Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Campuran Arang Limbah Kulit Pisang dan Bentonit Terhadap Nilai Resistansi Pentanahan Elektroda Batang Aminullah, Muhammad Fakhri; Wibawa, Unggul; Hasanah, Rini Nur
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pentanahan memiliki peran penting dalam menjaga keandalan dan keselamatan sistem tenaga listrik, terutama dalam menyalurkan arus gangguan ke tanah. Nilai resistansi pentanahan yang tinggi dapat menurunkan efektivitas sistem proteksi, sehingga diperlukan upaya untuk menurunkannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh campuran arang kulit pisang dan bentonit terhadap nilai resistansi pentanahan pada elektroda batang serta mengetahui komposisi optimal dan pengaruh kondisi kelembapan tanah. Metode penelitian dilakukan melalui pengukuran resistansi pentanahan menggunakan metode tiga titik (fall of potential) dengan alat digital earth tester model 4105A pada variasi komposisi campuran arang kulit pisang dan bentonit (100%:0%, 75%:25%, 50%:50%, 25%:75%, dan 0%:100%) pada kondisi kering dan basah dengan penambahan 600 mL air. Campuran bahan ditempatkan pada tabung berbentuk silinder dengan diameter 0,15 m dan tinggi 0,7 m sehingga diperoleh volume campuran sebesar 0,0124 m³. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistansi tanah awal sebelum perlakuan adalah 52,62 Ω. Pada kondisi kering, penurunan resistansi terbesar diperoleh pada komposisi arang kulit pisang 100% sebesar 47,43% menjadi 27,66 Ω, sementara komposisi bentonit 100% justru meningkatkan resistansi menjadi 70,98 Ω. Pada kondisi basah, seluruh variasi mengalami penurunan resistansi tambahan dengan nilai resistansi yang berada pada kisaran 16,90 Ω hingga 27,32 Ω. Secara keseluruhan arang kulit pisang efektif menurunkan resistansi tanah, sedangkan bentonit bekerja lebih optimal dalam kondisi basah sehingga meningkatkan kinerja sistem pentanahan.Kata Kunci—Sistem Pentanahan, Resistansi Pentanahan, Elektroda Batang, Arang Kulit Pisang, Bentonit. 
Analisis Distorsi Harmonisa Akibat Operasional SPKLU DC Fast Charging pada Jaringan Distribusi PLN UID Jakarta Raya Muamar, Muhammad Fajar Arif; Wibawa, Unggul; Hasanah, Rini Nur
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan penggunaan kendaraan listrik mendorong pertumbuhan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), khususnya DC fast  charging yang bersifat beban non-linear dan berpotensi menurunkan kualitas daya pada sistem distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis distorsi harmonisa akibat operasional SPKLU serta  mengevaluasi efektivitas single tuned passive filter dalam mereduksi  harmonisa. Pemodelan sistem dilakukan menggunakan perangkat lunak  ETAP 19.0 dengan beban SPKLU sebesar 150 kW yang terhubung pada transformator distribusi 630 kVA. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sebelum pemasangan filter, nilai Total Harmonic Distortion Voltage (THDV)  mencapai 5,09% dan Total Harmonic Distortion Current (THDI) mencapai  9,74%, melebihi standar IEEE 519-1992. Setelah pemasangan single tuned  passive filter yang ditujukan pada harmonisa orde ke5, ke-7, dan ke-11, nilai THDV menurun menjadi sekitar 3,02% dan THDI menjadi 3,54%, sehingga  memenuhi standar yang ditetapkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa filter yang dirancang efektif dalam mereduksi distorsi harmonisa  pada sistem distribusi. Kata Kunci — SPKLU, DC fast charging, harmonisa, THDV, THDI, passive filter, ETAP
Penghematan Energi Listrik pada Sistem Pencahayaan dan Pengondisian Udara di PT Mega Manunggal Property Tbk. Rahmawati, Utari Tri; Wibawa, Unggul; Hasanah, Rini Nur
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis penghematan energilistrik pada sistem pencahayaan dan pengondisian udara diGedung Grha Intirub Tbk melalui audit energi rinci,perhitungan intensitas konsumsi energi (IKE), serta evaluasiskenario penggantian lampu eksisting menjadi LED dansistem AC eksisting menjadi AC VRV. Metode yangdigunakan meliputi pengumpulan data primer dansekunder, pengukuran parameter kelistrikan dan suhuruangan, analisis beban dan kebutuhan daya, identifikasipeluang hemat energi, serta analisis kelayakan ekonomismenggunakan indikator Operation and Maintenance (O&M),Life Cycle Cost (LCC), Payback Period (PP), dan Net PresentValue (NPV). Hasil penelitian menunjukkan bahwapenerapan lampu LED dan AC VRV (Variable RefrigerantVolume) mampu menurunkan konsumsi energi dan biayalistrik tahunan secara signifikan, dengan nilai IKE gedungmenjadi lebih mendekati standar efisiensi, periodepengembalian investasi yang masih dalam batas kelayakan,serta nilai NPV yang menunjukkan bahwa skenariopenggantian sistem pencahayaan dan pendingin ruanganlayak diimplementasikan secara teknis dan ekonomis.Kata Kunci— Energi Listrik, Audit Energi, SistemPencahayaan, Air Conditioning, Intensitas konsumsi energi,Peluang Hemat Energi.
Dampak Variasi Durasi Perendaman Asam Elektroda Stainless Steel pada Tegangan Tembus Dielektrik Udara Herawan, Nadira Rahma Putri; Wijono, n/a; Wibawa, Unggul
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Integritas sistem isolasi tegangan tinggi sangat bergantung pada kondisi  permukaan elektroda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  hubungan kuantitatif antara tingkat korosi permukaan elektroda bola  stainless steel terhadap karakteristik tegangan tembus (breakdown voltage) dielektrik udara. Metode penelitian dilakukan dengan memberikan perlakuan korosi dipercepat melalui perendaman asam (HCl) dengan  variasi durasi 0 hingga 22 jam, yang dilanjutkan dengan pengukuran  kekasaran permukaan (Ra), pengujian tegangan tembus AC, pengukuran  arus bocor, serta validasi menggunakan simulasi Finite Element Method (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi perendaman berbanding lurus dengan peningkatan kekasaran permukaan, di mana nilai Ra meningkat dari 0,110 µm pada 1 jam menjadi 1,023 µm pada 22 jam  akibat pembentukan pitting corrosion. Degradasi fisik ini menyebabkan  penurunan tegangan tembus rata-rata yang signifikan sebesar 22,8%, yaitu dari 49,96 kV (kondisi awal) menjadi 38,56 kV (kondisi 22 jam). Analisis probabilitas kegagalan memperlihatkan penyempitan margin keamanan  operasi (V5%) secara drastis dari kisaran 34 kV menjadi 26 kV. Simulasi  medan listrik mengonfirmasi bahwa penurunan performa isolasi disebabkan oleh fenomena peningkatan medan lokal (field enhancement)  pada titik-titik cacat permukaan yang memicu ionisasi udara lebih dini. Kata Kunci — Tegangan tembus, elektroda bola, korosi, kekasaran permukaan, field enhancement, dielektrik udara.
Analisis Jenis dan Lokasi Gangguan Sistem Transmisi 150 kV Menggunakan DFR dan TWS di ULTG Aurduri, Jambi Kristina, Meiva; Wibawa, Unggul; Utomo, Teguh
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan pada saluran transmisi tegangan tinggi dapat memengaruhi  keandalan sistem tenaga listrik, sehingga diperlukan metode yang cepat dan akurat dalam mengidentifikasi jenis serta lokasi gangguan. Penelitian  ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik gangguan dan menentukan  lokasi gangguan pada saluran transmisi 150 kV GI Aurduri – GI Muara Tebo  menggunakan data Digital Fault Recorder (DFR) dan Traveling Wave  System (TWS). Identifikasi jenis gangguan dilakukan dengan metode fault  signature berdasarkan rekaman DFR periode Januari–Agustus 2025. Estimasi lokasi gangguan dihitung secara manual menggunakan metode  berbasis impedansi dan dibandingkan dengan hasil rekaman TWS serta  hasil inspeksi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10  kejadian gangguan, 8 gangguan disebabkan oleh petir, 1 oleh pohon, dan 1 oleh isolator kotor. Perbandingan hasil perhitungan manual dan data TWS  menunjukkan selisih lokasi sekitar ±0,5 km dengan rentang 0,07–0,5 km.  Analisis error menunjukkan bahwa metode DFR memiliki error maksimum  sebesar 9,726% dengan rata-rata 6,785%, sedangkan metode TWS memiliki  error maksimum 5,798% dengan rata-rata 2,954%. Kedua metode masih berada dalam batas toleransi sistem transmisi dan mampu memberikan  estimasi lokasi gangguan secara andal untuk mendukung proses  pemeliharaan dan pemulihan sistem. Kata Kunci— Lokasi Gangguan, Saluran Transmisi 150 kV, Digital Fault  Recorder (DFR), Traveling Wave System (TWS), Karakteristik Gangguan
Studi Analisis Kelayakan PLTS Terapung  di Waduk Selorejo dalam Mendukung Transisi Energi Bersih Zahiyyah, Rajwa; Wibawa, Unggul; Ambarwati, Rusmi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi listrik serta keterbatasan lahan menjadi tantangan dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung yang memanfaatkan permukaan waduk sebagai lokasi pemasangan modul fotovoltaik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi, desain teknis, serta kelayakan ekonomi dan lingkungan dari penerapan PLTS terapung di Waduk Selorejo, Kabupaten Malang. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak PVsyst dengan dua konfigurasi sistem, yaitu off-grid dan on-grid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Waduk Selorejo memiliki potensi radiasi matahari sebesar 1.996,6 kWh/m²/tahun dan kebutuhan energi listrik wilayah studi sebesar 4.892,8 MWh/tahun. Sistem off-grid memiliki kapasitas sebesar 2.953 kWp dengan produksi energi sebesar 4.915 MWh/tahun, sedangkan sistem on-grid memiliki kapasitas sebesar 2.775 kWp dengan produksi energi sebesar 4.747 MWh/tahun. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa sistem on-grid lebih layak secara finansial dengan nilai CoE sebesar Rp770/kWh dan NPV positif, sedangkan sistem off-grid memerlukan penyesuaian tarif akibat tingginya biaya investasi baterai. Dari sisi lingkungan, sistem off-grid menghasilkan reduksi emisi sebesar 4.276 tonCO₂/tahun dan penghematan air sebesar 64,5 m³/tahun, sedangkan sistem on-grid menghasilkan reduksi emisi sebesar 4.130 tonCO₂/tahun dan penghematan air sebesar 57,1 m³/tahun. Berdasarkan hasil penelitian, sistem ongrid lebih unggul dari sisi ekonomi dan efisiensi sistem, sedangkan sistem off-grid memiliki keunggulan dalam kontinuitas suplai energi. Kata Kunci— PLTS Terapung, PVsyst, Energi Terbarukan, Waduk Selorejo. 
Perancangan PLT Hibrida (Surya-Angin) di Sabana Gunung Butak Kabupaten Malang Aly, Jagad Satria; Wibawa, Unggul; Ambarwati, Rusmi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi listrik di kawasan wisata alam dan daerah terpencil masih menjadi tantangan akibat keterbatasan akses jaringan listrik konvensional. Sabana Gunung Butak Kabupaten Malang merupakan kawasan dataran tinggi terbuka yang memiliki potensi energi surya cukup baik, sedangkan potensi energi angin relatif rendah namun masih dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi pendukung dalam sistem pembangkit listrik hibrida. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis performa sistem Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) hibrida surya–angin off-grid di kawasan Sabana Gunung Butak. Perancangan dan simulasi sistem dilakukan menggunakan perangkat lunak HOMER Pro berdasarkan data intensitas radiasi matahari, kecepatan angin, temperatur, dan kebutuhan beban listrik. Hasil simulasi menunjukkan konfigurasi optimal sistem terdiri dari PLTS berkapasitas 5,8 kW, baterai LiFePO4 berkapasitas 500 Ah pada tegangan nominal 89,6 V, turbin angin sebagai sumber energi pendukung, serta inverter berkapasitas 3 kW. Sistem menghasilkan total produksi energi sebesar 8.346 kWh/tahun dengan kontribusi energi surya sebesar 8.046 kWh/tahun (96,4%) dan energi angin sebesar 300 kWh/tahun (3,6%). Energi yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan beban listrik sebesar 4.628 kWh/tahun dengan seluruh kebutuhan energi listrik dipenuhi oleh sumber energi terbarukan. Dari aspek ekonomi, sistem menghasilkan Net Present Cost (NPC) sebesar Rp195.925.400,00 dan Levelized Cost of Energy (LCOE) sebesar Rp2.929,19/kWh. Selain itu, penerapan sistem juga berpotensi mengurangi emisi karbon sebesar 4.961 kg CO₂/tahun dibandingkan penggunaan pembangkit berbahan bakar fosil. Dengan demikian, sistem pembangkit listrik hibrida off-grid berbasis energi surya dan angin di Sabana Gunung Butak dapat menjadi alternatif penyediaan energi listrik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kata Kunci— Energi Terbarukan, PLTS, PLTB, Sistem Hibrida, Off-grid, HOMER Pro, Gunung Butak.
Analisis Multiaspek Simulasi PLTS On-Grid Terintegrasi BESS di Ibu Kota Nusantara (IKN) Colina, Qory Aisha; Wibawa, Unggul; Utomo, Teguh
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memerlukan sistem energi listrik yang andal, berkelanjutan, dan rendah emisi. Penelitian ini menganalisis kinerja teknis, ekonomi, dan lingkungan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ongrid terintegrasi Battery Energy Storage System (BESS) menggunakan perangkat lunak PVsyst. Simulasi dilakukan pada lima skenario, yaitu undersizing 40 MWp, baseline 50 MWp, oversizing 60 MWp, grid limitation 60 MWp, serta grid limitation 60 MWp dengan BESS 50 MWh. Hasil simulasi menunjukkan bahwa konfigurasi oversizing menghasilkan performa terbaik dengan produksi energi tahunan sebesar 87,88 GWh/tahun dan performance ratio sebesar 86,01%. Dari aspek ekonomi, skenario ini menghasilkan nilai CoE terendah sebesar Rp570,85/kWh, NPV tertinggi sebesar Rp706,83 miliar, IRR sebesar 19,08%, dan payback period selama 6,4 tahun. Integrasi BESS mampu meningkatkan pemanfaatan energi dan menurunkan total losses dari 15,9% menjadi 14,4%. Selain itu, sistem PLTS terintegrasi BESS mampu mereduksi emisi karbon hingga 64.501 tonCO₂/tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PLTS on-grid terintegrasi BESS berpotensi mendukung transisi energi bersih dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) di Indonesia. Kata Kunci— Battery Energy Storage System (BESS), Ibu Kota Nusantara (IKN), PLTS on-grid, PVsyst, energi terbarukan
Re-Koordinasi Relai Proteksi Arus Lebih pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Gresik Zihni, Daffa’ Thirafi; Nurwati, Tri; Wibawa, Unggul
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem proteksi arus lebih pada pembangkit listrik berperan penting dalam menjaga keandalan dan kontinuitas operasi sistem tenaga listrik. Ketidaksesuaian setting relai terhadap perubahan konfigurasi jaringan, pola beban, dan kondisi operasi dapat menyebabkan koordinasi relai menjadi tidak selektif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rekoordinasi relai proteksi arus lebih pada sistem kelistrikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Gresik guna meningkatkan selektivitas, kecepatan, dan keandalan sistem proteksi. Metode penelitian dilakukan melalui pemodelan single line diagram sistem kelistrikan PLTGU Gresik menggunakan perangkat lunak ETAP, simulasi aliran daya, analisis gangguan hubung singkat, evaluasi setting relai eksisting, serta penyesuaian nilai pickup current dan time multiplier setting (TMS). Hasil analisis menunjukkan bahwa koordinasi relai eksisting belum selektif, ditunjukkan oleh margin waktu kerja OCR-EXP-1 dan OCR-INC-1 sebesar 0,21 detik, OCR-AUX-1 dan OCR-INC-1 sebesar 0,18 detik, serta OCR-GT1 dan OCR-INC-1 sebesar 0,28 detik, yang seluruhnya berada di bawah batas minimum 0,4 detik. Setelah dilakukan re-koordinasi, margin waktu meningkat menjadi 0,42 detik, 0,44 detik, dan 0,45 detik pada masing-masing pasangan relai. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rekoordinasi relai proteksi arus lebih mampu memperbaiki selektivitas kerja relai, mengurangi risiko pemutusan berlebih, serta meningkatkan keandalan sistem proteksi pada jaringan distribusi internal PLTGU Gresik.Kata Kunci—ETAP, koordinasi proteksi, OCR, PLTGU Gresik, re-koordinasi relai, relai arus lebih 
SIMULASI MAXIMUM POWER POINT TRACKING DENGAN ALGORITMA ADAPTIVE PARTICLE SWARM OPTIMIZATION PADA SISTEM PANEL SURYA BERBAYANG SEBAGIAN Prayoga, Djhorgy; Wibawa, Unggul; Suyono, Hadi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tantangan utama dalam panel surya adalah kondisi berbayang sebagian atau Partial Shading Condition (PSC), yang menyebabkan sebagian sel atau modul menerima intensitas cahaya berbeda akibat bayangan pohon, bangunan, atau awan. Kondisi ini mengakibatkan kurva karakteristik menjadi tidak linier dan memiliki lebih dari satu puncak (multi-peak). Salah satu pendekatan alternatif yang banyak digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah metode Maximum Power Point Tracking (MPPT) metaheuristik,  Particle Swarm Optimization (PSO). MPPT PSO masih memiliki beberapa kelemahan, seperti berosilasi di sekitar GMPP, premature convergence serta sensitivitas tinggi terhadap pengaturan parameter. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, dikembangkan algoritma Adaptive Particle Swarm Optimization (APSO), yang melakukan penyesuaian parameter adaptif selama proses iterasi. Sistem panel surya yang terdiri dari panel surya, boost converter, dan MPPT yang dimodelkan dan diimplementasikan dalam MATLAB/Simulink. Percobaan dilakukan pada 4 pola bayangan sebagian yang mungkin terjadi pada 6 modul surya yang dihubungkan secara 3S2P. Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan, secara keseluruhan MPPT APSO memperoleh hasil rata-rata efisiensi daya 5% lebih besar dibanding PSO dengan rata-rata tracking time 0,2294 s. Kata kunci: panel surya, PSC, MPPT, PSO,  APSO
Co-Authors Adhi Purbo Putranto Adhi, I Wayan Galih Rusnata Adinata, Dwi Andhika Valent Afwega Bagas Kena Pranata Ahmad Zaki Ramadhani Akbar, Muhammad Yoga Rochmanu Akiyat, Muhammad Haekal Aldian Eka Fitranto Aldo Julian Hastono Alfarizy, Muhammad Mahdiy Alfian Sakti Pamungkas Ali Ridho Alief Nasruddin Alisa Zahrani Farady Daud Aly, Jagad Satria Aminullah, Muhammad Fakhri Ananda, Redzko Andika, Hartono Restu Andre Prasetya Andy Darmawan Angela Sembiring Angelica, Stephania Anshar Affandy Arbi Ramadhan Arief Y., Primanda Ariella, Syafika Safa Arifin Surya Winarto Arizqun Anwar Fatcha Armeyelia, Bulan Asmungi, Gaguk Asyhari, Ahmad Rizky Ayu, Aurellia Putri Ayyub Setiyoso Benito, Unedo Arga Bobby Pratama Bryan Malvin Budi Agung Raharjo Colina, Qory Aisha Daniswara, I Made Bagas Darryl Octaviyanto Kusputra Dhofir, Mochammad Dhofir, Mochammad Ditto Adi Permana Ditza Pasca Irwangsa Dwi Fadila Kurniawan E. Wakama, Tamunonengi Eka Citra Agustini Eka Mardiana Engga Kusumayoga Fakhruddin Ar Rozi Fauziyah, Almaas Nurul Faza Azmi Hidayat Firly Azka Nurhidayah Frandicahya P., Akhmad Gisaka, Chevin Affily Gita Andrika Sari Gitawan Dimas Prakoso Gumay, Alif Arrasyid Hadi Suyono Hafidh, Muhammad Yusril Haidar, Achmad Hari Santoso Harry Soekotjo Dachlan Herawan, Nadira Rahma Putri Hery Purnomo Hidayat, n/a Imam Suwandi Imtiyaz, Kholis Irvan, Muh. Zulvi Ismail Abdan Syakuro Firmansyah Ismail Musirin Jawoto Tri Prabowo Jayadiyuda, I Wayan Angga Kemal Pasha Pramudianto Khairil Anwar Khalid, Farhan Firzatullah Khatijah Sofia Surya Putri Suharyanto Kosa Shantia Kristina, Meiva Kurniawan, Ferryo Lenz Lakshitajati, Maya Ayu Lavelia Permata C. Lukmanul Hakim Lunde Ardhenta Lunde Ardhenta Maharani, Bella Fathia Mahfudz Shidiq Malamansyah, Triamelia Salsabila Mardotillah, Nanda Azizah Maulanna, Muhammad Iqbal Maulidina, Nabila Vida Miranda Christine Moch Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Mochamad Azwar Anas Mochamad Shofwan Rizqulloh Mochammad Abdul Ghofur Mohammad Fahririjal Mokhammad Wildan Dahlan Muamar, Muhammad Fajar Arif Muhammad Alaudin Tri Kurnia Muhammad Daniyal Muhammad Haekal Akiyat Muhammad Rigadho Suprayogi n/a Hariyono n/a Soeprapto n/a Wijono n/a Wijono Nainggolan, William Sutan Nisa, Rizqa Ulya Fakhrun Nur Rahma Dona Nur Subhan Nurhakiki, Mauludiya Annisa Pradana Anoraga Tinto Pradhana, Raka Radithya Pratama, Muhammad Pashya Rifky Prayoga, Djhorgy Putra, Ade Mahendra Darma Rachendra, Bima Denatta Rahmawati, Utari Tri Ramadhan, Muhammad Indrata Ramadhani, Ahmad Zaki Rendy Previanto Retno Puji Lestari Reza Sufi Al Kamil Reza, Dana Ammar Rifdillah Zulafa Rini Nur Hasanah Rizki, Fahrina Novia Rizky Hamid Robbyansyah Rizqi Wahyu Rahmariadi Rohman, Deny Fatkhur Rosi David Rosihan Arby Harahap Rosihan Arby Harahap Ruditta Devianti Rusli, Mochammad Rusmi Ambarwati Saputra, Fadhlan Rahman Satrio Wicaksono Shiddiq, Muhammad Fatihul Shufinah, Syahla Siregar, Josua Hatorangan Suyono, Hadi Syarif, Habib Teguh Utomo Titis Aridanti Pratiwi Tri Nurwati Triyoga, Joseph Kristian Ullin Dwi Fajri A. Utomo, Muhamad Afiq Nur Warda Islamiyah Widyatna, Raden Aryanta Luthfi Wijono, n/a Wiwin Wahyuni Yudhistira Rizal Firmansyah Yulistiono, Irwan Zahiyyah, Rajwa Zainuri, Akhmad Zihni, Daffa’ Thirafi Zulfikar Subagio