Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Optimasi dan Evaluasi Kondisi Biji Tomat (Lycopersicum esculentum) yang Telah Dibawa ke Luar Angkasa Secara Fisik dengan Kultur Jaringan Maria Almeida; Rizkita Rachmi Esyanti; Fenny Martha Dwivany
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum) adalah tanaman kelompok Solanaceae yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Permintaan buah tomat yang meningkat dapat menyebabkan kebutuhan bibit tomat meningkat. Produktivitas dapat ditingkatkan salah satunya dengan cara radiasi. Biji Tomat yang dibawa ke luar angkasa, dievaluasi secara fisik dengan menggunakan alat SEM. Pengamatan SEM menunjukkan bahwa pada biji luar angkasa terdapat adanya permukaan berlubang atau berpori, yang diduga akibat pengaruh radiasi kosmik. Biji tomat (L. esculentum) kontrol pada saat kering maupun basah strukturnya terlihat lebih tebal daripada biji tomat (L. esculentum) yang telah dibawa ke ruang angkasa. Perbanyakan secara konvensional (in-vivo) sulit diterapkan, antara lain karena adanya kendala serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur, bakteri, dan virus yang dapat terbawa dalam biji. Oleh karena itu, diperlukan satu cara untuk mengatasi masalah produksi bibit yang bebas penyakit, yaitu dengan cara in vitro menggunakan kultur jaringan. Keberhasilan kultur jaringan memerlukan beberapa kondisi yang mendukung, antara lain penggunaan medium yang tepat, eksplan yang baik, kondisi aseptik, dan faktor lingkungan yang tepat. Sehingga, dilakukan optimasi untuk mendapatkan protokol in-vitro, yang dapat digunakan untuk menghasilkan bibit yang seragam. Hasil menunjukkan bahwa protokol untuk perbanyakan bibit tomat yang telah optimal adalah medium MS dengan penambahan 0,2 ppm IAA dan 2 ppm BAP. Sedangkan medium untuk perakaran adalah MS dengan penambahan 1 ppm IBA. Bibit dapat diaklimatisasi dan ditumbuhkan ex vitro dengan tingkat keberhasilan 98 %.
Sosialisasi Monkeypox dan Edukasi Pola Hidup Sehat Pada Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Rapak Dalam Kota Samarinda Arief, Maryam Jamila; Fitriani, Victoria Yulita; Sinthary, Venna; Helmi, Helmi; Almeida, Maria
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 11 (2024): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, November 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Monkeypox merupakan penyakit infeksi zoonosis yang disebabkan oleh virus monkeypox dan telah menjadi perhatian global akibat peningkatan kasus di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penularan monkeypox terjadi melalui kontak langsung dengan hewan atau manusia yang terinfeksi, droplet, atau penggunaan bersama alat makan. Peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya melalui edukasi pola hidup sehat, menjadi strategi penting dalam pencegahan penyakit ini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang monkeypox dan pentingnya pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif dan penyuluhan yang disertai evaluasi melalui pretest dan post-test kepada anggota Tim Penggerak PKK Kelurahan Rapak Dalam, Kota Samarinda. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai post-test sebesar 15,63% dibandingkan nilai pretest, yang mengindikasikan peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi dan edukasi pola hidup sehat efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan monkeypox. Kesimpulannya, program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan peserta dan memperkuat kemampuan masyarakat dalam melakukan tindakan pencegahan. Edukasi seperti ini sangat penting untuk diterapkan secara luas guna memitigasi penyebaran monkeypox dan penyakit menular lainnya.
Antioxidant Activity of Bajakah Kuning (Arcangelisia flava (L.) Merr) Herman, Herman; Almaida, Maria; Haeruddin, Haeruddin; Bone, Mahfuzun; Rusman, Arman
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 8 No. 2 (2024): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v8i2.652

Abstract

Indonesia is a tropical country with potential plants that have been used as traditional medicine for generations. One of them is bajakah. This study aims to determine the phenolic content and antioxidant activity of yellow bajakah extract and the relationship between phenolic content and antioxidant activity. The study began with making yellow bajakah extract using maceration method. The bajakah extract obtained then analysed the phenolic content quantitatively using the Folin-Ciocalteu method. Antioxidant activity was tested using the DPPH and ABTS methods. The results showed that yellow bajakah extract contained phenolic compounds with levels of 27.15 ± 1.28 mg/g GAE. IC50 measurements to determine antioxidant activity obtained a value of 47.01 ± 1.16 µg / ml in the DPPH method and 61.21 ± 0.83 µg / ml in the ABTS method. Based on these results, yellow bajakah skin is known to have antioxidant activity with a strong category and phenolic content in yellow bajakah skin has an influence on antioxidant activity.
Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Herba Kerokot (Lygodium microphyllum): Antifungal Activity of Kerokot Herb (Lygodium microphyllum) Ethanol Extract Haniko, Natashya Angelica; Kuncoro, Hadi; Almeida, Maria
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i1.2384

Abstract

Kerokot herb (Lygodium microphyllum) contains a class of compounds that function as antifungal including phenolics, alkaloids, and tannins. This study aims to determine the antifungal activity of kerokot herb ethanol extract on the growth of Aspergillus niger, Candida albicans, and Malassezia furfur. The extraction method used was maceration. Antifungal activity testing used agar well diffusion with extract concentrations of 20%, 30%, and 40%, positive control (ketoconazole 2%), and negative control (DMSO 10%). The results showed that from the three extract concentrations had an average diameter of inhibitory zones respectively against Aspergillus niger was 10.24±0.21 mm, 11.26±0.19 mm, 12.24±0.21 mm, and positive control was 12.63±0.08 mm. Against Candida albicans was 10.46±0.26 mm, 12.01±0.04 mm, 13.53±0.07 mm, and positive control was 11.89±0.33 mm. Against Malassezia furfur was 6.48±0.16 mm, 8±0.39 mm, 9.45±0.39 mm, and positive control was 11.3±0.24 mm. Based on the result of this study, it can be concluded that kerokot herb ethanol extract has antifungal activity against the growth of dandruff-causing fungi. Keywords:          antifungal, Lygodium microphyllum, Malassezia furfur, Candida albicans, Aspergillus niger   Abstrak Herba kerokot (Lygodium microphyllum) memiliki kandungan golongan senyawa yang berfungsi sebagai antijamur antara lain fenolik, alkaloid, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur ekstrak etanol herba kerokot terhadap pertumbuhan Aspergillus niger, Candida albicans, dan Malassezia furfur. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi. Pengujian aktivitas antijamur menggunakan metode difusi agar sumuran dengan konsentrasi ekstrak 20%, 30%, dan 40%, kontrol positif (ketokonazol 2%), serta kontrol negatif (DMSO 10%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga konsentrasi ekstrak memiliki rata-rata diameter zona hambat berturut-turut terhadap Aspergillus niger sebesar 10,24±0,21 mm, 11,26±0,19 mm, 12,24±0,21 mm, dan kontrol positif sebesar 12,63±0,08 mm. Terhadap Candida albicans sebesar 10,46±0,26 mm, 12,01±0,04 mm, 13,53±0,07 mm, dan kontrol positif sebesar 11,89±0,33 mm. Terhadap Malassezia furfur sebesar 6,48±0,16 mm, 8±0,39 mm, 9,45±0,39 mm, dan kontrol positif sebesar 11,3±0,24 mm. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol herba kerokot memiliki aktivitas antijamur terhadap pertumbuhan jamur penyebab ketombe. Kata Kunci:         antijamur, Lygodium microphyllum, Malassezia furfur, Candida albicans, Aspergillus niger
Aktivitas Antihiperglikemia Infusa Daun Sambung Nyawa (Gynura Procumbens) dengan Metode Toleransi Glukosa pada Mencit Jantan (Mus Musculus): Antihyperglycemic Activities of Sambung Nyawa Leaves (Gynura Procumbens) Infusion using a Glucose Tolerance Method in Male Mice (Mus Musculus) Ridhotulloh, Yusuf Isro; Rijai, Laode; Mus, Nurul Muhlisa; Arifuddin, M.; Ibrahim, Arsyik; Ahmad, Islamudin; Herman, Herman; Hikmawan, Baso Didik; Junaidin, Junaidin; Febrina, Lizma; Faisal, Muhammad; Rusman, Arman; Riki, Riki; Almeida, Maria; Bone, Mahfuzun; Arifian, Hanggara; Samsul, Erwin
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i2.2421

Abstract

Hyperglycemia is a condition where blood sugar increases significantly which can lead to diabetes mellitus. Sambung Nyawa (Gynura Procumbens) leaves are a plant that is empirically believed to reduce hyperglycemia and has been scientifically proven based on several studies, however there has been no research that provides information about sembung nyawa leaves in infusion form. This study aims to determine the content of secondary metabolites in the infusion of the leaves of Gynura Procumbens and its antihyperglycemia activity in male males. This study consisted of phytochemical and antihyperglycemia screening using a tolerance method induced by glucose monohydrate at a dose of 2g/kgBW. The test group consisted of a negative control group (Na CMC 1%), a positif group (Glibenclamide), and 3 groups of sambung nyawa leaf infusion (5%, 10%, 15%). The results of the research showed that the infusion of sembung nyawa leaves contained secondary metabolites, namely tannins, phenolics, flavonoids and saponins. The effect of reducing blood sugar levels in test animals showed a significant reduction (0.00<0.05) at a 10% concentration infusion compared to the negative control and not significant to the positive control. The conclusion shows that the infusion of sambung nyawa leaves has an antihyperglycemic effect. Keywords:          Antihyperglycemic, Sambung Nyawa Leaves, Glucose Monohydrate   Abstrak Hiperglikemia merupakan kondisi peningkatan gula darah yang cukup signifikan yang akan berubah menjadi kondisi diabetes mellitus. Daun sambung nyawa (Gynura Procumbens) merupakan tumbuhan yang dipercaya secara empiris menurunkan hiperglikemia dan terbukti secara ilmiah berdasarkan beberapa penelitian dalam bentuk ekstrak. Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan metabolit sekunder pada infusa daun sambung nyawa dan aktivitas antihiperglikemia pada mencit jantan. Penelitian ini terdiri dari skrining fitokimia dan antihiperglikemia menggunakan metode toleransi yang dinduksi glukosa monohidrat dengan dosis 2g/kgBB. Kelompok uji terdiri dari kelompok kontrol negatif (Na CMC 1%), positif (Glibenklamid), dan 3 kelompok infusa daun sembung nyawa (5%, 10%, 15%). Hasil penelitian menunjukkan infusa daun sambung nyawa mengandung metabolit sekunder yaitu tanin, fenolik, flavonoid dan saponin. Efek penurunan kadar gula darah pada hewan uji menunjukkan penurunan yang signifikan (0,00<0,05) pada infusa konsentrasi 10% dibandingkan dengan kontrol negatif dan tidak signifikan terhadap kontrol positif. Kesimpulan menunjukkan bahwa infusa daun sambung nyawa mempunyai efek antihiperglikemia. Kata Kunci:         Antihiperglikemia, Daun Sambung Nyawa, Glukosa Monohidrat  
Antibacterial Activity of Kersen Leaf Extract (Muntingia calabura Linn.) Against Salmonella typhi and Staphylococcus aureus Using Bioautography Method Maharani, Dhea Nur Fadillah; Almeida, Maria; Arifian, Hanggara; Ibrahim, Arsyik; Herman, Herman
Journal of Pharmaceuticals and Natural Sciences Vol. 2 No. 2 (2025): J. Pharm. Nat. Sci.
Publisher : B-CRETA Publisher (CV. Borneo Citra Kreatama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70392/jpns.v2i2.8694

Abstract

Kersen (Muntingia calabura Linn.) is a plant with a large population in Indonesia. Thus, the abundance of this number can be used as a source of raw materials for medicine. Kersen has many benefits, especially in the leaves as an antibacterial. The purpose of this study was to determine the extract yield, compound groups, and antibacterial activity against Salmonella typhi and Staphylococcus aureus. Antibacterial activity was measured using the well method and TLC Bioautography. The results showed an extract yield of 19.77%. The TLC profile identified flavonoid, alkaloid, tannin, and steroid compound groups. Kersen leaf extract showed antibacterial activity against Salmonella typhi and Staphylococcus aureus with moderate to strong antibacterial power at concentrations of 40%, 50%, and 60%. The groups of compounds suspected of playing a role in antibacterial activity are flavonoids, alkaloids, tannins, and steroids. This study shows that kersen leaf extract has the potential as an antibacterial agent against Salmonella typhi and Staphylococcus aureus bacteria.
Formulasi Sediaan Toner Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea) sebagai Antioksidan Kulit Herman, Herman; Almeida, Maria; Devara, Rachel; Bone, Mahfuzun; Zamruddin, Nur Masyithah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.811

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea) dikenal sebagai tanaman obat yang mengandung antosianin dengan potensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan merumuskan dan mengevaluasi sediaan toner berbahan dasar ekstrak bunga telang sebagai antioksidan untuk perawatan kulit. Ekstrak diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian diuji kandungan metabolit sekunder serta aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Toner diformulasikan menggunakan basis gliserin 5% dan dievaluasi melalui uji organoleptik, pH, stabilitas, dan aktivitas antioksidan selama empat siklus suhu. Hasil menunjukkan rendemen ekstrak sebesar 7,88% dengan kandungan alkaloid, flavonoid, terpenoid, dan tanin. Aktivitas antioksidan ekstrak tergolong kuat dengan nilai IC50 sebesar 67,73 ppm dan persen peredaman tertinggi 30,603% pada konsentrasi 90 ppm. Toner dengan formula basis gliserin 5% memenuhi kriteria organoleptik dan menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi sebesar 25,145% pada suhu 4?, meskipun nilai pH sediaan belum seluruhnya berada dalam rentang ideal.
Mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah Melalui Sosialisasi Izin Edar Pangan Olahan di Desa Bukit Raya Kabupaten Penajam Paser Utara Herman, Herman; Arief, Maryam Jamila; Muhammad Faisal; Helmi, Helmi; Almeida, Maria; Iswahyudi, Iswahyudi
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v2i2.142

Abstract

Usaha mikro kecil dan menengah merupakan usaha yang memaikan peran penting dalam mendorong perekonomian dan menciptakan lapangan kerja diberbagai negara termasuk Indonesia. Pengembangan usaha mikro kecil dan menengah dapat dimulai dengan melakukan sosialisasi izin edar. Dengan adanya izin edar artinya suatu produk memiliki legalitas untuk beredar di wilayah Indonesia. Bahkan pemasaran produk tersebut dapat diperluas hingga ke mancanegara. Selain itu, izin edar juga dapat meningkatkan daya saing serta meningkatkan kepercayaan masyarakat karena produk tersebut telah memenuhi standar kualitas dan kemanan yang ditetapkan pemerintah. Pendaftaran izin edar produk olahan dapat dilakukan melalui Badan Pengawasan Obat dan Makanan jika produk diproduksi di ruangan terpisah dengan tempat tinggal serta memiliki proses produksi yang manual sampai otomatis. Sedangkan untuk produk pangan olahan yang diproduksi di rumah tangga dengan proses yang manual dan semiotomatis maka dapat mendaftarkan produknya melalui Dinas Kesehatan yang berada di kabupaten atau kota. Desa Bukit Raya merupakan salah satu desa dikawasan Kalimantan Timur yang lokasinya dekat dengan Ibukota Nusantara. Desa ini memiliki berbagai macam produk olahan pangan seperti tenteng jahe, wedang jahe, serbuk jahe, keripik beluntas, dodol pisang dan keripik pisang yang sangat potensial untuk dikembangkan terutama dapat dijadikan sebagai ole-ole bagi masyarakat yang berkunjung ke ibukota nusantara nantinya. Namun produk-produk masyarakat setempat belum memiliki izin edar sehingga pemasarannya sangat terbatas. Produk-produk inisetempat merupakan produk industri rumah sehingga pendaftaran produknya melalui dinas kesehatan setempat. Oleh karena itu, kegiatan ini ditujukan untuk mengembangkan usaha masyarakat Desa Bukit Raya melalui sosialisasi izin edar produk pangan olahan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan masyarakat mengenai pentingnya izin edar dan penjelasan terkait prosedur pendaftaran izin edar sehingga harapannya produk masyarakat setempat dapat memiliki izin edar produk pangan olahan.
Edukasi Pemanfaatan Herbal dan Upaya Pencegahan dan Penanganan Penyakit Degeneratif di Kelurahan Teluk Pemedas, Samboja, Kutai Kartanegara Herman, Herman; Almeida, Maria; Muhammad Faisal; Helmi, Helmi; Maryam Jamila Arief; Iswahyudi; Nur Zakiyah Darajat; Vina Maulidya
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v3i1.238

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan suatu penyakit tidak menular yang terjadi dalam jangka waktu yang lama akibat dari menurunnya fungsi organ di dalam tubuh. Penggunaan obat-obatan sintetik yang banyak dan beragam serta dikonsumsi dalam jangka waktu lama dalam menangani penyakit ini, seringkali menimbulkan “ketakutan” tersendiri di masyarakat, terutama berkaitan dengan risiko terjadinya efek samping obat yang tidak diinginkan. Kelurahan Teluk Pemedas merupakan salah satu kelurahan di kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara dengan angka kejadian penyakit degeneratif yang cukup tinggi, terutama penyakit hipertensi, diabetes melitus dan hiperkolesterolemia. Beberapa herbal rumahan terbukti efektif secara ilmiah dapat digunakan dalam menunjang penggunaan terapi konvensional serta membantu pemeliharaan kesehatan pada penyakit degeneratif. Masih minimnya informasi yang komprehensif mengenai pencegahan, penanganan dan pemanfaatan herbal sebagai terapi pendukung dalam menangani penyakit degeneratif di masyarakat Teluk Pemedas merupakan dasar utama pelaksanaan kegiatan ini. Kegiatan yang berbasis edukasi melalui media lisan maupun tulisan dalam bentuk penyuluhan dan pembagian leaflet ini bertujuan untuk memberikan informasi sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat Teluk Pemedas mengenai cara pencegahan, penanganan serta pemanfaatan herbal rumahan sebagai terapi komplementer untuk menangani penyakit degeneratif. Selain itu, tujuan dari kegiatan ini juga untuk meningkatkan potensi pendayagunaan herbal-herbal sekitar pekarangan rumah dalam menunjang pengobatan konvensional. Akhirnya, melalui kegiatan ini diharapakan terjadinya peningkatan pengetahuan yang nantinya akan berkorelasi dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta penurunan prevalensi penyakit degeneratif di Kelurahan Teluk Pemedas, Samboja, Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur
Workshop Pembuatan Gummy Candy Madu Kelulut Di Desa Bangun Rejo Kabupaten Kutai Kartanegara Samsul, Erwin; Junaidin, Junaidin; Rijai, Laode; Ibrahim, Arsyik; Herman, Herman; Rusli, Rolan; Ahmad, Islamudin; Febrina, Lizma; Farah, Harra Ismi; Hikmawan, Baso Didik; Rija’i, Hifdzur Rashif; Supriatno, Supriatno; Rusman, Arman; Almeida, Maria; Riki, Riki; Arifuddin, M; Bone, Mahfuzun; Arifian, Hanggara; Setiawaty, Agus
Journal of Community Research and Service Vol. 9 No. 2: July (2025)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v9i2.69839

Abstract

A workshop on making gummy candy based on stingless bee honey was held in Bangun Rejo Village, Kutai Kartanegara Regency, as an effort to empower the community through innovation in locally processed food products. The aim of this activity was to improve the skills of MSME actors and village residents in producing stingless honey gummy candy, and to elevate the added value of local honey. The methods used included a short theoretical session about the composition of stingless bee honey and the technical process of gummy candy production, a live demonstration, group practice among participants, as well as evaluation via pre-test and post-test on understanding and skills. The workshop was attended by 50 participants from various MSMEs and community groups. Results showed that after training there was an increase in participant understanding by approximately 75% compared to before the training. Furthermore, participants succeeded in making gummy candy with a chewy texture, the natural sweetness of stingless bee honey, and a distinctive aroma that was well accepted in organoleptic tests. This workshop made a tangible contribution to local product diversification, increasing production capacity, and the potential enhancement of village income through signature products based on stingless bee.