Claim Missing Document
Check
Articles

Histopatologi Limpa Ayam Petelur Pascavaksinasi Avian Influenza H5N1 Isolat dari Bali Putu Intan Kusuma Wardani; Gusti Ayu Yuniati Kencana; Ida Bagus Oka Winaya; I Ketut Eli Supartika
Buletin Veteriner Udayana Vol. 15 No. 1 February 2023
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2023.v01.i01.p04

Abstract

Avian Influenza H5N1 termasuk ke dalam kelompok penyakit menular strategis dan bersifat zoonosis mematikan baik pada hewan maupun manusia yang terinfeksi. Salah satu strategi utama dalam pencegahan AI di Indonesia yaitu dengan vaksinasi. Efektivitas vaksin AI akan lebih baik apabila strain virus dalam vaksin yang digunakan homolog dengan strain virus yang ada di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui histopatologi limpa ayam petelur pascavaksinasi AI-H5N1 isolat dari Bali dengan parameter diameter folikel limfoid pulpa putih limpa. Sebanyak 36 ekor ayam petelur strain Novogen Brown digunakan untuk sampel penelitian. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu P0/kelompok kontrol tanpa perlakuan dan P1 kelompok dengan perlakuan vaksinasi AI-H5N1 isolat dari Bali. Masing-masing kelompok terdiri dari 18 ekor ayam petelur. Ayam dipelihara sejak berusia 1 hari. Vaksinasi dilakukan setelah ayam berumur 5 minggu dan di booster pada umur 10 minggu dengan dosis vaksin 0,5 ml/ekor. Pengambilan sampel organ limpa dilakukan tiga minggu pascavaksinasi booster untuk pembuatan preparat histopatologi. Data hasil pemeriksaan preparat histopatologi limpa ayam petelur dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian pengukuran pada organ limpa, menunjukkan rerata diameter folikel limfoid pulpa putih limpa ayam petelur dengan perlakuan vaksinasi AI-H5N1 isolat dari Bali memiliki diameter lebih besar dibandingkan dengan kelompok ayam yang tidak divaksinasi. Simpulan dari penelitian ini adalah vaksinasi AI-H5N1 isolat Bali berpengaruh nyata terhadap penambahan diameter folikel limfoid pulpa putih limpa ayam petelur pascavaksinasi.
PENEGUHAN DIAGNOSIS PENYAKIT NEWCASTLE DISEASE LAPANG PADA AYAM BURAS DI BALI MENGGUNAKAN TEKNIK RT-PCR Gusti Ayu Yuniati Kencana; I Made Kardena; I Gusti Ngurah Kade Mahardika
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 6, No 1 (2012): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.907 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v6i1.349

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendiagnosis kasus newcastle disease (ND) lapangan pada ayam bukan ras yang bersifat akut melalui hasil pemeriksaan di Laboratorium Patologi dan Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana tahun 2008-2009. Sebanyak sepuluh ekor sampel ayam buras telah diperiksa. Gejala klinis yang teramati meliputi: anoreksia, lesu, bersin, batuk, dan diare putih kehijauan dengan diagnosis sementara sebagai penyakit ND yang bersifat akut. Sampel diambil dari organ yang mengalami perubahan patognomonis seperti pada proventrikulus, ventrikulus, seka tonsil, paru-paru dan otak. Perbanyakan virus menggunakan telur ayam bertunas (TAB) umur 10 hari melalui ruang alantois dan diinkubasikan pada inkubator telur suhu 37° C selama 3 hari. Koleksi cairan alantois dilakukan pada hari ke-3, selanjutnya diidentifikasi dengan uji serologi hemaglutinasi (Haemaglutination-Inhibition Test/HA/HI) dengan teknik mikrotiter baku dan dikonfirmasi dengan uji reverse transcriptase-polymerase chain reaction (RT-PCR) menggunakan primer FNDIFP (5’-CCCCGTTGGAGGCATAC-3’) dan FNDIBP (5’-TGTTGGCAGCATTTTGATTG-3’). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel kasus ayam bukan ras yang diperiksa positif terinfeksi oleh virus penyakit ND akut. Kajian ini mengindikasikan bahwa penyakit ND di Bali masih bersifat endemis.
The Characteristic of Egg Drop Syndrome Virus of Medan Isolate Gusti Ayu Yuniati Kencana; I Nyoman Suartha; Arini Nurhandayani; Syamsidar Syamsidar
Journal of Veterinary and Animal Sciences Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Institute for Research and Community Service, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JVAS.2017.v01.i01.p04

Abstract

Egg Drop Syndrome (EDS) is a poultry disease marked by a decrease of egg production up to 40% with a declined quality of eggs. In Indonesia, EDS is astrategically infectious disease that must be eradicated. Until now, EDS vaccines are available, vaccinations on egg-laying chicken have been conducted nevertheless the case of EBS are still found. This research collaborates with PT Sanbio Laboratories (Poultry vaccine producer in Bogor) aimed to prepare EDS seed vaccines from local isolates. Isolate samples are collected from ten egg-laying chicken farmswith signs of declined production and egg quality as well as unevenly shaped and thinning of egg shells. Virus isolation was conducted on embryonated duck eggs at the age of 11 days through the allantoic space. Embryonated duck eggs are then incubated for 3 days in the incubator at 370C and are observed daily. On the third day, the eggs are taken out of the incubator and then inserted in the cooler overnight. The allantoic fluid is harvested on the third day post inoculation; it is identified with haemaglutination test and Polymerase Chain Reaction (PCR). Six isolates are positively identified as EDS virus: two from the Medan isolates, there from the Rumpin isolates, and one from Surabaya isolate. One isolate is chosen; which was the EDS isolate of Medan, with the highest titer for passaging and characterization. The content of the virus is calculated with Reed and Muench formula and expressed in a unit of Egg Lethal Dose 50 (ELD50). Research results shows titer of Medan EDS virus isolate after the second passage was 1012 HA Unit, with virus content of 109,5 EID50, length base product of PCR that was successfully amplified as 500bp. Therefore the Medan isolate is a recommended candidate for EDS vaccine seeds.
Penyakit tetelo pada ayam lokal – Laporan kasus Hartaputera, I Nyoman Surya Tri; Kencana, Gusti Ayu Yuniati; Adi, Anak Agung Ayu Mira; Sudipa, Putu Henrywaesa; Sulabda, I Nyoman
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.9-10

Abstract

Peternakan ayam lokal tradisional, dibandingkan dengan peternakan unggas komersial, menghadapi banyak tantangan terkait penyakit, dengan salah satu ancaman utama adalah virus penyakit tetelo. Laporan kasus ini menggambarkan ayam lokal berumur 8 minggu yang terinfeksi virus Newcastle disease terdeteksi melalui pemeriksaan aspek epidemiologi, patologi, dan virologi. Angka kesakitan di peternakan ini adalah 65%, dengan angka kematian 20% dan angka kematian 30,7%. Hasil pemeriksaan anatomi dan histopatologi menunjukkan adanya perubahan patologis pada berbagai organ. Uji laboratorium menggunakan uji Haemmaglutination-Inhibition dan Haemmaglutination memastikan adanya virus penyakit tetelo. Berdasarkan gejala klinis, temuan patologi anatomi, analisis histopatologi, isolasi virus, dan identifikasi, disimpulkan bahwa ayam yang terkena penyakit tersebut terinfeksi penyakit Newcastle velogenik viscerotropik.
PENEGUHAN DIAGNOSIS PENYAKIT NEWCASTLE DISEASE LAPANG PADA AYAM BURAS DI BALI MENGGUNAKAN TEKNIK RT-PCR Kencana, Gusti Ayu Yuniati; Kardena, I Made; Kade Mahardika, I Gusti Ngurah
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 6, No 1 (2012): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v6i1.349

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendiagnosis kasus newcastle disease (ND) lapangan pada ayam bukan ras yang bersifat akut melalui hasil pemeriksaan di Laboratorium Patologi dan Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana tahun 2008-2009. Sebanyak sepuluh ekor sampel ayam buras telah diperiksa. Gejala klinis yang teramati meliputi: anoreksia, lesu, bersin, batuk, dan diare putih kehijauan dengan diagnosis sementara sebagai penyakit ND yang bersifat akut. Sampel diambil dari organ yang mengalami perubahan patognomonis seperti pada proventrikulus, ventrikulus, seka tonsil, paru-paru dan otak. Perbanyakan virus menggunakan telur ayam bertunas (TAB) umur 10 hari melalui ruang alantois dan diinkubasikan pada inkubator telur suhu 37 C selama 3 hari. Koleksi cairan alantois dilakukan pada hari ke-3, selanjutnya diidentifikasi dengan uji serologi hemaglutinasi (Haemaglutination-Inhibition Test/HA/HI) dengan teknik mikrotiter baku dan dikonfirmasi dengan uji reverse transcriptase-polymerase chain reaction (RT-PCR) menggunakan primer FNDIFP (5-CCCCGTTGGAGGCATAC-3) dan FNDIBP (5-TGTTGGCAGCATTTTGATTG-3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel kasus ayam bukan ras yang diperiksa positif terinfeksi oleh virus penyakit ND akut. Kajian ini mengindikasikan bahwa penyakit ND di Bali masih bersifat endemis.
Co-Authors Adi, Anak Agung Ayu Mira Agustin Zaharia Paderi Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Sagung Kendran Andika Budi Kurnianto Anggreni, Ni Kadek Wiwik Aprilia Kusumastuti Aprillia Kusumastuti Arini Nur Handayani Arini Nur Handayani Arini Nurhandayani Arini Nurhandayani Baiq Indah Pertiwi Bhakty, Zatya Wira Charles Rangga Tabbu DERISNA SAWITRI UNGSYANI Estry Gusnita Damanik Fajar Mubarok G.A.M.K. Dewi Gusti Ayu Mayani Kristina Dewi Gusti Ngurah Narendra Putra Hamdani Y. Hartaputera, I Nyoman Surya Tri I GBA Purwanda I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Ketut Eli Supartika I Ketut Suada I Ketut Tomy Caesar Ramanda I Komang Wahyu Yuliana I Made Kardena I Nyoman Dibia I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suartha I Nyoman Sulabda I Putu Sudiarta I Putu Wira Adi Wibawa I Wayan Gorda I Wayan Masa Tenaya I wayan Teguh Wibawan I. A. P. Apsasri I. B. Ardana I. B. K. Suardana I.A.P. Apsari I.B.K. Suardana Ida Ayu Pasti Apsari Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Ngurah Swacita Ida Bagus Oka Winaya Ida Bagus Suardana Kadek Karang Agustina Ketut Budiasa Ledi Natalia Surbakti Luh Dewi Anggreni Mesakh Parlindungan Simbolon Muh Ramadhan Musdalifa, Annisa Ni Made Ayu Sintya Paramita Ni Made Krisna Dewi Ni Wayan Apsari Shantika Pratistha Ni Wayan Intan Martinez Nirhayu, Nirhayu Nyoman Suartha Paranitha, Dewa Ayu Putu Dimas Abiyoga Putu Henrywaesa Sudipa Putu Intan Kusuma Wardani Putu Mira Puspitayani Raisis Farah Dzakiyyah Al-Aliyya Ratih, Dwi Kusuma Komala Remontara, Al Afuw Niha S.K. Widyastuti Silaban, Jesiaman Sri Kayati Widyastuti Steffi Ong Sumayani, N. K. E. Suwartini, Ni Komang Syamsidar . Syamsidar Syamsidar TRI KOMALA SARI Widya Asmara Widyasanti, Ni Wayan Helpina Wijaya, Dhyana Ayu Manggala Yuliantari, Ida Ayu Made