Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kualitas pembelajaran, Micro-learning, dan pembelajaran pengalaman dalam rangka mengoptimalkan pendidikan melalui pendekatan inovatif. Analisis menunjukkan hubungan positif yang signifikan di antara ketiga variabel tersebut, yang menggarisbawahi pentingnya integrasi metodologi baru dalam pendidikan. Pertama, ditemukan korelasi yang kuat antara kualitas pembelajaran dan Micro-learning (r = 0.590**, p < 0.01). Hal ini menunjukkan bahwa Micro-learning yang efektif mampu meningkatkan hasil pembelajaran secara keseluruhan. Kedua, korelasi antara kualitas pembelajaran dan pembelajaran pengalaman juga signifikan (r = 0.726**, p < 0.01). Hal ini menegaskan dampak positif pengalaman belajar langsung terhadap pemahaman dan penerapan pengetahuan siswa. Ketiga, Micro-learning dan pembelajaran pengalaman menunjukkan korelasi yang signifikan (r = 0.694**, p < 0.01). Hal ini menunjukkan peran saling melengkapi dalam meningkatkan pengalaman belajar yang holistik. Implikasi praktis dari penelitian ini meliputi pengoptimalan pembelajaran melalui integrasi mendalam antara Micro-learning dan pembelajaran pengalaman, yang dapat mendukung pemahaman konseptual sekaligus mengembangkan keterampilan praktis siswa. Temuan ini mendorong pengembangan kurikulum berbasis bukti untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Para pendidik dapat menyesuaikan strategi pengajaran dengan memanfaatkan Micro-learning untuk penyampaian konten yang terstruktur dan pembelajaran pengalaman untuk aplikasi di dunia nyata. Penelitian ini menekankan pentingnya metodologi pendidikan berkualitas tinggi untuk mencapai hasil belajar yang optimal dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak spesifik dari berbagai format Micro-learning serta efek jangka panjang dari pendekatan pembelajaran terintegrasi terhadap keberhasilan siswa dan kesiapan karier mereka. The study investigates the relationship between the quality of learning, micro-learning, and experiential learning designed to improve education via innovative approaches. The analysis indicates a noteworthy positive correlation among these variables, highlighting the necessity of incorporating innovative strategies in education. A significant relationship is found between the quality of learning and micro-learning (r = 0.590**, p < 0.01), indicating that effective micro-learning improves overall learning outcomes. In a similar vein, the correlation between the quality of learning and experiential learning is noteworthy (r = 0.726**, p < 0.01), underscoring the beneficial effect of practical experiences on students' comprehension and utilization of knowledge. Additionally, there is a significant correlation between micro-learning and experiential learning (r = 0.694**, p < 0.01), highlighting their synergistic contributions to enhancing comprehensive learning experiences. The results indicate that combining micro-learning with experiential learning can enhance educational outcomes by fostering knowledge comprehension and hands-on skill acquisition. The results support the development of curriculum grounded in empirical evidence to enhance the quality of learning. Educators have the ability to customize approaches by employing micro-learning for organized content dissemination and experiential learning for practical application in real-world scenarios. This study highlights the importance of creative instructional methods in attaining the best results and equipping learners for upcoming challenges. Future studies may investigate various micro-learning formats and the enduring effects of integrated approaches on student achievement and career preparedness.