Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER SMPN 1 MATARAM Lara Steviani; Nurlaili Hikmatul Wardani; Mohamad Mustari
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6596

Abstract

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan program strategis dalam dunia pendidikan yang bertujuan membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian berakhlak mulia, berintegritas, dan mampu berperilaku sesuai nilai-nilai luhur bangsa. PPK menekankan penanaman lima nilai utama karakter, yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas, yang diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran, tata tertib sekolah, pembiasaan sehari-hari, serta kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler. Program ini menuntut keterlibatan seluruh ekosistem pendidikan, termasuk guru, sekolah, keluarga, dan masyarakat, agar proses penanaman karakter berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan. Dalam implementasinya, PPK menghadapi berbagai tantangan, seperti pengaruh lingkungan luar sekolah, minimnya keterlibatan orang tua, beban kerja guru yang tinggi, serta keterbatasan pengawasan terhadap siswa dalam jumlah besar. Oleh karena itu, sekolah perlu menerapkan strategi komprehensif melalui penguatan kultur sekolah, integrasi nilai karakter dalam mata pelajaran, pembinaan berjenjang, serta kolaborasi aktif dengan orang tua dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui PPK, diharapkan tercipta peserta didik yang berkarakter kuat, memiliki kemampuan berpikir kritis, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat.
ANALISIS MANAJEMEN KEPEMIMPINAN SEKOLAH (LEADDERSHIP) SMPN 1 MATARAM Melia Hartina; Nadia Aulia; Mohamad Mustari
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6597

Abstract

Manajemen kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran yang sangat vital dalam memastikan kualitas pendidikan dengan mendorong pengembangan profesional pendidik melalui penggunaan RPP, jurnal, alat penilaian, dan Platform Merdeka Mengajar (PMM) sebagai sarana untuk memantau pembelajaran dan menilai kinerja (SKP). Peningkatan kompetensi para guru dilakukan melalui kegiatan MGMP, MGP, serta kerja sama internal, sementara pengelolaan keuangan dilaksanakan dengan prinsip transparansi dan partisipatif. Tantangan seperti rendahnya semangat belajar yang dipengaruhi oleh media sosial diatasi dengan menerapkan kebijakan disiplin, melarang penggunaan ponsel, dan membina karakter siswa. Kepala sekolah menerapkan pendekatan persuasif untuk mengatasi masalah yang dihadapi guru terkait kurikulum dan beban kerja. Secara keseluruhan, pola kepemimpinan yang bersifat partisipatif, kolaboratif, dan transformatif bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru, kualitas pembelajaran, serta pembentukan karakter siswa melalui komunikasi yang terbuka dan budaya kerja yang positif, sehingga menghasilkan lingkungan pendidikan yang efektif dan berkelanjutan.
STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI OPTIMALISASI MANAJEMEN GURU DAN PROGRAM LITERASI NUMERASI DI SMPN 1 MATARAM Kukuh Zainul Rahman; M. Daffa Ardani; Mohamad Mustari
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan mutu pendidikan melalui optimalisasi manajemen guru dan program literasi numerasi di SMPN 1 Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan Kepala Tata Usaha sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen tenaga pendidik dan kependidikan telah berjalan sistematis melalui implementasi fungsi perencanaan, rekrutmen, penempatan, pengembangan kompetensi, penilaian kinerja, dan pembinaan dengan pendekatan humanis meskipun menghadapi keterbatasan anggaran. Program literasi numerasi menggunakan model integrasi penuh ke dalam mata pelajaran, dengan alokasi waktu khusus hanya untuk Literasi Al-Qur'an selama 30 menit sebelum pembelajaran intrakurikuler. Namun, hasil Rapor Pendidikan menunjukkan capaian yang masih rendah (60 dari 100), mengindikasikan adanya gap antara strategi implementasi dengan hasil yang dicapai. Tantangan utama meliputi keterbatasan kompetensi guru dalam mengintegrasikan literasi numerasi, kurangnya fokus peserta didik akibat pengaruh era digital, dan minimnya waktu khusus untuk penguatan intensif. Penelitian ini merekomendasikan penerapan hybrid model yang mengombinasikan integrasi dalam mata pelajaran dengan waktu khusus penguatan, peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan sistem monitoring dan evaluasi berbasis data, serta pengembangan strategi menghadapi tantangan era digital. Sinergi antara optimalisasi manajemen guru dan penyempurnaan program literasi numerasi menjadi kunci peningkatan mutu pendidikan secara holistik.
MANAJEMEN KURIKULUM SERTA SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) Najwa Amalia Hasulby; Nia Kartika; Mohamad Mustari
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6592

Abstract

Manajemen kurikulum dan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan dua perangkat penting yang membantu meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Manajemen kurikulum adalah proses yang melibatkan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan peninjauan kurikulum untuk memastikan kurikulum tersebut memenuhi kebutuhan siswa, mengikuti perkembangan pengetahuan baru, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. SPMI adalah sistem yang membantu memastikan pendidikan berjalan lancar, terukur dengan baik, dan selalu berupaya untuk menjadi lebih baik melalui siklus PPEPP, yaitu Perencanaan, Implementasi, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan. Artikel ini mengkaji bagaimana manajemen kurikulum dan SPMI bekerja sama untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini menemukan bahwa ketika manajemen kurikulum dimasukkan ke dalam siklus SPMI, hal tersebut membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran, menjaga konsistensi standar akademik, dan meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan SPMI sangat bergantung pada keterampilan manajer kurikulum, kekuatan kepemimpinan sekolah, dan budaya mutu di sekolah. Oleh karena itu, hubungan antara manajemen kurikulum dan SPMI merupakan kunci untuk mencapai peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan.
Peran dan kontribusi Layanan Bimbingan dan konseling dalam Pembentukan Karakter Positif Siswa SMPN 2 Mataram Dzian Jul Makkiah; Ery Khairiah; Mohamad Mustari
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6607

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan kontribusi Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di SMPN 2 Mataram dalam mendukung perkembangan holistik dan pembentukan karakter positif siswa, sebagaimana diamanatkan oleh UU Sisdiknas dan Permendikbud No. 111 Tahun 2014. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak terkait, didukung oleh studi literatur sebagai landasan teoritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan BK di SMPN 2 Mataram berperan vital melalui tiga pilar utama: Mekanisme Penanganan Berjenjang yang dimulai dari intervensi wali kelas, dilanjutkan konseling profesional oleh Guru BK, dan diperkuat kolaborasi dengan orang tua serta rujukan ke mitra eksternal (P2TP2A, psikolog). Kedua, Pengembangan Potensi Diri dilakukan secara preventif dan pengembangan melalui layanan klasikal, kelompok, dan konseling individual, dengan fokus khusus pada bimbingan karier siswa kelas IX. Ketiga, Strategi Mengatasi Stigma yang dilakukan dengan menerapkan pendekatan humanis dan menjunjung tinggi prinsip kerahasiaan (confidentiality), mentransformasi ruang BK dari tempat hukuman menjadi ruang pembinaan. Kontribusi layanan BK terwujud dalam pembinaan disiplin yang edukatif, pengembangan soft skills, dan kesiapan masa depan, didukung oleh jalinan kerja sama rutin dengan BNN, Kepolisian, dan alumni. Meskipun demikian, disarankan adanya peningkatan kapasitas intervensi awal wali kelas dan digitalisasi data rujukan untuk mengoptimalkan efisiensi layanan.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN MELALUI SEKOLAH DIGITALDAN PROGRAM LITERASI SEKOLAH: STUDI KASUS SMP NEGERI 2 MATARAM Asnita; Aulia Laela Rahmah; Mohamad Mustari
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6615

Abstract

Artikel ini mengulas pelaksanaan sekolah digital serta peningkatan program literasi di SMP Negeri 2 Mataram, berdasarkan wawancara dengan pihak pengelola sekolah. Pembahasan ini menyoroti langkah awal dalam digitalisasi proses belajar mengajar, aturan penggunaan alat digital, pemanfaatan teknologi oleh pengajar, dukungan infrastruktur, serta cara pelaksanaan program literasi yang terpadu dalam aktivitas intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Temuan menunjukkan bahwa SMP Negeri 2 Mataram memiliki dedikasi yang tinggi dalam mendorong pendidikan yang berlandaskan teknologi dan literasi, meskipun masih terdapat berbagai tantangan seperti kurangnya perangkat, variasi dalam kemampuan digital para guru, dan belum holistiknya sistem penilaian dalam pembelajaran digital. Program literasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan terbukti efektif dalam meningkatkan budaya membaca dan prestasi akademik siswa. Dengan peningkatan kompetensi pengajar dan fasilitas yang lebih baik, sekolah ini memiliki potensi untuk menjadi contoh dalam pengembangan sekolah digital serta literasi.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN DALAM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DI SMPN 2 MATARAM Dian Putri; Faizur Ramdani; Mohamad Mustari
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan manajemen tenaga pendidik dan kependidikan di SMPN 2 Mataram sebagai salah satu strategi peningkatan mutu kinerja sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif agar dapat menggali informasi secara mendalam mengenai proses perencanaan, pengorganisasian, serta pengembangan sumber daya manusia dalam lingkungan sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen terhadap kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen tenaga pendidik dan kependidikan di SMPN 2 Mataram dilaksanakan melalui perencanaan berbasis kompetensi, pembagian tugas yang terstruktur, serta pengembangan profesionalisme secara berkelanjutan. Selain itu, kepemimpinan sekolah dan koordinasi kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas kinerja tenaga pendidik dan kependidikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam penguatan tata kelola administrasi dan pengembangan sumber daya manusia di satuan pendidikan.
Implementation of PPKN Learning for Students at SMP Negeri 1 Lingsar Ida Ayu Suci Padmawati; Dila Aprillia; Mohamad Mustari
COMPETITIVE: Journal of Education Vol. 5 No. 1 (2026): Transformative Education and Learning
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/competitive.v5i1.193

Abstract

In Pancasila and Civics Education, implementation is essential so that during civics learning, students can develop awareness and understanding of civic values, develop attitudes and behaviors that reflect a love for the homeland and the nation's cultural heritage, and strengthen understanding of the Indonesian archipelago's character and the importance of national resilience among the younger generation currently pursuing and developing themselves in science, technology, and the arts. The research used a case study with qualitative research methods, and data collection utilized observation, interviews, and documentation. Challenges faced by educators at Lingsar 1 Public Middle School included students in each class who were still lazy during Pancasila and Civics Education and a lack of student enthusiasm during the presentation and Q&A sessions. Therefore, efforts are being made to implement Pancasila and Civics Education by instilling a sense of nationalism in children through the application and study of the principles of Pancasila. The effectiveness of Pancasila and Civics Education in schools is being assessed to foster student awareness.