Claim Missing Document
Check
Articles

Integrasi Nilai-Nilai Islami dalam Pembentukan Karakter Siswa di Songserm Sasana School Thailand: Studi Kasus Kualitatif Melalui Observasi Partisipatif Rostian Zalukhu, Ade; Zailani, Zailani
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 18 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/grh6n505

Abstract

Pendidikan karakter Islami di konteks multikultural, khususnya wilayah Muslim minoritas, menghadapi tantangan integrasi nilai. Studi kasus kualitatif dilakukan Agustus 2025 di Songserm Sasana School, Songkhla Selatan, melalui wawancara kepala sekolah, lima guru, lima belas siswa, observasi empat minggu, serta analisis dokumen. Data dianalisis tematik melalui coding terbuka–aksial, penemuan tema, dan verifikasi; validitas dijaga dengan triangulasi dan member checking. Ditemukan lima nilai utama iman-takwa, ṣidq, amānah, istiqāmah, ta'āwun diterapkan lewat kurikulum ganda, pembiasaan religius, keteladanan guru, dan budaya asrama. Faktor pendukung meliputi komitmen stakeholder, lingkungan religius, sistem asrama, dukungan komunitas; hambatan mencakup perbedaan budaya, keterbatasan sumber daya, variasi kompetensi guru, pengaruh media sosial, serta evaluasi karakter. Model integrasi ini menunjukkan relevansi global pendidikan Islam lintas budaya dan menekankan pentingnya pelatihan guru berbasis pedagogi nilai, instrumen evaluasi terukur, serta kolaborasi sekolah-keluarga-komunitas. Temuan ini memperkuat kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kebijakan pendidikan karakter kontekstual di berbagai setting internasional masa depan.
Judicial Discretion in Marriage Dispensation Cases: A Socio-Legal Study at the Bangkinang Religious Court, Kampar-Riau, Indonesia Padmilah, Padmilah; Husti, Ilyas; Zailani, Zailani; Jamal, Khairunnas
Islamica: Jurnal Studi Keislaman Vol. 20 No. 2 (2026): March
Publisher : Postgraduate Studies of UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/islamica.2026.20.2.243-264

Abstract

The enactment of Law No. 16 of 2019, which raised the minimum marriage age to 19, has paradoxically contributed to a significant increase in marriage dispensation applications in Indonesia. This study examines the exercise of judicial discretion in marriage dispensation cases at the Bangkinang Religious Court and analyzes its socio-legal implications for children and their families. Employing a qualitative socio-legal approach, the research is based on document analysis of four court decisions in 2024 and in-depth interviews with judges, families, and community actors. The findings reveal that judicial discretion is not solely grounded in statutory norms but is substantially shaped by contextual considerations, including moral urgency, psychological readiness, economic capacity, and familial support. However, the frequent granting of dispensations raises critical concerns regarding the erosion of child protection principles and the potential normalization of underage marriage. The study argues for the establishment of clearer regulatory guidelines and a multidisciplinary assessment framework to ensure that judicial discretion aligns with the best interests of the child and broader social justice objectives.