Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Hubungan Persepsi tentang Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan dengan Kematangan Emosi Siswa Perempuan di SMA Negeri 5 Pariaman Enjelina, Putri Serli; Sukma, Dina; Zahri, Triave Nuzila
Consilium Vol 2, No 1 (2022): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0817cons

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang terjadi di lingkungan pendidikan yaitu siswa perempuan yang cenderung memiliki persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan adalah bentuk-bentuk cara memahami dan menginterpretasikan tentang keikutsertaan aktif ayah dalam pengasuhan anak. Persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan dapat memberikan dampak positif terhadap kematangan emosi anak-anak terutama anak perempuan. Maka, penelitian ini bertujuan untuk; (1) mendeskripsikan persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan siswa perempuan di SMA Negeri 5 Pariaman, (2) mendeskripsikan bagaimana kematangan emosi siswa perempuan di SMA Negeri 5 Pariaman dan (3) menguji dan mendeskripsikan hubungan yang positif signifikan antara persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan kematangan emosi siswa perempuan di SMA Negeri 5 Pariaman.Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Populasi  dalam penelitian ini yaitu siswa perempuan di SMA Negeri 5 Pariaman kelas X, XI, dan XII pada semester Juli-Desember Tahun Ajaran 2023/2024 yang berjumlah 277 orang siswa perempuan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 117 siswa perempuan yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan model skala Likert. Analisis data menggunakan teknik deskriptif dengan persentase dan teknik korelasional dengan Pearson Product Moment.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) Persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan berada pada kategori baik (46,15%), (2) Kematangan emosi siswa perempuan berada pada kategori baik (73,50), (3) Terdapat hubungan positif dan signifikan yang kuat antara persepsi tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan kematangan emosi siswa perempuan di SMA Negeri 5 Pariaman dengan nilai korelasi 0.508 dan signifikansi 0,000 yang artinya tingkat hubungan antara kedua variabel tersebut berada pada tingkat korelasi sedang.
Hubungan Pengendalian Diri dengan Kecanduan Internet Pada Siswa Kelas XI di SMKN 9 Padang Hidayah, Nur Ayni; S, Neviyarni; Zahri, Triave Nuzila
Current Issues in Counseling Vol 4, No 1 (2024): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0987cic

Abstract

Perkembangan zaman yang semakin canggih, terutama di bidang teknologi komunikasi salah satunya internet, dapat menimbulkan dampak positif dan dampak negatif bagi penggunaanya. Salah satu dampak negatif adalah penggunaan internet yang berlebihan pada peserta didik. Hal ini bisa disebut dengan kecanduan internet. Pada peserta didik kecanduan internet dapat disebabkan karena rendahnya  tingkat pengendalian diri pada peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara pengendalian diri (self control) dengan kecanduan internet pada siswa kelas XI di SMKN 9 Padang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif korelasional. Populasi pada penelitian ini terdiri dari 458 siswa kelas XI dan sampel pada penelitian ini terdiri dari 228 siswa kelas XI. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket berskala yang dianalisis dengan persentase. Kemudian untuk melihat hubungan antara kedua variabel digunakan analisis korelasi dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil penelitian mengungkapkan (1) pengendalian diri berada pada kategori sedang dan kecanduan internet berada pada kategori tinggi. (2) terdapat hubungan yang negatif signifikan antara pengendalian diri (self control) dengan kecanduan internet pada siswa kelas XI di SMKN 9 Padang dengan tingkat hubungan kedua variabel tersebut berada kategori sedang.
Peran Konselor dalam Membantu Siswa Mengatasi Hambatan dalam Pemilihan Karier Murti, Atika Ananda; Zahri, Triave Nuzila; Afdal, Afdal; Nurfarhanah, Nurfarhanah
Current Issues in Counseling Vol 4, No 1 (2024): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0981cic

Abstract

Kesulitan yang dialami oleh siswa dalam merencanakan pilihan karir terjadi karena adanya hambatan yang dirasakan oleh siswa. Hambatan tersebut dapat berasal dari faktor internal antara lain minat, bakat dan arah kecenderungan kemampuan yang dimiliki dengan kesesuaian pilihan karier, kemudia dari faktor eksternal berupa pengaruh dari lingkungan keluarga, perubahan kurikulum, informasi terkait bimbingan karier yang kurang, keadaan ekonomi, pengaruh dari teman sebaya dalam pilihan karier. Pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan dapat membantu siswa menghadapi hambatan yang dirasakannya melalui program atau bimbingan karier yang dilakukan oleh Guru BK. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait peran Guru BK dalam melaksanakan bimbingan karier untuk membantu siswa mengatasi hambatan yang dirasakan oleh siswa dalam pemilihan karier. Metode penelitian yang digunakan berupa tinjauan pustaka (study literature) terkait hasil-hasil penelitian yang relevan dan sesuai. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Guru BK dapat melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling, berupa melaksanakan bimbingan karier yang sesuai dengan hambatan-hambatan yang dirasakan oleh siswa, dengan merencanakan program-program yang sesuai untuk memudahkan siswa dalam mengatasi hambatan yang dirasakan siswa dalam pemilihan karier.
Gambaran perilaku altruistik siswa SMK dan implikasinya terhadap layanan Bimbingan dan Konseling Atika, Nur; Yendi, Frischa Meivilona; Karneli, Yeni; Zahri, Triave Nuzila
Counseling and Humanities Review Vol 4, No 1 (2024): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/000751chr2023

Abstract

Perilaku altruistik sangat penting dimiliki oleh setiap siswa, karena terjadi penurunan perilaku menolong pada siswa, seperti siswa yang egosentrisme dan tidak peduli terhadap lingkungan sekitar. Jika hal ini dibiarkan lebih lanjut, maka perilaku egoisme dan individualisme dianggap normal oleh masyarakat, mengingat pada saat sekarang remaja rentan akan kehilangan sikap dan karakter dalam dirinya. Oleh sebab itu perilaku altruistik perlu ditingkatkan agar tercipta hubungan sosial yang baik, salah satunya melalui layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku altruistik siswa Sekolah Menengah Kejuruan ditinjau dari lima indikator, yaitu indikator empati, interpretasi, tanggung jawab sosial, inisiatif dan rela berkorban. Hasil penelitian secara keseluruhan berada pada kategori tinggi, jika dilihat dari beberapa indikator, indikator empati, tanggung jawab sosial, inisiatif, rela berkorban berada pada kategori tinggi sedangkan indikator interpretasi berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan guru bimbingan dan konseling dapat memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan siswa dalam meningkatkan perilaku altruistik.
Examining the impact of learning motivation, desire to work, and curiosity of students in the post-COVID-19 pandemic era Syukur, Yarmis; Afdal, Afdal; Fikri, Miftahul; Zahri, Triave Nuzila; Anggraini, Osy Khalisyah
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 19, No 1: February 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v19i1.21352

Abstract

This research aims to examine the influence of learning motivation based on environmental conditions, desire to work, and main desires. To achieve this, a quantitative research design was used, and a total of 500 students (101 boys and 399 girls) in Indonesia were selected as respondents using proportional random sampling techniques. Data collection was carried out using a learning motivation scale questionnaire. The results showed that students had a high level of motivation, with an average score of 50.8. The desire to work can be seen from hopes and dreams, as well as a conducive environment. It is known that external factors such as encouragement from others and involvement in activities have a greater influence with significance scores of 0.801 and 0.766 respectively. Meanwhile, appreciation and hopes or aspirations each received a score of 0.709 and 0.704. This implies that encouragement and activity can be integrated into the student's self. The research also shows that gender does not have a significant effect on the desire to learn. However, providing appropriate encouragement and rewards will increase students' willingness to learn, which can be maintained by educational institutions and parents and instill a desire for personal progress and development.
Increasing Cyberbullying Awareness through Cognitive Behavior-Based Spiritual Counseling: Systematic Review Putra, Febri Wandha; Zahri, Triave Nuzila; Fadli, Rima Pratiwi; Maharani, Ade; Abdillah, Maulana Hamid
International Journal of Research in Counseling and Education Vol 8, No 2 (2024): International Journal of Research in Counseling and Education
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/00690za0002

Abstract

One of the negative impacts is the increasing phenomenon of cyberbullying today. Cyberbullying cases occur in almost all countries around the world. Individuals who engage in cyberbullying tend to have low self-awareness. This study aims to identify the impact of cognitive behavioural spiritual counselling in increasing awareness of cyberbullying. A systematic review was conducted over the past five years using the keywords “cyberbullying, cyberbullying awareness, spiritual counselling, cognitive behaviour” and the population, intervention, comparison, outcomes, and study design (PICOS) in the Scopus database (187 articles), Willey (69 articles), and Science Direct (70 articles) published in the past five years using the keywords “cyberbullying, cyberbullying awareness, spiritual counselling, cognitive behaviour”. The selected articles were those using quantitative and longitudinal research methods published between 2019 and 2024, where the study participants were adolescents who had either engaged in or witnessed cyberbullying. A total of 30 articles met the inclusion criteria for this review. Based on the results of the article review, it was found that awareness of cyberbullying can be increased through cognitive behaviour-based spiritual counselling services. Cognitive behaviour-based spiritual counselling services aim to help individuals identify various physical, emotional, and spiritual responses, enabling clients to redefine themselves and enhance their understanding and rational beliefs by eliminating irrational thoughts.
Konselor dalam Konseling Kelompok Pada Pendekatan Analisis Transaksional Zahri, Triave Nuzila; Neviyarni, Neviyarni; Karneli, Yeni; Netrawati, Netrawati
Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/4.25462

Abstract

Analisis transaksional berakar dari tradisi psikodinamika. Analisis transaksional juga mendapat pengaruh dari konsep keadaan ego dan pemikiran Erikson tentang perkembangan manusia yang berupa rangkaian urutan dalam kehidupan seseorang, yang kemudian disebut Berne sebagai life script. Pendekatan analisis transaksional banyak digunakan tidak hanya dalam bidang konseling dan psikoterapi, tapi juga dalam bidang lain seperti pelatihan pendidikan, manajemen dan komunikasi. Pendekatan analisis transaksional cocok digunakan untuk membantu klien dalam menangani berbagai tipe dan tingkat problem dan disfungsi. Mencakup situasi problematic sederhana, melalui reaksi stress sementara, hingga kesulitan berelasi dan emosi yang jauh mengakar serta gangguan kepribadian.
The phenomenon of social loafing in high school students Gustiani, Hesti; Yeni, Frischa Meivilona; Neviyarni, Neviyarni; Febriani, Rahmi Dwi; Zahri, Triave Nuzila
International Journal of Applied Counseling and Social Sciences Vol 6, No 01 (2025): International Journal of Applied Counseling and Social Sciences
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0051201ijaccs

Abstract

Adolescents tend to join social groups based on similarities and comfort. In group learning, all members are expected to participate equally; however, this is not always the case. Individuals often exert less effort in groups compared to working independently, a phenomenon known as social loafing. This study aimed to describe students' social loafing based on two dimensions: dillution effect and immediacy gap. Using a quantitative descriptive method, the study involved 216 high school students selected through proportional random sampling from a population of 440 students. Data were collected using a validated social loafing scale. Results indicated that social loafing based on the dillution effect dimension was categorized as low (48.15%), while social loafing based on the immediacy gap dimension was categorized as medium (54.63%). School counselor are encouraged to mitigate social loafing through information services, individual counseling, and group counseling interventions.
Konseling Pranikah Untuk Meminimalisir Masalah-Masalah Pranikah Bagi Calon Pengantin Alfaiz, Alfaiz; Sari, Azmatul Khairiyah; Zahri, Triave Nuzila; Erezka, Roshinta; Yudhy, Yudhy; Wiryawan, M. Ryzki; Rafiola, Ryan Hidayat
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2023): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.722141

Abstract

Marriage is the Sunnah of the Prophet to be followed for couples who already have feelings of love in their hearts. Marriage is a means to channel love in a lawful manner. The marriage that every couple wants is a perfect marriage without any flaws. Prospective brides will try to prepare for married life as well as possible. On the day of the wedding, they will invite relatives, family and friends to enliven their party. Everything was prepared as perfectly as possible. Live a marriage with a happy and comfortable feeling because the desired thing will be achieved. And after the event is over, the prospective bride must also be ready with some changes in her. But this desire to be perfect sometimes stresses the couple and produces some pre-marital problems that sometimes neither partner realizes. Some of the conflicts that arose in this pre-marital affair, which even led to the failure of their wedding planning. The failure of the marriage of the bride and groom will certainly make the problem even bigger. There are also couples who can go through the pre-marital period but when they are married they will bring up the pre-marital problems they have experienced. Of course it will have a negative effect on the harmony of the household they foster. One way that can be done to minimize problems in pre-wedding prospective brides is with pre-marital counseling. Premarital counseling is given to minimize these negative impacts.
Enhancing Critical Thinking in Society 5.0: An Evaluation of High Order Thinking Skills (HOTS) in Secondary Education Zahri, Triave Nuzila; Syukur, Yarmis; Sari, Azmatul Khairiah; Sari, Resti Elma; Cusinia, Azahra Hardi
International Journal of Research in Counseling and Education Vol 7, No 2 (2023): International Journal of Research in Counseling and Education
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/00702za0002

Abstract

The learning process in the Society 5.0 era requires students to develop critical thinking skills. Higher Order Thinking Skills (HOTS) play a crucial role in shaping students into creative, analytical, and independent learners. These skills involve the ability to analyze, evaluate, and generate new ideas. However, many students struggle with HOTS-based learning patterns because they are accustomed to conventional teaching methods. Students who are unprepared for HOTS-based learning find it difficult to adapt to the demands of critical thinking, problem-solving, and analytical skills. This descriptive comparative study aims to evaluate students' learning skills based on HOTS and examine gender-based differences in these skills. The population of this study consists of 879 students from Junior High School Number 30 Padang, with a sample of 265 students selected using stratified random sampling. Data were collected through a Likert-scale questionnaire measuring students' abilities in three sub-variables: completing assignments, answering exams, and participating in learning activities. Descriptive statistical analysis shows that students' mastery of HOTS-based learning skills is 77% in completing assignments, 77% in answering exams, and 76% in participating in learning activities. The results of an independent t-test indicate that female students demonstrate better mastery of HOTS-based learning skills than male students. These findings highlight the importance of schools enhancing students' HOTS-based learning skills to improve academic outcomes and better prepare them for future challenges.