Adam M. Ramadhan
Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Published : 68 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi Nanoemulsi dari Kombinasi Ekstrak Bunga Mawar (Rosa damascena Mill) dan Ekstrak Bengkoang (Pachyrhizus erosus) dengan Pembawa Minyak Medium Chain Tryglicerides (MCT Oil) Gina Ardian; Hajrah; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.136 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.326

Abstract

Bunga mawar dan bengkoang ini sering digunakan oleh masyarakat pedalaman di daerah Kalimantan Timur sebagai bahan dasar untuk perawatan bekas jerawat. Bunga mawar dan bengkoang memiliki senyawa golongan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan. MCT oil sebagai pelarut nanoemulsi yang dapat melarutkan obat atau senyawa yang memiliki kelarutan rendah dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula nanoemulsi dengan pembawa minyak MCT oil dan karakteristik fisik dari sediaan nanoemulsi. Pada pembuatan nanoemulsi menggunakan metode sonikasi dengan 3 komponen utama yaitu pembawa minyak, surfaktan dan kosurfaktan. Bahan yang digunakan dalam nanoemulsi yaitu etanol, cremophor RH 40 dan tween 80, dengan berbagai perbandingan. Hasil penelitian diperoleh formula dengan perbandingan MCT oil: Tween80: Etanol (1: 6 : 1) dengan nilai pH 4,1, ukuran partikel 67.86nm, Indeks Polidispersibilitas 0,561.
Hubungan Ketepatan Pemilihan Antibiotik Empiris dengan Outcome Terapi pada Pasien Sepsis Di Instalasi Rawat Inap Beberapa Rumah Sakit Gita Rizqi Ramita; Sabaniah Indjar Gama; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.093 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.327

Abstract

Terapi antibiotik merupakan salah satu komponen penunjang dalam keberhasilan pengobatan sepsis. Salah satu terapi sepsis yaitu menggunakan antibiotik empiris. Antibiotik empiris yang digunakan harus rasional, adekuat dan tepat untuk menghindari terjadinya resistensi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik pasien, pola pemilihan antibiotik empiris, pola sensitivitas dan resistensi bakteri terhadap antibiotik, ketepatan pemilihan antibiotik empiris, dan hubungan ketepatan pemilihan antibioktik empiris dengan outcome terapi. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan cara pengambilan data secara retrospektif, kemudian dianalisis secara deskriptif, dengan kriteria inklusi adalah diagnosa sepsis, usia dewasa, dirawat inap rumah sakit Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dan A.M Parikesit Tenggarong periode Januari-Desember 2017. Hasil penelitian menunjukkan antibiotik empiris yang digunakan adalah Ceftriaxone nilai sensitivitas sebesar 26,67% dan Meropenem nilai sensitivitas sebesar 16,67%. Ketepatan antibiotik berdasarkan uji sensitivitas bakteri menunjukkan persentase ketepatan sebesar 61,90%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa adanya hubungan ketepatan pemilihan antibiotik empiris pada pasien sepsis dengan outcome terapi (p < 0,05).
Pola Pengobatan pada Pasien Congestive Heart Failure (CHF) Di Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie Kota Samarinda Jenny Thalia Karundeng; Wisnu Cahyo Prabowo; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.471 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.328

Abstract

Congestive Heart Failure adalah suatu keadaan dimana jantung tidak dapat memompa darah yang mencukupi untuk kebutuhan tubuh. Pasien CHF pada umum nya harus diberikan sedikitnya empat jenis pengobatan yakni ACE Inhibitor,Diuretik, Beta bloker dan memerlukan obat tambahan untuk penyakit penyerta sehinggga harus diberikan beberapa jenis pengobatan. Penelitan ini bertujuan untuk melihat karakteristik dan mengetahui pola pengobatan yang digunakan . Kriteria inklusi pada penelitian ini yaitu pasien dewasa yang menderita CHF dan dirawat di Instalasi Rawat Inap RSUD Adul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian bersifat observasional dengan pengambilan data dilakukan secara prospektif dan dianalisis secara deskriptif. Data diambil pada periode agustus-Oktober 2018 melalui rekam medik. Data tersebut selanjutnya dianalisis karakteristik pasien dan pola pengobatan pasien CHF. Pravalensi terbanyak pada usia 45-59 sebesar (56.66%), jenis kelamin perempuan sebesar (53.33%), pendidikan terakhir SD (56.66%) dan berkerja sebagai Wiraswasta sebesar (56.66%). Pola pengobatan CHF yang paling banyak terdapat yaitu golongan Nitrat, Spironolakton, Diuretik, Anti Platelet dan ARB sebesar (43.33%).
Studi Pemberian Antipsikotik terhadap Beberapa Jenis Skizofrenia Di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda Rina Yemima Maylani; Jaka Fadraersada; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.653 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.333

Abstract

Skizofrenia merupakan penyakit gangguan otak parah di mana orang menginterpretasikan realitas secara abnormal gangguan pikiran berupa halusinasi, delusi, dan perilaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis Skizofrenia yang banyak dialami pasien dan keterkaitan jenis Skizofrenia dengan pemberian obat terhadap pasien Skizofrenia di instansi rawat inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan teknik pengambilan data secara prospektif. Teknik pengambilan sampel adalah Total sampling dirawat inap diRSJD Atma Husada Mahakam Samarinda. Data dianalisis secara deskriptif pada bagian catatan rekam medik. Pengambilan data dilakukan dirawat inap di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda periode agustus-oktober 2018. Hasil penelitian didapatkan pola pengobatan pada pasien Skizofrenia tak terinci lebih banyak diberikan Risperidone pada terapi tunggal dan kombinasi Risperidone + Clozapine yang banyak diberikan. Skizofrenia hebefrenik antipsikotik yang banyak diberikan adalah Haloperidol pada terapi tunggal. Skizofrenia paranoid lebih banyak diberikan Haloperidol pada terapi tunggal, dan Risperidone + Clozapine pada terapi kombinasi. Skizofrenia simpleks terapi yang diberikan adalah Clozapine, dan pada Skizofrenia yang tak tergolongkan terapi yang diberikan adalah Haloperidol dan Chlorpromazine.
Gambaran Karakteristik dan Adherence Pasien dengan Terapi Second-Line MDR-TB Di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Zul Zaahida Nur; Nurul Annisa; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.013 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.335

Abstract

Program Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) dengan terapi HRZE (first line) adalah pengobatan Tuberkulosis yang dilakukan selama 6-8 bulan dengan kepatuhan yang rendah (non adherence) yang menyebabkan responden menjadi MDR-TB. Terapi second-line MDR-TB adalah regimen terapi yang rumit dan efek samping yang dirasakan lebih besar dibandingkan dengan terapi first-line. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik dan adherence pasien dengan terapi second-line MDR-TB di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan cara pengambilan data secara retrospektif dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini berupa karakteristik pasien MDR-TB yaitu yang menjalani pengobatan tahap intensif sebanyak 12,1%, yang menjalani pengobatan tahap lanjutan sebanyak 87,9%, yang menjalani pengobatan di satelit sebanyak 69,7%, yang menjalani pengobatan di pusat sebanyak 30,3%, yang memiliki penyakit penyerta sebanyak 21,2%, yang tidak memiliki penyakit penyerta sebanyak 78,8%, laki-laki sebanyak 63,6%, perempuan sebanyak 36,4%, pada usia 18-55 tahun sebanyak 90,9%, pada usia >55 tahun sebanyak 9,1%, yang bekerja sebanyak 63,6%, dan yang tidak bekerja sebanyak 36,4%. Serta adherence pasien MDR-TB di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda adalah responden yang adherence sebanyak 72,7% dan non adherence sebanyak 27,3%.
Pengaruh Pemberian Jus Buah Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Penurunan Kadar Malondialdehid dan Asam Urat Janette Rindana Paranoan; Harra Ismi Farah; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 12 (2020): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1906.163 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v12i1.402

Abstract

Malondialdehyde (MDA) is a biomarker of oxidative stress due to the presence of free radicals in the body. Papaya fruit contains vitamin C and ?-carotene which are useful as antioxidants. This study aims to determine the initial description of MDA levels in urine and uric acid in smoker and non-smoker respondents and to determine changes in urinary MDA and uric acid levels after administration of papaya fruit juice (Carica papaya L). The research method used was experimental with a pre-post test design. The results obtained at the initial MDA level of urine of smokers and non-smokers were an average of 2.504 nmol / mL and 1.821 nmol / mL and the results obtained after giving the juice on day 7 were 1.455 nmol / mL and 0.992 nmol / mL . Meanwhile, the initial uric acid levels of each respondent were 9.6 mg / dL and 8.4 mg / dL and the results obtained after giving the juice on day 7 were 7.8 mg / dL and 6.8 mg / dL. . So it can be concluded that the provision of papaya fruit juice can reduce the levels of MDA in urine and uric acid.
Evaluasi Ketepatan Antipsikotik pada Pasien Skizofrenia di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda Khofifah Nurwahidah Balqis; Mukti Priastomo; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 12 (2020): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2823.908 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v12i1.403

Abstract

Schizophrenia is a psychotic mental disorder that causes psychiatric symptoms, such as confusion in thinking, emotions, perceptions, and deviant behavior. The purpose of this study was to determine the characteristics, pattern of use of antipsychotic drugs, and evaluation of the accuracy of antipsychotics for schizophrenia patients in the inpatient installation of RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda including the right indication, the right patient, the right drug selection, the right dose, the right frequency and the right duration. administration based on Pharmacotherapy Handbook Tenth Edition Algorithms and Formularium schizophrenia at RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda. This type of research is observational. The data collection was done retrospectively with the sampling technique with total sampling on medical records at RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda. The results of The most prescribed antipsychotics in schizophrenia patients was the administration of a single antipsychotic risperidone (21.51%), and the administration of a clozapine-risperidone combination antipsychotic (20.43%). Accuracy of antipiscotic use with precise parameters of indication, patient, drug selection, dose, frequency of administration and exact duration of administration based on the Pharmacotherapy Handbook Tenth Edition Algorithms and formulary at RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda is 100% accurate from the 93 drug prescriptions studied.
Uji Aktivitas Antibakteri Asap Cair Daun Mangga Kuweni (Mangifera odorata) terhadap Propionibacterium acnes: Antibacterial Activity Test of Liquid Smoked Leaves of Mango Kuweni (Mangifera odorata) against Propionibacterium acnes Bagaskara Adi Nugroho; Adam M. Ramadhan; Novita Eka Kartab Putri
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 14 (2021): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.157 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v14i1.546

Abstract

Liquid smoke is the result of condensation or vapor condensation produced by direct or indirect combustion of materials containing cellulose, lignin, hemicellulose, and other carbon compounds. The function of liquid smoke is as an antioxidant and antibacterial. The purpose of this study was to determine the percent yield obtained, the secondary metabolites contained in the liquid smoke, and the bacterial inhibitory activity of the liquid smoke of the leaves of Mango Kuweni (Mangifera odorata). The method used in this research is pyrolysis and distillation for the manufacture of liquid smoke. As for the antibacterial test using the agar diffusion method with paper discs. The results showed that the yield obtained from the manufacture of liquid smoke grade 3 was 26.87%, grade 2 was 17.91%, and grade 1 was 14.33%. Secondary metabolites contained in the liquid smoke of the leaves of Mango Kuweni (Mangifera odorata) are Flavonoids, Alkaloids, and Phenols. The results of antibacterial testing using the bacteria Propionibacterium acnes showed inhibitory activity of 20% concentration of 4.4 mm (weak), 30% concentration of 4.76 mm (weak), 40% concentration of 5.21 mm (weak) and positive control, namely clindamycin of 15.27 mm (strong).
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Secara Kuantitatif dan Kualitatif Pada Pasien Bedah Digestif di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda: Quantitative and Qualitative Evaluation of Antibiotic Use in Digestive Surgery Patients at Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarinda Enjelina Natasya Sihite; Adam M. Ramadhan; Erwin Samsul
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 14 (2021): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.028 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v14i1.552

Abstract

Antibiotics are drugs that are the most widely prescribed to treat bacterial infections. Prescription of high and not wise antibiotics has a detrimental impact: increasing antibiotic resistance. This study aimed to determine patient characteristics, quantity, and quality of antibiotic use in digestive surgery patients at Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarinda from January-December 2020. This study is a retrospective observational study with data collection techniques using the purposive sampling method. The results obtained 75 medical records, with the majority of the adults (26-45 years old) were 35 patients (48%), men were 45 patients (60%), length of stay 4-5 days were 30 patients (40%), private workers were 23 patients (30.7%), and type of disease appendicitis were 27 patients (36%). The most used antibiotic is ceftriaxone, which is 64.41 DDD/100 patient days, and antibiotics included in segment 90% were ceftriaxone and metronidazole. The quality of antibiotic use was 54.91% included in category 0 including ceftriaxone, metronidazole, cefpirom, and levofloxacin, category IIIB as 35.26% including ceftriaxone, metronidazole, cefpirom, and cefixime, category IIIA as 4.05% including ceftriaxone and metronidazole, the IVC category as 4.62% including ceftriaxone and cefixime, and IVA as 1.16% including metronidazole.
Identifikasi Drug Related Problems Pada Pasien Congestive Heart Failure di Rumah Sakit “X” Balikpapan: Identification of Drug-Related Problems in Patients with Congestive Heart Failure at “X” Hospital Balikpapan Esa Wi Fatma; Nur Masyithah Zamruddin; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 14 (2021): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.807 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v14i1.554

Abstract

Heart failure is a condition where the heart fails to pump blood to meet the needs of the tissues. CHF patients are generally given at least 4 types of drugs, namely ACEIs, beta blockers, diuretics and digoxin. As a result, if it is not considered properly, it will be detrimental to the patient. This study is a non-experimental observational study with retrospective data collection on medical record data of patients who meet the inclusion criteria with the aim of knowing patient characteristics, knowing the description of drug use and knowing the incidence of DRPs in CHF patients at Hospital "X" Balikpapan. The results obtained from 106 patients, male patients were taller than female by 68 patients (64.15%), the highest age was in the late elderly category (56-65 years) as many as 40 patients (37.73%), the highest comorbid namely HHD 31 patients (29.24%), VES 16 patients (15.10%), renal insufficiency 13 patients (12.26%) and hypokalemia 13 patients (12.26%). The description of drug use in CHF patients included aspirin in 77 patients (72.64%), furosemide 62 patients (58.49%) and bisoprolol 49 patients (46.22%). The incidence of DRPs in the drug interaction category was 88 patients (83.01%), indicated without drugs 10 patients (9.43%), drugs without indications 4 patients (3.77%), inaccuracy of drug selection 2 patients (1.88%) , and failure to receive medication in 1 patient (0.94%), no incidence was found in the low dose, over dose and ADR categories.
Co-Authors Alviera Rifka Mahmudyah Angelina Theodora Hanyaq Arsyik Ibrahim Ayi Indah Utami Ayu Indah Cahyani Azka Rafia Bagaskara Adi Nugroho Barly Sugara Claudea Ersamy Janafrish Debbi Pasedan Desi A. Aditamasari Desy Apriati Ningsih Dewi Mayasari Dewi Rahmawati Dewi Rahmawati Dewi Rahmawati Dwi Putri Romadhoni Dwi Utami Emil Bahtiar Enjelina Natasya Sihite Erwin Samsul Esa Wi Fatma Fachry Abda El Rahman Febrina Mahmudah Ferdiand George Sarung Allo Fika Aryati Fitri Athaya Fitri Rhamadhani Fitriyani Gina Ardian Gita Rizqi Ramita Gita Yanuarti Hajrah Hajrah Hajrah Hajrah Hanggara Arifian Harra Ismi Farah Imanuel Saputra Sembiring Indah Khoirul Nisa Indri Pramita R Jaka Fadraersada Janette Rindana Paranoan Jenny Thalia Karundeng Jeny Maryani Liu Jessie Elviasari Jihan Al-Mira Jumiati Catur Ningtyas Jyulianti Dinie Mhuspita Sari Kartika Damasanti Mamonto Khofifah Nurwahidah Balqis Laode Rijai Leny Munawwarah Lia Krisdayanti Lisna Meylina Lizma Febrina Lusi Setiowati M. Arifuddin Maria Simanjuntak Marwah Ulfah Syurgana Maya Apriliani Media Yutika Mega Shinta Melinda Rahmawati Mirhansyah Ardana Monalyta Panjaitan MUHAMMAD AMIR MASRUHIM Muhammad Faisal Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi Mukti Priastomo Mukti Priastomo Neta Novalia Nila Ayuanji Halilah Nilam Cahaya Novia Syafitri Novita Eka Kartab Putri Nunuk Hidayanti Nur Masyithah Zamruddin Nur Mita Nurhayati Binti Sappo Nurina Khairana L Nurul Annisa Nurul Musdalifah Aprilia Putri Rahmatilah Raehan Natul Jannah Rahmadani, Agung Rahmat Nur Hidayat Rina Yemima Maylani Rinda Aulia Utami Ririn Pangaribuan Risna Agustina Rolan Rusli Salwa Octariani Sardjiman Sardjiman Siti Julaicha Sulistiarini, Riski Uswatun Khasanah Duri Putri VICTORIA YULITA FITRIANI Vina Mardiyanti Aprilia Vina Maulidya Wahyu Widayat Wisnu Cahyo Prabowo Yuniarti Pudji Rahayu Yunita Setianingsih Zul Zaahida Nur