p-Index From 2021 - 2026
6.626
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Landasan Islam Transformatif: Analisis Normatif, Filosofis, dan Operasional dalam Pendidikan Islam Siswanto; Nur Cholid; M Ahsanul Husna
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6556

Abstract

Pendidikan Islam saat ini dihadapkan pada tantangan globalisasi dan disrupsi moral yang menuntut reposisi peran institusi pendidikan dari sekadar transfer pengetahuan menjadi agen perubahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dan ilmiah mengenai tiga pilar utama landasan Islam Transformatif dalam pendidikan Islam, yaitu landasan normatif, filosofis, dan operasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), di mana analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) secara kritis dan deskriptif terhadap pemikiran teologi emansipatif dan pedagogi kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa landasan normatif bersumber dari teologi pembebasan Al-Qur'an dan As-Sunnah yang menekankan keadilan sosial. Landasan filosofis mengintegrasikan nilai teologi profetik dan pedagogi kritis yang memandang manusia sebagai subjek sejarah yang merdeka. Sementara itu, landasan operasional mengejawantahkan paradigma ini ke dalam rekonstruksi kurikulum berbasis realitas sosio-keagamaan, metode pembelajaran dialogis, relasi egaliter antara pendidik dan peserta didik, serta evaluasi berbasis aksi nyata. Secara teoretis, studi ini memperkaya khazanah epistemologi filsafat pendidikan Islam, sedangkan secara praktis memberikan panduan bagi rekonstruksi kurikulum yang emansipatif
Landasan Islam Transformatif: Analisis Normatif, Filosofis, dan Operasional dalam Pendidikan Islam Siswanto; Nur Cholid; M Ahsanul Husna
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6556

Abstract

Pendidikan Islam saat ini dihadapkan pada tantangan globalisasi dan disrupsi moral yang menuntut reposisi peran institusi pendidikan dari sekadar transfer pengetahuan menjadi agen perubahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dan ilmiah mengenai tiga pilar utama landasan Islam Transformatif dalam pendidikan Islam, yaitu landasan normatif, filosofis, dan operasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), di mana analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) secara kritis dan deskriptif terhadap pemikiran teologi emansipatif dan pedagogi kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa landasan normatif bersumber dari teologi pembebasan Al-Qur'an dan As-Sunnah yang menekankan keadilan sosial. Landasan filosofis mengintegrasikan nilai teologi profetik dan pedagogi kritis yang memandang manusia sebagai subjek sejarah yang merdeka. Sementara itu, landasan operasional mengejawantahkan paradigma ini ke dalam rekonstruksi kurikulum berbasis realitas sosio-keagamaan, metode pembelajaran dialogis, relasi egaliter antara pendidik dan peserta didik, serta evaluasi berbasis aksi nyata. Secara teoretis, studi ini memperkaya khazanah epistemologi filsafat pendidikan Islam, sedangkan secara praktis memberikan panduan bagi rekonstruksi kurikulum yang emansipatif
Transformasi Pemahaman Keagamaan Masyarakat dalam Penentuan Awal Puasa dan Idulfitri: Analisis Pendekatan Ru’yatul Hilal dan Hisab Kalender Hijriah Global Tunggal di Boja Kendal Doni Setyawan; Nur Cholid; Muhammad Ahsanul Husna
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Januari 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i1.728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pemahaman keagamaan masyarakat dalam penentuan awal Ramadhan dan Idulfitri melalui pendekatan Ru'yatul Hilal dan Hisab Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) di Kecamatan Boja Kabupaten Kendal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dinamika pemahaman masyarakat terhadap perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah yang sering dipahami sebagai pertentangan kebenaran keagamaan, padahal kedua pendekatan tersebut merupakan hasil ijtihad keilmuan dalam tradisi Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi dokumen, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ru'yatul Hilal dan KHGT merupakan bentuk perkembangan Islam dan sains yang memiliki dasar normatif dan argumentasi ilmiah masing-masing. Ru'yatul Hilal berkembang sebagai metode klasik berbasis observasi hilal yang memiliki legitimasi kuat dalam tradisi fikih Islam, sedangkan KHGT hadir sebagai bentuk integrasi ilmu falak dan astronomi modern dalam upaya penyatuan kalender Islam global. Implementasi kedua pendekatan tersebut di Kecamatan Boja menunjukkan adanya transformasi pemahaman keagamaan masyarakat dari pola pikir tekstual menuju pola pikir yang lebih dialogis, moderat, dan integratif antara agama dan sains. Meski terdapat perbedaan pendekatan, masyarakat Boja tetap menjaga harmonisasi sosial dan toleransi terhadap perbedaan penentuan awal Ramadhan dan Idulfitri. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membangun kesadaran moderasi beragama dan pemahaman ilmiah terhadap dinamika perkembangan ilmu falak modern di tengah masyarakat Muslim kontemporer.
Transformasi Pemahaman Keagamaan Masyarakat dalam Penentuan Awal Puasa dan Idulfitri: Analisis Pendekatan Ru’yatul Hilal dan Hisab Kalender Hijriah Global Tunggal di Boja Kendal Doni Setyawan; Nur Cholid; Muhammad Ahsanul Husna
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Januari 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i1.728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pemahaman keagamaan masyarakat dalam penentuan awal Ramadhan dan Idulfitri melalui pendekatan Ru'yatul Hilal dan Hisab Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) di Kecamatan Boja Kabupaten Kendal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dinamika pemahaman masyarakat terhadap perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah yang sering dipahami sebagai pertentangan kebenaran keagamaan, padahal kedua pendekatan tersebut merupakan hasil ijtihad keilmuan dalam tradisi Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi dokumen, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ru'yatul Hilal dan KHGT merupakan bentuk perkembangan Islam dan sains yang memiliki dasar normatif dan argumentasi ilmiah masing-masing. Ru'yatul Hilal berkembang sebagai metode klasik berbasis observasi hilal yang memiliki legitimasi kuat dalam tradisi fikih Islam, sedangkan KHGT hadir sebagai bentuk integrasi ilmu falak dan astronomi modern dalam upaya penyatuan kalender Islam global. Implementasi kedua pendekatan tersebut di Kecamatan Boja menunjukkan adanya transformasi pemahaman keagamaan masyarakat dari pola pikir tekstual menuju pola pikir yang lebih dialogis, moderat, dan integratif antara agama dan sains. Meski terdapat perbedaan pendekatan, masyarakat Boja tetap menjaga harmonisasi sosial dan toleransi terhadap perbedaan penentuan awal Ramadhan dan Idulfitri. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membangun kesadaran moderasi beragama dan pemahaman ilmiah terhadap dinamika perkembangan ilmu falak modern di tengah masyarakat Muslim kontemporer.
Transformasi Pendidikan Islam Melalui Ekoteologi Berbasis Rahmah: Pengembangan Kurikulum Cinta di Era Krisis Iklim Rifqoh Khasanah; Karwadi; Nur Cholis; M. Ahsanul Husna
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Januari 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i1.736

Abstract

Krisis iklim global saat ini telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan dan mengancam keberlangsungan ekosistem serta kehidupan manusia. Menanggapi fenomena tersebut, pendidikan Islam memegang peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui pendekatan ekoteologi berbasis rahmah (kasih sayang) sebagai landasan etis dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep "kurikulum cinta" (curriculum of love) yang berfokus pada nilai kasih sayang, kepedulian terhadap lingkungan, serta tanggung jawab moral terhadap alam semesta. Dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif melalui analisis literatur yang mendalam, studi ini mengkaji integrasi prinsip rahmatan lil ‘alamin ke dalam struktur kurikulum pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum berbasis cinta efektif dalam membentuk karakter ekologis peserta didik. Hal ini dicapai melalui internalisasi nilai rahmah, pengembangan empati lingkungan, serta penerapan praktik hidup berkelanjutan. Lebih lanjut, model pendidikan ini memperkokoh hubungan spiritual antara manusia dan alam yang dipandang sebagai bentuk ibadah ekologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi pendidikan Islam melalui ekoteologi berbasis rahmah merupakan strategi krusial untuk memitigasi krisis iklim sekaligus mencetak generasi yang berwawasan lingkungan. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kurikulum, metode pedagogi, serta perumusan kebijakan pendidikan Islam di Indonesia.
Peluang dan Tantangan Pendidikan Islam di Tengah Arus Global Sirojul Huda; Nur Cholid; M. Ahsanul Husna
At-Tadris: Journal of Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2026): At-Tadris: Journal of Islamic Education
Publisher : Ikatan Dai Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56672/gccpvf51

Abstract

The wave of globalization brings multidimensional disruptions that redefine the global educational landscape, and Islamic education is no exception. This study aims to comprehensively analyze the opportunities and challenges of Islamic education amid globalization, as well as formulate its theoretical and practical implications for educational institutions. The research method employed is qualitative descriptive-analytical with a library research approach. Data were gathered through a literature review of reputable academic sources, which were subsequently analyzed using content analysis and critical discourse analysis techniques. The results indicate that globalization offers significant opportunities, including theological digitalization, the cosmopolitanism of Islamic values, and the integration of science and religion (such as eco-theology). Conversely, Islamic education faces serious challenges, namely covert epistemological secularization, digital moral decadence (cyber-decadence), and the pragmatic commodification of education. This study concludes that the repositioning of Islamic education requires an integrative-inclusive curriculum reconstruction and the internalization of a positive culture based on local-universal values. Consequently, policymakers and practitioners are urged to transform learning systems to be adaptive to technology without losing their prophetic traditions.
Peluang dan Tantangan Pendidikan Islam di Tengah Arus Global Sirojul Huda; Nur Cholid; M. Ahsanul Husna
At-Tadris: Journal of Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2026): At-Tadris: Journal of Islamic Education
Publisher : Ikatan Dai Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56672/gccpvf51

Abstract

The wave of globalization brings multidimensional disruptions that redefine the global educational landscape, and Islamic education is no exception. This study aims to comprehensively analyze the opportunities and challenges of Islamic education amid globalization, as well as formulate its theoretical and practical implications for educational institutions. The research method employed is qualitative descriptive-analytical with a library research approach. Data were gathered through a literature review of reputable academic sources, which were subsequently analyzed using content analysis and critical discourse analysis techniques. The results indicate that globalization offers significant opportunities, including theological digitalization, the cosmopolitanism of Islamic values, and the integration of science and religion (such as eco-theology). Conversely, Islamic education faces serious challenges, namely covert epistemological secularization, digital moral decadence (cyber-decadence), and the pragmatic commodification of education. This study concludes that the repositioning of Islamic education requires an integrative-inclusive curriculum reconstruction and the internalization of a positive culture based on local-universal values. Consequently, policymakers and practitioners are urged to transform learning systems to be adaptive to technology without losing their prophetic traditions.
Critique of Islamic Education toward the Neoliberalization of Higher Education: From Human Capital to the Humanization of Education Anas Dliyaul Muqsith; Nur Cholid; M. Ahsanul Husna
AN NUR: Jurnal Studi Islam Vol. 18 No. 01 (2026): An-Nur: Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) An-Nur Yogyakarta Komplek PP An Nur Ngrukem PO BOX 135 Bantul 55702 Yogyakarta Tlp/Fax (0274) 6469012. http://jurnalannur.ac.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/annur.v18i01.2731

Abstract

The transformation of contemporary higher education demonstrates the increasing dominance of neoliberal rationality in the governance of modern universities. Higher education is no longer primarily understood as a space for the development of human consciousness and intellectual reflection, but rather as a mechanism for producing economic competencies oriented toward the labor market. This study aims to analyze how neoliberalism shapes the orientation of modern universities, its implications for the meaning of knowledge and student subjectivity, and how Islamic Education can function as an epistemological critique of such rationality. This research employs a qualitative library research approach with a philosophical-critical orientation. Data were analyzed through a critical reading of literature on the neoliberalization of higher education and the intellectual tradition of Islamic education. The findings reveal that the neoliberalization of higher education has reduced knowledge into an instrument of economic utility and shaped students as human capital living within a culture of performativity and self-optimization. In such conditions, Islamic Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) tends to experience the marginalization of its transformational function and risks being reduced to an administrative moral mechanism within the neoliberal university. This study argues that Islamic Education should be repositioned not merely as an ethical complement, but as an epistemological critique of the dehumanization of modern education through the strengthening of adab, ethical reflection, and the humanization of knowledge.
Lukman al-Hakim Milenial: Model Komunikasi Konten Dakwah PAI Berbasis Qaulan Baligha Era Algoritma Media Sosial Ahmad Taufik; Nur Cholid; M.Ahsanul Husna
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Februari 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.707

Abstract

Perkembangan media sosial di era digital telah mengubah pola komunikasi dakwah Pendidikan Agama Islam (PAI) dari model konvensional menuju model komunikasi berbasis algoritma yang menuntut efektivitas, kecepatan, dan keterlibatan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep qaulan baligha sebagai prinsip komunikasi Islam dalam konteks dakwah digital serta merekonstruksi model komunikasi dakwah berbasis nilai-nilai Qur’ani yang relevan dengan karakteristik media sosial modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui analisis terhadap Al-Qur’an, tafsir klasik, buku, dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan dakwah digital, algoritma media sosial, dan komunikasi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa qaulan baligha tidak lagi dipahami hanya sebagai perkataan yang baik dan jelas, tetapi juga sebagai strategi komunikasi yang mampu menarik perhatian, menyentuh emosi, dan mendorong perubahan perilaku audiens di ruang digital. Dalam era algoritma, keberhasilan dakwah tidak hanya ditentukan oleh kebenaran materi, tetapi juga oleh kemampuan dai menyesuaikan pesan dengan logika platform media sosial seperti hook, retention, dan engagement. Figur Lukman al-Hakim menjadi representasi ideal dai digital karena mampu memadukan hikmah, ketulusan, etika komunikasi, dan kecerdasan membaca kondisi audiens. Konsep ghadhdhal shaut yang menekankan komunikasi lembut dan humanis relevan sebagai model etika komunikasi digital di tengah dominasi konten agresif dan sensasional di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model komunikasi dakwah berbasis qaulan baligha dapat menjadi pedoman strategis bagi dai dalam membangun dakwah digital yang tidak hanya viral secara algoritmik, tetapi juga bermakna secara spiritual dan sosial.
Pengembangan Konstruksi Model Pendidikan Islam Transformatif: Paradigma, Sumber, dan Landasan Operasional Faqih Utsman; Nur Cholid; M Ahsanul Husna
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7488

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan konstruksi model Pendidikan Islam Transformatif melalui kajian mendalam terhadap paradigma, sumber, dan landasan operasional yang menjadi fondasi pengembangan pendidikan Islam di era kontemporer. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan rekonstruksi pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga mampu mendorong transformasi kesadaran individu dan perubahan sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber berupa buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumen yang relevan dengan pendidikan Islam transformatif. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui proses reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma Pendidikan Islam Transformatif dibangun atas prinsip integrasi antara dimensi ketuhanan, kemanusiaan, keilmuan, dan sosial kemasyarakatan. Sumber utama pendidikan meliputi Al-Qur’an, Hadis, ijtihad, dan realitas sosial yang menjadi basis pengembangan kurikulum dan praktik pembelajaran. Landasan operasional model mencakup pengembangan kurikulum integratif, pembelajaran dialogis, problem-based learning, project-based learning, refleksi kritis, serta evaluasi autentik yang berorientasi pada pembentukan karakter dan transformasi sosial. Guru berperan sebagai murabbi, fasilitator, motivator, dan agen perubahan yang mendampingi peserta didik dalam mengembangkan kesadaran kritis dan tanggung jawab sosial. Model yang dikembangkan menghasilkan konstruksi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguatan spiritual dan intelektual, tetapi juga pada pembentukan individu yang mampu menjadi agen transformasi sosial dalam mewujudkan masyarakat yang berkeadaban, berkeadilan, dan berkemajuan. Dengan demikian, Pendidikan Islam Transformatif menjadi paradigma alternatif yang relevan dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 sekaligus memperkuat peran pendidikan Islam dalam pembangunan peradaban.