Claim Missing Document
Check
Articles

Community and Social Communication Approaches on Development of Water Supply System Purnaningsih, Ninuk
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 3 No. 3 (2009): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.904 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v3i3.5857

Abstract

The government of Indonesia is obliged to provide continuous supply of drinking water in good quality to the people so that they can live well and productive. Under the framework of local autonomy regime, all physical development efforts, including sufficing drinking water, done at local level must be the responsibility of the local government together with civil society. Therefore, local community is expected to actively involve in the formulation of drinking water development program. Community-based and social communication approaches oriented toward local empowerment are chosen as primary strategy to achieve the development of water supply system. Social communication approach occurs in the form of social advocacy in the policy-making processes so that the policy becomes more sensitive to the needs of the local people. It is expected that by doing so the policy will be supportive to the need of local people. This article is to analyze the development of drinking water supply systems managed by government and NGOs as well as with local people. Some of them are not sustainable in terms of its policy processes continuity. The study reveals that such situation occurs due to less participation or support of local citizens and inappropriate local government policy supporting toward the program. This paper intends to elaborate more on the topics of community and social communication approaches relating to the development of water supply system.
Model Pengembangan Kelembagaan Kemitraan dan Pemasaran Temulawak di Kota Semarang Purnaningsih, Ninuk
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 2 No. 3 (2008): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.285 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v2i3.5875

Abstract

Produk biofarmaka, yang salah satunya berasal dari tumbuhan, sangat berpotensi dalam pengembangan Industri Obat Tradisional (IOT) dan kosmetika di Indonesia. Penggunaan tumbuhan oleh IOT dimulai dengan memanfaatkan tumbuhan yang diperoleh dari hutan alam (hasil kegiatan ekstraktif) dan produk budidaya. Sebagai produk budidaya, sumber biofarmaka ini teknik budidayanya belum tertata dengan baik. Fakta ini memberikan peluang besar sekaligus tantangan untuk peningkatan sumbangan produksi dan produk olahan tanaman obat hasil budidaya. Kebutuhan akan biofarmaka untuk industri dalam negeri semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2000 mencapai 6.813 ton, meningkat di tahun 2001 menjadi 7.170 ton, dan pada tahun 2002 peningkatan mencapai 8.104 ton. Peningkatan kebutuhan bahan baku ini berjalan seiring dengan meningkatnya jumlah industri jamu, farmasi dan kosmetika. Pada tahun 2000 kebutuhan tanaman temulawak (yang merupakan tanaman rimpang terbesar ke-3 setelah tanaman lempuyang dan jahe) untuk 5 (lima) industri jamu terbesar mencapai 38.600 kg/bulan atau 463.200 kg/tahun. Perkiraan WHO sekitar 14-28% dari 250 ribu jenis tumbuhan di dunia yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi bahan obat tradisional. Strategi pengembangan agribisnis biofarmaka dapat mengambil bentuk pada pola-pola penumbuhan dan penguatan kelembagaan berbasis pada komunitas lokal/petani, utamanya bagi produk biofarmaka yang telah lazim dibudidayakan oleh masyarakat setempat, seperti temulawak, jahe dan sebagainya. Berbagai pola pengembangan agribisnis biofarmaka dapat dilakukan, umpamanya melalui pola kemitraan (partnership) yang mengintegrasikannya dengan perusahaan jamu skala besar (nasional) atau dengan kelembagaan sosial dan ekonomi lainnya. Peluang demand pasar bahan obat-obatan yang terus terbuka, diiringi dengan semakin banyaknya perusahaan yang masuk ke bidang pengolahan obat-obatan dan kosmetik berbahan baku biofarmaka, memberikan keadaan yang kondusif bagi perusahaan agribisnis biofarmaka atau petani biofarmaka untuk dapat meningkatkan pendapatan rumahtangganya. Kecamatan Tembalang dan Banyumanik merupakan dua kecamatan penghasil Temulawak khususnya dan rimpang umumnya di Kota Semarang. Tulisan ini bertujuan untuk: (1) menganalisis model pemasaran dan kelembagaan dalam memberdayakan petani temulawak yang telah ada di Kota Semarang, (2) mendeskripsikan tahapan kegiatan pengembangan dan pemberdayaan infrastruktur sosial ekonomi penopang kegiatan agribisnis temulawak yang telah ada dan dibutuhkan dalam membangun model pemasaran temulawak di Kota Semarang, dan (3) menganalisis jejaring usaha agribisnis temulawak di tingkat lokal-regional yang ideal dapat dilakukan oleh petani temulawak di Kota Semarang. Tulisan ini merupakan sebagian analisis yang didasarkan pada data penelitian lapangan tentang Model Kemitraan dan Pemasaran Terpadu Biofarmaka di Kota Semarang Propinsi Jawa Tengah, yang dilakukan pada akhir tahun 2006
Strategi Kemitraan Agribisnis Berkelanjutan Purnaningsih, Ninuk
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 1 No. 3 (2007): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.797 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v1i3.5899

Abstract

Penerapan pola kemitraan agribisnis bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah keterbatasan modal dan teknologi bagi petani kecil, peningkatan mutu produk, dan masalah pemasaran. Namun pada kenyataannya penerapan kemitraan tersebut sering menghadapi masalah, baik yang bersumber dari petani mitra maupun dari pihak perusahaan yang menyebabkan kemitraan yang dibangun tidak dapat berkelanjutan. Melihat potensi dan tantangan penerapan pola kemitraan sebagai suatu inovasi dalam peningkatan kinerja petani kecil, maka penting menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya penerapan pola kemitraan agribisnis dan merumuskan strategi kemitraan yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus di lima perusahaan agribisnis dan satu koperasi yang menerapkan pola kemitraan agribisnis di Jawa Barat: Bogor, Cianjur, Bandung, dan Garut. Populasi penelitian adalah petani di sekitar perusahaan dan koperasi, dengan unit analisis rumahtangga tani. Sejak akhir tahun 90 hingga sekarang (2006) bisnis sayuran menjadi semakin banyak diminati oleh masyarakat. Namun dari banyak perusahaan agribisnis di Jawa Barat yang mencoba menerapkan pola kemitraan agribisnis dengan petani sekitar hanya beberapa perusahaan saja yang mampu bertahan. Secara umum petani berhenti bermitra karena beberapa alasan. Adapun terkait dengan strategi penerapan pola kemitraan agribisnis antara petani dan perusahaan, koperasi dan pedagang pengumpul tersebut, sebaiknya dilakukan dengan berbagai cara. Dalam rangka mencapai mutu produk sesuai kebutuhan konsumen, spesialisasi kegiatan untuk efisiensi, dan wadah kerjasama pemerintah dan swasta dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian.
PERENCANAAN PEMBANGUNAN KOTA BANJAR PROVINSI JAWA BARAT Adhi Iman Sulaiman; Djuara P. Lubis; Djoko Susanto; Ninuk Purnaningsih
Jurnal Kawistara Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.15504

Abstract

Development Planning Deliberation (Musrenbang) is the participatory development process, involvingstakeholders to perform the development communication functions in determining and realizingcommon welfare. This research used descriptive of qualitative method, data collection through literaturereview, direct observation, documentation analysis, and interviews. Research locations were conductedin Banjar, West Java Province by using purposive sampling. Research informants consisted of villagehead, facilitator, bureaucratic regional organization and stakeholders as participants of Musrenbang.The results showed that the implementation of Musrenbang was still less to utilize information mediawhich should be given by government to the public or the community, either conventional media,such as announcement media in the village or by used the media of Information and CommunicationTechnology (ICT), such as access of internet network to provide and maintain website at the villagelevel in order to realize the development program which are informative, participatory, collaborative,transparent and accountable.
Application of appropriate technology for feed supplements in Sukanagalih Village, Tasikmalaya Regency Andri Kusmayadi; Ghaling Achmad; Yusuf Sumaryana; Ninuk Purnaningsih; Irma Isnafia Arief; Muhamad Syukur; Sulassih Sulassih
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol. 9 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v9i1.11482

Abstract

Feed supplement is useful as a growth promoter, increasing efficiency and feed consumption, helping digestion and metabolism, and improving the quality of livestock products. The aim of this community service is to apply appropriate technology to utilize mangosteen peel and turmeric as feed supplement for poultry in Sukanagalih Village, Tasikmalaya Regency, as well as produce quality feed supplement and improve the skills of farmers in processing the supplement feed. This community service activity is one of the Kosabangsa programs between the Universitas Perjuangan Tasikmalaya as the implementation team and the IPB University as the accompanying team. This activity started from September to December 2023 in Sukanagalih Village, Rajapolah District, Tasikmalaya Regency. The method for implementing this activity consists of counseling, training, and assistance to livestock groups. The target partners for this activity were Kelompok Megar Bebek Cihateup and the Berdikari Village-Owned Enterprise (Bumdes Berdikari) with a total of 20 participants each, so the total participants are 40 people. The level of community empowerment increased to 80 – 85% in the knowledge, skills, accessibility, and income categories. The results of this activity are very beneficial for the community, where the application of appropriate technology for processing mangosteen peel and turmeric as feed supplements can increase the added value and selling value of agro-industrial waste products in Tasikmalaya Regency. The application of appropriate technology for the use of supplement feed is able to increase the knowledge and skills of the community in Sukanagalih Village, Tasikmalaya Regency in processing feed supplements.
Penguatan Kelembagaan Kelompok Wanita Tani dalam Mendorong Perekonomian Keluarga Petani Purnaningsih, Ninuk Purnaningsih; Ai Mulyanah; Siahaan, Andrean Somba; Nurul Firdausatul Mukaroma
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2025): April
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v7i3.2597

Abstract

Abstrak. Penguatan kelembagaan Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas anggota untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan di lingkungannya, serta merancang program pemberdayaan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dan dampak penguatan kelembagaan KWT terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga petani. Melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Participatory Rural Communication Appraisal (PRCA), anggota KWT diajak terlibat aktif dalam proses pengumpulan data dan analisis untuk merancang program pemberdayaan yang berbasis kebutuhan lokal. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa peningkatan akses informasi, pelatihan, dan pengembangan jaringan telah memperkuat posisi ekonomi keluarga petani, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang usaha baru. Dengan demikian, penguatan kelembagaan KWT menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan ketahanan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pedesaan secara berkelanjutan
Optimizing Local Resources for Stunting Prevention and Community Health Promotion in Indonesia: A Mixed-Methods Study on Collaborative Communication and Extension Purnaningsih, Ninuk; Eny Palupi; Sulassih, Sulassih; Anita Primaswari Widhiani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 8 (2025): August 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i8.7520

Abstract

Introduction: Stunting remains a major public health concern, particularly in rural areas with limited institutional capacities. This study introduces a novel application of the Resource-Based View (RBV) framework in the context of community health in rural Indonesia, integrating local resource optimization, collaborative communication, and institutional extension to enhance the role of Posyandu cadres in preventing stunting. Methods: This mixed-methods study, using a pre-post-test design combined with qualitative triangulation, was conducted between February and August of 2024. The study involved structured learning needs assessments followed by mentoring interventions. Data were collected from a purposive sample of 30 cadres, 9 female leaders, and 57 toddler mothers in selected rural communities through focus group discussions, participatory assessments, interactive feedback sessions, and quantitative pre-post evaluations. Results: The intervention improved the Posyandu cadres’ competencies in nutrition counseling, healthy food preparation, public speaking, and counseling. Structured collaborative communication between cadres, community leaders, and healthcare professionals enhances coordination and aligns training with community needs. Notably, the integration of digital platforms, such as WhatsApp, facilitated ongoing mentoring, wider outreach, and program continuity. Participatory mechanisms further increased program responsiveness and sustainability, whereas local leadership engagement strengthened institutional legitimacy and community ownership. Conclusion: This study demonstrates that collaborative communication, capacity building, and institutional support effectively strengthen the role of Posyandu cadres in preventing stunting by improving both technical and communication skills. By integrating the Resource-Based View (RBV), collaborative communication, and institutional extension frameworks, this study offers a novel and scalable model for optimizing local resources and designing context-specific empowerment programs in resource-limited rural settings. However, the limitations include the small sample size, rural focus, and absence of a control group, indicating the need for larger randomized controlled trials and further research on long-term sustainability.
Perubahan Perilaku Kelompok Tani dengan Perancangan Strategi Pemilihan Varietas Tanaman pada Musim Kemarau Anna Sabrina; Marsha Nadira; Vira Annisa Putri; Aulia, Titania; Ninuk Purnaningsih
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i1.2913

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah analisis perubahan perilaku dari strategi kelompok tani Jabon Hiber dalam mempertahankan stabilitas ekonomi saat musim kemarau, sehingga kegiatan pertanian tetap dapat dilakukan tanpa memicu kerugian terutama bagi kelompok tani. Metode yang dilakukan adalah penggunaan metode teknik Participatory Rural Appraisal (PRA). Hasil dari perubahan perilaku kelompok tani adalah kegiatan pengelolaan tanaman semusim sebagai bentuk strategi pada Kelompok Tani Jabon Hiber yang dilakukan selama musim kemarau berlangsung, yaitu dengan mengubah penanaman cabai menjadi ubi kayu karena tanaman tersebut dapat bertahan selama musim kemarau serta perawatannya lebih mudah, sehingga kelompok tani tidak mengalami kerugian. Selain itu, adanya kestabilan dari segi perekonomian.
Pelatihan Teknologi Sterilisasi dalam Kemasan Plastik Tahan Panas untuk Memperpanjang Umur Simpan Sate Ayam Khas Ponorogo Muhandri, Tjahja; Purnaningsih , Ninuk; Fadhilatunnur, Harum; Subarna, Subarna
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2024): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.10.1.136-144

Abstract

Chicken satay is one of the signature dishes from Ponorogo Regency, often used as souvenirs by travelers. However, its short shelf life has limited the marketing and distribution area of the product. The activity aimed to train small enterprise partners in Ponorogo Regency to preserve their chicken satay using a simple commercial sterilization method and to measure the thermal process adequacy. The thermal process adequacy measurement was carried out at the SEAFAST Center, while the training was conducted in person at the partner's locations in Ponorogo. A questionnaire was distributed during the training to assess the participant's understanding of preserving food products using the thermal process. The sterilization process was performed by heating chicken satay in a pressure cooker for 1 hour (calculated since the maximum pressure cooker's temperature was reached), resulting in F0 values ranging from 4.2 to 5.2 minutes. The training was delivered by providing theoretical and practical experience. Data from questionnaires showed that the training improved the participants' understanding, with the average score per participant increased from 6.13 to 10.92 (32% increase).
Inovasi Program Pendampingan Model Community of Practice untuk Peternak dan Petani Ninuk Purnaningsih; Irma Isnafia Arif; Muhammad Syukur; Sulassih
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2024): April
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v6i3.2167

Abstract

Inovasi program pendampingan yang menerapkan Model Community of Practice bagi petani dan peternak  di Desa Sukanagalih, Kabupaten Tasikmalaya bertujuan untuk mentransformasikan pendekatan dalam membantu praktisi pertanian setempat. Masyarakat mengalami permasalahan seperti rendahnya produktivitas, permasalahan pakan, pengelolaan sumber daya yang kurang efisien, dan lainnya. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut salah satunya adalah peningkatan pengetahuan serta keterampilan petani dan peternak. Program ini dirancang untuk membangun platform kolaboratif di mana peternak dan peternak  dapat bertukar pengetahuan, praktik terbaik, dan metodologi kontemporer, sehingga menumbuhkan lingkungan pembelajaran dan pengembangan berkelanjutan di masyarakat. Desa Sukanagalih memiliki jumlah peternak dan petani yang cukup banyak, dan dapat dibentuk kelompok petani dan peternak, dalam rangka pendampingan yang lebih efektif dan produktif dengan Model Community of Practice. Kelompok ini dapat dimanfaatkan juga sebagai wadah menintroduksikan teknologi baru, baik melalui program pemerintah, swasta, maupun lembaga masyarakat, untuk diuji lokal dan disebarluaskan di masyarakat.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Adhi Iman Sulaiman Adhi Iman Sulaiman Ahmad Yuda Pratama Ai Mulyanah Aida Vitayala Aida Vitayala S Hubeis Aida Vitayala S Hubeis Aida Vitayala S Hubeis Aida Vitayala S.Hubeis Aida Vitayala S.Hubeis Aida Vitayala. S Hubeis Alda Anggini Ali Alamsyah Kusumadinata Amiruddin Saleh Andri Kusmayadi Anggrasari, Herdiana Anita Primaswari Widhiani Anna Fatchiya Anna Sabrina Annisa Yulia Handayani Annur Vicki Sabilla Aprilly, Tiara Nisyrina Arif Imam Suroso Arif Satria ASEP SAEFUDDIN Ayuka, Izumi Rizma Azzahra, Fikri Fatimah Azzelya Permata Insani Bahari Setia Panji Nugraha Basita G. Sugihen Basita G. Sugihen Basita Ginting Basita Ginting Sugihen Basita Ginting Sugihen Basita Ginting Sugihen Basita Ginting Sugihen Bimo Andono Budi Tryantono Cahya, Bintang Erta Cahyana, Destika Cahyani, Zahra Deniza Lustyana Kusumah Dian Ashfi Furoida Dinda Karunia Putri Djoko Susanto Djoko Susanto Djoko Susanto Djuara P Lubis Dwi Firmansyah Dwi Retno Hapsari, Dwi Retno Dwi Sadono Edy Djauhari Purwakusumah Endah Lestari Endang Puji Lestari, Endang Puji Eny Palupi Ernita Arif Ezi Hendri Feriadi Gema Aisyiyah Masruri Ghaling Achmad Haifa Azzahra Hamluddin Hamluddin Hamluddin, Hamluddin Hardjanto Hartoyo Harum Fadhilatunnur Helda Ibrahim Ilhamda El Zuhri Imsar Gunawan Indiyah Hudiyani Irma Isnafia Arief Irma Isnafia Arif Irmanida Batubara Ismilaili Ismilaili Iwan Setiajie Anugrah Jabbar, Faris Abdul Januariska Bayu Dwinanda Julian Dwi Novaldi Junika Megawaty Pasaribu Karmila Muchtar Kedi Suradisastra Krishnarini Matindas Krisnawati Krisnawati Lailatur Rohmah Sumardji Latif, Faisal Latif, Muhamad Abdul Lestari, Endah Leti Sundawati Lina Asnamawati Lukman M. Baga Lya Heldya Maryssa Manulang Ma'mun Sarma Mardiyanti Mardiyanti Margono Slamet Marsha Nadira Mawasti, Titi Mohamad Fahmi Hendrawan Muhamad Husni Tamami Muhamad Syukur Muhammad Syukur Muhtadi Muhtadi Musa Hubeis Notonegoro, Muhammad Ridho Nur Afmi Muniroh Nur Annisa Agustini Nurraihana, Sabrina Nurul Firdausatul Mukaroma Padillah Padillah Padillah Padillah Pang Asngari Pang S Asngari Pang. S. Asngari Prabowo Tjitropranoto Pradya Paramitha Putri Asmoro Pribadi, Bara Taufik Pudji Muljono Putra, Bintang At Thoriq Putri, Rizqa Leony Putri, Sandra Berliana Putri, Zahra Annida Amintagiri Qodarian Pramukanto Qodarian Pramukanto Rachmat Rahmah Awaliah Rama Adeyasa Rama Adeyasa Ramadhani, Nabila Putri Randy Fairuz Syauqi Raniah, Dea Lu'lu' Retno Sri Hartati Mulyandari Reyfan Almer Riana Riana Rinaldy Yusuf Rinda Gustia Dwiyanti Rizka Ramadibta Rizki Aditya Putra Rizki Nur Fadila Rizki Nur Fadila, Rizki Nur Rizqa Leony Putri Robinson Putra Sabilla, Annur Vicki Sandra Dewi Hartanti Saragih, Salsabila Aulia Putri Selly Oktarina Selly Oktarina Serly Silviyanti Siahaan, Andrean Somba Siti Hani Rahmanita Siti Sa’diah Siti Sa’diah Soedijanto Padmowihardjo Soenarmo J. Hatmodjosoewito Sriyanto, Diffa Fadhil Subarna Subarna Sugihen, Basita Ginting Sugihen, Basita Ginting Sulassih, . Sulistiani, Indah Sulistyorini, Henny Sumardjo Syamsul Arifin Takkas Abelio Napitupulu Thouriqul Ihsan Tina Rahmawati Tisania, Annisa Titania Aulia Titi Mawasti Titi Mawasti Tjahja Muhandri Valentina, Virgin Vatia Dwi Rizki Ramadhani Aldina Vira Annisa Putri Yeti Lis Purnamadewi Yola Difa Mora Lubis Yudhistira Saraswati Yusuf Sumaryana Zahrial Syah Alam Zahron Helmy