Claim Missing Document
Check
Articles

POLA KONSUMSI MAKAN DAN KEJADIAN UNDERWEIGHT BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANGGUT ATAS KOTA BENGKULU : FOOD CONSUMPTION PATTERNS AND INCIDENTS OF UNDERWEIGHT AMONGST CHILDREN UNDER FIVE YEARS IN THE WORKING AREA OF ANGGUT Atas COMMUNITY HEALTH CENTER, BENGKULU CITY Putri. RH, Apriliya; Simanjuntak, Betty Yosephin; Sari, Ayu Pravita
GEMA KESEHATAN Vol. 16 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v16i1.436

Abstract

Underweight masa balita dapat menurunkan kualitas hidup anak. Banyak faktor yang berkontribusi munculnya underweight, antara lain pola konsumsi harian yang berdampak memperlambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola konsumsi dengan kejadian underweight pada balita usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Anggut Atas Kota Bengkulu. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan case control pada 60 sampel (10 kasus dan 50 kontrol). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan ibu balita menggunakan formulir FFQ (Food Frequency Questionnaire) dan pengukuran berat badan balita. Pengambilan sampel kelompok kontrol menggunakan teknik accidental sampling. Hasil uji kai kuadrat memperlihatkan ada hubungan pola konsumsi makan dengan kejadian underweight pada balita usia 24-59 bulan (nilai p= 0.001). Kesimpulan, anak yang memiliki pola konsumsi makan kurang (skor ≤ 500) ditemukan pada seluruh balita namun kelompok kasus lebih tinggi dibanding kontrol. Guna mencapai pertumbuhan dan perkembangan balita secara optimal diawali dari ibu memperhatikan pola makan yang benar (3 kali sehari), jenis makanan yang beragam, dan porsi makan yang disediakan sehingga dapat mencegah underweight. Kata kunci: Balita, Pola Konsumsi Makan, Underweight   Underweight in infancy can lower the quality of life of children both in the short and long term. Many factors contribute to the emergence of underweight, including daily consumption patterns that slow the growth and development of children. This study aims to determine the relationship between consumption patterns and underweight incidence in young people aged 24-59 months in the Puskesmas Anggut Working Region above Bengkulu City. The type of research is analytical observational with a case-control design on 60 samples (10 cases and 50 control). The data was collected using the FFQ (Food Frequency Questionnaire) form through interviews with babies and weight measurements of babies—sampling using accidental sampling techniques for control groups. The square test results showed a correlation between eating patterns and underweight incidence in young people aged 24-59 months (p-value = 0.001). Conclusions of children who had less eating patterns (if score ≤ 500) were found in the entire news, but the case group was higher than the control. The optimal growth and development of the baby starts with the mother paying attention to the proper diet (3 times a day), varied types of food, and served portions of meals to prevent underweight. Keywords: Food Consumption Pattern, Toddler, Underweight
Hubungan Pola Konsumsi Gula, Garam dan Minyak Dengan Obesitas Sentral Pada Pegawai Pemerintah di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Bengkulu : Hubungan Pola Konsumsi Gula, Garam dan Minyak Dengan Obesitas Sentral Pada Pegawai Pemerintah di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Bengkulu Mellisa, Mellisa; Simanjuntak, Betty Yosephin; Krisnasary, Arie
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2SP.2023.118-123

Abstract

Background: Central obesity manifests as the accumulation of adipose tissue in abdominal (visceral). The assessment of this condition often employs abdominal circumference (AC) as a commonly utilized metric. The increasing prevalence of central obesity is linked to dietary habits encompassing simple carbohydrates, fiber, and protein, environment, behavior, and genetic factors. Objectives: This study aimed to determine the relationship between sugar, salt, and oil consumption patterns and central obesity in employees. Methods: This research was an observational study with a cross-sectional design on 35 employees. Data collection included sugar, salt, and oil consumption patterns collected using a semi-quantitative food frequency questionnaire (SQ-FFQ), and central obesity was obtained by measuring abdominal circumference using measuring tape, then statistical analysis using the Chi-square test. Results: Most respondents had unhealthy consumption patterns of sugar, salt, and oil that were 71.4%, 62.9%, and 82.9%, respectively. There was a significant relationship between consumption patterns of sugar (p=0.002), salt (p=0.033), oil (p=0.019) and the proportion of central obesity in employees at the Regional Library and Archives Office of Bengkulu Province. Conclusions: Twenty-two employees experienced central obesity, with the majority surpassing daily sugar, salt, and oil intake recommendations as a notable risk factor. To mitigate this, Bengkulu Province Regional Library and Archives Office staff are advised to limit the consumption of sugar, salt, and oil-rich items such as salted fish, canned sardines, dried shrimp, instant chili sauce, soy sauce, instant noodles, palm oil, and coconut milk in their meals.
Gambaran tingkat pengetahuan vitamin D dan paparan sinar matahari pada mahasiswa gizi Poltekkes Kemenkes Bengkulu tahun 2025 Salsabila, Audi Nurul; Simanjuntak, Betty Yosephin; Natan, Okdi
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/0bp20764

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis, tetapi tidak menutup kemungkinan masyarakat termasuk mahasiswa mengalami defisiensi vitamin D. Penyebab kekurangan vitamin D antara lain menghindari paparan sinar matahari, rendahnya konsumsi makanan yang mengandung vitamin D, yang di dukung oleh kurangnya pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan vitamin D dan paparan sinar matahari pada mahasiswa program studi diploma tiga Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Jenis penelitian adalah deskriptif dlakukan pada bulan Mei-Juni tahun 2025 dengan 160 mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Data tingkat pengetahuan vitamin D dan paparan sinar matahari dikumpulkan dengan menjawab 15 soal pertanyaan dimana skor ≤ 55% pengetahuan kurang, 56 – 75 % pengetahuan cukup, dan ≥ 76 % pengetahuan baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa 53 mahasiswa (35,3%) memiliki pengetahuan kurang tentang vitamin D dan 75 mahasiswa (50,0%) kurang memahami paparan sinar matahari. Sebagian besar mahasiswa Jurusan Gizi masih memiliki pengetahuan yang rendah terkait vitamin D dan paparan sinar matahari, sehingga diperlukan edukasi lebih intensif untuk meningkatakan kesehatan akan pentingnya vitamin D bagi kesehatan. Rata-rata mahasiswa kurang mengetahui tentang manfaat vitamin D untuk tubuh dan penggunaan tabir surya yang cukup bagi tubuh.
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) Dan Status Gizi Pada Baduta di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar, Kota Bengkulu Aulia, Dina; Simanjuntak, Betty Yosephin; Yunita, Yunita
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v5i2.3300

Abstract

Asupan gizi yang cukup sangat krusial pada dua tahun pertama kehidupan anak untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Kekurangan gizi pada periode ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang seperti gangguan mental, motorik, bahkan kematian. Beberapa faktor lain yang menjadi penyebab yaitu pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tidak adekuat dan penyapihan yang terlalu cepat. Penelitian bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang pemberian MPASI dan status gizi pada baduta di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki baduta usia 6-23 bulan di Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu, dengan sampel sebanyak 48 ibu yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar ibu baduta memiliki pengetahuan yang cukup tentang pemberian MPASI (47,9%). Sebagian kecil baduta menunjukkan status kurang berdasarkan indikator Berat Badan menurut Umur (BB/U) (4.2%), Panjang Badan menurut Umur (PB/U) (4.2%), Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB) (6,3%), dan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) (6,3%). Meskipun demikian, mayoritas baduta masih berada dalam kategori status gizi baik. Disimpulkanmayoritas ibu baduta di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu memiliki pengetahuan yang cukup tentang MPASI, dan sebagian kecil baduta memiliki status gizi kurang.
Implementasi Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Diabetes Melitus dengan Berbagai Komorbiditas: Study Kasus Betty Yosephin Simanjuntak; Lydia Fanny; Derie Erawan; Titi Enyliana
Tirtayasa Medical Journal Vol 5, No 2 (2026): May
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v5i2.39621

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by chronic and sustained elevations in blood glucose levels. Type 2 diabetes mellitus is the most common type and is often accompanied by complications such as hypertension, anemia, and urinary tract infections. This study aims to assess the results of implementing a standardized nutritional care process in patients with type 2 diabetes mellitus with complications of hypertension, anemia, and urinary tract infections. This study used an observational design with a case study approach in an inpatient (Tn H, 56 years) at Harapan Doa Hospital in Bengkulu City for three days of observation. The nutritional care process included assessment, diagnosis, intervention, and monitoring and evaluation. Data collected included dietary intake, anthropometry, biochemistry, and the patient's clinical physical condition. The results showed a gradual increase in energy and protein intake during the intervention, as well as a decrease in random blood sugar levels from 363 mg/dL to 157 mg/dL. In addition, there was an improvement in clinical condition, characterized by stabilization of vital signs and a decrease in blood pressure to near normal. Thus, the implementation of standardized nutritional care through a diabetes mellitus diet and the DASH dietary approach is effective in helping improve the patient's metabolic and clinical conditions.
Implementasi Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Diabetes Melitus dengan Berbagai Komorbiditas: Study Kasus Betty Yosephin Simanjuntak; Lydia Fanny; Derie Erawan; Titi Enyliana
Tirtayasa Medical Journal Vol 5, No 2 (2026): May
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v5i2.39621

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by chronic and sustained elevations in blood glucose levels. Type 2 diabetes mellitus is the most common type and is often accompanied by complications such as hypertension, anemia, and urinary tract infections. This study aims to assess the results of implementing a standardized nutritional care process in patients with type 2 diabetes mellitus with complications of hypertension, anemia, and urinary tract infections. This study used an observational design with a case study approach in an inpatient (Tn H, 56 years) at Harapan Doa Hospital in Bengkulu City for three days of observation. The nutritional care process included assessment, diagnosis, intervention, and monitoring and evaluation. Data collected included dietary intake, anthropometry, biochemistry, and the patient's clinical physical condition. The results showed a gradual increase in energy and protein intake during the intervention, as well as a decrease in random blood sugar levels from 363 mg/dL to 157 mg/dL. In addition, there was an improvement in clinical condition, characterized by stabilization of vital signs and a decrease in blood pressure to near normal. Thus, the implementation of standardized nutritional care through a diabetes mellitus diet and the DASH dietary approach is effective in helping improve the patient's metabolic and clinical conditions.
Comparison of food waste using the PDAT and comstock methods in inpatients in Bengkulu Repa Ghina Sonia; Betty Yosephin Simanjuntak; Desri Suryani
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 11, No 2 (2026): June
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v11i2.2789

Abstract

Food waste is an indicator of the quality of hospital nutritional services. A high percentage of waste indicates low patient intake and may affect the nutritional status and recovery. This study was conducted in May 2025 at Harapan Dan Doa Hospital, Bengkulu City, in the Safa, Marwah, and Mina wards, where food waste exceeded the standard (<20%). This study aimed to compare the Pictorial Dietary Assessment Tool (PDAT) and Comstock methods for measuring patient food waste. A descriptive cross-sectional design was applied to 50 inpatients selected through accidental sampling method. Data were collected through observation using both methods. The Mann-Whitney test was used to analyze differences, and sensitivity and specificity were assessed using cross-tabulation. The results showed no significant differences between the two methods across all food categories (p > 0.05). PDAT was considered more accurate because it uses photographs of meals before and after consumption, making the assessment more objective. Meanwhile, Comstock relies on visual estimates, which may introduce bias. Both methods had high sensitivity (>80%), indicating good agreement. In conclusion, the PDAT and Comstock tools are suitable for evaluating patient food waste and monitoring the quality of nutrition services in hospitals.
Perceptions And Experiences Of Prospective Brides And Grooms And Ora Officers Regarding The Use Of “Suscatinting” Application Lela Hartini; Betty Yosephin Simanjuntak; Diah Eka Nugraheni
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 11 No. 1 (2026): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmik.v11i1.1001

Abstract

Background: Efforts to prevent stunting should begin in the preconception stage, especially among prospective married couples. The SusCatinTing (Premarital Course for Stunting Prevention) application is a digital-based intervention designed to improve the knowledge and experiences of prospective couples, especially regarding the First 1,000 Days of Life. It offers educational content of healthy pregnancies, maternal nutrition, and the concept of a harmonious family. To ensure inclusivity, the application features audio-based learning for users with visual impairments or limited literacy, alongside a Google Maps integration to help locate the nearest Office of Religious Affairs (ORA). This study aims to explore the perceptions, experiences of prospective brides and grooms in using the SusCatinTing application. Method: This study used a qualitative design to understand the phenomenon perception and experience. The research stages are systematically structured, starting with identifying informants, data collection, analysis, and drawing conclusions. Data collection was conducted through in-depth interviews and observations. Informants were selected purposively according to predetermined criteria so that the obtained can support the achievement of the research objectives. Each ORA was represented by one couple as the main informants. Supporting informants consisted of one marriage registrar, one marriage registration officer, and one Head of ORA from each selected office. Result: Almost all prospective couples participated in scheduled premarital guidance sessions conducted by the ORA. While many had heard of stunting previously, few were aware of it through the ORA. Most respondents were unfamiliar with SusCatinTing until they saw promotional posters during their marriage registration process. All respondents reported the app to be user-friendly, though it requires an internet connection. Conclusion: The findings suggest that the SusCatinTing application is a highly effective digital tool. It serves as a practical, innovative model for providing essential stunting prevention education to couples entering marriage.
Hubungan pola pemberian makan dengan kejadian wasting pada anak balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Penurunan Kota Bengkulu Hesti Aisyah Putri; Betty Yosephin Simanjuntak; Desri Suryani
Nutrition and Health Insights Vol. 1 No. 2 (2024): October
Publisher : DAPU Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63197/nahi.v1i2.16

Abstract

Wasting merupakan salah satu kekurangan gizi yang mencerminkan berat badan anak yang terlalu kurus menurut tinggi badannya. Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 prevalensi wasting di Indonesia sebesar 7,1%. Dampak dari wasting berupa gangguan kognitif bahkan peningkatan risiko kematian. Pola pemberian makan adalah perilaku penting yang dapat memengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola pemberian makan dengan kejadian wasting pada anak balita usia 1-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Penurunan Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian case control. Populasi sebanyak 393 balita dengan sampel sebanyak 44 sampel, meliputi 11 balita wasting dan 33 balita dengan status gizi normal. Pengambilan sampel pada kelompok kontrol menggunakan teknik systematic random sampling. Cara pengumpulan data dengan metode wawancara menggunakan kuesioner Child Feeding Questionnaire (CFQ). Sedangkan data status gizi dikumpulkan dengan pengukuran antropometri. Analisis univariat dan bivariat dianalisis dengan uji chi-square dengan tingkat signifikan α = 0.05. Pola pemberian makan pada kelompok kasus ditemukan 81.8% memiliki pola pemberian makan tidak tepat sementara pada kelompok kontrol sebanyak 39.4%. Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan pola pemberian makan dengan kejadian wasting (p-value 0,037) dan OR = 6.923 dengan CI 95% = 1.285 – 37,287. Pola pemberian makan yang tidak tepat lebih banyak ditemukan pada kelompok kasus dibandingkan pada kelompok kontrol.
Effectiveness of Consuming Thalassa Eggplant and Date Extract in Increasing Hemoglobin Levels in Pregnant Women: Systematic Literature Review Ulfia Fitrianingsih; Runjati Runjati; Betty Yosephin Simanjuntak
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.5527

Abstract

Anemia in pregnant women is a significant public health problem, especially in developing countries. Iron deficiency in pregnant women can interfere with fetal growth and maternal health. One alternative to increase hemoglobin levels is to consume local foods such as tamarillo and date palm juice, which are rich in iron and vitamin C.Objective: The aim of this study was to identify the effectiveness of consuming tamarillo and date palm juice in increasing hemoglobin levels in pregnant women with anemia based on a systematic literature review.Method: The research design is a Systematic Literature Review of articles or journals published in 2020-2024, accessed on Google Scholar, PubMed and Scopus with the Prisma Flow technique. Relevant articles were selected using the PRISMA flow technique, with the inclusion criteria being in Indonesian or English that can be accessed in full.Results: The results of the analysis of 10 articles showed that consumption of tamarillo and date palm juice significantly increased hemoglobin levels in pregnant women with anemia. The increase in hemoglobin levels ranged from 1.0-2.0 g/dL in the intervention group. Tamarillo is effective due to its vitamin C content which increases the absorption of non-heme iron, while date palm juice provides additional iron and energy to support hemoglobin formation.Conclusions: tamarillo and date palm extract have been proven effective as non-pharmacological interventions in treating anemia in pregnant women. The combination of these two ingredients can be a safe natural alternative and has the potential to increase the success of managing pregnancy anemia
Co-Authors Agus Riyanto Agus Supardi Agus Supardi Ahmad Rizal Ahmad Rizal ahmad rizal Ahmad Rizal Ahmad Rizal Ahmad, Che An Ali Khomsan Ananda, Restiza Lindu Anang Wahyudi Anang Wahyudi Anang Wahyudi Andhita Ratnadhiani Anggi Dwi Mardian Annisa, Rahma Arie Ikhwan Saputra Aryani, Depri Asmawati Asmawati Ayu Pravita Sari Ayu Pravita Sari Bayu Wicaksono Che An Ahmad Chintya Wardini Cindi Putri Utami Cutyanti, Cici Defitri, Ayu Derie Erawan Desri Suryani Diah Eka Nugraheni Dina Aulia Dodik Briawan Dwi Putri Cahyati Dwi Winda Fitria Erdiana, Lilis Erika, Iche Florence Fadhilah, Azzahra Nur Fadilatul Aini Fauziah Multazmi Frensi Riastuti Fristiani, Devita Hanipa Yuliana Hanny Tri Anysha Pinem Hesti Aisyah Putri Hesti Milia Sari Imelda Sabilla Indriyana, Nabilah Iskari Ngadiarti Iskari Ngadiarti Jumiyati Jumiyati Jumiyati Kheli Fitria Annuril Khelli Fitria Annuril Krisnasary, Arie Kusdalinah Kusdalinah Lela Hartini Lestari, Sinta Wahyu Lula Rulia Agustin Lydia Fanny Mahmut Jaelani Mahyudin, Meriwati Mariati Mariati Marleni, Wisuda Andeka Mellisa, Mellisa Meriwati Mahyudin Mia Lestari Putri Miratul Haya Miratul Haya Miratul Haya Muntikah Muntikah Natan, Okdi Niken Shovianti Nugraheni, Diah Eka Nur Elly Nur Elly Nurmela Setia Ningsih Pauzan Efendi Putri. RH, Apriliya Qoirinasari Qoirinasari Rahma Annisa Rahma Annisa Rama Beka Sariy Reka Lagora Marsofely Repa Ghina Sonia Reva Dianti Riastuti, Frensi Rimbawan , Rini Dwi Amalya Risalatuzain, Eldania Salsabila, Audi Nurul Saskia Rohadatul Aisy Sinta Wahyu Lestari Sri Sumiati Sri Sumiati AB Sukmawati, Novriza Tanjung, Yeni Efrilia Indrianti Tetes Wahyu Tetes Wahyu W Tetes Wahyu Witradharma Titi Enyliana Ulfia Fitrianingsih Vidia, Natasya Wiyono, Sugeng wulandari, Gite Putri Yenni Okfrianti Yulian Afrinda Mentari, Yulian Afrinda Yuniarti Yuniarti Yunita Yunita