p-Index From 2021 - 2026
5.932
P-Index
This Author published in this journals
All Journal WIDYA TEKNIKA Jurnal Mirai Management Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-MIKRAJ: Jurnal studi Islam dan Humaniora Gemilang: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Optimal: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi Transformasi: Journal of Economics and Business Management Digital Bisnis: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen Dan E-commerce Jurnal Mahasiswa Manajemen dan Akuntansi Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Bisnis Jurnal bintang manajemen International Journal of Asian Business and Management (IJABM) Journal of Management and Creative Business Jurnal Riset Manajemen Sammajiva: Jurnal Penelitian Bisnis dan Manajemen (JIMBE) Maeswara: Jurnal Riset Ilmu Manajemen dan Kewirausahaan Riset Ilmu Manajemen Bisnis dan Akuntansi Muqaddimah: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Master Manajemen Jurnal Manajemen Bisnis Era Digital Jurnal Inovasi Manajemen, Kewirausahaan, Bisnis dan Digital Jurnal Bisnis Kreatif dan Inovatif Jurnal Ilmiah Nusantara Green Inflation: International Journal of Management And Strategic Business Leadership Jurnal Strategi Bisnis Teknologi Jukerdi: Jurnal Kewirausahaan Cerdas Dan Digital PROTON : Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik Mesin Jurnal Ilmiah Ekonomi Terpadu Global Management: International Journal of Management Science and Entrepreneurship
Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN UNJUK KERJA MOTOR BAHAN BAKAR PREMIUM DAN LIQUEFIED PETROLEUM GAS (LPG) Ariansyah A Yulianto; Akhmad Farid; Agus Suyatno
PROTON Vol. 5 No. 1: Maret 2013
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v5i1.161

Abstract

Salah satu permasalahan dalam sektor otomotif adalah semakin banyaknya pertumbuhan kendaraan sebagai sarana transportasi namun tidak di dukung oleh jumlah pasokan bahan bakar minyak yang ada di bumi ini yang cenderung akan habis, salah satu energi alternatif  adalah bahan bakar gas. Berbagai varian bahan bakar diantaranya adalah  Liquefied petroleum gas. Untuk itu diperlukan penelitian tentang perbandingan unjuk kerja motor bahan bakar premium dan liquefied petroleum gas (LPG). Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen. Obyek penelitian adalah kendaran motor 4 tak (kijang 3k). penelitian dilakukan dengan mengukur jumlah putaran output (rpm) dan konsumsi masing-masing dari bahan bakar gas dan LPG pada putaran 1500 rpm, 2000 rpm, 2500 rpm, 3000 rpm, dengan pembebanan masing-masing 3kg dalam waktu 120 detik. Data hasil penelitian selanjutnya akan diolah untuk mendapatkan unjuk kerja mesin meliputi daya mesin, konsumsi bahan bakar spesifik efektif, effisiensi termal efektif dan effisiensi indikasi. Hasil pengolahan data menunjukan bahwa bahan bakar LPG memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan bahan bakar premium. Bahan bakar premium menghasilkan daya mesin yang lebih besar, namun ditinjau dari segi efisiensi thermal efektif dan efisiensi thermal indikasi bahan bakar bakar LPG lebih tinggi dan konsumsi bahan bakar lebih rendah.   Kata kunci : motor, premium, liquefied petrolium gas, effisiensi
STUDY EXPERIMENTAL PENGARUH SPARK PLUG CLEARANCE TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI PADA MOTOR MATIC Edi Sarwono; Toni Dwi Putra; Agus Suyatno
PROTON Vol. 5 No. 1: Maret 2013
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v5i1.164

Abstract

Pada internal combustion engine dipengaruhi oleh proses pembakaran, sedangkan proses pembakaran dipengaruhi oleh berbagai variabel. Dari berbagai variabel tersebut salah satunya adalah celah busi. Celah busi ini akan mempengaruhi kualitas loncatan bunga api. Dengan demikian perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh spark plug clearence terhadap daya dan efisiensi pada motor matic. Penelitian dilakukan menggunakan metode experimental. Kendaraan yang digunakan adalah mesin Yamaha Mio matic 113.7 cc silinder tunggal. Menggunakan 3 variasi celah busi yaitu 0.6 mm, 0,8 mm, 1 mm. Sedangkan putaran juga divariasikan mulai dari 3000 rpm, 4000 rpm, 5000 rpm, 6000 rpm dan  7000 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya roda yang tertinggi dihasilkan engine dengan jarak elektroda busi 0,60 mm menghasilkan 4,85 HP di putaran 7000 rpm. Daya bahan bakar tertinggi terjadi pada putaran 7000 rpm dengan jarak elektroda busi 0,60 mm, dengan nilai sebesar 7,84 HP. Effisiensi terbesar pada celah busi 0,60 mm yaitu 61,82 % di putaran 7000 rpm.   Kata kunci : Celah busi, putaran, daya dan efisiensi.
PENGARUH CAMPURAN BAHAN BAKAR DENGAN PERALATAN ELEKTROMAGNET TERHADAP EMISI GAS BUANG PADA MOTOR BAKAR BENSIN 3 SILINDER Roni Tandi Lolo; Agus Suyatno; Suriansyah S
PROTON Vol. 5 No. 1: Maret 2013
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v5i1.168

Abstract

Berbagai cara telah dilakukan untuk menciptakan alat yang dapat menghemat bahan bakar yang paling sempurna dan dapat menghasilkan emisi gas buang yang sangat baik sehingga tidak terlalu mencemari kondisi udara disekitar . Akan tetapi sekarang ini orang masih terus melakukan percobaan. Salah satunya adalah memberikan perlakuan terhadap bahan bakar sebelum memasuki ruang bakar atau sebelum mengalami proses pembakaran. Metode yang dapat digunakan adalah aplikasi medan magnet (elektromagnet) karena peralatan ini menggunakan kumparan yang cukup sederhana. Penelitian ini mempunyai tujuan antara lain adalah untuk mengetahui variasi campuran bahan bakar dengan peralatan Elektromagnet terhadap emisi gas buang pada motor bakar bensin 3 silinder. Dalam penelitian ini variabel bebas adalah elektromagnet dan Variasi Premiun dan alkohol campuran dengan perbandingan 90:10, 80:20, variabel terikat adalah Emisi Gas Buang dan Volume. Hasil penelitian ini bahwa penggunaan elecktromagnet CO yang dihasilkan meningkat dengan rpm 2500, di karenakan CO2 tambahan Oksigen berkurang sehingga pembakaran tidak sempurna. Sedangkan elecktromagnet pada rpm 2500 CO2 semakn tinggi, maka akan semakin baik dalam ruang bakar pada engine, di karenakan kadar CO berpengaruh terhadap lingkungan. HC yang dihasilkan mulai meningkat pada rpm 2500 sehingga AFR seimbang sehingga pembakaran tidak sempurna. Sedangkan electromagnet emisi gas buang O2 rpm 2500 oksigen menurun tidak sebanding dengan CO ( O2<CO2 ) menghasilkan pembakaran tidak sempurna.   Kata Kunci : Bahan Bakar, Elektormagnet, emisi gas buang.
PENGARUH SIRIP CINCIN INNER TUBE TERHADAP KINERJA PERPINDAHAN PANAS PADA HEAT EXCHANGER Sujawi Sholeh Sadiawan; Nova Risdiyanto Ismail; Agus Suyatno
PROTON Vol. 5 No. 1: Maret 2013
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v5i1.169

Abstract

Bagian terpenting dari Heat excanger adalah inner tube. Salah satu contoh inner tube berbentuk ring dan normal, model demikian menyebabkan aliran air pendingin membentuk lintasan lurus atau laminer, sehingga pembuangan panas air didalam Heat excanger kurang optimal. Untuk meningkatkan pembuangan panas Heat excanger tersebut diperlukan aliran yang mampu menyerap panas dan membuangnya dengan optimal, yaitu dengan cara mengubah/memodifikasi inner tube berbentuk ring. Dengan demikian perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh sirip cincin inner tube terhadap kinerja perpindahan panas pada heat exchanger. Penelitian ini membandingkan antara inner tube normal dengan inner tube ring pada kinerja perpindahan panas. Variabel bebasnya adalah : Membandingkan inner tube normal dengan inner tube ring. Variabel terikatnya adalah: Temperatur panas masuk (Thin), Temperatur panas keluar (Thout), Temperatur dingin masuk (Tcin), Temperatur dingin keluar (Tcout), debit aliran air panas (Qh) dan debit aliran air dingin (Qc). Laju pembuangan panas pada inner tube ring lebih tinggi dibandingkan dengan inner tube standart. Koefisien perpindahan panas pada inner tube ring lebih tinggi dibandingkan dengan inner tube standart. Kinerja mesin pada penggunaan inner tube ring lebih optimal.   Kata kunci :  inner tube normal, inner tube ring, heat excanger.
PENGARUH CELAH KATUP TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI PADA MOTOR MATIC Irwan -; Agus Suyatno; Naif Fuhaid
PROTON Vol. 6 No. 1: Maret 2014
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v6i1.177

Abstract

Pada saat ini motor bakar mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia sehari-harinya, terutama dalam bidang transportasi. Perkembangan sepeda motor sekarang sudah mengarah kepada sistem matic yang mempunyai berbagai keunggulan dan kerugian. Pada motor matic dilengkapi dengan katup isap dan katup buang, dimana kedua katup digerakkan oleh sebuah poros yang dinamakan poros bubungan atau camshaft.  Volume masuknya bahan bakar dipengaruhi oleh durasi sudut buka katup dan celah katup atau valve clearance. Untuk itu perlu dilakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh celah katup terhadap daya dan efisiensi mesin motor matic. Pengujian dilakukan secara eksperimen, dengan membandingkan  variasi Celah Katup 0.05 mm, 0.1 mm dan 0.15 mm dengan rpm yang berbeda dari 3000rpm - 7000rpm pada masing-masing perlakuan dan dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan variabel kinerja mesin matic yaitu daya efektif, daya bahan bakar dan efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya efektif roda yang tertinggi dihasilkan engine dengan jarak celah katup 0,05 mm menghasilkan 3.97 Hp di putaran 7000 rpm. Daya bahan bakar tertinggi terjadi pada putaran 7000 rpm dengan jarak celah katup 0,05 mm, dengan nilai sebesar 7.98 Hp. Effisiensi terbesar pada celah katup 0,15 mm yaitu 53.02 % di putaran 7000 rpm.   Kata kunci : katup, daya dan efisiensi, motor matic
PENGARUH VOLUME AIR RADIATOR TERHADAP PERFORMANCE PADA ENGINE GENSET TONGFONG S195 Sudarlin -; Agus Suyatno; Toni Dwi Putra
PROTON Vol. 6 No. 1: Maret 2014
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v6i1.180

Abstract

Kemajuan teknologi mesin cukup pesat, khususnya bidang otomotif. Keadaan ini dipicu oleh adanya tren yang selalu berkembang dimasyarakat yang merupakan tuntutan teknologi itu sendiri. Perkembangan bidang inipun memang sesuatu yang merupakan imbas dari perkembangan peradaban manusia itu sendiri. Hal ini dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, salah satunya semakin banyak serta beragamnya teknologi–teknologi baru yang diciptakan. Kemajuan bidang otomotif secara prinsip merupakan implikasi dari adanya tuntutan pengguna otomotif itu sendiri. Tuntutan ini tentunya memerlukan pemenuhan baik dari segi kuantitas dan kualitas. Penelitian ini di lakukan dengan menggunakan engine genset tongfong S195 dengan cara merubah volume air pada radiator kemudian melihat dan mencatat data performance. Data performance ini meliputi daya (hp), putaran out (rpm), temperatur out radiator, dan temperatur engine. Penelitian menghasilkan; semakin besar volume air radiator,  mengakibatkan kenaikan pada konsumsi bahan bakar, putaran output, efisiensi thermal efektif(NTe), daya, dan mengakibatkan penurunan temperatur output radiator, engine dan radiator. Selain itu untuk engine genset tongfong S195 standart volume air radiator yang terbaik adalah sebesar 9 liter.   Kata kunci :  volume air radiator, temperatur engine, konsumsi bahan bakar, dan daya engine.
ANALISIS SISTEM BEBAN ALAT UJI DAYA MESIN SEPEDA MOTOR Agus Suyatno
PROTON Vol. 1 No. 1: Oktober 2009
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v1i1.203

Abstract

ABSTRAK-
PENGARUH PEMANASAN BAHAN BAKAR PADA RADIATOR TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN KADAR EMISI GAS BUANG DAIHATSU HIJET 1000 Agus Suyatno
PROTON Vol. 3 No. 2: Oktober 2011
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v3i2.212

Abstract

Emisi gas buang adalah sisa hasil pembakaran bahan bakar didalam mesin pembakaran dan mesinpembakaran luar, yang dikeluarkan melalui sistem pembuangan mesin. Dari alat uji emisi ada 5 unsur dalamemisi gas buang yang akan dikaji yaitu CO, HC, CO2, O2 dan NOx. Dalam penelitian ini adalah melakukan suatu percobaan yaitu memberikan suatu treatment terhadapbahan bakar premium dengan memanaskan bakan bakar tersebut melalui pipa yang dipasang pada upper tankradiator, sehingga diharapkan memperoleh suatu kondisi dimana campuran bahan bakar dengan udaradiharapkan dapat lebih baik sehingga bahan bakar dapat terbakar dengan sempurna dan menghasilkan emisi gas buang yang relatif aman. Proses perlakuan pemanasan bahan bakar dilakukan dengan memanfaatkan fluida di radiator yang berada pada upper tank radiator yaitu dengan membuat saluran yang terbuat dari pipa tembaga melalui upper tank radiator dengan panjang pipa pemanas bahan bakar yaitu panjang 500 mm dan jenis bahan bakar yaitu : premium pada putaran mesin 1000, 1500, 2000, 2500 Rpm, serta temperatur keja mesin (60° – 80°C) dan beban output yang tetap sebesar 3Kg.Sistem pemanasan bahan bakar dengan media radiator, kadar kandungan emisi gas CO sebesar 0,21 %,CO 2 6,30 %, HC 849 ppm, O2 9,6%, dan NOx sebesar 1832,2 ppm.  Hal ini dapat dikatakan bahwa gas buang mobil daihatsu hijet 1000 tergolong ramah lingkungan.Kata kunci: radiator, bahan bakar dan gas buang.
VARIASI CAMPURAN BAHAN BAKAR DENGAN PERALATAN ELEKTROMAGNET TERHADAP EMISI GAS BUANG PADA MOTOR BAKAR BENSIN 3 SILINDER Agus Suyatno
PROTON Vol. 3 No. 1: Maret 2011
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v3i1.218

Abstract

Berbagai cara telah dilakukan untuk menciptakan alat mana yang dapat menghemat bahan bakar yang paling sempurna dan dapat menghasilkan emisi gas buang yang sangat baik sehingga tidak terlalu mencemari kondisi udara disekitar . Akan tetapi sekarang ini orang masih terus melakukan percobaan. Salah satunya adalah memberikan perlakuan terhadap bahan bakar sebelum memasuki ruang bakar atau sebelum mengalami proses pembakaran. Metode yang dapat digunakan adalah aplikasi medan magnet (elektromagnet) karena peralatan ini menggunakan kumparan yang cukup sederhana. Tujuan penelitian ini adalah Untuk Mengetahui variasi campuran bahan bakar dengan peralatan Elektromagnet terhadap emisi gas buang pada motor bakar bensin 3 silinder. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah Elektromagnet dan Variasi Campuran Premiun dan alkohol dengan perbandingan 90:10,    80:20, variabel terikatnya adalah Emisi Gas Buang dan Volume. Adapun hasil penelitian ini adalah dengan menggunakan elecktromagnet CO yang di hasilkan meningkat dengan rpm 2500, di karenakan CO2 tambahan Oksigen berkurang sehingga pembakaran tidak sempurna. Dengan menggunakan elecktromagnet pada rpm 2500 CO2 semakn tinggi,maka akan semakin baik dalam ruang bakar pada engine, di karenakan kadar CO berpengaruh terhadap lingkungan.Dengan menggunaka electromagnet HC yang di hasilkan mulai meningkat pada rpm 2500 sehingga AFR seimbang sehingga pembakaran tidak sempurna.   Kata kunci: Medan Magnet, Putaran, Volume  dan Emisi gas Buang  
PENGARUH PEMANASAN BAHAN BAKAR DENGAN RADIATOR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KINERJA MESIN BENSIN Agus Suyatno
PROTON Vol. 2 No. 2: Oktober 2010
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v2i2.228

Abstract

Proses pembakaran bahan bakar di dalam silinder dipengaruhi oleh: temperatur, kerapatan campuran, komposisi, dan turbulensi yang ada pada campuran. Apabila temperatur campuran bahan bakar dengan udara naik, maka semakin mudah campuran bahan bakar dengan udara tersebut untuk terbakar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemanasan bahan bakar dengan media radiator terhadap konsumsi bahan bakar dan kinerja Motor bakar bensin jenis daihatsu hijet 1000. Bahan bakar yang telah dipanaskan lewat radiator mempunyai keuntungan yaitu menghemat bahan bakar, sebelum dipanaskan sebesar 42 ml/s setelah dipanaskan menjadi 25.8 ml/s pada putaran 2000 rpm. daya efektif yang dihasilkan juga meningkat,sebelum dipanaskan sebesar 18.521 kg/cm2 setelah dipanaskan sebesar 20.949 kg/cm2 pada putaran 2500 rpm. Kata kunci: Konsumsi Bahan Bakar, Kinerja Radiator