Adam M. Ramadhan
Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Published : 68 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pola Resistensi Bakteri terhadap Antibiotik pada Pasien Diabetic Foot di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Periode Agustus-Oktober 2016 Yunita Setianingsih; Jaka Fadraersada; Arsyik Ibrahim; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.783 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.212

Abstract

Kasus ulkus dan gangren diabetik merupakan kasus diabetic foot yang banyak dirawat di rumah sakit. Untuk menanggulangi penyakit ini digunakan antibiotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola resistensi bakteri penginfeksi diabetic foot uji kepekaan bakteri terhadap beberapa antibiotik pilihan. Penelitian ini dilakukan secara prospektif. Pengoleksian sampel diawali dengan pengumpulan rekam medis pasien, kemudian dilanjutkan dengan pengoleksian sampel pus (nanah). Setelah itu dilakukan kultur bakteri yang dilanjutkan dengan karakterisasi yang meliputi uji mikroskopi dengan pengecatan gram. Selanjutnya dilakukan identifikasi biokimia dan uji sensitivitas antibiotik dengan menggunakan Vitex 2 system version 06.01 (biomereux). Berdasarkan pola kepekaan bakteri didapatkan Acinetobacter sp muncul sebagai bakteri resisten 100 % terhadap (amoksiklav dan 60 % koloninya resisten terhadap seftriakson dan sefotaksim) Pseudomonas aeruginosa yang resisten 100 % terhadap Amoksiklav, Seftriakson, Sefotaksim. Sedangkan MRSA dan S. haemolyticus resisten terhadap semua turunan Methicillin dan Betalaktam.
Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan Fraksi Etil Asetat Kulit Buah Sawo (Manilkara zapota) Alviera Rifka Mahmudyah; Adam M. Ramadhan; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.656 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.215

Abstract

Sawo (Manilkara zapota) merupakan tanaman yang diketahui memiliki berbagai manfaat, yaitu salah satunya sebagai obat diare dan antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan antioksidan dari fraksi etil asetat dari kulit buah sawo. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi lalu fraksinasi sehingga diperoleh fraksi etil asetat yang kemudian diuji aktivitas antibakteri dan antioksidan dengan metode KLT bioautografi. Fraksi kulit buah sawo memiliki aktivitas antibakteri pada bakteri E.coli dan S.aureus dengan berbagai perbandingan eluen heksana:etilasetat (H:E) yaitu perbandingan 2:3, 3:3, 3:4, 3:5 dan 7:3. Aktivitas antioksidan diperoleh pada eluen H:E 9:1, 8:2, 7:3, 6:4, dan 5:5.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Belimbing Hutan (Cnestis palala (LOUR)MERR) Ferdiand George Sarung Allo; Dewi Rahmawati; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.605 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.227

Abstract

Tanaman belimbing hutan merupakan tanaman yang secara empiris digunakan untuk meredakan sakit perut dan juga untuk menyembuhkan luka yang disertai infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder serta mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak daun belimbing hutan (Cnestis Palala(Lour)Merr) terhadap beberapa bakteri uji. Sampel dikumpulkan kemudian dimaserasi menggunakan pelarut metanol. Identifikasi senyawa metabolit sekunder dilakukan menggunakan uji kualitatif dengan mereaksikan sampel dengan beberapa reagen. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar pada konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%. Data hasil identifikasi metabolit sekunder dianalisis secara kualitatif dengan melihat adanya perubahan warna. Hasil identifikasi golongan senyawa metabolit sekunder pada ekstrak positif terdapat senyawa flavonoid, fenol dan tannin. Data hasil pengujian antibakteri dianalisis dengan mengukur zona bening yang terbentuk disekitar paper disc. Hasil pengujian antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak daun belimbing hutan memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Konsentrasi terbaik ekstrak daun belimbing hutan dalam membunuh bakteri yaitu 50% dengan rata-rata diameter zona bunuh Escherichia coli (10.40 mm), Salmonella thyposa (9.77 mm), Staphylococcus aureus (10.17 mm), dan Bacillus subtilis (9.67 mm).
Pegaruh Konsentrasi HPMC (Hidroxy Propyl Methyl Cellulose) Sebagai Gelling Agent dengan Kombinasi Humektan Terhadap Karakteristik Fisik Basis Gel Indri Pramita R; Victoria Yulita Fitriani; Nur Mita; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.173 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.230

Abstract

Sediaan gel yang baik dapat diperoleh dengan cara memformulasikan beberapa jenis bahan pembentuk gel, namun yang paling penting untuk diperhatikan adalah pemilihan gelling agent. HPMC (Hidroxy Propyl Methyl Cellulose) merupakan gelling agent yang sering digunakan dalam produksi kosmetik dan obat karena dapat menghasilkan gel yang bening, mudah larut dalam air, dan toksisitasnya rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi HPMC sebagai gelling agent dengan kombinasi humektan yaitu gliserin dan propilen glikol, yang memiliki karakteristik fisik yang sesuai dengan persyaratan. Formulasi gel dibuat dengan variasi konsentrasi HPMC 3%, 5% dan 7%, selanjutnya dilakukan evaluasi sifat fisik yang meliputi viskositas, pH, daya sebar, organoleptis, homogenitas. Evaluasi fisik dilakukan selama 4 minggu pada suhu kamar. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa basis gel dengan konsentrasi HPMC 3% memenuhi persyaratan dengan nilai viskositas yaitu 4,69 ± 0,14 Pa., nilai pH yaitu 5,17 ± 0,02, daya sebar yaitu 32,98 ± 0,85 cm, organoleptis yaitu berwarna bening, tidak memiliki bau dan berbentuk agak cair, serta homogen.
Karakteristik dan Aktivitas Antibakteri Yoghurt Sari Buah Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Bakteri Flora Usus Jumiati Catur Ningtyas; Adam M. Ramadhan; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.423 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.231

Abstract

Yoghurt adalah produk hasil fermentasi yang mengandung asam laktat, dan bakteriosin yang dapat menekan pertumbuhan bakteri patogen dalam usus. Sirsak (Annona muricata L.) mengandung vitamin C, gula, dan protein yang memberikan energi bagi proses metabolisme bakteri asam laktat dalam yoghurt sehingga meningkatkan jumlah bakteri asam laktat dan menghasilkan lebih banyak senyawa antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui total BAL, pH, dan aktivitas antibakteri dari yoghurt sari buah sirsak terhadap bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae. Pengujian total BAL dilakukan dengan menggunakan metode hitung cawan (Total Plate Count) dalam medium MRSA (Man Ragosa Shapre Agar). Pengujian aktivitas antibakteri dari yoghurt sari buah sirsak dilakukan dengan metode sumuran (well diffusion). Hasil total BAL yoghurt sari buah sirsak pada konsentrasi 0 % (38 x 109), 15 % (10 x 109), 20 % (18 x 109), 25 % (45 x 109), 50 % (22 x 109), , dan 75 % (17 x 109). Nilai pH dari yoghurt sari buah sirsak berkisar antara 4-5. Hasil pengujian antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli menunjukkan zona bening 0 % (0 mm),15 % (5,51 mm), 20 % (6,63 mm), 25 % (7,23 mm), 50 % (7,64 mm), dan 75 % (7,16 mm). Hasil pengujian antibakteri terhadap bakteri Shigella dysenteriae menunjukkan zona bening 0 % (0 mm), 15 % (4,05 mm), 20 % (4,56 mm), 25 % (4,74 mm), 50 % (4,91 mm), dan 75 % (5,39 mm). Berdasarkan total BAL, pH dan aktivitas antibakteri, yoghurt dengan penambahan sari buah sirsak yang paling baik adalah pada konsentrasi 25 %.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Jeruk Sambal (Citrus microcarpa) Terhadap Beberapa Bakteri Patogen Maya Apriliani; Adam M. Ramadhan; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.732 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.232

Abstract

Daun jeruk sambal (Citus Microcarpa) merupakan jenis tanaman yang telah tersebar diseluruh indonesia. Daun jeruk sambal merupakan jenis buah-buahan yang memiliki rasa yang cukup asam dan daunnya memiliki aroma yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari daun jeruk sambal terhadap beberapa bakteri uji serta mengetahui konsentrasi terbaik sebagai antibakteri. Sampel dikumpulkan kemudian dilakukan maserasi dengan pelarut etanol 96%. Bakteri yang diuji ialah Staphylococcus aureus, Salmonella thypi, Bacillus subtilis dan Escherichia coli. Pengujian antibakteri dengan metode difusi agar menggunakan medium natrium agar konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%. Hasil yang didapat dengan mengukur zona bunuh dari setiap konsentrasi dengan paper disc. Diameter zona bunuh bakteri Escherichia coli (8,11 mm), Bacillus subtilis sebesar (7,57 mm), Staphylococcus aureus (7,19 mm) dan Salmonella typhi (7,59 mm). Konsentrasi terbaik sebagai antibakteri ekstrak etanol 96% daun jeruk sambal dalam membunuh bakteri Staphylococcus aureus, Salmonella thypi, Bacillus subtilis dan Escherichia coli yaitu pada konsentrasi 50%.
Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Etanol Herba Kerokot (Lygodium microphyllum) Monalyta Panjaitan; Adam M. Ramadhan; Dewi Rahmawati
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.178 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.234

Abstract

Herba Kerokot ( Lygodium microphyllum ) memiliki potensi beraktivitas sebagai tabir surya karena mengandung senyawa fenol dan flavonoid yang mampu menyerap sinar ultraviolet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori aktivitas tabir surya dari ektrak dan fraksi herba kerokot. Dilakukan ekstraksi herba kerokot lalu fraksinasi, kemudian ekstrak dan fraksi diukur menggunakan instrument spektofotometer pada panjang gelombang 292,5 -372,5 nm, Hasil pengukuran menunjukkan bahwa aktivitas tabir surya herba kerokot berdasarkan nilai presentase transmisi eritema( %Te) dan presentase pigmentasi (%Tp). berdasarkan presentase transmisi eritema aktvitas tabir surya herba kerokot termasuk dalam kategori fast tanning, proteksi ekstra dan suntan standar, sedangkan aktivitas tabir surya ekstrak herba kerokot berdasarkan presentase transmisi pigmentasi termasuk kategori sunblock dan potensi ekstra
Pengaruh Pemberian Ekstrak Taoge (Vigna radiata L.) Pada Mencit Jantan (Mus musculus) Terhadap Jumlah Anak Yang Dilahirkan Nunuk Hidayanti; Riski Sulistiarini; Adam M. Ramadhan; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.236 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.235

Abstract

Infertilitas merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang serius yang dihadapi oleh sebagian masyarakat. Taoge (Vigna radiata L.) diyakini masyarakat sebagai peningkat kesuburan alami. Taoge memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi yaitu vitamin E, vitamin C, fenol, flavonoid, fitosterol dan beberapa mineral seperti selenium, mangan, tembaga, zink dan besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak taoge terhadap perubahan jumlah anak pada hewan uji mencit. Hewan uji dibagi menjadi 4 kelompok secara acak yaitu kontrol normal tanpa pemberian ekstrak taoge, kelompok uji 1,2 dan 3 diberi ekstrak taoge dengan konsentrasi 12,5 %; 25 % dan 50 %. Pengujian ini menggunakan metode breeding sistem poligami dengan cara mengawinkan mencit jantan dan betina (1:2) hingga diperoleh anak mencit selanjutnya dihitung jumlah anak dan ditimbang bobot lahir anak mencit secara keseluruhan dan dianalisis secara deskriptif. Pemberian ekstrak taoge memberikan pengaruh terhadap perubahan jumlah anak pada hewan coba mencit jika dibandingkan dengan kontrol normal. Konsentrasi terbaik ekstrak taoge dalam meningkatkan jumlah anak kelahiran dan bobot lahir adalah konsentrasi 25 %.
Standarisasi Ekstrak Daun Nona Makan Sirih (Clerodendrum x speciosum Dombrain) Nila Ayuanji Halilah; Lizma Febrina; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.755 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.254

Abstract

Berdasarkan penelitian Novalia (2014) daun nona makan sirih berpotensi sebagai antikalkuli. Penelitian ini bertujuan untuk standarisasi ekstrak daun nona makan sirih agar dihasilkan bahan baku obat yang aman, bermutu dan berkhasiat. Dari hasil maserasi daun nona makan sirih dengan etanol 96% diperoleh rendemen ekstrak sebesar 14%. Uji kualitatif dengan pereaksi tetes ekstrak daun nona makan sirih menunjukkan adanya flavonoid, fenolik, steroid dan tanin. Penetapan kadar sari larut air sebesar 12,66%, kadar sari larut etanol 70% sebesar 2,68%, kadar sari larut etanol 96% sebesar 6%. Standarisasi ekstrak etanol 96% daun nona makan sirih meliputi parameter spesifik dan non spesifik. Penetapan susut pengeringan dan bobot jenis dilakukan secara gravimetri, dan uji cemaran mikroba dengan metode ALT. Hasil penelitian menunjukkan bobot jenis ekstrak sebesar 1,016, susut pengeringan sebesar 23,332%, cemaran bakteri 2,6 × 104 koloni/gram, cemaran kapang 3,8 × 103 koloni/gram.
Karakteristik dan Pola Penggunaan Obat Anti Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Abdul Wahab Sjarahranie Nurhayati Binti Sappo; Dewi Rahmawati; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.97 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.255

Abstract

Diabetes melitus adalah salah satu penyakit degeneratif yang menjadi ancaman kesehatan penduduk dunia pada saat ini. Jumlah penderita diabetes terus meningkat seiring dengan berubahnya pola makan dan gaya hidup. Obat-obat yang digunakan dalam terapi diabetes merupakan salah satu obat yang perlu dievaluasi karena obat-obat anti diabetes (OAD) merupakan obat yang digunakan untuk jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui katakteristik dan pola pengobatan diabetes melitus tipe 2 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. metode penelitian ini adalah deskriptif prospektif, Sampel yang diambil berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan dari hasil wawancara pasien dan rekam medik. Dari hasil penelitian pada 40 subjek didapatkan distribusi penderita diabetes tipe 2 terbanyak pada usia 46-60 tahun yaitu 15% dan lebih banyak perempuan yakni 57%. kadar gula darah 2 jam setelah makan yang terbanyak yaitu ? 200 mg/dL sebanyak 90%. Diagnosa pasien dengan Komplikasi yaitu 70%, tingkat pendidikan pasien terbanyak SMP yakni 27%, tingkat pekerjaan terbanyak swasta yakni 38 %. Penggunaan obat anti diabetes yang banyak digunakan yakni obat kombinasi antara golongan sulfonuiurea dan biguanid yakni metformin dan glimepirid sebanyak 28%. Sedangkan penggunaan kombinasi insulin rapid acting (aspart) dan long acting basal (detemir) sebanyak 13% dan penggunaan kombinasi tiga yakni glimepirid, metformin dan akarbose sebesar 13%.
Co-Authors Alviera Rifka Mahmudyah Angelina Theodora Hanyaq Arsyik Ibrahim Ayi Indah Utami Ayu Indah Cahyani Azka Rafia Bagaskara Adi Nugroho Barly Sugara Claudea Ersamy Janafrish Debbi Pasedan Desi A. Aditamasari Desy Apriati Ningsih Dewi Mayasari Dewi Rahmawati Dewi Rahmawati Dewi Rahmawati Dwi Putri Romadhoni Dwi Utami Emil Bahtiar Enjelina Natasya Sihite Erwin Samsul Esa Wi Fatma Fachry Abda El Rahman Febrina Mahmudah Ferdiand George Sarung Allo Fika Aryati Fitri Athaya Fitri Rhamadhani Fitriyani Gina Ardian Gita Rizqi Ramita Gita Yanuarti Hajrah Hajrah Hajrah Hajrah Hanggara Arifian Harra Ismi Farah Imanuel Saputra Sembiring Indah Khoirul Nisa Indri Pramita R Jaka Fadraersada Janette Rindana Paranoan Jenny Thalia Karundeng Jeny Maryani Liu Jessie Elviasari Jihan Al-Mira Jumiati Catur Ningtyas Jyulianti Dinie Mhuspita Sari Kartika Damasanti Mamonto Khofifah Nurwahidah Balqis Laode Rijai Leny Munawwarah Lia Krisdayanti Lisna Meylina Lizma Febrina Lusi Setiowati M. Arifuddin Maria Simanjuntak Marwah Ulfah Syurgana Maya Apriliani Media Yutika Mega Shinta Melinda Rahmawati Mirhansyah Ardana Monalyta Panjaitan MUHAMMAD AMIR MASRUHIM Muhammad Faisal Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi Mukti Priastomo Mukti Priastomo Neta Novalia Nila Ayuanji Halilah Nilam Cahaya Novia Syafitri Novita Eka Kartab Putri Nunuk Hidayanti Nur Masyithah Zamruddin Nur Mita Nurhayati Binti Sappo Nurina Khairana L Nurul Annisa Nurul Musdalifah Aprilia Putri Rahmatilah Raehan Natul Jannah Rahmadani, Agung Rahmat Nur Hidayat Rina Yemima Maylani Rinda Aulia Utami Ririn Pangaribuan Risna Agustina Rolan Rusli Salwa Octariani Sardjiman Sardjiman Siti Julaicha Sulistiarini, Riski Uswatun Khasanah Duri Putri VICTORIA YULITA FITRIANI Vina Mardiyanti Aprilia Vina Maulidya Wahyu Widayat Wisnu Cahyo Prabowo Yuniarti Pudji Rahayu Yunita Setianingsih Zul Zaahida Nur