Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Usaha Serbuk Jahe Merah di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Usaha Serbuk Jahe Merah Borneo) Sirajunnisa Sirajunnisa; Muhammad Fauzi; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, keuntungan, titik impas serta permasalahan pada usaha serbuk Jahe Merah Borneo. Berdasarkan hasil penelitian, biaya total yang dikeluarkan sebelum pandemi covid-19 (Maret 2019 - Februari 2020) sebesar Rp52.834.712 penerimaan total Rp159.400.000 serta keuntungan Rp106.565.284. Pada masa pandemi covid-19 (Maret 2020 - Februari 2021) biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp200.703.906 penerimaan total Rp466.080.000 dan keuntungan yang diterima Rp265.376.094. Biaya total mengalami peningkatan sebesar Rp147.869.194 atau 279,87% dari biaya total sebelum pandemi covid-19, penerimaan total mengalami peningkatan sebesar Rp306.680.000 atau 192,34% dari sebelum pandemi covid-19, dan keuntungan mengalami peningkatan Rp158.810.806 atau 149,03% dari keuntungan sebelum pandemi covid-19. Hasil uji t berpasangan terdapat perbedaan keuntungan usaha serbuk Jahe Merah sebelum pandemi covid-19 dan pada masa pandemi covid-19. Kelayakan usaha serbuk Jahe Merah Borneo pada masa pandemi covid-19 sebesar 2,32. Hal ini menunjukkan bahwa usaha serbuk Jahe Merah Borneo menguntungkan dan layak untuk dijalankan. Titik impas produk serbuk Jahe Merah pada masa pandemi covid-19 (Maret 2020 - Februari 2021) kemasan 500 gram sebanyak 36,00414 kemasan dengan nilai penjualan Rp3.240.373. Produk kemasan 350 gram sebanyak 56,31982 kemasan dengan nilai penjualan Rp3.379.189. Produk kemasan 100 gram sebanyak 188,8455 kemasan dengan nilai penjualan Rp4.249.023. Produk kemasan 25 gram sebanyak 2425,985 kemasan dengan nilai penjualan Rp18.194.890. Permasalahan yang dihadapi usaha serbuk Jahe Merah Borneo pada masa pandemi covid-19 bahan baku yang tidak menentu ketersediaannya dikarenakan banyaknya peminat jahe merah sehingga pengumpul harus membagi jatah jahe ke setiap konsumen,
Analisis Finansial Usaha Roti Manis Cipta Rasa di Kelurahan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Intan Suari Adidarma Putri; Kamiliah Wilda; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7821

Abstract

Pengembangan industri di Banjarbaru mempunyai peluang besar, salah satu industri rumah tangga yang menggunakan hasil pertanian adalah roti manis yang terbuat dari tepung terigu sebagai bahan dasarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan usaha, kelayakan usaha dan permasalahan pada usaha roti manis cipta rasa. Penelitian dilaksanakan dengan metode studi kasus pada usaha roti manis cipta rasa milik bapak Eko Wahyu Nur Setiadi di Komplek GCIP Hero Puskopad RT 50 Kecamatan Landasan Ulin Kelurahan Guntung Manggis Kota Banjarbaru. Penelitian dimulai pada 1 September 2020 sampai dengan bulan 31 Oktober 2020. Perhitungan biaya- biaya selama 8 minggu penelitian dari tanggal 1 September 2020-31 Oktober 2020 sebagai berikut: biaya tetap sebesar Rp 4.109.925, biaya variabel sebesar Rp 108.425.556 dan biaya total sebesar Rp 112.562.481, penerimaan adalah sebesar Rp 118.465.000, serta keuntungan sebesar Rp 5.902.519. Kelayakan usaha sebesar 1.05 yang berarti setiap Rp 1.00 biaya yang dikeluarkan untuk usaha roti manis akan memberikan penerimaan sebesar Rp 1.05. Permasalahan yang dihadapi oleh usaha roti manis yaitu bahan baku roti manis terkadang mengalami keterlambatan bahan baku sampai ke pabrik karena stock yang kurang dari distributor langsung, proses pemasaran roti manis banyak persaingan dengan usaha usaha kue lainnya yang memproduksi roti yang sama, pencatatan hasil produksi roti manis yang terkadang diabaikan, masih terdapat produk roti kadaluarsa/roti rusak yang jumlahnya cukup besar, bahan baku mengalami kenaikan harga apabila dihari-hari besar sehingga berpengaruh terhadap penerimaan, proses produksi pada pengolahan roti manis Cipta Rasa untuk proses pembentukan tidak memakai sarung tangan.
ANALISIS USAHA PENGOLAHAN SUSU KURMA SKALA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI KELURAHAN SUNGAI BESAR KECAMATAN BANJARBARU SELATAN (STUDI KASUS USAHA CLASSIC SUSU KURMA) Nur Safitri; Muhammad Fauzi; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12274

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menganalisis biaya, penerimaan, dan keuntungan selama setahun setiap varian rasa pada usaha, (2) menganalisis tingkat kelayakan usaha, (3) mendeskripsikan permasalahan yang dihadapi oleh pemilik usaha. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah biaya yang dikeluarkan oleh usaha classic susu kurma Ibu Riska selama setahun pada bulan januari-Desember 2022 sebesar Rp. 51.251.214. Jumlah penerimaan sebesar Rp. 60.765.000 serta pendapatan bersih atau keuntungan yang diterima oleh Ibu Riska sebesar Rp. 9.513.786. Kelayakan usaha dengan nilai RCR sebesar 1.86, hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 1,00 biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi susu kurma akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 1,186. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa usaha pengolahan susu kurma Ibu Riska layak diteruskan dan dikembangkan secara finansial. Permasalahan yang dihadapai pada usaha classic susu kurma Ibu Riska yaitu masih belum mempunyai surat izin usaha, label halal sehingga produk ini tidak bisa dipasarkan ke luar daerah dan produk susu kurma hanya memiliki umur simpan yang pendek dengan daya simpan pada luar ruangan sekitar 5-6 jam, pada kulkas biasa sekitar 2-3 hari dan pada kulkas freezer selama 1 minggu.
Analisis Pertumbuhan Produktivitas Jagung di Kabupaten Tanah Laut Muhammad Rizal; Kamiliah Wilda; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7826

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas penting, karena kebutuhannya yang meningkat setiap tahunnya. Salah satu daerah yang menghasilkan jagung dengan hasil tinggi adalah Kabupaten Tanah Laut, namun belum ada gambaran laju pertumbuhan produktivitas jagung dari tahun ke tahun, sehingga dilakukanlah penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju produktivitas jagung di Kabupaten Tanah Laut tahun 2000-2020 dan meramalkan pertumbuhan produktivitas jagung di Kabupaten Tanah Laut 2021-2025. Penelitian ini menggunakan data time series selama 21 tahun (periode dari tahun 2000 sampai dengan 2020) dengan analisis deskriptif, yakni berupa penyajian data dan meramalkan pertumbuhan produktivitas jagung dengan menggunakan persamaan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan produktivitas jagung di Kabupaten Tanah Laut dari tahun 2000 sampai tahun 2020 adalah 8,59%. Estimasi produktivitas jagung di Kabupaten Tanah Laut pada tahun 2021 hingga 2025 berkisar antara 10,63-15,00 ton/ha. Adapun saran dari hasil penelitian ini agar pemerintah Kabupaten Tanah Laut tetap mempertahankan luas lahan jagung seperti tidak mengizinkan adanya alih fungsi lahan, dan lebih baik lagi bisa meningkatkan luas lahan jagung dengan cara meningkatkan intensifikasi jagung yaitu pembukaan lahan baru untuk budidaya jagung sehingga estimasi produktivitas jagung di tahun selanjutnya mudah tercapai. Perlu adanya simbiosis antara pemerintah dan kementerian pertanian untuk memberikan informasi teknologi budidaya jagung terbaru yang dapat meningkatkan produksi jagung di Kabupaten Tanah Laut. Saran untuk penelitian selanjutnya untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi laju produktivitas jagung di Kabupaten Tanah Laut
ANALISIS KETERTARIKAN GENERASI Z KE SEKTOR PERTANIAN DI KECAMATAN MURUNG PUDAK KABUPATEN TABALONG Restu Prasetia; Muhammad Fauzi; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketertarikan generasi z untuk meneruskan usahatani milik orang tua mereka dan mengetahui faktor apa saja yang bisa membuat generasi z tertarik untuk masuk ke sektor pertanian di Kecamatan Murung Pudak. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah proportionate random sampling, Penelitian ini melibatkan 60 responden muda dari rumah-rumah di pedesaan. Metode pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara langsung dengan anak-anak petani terpilih dengan menggunakan kuesioner. Data sekunder untuk penelitian ini bersumber dari Badan Pusat Statistik, Pusat Penyuluhan Pertanian. Analisis data yang digunakan menggunakan metode Skala Likert dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketertarikan anak petani untuk melanjutkan usahatani padi orang tua di Murung Pudak tergolong kategori ragu-ragu dengan skor 176 atau 58,66%dengan 3 faktor internal yang mendapatkan skor tertinggi dalam mendorong ketertarikan generasi z untuk berusahatani pernyataan pengalaman dan kisah orang tua dalam melakukan pertanian dengan skor 251 atau 83,66%, pernyataan adanyamodal untuk usahtani dengan skor 271 atau 90,33%, dan pernyataan ingin menambah pendapatan petani dengan bekerja secara efektif dan efesien dengan skor 253 atau 84,33% faktor eksternal yang mendapatkan skor tertinggi dalam mendorong ketertarikan generasi z untuk berusahatani pernyataan dukungan orang tua penting dalam menambah ketertarikan berusahatani dengan skor 278 atau 92,66%. Sehingga dapat di simpulkan ketertarikan generasi z dalam melanjutkan usahatani padi milik orang tua mereka tergolong masih ragu-ragu dan dengan diterapkannya faktor internal dan eksternal dapat meningkatkan ketertarikan generasi z untuk terjun ke dalam sektor pertanian
HUBUNGAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DENGAN REFERENSI MAHASISWA DALAM MEMILIH CAFE DI KOTA BANJARBARU (Studi Kasus Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat) Siti Sapnah; Kamiliah Wilda; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12280

Abstract

Teknologi informasi dan komunikasi saat ini berkembang dengan begitu pesat, sehingga menyebabkan banyak perubahan-perubaha ndan berpengaruh nyata dalam kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan media sosial Instagram dengan referensi dalam mahasiswa dalam memilih cafe di Kota Banjarbaru. Penelitian ini dilakukan kepada mahasiswa Fakultas Pertanian Program Studi Agribisnis Universitas Lambung Mangkurat Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan. Data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui instrumen kuesioner. Data sekunder diperoleh dari berbagai dinas atau instansi-instansi serta literatur-literatur, buku-buku dan internet. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kepada 95 orang responden diketahui bahwa nilai Sig (2-Tailed) sebesar 0,038 dimana lebih kecil dari 0,05, sesuai dengan kaidah rank Spearman hasil tersebut menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, dimana terdapat hubungan media sosial Instagram dengan referensi mahasiswa dalam memilih cafe di Kota Banjarbaru. Adapun nilai koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,213 yang berada pada skala 0,20-0,39 yang berarti dapat dikatakan bahwa hubungan antara media sosial Instagram dengan referensi mahasiswa dalam memilih cafe di Kota Banjarbaru adalah rendah atau lemah. Hubungan yang lemah tersebut disebabkan karena intensitas responden dalam mengunjungi cafe kebanyakan hanya 1 bulan sekali sehingga tidakterlalu sering dalam melakukan pencarian cafe-cafe yang ada di Kota Banjarbaru melalui Instagram. Adapun saran kepada pemilik akun cafe diharapkan lebih memanfaatkan penggunaan fitur-fitur instagram dalam memberikan informasi mengenai cafe mereka agar calon konsumen menjadi tertarik untuk datang mengunjungi cafe mereka.
TINGKAT KESEJAHTERAAN KELUARGA PETANI KARET RAKYAT DI DESA KAIT-KAIT BARU KECAMATAN BATI-BATI KABUPATEN TANAH LAUT Mequa Eleina Cahya Gusti; Hairin Fajeri; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13068

Abstract

Hingga saat ini, pertanian masih menjadi mata pencaharian utama bagi masyarakat Indonesia. Tanaman karet merupakan salah satu komoditas ekspor yang terdapat di Indonesia. Karet alam juga merupakan salah satu hasil perkebunan yang sangat penting karena memberi kontribusi terhadap penerimaan devisa negara, lapangan kerja dan mesin pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kecamatan Bati-Bati memiliki empat belas desa salah satunya Desa Kait-Kait Baru dengan luasan lahan karet mencapai 227 Ha. Adapun tujuan dari penelusuran ini untuk melakukan analisis terhadap kesejahteraan keluarga petani karet lokal dan identifikasi permasalahan yang dihadapi oleh komunitas petani di Desa Kait-Kait Baru, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei dan pemilihan responden dengan metode penarikan contoh acak sederhana dengan sampel yang ditetapkan sebanyak 35 responden. Dari hasil penelitian, terungkap bahwa Keluarga Sejahtera I (KS I) sebanyak 5 keluarga petani dengan indikator terpenuhi 13 indikator (61,90%),Keluarga Sejahtera II (KS II) sebanyak 7 keluarga petani dengan indikator terpenuhi 16 indikator (76,19%), Keluarga Sejahtera III (KS III) menempati jumlah responden terbanyak yaitu 19 keluarga petani dengan indikator terpenuhi 19 indikator (90,47%), dan Keluarga Sejahtera III Plus (KS III Plus) sebanyak 4 keluarga petani dengan indikator terpenuhi 21 indikator (100%).
ANALISIS PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Ike Dewi Yuliani; Sadik Ikhsan; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12276

Abstract

Salah satu indikator yang digunakan sebagai dasar kebijakan untuk mengukur kesejahteraan petani di daerah pedesaan ialah Nilai Tukar Petani (NTP), Seiring berjalannya waktu, perubahan struktur perekonomian dari sektor pertanian ke industri mengakibatkan pendapatan petani lebih rendah, sehingga perubahan NTP lebih merugikan daripada menguntungkan petani. Disatu sisi, Kalimantan Selatan merupakan Provinsi yang masih mengandalkan perekonomiannya di sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan dan menganalisis perbandingan antar NTP di subsektor tanaman pangan, peternakan, hortikultura, perikanan, dan perkebunan rakyat. Penelitian ini menggunakan data sekunder, meliputi data bulanan selama 10 tahun (2013 – 2022) yang terdiri dari data NTP, indeks harga yang diterima petani (It), dan indeks harga yang di bayar petani (ib). Berdasarkan hasil pada penelitian ini, perkembangan NTP subsektor yang mengalami defisit adalah subsektor tanaman pangan (98,8855) dan subsektor perkebunan rakyat (94,7985), sedangkan subsektor yang mengalami surplus adalah subsektor peternakan (106,351), subsektor perikanan (105,14017), dan subsektor tanaman hortikultura (104,386). Subsektor peternakan nyatanya memiliki rerata paling tinggi dari kelima subsektor di Kalimantan Selatan, sehingga tingkat kesejahteraannya meningkat atau lebih baik, berbeda dengan subsektor perkebunan rakyat yang memiliki rerata paling rendah sehingga tingkat kesejahteraannya menurun.
Analisis Kinerja Finansial Koperasi Karta Jaya Kembang Besar Desa Tabihi Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan Ratih Noviartie; Eka Radiah; Kamiliah Wilda
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v4i2.21922

Abstract

The study is purposed: (1) to assess the community satisfaction on CSR program supporled by Adara; and (2) to excavate the community expectation on the program. The study site was Kecamatan Paringin - Kabupaten Balangan and 82 respondents were involved. The Importance Performance Analysis was used to measure the variables or attributes, so the importance and perforce level can be determined to develop further CSR program. According to the community opinion, the responsibility to develop the community is the most important attribute (4.26), while the suitability is less important. The score of community participation on the program proposal and planning is 3.44. The highest performance level is the need of suitability (3.37), while the community participation in proposing activities is the lowest (2. 60). The community expects that the program should be accompanied by professional adviser to guide them in implementing aff activities.
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Jagung di Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Adi Budiono; Kamiliah Wilda; Nuri Dewi Yanti
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v2i2.20703

Abstract

The study is purposed to identify maize farming technique, to analize factors influence maize yield, and to identify farmer’s problem in Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut. Cobb-Douglas production function was used to analyze the effects of inputs on maize yield, elasticities and return to scale. The study summarize that land area, labor, seed, organic fertilizer, N fertilizer, Phonska efrtilizer and herbicide simultaneously affect the yield on 95% confidence level. Partially, organic and Phonska fertilizer which are not significantly affect the yield. Furthermore, only land area, labor, phonska and organic fertilizer which has positive elasticity. Maize farming in Kecamatan Batu Ampar is on constant return to scale.
Co-Authors Abdurrahman Abdurrahman Adi Budiono Aditya Renaldi Kurniawan Afrillia Wulandari Ahmad Yousuf Kurniawan Aisya Najmi Maulida Akhmad Raja Shaufi Artahnan Aid Aulia Rahman Beny Budianto Berty Khairun Nafisah Brillian Sanubari Candra Wahyu Pratama Cristiani Putri Dedi Ardiansyah Djoko Santoso Djoko Santoso Dolok Saribu Eka Radiah Elianingsih Elianingsih Emy Rahmawati Ermawati Ermawati Fauzan Maulidian Noor Ferrianta, Yudi Frendi Kurniawan Gean Mirasantika Gusti Halimatus Sa'diah Hairi Firmansyah Hairin Fajeri Halimatus Sakdiah Hamdani Hasriati Erawati Ike Dewi Yuliani Insinul Riki Intan Suari Adidarma Putri Irfan Rifanto Lina Afriyani Lindawati Lindawati Luki Anjardiani Marhamah Marhamah Masyhudah Rosni Meilani Wulansari Mequa Eleina Cahya Gusti Mira Yulianti Muhammad Faisal Muhammad Fauzi Muhammad Firdaus Muhammad Husaini Muhammad Ichwan Muhammad Lufi Maulana Muhammad Rizal Muhammad Syarbini Muhammad Syarif Muzdalifah Muzdalifah Nina Budiwati Noor Aidayanti Nova Regina Tobing Novie Noor Anissa Nur Prasyetiyo Nur Safitri Nur Syifa Nurin Nisa Farah Diena Octavianus, Bintang Eka Paulina Sakdah Rahman Robiansyah Ratih Noviartie Ratna Taher Raudatina Raudatina Restu Prasetia Rifiana Rifiana Ririn Oktavia Riska Aulia Wulandari Riya Dewi Afriyanti Riza Adrianoor Saputra Rizki Amalia Savitri Ryad Reynadie Sadik Ikhsan Sirajunnisa Sirajunnisa Siti Hafsah Siti Khadijah Siti Sapnah Sri Noorliani Syaprudin Ilham Syarbini, Muhammad Umi Salawati Untung Santoso Usamah Hanafie Vina Ramadhanty Wika Vidya Yanti, Nuri Dewi Yedita Ayu Kusuma Ningrum Yusuf Azis