Claim Missing Document
Check
Articles

Peran DKUPP Kabupaten Probolinggo pada Perizinan Industri Kecil Menengah Produk Roti dan Kue di Kabupaten Probolinggo Popy Amilia; Imam Syafi'i; Ahmad Fajri
Economic Reviews Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Economic Reviews Journal
Publisher : Masyarakat Ekonomi Syariah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56709/mrj.v3i1.155

Abstract

DKUPP (Department of Cooperatives, Micro Enterprises, Trade and Industry of Probolinggo Regency), especially in the industrial sector, has a role in licensing IKM (Small and Medium Industries) for bread and cake products. The industrial sector is one of the fields that carries out production guidance and development, industrial business development, as well as licensing control and supervision. The industrial sector has a role in registering permits or legality and also helping entrepreneurs who experience difficulties in making product packaging. The aim of the research is to determine the role of DKUPP in licensing SMEs for bread and cake products, the role of packaging houses in SMEs, obstacles to registering permits, the development of SMEs after obtaining a permit or the legality of the business. Qualitative research method with a descriptive approach, using sampling techniques based on the characteristics of the research object. Data collection techniques include interviews and documentation. The research results show that the role of DKUPP in IKM licensing helps entrepreneurs register business legality letters to facilitate product marketing and product safety. The role of packaging houses for SMEs or entrepreneurs is to assist in making packaging and assist with consultations regarding product packaging. Obstacles to licensing include a lack of understanding of licensing, the development of SMEs after having a permit or business legality, namely the large number of entrepreneurs, especially bread and cake products, who are able to market their products outside the city and reach large shops.
Implementasi Program Tahfidz Dalam Meningkatkan Hafalan Al-Qur’an Siswa Di SMP Pondok Pesantren Al Ittihad Tawangsari Trowulan Mojokerto Ali Zainal Abidin; Solimin; Imam Syafi'i
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya dalam meningkatkan pembelajaran Al-Qur’an agar menjadi unggul, yaitu  melalui program tahfidz. Program ini dirancang untuk melahirkan sosok penghafal Al-Qur’an. Dari program ini berupaya meningkatkan hafalan Al-Qur’an siswa. Salah satu lembaga yang memiliki program tahfidz adalah SMP Pondok Pesantren Al-Ittihad Tawangsari Trowulan Mojokerto. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi program tahfidz dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an siswa di SMP Pondok Pesantren Al-Ittihad Tawangsari Trowulan Mojokerto, serta mengethaui dan menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat dalam implementasi program tahfidz untuk meningkatkan hafalan Al-Qur’an siswa pada lembaga tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus di SMP Pondok Pesantren Al-Ittihad Tawangsari Trowulan Mojokerto. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi serta foto yang direduksi, disajikan dan diverifikasi hingga dianalisis yang selanjutkan diuji keabsahannya. Dari penelitian dan kajian yang telah dilakukan didapatkan, bahwa implementasi program tahfidz dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an siswa di SMP Pondok Pesantren Al-Ittihad Tawangsari Trowulan Mojokerto dilaksanakan melalui beberapa program dan beberapa metode. Programnya adalah program tahfidz pagi hari, program tahfidz sore hari, program ujian tasmi’, dan program takhassus.  Dalam program tersebut menggunakan metode muraja’ah dan tasmi’. Adapun faktor pendukung secara internal adalah adanya dukungan dari kepala sekolah dan jajaran guru, kesediaan sarana dan prasarana yang memadai, dan siswa yang berkualitas, sedangkan secara eksternal penggunaan mushaf Al-Qur’an khusus dan jadwal yang tertib. Kemudian faktor penghambatnya, mencakup kondisi diri siswa, minat-bakat, kecerdasan, dan lingkungan sekitar siswa maupun sekolah yang ramai.