Claim Missing Document
Check
Articles

SIMULASI DISTRIBUSI TEMPERATUR DAN KELEMBABAN RELATIF RUANGAN DARI SISTEM DEHUMIDIFIKASI MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUIDS DYNAMICS (CFD) Yohana, Eflita; Yunianto, Bambang; Diana, Ade Eva
ROTASI Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.311 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.19.1.1-11

Abstract

Dehumidifikasi merupakan proses pengurangan kadar uap air  yang berpengaruh terhadap besar nilai kelembaban relatif dan temperatur suatu ruangan. Dalam mengkondisikan kadar uap air dalam suatu ruangan tersebut agar dapat sesuai dengan kebutuhan, maka perlu diketahui distribusi kelembaban relatif dan temperatur dalam ruangan menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD). Pada penelitian ini, pengambilan data dilakukan selama 20 menit dan dilakukan pada pukul 08.00 WIB.  Liquid desiccant yang digunakan dijaga pada temperatur 10°C dengan variasi konsentrasi 40% dan 50%. Sensor DHT 11 dipasang pada lima sisi, atap, dinding, lantai, inlet, outlet, yang berfungsi untuk mencatat perubahan kelembaban dan temperatur selama pengujian berlangsung. Pada kondisi normal tanpa menyalakan alat dehumidifier, sensor mencatat temperatur rata-rata di dalam ruangan sebesar 29,9°C dan RH 58,9%. Simulasi dilakukan menggunakan software CFD Solidworks Flow Simulation 2014. Validasi hasil eksperimen dengan hasil simulasi dengan membandingan bahwa liquid desiccant 40% dan 50%, nozzle sprayer 0.2 mm dengan temperatur yang dijaga pada 10°C mempunyai distribusi yang cukup merata dengan konsentrasi 40% memiliki nilai RH terendah sebesar 65,21%, nilai RH tertinggi sebesar 68,99%, nilai ω = 18 gr/kg, serta mempunyai temperatur tertinggi 31,11°C dan temperatur terendah 30,05°C. Sedangkan dengan konsentrasi 50% distribusi dalam ruangan juga cukup merata karena memiliki nilai RH terendah sebesar 59,21%., nilai RH tertinggi sebesar 62,80%, nilai ω = 17 gr/kg, serta mempunyai temperatur tertinggi 31,71°C dan temperatur terendah 30,93°C. Sehingga liquid desiccant dengan konsentrasi 50% mempunyai nilai Humidity Ratio (ω) lebih rendah dibandingkan dengan yang memiliki konsentrasi 40%.
Analisis Distribusi Temperatur dan Aliran Fluida pada Proses Pengeringan Butiran Teh Bentuk Silinder Di Dalam Fluidized Bed Dryer Menggunakan Computational Fluid Dynamic (CFD) Utomo, MSK Tony Suryo; Yohana, Eflita; Khoiriyah, Mauli Astuti
ROTASI Vol 20, No 4 (2018): VOLUME 20, NOMOR 4, OKTOBER 2018
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.49 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.20.4.237-243

Abstract

Pengeringan merupakan proses perpindahan panas dan uap air secara simultan yang memerlukan energi panas untuk menguapkan kandungan air dari bahan yang akan dikeringkan. Penelitian ini dilakukan dengan cara simulasi. Produk yang dipilih untuk simulasi ini yaitu teh. Simulasi numerik perpindahan massa pada teh dilakukan dengan menempatkan material teh pada domain komputasi sebuah aliran eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi temperatur pada partikel teh dengan menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD) dan menganalisis pengaruh variasi kecepatan inlet dan temperatur inlet terhadap waktu pengeringan sehingga diperoleh metode pengeringan yang paling optimum pada pengeringan teh. Penurunan massa pada teh dihitung secara analitik dengan menggunakan persamaan laju penurunan massa. Teh dimodelkan dengan bentuk menyerupai silinder setelah dilakukan pelayuan untuk kemudian dikeringkan. Kecepatan masuk aliran udara dan temperatur masuk divariasikan sesuai dengan batas kecepatan minimum dan maksimum fluidisasi dan temperatur pengeringan teh untuk fluidized bed dryer. Waktu yang digunakan untuk menurunkan kadar air hingga 3% berdasarkan temperatur pada kecepatan 1,6 m/s secara berurutan adalah 354 s (880C), 300 s (930C), dan 256 s (980C). Sementara pada kecepatan 2,6 m/s waktu yag dibutuhkan adalah 277 s (880C), 234 s (930C), dan 200 s (980C) serta untuk kecepatan 3,6 m/s berturut-turut 235 s (880C), 199 s (930C), dan 169 s (980C). Untuk pengeringan teh lebih optimal dilakukan dengan menaikkan kececepatan masuk aliran fluida dibandingkan dengan menaikkan temperatur.
ANALISA PENGARUH POSISI KELUARAN NOSEL PRIMER TERHADAP PERFORMA STEAM EJECTOR MENGGUNAKAN CFD Utomo, Tony Suryo; Nugroho, Sri; Yohana, Eflita
ROTASI VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.725 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.13.2.22-26

Abstract

Steam ejector refrigerasi merupakan sistem refrigerasi dengan memanfaatkan panas buangan sebagai inputnya. Steam ejector berperan sebagai pengganti kompresor pada siklus kompresi uap. Steam ejector refrigerasi memiliki COP (Coefficient of Performance) yang rendah, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengoptimalkan kinerja dari steam ejector. Kinerja steam ejector dapat dilihat dari besarnya nilai entrainment ratio yaitu perbandingan laju aliran massa suction dengan laju aliran massa motive. Peningkatan nilai entrainment ratio pada steam ejector dapat meningkatkan COP dari sistem refrigerasi tersebut. Dalam penelitian ini, Computational Fluid Dynamics (CFD) digunakan untuk memprediksi fenomena aliran dan performansi steam ejector. Simulasi dilakukan dengan memodifikasi posisi keluaran nosel primer yaitu jarak nosel dengan constant-area section steam ejector. Jarak nosel dengan constant-area (throat) section steam ejector divariasikan dari 0.1 sampai 5 kali diameter constant-area section. Hasil simulasi menunjukkan performansi optimum diperoleh pada jarak nosel antara 1.5 sampai 4 kali diameter constant-area section. Semakin besar diameter throat nosel maka nilai entrainment ratio semakin menurun.
Analisis Pengaruh Temperatur dan Laju Aliran Massa Cooling Water Terhadap Efektivitas Kondensor di PT. Geo Dipa Energi Unit Dieng Yohana, Eflita; Farizki, Bangkit; Sinaga, Nazaruddin; Julianto, Mohamad Endy; Hartati, Indah
ROTASI Vol 21, No 3 (2019): VOLUME 21, NOMOR 3, JULI 2019
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.278 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.21.3.155-159

Abstract

Kondensor merupakan alat penukar kalor yang berfungsi untuk mengkondensasikan uap keluaran turbin. Kinerja dari suatu kondensor dapat dilihat dari nilai efektivitasnya. Efektivitas kondensor dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain aliran steam dan aliran cooling water. Faktor penting yang berpengaruh terhadap kinerja kondensor adalah banyaknya sirkulasi cooling water yang masuk ke kondensor. Kondensor yang digunakan di PT. Geo Dipa Energi Unit Dieng adalah jenis direct-contact condenser dimana cooling water disemprotkan ke dalam kondensor melalui nosel-nosel sehingga berbentuk butiran-butiran. Selanjutnya butiran-butiran tersebut akan bersentuhan langsung dengan butiran-butiran uap keluaran turbin sehingga terjadi kondensasi yang ditandai dengan pertumbuhan ukuran butiran cooling water. Dengan mengetahui pengaruh temperatur dan laju aliran massa cooling water terhadap efektivitas kondensor maka dapat diketahui performa kondensor yang ada di PT. Geo Dipa Energi Unit Dieng. Dari hasil perhitungan menggunakan metode efektivitas NTU diperoleh efektivitas tertinggi sebesar 92,02% dihasilkan pada saat temperatur cooling water yang masuk kondensor sebesar 19,89 ⁰C dan laju aliran massa cooling water yang masuk kondensor sebesar 2.392,12 kg/s. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kondensor yang ada PT. Geo Dipa Energi Unit Dieng masih mempunyai performa yang baik.
ANALISA PRESSURE DROP DALAM INSTALASI PIPA PT.PERTAMINA DRILLING SERVICES INDONESIA DENGAN PENDEKATAN BINGHAM PLASTIC Yohana, Eflita; Saputra, Imron Aryadi
ROTASI Vol 17, No 4 (2015): VOLUME 17, NOMOR 4, OKTOBER 2015
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.013 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.17.4.170-174

Abstract

Dalam membantu mengangkat cutting dari dasar sumur pengeboran diperlukan suatu media pembantu yaitu lumpur (mud). Lumpur (mud) ini dialirkan melalui suatu  instalasi pipa hingga mencapai sumur pengeboran. Instalasi pipa pengeboran terdiri dari pipa lurus dan juga beberapa fitting seperti elbow, cabang (tee), dan valve. Saat lumpur (mud) ini dialirkan melalui instalasi pipa  terjadi penurunan tekanan (pressure drop) dari suatu titik ke titik yang lain. Lumpur (mud) merupakan jenis fluida non-newtonian sehingga perhitungan pressure drop dilakukan dengan model pendekatan bingham plastic. Perhitungan hilang tekan (pressure drop) dilakukan dengan menentukan jenis aliran fluidanya terlebih dahulu. Jenis aliran fluida ditentukan dengan membandingkan kecepatan aliran fluida dan kecepatan kritisnya.Aliran lumpur (mud) yang melewati pipeline memiliki kecepatan fluida (V) sebesar 5.39 ft/s dan kecepatan kritisnya (VC) sebesar 10.59 ft/s. Aliran lumpur tersebut dapat diklasifikasikan sebagai aliran laminar karena besarnya kecepatan fluida (V) lebih kecil dibandingkan kecepatan kritisnya (VC).Setelah dilakukan perhitungan pressure drop dengan pendekatan bingham plastic didapat besarnya pressure drop mayor sebesar 73.12 Psi dan pressure drop minor sebesar 29.82 Psi, sehingga besarnya pressure drop total pada pipeline tersebut yaitu 102.94 Psi.Hilang tekan (pressure drop) yang terjadi pada instalasi pipa PT.Pertamina Drilling Services Indonesia disebabkan adanya beberapa fitting pipa seperti elbow, cabang (tee), dan valve
ANALISA EFISIENSI HIGH PRESSURE HEAT RECOVERY STEAM GENERATOR UNIT 2.1 PUSAT LISTRIK TENAGA GAS DAN UAP PT. INDONESIA POWER UNIT BISNIS PEMBANGKITAN SEMARANG Yohana, Eflita
ROTASI Volume 12, Nomor 1, Januari 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.734 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.12.1.19-22

Abstract

Heat Recovery Steam Generator (HRSG) adalah sebuah alat dalam combined cycle power plant yang memanfaatkan gas buang dari turbin gas untuk memanaskan air pada pipa-pipa yang berada di dalamnya supaya dihasilkan uap kering yang mampu memutar turbin uap. Analisa nilai efisiensi dilakukan pada saat commissioning dan tanggal 5 Februari 2010 sehingga bisa diketahui perubahannya. Metode penelitian yang dilakukan meliputi metode interview, observasi, dan studi literatur maka diperoleh nilai efisiensi saat commissioning sebesar 68,04% dan pada tanggal 5 Februari 2010 sebesar 66,92%. Penurunan efisiensi adalah 1,12%. Penurunan nilai efisiensi berarti penurunan bagi performa HRSG, salah satu penyebabnya adalah korosi.
ANALISIS EFISIENSI SIKLUS COMBINE CYCLE POWER PLANT (CCPP) GAS TURBINE GENERATOR TERHADAP BEBAN OPERASI PT KRAKATAU DAYA LISTRIK Yohana, Eflita; Herriza, Rigo Muhammad
ROTASI Vol 18, No 4 (2016): VOLUME 18, NOMOR 4, OKTOBER 2016
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.612 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.18.4.106-109

Abstract

Turbin Gas Generator umumnya mengalami perubahan beban untuk memenuhi kebutuhan daya listrik yang berubah sewaktu-waktu, sesuai dengan permintaan konsumen. Beban dari turbin gas yang berubah-ubah akan berpengaruh terhadap kinerja dari tiap-tiap komponennya antara lain kompresor, combustion chamber, dan turbin gas. Dalam merespon perubahan beban yang terjadi, maka suplai bahan bakar, udara pembakaran, serta gas buang yang akan di proses di HRSG untuk mengoperasikan turbin uap ikut berubah pula. Hal tersebut akan berpengaruh pada kinerja dan efisiensi dari gas turbin tersebut. Dengan mengetahui efisiensi siklus pada tiap beban maka diperoleh grafik efisiensi siklus pada turbin gas generator sehingga diketahui perbedaan nilai efisiensi siklus pada tiap variasi pembebanan. Analisa efisiensi siklus Gas Turbin Generator dilakukan pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap melalui perhitungan efisiensi kompresor, dan efisiensi turbin gas, tanpa memperhitungkan efisiensi yang terjadi di ruang bakar. Selain itu analisa efisiensi gas turbin generator juga menghasilkan nilai efisiensi dari tiap pembebanan yang terjadi di turbin gas generator Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap. Data temperatur dan tekanan yang diperoleh telah tercatat melalui layanan sistem operasi interface. Dari hasil perhitungan pada turbin gas Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap diperoleh nilai efisiensi siklus turbin gas generator yang berbahan bakar gas alam (metan) sebesar 31.28% pada pembenanan 23 MW, 38.71% pada pembebanan 27MW, dan 45.56% pada pembebanan 33MW. Dari hasil perhitungan efisiensi pada 3 proses pembebanan diketahui bahwa semakin besar pembebanan dilakukan maka efisiensi yang dihasilkan mesin semakin tinggi
PERHITUNGAN EFISIENSI DAN KONVERSI DARI BAHAN BAKAR SOLAR KE GAS PADA BOILER EBARA HKL 1800 KA Yohana, Eflita
ROTASI Volume 11, Nomor 3, Juli 2009
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.11 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.11.3.13-16

Abstract

Boiler atau ketel uap adalah suatu alat berbentuk bejana tertutup yang digunakan untuk menghasilkan steam. Steam diperoleh dengan memanaskan bejana yang berisi air dengan bahan bakar. Umumnya boiler memakai bahan bakar cair ( residu, solar ), padat ( batu bara ) , atau gas. Sedangkan bahan bakar pada boiler EBARA HKL 1800 KA di PT. INDOMOBIL SUZUKI INTERNATIONAL Tambun I. Menggunakan minyak solar ( HSD ).Operasional boiler membutuhkan bahan bakar yang cukup banyak sehingga biaya yang dikeluarkan untuk membelinya menjadi tidak sedikit. Apalagi ditambah dengan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak dunia. Biaya yang dikeluarkan untuk pembelian bahan bakar menjadi lebih besar. Sehingga perlu dipikirkan usaha penghematan biaya operasi. Salah satu alternatif cara penghematan adalah dengan penggantian bahan bakar dari minyak solar ( HSD ) menjadi natural gas ( LNG ). Dalam paper ini akan dibahas perbandingan perhitungan biaya yang diperlukan oleh boiler berbahan bakar solar dengan boiler berbahan bakar gas untuk menghasilkan steam output yang sama.Dari perhitungan, kebutuhan bahan bakar yang dikeluarkan untuk boiler dan LNG masing–masing adalah 260,79 kg/jam = 0,265 m3/jam dan 21 m3/jam. Sedangkan untuk biaya yang dikeluarkan Rp 1.319.797,00/jam dan Rp 27.300,00/jam. Sehingga akan didapat penghematan sebesar Rp 1.292.497,00/jam untuk pembelian bahan bakar.
Analisa Efisiensi Isentropik dan Exergy Destruction Pada Turbin Uap Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap Yohana, Eflita; Romadhon, Revki
ROTASI Vol 19, No 3 (2017): VOLUME 19, NOMOR 3, JULI 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.32 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.19.3.134-138

Abstract

Dalam usaha meningkatkan efektivitas kerja yang dihasilkan dari sebuah pembangkit listrik, perlu adanya analisa untuk mengetahui besarnya kerja aktual dan ideal dari turbin. Efisiensi merupakan perbandingan kerja aktual yang dihasilkan dan kerja ideal dari turbin. Melalui analisa efisiensi ini dapat diketahui sebuah turbin masih beroperasi secara maksimal berdasarkan kerja aktual yang dihasilkan. Dosa Ion, Petrilean dan Codrut dari University of Petrosani telah melakukan penelitian mengenai efisiensi isentropic turbin. Semakin turun nilai efisiensi turbin maka kerja aktual yang dihasilkan juga akan berkurang. Analisa dilakukan pada turbin uap Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap melalui perhitungan kerja turbin berdasarkan temperatur dan tekanan yang masuk dan keluar turbin. Selain itu analisa ini juga menghitung nilai exergy yang hilang setelah melalui turbin. Data temperatur dan tekanan yang diperoleh telah tercatat melalui layanan sistem operasi interface. Dari hasil perhitungan diketahui nilai efisiensi isentropik aktual sebesar 82,04% dengan fraksi uap 0,92 dan efisiensi isentropik ideal sebesar 100% dengan fraksi uap 0,82. Nilai kehilangan exergy dari turbin uap sebesar 6,95 MW dan panas yang hilang sebesar 0,6 MW. Semakin rendah nilai fraksi uap maka akan semakin besar efisiensi isentropik ideal yang dihasilkan. Dengan adanya penghitungan ini dapat dilakukan perawatan pada turbin uap sehingga turbin dapat menghasilkan kerja yang lebih optimal
ANALISA DAN SIMULASI DISTRIBUSI TEMPERATUR DAN KELEMBABAN DALAM RUANG STEAMER DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM NUMERIK Yohana, Eflita; Muchammad, Muchammad; Adam, Rey; Pratama, Susetio
ROTASI Volume 11, Nomor 2, April 2009
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.292 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.11.2.1-4

Abstract

Steamer merupakan alat yang berguna untuk mengatur kelembaban dalam proses fermentasi roti. Udara lembab yang berasal dari preoses penguapan air yang di campur udara luar di masukan dalam ruang steamer, sehingga masuk ke steamer dengani kelembaban relatif 80 – 85 % dan temperatur 400C. Dengan dasar hal tersebut dibuatlah simulasi distribusi temperatur dan kelembaban relatif dalam ruang steamer, hasil yang di peroleh adalah distribusi temperatur dalam ruang steamer cenderung konstan di semua titik sedangkan kelembaban relatif cenderung tinggi di bagian depan dan belakang ruang sedangkan bagian tengah cenderung turun, tetapi masih dalam batas yang diperbolehkan dalam persyaratan ruang steamer. Kelembaban spesifik maksimum sebesar 34,12 g/kg udara kering pada bagian belakang steamer dan minimum 19,52 g/kg udara kering pada bagian tengah steamer.
Co-Authors , Muchammad , Suhartana Abdul Ghani K Abdulhafiz Younis Mokhetar Abrorul Fuady R. Achmad Afinadi Adi Kurnia Muktabar Adi Kurnia Muktabar Ady Priambodo Agus Wibowo Akhmad Zidni Hudaya Amal, Daffa Ikhlasul Ambangan Siregar Ambangan Siregar Ambangan Siregar Ambari, Iqbal Anindya Ardiansari Ari Nugroho Arijanto Arijanto arrohman, sigit Askhabulyamin Askhabulyamin Astrid Ayutasari Ayudya Izzati Dyah Lantasi Bachtiar Kurnia Prakoso Bambang Yunianto Bambang Yunianto Berkah Fajar TK Bisri Oktavia Usda Bondantio Putro Budi Setiyana Carles, Henry Citra Asti Rosalia Diana, Ade Eva Didik Ariwibowo Didik Ariwibowo Dwi Basuki Wibowo Fadel Iqbal Muhammad Fahmi Arifan Faqih Fatkhurrozak Faqih Fatkhurrozak Fardzanela S Fardzanela S Farizki, Bangkit Fatih Khamdani Fatkhurrozak, Faqih Fikri, Dzakiyya Nabilla Firman Lukman Sanjaya Firman Lukman Sanjaya Franklin T.H. Sinaga Ganang Wisma Habib Indra Karim Hendrawan, Andre Budhi Henry Charles Hepatika Zidny Ilmadina Hermawan Dwi Ariyanto Herriza, Rigo Muhammad Idreis Abdualgader Indah Hartati Ismoyo Haryanto Joga Dharma Setiawan Julianto, Mohamad Endy Khoiriyah, Mauli Astuti Kooshartoyo, Meddy Kusnadi Kusnadi Kwang Hwan Choi Lukman Sanjaya, Firman M. Fandiar Majiid, M. Fandiar M. Taufik Qurohman M.S.K. Tony Suryo Utomo M.S.K. Tony Suryo Utomo Mahmudyan Nuriil Fahmi Maula, Setya Deni Maulana, Andre Fiky Mochamad Arief Budihardjo Mochammad Facta Mohamad Endy Y Yulianto Mohammad Tauviqirrahman Mohammad Tauviqirrahman MSK Tony Suryo MSK. Tony SU. MSK. Tony Suryo Utomo Muchammad Muchammad Muchammad Muchammad Muchammad Muhammad Muhammad Natasya Ghinna Humaira Nazaruddin Sinaga Novi Laura Indrayani, Novi Laura Nugroho, Agung Nurminda Eka Indra Pramana Pane, Ivranza Zuhdi Permana, Randa Putro Adi Nugroho Qurohman, M. Taufik Rahmanu, Zakaria Rahmat Julyansyah, Rahmat Ramadan, Bimastyaji Surya Ratrya Putra Hunadika Rayhan Halim Rey Adam Riana Sitawati Riky Ardiyanto Rizka Amalia Romadhon, Revki Safi'i, Muhamad Sanjaya, Firman Lukman Saptaryani, Titiek Deasy Saputra, Imron Aryadi Siti Nur Jannah Sri Nugroho Sri Utami H Sudargana Sudargana Sugeng Wahono Sugiyanto Sugiyanto Sugiyanto Suhartana Suhartana Suhartana Sukis, Muhamad Susetio Pratama Susiana Purwantisari Sutrisno Sutrisno Syafrudin Syafrudin Syaiful Syaiful . Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Tommy Ivantoro Tony Suryo Utomo Tony Suryo Utomo Vita Paramitha Wahyuningsih Wahyuningsih Wulandari, Sukma Aulia Yohanes Aditya W Yohanes Aditya Wisnu A Yohanes Aditya Wisnu A. Zaman, M. Badruz