Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Kemasan Paper Bowl Soto Berbahan Serat Bambu Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) pada UMKM Dapoer Mimi Rifaldy, Alvin; Assidiqi, Zaky; wibowo, Daniel Bagus; Manggala, Widagdo Prayoga Manggala; Prawira, Muhammad Mirza Adi Nata; Pratama, Andhika Ramdhan; Sirait, Steve Zefanya Sirait; Wahyudi, Rizqi
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 11 (2025): GJMI - NOVEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i11.1845

Abstract

UMKM Dapoer Mimi menghadapi permasalahan pada kemasan take away makanan soto yang digunakan saat ini, yaitu desain yang kurang menarik, tidak ramah lingkungan karena berbahan plastik, serta kurang fungsional karena sering menyebabkan tumpah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kemasan paper bowl berbahan serat bambu yang mampu memenuhi harapan konsumen dan mengatasi kelemahan kemasan eksisting. Metode yang digunakan adalah Quality Function Deployment (QFD) untuk mentransformasi Voice of Customer (VOC) menjadi karakteristik teknis desain yang terukur melalui pembangunan House of Quality (HoQ). Hasil analisis HoQ menghasilkan spesifikasi teknis prioritas, yang meliputi: ketahanan suhu hingga 90°C (bobot 8%), ketebalan material 0,8–1,0 mm (bobot 6%), kandungan material daur ulang minimal 20% (bobot 11%), price premium justification (bobot 11%), serta desain yang memuat logo dan informasi produk yang jelas (bobot 6%). Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kemasan dengan spesifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi komprehensif yang meningkatkan kepuasan konsumen, nilai jual, sekaligus memperkuat komitmen keberlanjutan bagi UMKM Dapoer Mimi.
Narasi Konseling Islam dalam Film Hafalan Shalat Delisa: Sebuah kajian Terhadap Cinematherapy Wahyudi, Rizqi
Ash-Shudur : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi narasi konseling yang ada di balik adegan-adegan dalam film Hafalan Shalat Delisa dan bertujuan untuk mengkaji makna adegan yang merepresentasikan nilai-nilai konseling sebagai sebuah model Cinemateraphy. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis teks media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi konseling Islam dalam film Hafalan Shalat Delisa adalah ditunjukkan melalui sikap percaya diri Delisa yang baik dan ditopang oleh kekuatan iman, mampu mengontrol emosi untuk istiqamah serta berempati terhadap orang lain.
Eco-Snack Innovation: Penerapan HOQ pada Produk Keripik Kulit Pisang dengan Kemasan Berkelanjutan Beltsazar Putra Libertus Gustaf Dupe; Mizanul Khairi; Mohamad Nabiel Priatna; Ahmad Latif Aryo; Saputra, Muhammad Reza; Ray Natanael Jericho Pelawi; Syafran M.S; Malay, Izza Al Fawwaz aldi; Tungga, Syailindra Dwi; Wahyudi, Rizqi
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 11 (2025): GJMI - NOVEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i11.1844

Abstract

Peningkatan kepedulian masyarakat terhadap isu keberlanjutan lingkungan mendorong munculnya berbagai gagasan inovatif dalam mengolah limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan produk keripik kulit pisang dengan kemasan ramah lingkungan sebagai bentuk kontribusi terhadap penerapan ekonomi sirkular. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Quality Function Deployment (QFD) dan House Of Quality (HOQ). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan dan harapan konsumen terhadap produk keripik kulit pisang yang menggunakan kemasan ramah lingkungan, serta menerjemahkan kebutuhan tersebut ke dalam bentuk spesifikasi teknis sebagai dasar pengembangan produk. Pendekatan QFD dipilih karena mampu menghubungkan suara konsumen dengan desain produk secara sistematis, sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan harapan konsumen. Berdasarkan hasil analisis, atribut yang dianggap paling penting oleh konsumen meliputi rasa, kerenyahan, aroma, mutu bahan baku, serta kemasan yang ramah lingkungan. Hasil penilaian bobot prioritas menunjukkan bahwa unsur pemilihan bahan kemasan menempati posisi paling dominan dengan nilai 29%. Aspek kejelasan informasi pada kemasan berada di urutan kedua dengan nilai 19%, disusul oleh kepemilikan izin edar BPOM sebesar 13%. Harga menjadi faktor berikutnya dengan tingkat kepentingan 12%, sementara penentu cita rasa berupa komposisi bumbu serta pengaturan suhu dan durasi penggorengan memiliki pengaruh yang lebih kecil, masing-masing sebesar 8%. Sebagai rekomendasi pengembangan, produk keripik kulit pisang berkemasan ramah lingkungan dapat ditingkatkan melalui ekspansi pemasaran digital, kemitraan dengan umkm, dan peningkatan sertifikasi mutu untuk memperkuat daya saing pasar.
Penerapan Rekayasa Nilai pada UMKM Meubel Pak Budiono untuk Peningkatan Efisiensi dan Daya Saing Rizqi, Asyrafi Muyassari; Amanda, Zahra Nurul; Solihin, Shesa Fadhila; Wijayanti, Nyoman Okta; Pardede, Yolanda Laurenzia; Simanjuntak, Mikhael Fernando Halomoan; Ginting, Ferdinan Juarta; Wahyudi, Rizqi
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 11 (2025): GJMI - NOVEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i11.1862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Value Engineering sebagai upaya optimalisasi biaya produksi dan peningkatan nilai produk pada UMKM meubel milik Pak Budiono di Bandar Lampung. Persaingan industri meubel yang semakin ketat serta keterbatasan sumber daya pada usaha kecil menimbulkan permasalahan efisiensi dalam penggunaan material, proses produksi, dan strategi pemasaran. Melalui penerapan tahapan rekayasa nilai, penelitian ini meninjau aspek fungsi, biaya, serta alternatif material dan proses yang dapat meningkatkan nilai produk tanpa mengurangi kualitas. Hasil menunjukkan bahwa penerapan Value Engineering pada UMKM Meubel Pak Budiono mampu meningkatkan efisiensi biaya dan produktivitas. Berdasarkan data keuangan, omzet mingguan mencapai Rp10.000.000 dengan laba bersih sekitar Rp2.000.000 dan biaya tenaga kerja antara Rp800.000–Rp1.500.000 per orang. Melalui alternatif terbaik berupa pemasaran digital, simplifikasi desain, dan investasi mesin, diperoleh potensi peningkatan penjualan hingga 40%, efisiensi biaya tenaga kerja sebesar 20%, serta peningkatan kapasitas produksi hingga 50%. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar UMKM meubel menerapkan evaluasi berkala terhadap komponen biaya dan fungsi produk untuk memastikan keberlanjutan efisiensi serta peningkatan daya saing di pasar lokal maupun regional.
Penerapan Metode Value Engineering pada Pengembangan Desain Sistem Pembuangan Terhubung (Keyhole Mount Box) untuk Meja Pemotong Kertas: Studi Kasus pada Usaha Fotokopi Fitriadi, Muhammad; Saputri, Zunur Evita; Keliat, Agripa Moreno; Annisa, Zahratul; Rafli, Muhammad; Banjarnahor, Elya Fitri; Febriyan, Rafif; Wahyudi, Rizqi
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 11 (2025): GJMI - NOVEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i11.1880

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menerapkan Connected Waste Box dengan pendekatan Value Engineering (VE) guna meningkatkan efisiensi serta ergonomi kerja operator melalui pengurangan gerak pemborosan akibat serpihan kertas yang tercecer. Latar belakang masalah dimulai dari pengamatan aktivitas pemotongan kertas yang menghasilkan serpihan kertas yang berserakan di sekitar meja kerja, sehingga operator perlu bolak-balik membersihkan area kerja dan membuang serpihan tersebut ke tempat sampah, yang menimbulkan pemborosan waktu kerja serta kelelahan. Hasil analisis fungsi menunjukkan bahwa fungsi Collect waste memiliki Value Index terendah (0,50), be removable & washable (0,20) dan Attach securely (0,25), menandakan seluruh fungsi bernilai tinggi karena berada di bawah angka 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain Keyhole Mount Box berpotensi memberikan peningkatan nilai produk melalui fungsi-fungsi yang efisien dan ekonomis. Analisis Cost Worth dan Value Index menunjukkan bahwa fungsi pengumpulan (collect waste) memiliki nilai tambah yang paling signifikan. Evaluasi alternatif desain menggunakan metode weighted scoring juga menunjukkan bahwa Keyhole Mount Box memiliki keseimbangan performa yang baik antara stabilitas, biaya implementasi, kemudahan pemasangan, dan perawatan. Rekomendasi yang didapat dari penelitian ini adalah dimensi kotak 300 × 80 × 120 mm dengan kepala pengait berdiameter 12 mm dan slot selebar 8,5 mm memberikan clearance sekitar 0,5 mm untuk kemudahan pemasangan tanpa menurunkan kestabilan.
Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit dengan Pendekatan ILO OSHMS 2001 Dewi, Hafizah Rani Putri Andam; Wahyudi, Rizqi; Gusvita, Rinda
Teknoin Vol. 30 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol30.iss2.art1

Abstract

The application of Occupational Safety and Health (K3), especially in the field of service facilities, is needed to reduce the occurrence of work accidents in the human resources involved. One way to prevent work accidents is to implement hazard risk control, namely the Occupational Health and Safety Management System (SMK3). This study aims to find out the results of SMK3 implementation, find out how far the implementation level of SMK3 is by involving the ILO OSHMS 2001 guidelines, and provide recommendations for improvement according to the results obtained. This research involved 40 respondents who answered 30 statement items and were divided into 5 elements of ILO OSHMS 2001 namely Policy Assessment, Organizing, Planning and Implementation, Evaluation and Corrective Actions. The results showed that the average SMK3 achievement level for all elements was 86% and was included in the level category between good and very good. Based on these results, recommendations for improvement are given according to SMK3 actions with the help of a risk control hierarchy so that the discussion is more focused and recommendations for improvements can be implemented properly.
Studi Kasus UMKM Saung Madu Widodo: Pengembangan Inovasi Jenis Produk Madu Murni Dengan Metode Quality Function Deployment (QFD) Rengganis, Dewi; Nabila, Azra; Sari, I Rahmallya; Hummairoh, Siti Hanifah; Zahira, Haniifa; Raisya, Nabila Shofia; Paskha, Veronika Githa; Simanullang, Seventina; Wahyudi, Rizqi; Mardiono, Intan
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 6 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i6.625

Abstract

Di era globalisasi, pelaku usaha dituntut untuk berinovasi, dimana kemasan produk berperan penting sebagai identitas visual dan pembeda di pasar yang kompetitif. Meskipun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi besar bagi perekonomian, banyak yang masih menghadapi tantangan dalam menyesuaikan inovasi produk dengan preferensi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Quality Function Deployment (QFD) sebagai strategi inovasi produk madu murni pada UMKM Saung Madu Widodo yang berorientasi pada kebutuhan konsumen, guna meningkatkan daya saing. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Proses QFD digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, yang kemudian diterjemahkan menjadi spesifikasi teknis untuk perancangan dan pengembangan. Hasil analisis House of Quality (HOQ) menunjukkan bahwa kebutuhan utama pelanggan adalah informasi mengenai madu di kemasan, yang memiliki bobot kepentingan tertinggi (25%). Berdasarkan perhitungan relative importance, prioritas pengembangan teknis tertinggi adalah ketersediaan di marketplace (19%), diikuti ukuran kemasan saset (17%) dan label kemasan menarik (17%). Pengembangan produk Madu Murni Widodo selanjutnya perlu difokuskan pada penyempurnaan informasi dan tampilan kemasan, variasi ukuran saset yang praktis, serta peningkatan ketersediaan produk di marketplace agar lebih mudah dijangkau konsumen.
Resolusi Cangkir Kopi: Inovasi Edible Cup Sebagai Solusi Ramah Lingkungan Hosea Immanuel Simatupang; Jeims Strong Saragih; Benny Arya Saputra; Rayhan Ghifari Baadilla; Arya Akidnaram; Muhammad Alwi Alhaqqi; M. Rizky Alfarid; Ari Saputra Damanik; Rizqi Wahyudi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.783

Abstract

Di era modern ini, konsumsi kopi dan minuman “to-go” lainnya telah menjadi bagian integral dari gaya hidup masyarakat. Namun, di balik kemudahan dan kecepatan itu terdapat persoalan lingkungan yang semakin mendesak. Inovasi edible cup membuka banyak potensi positif seperti mengurangi jejak limbah, mendorong ekonomi sirkular dengan bahan-bahan inovatif (seperti tepung gandum, oat, rumput laut, ampas kopi) dan sekaligus memperkenalkan elemen pengalaman baru bagi konsumen. Penelitian ini berfokus pada Inovasi Edible Cup sebagai Solusi Ramah Lingkungan, dengan objek penelitian berupa konsumen kopi bubuk dan pelaku industri di wilayah Lampung. Responden yaitu mahasiswa pengguna kopi dengan cup sekali pakai yang mewakili berbagai sudut pandang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Quality Function Deployment (QFD) sebagai strategi inovasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran sederhana, yaitu kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis House of Quality (HOQ) menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kebutuhan utama pelanggan terhadap produk kopi dengan kemasan edible cup meliputi harga yang terjangkau, ramah lingkungan, inovasi, rasa dan keamanan konsumsi. Dari matriks kepentingan, atribut dengan bobot tertinggi adalah harga, ramah lingkungan dan keamanan dengan masing-masing bobot yaitu 21%.
Analisis Kebutuhan Industri Terhadap Kemasan Plastik Biodegradable Untuk Produk Kopi Bubuk di Wilayah Lampung Risma Widiastuti; Patria Insani; Sofy Eka Zalianti; Revita Nurfadhillah; Rahma Ismi Fadhillah; Alodia Gita Pratiwi; Nasywa Yasmin; Rizqi Wahyudi
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 11 (2025): GJMI - NOVEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i11.1855

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kebutuhan industri dan persepsi konsumen terhadap penerapan kemasan plastik biodegradable sebagai solusi pengurangan limbah plastik pada produk kopi bubuk di wilayah Lampung. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 109 responden yang terdiri atas masyarakat umum, mahasiswa, dan pelaku usaha. Masalah pada penelitian ini adalah banyaknya sampah plastik yang dihasilkan dari kemasan kopi sachet yang sulit terurai sehingga menyebabkan pencemaran dah dapat merusak ekosistem. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan positif terhadap kemasan biodegradable dengan nilai rata-rata di atas 3 pada skala 4. Berdasarkan hasil relative weight dari perhitungan HOQ menunjukkan bahwa kemasan berlabel “Eco-Friendly” (33,9%) menjadi prioritas utama, diikuti riset pasar regional (27,1%), bahan biodegradable (16,3%), efisiensi biaya (17,6%), dan bioplastik berbasis pati (5%). Hasil ini menegaskan pentingnya menyeimbangkan aspek estetika, keberlanjutan, efisiensi biaya, dan relevansi pasar agar kemasan kopi bubuk biodegradable tetap menarik dan kompetitif. Faktor yang dianggap paling penting mencakup keamanan bahan, daya tahan kemasan, desain visual, serta kemampuan terurai alami. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar industri kopi di Lampung mengembangkan kemasan berbasis bioplastik pati yang aman, memiliki label “eco-friendly”, dan diproduksi secara efisien agar tetap kompetitif di pasar.
Analisis Kebutuhan Konsumen Pada Pengembangan Produk Mie Gacoan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) Fitriadi, Muhammad; Sitohang, Jhon Riski Saputra; Muhtadi, M. A’thof; Takari, Refskin; Pratama, Dimas Hardianto; Simanjuntak, Mikhael Fernando Halomoan; Ghani, Fatkhan Ali; Rachman, Muhammad Zaky Anandhiya; Wahyudi, Rizqi
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 11 (2025): GJMI - NOVEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i11.1883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan konsumen terhadap produk Mie Gacoan serta menentukan prioritas pengembangan produk menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Metode ini digunakan untuk menerjemahkan kebutuhan pelanggan (Voice of Customer) menjadi karakteristik teknis yang dapat diimplementasikan dalam proses pengembangan produk. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 responden yang merupakan konsumen Mie Gacoan. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor utama yang memengaruhi kepuasan pelanggan meliputi rasa bumbu yang khas, kualitas bahan baku, kebersihan tempat, dan desain kemasan yang menarik serta ramah lingkungan. Melalui analisis House of Quality (HoQ), diperoleh lima atribut teknis dengan bobot prioritas tertinggi, yaitu kualitas bahan baku (23%), jenis wadah saji (13%), komposisi bumbu (11%), ukuran porsi (11%), dan komposisi bahan (10%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengembangan produk Mie Gacoan perlu difokuskan pada peningkatan kualitas bahan, formulasi bumbu, serta inovasi desain kemasan agar mampu memenuhi sekitar 68% kebutuhan konsumen yang telah teridentifikasi. Penerapan metode QFD terbukti efektif dalam membantu UMKM kuliner melakukan inovasi produk yang berorientasi pada kepuasan pelanggan dan daya saing pasar
Co-Authors Abdi Risqullah Widodo Abdillah, Zaki Abraham, Ivan Afizah, Anisa Fikratul Agung Masyad Fawzi Ahmad Latif Aryo Alam Fathurochman, Alam Alodia Gita Pratiwi Amanda, Zahra Nurul Andhyka Tyaz Nugraha Anissa, Dwi Nur Annisa, Zahratul Anshari, Aqbil Ari Saputra Damanik Arief Subhan Ariesta, Anggun Vica Arya Akidnaram Assidiqi, Zaky Astari, Ni Putu Widya Asyifa Zahradian Aulia, Fadillah Aulia, Lina Azzahra, Qori Sakura Bakara, Christ Yessi Marlina Bakti, Andi M. Faisal Banjarnahor, Elya Fitri Beby Ferina Elisabeth Br Sinurat Beltsazar Putra Libertus Gustaf Dupe Benny Arya Saputra Bhakti, Sufri Eka Bisma M, Cornelia Bunaya, Yaya Dahlan, Yasin Darmawan Derina, Naila Muthi Dewi, Hafizah Rani Putri Andam Dio Arief Utama Dwiki Subagdja Darmawan Elvi Armadani Evrilia, Nava Fachry Abda El Rahman Fandy Valentino Fantasia, Immanuel Fabian Fauziyah, Nurul Khansa Febriyan, Rafif Fitriadi, Muhammad Ghani, Fatkhan Ali Ginting, Ferdinan Juarta Gusvita, Rinda Hadawiyah, Asyh Hasibuan, Gabriel Alfredo Hermawan, Andre Aqshal Hosea Immanuel Simatupang Hummairoh, Siti Hanifah Hutajulu, Àn De Alvaro Tiopilus Inova Klara Saragih Intan Mardiono Jeims Strong Saragih Juniwati Juniwati Kamaruzzaman Kamaruzzaman, Kamaruzzaman Keliat, Agripa Moreno Khairunnisa, Azizah KHOIRUL ANAM Kinasih, Anjas Sukma Lina Aulia Linda Afriani Lubis, Marwah Agus M Faiz Rizqillah M. Rizky Alfarid Ma'ruf, Nanang Maechael Juan D. Pakpahan Malay, Izza Al Fawwaz aldi Manalu, Joy Marito Manggala, Widagdo Prayoga Manggala Manurung, Inggir Marsaulli Senni Mardiyah, Reza Annisa Aina’il Miswari, Nur Miswari, Nur Mizanul Khairi Mohamad Nabiel Priatna Muhammad Alwi Alhaqqi Muhammad Faishal Jundana Muttaqin, Muhammad Faishal Jundana Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhtadi, M. A’thof Mukaarim, Muhammad Naufal Nabila, Azra Nafis Khuriyati Nasywa Yasmin Nurazizah, Novalina Pardede, Yolanda Laurenzia Pasaribu, Sondang Asinauli Paskha, Veronika Githa Patria Insani Perwira, Rizky Agung Philipus, Albion Pratama, Andhika Ramdhan Pratama, Dimas Hardianto Prawira, Muhammad Mirza Adi Nata Purnamawanti , Jesica Dwi Putri, Ananda Hapsari Putri, Rossa Amalia Rachman, Muhammad Zaky Anandhiya Rafi Gredita Ferdana Rafli, Muhammad Rahma Ismi Fadhillah Raisa Sunniva Raisya, Nabila Shofia Ray Natanael Jericho Pelawi Rayhan Ghifari Baadilla Refly, Ahmad Renata, Viana Tasya Rengganis, Dewi Retnaningtyas, Victoria Nadia Elma Revita Nurfadhillah Rifaldy, Alvin Risma Widiastuti Rizqi, Asyrafi Muyassari Rohmah, Aidah Zahran Nurbaiti Rohman, Muhammad Daffa Fadhlur Romanus Renaldo Nerfando Garamba Sagala, Caren Foebe Ancilla Saifuddin Dhuhri Samuel, Dumangga Saputra, Muhammad Reza Saputri, Zunur Evita Saragih, Febi Nissa Sari, I Rahmallya Sembiring, Dessy Siar Rehulina Br Setiawan, Bayu Ajib Sholeha, Riska Wirdatus Sigalingging, Adrian Reinaldy Sihombing, Samuel Kevin Simanjuntak, Mikhael Fernando Halomoan Simanullang, Seventina Simbolon, Sardiana Sepriana Sinaga, Threeatmi Ulin Sinulingga, Riska Cesarea Br Sipahutar, Erika Jelita Sirait, Steve Zefanya Sirait Sitohang, Jhon Riski Saputra Sofy Eka Zalianti Solihin, Shesa Fadhila Sunarti Sunarti Sunarti Sunarti Sunarti Sunggu, Rachuel Ar. Op Susanto, Vania Putri Syafran M.S Syalsyaira, Mariska Tahara, Tanthia Putri Takari, Refskin Tarigan, Andre Otniel Tungga, Syailindra Dwi Ulfa, Helza Maria Valentino, Fandy Vebriyanti, Ria Wahyu Supartono wibowo, Daniel Bagus Wijaya, Astika Sari Wijayanti, Nyoman Okta Yanti, Assifa Serli Yanuarso, Hersa Dwi Yolanda, Feby Zahira, Haniifa Zahradian, Asyifa Zahrah, Nabila Anilda `Manurung, Bahari Timotius