Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Pengetahuan Pentingnya Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Larasati, Niken; Sugiyono, Sugiyono; Andriani, Yuni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v7i1.6109

Abstract

Kepatuhan minum obat menjadi suatu hal penting karena merupakan hal yang mendasari dari keberhasilan pengobatan yang dilakukan. Pemahaman masyarakat terkait penyakit dan risiko yang akan terjadi apabila tidak terobati merupakan faktor penting untuk menjaga keteguhan pasien dalam menjalankan terapi. Hal tersebut menunjukkan pemberian informasi serta edukasi dini mengenai kepatuhan minum obat penting bagi masyarakat usia remaja. Kegiatan ini dilakukan dengan pemberian materi edukasi kepada 32 orang siswa di SMK YPKK 1 Sleman. Kegiatan diawali dengan penyusunan materi dan soal sebagai instrument. Pada pelaksanaannya, tim memberikan pretestt dan postest untuk menganalisis tingkat pengetahuan siswa mengenai kepatuhan minum obat. Hasil pretestt dan postest kemudian dilakukan pengujian Paired Sample T-test yang mendapatkan hasil nilai Sig. (2-tailed) 0,003 ((Sig. (2-tailed) 0,05). Berdasarkan hasil tersebut terlihat terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil sebelum dan sesudah pemberian materi. Pemberian perlakuan berupa pemaparan materi terkait kepatuhan minum obat memberikan pengaruh yang bermakna terhadap tingkat pengetahun siswa SMK. 
Potensi dan pemanfaatan limbah sayur Pasar Angso Duo di Sekolah Bank Sampah Al-Kautsar Kota Jambi Pratama, Septa; Riastawaty, Dewi; Agustian, Efandri; Andriani, Yuni
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v5i2.809

Abstract

Pasar Angso Duo merupakan pasar induk yang ada di kota jambi. Dengan luas sekitar 5 Ha, pasar angso duo menjadi pasar terbesar di provinsi jambi dan juga merupakan pusat distribusi sayuran baik dari dalam kota maupun dari luar kota untuk di jual ke pedagang-pedagang kecil lain. Berdasarkan hasil waancara dengan pengurus pasar angso duo, didapatkan informasi bahwa pasar angso duo menghasilkan limbah sayuran sekitar 10 ton/malam nya. Sayangnya , pengelolaan sampah di kota jambi masih belum berjalan dengan baik, belum ada rencana pemanfaatan dari limbah tersebut. Kemudian, program dari pemerintah kota jambi untuk pengolahan limbah organic ini juga masih belum ada. Metode yang dilakukan yaitu mulai dari persiapan, kemudian penyuluhan, praktik langsung dan terakhir pendampingan dengan durasi waktu pelaksanaan selama kurang lebih 5 bulan hingga desember 2023 ini. Hasil yang telah diperoleh antara lain berupa Peningkatan Pengetahuan warga terhadapt prospek sampah organic untuk dijadikan pupuk cair, artikel di media sosial, serta video kegiatan yang di upload di youtube. Kesimpulan dari kegiatan ini bahwa sampah sayuran di pasar angso duo memiliki prospek nilai ekonomi yang menjanjikan jika dimanfaatkan dengan baik, dan salah satu hal yang dapat dilakukan yaitu dengan upaya pengabdian masyarakat ini.
Phytochemical Analysis and Determination of MIC and MFC of Cacao Leaves Extract (Theobroma cacao L.) against Malassezia furfur Lestari, Siti Marwah; Camelia, Leonyta; Rizki, Widya Twini; Pratama, Septa; Khutami, Chindiana; Amelia, Amraini; Rahmadevi, Rahmadevi; Andriani, Yuni
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v9i2.316

Abstract

Pityriasis versicolor is a disease caused by Malassezia furfur. One of the plants that can potentially act as antifungal is cacao leaves (Theobroma cacao L.), which contain several secondary metabolite compounds, including alkaloids, flavonoids, tannins, quinones, terpenoids, and saponins. This study aims to determine the phytochemical analysis and the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Fungicidal Concentration (MFC) of cacao leaves ethanolic extract against M. furfur. Extracts were obtained by maceration using 70% ethanol and phytochemicals analysis using Herborne’s method. Furthermore, the extracts were made into concentrations’ variations of 3.125%; 6.25%; 12.5%; 25%; 50%; and 100% for testing antifungal activity, with 10% DMSO as negative control and 2% Ketoconazole and Itraconazole as positive controls. MIC was performed with liquid macrodilution method, and MFC was performed with spread method. The results of phytochemical analysis showed that the extract contained alkaloids, flavonoids, phenols, tannins, quinones, terpenoids and saponins. MIC value was obtained at concentration of 50% and MFC value was obtained at 100%. Cacao leaves ethanolic extract with concentration of 50% can inhibit M. furfur’s growth and with 100% can eliminate M. furfur.
Penggunaan Antibiotik Restriksi pada Pasien Sepsis di Ruang ICU RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Periode 2017-2019: Use of Restricted Antibiotics in Sepsis Patients in the ICU at H. Abdul Manap Hospital, Jambi City for the 2017-2019 Period Fidya Rizky Bardani; Yuni Andriani; Rahmadevi Rahmadevi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i2.282

Abstract

Saat ini resistensi antibiotik menjadi perhatian dunia karena dampaknya terhadap peningkatan angka morbiditas, mortalitas, biaya terapi dan kegagalan terapi. Pada ruang yang dibatasi disebut juga dengan antibiotik restriksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui persentase penggunaan antibiotik restriksi pasien Sepsis di Ruang ICU RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi periode 2017-2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan ICU, penggunaan antibiotik terbilang tinggi, sehingga risiko resistensi antibiotik juga tinggi. Restriksi antibiotik merupakan strategi di dunia kesehatan untuk mengurangi kejadian resistensi antibiotik dengan cara membatasi penggunaan antibiotik, antibiotik data secara retrospektif dan menggunakan teknik purposive sampling. Terdapat 38 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian karakteristik pasien menunjukkan sampel dominan perempuan 21 pasien (55,3%), rentang usia >65 tahun 15 pasien (39,5%), lama rawatan <7 hari 21 pasien (55,3%), meninggal 23 pasien (60,5%) dan penyakit penyerta DM Tipe II 4 pasien (12,5%). Hasil penelitian antibiotik restriksi yang digunakan pasien meliputi: meropenem 31 pasien (69%), levofloxacin 7 pasien (15,6%), ciprofloxacin 2 pasien (4,5%), cipoferazon 1 pasien (2,2%) dan ceftazidim 1 pasien (2,2%). Angka persentase penggunaan antibiotik restriksi dari tahun 2017 – 2019 adalah 100%, 75% dan 76%. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu nilai persentase penggunaan antibiotik restriksi pada pasien Sepsis mengalami penurunan pada tahun ke-2 dan cenderung menetap di tahun berikutnya. Nilai persentase tertinggi yaitu ditahun 2017 sebesar 100% terendah ditahun 2018 sebesar 75%.
Penggunaan Antibiotik Restriksi pada Pasien Ulkus, Abses dan Batu Kandung Kemih di Bangsal Bedah RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Periode 2017-2019: Use of Restrictive Antibiotics in Patients with Ulcers, Abscesses and Bladder Stones in the Surgical Ward of H. Abdul Manap Hospital, Jambi City, 2017-2019 Satiya Ningsih; Yuni Andriani; Rahmadevi Rahmadevi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.297

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai meningkatkan kasus terjadinya resistensi antibiotik. Pembatasan jenis antibiotik atau antibiotik restriksi merupakan salah satu strategi untuk mengurangi kejadian resistensi antibiotik, menekan biaya antibiotik serta menurunkan pemakaian antibiotik yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase penggunaan antibiotik restriksi pada pasien Ulkus, Abses dan Batu Kandung Kemih di Bangsal Bedah RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Periode 2017-2019. Penelitian ini menggunakan desain penelitian non-eksperimental yang bersifat deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara restrospektif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil perolehan sampel pada penelitian ini sebanyak 43 sampel yang memenuhi kriteria dari 135 pasien populasi diantaranya dengan diagnosis ulkus 15 sampel terdiri dari 40% pasien laki-laki dan 60% pasien perempuan, 40% usia 56-65 tahun dengan komorbid diabetes melitus tipe 2. Pasien dengan diagnosis abses 18 sampel terdiri dari 61,1% pasien laki-laki dan 38,9% pasien perempuan, 27,8% usia 36-45 tahun dengan komorbid sepsis dan diabetes melitus tipe 2. Pasien dengan diagnosis batu kandung kemih 10 sampel terdiri dari 30% pasien laki-laki dan 70% pasien perempuan, 60% usia 46-65 tahun. Selama periode 2017 sampai 2019 untuk pasien ulkus, abses dan batu kandung kemih menggunakan 2 jenis antibiotik restriksi yaitu ciprofloxacin dan levofloxacin. Pada pasien ulkus, abses dan batu kandung kemih jumlah penggunaan antibiotik restriksi yang banyak digunakan ialah antibiotik ciprofloxacin dengan persentase 21%, sedangkan penggunaan levofloxacin dengan persentase sebesar 10%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan antibiotik restriksi periode 2017-2019 pada diagnosis ulkus yaitu 41%, 35,7% dan 25%. Pada diagnosis abses yaitu 40%, 25% dan 35,2% serta pada diagnosis batu kandung kemih yaitu 18,1%, 33,3% dan 20%.
Aktivitas Neuroprotektan Teh Celup Daun Sisik Naga (Pyrrosia piloselloides (L.) M. G. price) terhadap Demensia: Neuroprotectant Activity of Dragon Scales Leaf Tea Bag (Pyrrosia piloselloides (L.) M. G. price) on Dementia Nurainun Nurainun; Yuni Andriani; Lili Andriani
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i2.457

Abstract

Daun sisik naga (Pyrrosia piloselloides (L.) M. G. Price) memiliki aktivitas sebagai antibakteri, antioksidan, antipiretik dan sebagai obat penurun panas. Selain itu daun sisik naga juga mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, polifenol, saponin, tanin dan steroid, sehinga diduga berpotensi sebagai neuroprotektan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental in vivo secara preventif dengan menggunakan mencit putih galur Swiss- Websters sebagai hewan uji. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok diantaranya kelompok uji, kelompok kontrol positif, kelompok kontrol negatif, kelompok pembanding herbal dan kelompok normal, dimana masing-masing kelompok diberikan perlakuan selama 12 hari dan diberikan diazepam setelah 30 menit pemberian sampel selama 5 hari. Dilanjutkan dengan uji aktivitas menggunakan alat uji Morris Water Maze pada hari ke-8,9,10,11 (Hidden Platform) dan hari ke-12 (probe Trials). Hasil menunjukan bahwa pemberian seduhan teh celup daun sisik naga memiliki aktivitas neuroprotektan dengan potensi lebih bagus dari kelompok normal dan dapat meningkatkan memori spasial pada hewan uji model demensia yang mempunyai aktivitas hampir sama dengan kelompok pembanding herbal pegagan. Jadi daun sisik naga dapat digunakan sebagai neuroprotektan pada demensia dengan tingkat kepercayaan (p<0,005) menggunakan analisa LSD
Analisis Efektivitas Biaya (Cost Effectiveness Analysis) Monoterapi Pada Pasien Preeklampsia Di Rsud Sleman Andriani, Yuni; Hidiyaningtyas, Lutfi; Utami, Nendhi Wahyunia
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 12 No 3 (2023): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v12i3.1234

Abstract

Background: Preeclampsia treatment if not treated immediately will cause seizures and even cause death. Rational treatment can be seen from the (outcome) therapy and costs. Pharmacoeconomic analysis can be used to see which drug is most effective in terms of therapeutic outcomes and the costs incurred to obtain that therapy.Objective: This study aims to analyze the cost-effective antihypertensive monotherapy in preeclampsia patients.Methods: The research was conducted at the Sleman Regional Hospital on inpatient preeclampsia patients for the 2021-2022 period. Retrospective data collection in the form of medical record data and financial administration. The effectiveness of therapy is calculated based on blood pressure and length of stay with ICER (Incremental Cost-Effectiveness Ratio) calculations.Results: The description of the characteristics of preeclampsia patients at Sleman Regional Hospital is dominated by those aged 20-35 years, 23 patients (51%), without comorbidities, 39 patients (87%). The most widely used antihypertensive monotherapy was Nifedipine in 33 patients (73%). The cost effective monotherapy is Nifedipine, with an ICER value of Rp. 3,258 based on blood pressure and an ICER of -Rp. 6,041 based on LOSConclusion: Monotherapy that cost effective for hospitalized preeclampsia patients at Sleman Regional Hospital is Nifedipine.
Mengenal Gejala Nyeri dan Solusi Melalui Pendekatan Tradisional dan Medis Larasati, Dwi; Andriani, Yuni; Hidiyaningtyas, Luthfi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 11 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i11.1963

Abstract

Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang dapat mengganggu kualitas hidup seseorang. Penanganan nyeri yang tepat, baik secara medis maupun tradisional, sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, sebagian masyarakat masih mengandalkan pengobatan sendiri atau swamedikasi tanpa pemahaman yang memadai, sehingga berisiko menimbulkan efek samping atau memperburuk kondisi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait nyeri, penyebabnya, serta penatalaksanaan yang tepat menggunakan pendekatan medis dan tradisional. Kegiatan dilaksanakan melalui pemeriksaan kadar asam urat, penyuluhan, dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan nyeri, termasuk pentingnya konsultasi medis dan penerapan gaya hidup sehat.
Meningkatkan Pengetahuan Swamedikasi Pada Era Pandemi Covid-19 di SMA N 1 Kalibawang, Kulonprogo, Yogyakarta Husna, Nadia; Andriani, Yuni
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 1 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i1.677

Abstract

Pandemi COVID-19 yang terjadi pada awal tahun 2020 hingga saat ini di Indonesia menyebabkan banyak permasalahan yang terjadi, salah satunya adalah pemerintah yang memberlakukan Pembatasan Pusat Kegiatan Masyarat (PPKM) di berbagai daerah khususnya Yogyakarta. Hal tersebut membuat kecemasan masyarakat semakin meningkat dan terpaksa melakukan pengobatan sendiri dari rumah. Apoteker merupakan salah satu tenaga kesehatan yang berkompeten melakukan kegiatan swamedikasi. Kegiatan swamedikasi merupakan suatu tindakan pemilihan obat (tanpa resep dokter) untuk mengatasi penyakit atau gejala penyakit. Swamedikasi dalam prakteknya memerlukan informasi yang benar agar dapat dicapai mutu pengobatan sendiri yang baik, sehingga perlu dilakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan mereka dalam melakukan swamedikasi di lingkungan keluarga selama masa pandemi. Kegiatan terdiri dari empat tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Tahapan persiapan terdiri dari observasi lapangan, pengumpulan bahan, penyusunan proposal, dan persiapan materi. Tahap pelaksanaan kegiatan yaitu pre test, ceramah, diskusi. Tahapan evaluasi meliputi pos test, pengisian kuisioner, dan penyusunan laporan. Sasaran kegiatan ini adalah siswa-siswi SMA N 1 Kalibawang, Kulonprogo, Yogyakarta. Hasil tes pengetahuan peserta tentang swamedikasi sebelum dan sesudah kegiatan dilaksanakan meningkat dari 69,30% menjadi 78,60%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan swamedikasi secara benar kepada siswa/siswi SMA N 1 Kalibawang.
Penyuluhan Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi Pada Lansia Di Dusun Jaranan Bantul Andriani, Yuni; Anggraini, Dian
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i2.739

Abstract

Hipertensi sering kali disebut sebagai pembunuh gelap karena gejala tidak terlihat lebih awal sebagai peringatan bagi korbannya. Jumlah penyandang hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 Miliar orang yang terkena hipertensi. Prevalensi hipertensi di Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai penyakit tidak menular yang paling banyak menyebabkan kematian. Pra lansia (45-59 tahun) dan lansia (60-70 tahun) merupakan orang yang mempunyai faktor risiko tinggi terjadinya hipertensi, sehingga perlu dilakukan penyuluhan pencegahan dan pengendalian hipertensi pada lansia supaya lebih memperhatikan pola hidup yang sehat agar tidak menimbulkan hipertensi yang mungkin disertai dengan komplikasi berbahaya lainnya. Pengabdian masyarakat ini ditujukan kepada warga pra lansia dan lansia Dusun Jaranan, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini akan dilakukan dengan metode ceramah dan dilanjutkan dengan diskusi interaktif dengan 40 peserta. Tahapan dari kegiatan ini yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Tahapan persiapan terdiri dari observasi lapangan, pengumpulan bahan, penyusunan proposal, dan persiapan materi. Tahap pelaksanaan kegiatan yaitu pretest, ceramah, dan diskusi. Tahapan evaluasi meliputi posttest, pengisian kuisioner, dan penyusunan laporan. Hasil dari nilai pretest peserta yakni sebanyak 26 peserta (65%) mempunyai pengetahuan yang kurang, 12 peserta (30%) mempunyai pengetahuan yang cukup, dan hanya 2 peserta (5%) memiliki pengetahuan yang baik terkait hipertensi. Hasil dari nilai posttest pengetahuan peserta terkait hipertensi meningkat dilihat dari tidak ada peserta (0%) berada dalam kategori kurang, 18 peserta (45%) masuk ke dalam kategori cukup dan 22 peserta (55%) dengan kategori baik. Berdasarkan hasil evaluasi yang didapatkan, penyuluhan dengan metode ceramah ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat lansia terkait pencegahan dan pengendalian hipertensi dilihat dari rata-rata kenaikan nilai pretest dan posttest dari 49% (kategori kurang) menjadi 82% (kategori baik).
Co-Authors Agdes Amelia Ahmad Sukron Ammar Annafi Amraini Amelia Andriani, Medi Anggresani, Lia anggriani, Adelia Anjar , Devita Ara Ofiana Astridawati, Indah Barmi Hartesi Bunga Debi Lestari Camelia, Leonyta Defirson, Defirson Deni Syaputra Desi Ambar Sari Desi Sagita Devika Nurhasanah Dewi Riastawaty Dian Anggraini Dolih Gozali Doni saputra Doni Saputra Dwi Larasati Efandri Agustian Eflisa Endah Putri Eka Trisianawati, Eka Ekowati Handharyani Fauziah, Wiwin Feby Adriani Fhatia Medina Fidya Rizky Bardani habibie, m Helmi Arifin Hidiyaningtyas, Lutfi Hidiyaningtyas, Luthfi Husna, Nadia Indah Astridawati Indra, Kholif Sholehah Indra K Indri Meirista Khutami, Chindiana Krespo, Gala Lestari, Marselina Alisa Lia Anggresani Lili Andriani Lili Andriani Lili Andriani Lili Andriani Marisha S, Tria Martua, Aris Sahat Medina, Fhatia Muhammad Randa N, Nawawi Nawawi Nawawi Nela Andriani Niken Larasati Novia Ariani Dewi Nurainun Nurainun Ongki Aleksander Rahmadevi Randa, Muhammad Randika Fransiska Reza Iqbal Suhada Rizki, Widya Twini Rizky Yulion Rizqa Salsabila Firdausia Santi Perawati Santi Perawati, Santi Satiya Ningsih Septiani, Frisca Nindy Siti Hamidatul 'Aliyah Siti Jamilah Siti Marwah Lestari Sri Soeryati Sugiyono Sugiyono Sugiyono Sutrisno , Deny Syahyeri, Afrizal Wahyu Darma Syamsul Arifin Titami, Arina Tria Marisha S Tsalasani, Nanda Utami, Nendhi Wahyunia Vera Anggie Almatiin Warani, Lulu Laily Aji Wulan, Wulan Wulandari, Sephia Yego Aprio Yusmiarni, Yusmiarni Zakiah, Manda Liyana