Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

SELF-CONFIDENCE REFLECTION: A QUR'`ANI COUNSELING PERSPECTIVE Imalatul Khairat; Rini Fitriani Permatasari; Eni Nur'aeni; Sarni Sarni; Triave Nuzila Zahri
Al-Tazkiah Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 13 No. 1 (2024): Islamic Psychology Approaches in Guidance and Counseling Services to Enhance I
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/altazkiah.v13i1.9624

Abstract

Self-confidence is the ability of individuals to face new problems or challenges by optimizing their development, so the lack of self-confidence experienced by individuals cannot be considered a common issue. Confidence issues can impact an individual's success in achieving future goals. This article presents the results of the author's literature review on studies of self-confidence that can be enhanced through the application of Qur'anic counseling. The author examines approximately six studies on self-confidence and Qur'anic counseling. Counseling from the perspective of the Qur'an is highly relevant to serve as a pillar of life and a fundamental basis for Muslims in seeking answers to various evolving issues. The conclusion of this article reveals that individuals who understand the meaning of the Qur'an will have self-confidence because they make the Qur'an a philosophy of life.
Gambaran motivasi belajar antara mahasiswa yang aktif berorganisasi dengan tidak berorganisasi Fadhlullah, Rizky; Yendi, Frischa Meivilona; Nirwana, Herman; Zahri, Triave Nuzila; Fikri, Miftahul
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 1 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001211chr2025

Abstract

Motivasi belajar berperan sangat penting dalam memberikan gairah atau semangat belajar, sehingga mahasiswa yang bermotivasi kuat memiliki energi banyak untuk melakukan kegiatan belajar. Salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi belajar yaitu organisasi, ketika budaya organisasi mendukung perkembangan pribadi dan pembelajaran, mahasiswa cenderung lebih termotivasi untuk belajar. Responden penelitian adalah 347 mahasiswa yang aktif berorganisasi dan tidak berorganisasi, yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket motivasi belajar. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan teknik uji t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi belajar mahasiswa aktif berorganisasi berada pada kategori sedang, kemudian motivasi belajar mahasiswa tidak berorganisasi juga berada pada kategori sedang, ini menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikat dimana, mahasiswa aktif berorganisasi dan tidak berorganisasi memiliki motivasi belajar yang cukup. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar mahasiswa, layanan bimbingan konseling yang dapat diberikan yakni seperti layanan informasi, layanan konseling individu dan layanan bimbingan kelompok.
Hubungan Father Involvement dengan Kontrol Diri Siswa Madrasah Tsanawiyah Putri, Amanda Aulia; Zahri, Triave Nuzila; Taufik, Taufik; Sari, Azmatul Khairiah; Putra, Ade Herdian
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/mkd.v9i2.11773

Abstract

This study aims to describe and examine the relationship between father involvement and student self-control, based on the persistent issues of truancy and low self-regulation among students. The research employed a quantitative method with a descriptive correlational approach. The study population consisted of students from MTsN 6 Padang City during the 2024/2025 academic year, with a sample of 266 students selected through stratified random sampling. The research instruments used were the father involvement scale and the self-control scale. Data were analyzed using descriptive statistics and Pearson Product Moment correlation. The results revealed that: (1) 34.96% of students exhibited a moderate level of self-control; (2) father involvement was also at a moderate level, with 33.08%; (3) there was a significant positive correlation between father involvement and students' self-control, with a correlation coefficient of 0.398. These findings affirm that father involvement makes a meaningful contribution to strengthening student self-control. This study has implications for family counseling services aimed at improving self-control among students with low levels of father involvement.
Efektivitas Layanan Penguasaan Konten Berbasis Inquiry untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Ramadhan, Edo Fajar; Sukma, Dina; Sano, Afrizal; Zahri, Triave Nuzila
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 1 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001266chr2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas layanan penguasaan konten berbasis inquiry dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VIII SMP Negeri 28 Padang. Latar belakang penelitian adalah rendahnya kepercayaan diri siswa, ditunjukkan oleh rasa takut tampil di depan umum, enggan mengemukakan pendapat, dan rasa malu berlebihan. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 siswa yang dipilih dengan purposive sampling dari populasi 210 siswa. Instrumen angket mengacu pada indikator Lauster: keyakinan kemampuan diri, optimisme, objektivitas, tanggung jawab, dan rasionalitas. Hasil analisis paired sample t-test menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 84,90 menjadi 97,50 dengan signifikansi 0,000 (<0,05), menandakan layanan ini efektif meningkatkan kepercayaan diri. Penelitian merekomendasikan penerapan layanan penguasaan konten berbasis inquiry oleh guru bimbingan dan konseling untuk mengembangkan potensi siswa melalui pembelajaran yang aktif, terstruktur, dan partisipatif.
Madu Galo-galo sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Nagari Taram Handayani, Puji Gusri; Hidayat, Hafiz; Febriani, Rahmi Dwi; Zahri, Triave Nuzila; Hanifa, Nurul; Maharani, Intan; Humayroh, Dinda; Rosanty, Nabilah; Ridho, Fadilur; Nasution, Indra Pernanda Putra
Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Januari- Juni
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/connection.v4i1.8152

Abstract

Stunting menjadi masalah serius yang dapat berdampak jangka panjang pada kualitas hidup anak dan masa depannya. Untuk mengatasi stunting, perlu dilakukan penanganan holistik, pemenuhan gizi, pelayanan kesehatan, dan pemanfaatan pangan lokal seperti mengkonsumsi madu galo-galo. Madu galo-galo terbukti mengandung zat yang bermanfaat bagi kesehatan manusia, termasuk mineral, polifenol, vitamin, asam amino, karotenoid, enzim, asam organik, dan senyawa volatil. Madu galo-galo mengandung banyak nutrisi yang baik untuk tubuh dan dapat membantu mengurangi resiko stunting ketika dikonsumsi secara bersamaan dengan pola makan yang seimbang dan asupan gizi yang cukup. Karena mengandung sumber tambahan nutrisi, madu galo-galo dapat dikonsumsi untuk membantu anak yang mengalami stunting di Nagari Taram Kecamatan Harau. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu mengenai stunting dan upaya pencegahannya di Nagari Taram Kecamatan Harau. Metode kegiatan yang digunakan berupa penyuluhan, ceramah dan tanya jawab mengenai pencegahan stunting kepada peserta posyandu. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 7 Februari 2024. Upaya ini dilakukan dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif berupa penurunan angka stunting di Nagari Taram Kecamatan Harau, dan perbaikan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
Peningkatan Kompetensi Guru BK dalam Edukasi Pencegahan Pelecehan Seksual Remaja Melalui Pelatihan Pemanfaatan Canva di Kota Payakumbuh Nurfarhanah, Nurfarhanah; Cusinia, Azahra Hardi; Febriani, Rahmi Dwi; Putriani, Lisa; Zahri, Triave Nuzila; Sukmawati, Indah; Maharani, Violanisa
PORTAL RISET DAN INOVASI PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2025): DECEMBER
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/prima.v5i1.2010

Abstract

Digital literacy has become an essential competency for Guidance and Counseling teachers in the era of educational technology. BK teachers are expected to utilize digital media to educate students in a communicative, creative, and contextual manner. This community service program aimed to enhance the competencies of secondary school BK teachers in Payakumbuh City in using Canva as an educational medium for preventing sexual harassment among adolescents. The activity was conducted on August 9, 2025, at the Payakumbuh City Education Office by a team of lecturers and students from the Guidance and Counseling Professional Education Program, Faculty of Education, Universitas Negeri Padang (FIP UNP), as part of the Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN). A total of 38 BK teachers participated in the hands-on training, which resulted in five digital posters themed on sexual harassment prevention. The activity results showed significant improvement in three aspects: technical skills in designing with Canva, internalization of moral values such as respect for personal boundaries and consent, as well as the ability to convert preventive counseling messages into visual media that is attractive and contextual for adolescents. This activity effectively strengthened the dual role of guidance and counseling teachers as skilled digital literacy agents while simultaneously protecting students through visual campaigns in schools, aligned with national policies on sexual violence prevention.
Hubungan Father Involvement dengan Resiliensi Remaja Annisa Azkia Rahmi; Triave Nuzila Zahri; Indah Sukmawati; Febri Wandha Putra
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49272

Abstract

Masih banyaknya remaja yang memiliki resiliensi belum cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari remaja yang pesimis terhadap masa depannya, tidak percaya akan kemampunnya dan sulit melihat sisi positif dari sebuah masalah. Faktor yang dapat mempengaruhi resiliensi remaja diantaranya faktor dari dalam diri dan faktor pendukung dari luar seperti keluarga. Salah satu faktor penting dalam keluarga yang mempengaruhi resiliensi remaja adalah ayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara father involvement dengan resiliensi remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis korelasional. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik purposive stratified random sampling sehingga diperoleh 286 orang. Skala yang digunakan adalah skala father involvement dan resiliensi remaja. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi remaja dan father involvement berada pada kategori sedang serta menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan dengan nilai r hitung sebesar 0,460 dengan signifikansi 0,000. Artinya semakin tinggi father Involvement maka cenderung semakin tinggi resiliensi remaja. Oleh karena itu perlunya meningkatkan keterlibatan ayah untuk meningkatkan resiliensi remaja.
Prevention of Stunting among Pregnant Women through Mindfulness Training and Health Education in Solok District Yarmis Syukur; Ade Herdian Putra; Triave Nuzila Zahri; Azmatul Khairiah Sari
Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/4.111148

Abstract

This Community Service (PkM) activity aims to reduce the birth rate of stunted babies in Nagari Kinari, Bukit Sundi District, Solok Regency, through mindfulness training and health education for pregnant women. Stunting is a serious health problem affecting children's physical and cognitive development. One of the main causes of stunting is stress in pregnant women, which impacts fetal development. Mindfulness training was introduced to help pregnant women manage stress, thus creating a healthier environment for fetal growth. This activity was carried out for two days on August 3-4, 2024, in Nagari Kinari, involving 30 pregnant women as participants. The program included health counseling, mindfulness practice sessions, discussions, and consultations with health workers. The program results showed a significant decrease in participants' stress levels and increased knowledge about pregnancy health and the importance of stress management. The mindfulness therapy taught proved effective and can be applied by the participants in their daily lives. In conclusion, this training contributes to efforts to prevent the birth of stunted babies. It is expected to be a model intervention applied in other areas with similar problems.
The Problem of Misconceptions about Guidance and Counseling Globally Rahmi Dwi Febriani; Triyono Triyono; Puji Gusri Handayani; Triave Nuzila Zahri; Azmatul Khairiah Sari
Jurnal Counseling Care Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Counseling Care, [Terakreditasi Sinta 3] No: 156/C/C3/KPT/2026
Publisher : Universitas PGRI SUMATERA BARAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jcc.2024.v8i1.7864

Abstract

Counseling is a service provided by professional staff to individuals or groups for the development of effective daily living. However, the phenomenon that occurs in the field is that the implementation of Guidance and Counseling in schools is carried out with an unclear pattern, the lack of clarity on the pattern that must be implemented has an impact on the bad image of guidance and counseling, giving rise to misconceptions about the implementation of counseling guidance. The emergence of negative perceptions regarding the implementation of Guidance Counseling, various criticisms emerged as a form of disappointment with the counselor's performance, resulting in misunderstandings. Misconceptions are defined as understandings that conflict with the concepts put forward by experts. So, the aim of the research is to describe the problem of misconceptions about guidance and counseling. This type of research is a literature study. by searching, studying and analyzing theoretical references relevant to the problems found. The literature review method is a series of activities related to library data collection methods, reading and recording and managing research materials. Other problems that often cause misconceptions about counseling guidance in schools are: (1) counseling guidance teachers are often seen as school police, (2) counseling guidance is often thought of as a medium for giving advice, (3) counseling guidance is thought to only deal with cases of problematic students. , (4) guidance and counseling teachers must be more active in dealing with student problems, and (5) the profession as a guidance and counseling teacher can be done by anyone
The role of parents in overcoming emotional disorders in adolescents Triave Nuzila Zahri; Firman Firman; Riska Ahmad
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 3 No. 2 (2022): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces146300

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi penting antara masa kanak-kanak dan dewasa yang ditandai dengan perubahan signifikan pada aspek fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Pada masa ini, perilaku remaja dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah emosi. Emosi remaja cenderung belum stabil, sehingga mereka kerap mengalami kesulitan dalam mengatur perilaku sesuai dengan harapan lingkungan sosial maupun norma orang dewasa. Ketidakstabilan emosi ini dapat berujung pada munculnya gangguan emosional seperti kecemasan, depresi, dan ledakan amarah. Dalam konteks ini, peran orang tua menjadi sangat vital. Orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membantu remaja mengembangkan regulasi emosi yang sehat dan membentuk perilaku adaptif. Dukungan emosional, modeling regulasi emosi, pendekatan emotional coaching, serta penciptaan lingkungan keluarga yang aman menjadi strategi penting yang dapat dilakukan oleh orang tua. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran orang tua dalam mengatasi gangguan emosional pada remaja melalui metode studi literatur. Kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi orang tua, pendidik, dan praktisi bimbingan konseling dalam memahami pendekatan efektif yang dapat diterapkan untuk mendukung kesehatan mental remaja secara optimal.