p-Index From 2021 - 2026
6.164
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Publikasi Pendidikan Jurnal An-Nur AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Jurnal Pendidikan Islam Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI IJISH (International Journal of Islamic Studies and Humanities) Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-Qadha: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan Al'adzkiya International of Education and Sosial (AIoES) Journal Atta'dib Jurnal Pendidikan Agama Islam Fitrah: Journal of Islamic Education Journal of English Language and Education Berajah Journal Dawuh Guru: Jurnal Pendidikan MI/SD EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies ETNIK : Jurnal Ekonomi dan Teknik Al-Hanif: Jurnal Pendidikan Anak dan Parenting Proceeding International Seminar of Islamic Studies TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Journal of Education Research Educate: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Indonesian Journal of Information Technology and Computing (IMAGING) Journal of General Education and Humanities Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Millah: Journal of Religious Studies JURNAL PENGABDIAN PENDIDIKAN MASYARAKAT (JPPM) TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin At-Tajdid: Journal of Islamic Studies Cendikia Pendidikan Journal Of Sustainable Education (JOSE) Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Claim Missing Document
Check
Articles

Antara Dekat dengan Tuhan dan Raja: Makna Al-Muqarrabun dalam Al-Qur’an Syafrudin, Syafrudin; Zailani, Zailani; Zulkifli, Zulkifli; Hanafi, Imam
Jurnal An-Nur Vol 12, No 1 (2023): Jurnal An-Nur Juni 2023
Publisher : UIN SUSKA RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nur.v12i1.20791

Abstract

Artikel ini membahas tentang al-Muqarrabun dalam al-Qur’an, merupakan istilah dekat atau orang-orang yang didekatkan kepada Allah, mereka adalah orang-orang terdepan dalam keimanan, ketaatan, dan amal-amal saleh. Al-Muqarrabun dalam al-Qur’an terbagi kepada dua macam pengertian yaitu mereka yang dianggap dekat dengan Allah, dan mereka yang dianggap dekat kepada raja. Dekat dengan Allah terbagi menjadi dua kelompok, yaitu malaikat dan manusia beriman yang taat kepada Allah. Kata Al-Muqarrabun disebutkan sebanyak delapan kali dalam enam surah. Mereka Yang dekat dengan Allah ialah malaikat muqarrabun; QS. An-Nisa’ 4:172 dan QS. Al-Mutaffifin 83: 21 karena kedudukan mereka yang dekat dengan Allah. Kelompok manusia pilihan yang dikalangan orang-orang yang beriman yang disebut muqarrabun ialah Nabi Isa QS. Ali Imran 3: 45 dan para Al-Sabiqun QS. Al-Waqi’ah 56: 11. Mereka yang dekat kepada Allah yang minum dari mata air di dalam surga QS Al-Muthafiffin 83 :28. Mereka yang dianggap dekat dengan raja pada dua ayat yaitu QS. Al-A’raf 7:114 dan QS. Asy Syu’ara 26: 42 yang menerangkan tentang tukang-tukang sihir raja fir’aun.
UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL SISWA MELALUI KEBIASAAN MEMBACA ALQURAN DI SEKOLAH SATIT PHATNAWITYA Arrapi Harahap, M. Syahrin; Zailani, Zailani
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 8 No. 2 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i2.13033

Abstract

Fenomena yang sering terjadi di masyarakat dan lingkungan sekolah adalah mayoritas dari mereka memiliki kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional yang tinggi, namun belum memiliki prilaku yang baik. Maka , dengan menjadikan membaca Al-Quran sebagai kebiasaan, mereka bisa menyadari bahwa kecerdasan spritual penting untuk menciptakan prilaku yang baik, sehingga dapat melahirkan generasi yang berpotensi dan memiliki kecerdasan spritual yang tinggi dalam bertingkah laku. Begitupun sekolah shatit phatna witya di yala, thailand untuk meningkatkan kecerdasan spiritual siswa, guru melaksanakan kegiatan membaca Al-Quran sebagai kebiasaan. Penelitian ini untuk mengetahui bentuk upaya guru dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya keberhasilan atas upaya yang telah dilakukan dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa melalui kebiasaan membaca Al-Quran, hal ini dapat dilihat dari sudut pandang spiritual keagamaan, sosial-kegamaan, dan etika keagamaan dalam kriteria yang baik.
Pelatihan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) untuk Akselerasi Publikasi Ilmiah bagi Sivitas Akademika Fatoni University, Thailand Zailani, Zailani; Afandi, Ahmad; Rahmayati, Rahmayati; Hayati, Isra; Rakhmadi Butar-Butar, Arwin Juli; Capakia, Suraya
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 7, No 2 (2025): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Oktober)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v7i2.26338

Abstract

Rendahnya literasi digital terkait pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) yang menghambat produktivitas publikasi ilmiah di kalangan sivitas akademika Fakultas Sastra, Fatoni University, Thailand, menjadi permasalahan krusial yang melatarbelakangi kegiatan pengabdian ini. Menjawab tantangan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang sebagai intervensi strategis yang bertujuan untuk: 1) membekali peserta dengan pemahaman dasar dan keterampilan praktis penggunaan AI dalam penulisan karya ilmiah; 2) meningkatkan produktivitas dan kualitas publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa; serta 3) mendorong integrasi AI dalam kegiatan akademik di institusi mitra. Metode pelaksanaan kegiatan ini diimplementasikan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang diwujudkan dalam bentuk lokakarya interaktif intensif selama dua hari pada 13–14 November 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 75 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa di Gedung Fakultas Sastra, Fatoni University, dan mencakup serangkaian sesi terstruktur, mulai dari presentasi materi konseptual mengenai relevansi AI, demonstrasi teknis berbagai aplikasi AI untuk penulisan (pencarian literatur, parafrasis, pengecekan tata bahasa, dan manajemen sitasi), hingga sesi praktik langsung (hands-on) di mana peserta mengaplikasikan perangkat AI pada draf tulisan mereka sendiri. Keberhasilan program diukur secara kuantitatif dan kualitatif melalui instrumen evaluasi berupa pre-test, post-test, dan kuesioner kepuasan. Hasil kegiatan menunjukkan dampak yang sangat signifikan terhadap peningkatan kompetensi peserta. Analisis data kuantitatif membuktikan adanya lonjakan pemahaman yang substansial, di mana skor rata-rata peserta meningkat tajam dari 45,8 pada saat pre-test menjadi 82,5 pada post-test, yang merepresentasikan kenaikan pemahaman sebesar 80,13%. Secara kualitatif, hasil observasi dan umpan balik menunjukkan bahwa lebih dari 90% peserta merasa lebih percaya diri dan mampu mengoperasikan setidaknya dua hingga tiga aplikasi AI secara mandiri untuk membantu proses penulisan mereka, disertai dengan meningkatnya motivasi untuk menghasilkan karya ilmiah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini berhasil mentransformasikan pengetahuan konseptual mengenai AI menjadi kapabilitas praktis yang aplikatif, tidak hanya membekali individu dengan keterampilan esensial di era digital, tetapi juga menanamkan fondasi bagi budaya akademik yang lebih inovatif dan produktif di lingkungan Fakultas Sastra Fatoni University, sekaligus menawarkan cetak biru intervensi yang efektif untuk menjembatani kesenjangan literasi teknologi di institusi pendidikan tinggi lainnya.
Transformation of Islamic Education through the Integration of Sufism For the Enhancement of Spiritual Intelligence Sudin, Mahmudin; Zailani, Zailani
Fitrah: Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025): Desember (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agam Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/fitrah.v6i2.1316

Abstract

Islamic education faces a significant challenge in the Society 5.0 era, where the dominance of cognitive approaches often fails to address the critical need for students' spiritual strengthening. This situation creates an urgent demand for more holistic educational models grounded in Sufi principles. This study aims to map the development of research on the integration of Sufism into Islamic education and its contribution to enhancing spiritual intelligence. A Systematic Literature Review (SLR) was employed to analyze scholarly literature from 2000 to 2024, following the stages of research question formulation, selection criteria establishment, cross-database searching (international and national), article screening, data extraction, and thematic analysis. The synthesis of findings reveals that Sufi values—such as contemplation (tafakkur), soul purification (tazkiyah), and character building—significantly strengthen curriculum design, learning strategies, and student transformation. This integration has been proven to foster the development of spiritual, cognitive, and emotional intelligence as the foundation for cultivating the complete human (insan kamil). The study's implications underscore the necessity of developing more humanistic, adaptive, and holistic-oriented Islamic education models to navigate the complexities of the digital age.
Penguatan Minat Belajar Siswa dalam Konteks Emosional Spiritual Quotient pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Jannah, Eni Mifta; Zailani, Zailani; Ruslan, Muhammad
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 7 No 2 (2025): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v7i2.602

Abstract

Islamic Religious Education learning is still focused on memorization aspects without providing sufficient space for thinking, this makes students' interest in exploring, questioning and discussing PAI materials actively still low, which ultimately many students take PAI lessons merely to fulfill academic obligations, and PAI learning has not consistently touched the emotional and spiritual aspects of students, resulting in many students not understanding Islamic values ​​​​completely both logically and emotionally. The purpose of this study is to analyze the condition of students'interest in learning PAI, analyze the application of ESQ in PAI learning, and identify factors that inhibit the strengthening of students' interest in learning in the context of ESQ in PAI learning. This research uses a qualitative approach with a descriptive study type. The results of this study indicate that strengthening learning interest in the context of ESQ in Islamic Religious Education learning has been implemented, as evidenced by their increasing enthusiasm, confidence, and deeper understanding of religious values ​​when learning is implemented with a variety.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN MENGHIDUPKAN KEGIATAN DI MESJID AMALUL MUQORROBIN DESA KEDAI DURIAN Zailani, Zailani; Ramadhani, Tazkiyah
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Volume 3, No 2 Oktober 2022
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v3i2.934

Abstract

The theme of the KKN this time was the role oh Muhammadiyah in public edication. so the author designed several special programs related to the theme. namely focusing on education. especially children’s education in order to empower children in dusun vii, durian shop village which was held at the Amalul Muqorrobin mosque and MDTA Amalul Muqorrobin. implementation of tutoring and implementation og literacy programs. from these programs, the community in hamlet VII, Kedai Durian, has a concern for education for children, especially religious education. From these activities the impact that can be obtained is the increased enthusiasm for learning. The spirit of reading children In the Kedai Durian. A marked change in attitude among Mdta children as well as children in the local community. Who attend the maghrib Kedai Durian these programs. It can be seen from the enthusiasm of the children in the Kedai Durian that is very high.
Integrasi Nilai-Nilai Islami dalam Pembentukan Karakter Siswa di Songserm Sasana School Thailand: Studi Kasus Kualitatif Melalui Observasi Partisipatif Rostian Zalukhu, Ade; Zailani, Zailani
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 18 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/grh6n505

Abstract

Pendidikan karakter Islami di konteks multikultural, khususnya wilayah Muslim minoritas, menghadapi tantangan integrasi nilai. Studi kasus kualitatif dilakukan Agustus 2025 di Songserm Sasana School, Songkhla Selatan, melalui wawancara kepala sekolah, lima guru, lima belas siswa, observasi empat minggu, serta analisis dokumen. Data dianalisis tematik melalui coding terbuka–aksial, penemuan tema, dan verifikasi; validitas dijaga dengan triangulasi dan member checking. Ditemukan lima nilai utama iman-takwa, ṣidq, amānah, istiqāmah, ta'āwun diterapkan lewat kurikulum ganda, pembiasaan religius, keteladanan guru, dan budaya asrama. Faktor pendukung meliputi komitmen stakeholder, lingkungan religius, sistem asrama, dukungan komunitas; hambatan mencakup perbedaan budaya, keterbatasan sumber daya, variasi kompetensi guru, pengaruh media sosial, serta evaluasi karakter. Model integrasi ini menunjukkan relevansi global pendidikan Islam lintas budaya dan menekankan pentingnya pelatihan guru berbasis pedagogi nilai, instrumen evaluasi terukur, serta kolaborasi sekolah-keluarga-komunitas. Temuan ini memperkuat kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kebijakan pendidikan karakter kontekstual di berbagai setting internasional masa depan.
Strategi Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Serdang Bedagai Melalui Media Sosial Untuk Generasi Z Armaya, Kassi Syahdu; Zailani, Zailani; Rahmah Amini, Nur
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i1.82132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah yang dilakukan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Serdang Bedagai melalui media sosial dalam upaya menjangkau dan membina Generasi Z. Latar belakang penelitian ini berangkat dari tantangan dakwah di era digital yang menuntut pendekatan baru yang lebih kreatif, adaptif, dan komunikatif terhadap karakteristik generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengurus PDM, observasi terhadap aktivitas dakwah di media sosial, serta dokumentasi dari berbagai akun resmi Muhammadiyah di tingkat daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDM Serdang Bedagai memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok sebagai sarana utama penyebaran pesan dakwah. Strategi yang diterapkan meliputi pembuatan konten visual menarik, penggunaan bahasa yang ringan namun bernilai dakwah, serta kolaborasi dengan tokoh muda Muhammadiyah untuk meningkatkan daya jangkau. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia dan konsistensi pengelolaan konten. Namun, upaya pelatihan digital bagi kader muda menjadi langkah progresif dalam memperkuat dakwah Muhammadiyah di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan media sosial secara strategis mampu meningkatkan efektivitas dakwah Muhammadiyah dalam menjangkau Generasi Z dan memperkuat eksistensi dakwah Islam moderat di era digital.
Qira'atul Qur'an Program in Building Religious Character at the High School of the Pancasila Education Foundation (YPP) Sawit Seberang Rusydi, M. Sani Hafiz; Zailani, Zailani
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 1 (2026): February
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i1.1108

Abstract

Religious character education remains a challenge in secondary schools due to students’ declining discipline in worship practices and limited internalization of Qur’anic values in daily behavior. To address this issue, schools implement religious habituation programs such as the Qira'atul Qur'an Program. This study aims to describe the implementation of the Qira'atul Qur'an Program, analyze its role in strengthening students’ religious character, and identify the supporting and inhibiting factors in its implementation at SMA Yayasan Pendidikan Pancasila (YPP) Sawit Seberang. This research employed a qualitative, descriptive approach. Data were collected through observations, in-depth interviews, and documentation involving the principal, Islamic Education teachers, religious mentors, and students. The results indicate that the Qira'atul Qur'an Program is implemented routinely and systematically before formal learning activities through habituation, talaqqi, and tahsin methods. The program contributes significantly to strengthening students’ religious character, as reflected in improved worship discipline, emotional calmness, polite behavior, and increased affection for the Qur'an. Supporting factors include strong institutional support, teachers’ commitment, and a conducive religious school environment, while inhibiting factors involve students’ diverse Qur'anic reading abilities and limited time allocation. Overall, the Qira'atul Qur'an Program plays a positive role in reinforcing religious character education at the secondary school level.