Claim Missing Document
Check
Articles

Dekonstruksi Tokoh Laki-Laki dalam Cerita Rakyat Ande-Ande Lumut Anafiah, Siti; Sayuti, Suminto A.; Wiyatmi, Wiyatmi
Cakrawala Indonesia Vol 9 No 1 (2024): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v9i1.1410

Abstract

Indonesia kaya akan cerita rakyat. Beragam cerita rakyat tersebar dalam berbagai versi, lengkap dengan keunikan dan ciri khas daerahnya masing-masing. Adanya berbagai versi menyebabkan cerita rakyat tidak hanya dapat dimaknai dari satu sudut pandang saja. Begitu banyak kemungkinan-kemungkinan yang dapat dipikirkan atau dipahami melalui satu cerita tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dekonstruksi dalam cerita rakyat Ande-Ande Lumut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif yang ditopang oleh teori dekonstruksi Derrida. Data dalam penelitian ini adalah cerita rakyat Ande-Ande Lumut. Teknik pengumpulan data dengan teknik baca dan catat. Kesahihan data dalam penelitian ini didasarkan pada kesahihan semantik dengan pembacaan secara cermat dan berulang-ulang (intrarater). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dekonstruksi pada cerita rakyat berjudul Ande-Ande Lumut ini benar adanya. Kisah Ande-Ande Lumut yang selama ini sudah melegenda di masyarakat tergeser dengan pandangan masyarakat dimana cerita itu berasal. Tokoh Ande-Ande Lumut yang direpresentasikan sebagai sosok yang berkarakter positif bergeser menjadi karakter negatif. Hal itu dapat memberikan pemahaman bagi pembaca bahwa sebuah cerita merupakan cerminan dari kehidupan nyata yang tidak hanya menyuguhkan kebaikan saja.
Wacana kekuasaan dan politik dalam kumpulan cerita pendek Penembak Misterius dan Saksi Mata karya Seno Gumira Ajidrama Indra, Andi Batara; Wiyatmi, Wiyatmi
LingTera Vol. 8 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Applied Linguistics, FBSB, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lt.v8i1.10168

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui (1) wujud wacana kekuasaan, (2) praktik wacana kekuasaan, (3) wujud wacana politik, dan (4) praktik wacana politik dalam kumpulan cerita pendek Penembak Misterius dan kumpulan cerita pendek Saksi Mata karya Seno Gumira Ajidarma. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriftif. Objek peneltian adalah kumpulan cerita pendek Penembak Misterius dan kumpulan cerita pendek Saksi Mata karya Seno Gumira Ajidarma. Pengumpulan data menggunakan studi pustaka. Analisis data menggunakan kualitatif deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan kumpulan cerita pendek Penembak Misterius dan kumpulan kumpulan cerita pendek Saksi Mata karya ditemukan empat wujud wacana kekuasaan yang berbentuk disiplin atau disciplinary, hukuman atau punisment, kuasa tubuh atau biopower, dan pengetahuan  atau knowledge. Praktik wacana kekuasaan ditemukan empat praktik yang berbentuk pembunuhan, teror, penculikan, dan penyiksaan. Wujud wacana politik dalam kumpulan cerita pendek Penembak Misterius dan kumpulan cerita pendek Saksi Mata karya Seno Gumira Ajidarma ditemukan tiga wujud wacana politik yang berbentuk politik pemerintah atau negara, politik seksual atau gender, dan politik instansi. Praktik wacana politik ditemukan dua jenis praktik yang berbentuk kebijakan dan aturan. Power and politic discourse in Seno Gumira Ajidarma's short stories entitled Penembak Misterius and Saksi Mata Abstract: The purpose of this study is to understand (1) the existence of discourse of power, (2) the example of power, (3) the existence of political discourse, and (4) the example of political discourse in Seno Gumira Ajidarma's Short Stories Penembak Misterius and Saksi Mata. The study is qualitative research. The data were obtained by reading intensively, making a systematic list, looking for other references, identifying the existing discourse of power and the example of power, identifying the existing discourse of politics and the example of political case. The analysis of this study used the descriptive qualitative method by classifying, interpreting, analyzing, and concluding the data. The result of this study shows that there are four forms of power: knowledge, discipline, punishment, and biopower in  Seno Gumira Ajidarma's Short Stories entitled Penembak Misterius and Saksi Mata. Also, there are four examples of political cases such as assassination, terror, kidnapping, and torture. Besides, there are three forms to show the existence of politics such as government politics, gender politics, and office politics and two forms to describe political practice such as policy and regulation.
Perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris Hadi, Syamsul; Wiyatmi, Wiyatmi
LingTera Vol. 8 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Applied Linguistics, FBSB, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lt.v8i2.11307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode konten analisis atau analisis isi yang menemukan, mendeskripsikan, menganalisis, dan mendapatkan data secara empiris dalam novel-novel karya Salman Faris. Objek penelitian ini adalah novel Perempuan Rusuk Dua, Guru Onyeh dan Guru Dane. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik dokumenter yaitu dengan cara melihat atau mengamati, melakukan pencatatan yang sistematis, dan mencari sumber atau referensi. Hasil penelitian ini sebagai berikut. Wujud budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris terdiri dari delapan aspek, yaitu: 1) agama dan sistem kepercayaan masyarakat suku Sasak, 2) bahasa masyarakat suku Sasak, 3) sistem pengetahuan masyarakat suku Sasak, 4) sistem peralatan dan teknologi masyarakat suku Sasak, 5) sistem organisasi masyarakat suku Sasak, 6) sistem mata pencaharian hidup masyarakat suku Sasak, 7) tradisi/adat-istiadat masyarakat suku Sasak, dan 8) kesenian masyarakat suku Sasak. Realization cultural of Sasak people in Salman Faris' novels Abstract: This study aims to describe the cultural of Sasak people in Salman Faris' novels. This research is a qualitative study using content analysis that locates, describes, analyzes, and obtains empirical data in the novels by Salman Faris. The objects of  this study were novel Perempuan Rusuk Dua, Guru Onyeh, and Guru Dane. Data in this study were collected using documentation by seeing or observing, doing the systematic recording, and looking for a source or reference. The results of this study are as follows. The form of Sasak cultures in the to novels by Salman Faris consists of eight: (1) religion and belief system of Sasak society, (2) the language of Sasak society, (3) Sasak community knowledge systems, (4) systems of equipment and technology of Sasak community, (5) Sasak community organization systems, (6) livelihood systems of Sasak's life, (7) traditions/customs of Sasak society, and (8) Sasak community arts.
Eksistensi Perdamaian Diri Tokoh Utama dalam Novel Janji Untuk Ayah Karya Nurunala: Kajian Psikologi Eksistensial Aulia Angriani Waridin; Wiyatmi, Wiyatmi; Ary Kristiyani
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji eksistensi perdamaian diri tokoh utama dalam novel Janji Untuk Ayah karya Nurunala melalui pendekatan psikologi eksistensial Rollo May. Fokus penelitian ini terletak pada bentuk permasalahan batin, dinamika psikologi eksistensial, dan proses menuju perdamaian diri. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data primer berasal langsung dari novel berupa kutipan, kalimat, atau ungkapan yang terdapat dalam teks novel dengan 192 halaman, diterbitkan oleh Gramedia Widiasarana Indonesia tahun 2024. Sumber data sekunder berupa buku-buku referensi dan jurnal yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan membaca dan mencatat, sedangkan teknik analisis data meliputi tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Elang merepresentasikan perjalanan eksistensial dalam menemukan makna hidup. Tokoh Elang mengalami keterasingan diri akibat rasa kehilangan dan penolakan terhadap diri maupun dengan lingkungannya, kekosongan sebagai bentuk keputusasaan terhadap nilai-nilai hidup, kecemasan eksistensi karena takut gagal, dilema, ragu dan kesepian eksistensi akibat perpisahan. Namun, tokoh Elang juga mendapatkan dorongan dalam bentuk cinta (agape) sebagai cinta persahabatan dan bentuk cinta (philia) sebagai cinta tanpa pamrih. Melalui keberanian menghadapi penderitaan dan rintangan hidup, tokoh Elang mulai memahami arti kebebasan, keberanian fisik dan emosional, tanggung jawab, serta penerimaan diri, hingga akhirnya mencapai perdamaian diri sebagai bentuk eksistensi. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian psikologi eksistensial, serta membuka peluang untuk memahami bagaimana lingkungan dan nilai-nilai sosial memengaruhi cara individu mengatasi permasalahan hidup. Selain itu, penelitian ini memberikan manfaat bagi pembaca untuk memahami proses pencarian makna hidup melalui refleksi diri.
KONSTRUKSI FEMININITAS TOKOH KARTINI DALAM NOVEL ATHEIS KARYA ACHDIAT K. MIHARDJA Lovinea Mega Putri; Wiyatmi Wiyatmi
Aksara Vol 34, No 1 (2022): AKSARA, EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v34i1.685.29-40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami karakter tokoh Kartini dan konstruksi femininitas tokoh Kartini dalam novel Atheis karya Achdiat K. Mihardja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data primer Atheis karya Achdiat K. Mihardja. Analisis data dilakukan dengan kategorisasi, tabelisasi, dan interpretasi yang kemudian dideskripsikan. Keabsahan data diperoleh dari melalui pembacaan berulang-ulang hingga menemukan data yang valid. Validitas tersebut kemudian diuji dengan teknik analisis yang disesuaikan dengan teori yang digunakan. Hasil penelitian adalah (1) penggambaran karakter tokoh Kartini yang secara fisik cantik dan memiliki tubuh yang proporsional; secara psikologis cerdas, tegas, dan mudah tersinggung; secara sosiologis Kartini adalah seorang penganut Marxisme, kaya raya, sempat bersekolah di MULO, dan merupakan aktivis sosial dan politik, (2) wujud konstruksi femininitas tokoh Kartini dalam Atheis menujukkan bahwa kecantikan dan kecerdasan Kartini dikontruksi berdasarkan mitos perempuan Sunda; Kartini diidentifikasi sebagai seorang perempuan double burden; melalui aspek-aspek sosial, Kartini mampu mempengaruhi Hasan hingga menjadi atheis.
Analisis Ecofeminisme dalam Layar Lebar: Mengurai Ketidakadilan Gender dan Lingkungan Melalu Film Sexy Killers Latifah Latifah; Wiyatmi Wiyatmi
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4786.169-184

Abstract

Inequality in access to information and the representation of women in the media further reinforces their marginalization in environmental issues. Visual representation in film can serve as a tool for social critique as well as an important medium for voicing the roles and struggles of women who have long been marginalized. This study aims to analyze the representation of gender injustice and environmental degradation in the documentary Sexy Killers through an ecofeminist approach. Using a qualitative content analysis method, the research explores the narrative visual, and symbolic elements in the film to identify the relationship between women, nature, and patriarchal-capitalist power. Sexy Killers was chosen as the object of study because it explicitly presents the impact of energy industry activities on local communities, particularly women living in areas affected by coal mining and power plant development. The results show that women are the most affected by the exploitation of natural resources, in forms such as the loss of access to clean water and land, increased domestic workload, vulnerability to environmental health impacts, and marginalization from participation and decision-making spaces. The film also illustrates that women are not only victims but also play vital roles as agents of change and resistance. They emerge as community leaders in protests and public education efforts, demonstrating political and ecological capacities often overlooked in development discourse. These findings affirm that the ecofeminist approach provides a relevant and critical analytical framework for understanding the link between the domination of nature and the oppression of women. Moreover, this study emphasizes the importance of recognizing women’s roles in environmental issues and encourages their active involvement in sustainable and just development processes. AbstrakKetimpangan akses informasi dan representasi perempuan dalam media turut memperkuat marginalisasi mereka dalam isu lingkungan. Representasi visual dalam film dapat menjadi alat kritik sosial sekaligus medium penting untuk menyuarakan peran dan perjuangan perempuan yang selama ini terpinggirkan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi ketidakadilan gender dan kerusakan lingkungan dalam film dokumenter Sexy Killers melalui pendekatan ecofeminisme. Dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi elemen naratif, visual, dan simbolik dalam film guna mengidentifikasi relasi antara perempuan, alam, dan kekuasaan patriarkalkapitalistik. Film Sexy Killers dipilih sebagai objek kajian karena secara eksplisit menampilkan dampak aktivitas industri energi terhadap komunitas lokal, khususnya perempuan yang hidup di wilayah terdampak tambang batubara dan pembangunan PLTU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan menjadi pihak yang paling terdampak dari eksploitasi sumber daya alam, baik dalam bentuk hilangnya akses terhadap air bersih dan lahan, meningkatnya beban kerja domestik, kerentanan terhadap dampak kesehatan lingkungan, hingga marginalisasi dalam ruang partisipasi dan pengambilan keputusan. Film ini juga memperlihatkan bahwa perempuan tidak hanya menjadi korban, tetapi juga memainkan peran penting sebagai agen perubahan dan resistensi. Mereka tampil sebagai pemimpin komunitas dalam aksi-aksi protes dan edukasi publik, menunjukkan kapasitas politik dan ekologis yang sering kali diabaikan dalam wacana pembangunan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan ecofeminisme memberikan kerangka analisis yang relevan dan kritis untuk memahami keterkaitan antara dominasi terhadap alam dan perempuan. Lebih dari itu, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pengakuan atas peran perempuan dalam isu lingkungan, serta mendorong keterlibatan mereka secara aktif dalam proses pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Pelatihan Penulisan Modul Ajar bagi Guru Bahasa Indonesia sebagai Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Wiyatmi, Wiyatmi; Nurhidayah, Nurhidayah; Sudiati, Sudiati
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i1.10728

Abstract

Salah satu kompetensi yang sangat urgen_ dan berhubungan langsung dengan para siswa sebagai generasi calon agen perubahan_ adalah kompetensi pedagogik khususnya dalam hal bagaimana menyelenggarakan pembelajaran yang efektif. Hal ini dimulai dengan penguasaan kemampuan menyiapkan rencana pembelajaran yang baik. Hal ini menjadi persoalan para guru yaitu baagaimana menyiapkan modul ajar yang sesuai dengan isu pendidikan terkini beserta kondisi peserta didik yang mereka hadapi. MGMP Bahasa Indonesia Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Kebumen bersama tim pengabdian berperan dalam mengatasi permasalahan tersebut dengan mengadakan pelatihan penulisan modul ajar bagi para guru Bahasa Indonesia. Program ini terbagi dalam beberapa kegiatan yaitu (1) penyampaian materi dan diskusi yang dilaksanaan secara daring pada 11 s.d. 13 Juli 2025, (2) Praktik Mandiri; (3) pendampingan dilaksanakan secara daring yaitu pada 25 Jul1 2025 dan 1 Agustus 2025; dan (4) Refleksi. Indikator kebehasilan kegiatan ini dapat dilihat secara proses yaitu kegiatan terlaksananya sesuai dengan rencana dan secara hasil yaitu tersusunnya modul ajar yang baik dari para guru. Secara umum kegiatan berlangsung dengan lancar sesuai dengan jadwal yang disepakati. Adapun hambatan terjadi pada saat daring yaitu faktor sinyal yang menyebabkan keikutsertaan peserta kurang maksimal.
The Shackles of Patriarchy in the Short Story Collection Sepotong Hati yang Baru by Tere Liye: A Feminist Literary Sudy Yunior, Az-Zahra Diva Rabbani; Hartono, Hartono; Wiyatmi, Wiyatmi
Journal of Language and Literature Studies Vol. 5 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/v7cc7z13

Abstract

This study aims to reveal the reflection of the patriarchal system and the social criticism of women’s oppression in three short stories by Tere Liye Kisah Sie Sie, Mimpi-Mimpi Sampek-Engtay, and Buat Apa Disesali. Using a feminist literary criticism approach, the study finds that patriarchy places women in a subordinate position through male dominance, social norms, and economic as well as cultural pressures. The female characters are portrayed as losing control over their own lives, becoming objects of social transactions, and being forced to submit to male authority. The findings indicate that patriarchy is not only physical and structural but also forms a symbolic power that instills obedience and dependency in women. Through his works, Tere Liye presents a sharp critique of gender inequality and calls for the importance of equality, legal protection, and social reform so that women can become subjects of their own lives. In this research, data were collected through a literature review method by closely examining the forms of patriarchy depicted in Tere Liye’s short story collection Sepotong Hati yang Baru. Overall, Tere Liye delivers a strong criticism of the patriarchal system, illustrating how women are often disadvantaged and denied the space to become active subjects in their own existence.
Perlawanan Perempuan dalam Kultur Masyarakat Madura pada Kumpulan Cerpen Kembang Selir Karya Muna Masyari Anasari, Safitri; Else Liliani; Wiyatmi, Wiyatmi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan perlawanan tokoh perempuan dalam budaya patriarki masyarakat Madura. Pendekatan dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan desain kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah teks tertulis berupa kalimat, ungkapan, dialog maupun perilaku dan perbuatan tokoh serta apa yang dialami perempuan yang terdapat dalam kumpulan cerpen yang berjudul ‘Kembang Selir’. Sumber data dalam penelitian ini adalah kumpulan cerpen ‘Kembang Selir’ karya Muna Masyari, yang diterbitkan oleh DIVA Press dengan tebal 130 halaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para tokoh perempuan dalam cerpen menyuarakan hak martabat diri dengan menentang budaya patriarki di Madura sehingga terjadilah perlawanan perempuan. Melalui analisis mendalam terhadap kumpulan cerpen Kembang Selir, penelitian ini menemukan bahwa perlawanan perempuan dalam kumpulan cerpen tersebut berbentuk perlawanan verbal dan perlawanan nonverbal.  
The Functional Literacy Competence: How to Develop and Measure It for Junior High School Students Sari, Esti Swatika; Wiyatmi, Wiyatmi; Lestyarini, Beniati
Eralingua: Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Vol 9, No 1 (2025): ERALINGUA
Publisher : Makassar State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/eralingua.v9i1.70217

Abstract

Abstract. This study aims to develop and empirically validate a functional literacy competency measurement tool specifically for junior high school students. This instrument can be used by educators and stakeholders to explore and in advanced improve student’s functional literacy skills. The research approach used is the Research & Development (R & D) model. The draft functional literacy competency measurement tool has been validated by teachers, experts and practitioners. This instrument has been discussed in FGDs with teachers from 5 (five) junior high schools in Yogyakarta, The FGD resulted in an agreement on the types of functional literacy consisting of 15 types, namely: literary, digital, document, numerical, environmental, health, tourism, transportation, road safety, language politeness, disaster mitigation, financial, cultural, visual, and social literacy. Product testing was needed as further product development to achieve empirical validity. The number of items was 60 items. The product trial in DIY involved a total of 246 students in grades VII and VIII. The results of the trial analysis with the QUEST program resulted in a probability value at the 0.50 level with an item-based reliability index of 0.98. Mean INFIT MNSQ showed a result of 1.00 with SD. 04, which means the item fits the Rasch model. Items that qualified for the appropriate threshold range (± 2) were 51 items or 85%. The items that were outside the ±2 range were 9 items, meaning that the eliminated items were 15%. Students' functional literacy skills in general mostly did not meet the minimum requirement of 75. Students who scored ≥ 75 were 94 students (38.2%). Meanwhile, 61.8% of students did not meet the standardKeywords: instrument, literacy, functional literacy