Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Konsumsi Kopi Kekinian (Street Coffee) dan Stres Akademik dengan Kualitas Tidur Mahasiswa Marsela Safrianti; Lira Mufti Azzahri Isnaeni; Milda Hastuty
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.260

Abstract

Mahasiswa rentan mengalami stres akademik dan gangguan kualitas tidur akibat tuntutan perkuliahan. Di sisi lain, meningkatnya konsumsi kopi dikalangan mahasiswa, khususnya kopi kekinian seperti street coffee, juga dapat memengaruhi kualitas tidur karena kandungan kafein didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi kopi dan stres akademik dengan kualitas tidur mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20-27 April 2026. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 1.173 mahasiswa dengan sampel 92 responden menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner konsumsi kopi kekinian, Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA), dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara konsumsi kopi dengan kualitas tidur dengan nilai p-value 0,002 (p ≤ 0,05) dan POR=14,806. Selain itu, terdapat hubungan antara stres akademik dengan kualitas tidur dengan nilai p-value 0,005 (p ≤ 0,05) dan POR=13,364. Mahasiswa diharapkan dapat lebih bijak dalam menyikapi tuntutan akademik tanpa mengorbankan waktu istirahat maupun menjadikan konsumsi kopi berlebihan sebagai cara utama untuk bertahan dalam aktivitas perkuliahan, sehingga kesehatan fisik, mental, dan kualitas tidur tetap terjaga dengan baik.  
Hubungan Self Control dengan Perilaku Cyberbullying Ayuni Amanda Hasta; Lira Mufti Azzahri Isnaeni; Milda Hastuty
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.272

Abstract

Perilaku cyberbullying pada remaja merupakan salah satu bentuk penyimpangan perilaku di dunia digital yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental, interaksi sosial, serta proses belajar siswa di sekolah. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan perilaku cyberbullying adalah self-control, yaitu kemampuan individu dalam mengendalikan emosi, pikiran, dan perilaku dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk saat menggunakan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-control dengan perilaku cyberbullying pada siswa SMA Negeri 1 Bangkinang Kota Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20-26 Mei 2026. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X dan XI SMA Negeri 1 Bangkinang Kota yang berjumlah 813 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian siswa kelas X dan XI SMA Negeri 1 Bangkinang Kota yang termasuk dalam kriteria inklusi berjumlah 268 responden dengan teknik pengambilan sampel proportionate stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner kuesioner baku self-control dan perilaku cyberbullying yang telah dinyatakan valid dengan nilai r hitung antara 0,382-0,785 pada kuesioner self-control dan 0,440-0,885 pada kuesioner perilaku cyberbullying, seluruhnya lebih besar dari r tabel 0,361, serta reliabel dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,767 pada kuesioner self-control dan 0,800 pada kuesioner perilaku cyberbullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-control dengan perilaku cyberbullying pada siswa SMA Negeri 1 Bangkinang Kota dengan nilai p value = 0,001. Diharapkan pihak sekolah dapat bekerja sama dengan orang tua dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan self-control siswa melalui pembinaan karakter, edukasi penggunaan media sosial secara bijak, serta penguatan perilaku digital yang positif guna mencegah perilaku cyberbullying.