Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Journal of Public Health Concerns

Asuhan keperawatan komprehensif pada klien cedera kepala sedang dengan terapi komplementer murottal Andoko Andoko; Rika Yulendasari; Yessy Rachmawati
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 3 (2021): Terapi Komplementer Dalam Keperawatan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.089 KB) | DOI: 10.56922/phc.v1i3.88

Abstract

  Pendahuluan: Cedera kepala merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kematian di dunia. Al-Qur'an memberikan kedamaian pada sistem dan elemen tubuh manusia. Murottal Al-Qur'an adalah bacaan Al-Qur'an yang dibacakan oleh Qori' atau Qori'ah sesuai dengan tartil dan tilawah yang mengalir dikemas dengan indah dalam media audio seperti kaset, CD atau data digital. Tujuan: Sakit Kepala dengan Terapi Pelengkap Murottal di Ruang Igd RSud Abdul Moeloek Tahun 2021 Metode:Metode Rasakan naik turunnya pelafalan ayat-ayat Al-Qur'an yang dibunyikan. Dengarkan murottal sampai selesai selama kurang lebih 22 menit. Terapi music murottal surah Ar-Rahman memiliki durasi 11 menit 19 detikdengan tempo 79,8 denyut per menit (bpm). Tempo 79,8 bpm adalah tempo lambat. Setelah 20 menit, bukamata Anda dan tarik napas lagi melalui hidung dan hembuskan melalui mulut Anda Hasil :Setelah dilakukan pengkajian pada Klien hipertensi didapatkan Pada Klien dengan keluhan utama nyeri cidera kepala. Diagnosa 1000 yang muncul pada kasus nyata berdasarkan kondisi dan respons . Adapun diagnosa 2000 yang muncul psebagai berikut: Nyeri kepala sedang. Rencana Asuhan Keperawatan Komprehensif Pada Klien Cedera Kepala Sedang Dengan Terapi Komplementer. Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Komprehensif Pada Klien Cedera Kepala Sedang Dengan Terapi Komplementer Murottal yang dilakukan sesuai SOP.Evaluasi pada klien dengan masalah nyeri pasien cedera kepala teratasi dengan terapi murottal dengan hasil efektif.Dokumentasi Dilakukan dengan mengdokumentasikan semua kegiatan dan hasilnya, mulai dari pengkajian hingga ke dalam catatan perawat yang ada dalam status klie sebagai bukti tanggung jawab dan tanggung jawab dikemudian hari. Simpulan : Evaluasi klien dengan masalah nyeri cedera kepala teratasi dengan terapi murottal dengan hasil yang efektif.
Penyuluhan kesehatan tentang manajemen nyeri Rika Yulendasari; Renggo Prasetyo; Seftiliani Putri Ayu
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.431 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i1.173

Abstract

Pendahuluan: Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan atau ancaman kerusakan jaringan. Nyeri sering sekali dijelaskan dan istilah destruktif jaringan seperti ditusuk-tusuk,panas terbakar, melilit, seperti emosi, pada perasaan takut, mual dan mabuk. Terlebih,setiap perasaan nyeri dengan intensitas sedang sampai kuat disertai oleh rasa cemas dan keinginan kuat untuk melepaskan diri dari atau meniadakan perasaan itu. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang manajemen nyeri. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang manajemen nyeri dan ke dua setelah diberikan penyuluhan manajemen nyeri menggunakan lembar bolak balik, responden diberikan Tanya jawab tentang manajemen nyeri Hasil: Responden memahami tentang manajemen nyeri Simpulan: responden dapat mengetahui tentang manajemen nyeri
Penyuluhan kesehatan tentang perilaku sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK) Eka Yudha Crisanto; Djunizar Djamaludin; Rika Yulendasari; Rita Purnama; Triyono Triyono; Umsani Umsani
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.494 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i2.187

Abstract

Pendahuluan: Gagal ginjal  kronik   adalah suatu   proses patofisiologis  dengan  etiologi yang beragam, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif, dan pada umumnya berakhir dengan gagal ginjal. Gagal ginjal merupakan suatu keadaan klinis yang ditandai dengan menurunnya fungsi ginjal yang bersifat irreversible, dan memerlukan terapi pengganti ginjal yaitu berupa dialisis atau transplantasi ginjal. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang prilaku hidup sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK) Metode: Pelaksanaan metode      yang      digunakan      dalam pengabdian     masyarakat     ini     dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang prilaku hidup sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK) dan ke dua setelah diberikan penyuluhan responden diberikan tanya jawab tentang prilaku hidup sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK) Hasil: Responden memahami tentang prilaku hidup sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK). Simpulan: responden dapat menerapakan prilaku hidup sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK)
Penyuluhan kesehatan tentang tuberculosis (TB paru) Rika Yulendasari; Renggo Prasetyo; Indah Sari; Lisa Yuliana Sari; Fransisca Melyana
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.051 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i3.202

Abstract

Background: Pulmonary tuberculosis is a disease caused by Mycobacterium tuberculosis, which is an aerobic bacteria that can live mainly in the lungs or in various other organs of the body that have high partial pressure of oxygen. These germs also have a high fat content in their cell membranes, causing these bacteria to become resistant to acids and the growth of these germs takes place slowly. Purpose: Respondents can know and understand about pulmonary tuberculosis (pulmonary TB). Methods: The implementation of the method used in this community service is carried out in 2 stages, namely the first nursing professional student explaining about pulmonary tuberculosis (pulmonary TB) and secondly after being given counseling, respondents are given questions and answers about pulmonary tuberculosis (pulmonary TB). Result: Respondents know about pulmonary tuberculosis (pulmonary TB). Conclusion: Respondents can understand about pulmonary tuberculosis (pulmonary TB).   Pendahuluan: Tuberkulosis Paru adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yakni kuman aerob yang dapat hidup terutama di paru atau diberbagai organ tubuh yang lainnya  yang mempunyai tekanan parsial oksigen yang tinggi. Kuman ini juga mempunyai kandungan lemak yang tinggi pada membran selnya sehingga menyebabkan bakteri ini menjadi tahan terhadap asam dan pertumbuhan dari kumannya berlangsung dengan lambat. Tujuan:Responden dapat mengetahui dan memahami tentang tuberculosis paru (TB paru). Metode:Pelaksanaan metode      yang      digunakan      dalam pengabdian     masyarakat     ini     dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang tuberculosis paru (TB paru) dan ke dua setelah diberikan penyuluhan, responden diberikan tanya jawab tentang tuberculosis paru (TB paru) Hasil: Responden mengetahui tentang tuberculosis paru (TB paru). Simpulan: Responden dapat memahami tentang tuberculosis paru (TB paru).
Asuhan keperawatan komprehensif pada klien cedera kepala sedang dengan terapi komplementer murottal Andoko, Andoko; Yulendasari, Rika; Rachmawati, Yessy
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 3 (2021): Terapi Komplementer Dalam Keperawatan
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v1i3.88

Abstract

  Pendahuluan: Cedera kepala merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kematian di dunia. Al-Qur'an memberikan kedamaian pada sistem dan elemen tubuh manusia. Murottal Al-Qur'an adalah bacaan Al-Qur'an yang dibacakan oleh Qori' atau Qori'ah sesuai dengan tartil dan tilawah yang mengalir dikemas dengan indah dalam media audio seperti kaset, CD atau data digital. Tujuan: Sakit Kepala dengan Terapi Pelengkap Murottal di Ruang Igd RSud Abdul Moeloek Tahun 2021 Metode:Metode Rasakan naik turunnya pelafalan ayat-ayat Al-Qur'an yang dibunyikan. Dengarkan murottal sampai selesai selama kurang lebih 22 menit. Terapi music murottal surah Ar-Rahman memiliki durasi 11 menit 19 detikdengan tempo 79,8 denyut per menit (bpm). Tempo 79,8 bpm adalah tempo lambat. Setelah 20 menit, bukamata Anda dan tarik napas lagi melalui hidung dan hembuskan melalui mulut Anda Hasil :Setelah dilakukan pengkajian pada Klien hipertensi didapatkan Pada Klien dengan keluhan utama nyeri cidera kepala. Diagnosa 1000 yang muncul pada kasus nyata berdasarkan kondisi dan respons . Adapun diagnosa 2000 yang muncul psebagai berikut: Nyeri kepala sedang. Rencana Asuhan Keperawatan Komprehensif Pada Klien Cedera Kepala Sedang Dengan Terapi Komplementer. Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Komprehensif Pada Klien Cedera Kepala Sedang Dengan Terapi Komplementer Murottal yang dilakukan sesuai SOP.Evaluasi pada klien dengan masalah nyeri pasien cedera kepala teratasi dengan terapi murottal dengan hasil efektif.Dokumentasi Dilakukan dengan mengdokumentasikan semua kegiatan dan hasilnya, mulai dari pengkajian hingga ke dalam catatan perawat yang ada dalam status klie sebagai bukti tanggung jawab dan tanggung jawab dikemudian hari. Simpulan : Evaluasi klien dengan masalah nyeri cedera kepala teratasi dengan terapi murottal dengan hasil yang efektif.
Penyuluhan kesehatan tentang manajemen nyeri Yulendasari, Rika; Prasetyo, Renggo; Ayu, Seftiliani Putri
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i1.173

Abstract

Pendahuluan: Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan atau ancaman kerusakan jaringan. Nyeri sering sekali dijelaskan dan istilah destruktif jaringan seperti ditusuk-tusuk,panas terbakar, melilit, seperti emosi, pada perasaan takut, mual dan mabuk. Terlebih,setiap perasaan nyeri dengan intensitas sedang sampai kuat disertai oleh rasa cemas dan keinginan kuat untuk melepaskan diri dari atau meniadakan perasaan itu. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang manajemen nyeri. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang manajemen nyeri dan ke dua setelah diberikan penyuluhan manajemen nyeri menggunakan lembar bolak balik, responden diberikan Tanya jawab tentang manajemen nyeri Hasil: Responden memahami tentang manajemen nyeri Simpulan: responden dapat mengetahui tentang manajemen nyeri
Penyuluhan kesehatan tentang perilaku sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK) Crisanto, Eka Yudha; Djamaludin, Djunizar; Yulendasari, Rika; Rita Purnama; Triyono, Triyono; Umsani, Umsani
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i2.187

Abstract

Pendahuluan: Gagal ginjal  kronik   adalah suatu   proses patofisiologis  dengan  etiologi yang beragam, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif, dan pada umumnya berakhir dengan gagal ginjal. Gagal ginjal merupakan suatu keadaan klinis yang ditandai dengan menurunnya fungsi ginjal yang bersifat irreversible, dan memerlukan terapi pengganti ginjal yaitu berupa dialisis atau transplantasi ginjal. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang prilaku hidup sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK) Metode: Pelaksanaan metode      yang      digunakan      dalam pengabdian     masyarakat     ini     dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang prilaku hidup sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK) dan ke dua setelah diberikan penyuluhan responden diberikan tanya jawab tentang prilaku hidup sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK) Hasil: Responden memahami tentang prilaku hidup sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK). Simpulan: responden dapat menerapakan prilaku hidup sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK)
Penyuluhan kesehatan tentang tuberculosis (TB paru) Yulendasari, Rika; Prasetyo, Renggo; Sari, Indah; Sari, Lisa Yuliana; Melyana, Fransisca
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i3.202

Abstract

Background: Pulmonary tuberculosis is a disease caused by Mycobacterium tuberculosis, which is an aerobic bacteria that can live mainly in the lungs or in various other organs of the body that have high partial pressure of oxygen. These germs also have a high fat content in their cell membranes, causing these bacteria to become resistant to acids and the growth of these germs takes place slowly. Purpose: Respondents can know and understand about pulmonary tuberculosis (pulmonary TB). Methods: The implementation of the method used in this community service is carried out in 2 stages, namely the first nursing professional student explaining about pulmonary tuberculosis (pulmonary TB) and secondly after being given counseling, respondents are given questions and answers about pulmonary tuberculosis (pulmonary TB). Result: Respondents know about pulmonary tuberculosis (pulmonary TB). Conclusion: Respondents can understand about pulmonary tuberculosis (pulmonary TB).   Pendahuluan: Tuberkulosis Paru adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yakni kuman aerob yang dapat hidup terutama di paru atau diberbagai organ tubuh yang lainnya  yang mempunyai tekanan parsial oksigen yang tinggi. Kuman ini juga mempunyai kandungan lemak yang tinggi pada membran selnya sehingga menyebabkan bakteri ini menjadi tahan terhadap asam dan pertumbuhan dari kumannya berlangsung dengan lambat. Tujuan:Responden dapat mengetahui dan memahami tentang tuberculosis paru (TB paru). Metode:Pelaksanaan metode      yang      digunakan      dalam pengabdian     masyarakat     ini     dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang tuberculosis paru (TB paru) dan ke dua setelah diberikan penyuluhan, responden diberikan tanya jawab tentang tuberculosis paru (TB paru) Hasil: Responden mengetahui tentang tuberculosis paru (TB paru). Simpulan: Responden dapat memahami tentang tuberculosis paru (TB paru).
Penyuluhan kesehatan demam berdarah dangue di Kelurahan Pidada, Panjang Bandar Lampung Yulendasari, Rika; Rilyani, Rilyani; Widodo, Slamet; Khairul Rizwan, Al; Rahmah Hidayah, Alisah; Herliza
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.255

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever is a disease caused by the Dengue virus which is transmitted to humans through the bites of Aedes Aegypti and Aedes Albocpictus mosquitoes.  According to the 2020 statistical data, the flood rate in Pidada is the highest from other long areas, for the population of the Pidada sub-district is the area with the highest population density after the northern and southern lengths according to BPS data in 2020. The things above are one of the risk factors for the emergence of mosquitoes.  Aedes eagypti in the Pidada Village, Panjang District, Bandar Lampung, which is the trigger for dengue fever. Purpose: Respondents can know, understand, understand, be able to prevent the occurrence of DHF and how to control it. Method: the method in this counseling consists of the first stage of participant attendance, the second distribution of leaflets and snacks, the third explanation and presentation of counseling about DHF, the fourth question-and-answer session, the fifth distribution of door prizes, the six measurements, blood pressure, GDS, and temperature, and the last  Lastly is documentation. Results: Respondents can know, understand, understand, able to prevent the occurrence of DHF and how to control it. Conclusion: Respondents can know about DHF and how to control it.  Keyword: DHF; Education; Health Pendahuluan: Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus. Menurut data statistic 2020 angka banjir di pidada  yang paling tinggi dari wilayah panjang lainnya, untuk jumlah penduduk kelurahan pidada merupakan daerah dengan kepadatan penduduk yang terbanyak setelah panjang utara dan selatan menurut data BPS tahun 2020. Hal-hal diatas menjadi salah satu factor resiko timbulnya nyamuk aedes eagypti di Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang Bandar Lampung yang menjadi pemicu penyakit DBD. Tujuan: Supaya responden dapat mengetahui, memahami, mengerti, mampu dalam mencegah terjadinya DBD dan cara pengendaliannya. Metode: Metode dalam penyuluhan ini terdiri dari tahapan pertama absensi kehadiran participant, kedua pembagian leaflet dan snack, ketiga penjelasan dan pemaparan penyuluhan tentang DBD, keempat sesi tanya-jawab, kelima pembagian doorprize, keenam pengukuran, tensi, GDS, dan suhu, dan yang terakhir adalah pendokumentasian. Hasil: Responden dapat mengetahui, memahami, mengerti, mampu dalam mencegah terjadinya DBD dan cara pengendaliannya. Simpulan: Responden dapat mengetahui tentang DBD dan cara pengendaliannya.
Upaya bersihan jalan napas dengan posisi semi fowler dan teknik batuk efektif pada pasien ISPA di Desa Lempasing Lina, Mia Nurar; Yulendasari, Rika; Chrisanto, Eka Yudha
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i7.1427

Abstract

Background: Acute respiratory infection (ARI) is an infectious disease that affects the upper and lower respiratory tract and can progress to pneumonia, and is transmitted through the air. Globally, ARI causes millions of deaths each year, and Indonesia recorded the highest prevalence in ASEAN, including 35.9% of cases in Lampung Province in 2020. Increased bronchial secretions in ARI patients create nursing problems in the form of ineffective airway clearance, which can be addressed through pharmacological and non-pharmacological interventions such as the semi-Fowler's position and effective coughing to improve respiratory function. Purpose: To determine the effectiveness of the semi-Fowler's position and effective coughing techniques in improving airway clearance in ARI patients, as non-pharmacological efforts that support respiratory function recovery and reduce secretion accumulation. Method: This activity was conducted in Lempasing Village from May 21–26, 2025, with two patients with acute respiratory infections (ARI) as respondents. Nursing interventions, including the semi-Fowler's position and effective coughing, were implemented for three days and analyzed using a case study approach to evaluate improvements in airway clearance. Data on the amount of sputum collected in sputum pots were collected twice: in the morning (9:00 AM - 4:00 PM) and in the afternoon (4:00 PM - 9:00 PM), with sputum volume used as a measure of airway clearance. Sputum volume data was tabulated to observe changes before (pre-test) and after (post-test) the intervention. Results: The total sputum volume of respondent 1 was 140 cc in the pre-test, 115 cc in the post-test, and 70 cc in the post-test. Meanwhile, the total sputum volume of respondent 2 in the pre-test was 120 cc, in post-test 1 it was 80 cc and in post-test 2 it was 60 cc. Conclusion: Applying the semi-Fowler's position combined with effective coughing techniques twice daily for three days significantly reduced sputum volume in patients with acute respiratory infections (ARI), as reflected in a 50% reduction in secretion production in both respondents, thereby increasing the effectiveness of airway clearance. Suggestion: For nursing practice, the semi-Fowler's position and effective coughing should be routinely integrated at least twice daily in patients with acute respiratory infections to support airway clearance. Keywords: Acute respiratory infections (ARI); Airway clearance; Effective cough; Semi-Fowler's position Pendahuluan: Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan atas maupun bawah dan dapat berkembang menjadi pneumonia, dengan penularan melalui udara. Secara global, ISPA menyebabkan jutaan kematian setiap tahun, dan Indonesia mencatat prevalensi tertinggi di ASEAN, termasuk 35.9% kasus di Provinsi Lampung pada tahun 2020. Peningkatan sekret bronkus pada pasien ISPA menimbulkan masalah keperawatan berupa bersihan jalan napas tidak efektif, yang dapat ditangani melalui intervensi farmakologis dan nonfarmakologis seperti posisi semi-fowler, dan batuk efektif untuk memperbaiki fungsi pernapasan. Tujuan: Mengetahui efektivitas posisi semi-fowler dan teknik batuk efektif dalam meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien ISPA, sebagai upaya nonfarmakologis yang mendukung pemulihan fungsi pernapasan dan mengurangi akumulasi sekret. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Lempasing pada 21–26 Mei 2025 dengan dua pasien ISPA sebagai responden. Intervensi keperawatan berupa posisi semi-fowler dan batuk efektif diterapkan selama tiga hari dan dianalisis menggunakan pendekatan studi kasus untuk mengevaluasi peningkatan bersihan jalan napas. Pengambilan data jumlah sputum yang terkumpul di sputum pot, dilakukan dua kali yaitu periode pagi (09.00 - 16.00) dan sore hari (16.00 - 21.00) dimana volume sputum sebagai data ukur bersihan napas. Data volume sputum ditabulasikan untuk melihat perubahan dari sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi.. Hasil: Menunjukkan bahwa total volume sputum responden 1 pada pre-test sebanyak 140 cc, pada post-test1 sebanyak 115 cc dan pada post-test2 sebanyak 70 cc. Sedangkan untuk total volume sputum responden 2 pada pre-test sebanyak 120 cc, pada post-test1 sebanyak 80 cc dan pada post-test2 sebanyak 60 cc. Simpulan: Penerapan posisi semi-fowler dipadu teknik batuk efektif dua kali sehari selama tiga hari terbukti secara signifikan menurunkan volume sputum pada pasien ISPA, yang tercermin dari penurunan produksi sekret hingga 50% pada kedua responden, sehingga meningkatkan efektivitas pembersihan jalan napas. Saran: Untuk praktik keperawatan, intervensi posisi semi-fowler dan batuk efektif sebaiknya diintegrasikan secara rutin minimal dua kali sehari pada pasien ISPA guna mendukung bersihan jalan napas.  
Co-Authors Adhani, Neisa Affandi, Muhammad Afsani , Mahda Ainur Rahma Aknes Yulyanto Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Antika Palupi Apriana Wulandari Aulia Rahayu, Adiah Ayu, Seftiliani Putri Ayu, Shinta Arini Bambang Hirawan Bayhaqy, Aqsol Chelda Ernita Chrisanto, Eka Yudha Cindy Desmonika Crisanto, Eka Yudha Derista Hartati Desi Risnarita Dewi Kusumaningsih Dewi Puspitasari Dhinny Novryanthi Dita Amita Dita Resi Andrianti Djamaludin, Djunizar Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaudin Edita Revine Siahaan Eka Trismiyana Eka Yudha Chrisanto Elda Warina Elliya, Rahma Emir Fajar Hizrian Erpiyana, Refsi Eva Listiyo Putri Eva Maryana Fernalia Fernalia Fransisca Melyana Gunawan, M. Ricko Gustini Gustini Hadi, Riswan Helmawati Helmawati Hepi Leo Saputra Herlinda Herlinda Herliza Hermawan, Dessy Hidayat, Asep Rahmad Indah Sari Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Jemy Sundoro Kartika Sari Wijayaningsih Keswara, Umi Romayati Khairul Rizwan, Al Khoidar Amirus Kurniasih, Dennti Lia, Melina Eka Lidya Arianti Lina, Mia Nurar Linawati Linawati Linawati Novikasari Lisa Yuliana Sari M Kelvin Alvaredo M. Arifki Zainaro Mahda Afsani Mahdi Antoni Megah Rachmawati Melyana, Fransisca Muarif, Muhammad Syamsul Muhammad Firdaus Nanda Ferdianto Nirwanto Nirwanto, Nirwanto Nova Andriyani Novikasari, Linawati Nurhamdan Arif, Idan Pradisca, Rima Ary Prasetya, Bustamil Ibnu Prasetyo, Renggo Prima Dian Furqoni Rachmawati, Yessy Rahayu Rahayu Rahmah Hidayah, Alisah Rahmatika, Ida Redia Indira Putrianti Renggo Prasetyo Renggo Prasetyo Rilyani, Rilyani Rima Ary Radisca Rita Purnama Rita Purnama Romadon, Ali Tomas RR. Ella Evrita Hestiandari Samsul Mubarok Sari, Lisa Yuliana Sari, Mentari Permata Seftiliani Putri Ayu Setiawati Setiawati Setiawati Setiawati Shinta Arini Ayu Silvia, Andi Bunga Slamet Widodo Soimah, Fitri Sri Hartati Sumbara Sumbara Taufiq Hidayat Teguh Pribadi Triyono Triyono Triyono Triyono Triyoso, Triyoso Ulandari, Putri Umsani Umsani Umsani, Umsani Utama, Putri Yolanda Wahid Tri Wahyudi Yessy Rachmawati Yogi Kurniawan, Yogi