinggi, namun rentan terhadap gangguan transien seperti sambaran petir yang memicu kondisi kontingensi N-1. Pada kondisi eksisting, terlepasnya saluran utama memaksa aliran daya bermanuver memutar (looping), yang berdampak pada peningkatan impedansi dan memicu penurunan tegangan ekstrem di Gardu Induk (GI) Turen hingga level kritis 65,31% selama masa jeda (dead time) statis 1,0 detik. Kondisi ini, ditambah dengan osilasi sudut fasa generator yang masih tinggi di angka 17,47°, menyebabkan relai Synchrocheck (ANSI 25) memblokir izin penutupan Pemutus Tenaga (PMT) sehingga memicu kegagalan Auto-Reclose (Lockout). Penelitian ini mengevaluasi akar permasalahan tersebut dan merumuskan penyesuaian parameter operasional yang optimal menggunakan simulasi dinamis pada perangkat lunak ETAP. Sebagai strategi mitigasi, diusulkan implementasi skema Under Voltage Load Shedding (UVLS) pada t = 0,20 detik dengan melepas beban induktif non-prioritas sebesar 10,94 MVAr, serta perpanjangan dead time menjadi 2,0 detik. Hasil simulasi membuktikan bahwa skema UVLS sukses mendongkrak tegangan GI Turen kembali ke level 98,15%. Bersamaan dengan itu, perpanjangan waktu tunggu memberikan peluruhan (decay time) yang memadai bagi rotor generator untuk menstabilkan ayunannya. Melalui kompromi penyesuaian ini, seluruh syarat sinkronisasi relai ANSI 25 berhasil terpenuhi secara simultan, sehingga PMT dapat ditutup dengan sukses dan kontinuitas penyaluran daya berhasil dipulihkan secara aman. Kata Kunci— Relai Synchrocheck, Auto-Reclose, Kontingensi N-1, Stabilitas Transien, Under Voltage Load Shedding (UVLS). 
Perancangan dan Optimasi Sistem Energi Terbarukan Hibrida SuryaAngin–Diesel–Baterai untuk Pulau Terisolasi: Studi Kasus Pulau Gili Ketapang Menggunakan HOMER Pro Gumay, Alif Arrasyid; Wibawa, Unggul; Hasanah, Rini Nur
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 6 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikrogrid pulau terisolasi di Indonesia masih sangat bergantung pada pembangkitan diesel, yang menimbulkan biaya bahan bakar tinggi dan emisi CO₂ besar. Penelitian ini merancang dan mengoptimasi sistem energi terbarukan hibrida (HRES) surya–angin–diesel–baterai untuk Pulau Gili Ketapang, sebuah pulau off-grid di Probolinggo, Jawa Timur, menggunakan HOMER Pro. Profil beban per jam (3,25 GWh/tahun; puncak 544 kW) dan data sumber daya NASA POWER (surya 5,30 kWh/m²/hari; angin 3,76 m/s) digunakan untuk mengevaluasi empat skenario: baseline diesel saja (S1), PLTS+diesel (S2), PLTS+angin+diesel (S3), dan hibrida penuh dengan baterai (S4). Konfigurasi optimal—S4: PLTS 800 kWp, tiga turbin angin 100 kW, baterai LiFePO₄ 1.900 kWh, dan konverter 576 kW berdampingan dengan PLTD eksisting 700 kW —secara serempak meminimalkan biaya dan emisi: Net Present Cost turun 58,5% (dari Rp 794,24 menjadi 329,48 miliar), Levelized Cost of Energy turun 58,4% (Rp 18.868 menjadi 7.844/kWh), fraksi terbarukan mencapai 36,6%, serta emisi CO₂ dan konsumsi BBM tahunan masing-masing turun 36,6%. Baterai menjadi enabler kunci, menurunkan jam operasi diesel dari 8.760 menjadi 2.957 jam/tahun (−66%) dengan menggeser surplus surya siang ke beban puncak malam. Analisis sensitivitas terhadap harga BBM (±20%) dan sumber daya surya/angin (±10%) menegaskan S4 tetap optimal secara robust.Kata Kunci—sistem energi terbarukan hibrida, mikrogrid terisolasi, HOMER Pro, penyimpanan energi baterai, optimasi tekno-ekonomi, Gili Ketapang
Optimasi Pembangkit Hibrida FPV-PLTA-HESS pada Sistem Grid-Connected di Waduk Sutami, Malang Maulanna, Muhammad Iqbal; Wibawa, Unggul
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 6 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan Floating Photovoltaic (FPV) pada waduk eksisting terkendala ketidaksesuaian waktu antara puncak produksi surya pada siang hari dan puncak permintaan jaringan pada malam hari, sementara Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sutami mengalami defisit produksi musiman pada Oktober hingga November akibat penurunan debit. Integrasi penuh FPV, PLTA, dan Hydrogen Energy Storage System (HESS) pada karakteristik hidrologi waduk tropis Indonesia belum banyak dievaluasi secara teknis, ekonomi, dan lingkungan sekaligus. Penelitian ini mengoptimasi dan mengevaluasi kinerja pembangkit hibrida FPV-PLTA-HESS pada sistem grid-connected di Waduk Sutami, Malang. Optimasi menggunakan perangkat lunak HOMER Pro pada tiga skenario bertingkat, yaitu PLTA-Grid, FPV-PLTA-Grid, dan FPV-PLTA-HESS-Grid, dengan beban 496,14 GWh per tahun, data meteorologi NASA POWER, dan data debit Automatic Water Level Recorder Waduk Sutami, kemudian dilanjutkan dengan analisis sensitivitas terhadap tinggi jatuh efektif, debit aliran, biaya komponen HESS, dan pertumbuhan beban. Konfigurasi optimal yang diperoleh terdiri atas PLTA 103,697 MW, FPV 108 MWp, konverter 72 MW, electrolyzer 85 MW, tangki hidrogen 1.600.000 kg, dan fuel cell 45 MW. Skenario FPV-PLTA-HESS-Grid menghasilkan kinerja teknis dan lingkungan terbaik dengan Annual Energy Production 669,5 GWh per tahun, Renewable Fraction 99,0%, excess energy 2,82 GWh, emisi 4.313 ton CO₂ per tahun, dan penghematan air 450.000 m³ per tahun, tetapi belum layak secara ekonomi dengan Net Present Cost Rp18.128,7 miliar, Levelized Cost of Energy Rp2.938 per kWh, dan Internal Rate of Return −4,0% akibat dominasi biaya tangki hidrogen sebesar 75% dari biaya modal. Kelayakan ekonomi tercapai ketika biaya komponen HESS turun 75%, menghasilkan LCOE Rp972 per kWh dan IRR 9,4%. Kata Kunci — FPV, PLTA, HESS, HOMER Pro, optimasi, tekno-ekonomi, Waduk Sutami, grid-connected. 
Analisis Optimasi Sistem Pada Pembangkit Hibrida (Bayu-Surya) dengan Kontroler PI Tuning Ant Colony Optimization Angelica, Stephania; Wibawa, Unggul
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 6 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya penetrasi sumber energi terbarukan menuntut strategi pengendalian yang efisien untuk mengatasi karakteristik intermiten sumber daya angin dan matahari sekaligus menjaga stabilitas operasi sistem. Penelitian ini menyajikan analisis optimalisasi sistem pembangkit listrik hibrida angin–matahari yang terintegrasi dengan Sistem Penyimpanan Energi Baterai (BESS) menggunakan pengendali Proportional–Integral (PI) berbasis Ant Colony Optimization (ACO). Sistem hibrida ini terdiri dari PLTB berbasis Generator Sinkron Magnet Permanen (PMSG), susunan PLTS yang dilengkapi dengan Maximum Power Point Tracking (MPPT), konverter boost DC–DC, konverter buck–boost dua arah yang terhubung ke BESS, dan bus DC bersama. Algoritma ACO digunakan untuk menentukan nilai gain proporsional dan integral yang optimal pada pengendali PI dengan meminimalkan fungsi tujuan Integral Time Absolute Error (ITAE), sehingga meningkatkan regulasi tegangan bus DC di bawah kondisi kecepatan angin, irradiansi surya, dan beban yang bervariasi. Pendekatan yang diusulkan dimodelkan dan disimulasikan dalam MATLAB/Simulink untuk mengevaluasi kinerja sistem. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pengendali PI berbasis ACO memberikan respons transien yang lebih cepat, overshoot yang lebih rendah, waktu penyelesaian yang lebih singkat, dan kesalahan keadaan mapan yang lebih rendah dibandingkan dengan penyetelan PI konvensional. Selain itu, pengendali yang dioptimalkan secara efektif mengoordinasikan pembagian daya antara PLTB, PLTS, dan BESS, memastikan tegangan bus DC yang stabil dan penyaluran energi yang andal meskipun terjadi fluktuasi dalam pembangkitan energi terbarukan. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi optimasi yang diusulkan meningkatkan kinerja dinamis, ketahanan, dan keandalan operasional sistem energi terbarukan hibrida, menjadikannya solusi yang menjanjikan untuk aplikasi pembangkitan listrik berkelanjutan di masa depan. Keywords—Sistem energi terbarukan hibrida, Turbin Angin, Fotovoltaik, Sistem Penyimpanan Energi Baterai, Optimisasi Koloni Semut, MATLAB/Simulink 
Co-Authors Adhi Purbo Putranto Adhi, I Wayan Galih Rusnata Adinata, Dwi Andhika Valent Afwega Bagas Kena Pranata Ahmad Zaki Ramadhani Akbar, Muhammad Yoga Rochmanu Akiyat, Muhammad Haekal Aldian Eka Fitranto Aldo Julian Hastono Alfarizy, Muhammad Mahdiy Alfian Sakti Pamungkas Ali Ridho Alief Nasruddin Alisa Zahrani Farady Daud Aly, Jagad Satria Aminullah, Muhammad Fakhri Ananda, Redzko Andika, Hartono Restu Andre Prasetya Andy Darmawan Angela Sembiring Angelica, Stephania Anshar Affandy Arbi Ramadhan Arief Y., Primanda Ariella, Syafika Safa Arifin Surya Winarto Arizqun Anwar Fatcha Armeyelia, Bulan Asmungi, Gaguk Asyhari, Ahmad Rizky Ayu, Aurellia Putri Ayyub Setiyoso Benito, Unedo Arga Bobby Pratama Bryan Malvin Budi Agung Raharjo Colina, Qory Aisha Daniswara, I Made Bagas Darryl Octaviyanto Kusputra Dhofir, Mochammad Dhofir, Mochammad Ditto Adi Permana Ditza Pasca Irwangsa Dwi Fadila Kurniawan E. Wakama, Tamunonengi Eka Citra Agustini Eka Mardiana Engga Kusumayoga Fakhruddin Ar Rozi Fauziyah, Almaas Nurul Faza Azmi Hidayat Firly Azka Nurhidayah Frandicahya P., Akhmad Gisaka, Chevin Affily Gita Andrika Sari Gitawan Dimas Prakoso Gumay, Alif Arrasyid Hadi Suyono Hafidh, Muhammad Yusril Haidar, Achmad Hari Santoso Harry Soekotjo Dachlan Herawan, Nadira Rahma Putri Hery Purnomo Hidayat, n/a Imam Suwandi Imtiyaz, Kholis Irvan, Muh. Zulvi Ismail Abdan Syakuro Firmansyah Ismail Musirin Jawoto Tri Prabowo Jayadiyuda, I Wayan Angga Kemal Pasha Pramudianto Khairil Anwar Khalid, Farhan Firzatullah Khatijah Sofia Surya Putri Suharyanto Kosa Shantia Kristina, Meiva Kurniawan, Ferryo Lenz Lakshitajati, Maya Ayu Lavelia Permata C. Lukmanul Hakim Lunde Ardhenta Lunde Ardhenta Maharani, Bella Fathia Mahfudz Shidiq Malamansyah, Triamelia Salsabila Mardotillah, Nanda Azizah Maulanna, Muhammad Iqbal Maulidina, Nabila Vida Miranda Christine Moch Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Mochamad Azwar Anas Mochamad Shofwan Rizqulloh Mochammad Abdul Ghofur Mohammad Fahririjal Mokhammad Wildan Dahlan Muamar, Muhammad Fajar Arif Muhammad Alaudin Tri Kurnia Muhammad Daniyal Muhammad Haekal Akiyat Muhammad Rigadho Suprayogi n/a Hariyono n/a Soeprapto n/a Wijono n/a Wijono Nainggolan, William Sutan Nisa, Rizqa Ulya Fakhrun Nur Rahma Dona Nur Subhan Nurhakiki, Mauludiya Annisa Pradana Anoraga Tinto Pradhana, Raka Radithya Pratama, Muhammad Pashya Rifky Prayoga, Djhorgy Putra, Ade Mahendra Darma Rachendra, Bima Denatta Rahmawati, Utari Tri Ramadhan, Muhammad Indrata Ramadhani, Ahmad Zaki Rendy Previanto Retno Puji Lestari Reza Sufi Al Kamil Reza, Dana Ammar Rifdillah Zulafa Rini Nur Hasanah Rizki, Fahrina Novia Rizky Hamid Robbyansyah Rizqi Wahyu Rahmariadi Rohman, Deny Fatkhur Rosi David Rosihan Arby Harahap Rosihan Arby Harahap Ruditta Devianti Rusli, Mochammad Rusmi Ambarwati Saputra, Fadhlan Rahman Satrio Wicaksono Shiddiq, Muhammad Fatihul Shufinah, Syahla Siregar, Josua Hatorangan Suyono, Hadi Syarif, Habib Teguh Utomo Titis Aridanti Pratiwi Tri Nurwati Triyoga, Joseph Kristian Ullin Dwi Fajri A. Utomo, Muhamad Afiq Nur Warda Islamiyah Widyatna, Raden Aryanta Luthfi Wijono, n/a Wiwin Wahyuni Yudhistira Rizal Firmansyah Yulistiono, Irwan Zahiyyah, Rajwa Zainuri, Akhmad Zihni, Daffa’ Thirafi Zulfikar Subagio