Articles
Manajemen Strategik KAP: Pentingnya Perencanaan dan Kebijakan Jangka Panjang
Made Sudarma;
Steffi Lituhayu Van Tama
Journal of Research Applications in Community Service Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Research Applications in Community Service
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (136.724 KB)
|
DOI: 10.32665/jarcoms.v1i2.1305
Era modern menuntut segala aspek kehidupan manusia berkembang semakin cepat, tak terkecuali bisnis. Perkembangan bisnis yang cepat dan ketat mengakibatkan adanya persaingan bisnis yang dapat menjadi risiko yang harus dihadapi setiap usaha. Untuk bisa bertahan dalam persaingan bisnis, setiap usaha perlu memiliki perencanaan dan kebijakan strategis yang baik. Hal ini juga berlaku bagi Kantor Akuntan Publik, salah satunya adalah Kantor Akuntan Publik Made Sudarma, Thomas & Dewi. Sayangnya, Kantor Akuntan Publik (KAP) ini belum menentukan perencanaan dan kebijakan strategis untuk keberlangsungan usaha mereka maupun untuk menganalisis kekuatan dan kelemahannya. Untuk mengatasi masalah ini, Kantor Akuntan Publik Made Sudarma, Thomas & Dewi perlu menerima pendampingan mengenai pentingnya manajemen strategik dalam menyusun perencanaan dan kebijakan jangka panjang bagi Kantor Akuntan Publik (KAP). Setelah kegiatan pendampingan dilakukan, ditemukan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat bagi peserta. Hal ini dibuktikan dengan hasil evaluasi yang mengungkapkan bahwa 88% dari jumlah peserta sangat puas dan 12% dari jumlah peserta puas terhadap materi yang dibawakan, 100% dari jumlah peserta sangat puas terhadap pemateri, dan 94% dari jumlah peserta sangat puas dan 6% dari jumlah peserta puas terhadap jalannya acara (waktu, tempat, dan lain-lain).
PENGUNGKAPAN PRO FORMA DAN KEPUTUSAN INVESTOR: UJI EMPIRIS TEORI SIGNALING DAN TEORI PASAR EFISIEN DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)
Yohanis Rura;
Bambang Subroto;
Made Sudarma;
Rosidi Rosidi
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (181.441 KB)
|
DOI: 10.18202/jamal.2011.08.7120
Pro Forma Disclosures And Investor Decision: Signaling Theory Empirical Test and Efficient Market Theory In Indonesia Stock Exchange (BEI).The objective of research is to examine the signaling theory and efficient market theory whether the “quality” firms marketed their firm using pro forma disclosure and not mislead the investors. The pro forma disclosure of inside information is made to remote the investors from the effect of adverse selection.The research approach is quantitative with multiple regression analysis. Research sample includes 113 firm years from 2001 to 2008. The hypothesis test indicates the mixed result. The finding of research does not support the signaling theory that the “quality” firms give a signal to market through pro forma disclosure. Other important finding shows that the simultaneous test empower the efficient market theory by confirming that the market response to the day when the information is published. Pengungkapan Pro Forma Dan Keputusan Investor: Uji Empiris Teori Signaling Dan Teori Pasar Efisien Di Bursa Efek Indonesia (BEI).Penelitian ini bertujuan untuk menguji signaling theory and efficient market theory apakah “kualitas” perusahaan dalam memasarkan diri menggunakan pengungkapan pro formadan tidak menyesatkan investor. Pengungkapan pro forma atasinside information dibuat untukmencegah investor dari efek adverse selection. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan alat uji multiple regression analysis.Sampel penelitian terdiri dari 113 perusahaan dalam kurun waktu 2001 hingga 2008.Hasil uji hipotesis menunjukkan mixed result. Temuannya tidak mendukung signaling theoryyang menyatakan bahwa “kualitas” perusahaan memberikan sinyal kepada pasar melalui pengungkapan pro forma.Temuan lainnya mengatakan bahwa teori pasar efisien terkonfirmasi pada respon pasar pada hari di mana informasi dipublikasikan.
Pendampingan Strategi Pendanaan dan Kebijakan Struktur Modal UMKM di Kota Malang
Made Sudarma;
Putu Prima Wulandari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 5 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) SPECIAL ISSUE
Publisher : Cv. Utility Project Solution
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mampu bertahan dan menjadi pemulih perekonomian di tengah keterpurukan akibat krisis moneter pada tahun 1997-1998 dan krisis ekonomi 2011. Hal ini tidak lepas dari peran UMKM bagi perkembangan perekonomia negara. Pertumbuhan UMKM di Kota Malang tidak sesuai dengan pengetahuan dan pengelolaan keuangan usaha. Berdasarkan hasil penelitian oleh mengukapkan bahwa terdapat permasalahan yang dihadapi oleh UMKM di Kota Malang seperti pencatatan keuangan sederhana, pembukuan, dan pemahaman laporan keuangan. Melihat kondisi permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM di Kota Malang menujukkan masih dibutuhkan program keuangan seperti strategi pendanaan dan kebijakan struktur modal bagi UMKM di Kota Malang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan mengenai pendampingan analisis strategi pendanaan dan kebijakan struktur modal pada UMKM di Kota Malang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu menumbuhkan kemampuan manajemen keuangan UMKM dalam menentukan komposisi struktur modal yang optimal serta meningkatkan fleksibilitas keuangan UMKM.
Pentingnya Komitmen Profesional, Analisis Workload dan Dampaknya terhadap Kinerja Auditor
Made Sudarma;
Putu Prima Wulandari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 5 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) SPECIAL ISSUE
Publisher : Cv. Utility Project Solution
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Workload auditor pada Kantor Akuntan Publik menjadi akar permasalahan penurunan kualitas audit dalam beberapa dekade terakhir. Salah satu Kantor Akuntan Publik, KAP Made Sudarma, Thomas & Dewi, selama ini hanya berfokus pada penyelesaian perikatan audit hingga menghasilkan audit yang berkualitas dan berisiko rendah. KAP Made Sudarma, Thomas & Dewi belum mengembangkan analisis terkait dengan workload pada tim audit mereka dan menganalisis faktor yang dapat mempengaruhi kinerja auditor termasuk komitmen profesional dari tim audit pada KAP Made Sudarma, Thomas & Dewi. Jika permasalahan mengenai workload ini tidak segera diselesaikan, maka akan menimbulkan tekanan pekerjaan yang nantinya menurunkan kinerja audit. Permasalahan terkait dengan workload, tekanan pekerjaan, dan menurunnya kinerja audit hingga berakhir pada kegagalan audit dapat diantisipasi dengan pemahaman individu dalam profesi tersebut terkait dengan komitmen profesional. Karena hal tersebut, tim mengadakan pengabdian kepada masyarakat sebagai penanggulangan masalah yang ada di KAP Made Sudarma, Thomas & Dewi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran profesi auditor mengenai pentingnya komitmen profesional sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas audit. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode FGD (Focus Group Discussion) yang kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi bersama Kantor Akuntan Publik Made Sudarma, Thomas & Dewi. Setelah dilaksanakan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mendapatkan feedback yang positif dari peserta yang mana merupakan auditor dari KAP Made Sudarma, Thomas & Dewi.
PARADIGMA PENELITIAN AKUNTANSI DAN KEUANGAN
Made Sudarma
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (260.688 KB)
|
DOI: 10.18202/jamal.2010.04.7082
This article proposes explores the paradigms that could be used in accounting and financial researches. There are other paradigms beside the positivism, which is the dominating and most currently used paradigm. This article argues that other paradigms, such as post positivism offers a new way of conducting research. It must be noted that each paradigm has its advantages. Quantitative method could be employed in when data is observable and measurable, and when a researcher is testing hypotheses or trying to make generalization. Qualitative method, on the other hand, is more useful when social situation is complex, dynamics and when a researcher decides to understand the situation deeper or to build a new theory.
A CRITICAL PERSPECTIVE TOWARDS AGENCY THEORY
Kartika Putri Kumalasari;
Made Sudarma
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (772.053 KB)
|
DOI: 10.18202/jamal.2013.08.7197
Abstrak: Sebuah Perspektif Kritis terhadap Agency Theory. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan sifat, fungsi, peran dan kritik terhadap teori keagenan. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Keagenan didefinisikan sebagai proses di mana aktor secara rasional melakukan dengan intensi, rencana dan manajemen yang efektif untuk mencapai tujuan tertentu. Selain itu, teori keagenan mendiskusikan masalah ketika ada perbedaan antara kepentingan dan tujuan individu dengan orang lain. Jika pemilik memperoleh kuasa yang tinggi dan kemampuan untuk memerintah agen mereka, maka agen harus melaksanakan kegiatan berdasarkan kepentingan pemilik untuk memaksimalkan kekayaan mereka sendiri.Abstract: A Critical Perspective towards Agency Theory. The aim of this research is explaining the nature, function, role and critics towards agency theory. Qualitative method was employed in this research. Agency is defined as a process of rational actors to conduct intentionally an effective plan and management to achieve specific goal. In addition, the agency theory discusses problem when there is a discrepancy between interests and goals of individual with others. If the principal gains high power and capability to order their agents, then agents must conduct activities based on the principals’ interest to maximize their own wealth.
Data retrieval service on poverty blockchain-based on regional government
Koniyo, Moh Hidayat;
Sudarma, Made
Bulletin of Social Informatics Theory and Application Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Association for Scientific Computing Electrical and Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31763/businta.v4i1.246
The distribution of assistance to disadvantaged people in an area is always synonymous with problems especially, in the duplication of assistance and manipulation of family data that actually has no right to obtain assistance data for underprivileged families. To ensure the integrity of the data taken is not duplicated and non-repudiation, the blockchain-based poverty data collection plan is one solution. The purpose of this research is to ensure that the data retrieved cannot be modified after data retrieval and the database cannot validly deny that the data has been provided as a result of a particular request. The feasibility of the proposed service using the blockchain method is a request from the poverty database in the form of low-income family data and assistance type data that are placed in the blockchain series and tested with hash values that have been created from the blockchain
PELATIHAN MANAJEMEN KAS DAN MODAL KERJA PADA UMKM
Sudarma, Made;
Prima Wulandari, Putu;
Lituhayu Van Tama, Steffi;
Astriyana Putri, Wahyu
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Djuanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/qh.v9i2.11566
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mampu bertahan dan menjadi pemulih perekonomian di tengah keterpurukan akibat krisis moneter pada tahun 1997-1998 dan krisis ekonomi 2011. Hal ini tidak lepas dari peran UMKM bagi perkembangan perekonomian negara (Rahardjo, 2019). Pertumbuhan UMKM di Kota Malang tidak sesuai dengan pengetahuan dan pengelolaan keuangan usaha. Berdasarkan hasil penelitian oleh Sulistyowati (2017) mengukapkan bahwa terdapat permasalahan yang dihadapi oleh UMKM di Kota Malang seperti pencatatan keuangan sederhana, pembukuan, dan pemahaman laporan keuangan. Melihat kondisi permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM di Kota Malang menujukkan masih dibutuhkan program keuangan seperti manajemen kas dan keuangan modal kerja bagi UMKM di Kota Malang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan mengenai manajemen kas dan manajemen modal kerja pada UMKM di Kota Malang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu menumbuhkan kemampuan manajemen keuangan UMKM dalam membuat laporan keuangan dan menghitung modal usaha yang dibutuhkan.
Rancang Bangun Aplikasi Pengenalan Pupuh Bali Menggunakan Metode Mel Frequency Cepstral Coefficients
Budi Dharma Prabhawa, I Dewa Gede;
Care Khrisne, Duman;
Sudarma, Made
Journal of Computer Science and Informatics Engineering (J-Cosine) Vol 3 No 1 (2019): June 2019
Publisher : Informatics Engineering Dept., Faculty of Engineering, University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (537.058 KB)
|
DOI: 10.29303/jcosine.v3i1.237
Pupuh is a basic of Tembang for someone that can later be used for further learning to a higher level that is Sekar Madya and Sekar Agung. Balinese culture is an important feature to determine the ethnicity identity of a group. Then it should be the Balinese use and preserve Pupuh that has been inherited by the ancestors. The media for Balinese Pupuh learning will be using an Android device with MFCC method. To attract the interest of young peoples to learn Balinese Pupuh, then this Balinese Pupuh learning system based-Android was created. This application will use the sound recorded by Android devices and sent to the Python server for systematic calculations, then returned to the Android devices and will get the correct or wrong answer which according to server calculation. By developing this Balinese Pupuh learning system, expected can help the teachers or Balinese language teachers to teach their students about Balinese Pupuh on a mobile and practical.
Ergonomic Implementation Smile Applications Improve Employee Performance and BPJS Ketenagakerjaan Service Speed in Bali
Lestari, Ni Putu Nila;
Adiatmika, I Putu Gede;
Sudarma, Made
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Vol 7 No 1 (2021): Volume 7 N0 1 June 2021
Publisher : Program Studi Magister Ergonomi Fisiologi Kerja Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar Bekerjasama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JEI.2021.v07.i01.p06
The type of service that BPJS Ketenagakerjaan participants want when accessing work accident services is that good employee performance has increased the speed of service at work. For this reason, an intervention was implemented in the form of implementing ergonomics in the SMILE application to improve service speed, improve employee performance and reduce eye fatigue rates for Bali BPJS Ketenagakerjaan employees. This research was an experimental research with treatment by subject design, which involved 16 research samples. There were two periods, namely Period I work process without intervention and Period II work process with interventions in the form of implementing ergonomics in the SMILE application through to IEMAS application. The service speeds were measured with a stopwatch and employee performances were measured by performance questionnaires and eye fatigue. An eye fatigue questionnaire measured the data. Data analysis that uses a T-paired test with a value of ? 0.05 is for normally distributed data and Wilcoxon test is for data that is not normally distributed. Data obtained from the study results showed differences in employee performance with decreased eye fatigue and increased work comfort and service speed (p<0.05). Improved employee performance indicated the results of research in which there was a decrease in eye fatigue in employees by 8.77%, an increase in work comfort by 12.05% and service speed by 89.1%. It can be concluded that the implementation of the SMILE application reduces the rate of eye fatigue and increases the comfort of the work of employees, resulting in the speed of employee services to participants BPJS Ketenagakerjaan in Bali