Claim Missing Document
Check
Articles

Factors Driving Sustainability of Food and Beverage Industries Isa, Muzakar; Praswatia, Aflit Nuryulia; Zulaekah, Siti
EKUILIBRIUM : JURNAL ILMIAH BIDANG ILMU EKONOMI Vol 19 No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ekuilibrium.v19i2.2024.pp162-171

Abstract

This study has two objectives, namely compiling and analyzing vulnerability indexes of business unit, and analyzing key success variables for food and beverage industries after the COVID-19 pandemic. The analysis tool used in this study is business vulnerability analysis. The vulnerability analysis is derived from the vulnerability index to the COVID-19 threat, which is collected from all aspect indicator values of MSMEs' vulnerability to the COVID-19 theeat. These values consist of exposure, sensitivity, and adaptive capacity. The results of the study explain that food and beverage MSMEs are categorized into medium vulnerability to the threat of COVID-19, where sensitivity is the highest influence aspect as a determinant of the vulnerability level. Due in part to the high number of MSMEs that are sensitive to the threat of COVID-19 and lack the ability to adjust, there may have been a fall in sales and bankruptcy of food and beverage MSMEs during the COVID-19 pandemic.
Beban Kerja dan Asupan Gizi Makro dengan Kelelahan Kerja Ahli Gizi Rumah Sakit Wardani, Wening Sulistyo; Rakhma, Luluk Ria; Hidayati, Listyani; Zulaekah, Siti
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v8i1.2790

Abstract

Beban kerja yang  tidak sesuai dengan kemampuan pekerja menjadi penyebab   timbulnya kelelahan kerja. Kelelahan kerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor:  beban kerja yang berat dan asupan yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dan asupan gizi makro dengan kelelahan ahli gizi rumah sakit di Wilayah Sukoharjo. Desain penelitian ini cross sectional dengan teknik stratified random sampling dari 52 populasi sehingga diperoleh sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi sejumlah 34 responden ahli gizi. Data beban kerja diperoleh melalui observasi pencatatan aktivitas. Asupan gizi makro diperoleh melalui recall 24 jam. Data kelelahan kerja diperoleh dengan pengisian kuesioner Industrial Fatigue Research Committee.  Analisis data menggunakan  uji  pearson product moment. Mayoritas ahli  gizi mengalami beban kerja dengan kategori sedang 19 responden (55,8%) dan 23 responden (67, 6%) memiliki skor kelelahan kerja tinggi. Tidak ditemukan hubungan antara beban kerja dan asupan gizi makro dengan kelelahan kerja ahli gizi rumah sakit di Wilayah Sukoharjo, hasil uji statistik untuk beban kerja dengan kelelahan didapatkan nilai p = 0,353. Hasil uji statistik asupan gizi makro dengan kelelahan  didapatkan nilai p 0,090 (energi ); p 0, 084 (protein); p 0,831 ( lemak); p 0,322 (karbohidrat).
Pendampingan Kader Kesehatan Dalam Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) Di Desa Tawang Weru Sukoharjo Kusumawati, Yuli; Werdany, Kusuma Estu; Darnoto , Sri; Sutrisna, Em; Wardiono , Kelik; Anis, Muchlison; Maimun, Muhammad Halim; Zulaekah, Siti; Rahmi , Anggraita Nur; Widananda , Clarisa; Yuniar, Siska; Nurfauzia, Elita Nadia; Nurhaliza, Alfida Aulia Rahma Firdauzy; Pratiwi, Betty Intan; Fauziana , Eni
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.12583

Abstract

Background: Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, Diabetes Mellitus (DM), stroke dan jantung saat ini menjadi perhatian besar dunia, dan masih menjadi besar di Indonesia. Prevalensi penderita hipertensi di Desa Tawang sebanyak 20,5% dan prevalensi penderita diabetes mellitus (DM) sebanyak 70,2%. Kegiatan pengabdian ini bertujuan sebagai upaya pencegahan secara mandiri melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mendeteksi faktor risiko (FR) PTM dan memberikan edukasi dalam mengurangi risiko-risiko penyakit tidak menular (PTM) melalui peningkatan perilaku hidup yang lebih sehat. Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan metode edukasi kesehatan tentang PTM dan pendampingan kader cara deteksi dini faktor risiko (FR). Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan tentang PTM dengan rata-rata sebesar 7,5 poin (11,41%) dengan rata-rata skor sebelum diberikan edukasi 65,75 dan rata-rata skor setelah edukasi 73,25. Kesimpulan: Kegiatan edukasi deteksi dini FR PTM dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam deteksi dini PTM. Kader kesehatan di Desa Tawang merasa senang dan lebih paham tentang cara FR dan cara deteksi dini FR PTM, serta dapat melakukan dengan benar sehingga dapat mengetahui seseorang yang berisiko dan dapat mendukung melakukan pencegahan.
Pendampingan Deteksi Dini Kanker Payudara melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) di SMP Muhammadiyah 8 Surakarta Kusumawati, Yuli; Faiza, Salsabila Alif; Khoirunisa, Ilma; Zulaekah, Siti
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20920

Abstract

Background: Breast cancer is the leading cause of death for some women and currently ranks first among cancers that attack women. Not a few adolescent girls aged 14 years and above have been indicated to have breast cancer. This activity aims to provide educational communication and information (KIE) about breast cancer to female students of SMP Muhammadiyah 8 Surakarta. Method: The community service was held at SMP Muhammadiyah 8 Surakarta, targeting female students. The techniques used are education and socialisation as well as providing direct training to female students about breast cancer and early detection. 36 female students participated in the community service. Results: The results of the community service show that the average pre-test score is 4.972 and the average post-test score is 6.194 with a significance value of 0.00029 (p<0.05). The results of the community service show that there is a significant difference between the average pre-test and post-test results. Conclusion: The community service activities carried out at SMP 8 Muhammadiyah Surakarta succeeded in increasing students' knowledge about breast cancer and the importance of early detection through the breast self-examination method (SADARI).
Pengaruh Jenis Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal terhadap Pertumbuhan Tinggi Badan Balita Stunting di Kabupaten Semarang Zulaikhah, Siti; Zulaekah, Siti; Kusumawati, Sary; Rahmawati, Hanik
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ffveeq23

Abstract

Stunted refers to a growth disorder that can progress into stunting if not addressed promptly. This condition impacts children's linear growth but can still be improved through appropriate nutritional interventions and proper management support. Objective: This study aimed to analyze the effect of different forms of supplementary feeding based on local food sources on the increase in height of stunted toddlers in Semarang Regency. This research employed a quantitative method with a quasi-experimental design using a pretest-posttest two-group approach. A total of 20 stunted toddlers aged 12–59 months were selected through purposive sampling, with 10 subjects assigned to the regular food-based PMT group and 10 subjects to the enteral food-based PMT group. Results: In the regular food-based PMT group, the average height increased from 83.6 cm to 84.4 cm (p = 0.033), while in the enteral PMT group, the average height increased from 81.2 cm to 81.7 cm (p = 0.035). The mean increase in height was 0.8 cm for the regular food-based PMT group and 0.5 cm for the enteral PMT group. The Mann-Whitney U Test showed a p-value of 0.300, indicating no significant difference between the two groups. However, descriptively, the regular food-based PMT group exhibited a higher average increase compared to the enteral PMT group. Supplementary feeding in both regular and enteral food-based forms derived from local food sources was effective in increasing the height of stunted toddlers. However, no significant difference in effectiveness was found between the two forms of PMT within the two-week intervention period.
Efektivitas Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal Terhadap Peningkatan Berat Badan Balita Underweight dan Wasting Wijayanti, Amanda Dwi; Zulaekah, Siti; Sudaryanto, Ruli
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/gazaqy98

Abstract

Children under five in underdeveloped nations continue to suffer from nutritional issues brought on by nutritional inadequacies, such as underweight and wasting. The goal of Local Supplementary Feeding (PMT), a type of nutrient-rich food supplementation, is to improve the nutritional status of children between the ages of 6 and 59 months. This study aims to assess how well local supplemental feeding (PMT) programs raise the weight of toddlers who are underweight and wasting. One group was used in this quasi-experimental study's pretest-posttest design. Purposive sampling was used to choose 35 children between the ages of 12 and 59 months, 18 of whom had underweight issues and 17 of whom had wasting issues. Each toddler received a local PMT for 28 days to measure weight gain. The Paired Sample T-Test was used for statistical analysis because the data fit the normal distribution. Local PMT significantly raised body weight in both the underweight group (p = 0.002) and the wasting group (p = 0.005), according to paired sample t-test analysis. However, using an independent sample t-test to compare the effectiveness between the groups with the value of change (Δ) in body weight, the results were p = 0.108 (p > 0.05). This implies that the two groups' weight growth did not differ much. Local PMT administration for 28 days was shown to significantly increase body weight in underweight and wasting toddlers. However, comparative analysis of weight change between groups showed no statistically significant difference (p > 0.05), so the effectiveness of PMT can be considered similar in both nutritional conditions.
Hubungan Asupan Vitamin (B6) Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Di Sukoharjo Azizah Al Mar’atus Sholikhah; Siti Zulaekah; Firmansyah Firmansyah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41309

Abstract

Kualitas tidur yang buruk pada mahasiswa dapat meningkatkan stres, kecemasan, dan gangguan kesehatan fisik serta mental. Faktor-faktor seperti stres, gaya hidup, nutrisi, dan paparan gadget memengaruhi kualitas tidur. Asupan vitamin B kompleks juga penting untuk menjaga kualitas tidur yang optimal. Selain itu, rendahnya literasi gizi dan kebiasaan makan yang tidak sehat menjadi tantangan bagi pemenuhan gizi seimbang pada mahasiswa. Oleh karena itu, pola tidur yang baik, nutrisi yang tepat, dan aktivitas fisik yang cukup sangat penting untuk kesehatan mahasiswa. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan vitamin B6 dengan kualitas tidur pada mahasiswa di Sukoharjo. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan asupan vitamin B6 pada mahasiswa di Sukoharjo. Penelitian dilaksanakan dari November hingga Desember 2024 dengan melibatkan 190 mahasiswa dari empat perguruan tinggi di Sukoharjo, dengan metode multistage random sampling untuk memastikan representasi sampel yang sesuai. Instrumen penelitian meliputi informed consent, kuesioner PSQI untuk mengevaluasi kualitas tidur, dan formulir SQ-FFQ untuk mengukur asupan vitamin B6. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik variabel secara terpisah, sementara analisis bivariat menguji hubungan antara asupan vitamin B6 dan kualitas tidur menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji korelasi (Pearson atau Spearman). Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan vitamin B6 dan kualitas tidur mahasiswa di Sukoharjo. Sebagian besar mahasiswa memiliki asupan vitamin B6 yang tergolong baik, meskipun terdapat variasi dengan kelompok tertentu yang mengonsumsi vitamin B6 di bawah atau melebihi rekomendasi. Namun, kualitas tidur mahasiswa secara umum tergolong buruk, terutama pada mahasiswa perempuan dan mereka yang tinggal di kost. Hasil uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal, sehingga digunakan uji Spearman untuk menguji hubungan antara kedua variabel. Dengan p-value sebesar 0,801, tidak ditemukan korelasi yang signifikan antara asupan vitamin B6 dan kualitas tidur. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain, seperti gaya hidup, stres, dan pola makan secara keseluruhan, kemungkinan lebih memengaruhi kualitas tidur mahasiswa. Penting untuk menyoroti perlunya perhatian terhadap kondisi kualitas tidur mahasiswa, mengingat dampaknya pada kesehatan fisik, mental, dan performa akademik mahasiswa.
Hubungan Asupan Lemak Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Di Wilayah Sukoharjo Prayoga Putri Perdana Sari; Siti Zulaekah; Firmansyah Firmansyah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41311

Abstract

Mahasiswa sering mengalami gangguan tidur akibat aktivitas yang padat, yang dapat meningkatkan konsumsi makanan pada malam hari. Kualitas tidur yang buruk berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis, serta mempengaruhi keseimbangan hormon yang mengatur nafsu makan. Kekurangan tidur dapat meningkatkan konsumsi makanan berlemak dan berkarbohidrat, yang berisiko menyebabkan obesitas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara asupan lemak dan kualitas tidur pada mahasiswa yang berada di wilayah Sukoharjo. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional yang bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kualitas tidur dan asupan lemak pada mahasiswa di wilayah Sukoharjo. Penelitian dilakukan pada empat universitas di Sukoharjo, yaitu Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, dan Universitas Sugeng Hartono, pada periode Mei hingga November 2024. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa di wilayah tersebut, dan sampel diambil berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan, dengan jumlah sampel minimal 171 mahasiswa yang kemudian ditambah 10% untuk mengantisipasi drop out, menghasilkan total sampel 190 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, dengan 55 responden dari setiap universitas. Analisis data dilakukan dengan uji univariat untuk mengetahui rata-rata asupan lemak dan kualitas tidur, serta uji bivariat untuk menganalisis hubungan antara kedua variabel. Uji normalitas dilakukan terlebih dahulu menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, dan hubungan antara variabel diuji dengan Pearson Product Moment jika data berdistribusi normal atau Rank Spearman jika data tidak berdistribusi normal. Interpretasi hasil analisis didasarkan pada nilai p, dengan p < 0,05 menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kedua variabel. Berdasarkan hasil penelitian mengenai hubungan antara asupan lemak dan kualitas tidur pada mahasiswa di wilayah Sukoharjo, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara keduanya. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan p-value yang lebih besar dari 0,05, yang mengindikasikan bahwa asupan lemak tidak mempengaruhi kualitas tidur. Sebagian besar mahasiswa, sekitar 78,9%, mengalami kualitas tidur yang buruk, sementara mayoritas distribusi asupan lemak berada pada kategori defisit berat dan baik, dengan masing-masing sekitar 28%. Selain itu, faktor-faktor lain seperti stres akademik, kebiasaan makan, dan aktivitas fisik diperkirakan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kualitas tidur dibandingkan dengan asupan lemak.
Co-Authors . Firmansyah Abrianti Oktaria Aflit Nuryulia Praswati Agustina, Apriliya Ahsan, Erwanda Defya Amanda, Ghaisani Shella Anindya, Vani Anisa Catur Wijayanti Aprilliani, Dhian Sukma Arif Pristianto Azizah Al Mar’atus Sholikhah Darnoto , Sri Dyah Intan Puspitasari Em Sutrisna Emiliya Kusuma Wardani Endang Nur Widiyaningsih Eni Purwani Fadillah, Kurniawati Faiza, Salsabila Alif Farah Hayati Adibah Farida Nur Isnaeni Fauziana , Eni Fauziana, Eni Firantika, Rima Firmansyah Firmansyah Firmansyah Fitri Rachma Hanik Rahmawati, Hanik Imelda Anggraini Indraswari, Rafinda Dyah Kelik Wardiono Khairuna Hamida Khoirunisa, Ilma Khusmalinda, Tri Hastin Kusumaatmaja, Donny Kurniawan Kusumawati, Sary Laksmi Widajanti Listyani Hidayati Luluk Ria Rakhma Lutfi Nur Ratna Kusuma Maimun, Muhammad Halim Mardiyati, Nur Lathifah Muchlison Anis Muhammad Da&#039;i Mutalazimah Mutalazimah Mutalazimah Muwakhidah, Muwakhidah Muwakhiddah, . Muzakar Isa Nur Widiyaningsih, Endang Nur ‘Azah Nurfaiza, Elita Nadia Nurfauzia, Elita Nadia Nurhaliza, Alfida Aulia Rahma Firdauzy Oktaria, Abrianti Okti Sri Purwanti Pramudya Kurnia Praswatia, Aflit Nuryulia Pratiwi, Betty Intan Prayoga Putri Perdana Sari Puspitasari, Dyah Intan Putri, Desy Anisa Lasono Rachma, Fitri Rahmi , Anggraita Nur Rahmi, Anggraita Nur Rohim, Azizah Nur Rusdin Rauf S Suwaji Sari, Marlynda Happy Nurmalita Seftyarini, Syafiqa Rifda Setia Asyanti Setiyo Purwanto Setyo Purwanto Siti Fatimah Nurhayati Siti Zulaikhah Sri Darnoto Sudaryanto, Ruli Sudrajah Warajati Kisnawaty Suwaji, S Syamsudin Syamsudin Toto Suharto Wardani, Emiliya Kusuma Wardani, Wening Sulistyo Wardiono , Kelik Werdany, Kusuma Estu Widananda , Clarisa Widananda, Clarisa Wijayanti, Amanda Dwi Yuli Kusumawati Yumailita Setiawati Yuniar, Siska Zerlind, Anas Tasya Ardea Zulia Setiyaningrum