Claim Missing Document
Check
Articles

Introduksi Paket Teknologi Budidaya Jagung Lahan Kering Pada Kelompok Tani Lembah Telaga Desa Gumantar Kabupaten Lombok Utara I Wayan Sudika; I Wayan Sutresna; Dwi Ratna Anugrahwati; I Gusti Putu Muliarta Aryana; Ni Wayan Sri Suliartini
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i2.105

Abstract

Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah kelompok tani Lembah Telaga Desa Gumantar. Kelompok tani ini memiliki masalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknik budidaya menggunakan sistem tanam jajar legowo yang dikombinasikan dengan pupuk organik serta saat pemupukan anorganik. Oleh karenanya, pengabdian dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang penanaman jagung dengan sistem tanam jajar legowo 2:1, penggunaan pupuk organik dan saat pemupukan anorganik dan mengetahui perbedaan hasil jagung dengan paket yang diperkenalkan dibanding hasil jagung cara petani. Metode pendidikan orang dewasa dengan teknik partisipatif digunakan dalam pengabdian ini, yakni melalui demplot. Dalam demplot diterapkan dua paket, yaitu paket I (teknologi yang diperkenalkan) dan paket II (cara petani). Pengabdian diawali dengan penyampaian materi, kemudian dilanjut dengan kunjungan dan panen pada demplot. Data yang diamati pada demplot, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol kering panen dan hasil. Uji t digunakan untuk pengujian kedua paket tersebut. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan petani di bidang penanaman dengan jajar legowo, penggunaan pupuk organik dan saat pemupukan dengan pupuk anorganik sebesar 36,99 persen. Hasil tanaman jagung lebih tinggi dengan paket teknologi dibanding cara petani, berturut-turut sebesar 3,565 kg per plot (6,366 t/ha) dan 1,613 kg per plot (2,880 t/ha) dan peningkatannya sebesar 121,04 persen.
Perbaikan Lingkungan Tumbuh Varietas Jagung Ketan Sebagai Upaya Peningkatan Produksi dan Pendapatan Petani I Wayan Sutresna; Sumarjan; Uyek Malik Yakop; I Wayan Sudika; Ni Wayan Sri Suliartini
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i2.110

Abstract

Rendahnya produksi akibat penguasaan terhadap teknologi budidaya jagung yang kurang memadai dan adanya kesenjangan antara peneliti dengan penyuluh sehingga informasi yang diterima petani terasa masih kurang. Tujuan dari kegiatan ini yaitu: Memberikan bekal pengetahuan tentang dasar teori perbaikan lingkungan tumbuh jagung Ketan jenis Hibrida sebagai upaya peningkatan produksi dan pendapatan petani; Menerapkan teknologi budidaya jagung Ketan jenis Hibrida dalam pelaksanaanya di lapangan dalam bentuk Demontrasi Plot. Metode yang digunakan dalam penerapan program pengabdian kemitraan ini adalah metode Pendidikan Orang Dewasa (POD) atau Androgogi dengan menekankan pada partisipasi aktif dari peserta diskusi dan demontrasi lapang (Demplot). Hasil yang dicapai adalah: Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat di desa Ombe Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat dapat berjalan dengan baik dan lancar; Pengetahuan petani tentang teknologi budidaya tanaman jagung Ketan Hibrida Kumala telah bertambah dengan produksi bobot tongkol masak rebus 14,5 ton per hektar. Penyebar luasan informasi paket teknologi budidaya tanaman jagung dapat dilakukan oleh: Tenaga penggerak pembangunan pedesaan, anggota kelompok sosial lainya yang berkompeten dan Perguruan Tinggi melalui mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata baik yang reguler maupun Tematik atau dosen yang melaksanakan kegiatan penelitian baik di desa tempat pelaksanaan kegiatan atau di Desa lain, sehingga hubungan antara Perguruan Tinggi dengan petani tetap terjalin.
Efisiensi Usahatani Nenas Melalui Peningkatan Penggunaan Pupuk Organik dan Pengurangan Pupuk NPK di Desa Lendang Nangka Utara Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur NTB Ngawit, I Ketut; Sudika, I Wayan; Suparyana, Pande Komang
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 5 Vol. 2 April, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v5i2.137

Abstract

Tujuan kegiatan ini untuk melatih dan membina petani memproduksi pupuk organik untuk mewujudkan masyarakat dusun yang mandiri dalam mencukupi kebutuhan pupuk untuk usahatani tanaman nenasnya. Kegiatan dilaksanakan dengan metode tindak partisipatif mulai bulan Maret 2022 sampai bulan Nopember 2023. Peserta kegiatan sebanyak 30 orang petani dari Dusun Benteng Utara, Benteng Selatan dan Loang Sawak. Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan sukses, terbukti partisipasi dan antusiasme petani yang semula rendah ternyata dapat ditingkatkan menjadi tinggi setelah pelaksanaan pendampingan langsung di lapang tentang praktek pembuatan pupuk organik, pembuatan ransum pakan ternak sapi dan demplot aplikasi pupuk organik pada tanaman nenas. Kegiatan penyuluhan dan pendampingan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengelola tanaman nenasnya lebih intensif melalui peningkatan aplikasi pupuk organik dan pengurangan aplikasi NPK secara bertahap. Pertumbuhan dan hasil buah nenas terbaik diperoleh pada aplikasi pupuk organik 25 ton ha-1 ditambah dengan pupuk NPK Ponska 100 kg ha-1, dengan total jumlah buah nenas yang dapat dipanen sebanyak 137.500 buah ha-1 dengan total bobot buah segar mencapai 35.720 ton ha-1. Dosis aplikasi pupuk organik hasil produksi ini dianjurkan 25 ton ha-1 untuk tanaman nenas dengan waktu aplikasi setelah pengolahan tanah
Karakter Kuantitatif dan Heritabilitas beberapa Genotipe Bawang Merah (Allium ascalonicium L.) yang Ditanam secara Tumpangsari dengan Kacang Tanah Auliya Safitri; A. Farid Hemon; I Wayan Sudika
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i2.5274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter kuantitatif dan nilai heritabilitas beberapa genotipe bawang merah (Allium ascalonicum L.) yang ditanam secara tumpangsari dengan kacang tanah. Percobaan dilakukan pada bulan Agustus hingga akhir Desember 2023 di Lahan Kering Teaching Farm Desa Sigerongan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Rancangan yang digunakan pada percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non-Faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu genotipe bawang merah (Bima Brebes, Bali Karet, Super Philip, Keta Monca, dan Nganjuk). Data hasil pengamatan dari karakter yang diamati, kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis ragam pada taraf nyata 5%. Hasil F hitung genotipe yang berbeda nyata kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf nyata 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa genotipe bawang merah berpengaruh nyata terhadap beberapa karakter kuantitatif, di mana genotipe Nganjuk memberikan jumlah umbi yang terbaik dan genotipe Bali Karet memberikan diameter umbi yang lebih besar. Dan beberapa karakter kuantitatif memiliki nilai heritabilitas yang berbeda-beda. Heritabilitas tinggi diperoleh pada karakter tinggi tanaman, jumlah umbi, diameter umbi, dan panjang akar. Heritabilitas sedang diperoleh pada karakter tinggi tanaman dan jumlah daun, serta karakter berat segar umbi, berat kering umbi, berat kering total umbi per-plot, berat kering daun, dan berat kering akar memiliki nilai heritabilitas rendah.
PERUBAHAN SIFAT KUANTITATIF PADA GALUR-GALUR S2 POPULASI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI LAHAN KERING Pratiwi, Neni Yunia; Sudika, I Wayan; Aryana, I Gusti Putu Muliarta
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1047

Abstract

Selfing menyebabkan terjadinya perubahan ke arah penurunan karakter kuantitatif. Selfing dapat merubah konstitusi genetik menjadi homozigot, sehingga penampilan tanaman lebih jelek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sifat kuantitatif dan keragaman genetik galur-galur S2 populasi tanaman jagung. Metode eksperimental digunakan dalam penelitian ini dengan percobaan di lahan kering. Percobaan dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Jumlah perlakuan sebanyak 31 genotipe; terdiri atas 30 galur S2, dan satu genotipe F2. Setiap perlakuan diulang 2 kali, sehingga terdapat 62 unit percobaan. Data hasil percobaan dianalisa menggunakan analisis sidik ragam pada taraf nyata 5%. Apabila sumber ragam perlakuan berbeda nyata, maka diuji lanjut menggunakan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan, bahwa terdapat perubahan pada 10 karakter kuantitatif. Keragaman genetik kriteria luas diperoleh pada bobot biji kering pipil per plot; kriteria sedang diperoleh pada tinggi tanaman, jumlah daun per tanaman, luas daun, panjang tongkol, bobot tongkol kering panen per tanaman, dan bobot 1.000 butir biji. Karakter lainnya memiliki kriteria sempit. Selfing generasi ketiga perlu dilakukan agar dipeoleh keragaman genetik hasil lebih sempit.
HERITABILITAS DAN KORELASI GENOTIPIK ANTARA KARAKTER KUANTITATIF DENGAN HASIL BEBERAPA GALUR PADI BERAS HITAM M4 HASIL INDUKSI MUTASI Suliartini, Ni Wayan Sri; Sudika, I Wayan; Maisopa, Ira; Aryana, I Gusti Putu Muliarta; Sudharmawan, Anak Agung Ketut; Ambarwati, Zaskia Putri; Azhari, Anjar Pranggawan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1228

Abstract

This research aims to determine the heritability value in the broad sense of several quantitative traits of black rice lines and to determine the correlation coefficient value between quantitative traits and the yield of black rice rice resulting from mutation induction. This research was carried out from March to August 2023 in Saribaye Village, Lingsar District, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara. This research used a Randomized Block Design (RAK) consisting of 25 treatments with 3 replications, namely 15 Baas Selem mutants and 10 G10 strains. Observation data were analyzed using analysis of variance with a level of 5%. The research results show that the heritability value is one trait in the high category, namely plant height, while four traits have medium heritability values, namely panicle length, number of filled grains per panicle, number of empty grains per panicle, weight of 100 grains, and weight of filled grains per hill, as well as three Traits with low heritability are the number of productive offspring, the number of non-productive offspring, and the total number of offspring. Quantitative traits had a positive genotypic correlation with yield, namely plant height, number of productive tillers, panicle length and weight of 100 grains, while the total number of tillers had a negative genotypic correlation.
Depresi Silang pada Galur S2 Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Lahan Kering I Wayan Sudika; Suci Putri Fetindah; I Gusti Putu Muiarta Aryana; M. Taufik Fauzi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.5333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat depresi silang dalam dan heritabilitas arti luas karakter kuantitatif galur S2 tanaman jagung di lahan kering. Percobaan dilakukan pada bulan Juli sampai dengan bulan September 2023, bertempat di Desa Gumant ar, Kabupaten Lombok Utara. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan sebanyak 31 genotipe terdiri atas 30 galur S2 dan satu genotipe F2. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis sidik ragam pada taraf 5% untuk mengitung nilai ragam genotipe (σ2G) dan ragam fenotipe (σ2P). Selanjutnya dihitung nilai heritabilitas dan persentase depresi silang dalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi depresi silang dalam pada karakter-karakter kuantitatif galur S2 tanaman jagung di lahan kering dengan kriteria rendah hingga sedang. Depresi silang dalam dengan kategori rendah terdapat pada karakter umur keluar malai, umur keluar rambut tongkol, sudut daun, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, umur panen, panjang tongkol, diameter tongkol, dan bobot 1.000 butir biji dan karakter lain tergolong sedang. Karakter kuantitatif galur-galur S2 tanaman jagung, memiliki variasi kategori heritabilitas arti luas. Karakter dengan heritabilitas rendah diperoleh pada karakter ASI, sudut daun, luas daun, diameter batang, dan umur panen. Karakter dengan heritabilitas sedang, yaitu umur keluar rambut tongkol, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang tongkol, bobot 1.000 butir biji, dan bobot biji kering pipil per plot; sedangkan karakter lain tergolong tinggi. Silang diri generasi ketiga, dilakukan dengan memilih tanaman galur S2 yang memiliki jumlah daun lebih banyak dan keluar malai lebih awal.
Korelasi Karakter Kuantitatif Beberapa Varietas Bawang Merah yang Ditanam secara Tumpang Sari pada Pola Penanaman Baris Ganda dengan Kacang Tanah Bagus Adi Rahman; A. Farid Hemon; I Wayan Sudika
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.6220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antar karakter kuantitatif dengan hasil beberapa varietas bawang merah dan karakter kuantitatif pada lima varietas bawang merah yang ditanam secara tumpang sari pada pola penanaman baris ganda dengan kacang tanah serta untuk mengetahui nilai Land Equivalent Ratis (LER) pada sistem budidaya tumpang sari bawang merah dengan kacang tanah. Penelitian dilaksanakan di Teaching Farm, Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada bulan Mei-September 2023. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non-Faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan (varietas Bima Brebes, Bali Karet, Super Philip, Keta Monca, dan Nganjuk) dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan berat segar umbi per tanaman, berat segar umbi per plot, dan berat kering umbi per tanaman berkorelasi positif sangat kuat dengan hasil (berat kering umbi per plot), sedangkan tinggi tanaman pada umur 40 HST berkorelasi positif kuat dengan hasil (berat kering umbi per plot). Bawang merah varietas Bali Karet menghasilkan berat kering umbi per plot tertinggi sebesar 760,1 g dibandingkan varietas lainnya pada sistem tumpang sari bawang merah dengan kacang tanah. Kombinasi bawang merah varietas Super Philip + galur kacang tanah G19-U1 menunjukkan efisiensi penggunaan lahan tertinggi dengan nilai LER 2,03 dibandingkan kombinasi varietas lainnya.
Parameter Genetik Beberapa Karakter Kuantitatif Galur S3 Tanaman Jagung di Lahan Kering Sudika, I Wayan; Sutresna, I Wayan; Anugrahwati, Dwi Ratna
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v11i1.859

Abstract

This research aims to determine genetic diversity, broad heritability and genotypic correlation of several quantitative characters of the S3 line of corn plants in dry land. Treatment of 30 S3 lines, arranged in a randomized block design, two replications. The characters observed included the variables of flowering, growth, yield components, yield and maturity. The observation data were analyzed using analysis of variance at 5 percent significant level, then genetic variance, phenotypic variance, heritability and genetic diversity coefficient were calculated. Genotypic correlation analysis was also carried out in this study. The results show that ASI and yield have wide genetic diversity; while cobs dry weight per plant is classified as medium and other characteristics are classified as narrow. Heritability in a broad sense is relatively high, obtained at silking time, harvesting time and yield. Eight other characters have moderate heritability and the rest have narrow heritability. A high negative genotypic correlation with leaf angle was obtained for leaf area; while the other four characters have a low negative correlation. Harvesting time had a low positive correlation with flowering variables; other characters are not correlated. Yield was highly positively correlated with plant height; while cob length, cob diameter and cob weight were moderately positively correlated. Plants selected for selfing in the next generation are taller plants, with more leaves and earlier silking time.
Sosialisasi Paket Teknologi Budidaya Jagung Lahan Kering pada Kelompok Tani Lembah Telaga Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara I Wayan Sudika; I Wayan Sutresna; Dwi Ratna Anugrahwati; Ni Wayan Sri Suliartini; Kisman
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v6i1.201

Abstract

Kelompok tani Lembah Telaga desa Gumantar belum mengenal paket teknologi budidaya jagung lahan kering; yaitu sistem tanam jajar legowo, pemupukan dengan pupuk organik dan anorganik. Pupuk anorganik dilakukan pada saat tanam dan umur 28 hari. Petani yang tergabung dalam kelompok tani ini, melakukan.budidaya tanpa menggunakan pupuk organik, sistem tanam tunggal dan pemupukan umur 21 dan 35 hari. Paket teknologi tersebut perlu diperkenalkan kepada petani melalui penyuluhan dan pembuatan demplot. Tujuan pengabdian yaitu mengetahui tingkat partisipasi kelompok tani dan mengetahui pertumbuhan tanaman jagung pada dua paket yang diterapkan pada demplot. Pengabdian telah dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2025. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode pendidikan orang dewasa (POD) dengan teknik partisipatif. Mula-mula disampaikan beberapa materi kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab, diskusi dan dilanjut dengan pembuatan demplot. Pada demlot, diterapkan dua paket, yaitu paket 1 dan paket 2 (cara petani). paket 1 (sistem tanam jajar legowo, penggunaan pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik diberikan saat tanam dan umur 28 hari. Tingkat partisipasi dianalisis dengan metode kuantitatif deskriptif. Pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang dianalisis dengan uji t pada taraf nyata 5 persen. Hasil pengabdian menunjukkan, bahwa rata-rata tingkat partisipasi kelompok tani lembah Telaga dalam pertemuan, penanaman dan panen pada demplot tergolong sedang sebesar 58,33%. Paket teknologi (paket pertama) memiliki pertumbuhan vegetatif tinggi tanaman, jumlah daun per tanaman dan diameter batang umur 42 hari lebih baik dibanding paket kedua (cara petani). Paket teknologi ini perlu diperkenalkan kepada kelompok tani lain di lahan kering.
Co-Authors A'yun, Amilia Qurota A. A. Ketut Sudharmawan A. Farid .Hemon A.A. Ketut Sudharmawan AA Sudharmawan, AA Al Fikri Aulia Rosmana Al-Maeda, Bagas Ambarwati, Zaskia Putri Anak Agung Ketut Sudhramawan Andrian, Bela Anjar Pranggawan Azhari Apriana Hidayanti, Anna Arif Rahman Hakim Aris Budianto, Ketut Ngawit dan Nyoman Aulia Adeputri, Amanah Auliya Safitri Awaluddin Hipi2 Ayu, Candra Bagus Adi Rahman Baiq Khalda Aulia Bambang Budi Santoso Budi Budi Dewi Mandalika, Eka Nurminda Dewi, Alia Rizma Diah Miftahul Aini Dwi Ratna Anugrahwati Dwi Ratna Anugrawati Dwi Sulistyowati Eli Anggraini Fathi, Hidayatul Firman Abadi Saputra Fitriani Fitriani Haeruman Haeruman Hikmah, Lale Melati Komala Hudaibilah, Muhammad I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Kusnarta I Gusti Putu Muiarta I Gusti Putu Muiarta Aryana I Gusti Putu Muliarta Aryana I Gusti Putu Muliarta Aryana I Ketut Ngawit, I Ketut I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Nyoman Soemeinaboedhy I Nyoman Soemeinaboedhy I WAYAN SUANA I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna Ika Kusuma Narda Intan Komalasari Istimrah Ratur Rahmah Kamalia Safitri, Devi Ketut Ngawit Kisman Lalu Wirajaswadi Lestari Ujianto Lestari Ujianto Lestari Ujianto Lolita Endang Susilowati M. Lutfi M. Taufik Fauzi M. Taufik Fauzi, M. Taufik Maisopa, Ira Malik Yakop, Uyek Masintan Muh. Ade Izam Wahyudi Muktasam Mulyati Muslim Ashari Ni Wayan Sri Suliartini Ni Wayan Sri Suliartini Nisa Yusnita Pahriani Novita Hidayatun Nufus Nufus, Argianata Eristin Nuraida, Wa Ode Pande Komang Suparyana Pratiwi, Neni Yunia Putri, Adela Herlina Rachman, Gina Juniarti Ridhon Khudairi Sanggabuana, Lalu Juan Wisnawadi Sindy Setiawan, Rifani Nur Siti Raihanun Suci Putri Fetindah Sudhanta, I Made Sudhramawan, Anak Agung Ketut Suliartini, Ni Wayan Sri Sumarjan Suwardji Tanata, Asri Taslim Sjah Tekayadi, Fernandao Kwangtama Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop Wayan Wangiyana Wideratih, Anggun Angling Yakop, Uyek Malik Zahratu, Rayna Zeamita Widiyanti, Ni Made Nike Zubaidi, Akhmad