Claim Missing Document
Check
Articles

Identification And Farmer Family's Preference Of Indigenous Food In Rural Bengkulu Betty Yosephin Simanjuntak; Desri Suryani; Miratul Haya; Ali Khomsan
Jurnal Kesehatan Prima Vol 14, No 2 (2020): AUGUST
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkp.v14i2.562

Abstract

Indigenous food can be said as a local identity because of its existence as part of the culture of the community, such as certain procedures in processing their food, its role in community culture and governance, and recipes that are maintained from generation to generation. Purpose of this research was to identify the kinds of traditional foods, preferences in the consumption pattern in the family of farmers. FGD was performed on each ethnic group, and the members were mothers who understood the traditional foods consumed by people in the related ethnic group and they resided in the ethnic group. Most of the food sources of vegetables consumed by the community were vegetables that many people got from rice fields/dryfields/ gardens Traditional food snacks, side dishes and vegetables in the agricultural households as such as bolu semut, rebung asam ikan gaguk, guasan, gulai nangko,and gulai jamur gerigit.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Susu dengan Tinggi Badan Siswa SDN 01 Kota Bengkulu Anggi Dwi Mardian; Betty Yosephin Simanjutak; Anang Wahyudi
Jurnal Dunia Gizi Vol 3, No 2 (2020): Edisi Desember
Publisher : Study Program of Nutrition, Public Health Faculty, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v3i2.4675

Abstract

Latar Belakang; Anak SD usia 6-12 tahun mengalami tumbuh kembang yang sangat pesat dan dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya adalah pemberian nutrisi. Asupan nutrisi yang adekuat dapat dilengkapi dari konsumsi susu yang dapat memengaruhi pertumbuhan tulang dan pada akhirnya memengaruhi tinggi badan serta membantu mengurangi resiko kehilangan massa tulang. Kebiasaan konsumsi susu adalah prilaku seseorang dalam mengonsumsi susu setidaknya 2 gelas sehari (setara dengan 480 mL) secara rutin.  Susu dianjurkan untuk dikonsumsi karena mengandung protein, vitamin dan mineral yang sangat penting dalam membantu pertumbuhan tinggi badan  anak. Tujuan; Mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi susu dengan tinggi badan menurut usia siswa SDN 01 Kota Bengkulu. Metode; jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan cross-sectional dilakukan pada bulan Mei di SDN 01 Kota Bengkulu secara online  dengan populasi sebanyak 161 orang dan  besar  sampel didapatkan  sebanyak 52 orang. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil; Penelitian menunjukkan dari 52 orang siswa SDN 01 Kota Bengkulu (65,4%) sering mengonsumsi susu, serta 53,8%  mengonsumsi susu 2-3 kali sehari,  96,2% mengonsumsi susu sapi dan 78,8%  berada dalam  kategori status gizi normal. Penelitian menemukan hubungan yang signifikan antara konsumsi susu dengan tinggi badan menurut usia (p= 0,045), ada hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi susu dengan tinggi badan menurut usia (p= 0,036), serta tidak ada hubungan antara jenis susu dengan tinggi badan menurut usia (p= 0,308). Kesimpulan; Kebiasaan konsumsi dan frekuensi susu memiliki hubungan dengan tinggi badan menurut usia tapi jenis susu tidak mempunyai hubungan.
Hubungan Faktor Internal dengan Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja (Analisis SKAP Provinsi Bengkulu 2019) Betty Yosephin Simanjuntak; Desri Suryani; Meriwati Mahyudin; Agus Supardi; Frensi Riastuti
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 4 (2021): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.65849

Abstract

Latar Belakang: Perilaku seksual berisiko pada remaja semakin mengkhawatirkan, biasanya diawali dengan meraba, berpegang tangan hingga berciuman. Ada beberapa faktor yang memungkinkan terjadinya perilaku seksual ini baik internal maupun eksternal.Tujuan: Menganalisis faktor internal yang berkaitan dengan perilaku seksual berisiko remaja di Provinsi Bengkulu.Metode: Penelitian bersifat kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional pada 301 keluarga yang memiliki remaja berusia 10—24 tahun di wilayah Provinsi Bengkulu. Analisis data dilakukan secara deskriptif (univariat) dan bivariat dengan menggunakan uji chi square.Hasil: Perilaku seksual berisiko pada remaja diawali dengan adanya perilaku berpegangan tangan (83,4%), berpelukan (34,2%), ciuman bibir (15,6%), dan meraba/merangsang (3,3%), sebagian besar berusia 15—19 tahun dengan tingkat pendidikan SLTA, serta mayoritas tinggal di pedesaan. Faktor risiko umur berpengaruh terhadap perilaku berpegangan tangan (p=0,018), berpelukan (p<0,001) dan ciuman bibir (p<0,001). Jenis kelamin berpengaruh terhadap perilaku berpelukan (p<0,001), ciuman bibir (p=0,010) dan meraba atau merangsang (p=0,008). Pendidikan berpengaruh terhadap perilaku berpegangan tangan (p<0,001) dan ciuman bibir (p=0,010), sedangkan faktor risiko tempat tinggal diketahui berpengaruh terhadap perilaku ciuman bibir (p=0,030).Kesimpulan: Umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan serta tempat tinggal menjadi faktor risiko terjadinya perilaku seksual remaja khususnya berpegangan tangan, berciuman, berpelukan, dan meraba/merangsang. Oleh karena itu, perlu dikembangkan media informasi tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan faktor risiko perilaku seksual kepada remaja.
Edukasi tentang 1000 hari pertama kehidupan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap calon pengantin laki-laki Betty Yosephin Simanjuntak; Anang Wahyudi
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 6, No 1 (2021): May
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v6i1.426

Abstract

The preconception period is the ideal time to optimize the health of women before becoming a mother. The prevalence of stunting is still above 25%, which will affect the next life cycle. The objective of this study was to assess the knowledge and attitudes of fathers through educational nutrition during preconceptions. It was designed as a quasi-experimental study. There were a total of 60 participants in the leaflet group and 60 participants in pocketbooks with incidental sampling technique. Education of first thousands of days of life which contain chronic energy deficiency (CED), anaemia, initiation of breastfeeding, exclusive breastfeeding, weaning food and stunting topics was given by officer of Religious Affairs Office for three days.  Data were collected using a structured questionnaire through interviews. Data analysis was used pair t-test, Wilcoxon and Mc Nemar test. Results, after getting education using pocketbook, increasing knowledge especially at CED and weaning food (p= 0,006), anaemia, early initiation of breastfeeding and stunting (p= 0,000), exclusive breastfeeding (p= 0,035). Increasing in attitudes significantly after using pocketbooks especially (p < 0,05) on CED, anaemia and initiation of breastfeeding, exclusive breastfeeding, and stunting topics. In conclusion, the increase in men's knowledge in the leaflet group, especially anaemia and initiation of breastfeeding while in the pocketbook group all of the topics increased significantly.
Pemberian MP-ASI dini dengan status gizi (PB/U) usia 4-7 bulan di Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu Rama Beka Sariy; Betty Yosephin Simanjuntak; Desri Suryani
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 3, No 2 (2018): AcTion Vol 3 No 2 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.949 KB) | DOI: 10.30867/action.v3i2.95

Abstract

Infants who fail to grow much occur in the third month or fourth month of early life. Early breastfeeding of the ASI causes mothers not to give breast milk and cause infectious diseases that result in stunting in infants. The purpose of this research is to find out the relationship of early breastfeeding with nutritional status (PB/U) age 4-7 months in Ratu Samban Sub-district of Bengkulu City.  This research uses analytic observational with a cross-sectional design. The results showed the nutritional status of PB / U short category 18.3% and MP ASI early 66.7% while the statistical test showed probability (p) of 0.273 (p> 0.05).  There is no correlation between early breastfeeding of MP and nutritional status of PB / U age 4-7 months in Ratu Samban Sub-district of Bengkulu City. Need to do re-research a using Cohort method and with other variables.Bayi yang gagal tumbuh banyak terjadi pada bulan ketiga atau bulan ke empat awal kehidupan. Pemberian MP ASI dini mengakibatkan ibu tidak berusaha memberikan ASI dan menyebabkan terjadinya penyakit infeksi yang mengakibatkan stunting pada balita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian MP-ASI dini dengan status gizi (PB/U) pada bayi usia 4-7 bulan di Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain cross sectional. Hasil penelitian menunjukan status gizi PB/U kategori pendek 18,3% dan MP ASI dini 66,7% sedangkan uji statistik menunjukkan nilai probabilitas (p) sebesar 0,273 (p > 0,05).  Tidak ada hubungan antara pemberian MP ASI dini dengan status gizi PB/U usia 4-7 bulan di Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu . Hal ini berkaitan dengan pemberian makanan pendamping ASI sementara sebagai makanan prelaktal sebelum ASI ibu keluar dan diberikan dalam jumlah sedikit. Lebih baik dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan metode Kohort dan dengan variabel lain.
Variasi pengolahan daya terima dan kandungan zat gizi keripik tempe rasa bawang Hesti Milia Sari; Betty Yosephin; Miratul Haya
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 4, No 1 (2019): AcTion Vol 4 No 1 Tahun 2019
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.914 KB) | DOI: 10.30867/action.v4i1.108

Abstract

Soybeans (glycine max) are important food crops as vegetable protein sums in Indonesia. Tempe has a short shelf life and will immediately decompose during storage. P engolahan further in order to extend the shelf-life needs to be done. The research objective is to find out the acceptability, the nutrient content of onion flavored tempeh chips with a variety of processing. In this study using 3 treatment variations,namely A1 roasted, A2 steamed and A3 dioven. This research is an experimental research. Total Project ah panelists 30 people. Analysis of nutrient content using proximate tests. The data received was analyzed using the One Way Anova test. Research shows the protein quality obtained similar results for the three variations, namely 10,7%. The highest fat content is A2 variation, which is 30,9%. The highest carbohydrate content is on A3 in58,2% . In color, flavor, texture and aroma were no differences signif fish in each treatment, a third variation is done, the oven A3 variety most widely preferred by the panelists.Kacang kedelai (glycine max) merupakan tanaman pangan penting sebagai sumber protein nabati di Indonesia. Tempe sendiri mempunyai daya simpan yang singkat dan akan segara membusuk selama penyimpanan. Pengolahan lebih lanjut agar memperpanjang masa simpannya perlu dilakukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui daya terima, kandungan zat gizi keripik tempe rasa bawang dengan berbagai variasi pengolahan. Pada penelitian ini menggunakan 3 perlakuan variasi pengolahan yaitu A1 disangrai, A2 dikukus dan A3 dioven. Jumlah panelis 30 orang. Analisis kandungan zat gizi menggunakan uji proksimat. Daya terima  data  dianalisis menggunakan uji One Way Anova. Penelitian menunjukkan pada mutu protein didapatkan hasil yang sama untuk ketiga variasi yaitu 10,7%. Kandungan lemak paling tinggi yaitu  variasi A2 yaitu 30,9%. Kandungan karbohidrat paling tinggi yaitu pada A3 dioven 58,2%. Pada warna, rasa, tesktur dan aroma tidak ada perbedaan signifikan pada setiap perlakuan, ketiga variasi yang dilakukan, variasi A3 dioven paling banyak disukai oleh panelis.
Berkontribusikah konsumsi minuman manis terhadap berat badan berlebih pada remaja? Qoirinasari Qoirinasari; Betty Yosephin Simanjuntak; Kusdalinah Kusdalinah
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 3, No 2 (2018): AcTion Vol 3 No 2 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.316 KB) | DOI: 10.30867/action.v3i2.86

Abstract

Overweight is a state that exceeds the relative body weight of a person as a result of the accumulation of nutrients, especially carbohydrates, fats, and proteins. This condition is caused by an imbalance between energy consumption compared to the needs or the use of energy. This study aims to determine the relationship of consumption patterns of sweet drinks to excess body weight teenagers in SMP IT IQRA  Bengkulu 2018.  This study is a cross-sectional research design. A sample is all teenagers who have overweight (overweight and obesity) as much as 57 teenagers. consumption of sweet drinks was collected by interviews using Food Frequency Questionaire (FFQ). The result showed that there was no contribution of consumption of sweet drinks to overweight teenagers (p-value 0.590). The habit of consuming sweet drinks does not contribute to increased body weight in teenagers who have excess body weight. To prevent overweight is recommended to consume balanced nutrition and avoid foods and beverages high in glucose.Berat badan berlebih adalah suatu keadaan yang melebihi dari berat badan relatif seseorang sebagai akibat penumpukan zat gizi terutama karbohidrat, lemak dan protein. Kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara konsumsi energi dibandingkan kebutuhan atau pemakaian energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi minuman manis terhadap berat badan berlebih pada remaja di SMP IT IQRA’ kota Bengkulu tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah seluruh remaja yang mempunyai berat badan berlebih (overweight dan obesitas) yang diambil dengan metode Total sampling yaitu sebanyak 57 remaja. konsumsi minuman manis dikumpulkan dengan wawancara menggunakan Food Frequency Questionaire (FFQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada kontribusi konsumsi minuman manis terhadap berat badan berlebih pada remaja (p value 0.593). Kebiasaan mengonsumsi minuman manis tidak berkontribusi untuk meningkatkan berat badan pada remaja yang memiliki berat badan berlebih. Untuk mencegah berat badan berlebih disarankan  mengonsumsi gizi seimbang dan menghindari makanan dan minuman yang tinggi glukosa.
Kajian Literatur: Studi Intervensi Media Edukasi Visual dan Audiovisual terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Anemia di Negara Berkembang Azzahra Nur Fadhilah; Betty Yosephin Simanjuntak; Miratul Haya
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1.2022.91-99

Abstract

Latar belakang: Peningkatan kebutuhan zat gizi pada masa remaja akibat adanya pertumbuhan dan menstruasi yang dialami remaja putri menyebabkan remaja putri rentan terkena kurang darah. Anemia merupakan kondisi yang menunjukkan kadar hemoglobin darah kurang dari standar.  Rendahnya pengetahuan remaja tentang anemia merupakan salah satu faktor penyebab tidak langsung. Ada banyak jenis media yang dapat digunakan dalam menyampaikan edukasi tentang anemia baik media visual maupun audiovisual.Tujuan: Menganalisisi artikel tentang efektivitas media edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan remaja dalam pencegahan anemia.Ulasan: Penelitian ini adalah studi literatur dengan mengumpulkan artikel yang memiliki relevansi terhadap topik tertentu yang bisa diperoleh dan dipublikasi di berbagai sumber. Dari sembilan artikel terdapat lima artikel yang menunjukan terjadinya peningkatan skor rata-rata pengetahuan remaja setelah diberikan edukasi dengan menggunakan media visual, satu artikel yang menunjukan terjadi peningkatan skor pengetahuan setelah diberi edukasi dengan media audiovisual, dan tiga artikel yang menunjukan bahwa setelah diberikan edukasi dengan menggabungkan media visual dan audiovisual berdampak pada peningkatan skor rata-rata pengetahuan remaja.Kesimpulan: Media visual dan audiovisual efektif digunakan secara bersamaan untuk membantu meningkatkan pengetahuan remaja dalam pemberian edukasi gizi tentang anemia. Dalam penyampaian edukasi gizi mengenai anemia pada remaja disarankan untuk menggunakan kombinasi media visual dan audiovisual secara bersamaan untuk mendapatkan hasil yang efektif.
Optimalisasi Peran Kader Dalam Meningkatkan Self-Care Management Nutrisi Kehamilan Sebagai Upaya Pencegahan Risiko Stunting Di Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma Nur Elly Nur Elly; Asmawati Asmawati; Betty Yosephin; Rahma Annisa; Khelli Fitria Annuril; Anang Wahyudi
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.4094

Abstract

ABSTRAK Pencegahan stunting merupakan program prioritas pembangunan di Indonesia sampai tahun 2024. Nutrisi pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak janin berada dalam kandungan sampai usia 2 tahun kelahiran sangat penting diperhatikan sebagai upaya pencegahan resiko stunting. Kader kesehatan berperan penting dalam self-care management nutrisi ibu selama kehamilan sebagai upaya pencegahan stunting. Permasalahan yang dihadapi kader Kesehatan di Desa Talang Benuang dan Lokasi Baru Kecamatan Air Priukan sebagai desa dari 20 desa lokasi khusus (lokus) stunting di Kabupaten Seluma tahun 2020 adalah kurangnya pengetahuan tentang stunting dan 1000 HPK sehingga belum memiliki bekal yang cukup untuk melaksanakan perannya sebagai pelaku penggerak masyarakat dalam mewujudkan kesehatan termasuk dalam pencegahan dan penanganan stunting. Tujuan  PKM  adalah memberdayakan kader sebagai garda terdepan dalam meningkatkan self-care management nutrisi ibu hamil untuk  meminimalisir risiko stunting pada anak balita. Peserta pelatihan sebanyak 11 (sebelas) orang kader. Metode kegiatan adalah melakukan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kader dalam self-care management nutrisi ibu hamil. Hasil kegiatan adalah adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan serta kemandirian kader dalam memberikan edukasi dan pendampingan pada ibu hamil dalam self-care management nutrisi. Kader diharapkan  mengaplikasikan pengetahuan dan kemampuan yang telah diperoleh untuk memberikan edukasi dan pendampingan terhadap ibu hamil di wilayahnya. Kata Kunci : Kader kesehatan, Self-care management nutrisi, Stunting  ABSTRACT Prevention of stunting is a priority development program in Indonesia until 2024. Nutrition in the first 1000 days of life (HPK), which is from the fetus is in the womb until 2 years old, is very important to consider as an effort to prevent the risk of stunting. Health cadres play an important role in the self-care management of maternal nutrition during pregnancy as an effort to prevent stunting. The problem faced by health cadres in Talang Benuang Village and Lokasi Baru Village of Air Priukan Subdistrict as a village of 20 special locations (locus) for stunting in Seluma Regency in 2020 is a lack of knowledge about stunting and 1000 HPK so that they do not have sufficient provisions to carry out their role as perpetrators driving the community in realizing health, including the prevention and management of stunting. The goal of PKM is to empower cadres as the front guard in improving nutrition self-care management for pregnant women to minimize the risk of stunting in children under five. The participants were 11 cadres. The method was to conduct socialization, training, and mentoring cadres in self-care management of nutrition for pregnant women. The result of the activity was an increase in knowledge, skills, and independence of cadres in providing education and assistance to pregnant women in nutrition management self-care. Cadres were expected to apply the knowledge and abilities they have acquired to provide education and assistance to pregnant women in their area. Keywords: Health cadres, Self-care management nutrition, Stunting
PEMBERDAYAAN MULTIGENERASI UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN DAN BERJEMUR SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 Nur Elly; Asmawati Asmawati; Betty Yosephin Simanjuntak; Anang Wahyudi; Yuniarti Yuniarti; Sri Sumiati AB; Sugeng Wiyono
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.766 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9020

Abstract

Abstrak: Salah satu upaya pencegahan penularan COVID-19 dapat dilakukan dengan perilaku hidup bersih dan sehat melalui mencuci tangan dan menguatkan imun melalui aktifitas fisik dan berjemur. Rendahnya capaian tindakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada masyarakat diakibatkan karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran akan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS). Tujuan kegiatan PkM ini adalah meningkatkan perilaku CTPS dan berjemur pada masyarakat mulai dari anak-anak hingga dewasa melalui pemberdayaan multigenerasi. Metode kegiatan dilakukan dengan sosialisasi PHBS, pelatihan kader, edukasi tentang CTPS, gerakan cuci tangan serentak di beberapa sekolah dasar, pendampingan dan pembiasaan CTPS, edukasi melalui media mural dan media stiker. Sasaran PkM ini adalah anak-anak usia sekolah 25 orang, remaja 25 orang, dan kader 23 orang. Penilaian pengetahuan dan sikap dilakukan menggunakan kuisioner dan penilaian tindakan melalui observasi. Hasil menunjukkan ada peningkatan pengetahuan pada anak (72,6%), remaja (76,2%), dewasa (69,7%), untuk sikap pada anak (84 %), remaja (66,3%) dan dewasa (71,8%) dan tindakan CTPS untuk anak (76,3%), remaja (73%) dan dewasa (74,9%) setelah diberikan edukasi. Pemberdayaan kelompok multigenerasi sangat bermanfaat untuk meningkatkan perilaku masyarakat dalam CTPS dan berjemur sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19.Abstract: The one of efforts of prevention of COVID-19 transmission can be applicated to healthy behaviors by hand washing, physical activity, and sunbathing. Low coverage of handwashing practice at the civilization caused low knowledge and awareness of healthy behaviors. The aim of the action is to increase the behavior of handwashing with soap on multigeneration that stared from children until adults by multigeneration empowerment. The method of action does by socialization healthy hygiene life behavior, cadres training, multigeneration education, handwashing action, and giving media education such as mural and stickers. The targets of action are children 25 people, adolescents 25 people, adult women, and cadres 23 people. For evaluation of knowledge and attitude have taken by questioner and handwashing practice by observation. The result shows there is an increase in knowledge for children (72,6%)adolescent (76,2%), adult (69,7%), for attitude for children (84%), adolescent (66,3%),adult (71,8%) and practice for children (76,3%0, adolescent (73%) and adult (74,9%) after giving education. Empowerment of level multigeneration can benefit to promote the behavior of handwashing with soap and sunbathe as the effort of COVID-19 transmission prevention.
Co-Authors Agus Riyanto Agus Supardi Ahmad Rizal ahmad rizal Ahmad Rizal Ahmad Rizal Ahmad, Che An Ali Khomsan Ananda, Restiza Lindu Anang Wahyudi Anang Wahyudi Anang Wahyudi Andhita Ratnadhiani Anggi Dwi Mardian Annisa, Rahma Arie Ikhwan Saputra Aryani, Depri Asmawati Asmawati Asmawati Asmawati Asmawati Asmawati Ayu Pravita Sari Bayu Wicaksono Che An Ahmad Cindi Putri Utami Cutyanti, Cici Defitri, Ayu Desri Suryani Dodik Briawan Dwi Putri Cahyati Dwi Winda Fitria Erdiana, Lilis Erika, Iche Florence Fadhilah, Azzahra Nur Fadilatul Aini Fauziah Multazmi Fitrianingsih, Ulfia Frensi Riastuti Fristiani, Devita Hanipa Yuliana Hesti Milia Sari Imelda Sabilla Indriyana, Nabilah Iskari Ngadiarti Iskari Ngadiarti Jumiyati Jumiyati Jumiyati Jumiyati Jumiyati, Jumiyati Kheli Fitria Annuril Khelli Fitria Annuril Krisnasary, Arie Kusdalinah Kusdalinah Lestari, Sinta Wahyu Lula Rulia Agustin Mahmut Jaelani Mariati Mariati Marleni, Wisuda Andeka Marzalena, Reka Mellisa, Mellisa Meriwati Mahyudin Mia Lestari Putri Miratul Haya Miratul Haya miratul haya Miratul Haya Miratul Haya Miratul Haya Miratul Haya, Miratul Muntikah Muntikah Natan, Okdi Niken Shovianti Nugraheni, Diah Eka Nur Elly Nur Elly Nurmela Setia Ningsih Nurul, Melyana Pauzan Efendi Putri. RH, Apriliya Qoirinasari Qoirinasari Rahma Annisa Rahma Annisa Rama Beka Sariy Reka Lagora Marsofely Reva Dianti Rimbawan , Risalatuzain, Eldania Salsabila, Audi Nurul Saskia Rohadatul Aisy Sinta Wahyu Lestari Sri Sumiati Sri Sumiati AB SUGENG WIYONO Sukmawati, Novriza Tanjung, Yeni Efrilia Indrianti Tetes Wahyu Tetes Wahyu W Tetes Wahyu Witradharma Vidia, Natasya Wiyono, Sugeng wulandari, Gite Putri Yenni Okfrianti Yulian Afrinda Mentari, Yulian Afrinda Yuniarti Yuniarti Yunita Yunita