Adam M. Ramadhan
Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Published : 68 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Metabolit Sekunder dan Aktivitas Fraksi Etil Asetat Kulit Buah Jengkol (Pithecellobium jiringa (Jack) Prain.) terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis Adam M. Ramadhan; Ririn Pangaribuan; Arsyik Ibrahim
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 2 (2015): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v3i2.92

Abstract

This research aims to determine the identification of secondary metabolites and antibacterial activity of ethyl acetate fraction of Jengkol fruit peel (Pithecellobium jiringa (Jack) Prain.) against the bacteria Pseudomonas aeruginosa and Bacillus subtilis. Identification of secondary metabolites is done by testing be qualitative. Antibacterial activity assays performed by agar diffusion method with a test concentration are 0,5%, 1%, 5%, 10% and 15%. The results of identification of secondary metabolites are flavanoid, fenolic and tannin. Data has been analyzed with measuring the diameter of the kill zone of ethyl acetat fraction of Jengkol fruit peel against bacterial growth. The result of research showed that ethyl acetat fraction of Jengkol fruit peel produce radical zone. The effective concentration of ethyl acetate of Jengkol fruit peel was 15% against the bacteria Pseudomonas aeruginosa and Bacillus subtilis.Keywords: Secondary metabolites, antibacterial activity, Pithecellobium jiringa (Jack) Prain.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi golongan senyawa metabolit sekunder dan mengetahui aktivitas antibakteri fraksi etil asetat kulit buah jengkol (Pithecellobium jiringa (Jack) Prain.) terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan dengan uji kualitatif. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar dengan konsentrasi uji 0,5%, 1%, 5%, 10% dan 15%. Hasil identifikasi golongan senyawa metabolit sekunder terdapat senyawa flavanoid, fenolik dan tanin. Data hasil penelitian aktivitas antibakteri dianalisis dengan mengukur diameter zona bunuh fraksi etil asetat kulit buah jengkol terhadap pertumbuhan bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat kulit buah jengkol memiliki aktivitas dalam membunuh pertumbuhan baktri uji. Konsentrasi efektif fraksi etil asetat kulit buah jengkol untuk membunuh bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis yaitu pada konsentrasi 15%.Kata kunci: Metabolit sekunder, aktivitas antibakteri, Pithecellobium jiringa (Jack) Prain.
Pengaruh Jus Buah Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Profil Farmakokinetik Simetidin pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Siti Julaicha; Adam M. Ramadhan; Rolan Rusli
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 3 (2016): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v3i3.101

Abstract

Drugs used with foods or drinks can affect the drug effects. This study aims to observe the effect of papaya juice (Carica papaya L.) to the pharmacokinetics profile of cimetidine in white rats. The animal were randomly in three group. Group 1 (cimetidine) was given a single oral cimetidine 3,6 mg/200gBW. Group 2 (cimetidine and papaya juice dose I) was given cimetidine 3,6 mg/200gBW together with papaya juice 4,5 g /200gBW. Group 3 (cimetidine and papaya juice dose II) was given cimetidine 3,6 mg/200gBW together with papaya juice 9 g /200gBW. The serial blood was collected for 4 hours on lateralis vein of rats tail. Determination of cimetidine in plasma performed by spectrophotometer UV. The pharmacokinetic parameters of cimetidine were calculated by regresi linear method and recidual method and were analyzed by One Way ANOVA using 95 % confidence interval. Based on research results showed that the group II and group III increased of ka, Cpmaks, tmaks, Cl, AUC and decreased ke, t½ab and t½el. Group III provides the most affect the cimetidine pharmacokinetics profile with decreased absorption and elimination and increased metabolism of cimetidine in rat.
Observasi Klinik Ekstrak Air Umbi Segar Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia L. Merr) Sebagai Obat Kista Ovarium Adam M. Ramadhan; Riski Sulistiarini; Laode Rijai; Emil Bahtiar
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 4 (2016): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v3i4.122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memastikan secara observasi klinik tentang kemampuan ekstrak air umbi segar bawang dayak menghilangkan benjolan pada rahim (kista) ovarium dan memastikan waktu yang diperlukan atau lama pemberian ekstrak tersebut yang dapat menghilangkan benjolan atau kista rahim wanita. Kegiatan yang dilakukan adalah membuat sediaan teh herbal dari umbi segar bawang dayak. Dosis yang digunakan dalam teh herbal sebesar 8,4 gram/hari. Setiap partisipan mengkonsumsi teh herbal sebanyak 2 kali sehari selama 7 hari dilanjutkan mengkonsumsi selama 14 hari. Kemudian dilakukan pemeriksaan USG untuk melihat ukuran kista ovarium baik sebelum mengkonsumsi maupun setelah mengkonsumsi teh herbal. Hasil penelitian observasi klinik umbi segar bawang dayak menunjukkan bahwa teh herbal memberikan perubahan ukuran kista ovarium terhadap masing-masing responden. Pemakaian teh herbal dalam observasi penelitian ini sebesar 4,2 gram dengan aturan minum 2 kali sehari (8,4 gram/sehari) dan terjadi perubahan ukuran kista ovarium yang dikonsumsi selama 7-14 hari. Kata kunci : Bawang Dayak, Teh Herbal, Kista Ovarium ABSTRACT This study aimed to ascertain clinical observations about the ability of the water extract of fresh garlic bulbs dayak eliminate lumps in the uterus (cysts) ovarian and ensure the necessary time or duration of administration of the extract to remove the lump or cyst woman's uterus. The activities are making herbal tea preparation of fresh garlic bulbs dayak. Doses used in herbal teas of 8.4 grams / day. Each participant consumed herbal tea 2 times a day for 7 days continued to consume for 14 days. Then do an ultrasound to see the size of ovarian cysts before consuming or after consuming a herbal tea. The results of the study of fresh garlic bulbs clinical observations show that the herbal tea dayak give change ovarian cyst size of each respondent. Use of herbal tea in the observation of this study was 4.2 grams with the rules of drinking 2 times daily (8.4 grams / day) and change the size of ovarian cysts are consumed during the 7 days and continued for 14 days. Keywords: Onion Dayak, Herbal Tea, Ovarian Cysts
Aktivitas Ekstrak Daun Sumpit (Brucea javanica (L.) Merr) Sebagai Antijamur Gita Yanuarti; Adam M. Ramadhan; Muhammad Amir Masruhim
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i2.18

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antijamur ekstrak daun sumpit (Brucea javanica (L.) Merr) terhadap Candida albicans dan Malassezia furfur dan mengetahui konsentrasi terbaik ekstrak daun sumpit sebagai antijamur terhadap Candida albicans dan Malassezia furfur. Penelitian ini dilakukan dengan metode difusi agar dengan konsentrasi uji 10%, 15%, 20%, 25% dan 30% pada ekstrak metanol untuk jamur Candida albicans dan 10%, 20%, 30% serta 40% untuk jamur Malassezia furfur. Konsentrasi uji 10 %, 20%, 30% dan 40% digunakan pada fraksi n-heksana serta konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% digunakan pada fraksi etil asetat untuk kedua jamur uji. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis varians satu arah dan dilanjutkan dengan uji HSD (homestly significant diference) pada ekstrak maupun fraksi daun sumpit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol, fraksi n-heksana dan fraksi etil asetat daun sumpit memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur Candida albicans dan Malassezia furfur, dengan konsentrasi ekstrak metanol daun sumpit 25% dan 30%, konsentrasi fraksi n-heksana 30% dan konsentrasi fraksi etil asetat 40% terhadap jamur Candida albicans dan Malassezia furfur.
Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan di Puskesmas Sempaja Samarinda Adam M. Ramadhan; Arsyik Ibrahim; Ayi Indah Utami
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i2.21

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi yang meliputi ketepatan obat, ketepatan dosis, dan kepatuhan pasien dalam meminum obat di Puskesmas Sempaja Samarinda periode bulan Juni 2014. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan metode pengumpulan data prospektif yaitu melakukan wawancara menggunakan kuisioner MMAS kepada 32 pasien hipertensi rawat jalan di Puskesmas Sempaja Samarinda.Pola pengobatan hipertensi yang paling sering digunakan di puskesmas Sempaja Samarinda yaitu Captopril dari golongan ACEI, penggunaan obat menunjukkan ketepatan pemilihan obat dan dosis telah sesuai dengan JNC VII dimana Captopril dari golongan ACEI dan Amlodipine dari golongan CCB diberikan tunggal pada pasien hipertensi stage 1, dan dapat dikombinasi untuk pasien hipertensi stage 2.Dengan dosis dan frekuensi pemberian Captopril 25 mg, 2 × 1; Amlodipine 10 mg, 1× 1; Bisoprolol 5 mg, 1 × 1; HCT 25 mg 1 × 1; dan ISDN 30 mg, 3 × 1. Berdasarkan tingkat kepatuhan pasien persentase skor kepatuhan terbanyak yaitu kepatuhan rendah sebesar 50%, kepatuhan sedang sebesar 25 % dan kepatuhan tinggi 25%. Hasil pengujian kepatuhan pasien menggunakan kuesioner MMAS-8menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kepatuhan pasien dalam meminum obat dengan penurunan tekanan darah pasien.
Kajian Penggunaan Obat Hipoglikemik Oral pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Temindung Samarinda Adam M. Ramadhan; Laode Rijai; Jeny Maryani Liu
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i3.25

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan judul Kajian Penggunaan Obat Hipoglikemik Oral pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Temindung Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya persentase tingkat kepatuhan pasien DM tipe 2 dalam penggunaan Obat Hipoglikemik Oral (OHO), mengetahui bahwa pasien DM tipe 2 telah memenuhi kriteria tepat obat dan tepat dosis pada penggunaan OHO di Puskesmas Temindung. Penelitian ini bersifat analitik observasional, pengambilan data dilakukan secara cross sectional pada pasien diabetes mellitus tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi. Data ini diambil pada bulan Juni hingga Juli 2014. Analisa penelitian ini meliputi kategori tepat obat, tepat dosis dan kepatuhan pasien. Analisis data selanjutnya dilakukan secara analitik dengan menghitung persentase kategori yang diambil. Obat yang digunakan adalah dari golongan biguanid dan sulfonilurea. Obat dari golongan biguanid adalah metformin 500 mg. Dari golongan sulfonilurea adalah glibenklamid 5 mg dan glimepirid 2 mg. Obat yang telah digunakan memenuhi kriteria tepat obat dan tepat dosis. Sebagian besar pasien dengan persentase 60% memiliki tingkat kepatuhan yang rendah.
Isolasi Jamur Endofit Daun Beluntas (Pluchea indica (L.) Less) Jessie Elviasari; Rolan Rusli; Adam M. Ramadhan
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i3.29

Abstract

Tanaman memiliki 1 sampai 4 jenis jamur yang hidup berasosiasi dengan tumbuhan sebagai jamur endofit. Jamur endofit merupakan jamur yang tumbuh pada bagian tanaman yaitu terdapat pada bagian jaringan akar, batang, dan daun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengetahui ciri secara makroskopik dan mikroskopik jamur endofit yang terdapat pada daun beluntas. Penelitian dilakukan dengan mengisolasi jamur endofit dari daun beluntas menggunakan medium Potato Dextrose Agar Chloramphenicol (PDAC), kemudian dilakukan pemurnian pada jamur endofit serta mengkarakterisasi isolat jamur endofit. Hasil penelitian adalah diperoleh tiga isolate jamur endofit yang tumbuh pada daun beluntas, yaitu isolat jamur endofit hitam 1, isolat jamur endofit hitam 2, dan isolat jamur endofit putih.
Identifikasi Metabolit Sekunder Dan Uji Aktivitas Antibakteri Isolat Jamur Endofit Daun Beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) Jessie Elviasari; Rolan Rusli; Adam M. Ramadhan
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i5.42

Abstract

Eksploitasi berlebihan untuk memperoleh metabolit sekunder dari bahan alam dapat menyebabkan kepunahan bahan alam tersebut, sehingga solusi yang tepat yaitu melalui pengembangan mikroba endofit sebagai penghasil metabolit sekunder. Jamur endofit berpotensi menghasilkan metabolit sekunder seperti inangnya. Daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) memiliki aktivitas sebagai antibakteri, maka diduga dapat pula isolat jamur endofit yang terdapat dalam jaringan daun beluntas menghasilkan metabolit sekunder yang sama dengan tanaman inangnya sehingga memungkinkan memiliki efek yang sama pula dengan tanaman inangnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi golongan metabolit sekunder dan menguji aktivitas antibakteri metabolit sekunder yang dihasilkan isolat jamur endofit dari daun beluntas. Pengujian aktivitas sebagai antibakteri menggunakan metode difusi agar dengan menggunakan kertas cakram (paper disc). Bakteri uji yang digunakan adalah Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa. Dari hasil isolasi jamur endofit diperoleh tiga isolat yaitu isolat jamur endofit putih, isolat jamur endofit hitam 1 dan isolat jamur endofit hitam 2 yang ketiganya memiliki kandungan metabolit sekunder yaitu fenol dan alkaloid. Dari ketiga isolat jamur endofit hanya satu jamur yang memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan keempat bakteri uji tersebut yaitu ekstrak isolat jamur endofit hitam 2. Aktivitas antibakteri ekstrak isolat jamur endofit hitam 2 ditunjukkan dengan adanya daya hambat pada Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa, dengan daya hambat berturut-turut sebesar 5,474 mm, 5,206 mm, 5,057 mm, dan 5,107 mm.
Co-Authors Alviera Rifka Mahmudyah Angelina Theodora Hanyaq Arsyik Ibrahim Ayi Indah Utami Ayu Indah Cahyani Azka Rafia Bagaskara Adi Nugroho Barly Sugara Claudea Ersamy Janafrish Debbi Pasedan Desi A. Aditamasari Desy Apriati Ningsih Dewi Mayasari Dewi Rahmawati Dewi Rahmawati Dewi Rahmawati Dwi Putri Romadhoni Dwi Utami Emil Bahtiar Enjelina Natasya Sihite Erwin Samsul Esa Wi Fatma Fachry Abda El Rahman Febrina Mahmudah Ferdiand George Sarung Allo Fika Aryati Fitri Athaya Fitri Rhamadhani Fitriyani Gina Ardian Gita Rizqi Ramita Gita Yanuarti Hajrah Hajrah Hajrah Hajrah Hanggara Arifian Harra Ismi Farah Imanuel Saputra Sembiring Indah Khoirul Nisa Indri Pramita R Jaka Fadraersada Janette Rindana Paranoan Jenny Thalia Karundeng Jeny Maryani Liu Jessie Elviasari Jihan Al-Mira Jumiati Catur Ningtyas Jyulianti Dinie Mhuspita Sari Kartika Damasanti Mamonto Khofifah Nurwahidah Balqis Laode Rijai Leny Munawwarah Lia Krisdayanti Lisna Meylina Lizma Febrina Lusi Setiowati M. Arifuddin Maria Simanjuntak Marwah Ulfah Syurgana Maya Apriliani Media Yutika Mega Shinta Melinda Rahmawati Mirhansyah Ardana Monalyta Panjaitan MUHAMMAD AMIR MASRUHIM Muhammad Faisal Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi Mukti Priastomo Mukti Priastomo Neta Novalia Nila Ayuanji Halilah Nilam Cahaya Novia Syafitri Novita Eka Kartab Putri Nunuk Hidayanti Nur Masyithah Zamruddin Nur Mita Nurhayati Binti Sappo Nurina Khairana L Nurul Annisa Nurul Musdalifah Aprilia Putri Rahmatilah Raehan Natul Jannah Rahmadani, Agung Rahmat Nur Hidayat Rina Yemima Maylani Rinda Aulia Utami Ririn Pangaribuan Risna Agustina Rolan Rusli Salwa Octariani Sardjiman Sardjiman Siti Julaicha Sulistiarini, Riski Uswatun Khasanah Duri Putri VICTORIA YULITA FITRIANI Vina Mardiyanti Aprilia Vina Maulidya Wahyu Widayat Wisnu Cahyo Prabowo Yuniarti Pudji Rahayu Yunita Setianingsih Zul Zaahida Nur