Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERFORMA AERODINAMIKA PESAWAT AMFIBI BERKAPASITAS 19 ORANG DENGAN MENGGUNAKAN LOW SPEED WIND TUNNEL Glayen Rossel; Eflita Yohana; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki keterbatasan dalam hal transportasi. Kapal laut yang sering digunakan untuk penghubung antar pulau dirasa kurang dari segi kecepatan dan fleksibilitas. Pesawat amfibi hadir sebagai alternatif kapal laut yang menawarkan keunggulan dari segi kecepatan dan fleksibilitas sistem. Pengembangan pesawat amfibi tak jauh dari analisis aerodinamika dan analisis kelayakan terbang yang dimilikinya, oleh karena itu, diperlukan adanya pengujian aerodinamika untuk pesawat amfibi. Pengujian menggunakan wind tunnel merupakan langkah analisis untuk mendapatkan data aerodinamika akurat yang mendekati kondisi sebenarnya. Analisis aerodinamika pesawat amfibi berkapasitas 19 penumpang menggunakan wind tunnel regim sub-sonik sirkuit tertutup dengan kecepatan operasional 70m/s memberikan hasil pesawat amfibi berkapasitas 19 orang akan kehilangan gaya angkat atau mengalami stall pada sudut serang 15,81ᵒ dan hasil karakterisasi aerodinamika, geometri pesawat amfibi berkapasitas 19 orang menghasilkan koefisien gaya angkat yang relatif kecil, dan memiliki koefisien gaya angkat pada kondisi stall sebesar 1,9068.
PREVENTIVE MAINTENANCE MESIN HEIDELBERG SPEEDMASTER CD 102 TERHADAP PENGURANGAN COST OLI MESIN Muhammad Salman Al Farisi; Ajie Muhamad Hertriyanto; Eflita Yohana; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 4 (2024): VOLUME 12, NOMOR 4, OKTOBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. X  merupakan yang tertua dari beberapa unit perusahaan yang bergerak di bidang percetakan dan pengemasan, didukung dengan unit yang lain seperti pembuatan kertas, konversi, hologram, engineering dan total security system yang terintegrasi. Mesin cetak offset adalah salah satu peralatan utama pada proses produksi PT. X yang memiliki peranan penting dalam mencetak kemasan dalam jumlah yang banyak dan cepat. Sehingga pada mesin cetak offset akan terdapat faktor-faktor yang menyebabkan penurunan performa pada mesin offset, seperti lingkungan mesin yang kotor, setelan rol yang tidak sesuai, kebocoran oli, dan komponen yang aus. Oleh karena itu, pada mesin cetak offset perlu dilakukan preventive maintenance untuk menjaga performa mesin dalam kondisi optimal agar menghasilkan output dengan kualitas yang baik dan lifetime mesin yang maksimal. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan oli yang boros dan untuk mengurangi biaya penggunaan oli dengan metode preventive maintenance. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mesin offset Heidelberg Speedmaster CD 102 dilakukan preventive maintenance dengan cara pengecekan adjusting roll, leakage, oil level, dan noise yang dilakukan setiap hari. Dengan pengecekan tersebut mendapatkan hasil bahwa output yang dihasilkan menjadi lebih terjaga kualitasnya serta lifetime mesin yang meningkat. Peningkatan lifetime mesin ini dapat diketahui dengan adanya hasil semakin menurunnya penggunaan oli mesin dari 1182 liter menjadi 450 liter dan menurunnya biaya yang dikeluarkan untuk perawatan mesin terutama pada oli. Biaya yang dikeluarkan untuk pemakaian oli pada bulan Agustus 2022 – Januari 2023 yaitu mengalami penurunan dari Rp. 82.129.000,- menjadi Rp. 31.275.000,-.
SIMULASI NUMERIK CFD-DEM PADA AGITATED PACKED BED DRYER PADA MATERIAL BERDENSITAS TINGGI Reka Adiyasa Cahyapala; Eflita Yohana; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 1 (2026): VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengeringan merupakan tahapan penting dalam pemanfaatan biomassa kayu karena kadar air yang tinggi dapat menurunkan efisiensi konversi energi. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi temperatur inlet terhadap proses pengeringan biomassa kayu dalam sistem agitated packed bed dryer menggunakan pendekatan Computational Fluid Dynamics–Discrete Element Method (CFD–DEM). Simulasi dilakukan dengan variasi temperatur inlet udara panas sebesar 333 K, 343 K, dan 353 K untuk menganalisis dinamika perpindahan panas dan massa pada skala partikel. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan temperatur inlet mempercepat penurunan moisture content partikel biomassa akibat meningkatnya driving force termal antara fase fluida dan fase padatan. Laju evaporasi tertinggi terjadi pada tahap awal pengeringan dan menurun seiring berkurangnya kandungan air partikel. Agitasi terbukti meningkatkan homogenitas distribusi temperatur dan kelembapan di dalam unggun, meskipun fluktuasi lokal tetap teramati akibat perubahan porositas dan dinamika kontak antar-partikel. Selain itu, koefisien perpindahan panas, bilangan Nusselt, dan bilangan Sherwood menunjukkan peningkatan seiring kenaikan temperatur inlet, namun cenderung mengalami keterbatasan pada kondisi temperatur tertinggi. Studi ini menunjukkan bahwa pendekatan CFD–DEM efektif untuk memahami mekanisme pengeringan biomassa kayu dan dapat digunakan sebagai dasar optimasi kondisi operasi pengeringan.
ANALISIS PERFORMA AERODINAMIKA PADA PESAWAT TERBANG AMFIBI SHORT TAKE-OFF LANDING BERMESIN GANDA Bobby Ezra Maulana Sadikin; Eflita Yohana; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi udara sangat penting untuk mengakses pulau-pulau kecil yang terpisah dari 5 pulau besar di Indonesia. Pesawat terbang merupakan moda transportasi utama di Indonesia karena merupakan cara paling efisien untuk menghubungkan ribuan pulau di negara ini. Pesawat regional amfibi merupakan jenis pesawat yang melayani rute penerbangan pendek hingga menengah dengan kemampuannya untuk lepas landas dan mendarat di air. Hal ini merupakan keunggulan pesawat amfibi dibandingkan dengan pesawat terbang biasa yang memerlukan bandara untuk beroperasi, terlebih dengan kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan. Salah satu aspek penting dalam aerodinamika pesawat amfibi adalah sudut stall. Sudut stall adalah sudut serang maksimum di mana sayap pesawat dapat menghasilkan lift sebelum aliran udara di atas sayap menjadi turbulen dan mengakibatkan kehilangan lift secara drastis. Memahami dan mengoptimalkan sudut stall sangat penting untuk memastikan keamanan dan kinerja pesawat, terutama selama fase kritis seperti lepas landas dan pendaratan. Metode pengujian pesawat amfibi di terowongan angin menawarkan sejumlah keuntungan signifikan dibandingkan dengan metode lainnya seperti simulasi komputer atau uji coba lapangan. Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuan untuk menciptakan kondisi lingkungan yang sangat terkendali dan dapat direproduksi, memungkinkan analisis yang akurat terhadap berbagai aspek aerodinamika pesawat. Melalui penelitain ini dapat diketahui bahwa stall angle pada pesawat cenderung lebih kecil pada kecepatan tinggi dan lebih besar pada kecepatan rendah. Feomena tersebut disebabkan oleh karena Pada kecepatan tinggi, pesawat membutuhkan sudut serang yang lebih kecil untuk mempertahankan lift, sementara pada kecepatan rendah, pesawat memerlukan sudut serang yang lebih besar untuk menghasilkan lift yang cukup dan mencegah stall yang dibuktikan melalui penurunan stall angle dari sudut 16.36° pada kecepatan 45 m/s menjadi 15,87° pada kecepatan 55 m/s.
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN PENGHALANG DI DALAM HUMIDIFIER TERHADAP ALIRAN FLUIDA BERBASIS ANSYS FLUENT Muhammad Surya Taris Zulwaqar; Eflita Yohana; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 13, No 2 (2025): VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2025
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Humidifier merupakan alat yang digunakan untuk menambah kelembapan udara di suatu ruangan atau sistem. Penambahan membrane pada humidifier dapat menambah efisiensi pengupan dan meminimalkan kondensasi massa uap air. Penelitian ini menganalisis penambahan penghalang pada saluran udara basah untuk mengertahui pengaruh fraksi H2O, temperatur, dan kelembapan relatif pada sisi udara kering dengan menggunakan metode simulasi Ansys Fluent. Penggunaan metode simulasi dipilih karena dapat memperlihatkan fenomena di dalam humidifier. Metode SIMPLE digunakan karena dapat mehasilkan perhitungan yang baik pada aliran turbulen. Terdapat variasi luas pada penghalang dan variasi kecepatan masuk pada sisi udara basah. Hasil analisis menunjukan bahwa dengfan penambahan penghalang pada kecepatan 0 – 2,5 m/s dapat meningkatkan fraksi massa H2O pada sisi udara kering, namun di beberapa variasi pada kecepatan 1 m/s dapat menurunkan fraksi massa H2O pada sisi udara kering. Selain itu penambahan penghalang dapat mempengaruhi temperatur pada kecepatan 1 – 1,5 temperatur rata-rata naik 0,3 % namun pada kecepatan 1,5 – 2,5 m/s temperatur cenderung mendatar setelah itu temperatur naik 0,4 % di setiap variasi geometri. Sedangkan pada variasi R memiliki kelembapan relatif yang paling tinggi yaitu dengan nilai 58,59 %.
ANALISIS KARAKTERISTIK PENGERINGAN PADA DRYING CHAMBER BERTEMPERATUR RENDAH DENGAN KOMBINASI ALIRAN SWIRL DAN CO-CURRENT Farel Akbar Aulia; Eflita Yohana; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teh adalah produk perkebunan paling banyak diminati oleh masyarakat luas. Alasan teh diminati karena kandungan di dalamnya, salah satu kandungannya adalah katekin yang berperan sebagai antioksidan alami. Pada zaman ini menuntut produk the yang lebih praktis seperti teh dalam bentuk bubuk. Sistem pengeringan semprot merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dalam pembuatan teh menjadi bentuk bubuk, salah satu bagian utama dari sistem pengeringan semprot yaitu ruang pengering. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa fraksi massa pada udara di dalam ruang pengering sehingga didapatkan komposisi suhu yang cocok untuk proses pengeringan. CFD (Computational Fluid Dynamics) digunakan dalam penelitian ini yang meliputi proses permodelan geometri, pembentukan meshing, dan pengaturan kondisi batas. Variasi temperatur 60oC, 70oC, dan 80oC untuk mendapatkan komposisi temperatur yang paling optimal dalam proses pengeringan. Dari hasil penelitian distribusi H2O mass fraction di bawah nozzle memiliki nilai yang sangat tinggi karena udara untuk inlet nozzle yang digunakan memiliki kelembaban yang masih sangat tinggi. Sisi bawah keluaran nozzle memiliki nilai H2O(l) mass fraction semakin tinggi yang terjadi karena droplet yang disemportkan dari nozzle mengandung banyak kandungan air, di mana kandungan air ini akan perlahan-lahan lepas dari droplet dan pindah ke udara. Variasi temperatur 80oC memiliki penurunan temperature tertinggi yaitu sebesar 36.474oC sekaligus menjadi variasi dengan intensitas pengeringan tertinggi yaitu sebesar 2.422kg/m3.
EVALUASI STRUKTUR SADDLE SUPPORT PENGERING FLUIDIZED BED HORIZONTAL Mohammad Rizqi Aunillah; Mohammad Tauviqirrahman; Eflita Yohana
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 2 (2026): VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melakukan evaluasi struktur saddle support pada pengering Fluidized Bed Dryer (FBD) horizontal yang digunakan untuk proses pengeringan biomassa. Analisis dilakukan menggunakan metode Finite Element Analysis (FEA) dengan pendekatan pembebanan termal dan mekanik untuk mengevaluasi deformasi, tegangan ekuivalen Von Mises, tegangan utama, serta faktor keamanan struktur. Material yang digunakan adalah structural steel dengan sifat mekanik standar industri. Hasil simulasi menunjukkan bahwa deformasi maksimum sebesar 0,00814 mm terjadi pada bagian tengah saddle support, dengan tegangan Von Mises maksimum sebesar 12,271 MPa yang masih jauh di bawah batas luluh material. Nilai faktor keamanan yang diperoleh sebesar 15 menunjukkan bahwa struktur memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi terhadap beban operasional. Hasil ini mengindikasikan bahwa desain saddle support mampu memberikan kestabilan yang baik dalam menopang beban sistem pengering fluidized bed horizontal serta aman digunakan pada kondisi operasi aktual.
Co-Authors , Muchammad , Suhartana Abdul Ghani K Abdulhafiz Younis Mokhetar Abrorul Fuady R. Achmad Afinadi Adi Kurnia Muktabar Adi Kurnia Muktabar Ady Priambodo Agus Wibowo Ajie Muhamad Hertriyanto Akhmad Zidni Hudaya Amal, Daffa Ikhlasul Ambangan Siregar Ambangan Siregar Ambangan Siregar Ambari, Iqbal Anindya Ardiansari Ari Nugroho Arijanto Arijanto arrohman, sigit Askhabulyamin Askhabulyamin Astrid Ayutasari Ayudya Izzati Dyah Lantasi Bachtiar Kurnia Prakoso Bambang Yunianto Bambang Yunianto Berkah Fajar TK Bisri Oktavia Usda Bobby Ezra Maulana Sadikin Bondantio Putro Budi Setiyana Citra Asti Rosalia Daffa Prahananda Diana, Ade Eva Didik Ariwibowo Didik Ariwibowo Dwi Basuki Wibowo Fadel Iqbal Muhammad Fahmi Arifan Faqih Fatkhurrozak Faqih Fatkhurrozak Fardzanela S Fardzanela S Farel Akbar Aulia Farizki, Bangkit Fatih Khamdani Fatkhurrozak, Faqih Fikri, Dzakiyya Nabilla Firman Lukman Sanjaya Firman Lukman Sanjaya Franklin T.H. Sinaga Ganang Wisma Glayen Rossel Habib Indra Karim Hendrawan, Andre Budhi Henry Carles Henry Charles Hepatika Zidny Ilmadina Hermawan Dwi Ariyanto Herriza, Rigo Muhammad Idreis Abdualgader Indah Hartati Ismoyo Haryanto Joga Dharma Setiawan Julianto, Mohamad Endy Khoiriyah, Mauli Astuti Kooshartoyo, Meddy Kusnadi Kusnadi Kwang Hwan Choi Lukman Sanjaya, Firman M. Fandiar Majiid, M. Fandiar M. Taufik Qurohman M.S.K. Tony Suryo Utomo M.S.K. Tony Suryo Utomo Mahmudyan Nuriil Fahmi Maula, Setya Deni Maulana, Andre Fiky Mochamad Arief Budihardjo Mochammad Facta Mohamad Endy Y Yulianto Mohammad Rizqi Aunillah Mohammad Tauviqirrahman Mohammad Tauviqirrahman MSK Tony Suryo MSK Tony Suryo Utomo MSK. Tony SU. MSK. Tony Suryo Utomo Muchammad Muchammad Muchammad Muchammad Muchammad Muchammad Muchammad Muhammad Salman Al Farisi Muhammad Surya Taris Zulwaqar Natasya Ghinna Humaira Nazaruddin Sinaga Novi Laura Indrayani, Novi Laura Nugroho, Agung Nurminda Eka Indra Pramana Pane, Ivranza Zuhdi Permana, Randa Putro Adi Nugroho Qurohman, M. Taufik Rahmanu, Zakaria Rahmat Julyansyah, Rahmat Ramadan, Bimastyaji Surya Ratrya Putra Hunadika Rayhan Halim Reka Adiyasa Cahyapala Rey Adam Riana Sitawati Riky Ardiyanto Rizka Amalia Romadhon, Revki Safi'i, Muhamad Sanjaya, Firman Lukman Saptaryani, Titiek Deasy Saputra, Imron Aryadi Siti Nur Jannah Sri Nugroho Sri Utami H Sudargana Sudargana Sugeng Wahono Sugiyanto Sugiyanto Sugiyanto Suhartana Suhartana Suhartana Suhartana Suhartana Sukis, Muhamad Susetio Pratama Susiana Purwantisari Sutrisno Sutrisno Syafrudin Syafrudin Syaiful Syaiful . Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Tommy Ivantoro Tony Suryo Utomo Tony Suryo Utomo Vita Paramitha Wahyuningsih Wahyuningsih Wulandari, Sukma Aulia Yohanes Aditya W Yohanes Aditya Wisnu A Yohanes Aditya Wisnu A. Zaman, M. Badruz