Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS DAN ARAHAN PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU DALAM MENDUKUNG GREEN CITY KOTA UNGARAN KABUPATEN SEMARANG Antonius Dwi Yunianto, Santun R. P. Sitorus, dan Khursatul Munibah
Jurnal Kawistara Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.13660

Abstract

The provision of Green Open Space (GOS) constitutes an important need for city and as a mandate ofthe Law on Spatial Planning. Ungaran city currently has the width of public GOS under 20%. It makesUngaran city has not yet qualified to become a Green City. The objectives of this study are to identify andanalyze the width and distribution of GOS existing condition; to analyze the needs of Ungaran’s GOSin order to meet the specified conditions of prevailing law; to arrange the plan of GOS based on GreenPlanning concept; and to arrange the design of GOS based on Green Design concept. The analysis willbe conducted by using Patch Analysis method. The analysis of GOS is based on the inhabitant’s needand the wide area, and the Analytic Hierarchy Process (AHP). The GOS mapping result of Ungarancity is 2.190,66 ha which consists of private GOS (2.112,74 ha) and public GOS (77,92 ha). Based onthe total projection of population in 2032, the public GOS need is 292,41 ha. Whereas the needs ofpublic GOS based on the 20% from wide area (612,17 ha). The direction of public GOS developmentbased on green planning is divided into three alternatives, first, based on the balance distribution ofGOS within the area, and land use priority; second, based on the balance distribution of GOS, land usepriority, distance to the residence, minimum width of 250m2, and the complexity of landform; third,based on the consideration of the spatial patterns and regional asset authority. The direction of publicGOS development is based on green design approach to divide the design based on necessity activityand function patterns of public GOS.
Tren Spektral Kubis (Brassica oleracea L.) pada Beberapa Tingkat Pemupukan yang Berbeda Munibah, Khursatul; Sabila, Salma; Barus, Baba; Iskandar, Wahyu; Ardiansyah, Muhammad
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.26.2.77-84

Abstract

Sayuran kubis merupakan salah satu komoditas hortikultura penting yang banyak disukai sebagai lalapan atau olahan lainnya karena memiliki rasa manis yang ringan. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman kubis selama proses pertumbuhan pemberian pupuk merupakan praktek umum di masyakat. Mengidentifikasi, mengkarakterisasi, dan memantau tanaman sayuran campuran di lahan menggunakan menggunakan metode tradisional merupakan suatu tantangan. Pengamatan dengan data satelit optik multispektral, hiperspektral atau proximal sensing seperti spektroradiometer telah banyak digunakan untuk indetifikasi, karakterisasi dan memantau tanaman di lahan pertanian. Akan tetapi, penelitian identifikasi, diskriminasi dan pemetaan kuantitatif profil spektral kubis di Indonesia menggunakan spektroradiometer masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil respon spektral tanaman kubis yang ditanam di lahan sempit menggunakan spektroradiometer dan untuk menganalisis respon spektral kubis terhadap perlakuan tingkat pemupukan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan tren spektral tanaman kubis pada semua fase pertumbuhan memiliki tren yang mirip dengan perubahan spektral dari vegetasi hijau. Reflektansi kubis rendah pada panjang gelombang cahaya tampak dan tinggi pada panjang gelombang tepi merah dan infra merah dekat. Perlakuan pemupukan berpengaruh nyata terhadap spektral kubis pada taraf 5%. Pada fase tumbuh yang sama dengan semakin tinggi dosis pemupukan, semakin tinggi reflektansi gelombang cahaya tampak (biru, hijau dan merah), tepi merah dan infra merah dekat. Variasi nilai reflektan yang stabil meningkat pada gelombang cahaya tampak, tepi merah dan infra merah dekat ini diinterpretasi menunjukkan status pertumbuhan kubis yang baik. Pada tahapan fase tumbuh, dengan bertambahnya umur tanaman terlepas dari tingkat pemupukan, reflektansi kubis pada gelombang biru dan merah sedikit menurun, sebaliknya reflektansi kubis pada tepi merah dan infra merah dekat semakin meningkat hingga mencapai puncaknya pada 45 hari setelah tanam dan menurun setelah 63 hari setelah tanam.
Preserving Rice Fields and Domestic Rice Adequacy: A Case Study in Banyumas Regency, Central Java, Indonesia Bondansari; Widiatmaka; Machfud; Munibah, Khursatul; Ambarwulan, Wiwin
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.15.1.154

Abstract

Penurunan lahan sawah akibat perubahan penggunaan lahan di berbagai wilayah di Indonesia mempengaruhi pasokan pangan nasional. Secara jangka panjang, fenomena ini akan mengancam upaya pemenuhan kecukupan beras dan meningkatkan potensi krisis pangan. Studi ini menganalisis penurunan kecukupan beras domestik akibat konversi lahan sawah di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan menggunakan pemodelan spasial dan metode Micmac. Hasilnya menunjukkan tingkat konversi sawah di Kabupaten Banyumas dari tahun 2007 hingga 2019 adalah 103 ha per tahun. Pada tahun 2045, diperkirakan luas lahan sawah menjadi 29.160 ha dengan tingkat konversi dari tahun 2019 hingga 2045, 1.384 ha. Faktor pendorong adalah jarak dari ibu kota kecamatan, jarak dari jalan, jarak dari pemukiman, jarak dari saluran irigasi, dan kepadatan penduduk. Variabel kunci dalam kemandirian beras adalah regulasi perlindungan sawah, insentif untuk melindungi sawah, informasi spasial lahan sawah secara detil, ketersediaan air irigasi, peran aktif kelompok petani, dan produktivitas padi.
Agribusiness System Of Pomelo Citrus In Pangkajene And Kepulauan Regency Nur Fa'izah Zainal; Khursatul Munibah; Iskandar Lubis
SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 18 No 3 (2024)
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana Jalan PB.Sudirman Denpasar, Bali, Indonesia. Telp: (0361) 223544 Email: soca@unud.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/SOCA.2024.v18.i03.p04

Abstract

Pomelo citrus is a leading commodity in Pangkajene and Kepulauan Regency (Pangkep), yet its production has declined in recent years. The decline in pomelo production and productivity is suspected to be due to an inadequate agribusiness system. This study aims to analyze the agribusiness system in order to enhance the effectiveness of pomelo orchard management. Respondents were selected using purposive sampling, comprising 47 farmers spread across several farmer groups. Interviews were conducted with farmers and buyers, while questionnaires were administered to farmers, collect, and pomelo traders. The analysis included farm business analysis to determine the R/C ratio, marketing margin analysis, and farmer’s share analysis using Microsoft Excel. The results showed that Ma’rang District possesses the most comprehensive subsystems compared to other districts, consisting of input subsystem, production/farming subsystem, agricultural product processing subsystem, marketing subsystem, and support subsystem. The R/C ratio analysis indicates that farming in Ma’rang (1.39), Labakkang (2.47), and Segeri (1.86) remains economically feasible. Five marketing chains were identified, with Marketing Chain 5 (farmer–consumer) being the most efficient, and Marketing Chain 4 (farmer–middleman–trader–consumer) the least profitable. The agribusiness system serves as a guide to enhance the efficiency and effectiveness of government efforts in developing and sustaining pomelo productivity as a flagship commodity in Pangkep Regency.
Klasifikasi Penutupan/Penggunaan Lahan dari Citra Landsat 8 dengan Pendekatan Random Forest dan Support Vector Machine di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat Munibah, Khursatul; Ardiansyah, Muhammad; Harmoko, Joycelyn
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 27 No 1 (2025): Journal of Soil Science and Environment
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.27.1.24-31

Abstract

Kabupaten Sumedang merupakan salah satu kabupaten terpilih dalam proyek strategis nasional, berupa pembangunan Waduk Jatigede dan Jalan Tol Cisumdawu. Pembangunan tersebut menyebabkan alih fungsi lahan pertanian, sehingga dibutuhkan pemantauan penutupan/penggunaan lahan secara terukur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola reflektan setiap penutupan/penggunaan lahan dan membandingkan hasil klasifikasi penutupan/penggunaan lahan di Kabupaten Sumedang pada tahun 2023 dengan pendekatan RF dan SVM. Pola reflektan penutupan/penggunaan lahan bersifat khas, tetapi kemiripan pola reflektan dapat dijumpai pada penggunaan lahan sawah dan ladang/tegalan. Kemiripan pola reflektan tersebut menyebabkan tingginya kerentanan misklasifikasi pada penutupan/penggunaan lahan. Pendekatan RF dan SVM menghasilkan akurasi klasifikasi yang tinggi, yaitu sebesar 93,6% dan 98% masing-masing untuk RF dan SVM. Perbedaan luasan hasil klasifikasi RF dan SVM terjadi sebesar 34,64% karena adanya perbedaan cara kerja klasifikasi. Perbedaan luasan klasifikasi RF dan SVM terbesar terdapat pada penggunaan lahan sawah, yaitu masing-masing sebesar 11.136 hektar dan 31.445 hektar. Kata Kunci : proyek strategis nasional, pola reflektan, machine learning
Klasifikasi Tanaman Hortikultura Berbasis Citra UAV Multispektral dengan Pendekatan K-Nearest Neighbor dan Minimum Distance Munibah, Khursatul; Ardiansyah, Muhammad; Arieza Andriani Nur Aina
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 27 No 1 (2025): Journal of Soil Science and Environment
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.27.1.32-40

Abstract

Hortikultura merupakan subsektor pertanian yang meliputi tanaman buah, sayur, bunga, dan tanaman hias yang berperan penting dalam mendukung perekonomian nasional. Pemantauan dan penilaian budidaya hortikultura untuk menjaga dan meningkatkan kualitas produksi hortikultura dapat memanfaatkan teknologi penginderaan jauh. Citra penginderaan jauh bervariasi dari resolusi rendah seperti MODIS (1 km), sedang seperti Landsat (30 m) dan Sentinel-2A (20, 10 m), hingga tinggi seperti IKONOS (1– 4 m) dan citra Unmanned Aerial Vehicle/UAV (< 1 m). Untuk lahan pertanian hortikultura yang memiliki petakan kecil dapat digunakan UAV sebagai alternatif karena memiliki resolusi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola spektral tanaman hortikultura berdasarkan citra UAV multispektral, memetakan tanaman hortikultura dengan metode k-Nearest Neighbor (k-NN) dan Minimum Distance Classification (MDC), dan menganalisis tingkat ketelitian klasifikasi tanaman hortikultura menggunakan kedua metode tersebut. Lokasi penelitian berada di Kebun Percobaan Pasir Sarongge, Kabupaten Cianjur menggunakan data observasi lapang dan citra UAV multispektral akuisisi 6 November 2022. Analisis pola spektral sampel dilakukan dengan mengambil area sampel dari 11 kelas yang meliputi hortikultura dan non hortikultura yang selanjutnya dibuat kurva karakteristik spektral. Klasifikasi citra menggunakan metode k-NN dan MDC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon spektral hortikultura pada tampak mata rendah yang mana band hijau sedikit lebih tinggi dari band merah, sedangkan pada band tepi merah terjadi peningkatan secara signifikan dan terus meningkat di band NIR. Hasil klasifikasi tanaman hortikultura pada kedua metode menunjukkan perbedaan luasan karena perbedaan algoritma pengklasifikasi. Urutan luas terbesar sampai terkecil pada k-NN adalah cabai, wortel, kentang, pisang, kubis, bawang merah, dan tomat. Sementara itu, urutan terbesar sampai terkecil pada MDC adalah cabai, pisang, wortel, kubis, kentang, bawang merah, dan tomat. Akurasi keseluruhan klasifikasi untuk k-NN dan MDC masing-masing sebesar 89.37% dan 51.48%.
Development of the National Priority Rural Area of Pandeglang Banten Muhlis, Taufik; Rustiadi, Ernan; Munibah, Khursatul
ASTONJADRO Vol. 12 No. 2 (2023): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v12i2.8994

Abstract

Pandeglang Regency, Banten Province, is one of the regions on the island of Java that has great economic potential from a geographical perspective in the fisheries, agriculture, and tourism sectors to support the development and the economy in the area. However, since the tsunami hit this area in 2018, plus the non-natural catastrophe at the beginning of 2020, namely Covid-19, it has paralyzed the joints of the economy, which has an impact on hindering development in Pandeglang Regency. The purpose of this research is to discover the development of the Pandeglang rural area after the establishment of village funds and natural and non-natural disasters, to find out which locations are recommended and what steps are taken to accelerate economic recovery. This study uses analysis techniques of tabular and spatial data time series, descriptive analysis of tabular and spatial data comparisons, spatial pattern analysis using Moran's index value, and LISA method analysis. Based on the study results, three villages were recommended as centers for KPPNs, namely Teluk Village, Caring Village, and Sukacai Village. Based on the analysis results, Teluk Village and Caringin Village are villages affected by the tsunami, and Sukacai Village is a difficult village to develop in the 2015-2021 range.
DEVELOPMENT POTENTIAL OF SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES BASED ON SPATIAL CONCENTRATION IN SARBAGITA AREA Lumbantobing, Agape; Munibah, Khursatul; Agung Adrianto, Hari
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 35 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24961/j.tek.ind.pert.2025.35.2.186

Abstract

Several studies have found that disparities still exist between regions within the Sarbagita area. As a driving force for the regional economy, the role of Small and Medium Enterprises (SMEs) is important to be developed based on their potential in solving these problems. This study aimed to identify the potential of each type of SME based on aspects of specialisation and spatial concentration using the Krugman Index, Hoover Ballasa Index, and LISA analysis methods. The data used in this study is based on the number of SME units in each area of the Sarbagita Area which are grouped based on eight categories of SME types. The research found that the specialisation categories of SME types from highest to lowest, namely: iron and steel; non-metallic mineral; wood goods; textile and apparel; printing and publishing; basic chemical; fertilizers, and plastic equipment, metal goods; food and beverage. The results of this study also show that there are concentrations and spatial relationship patterns of each type of SME with High-High (H-H), High-Low (H-L), Low-High (L-H), and Low-Low (L-L) patterns. This spatial information is expected to be a reference for directing SME development strategies in the Sarbagita area. Keywords: small and medium industry; spatial concentration; Sarbagita area
Penggunaan Indeks Vegetasi Berbasis Citra Multispektral Drone Untuk Deteksi Kondisi Pertumbuhan Padi Sawah Muhammad, Almawardi; Munibah, Khursatul; Barus, Baba; Iskandar, Wahyu
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 27 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.27.2.115-122

Abstract

Monitoring on irrigated rice field is crucial to anticipate crop damage due to drought and flooding. However, conventional observation methods present complex challenges such as observer bias, point-based data, and limited observational coverage. Observations assisted by multispectral (MS) camera technology mounted on unmanned aerial vehicles (UAVs/drones) were able to address these issues but are still underdeveloped. This study reports the potential use of multispectral cameras mounted on a drone to assess the effects of drought and inundation on rice crops using vegetation indices such as the Normalized Difference Water Index (NDWI), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), and Normalized Difference Red-Edge Index (NDRE). Observations were conducted three times during the vegetative (10 days after transplanting), generative (45 days after transplanting), and ripening (80 days after transplanting) stages on Ciherang and IR64 rice varieties. The rice plants were subjected to different irrigation treatments: drying, flooding, and control. The results showed that the NDRE index had a poor response to vegetation during the vegetative stage but improved during the generative and maturation stages. Meanwhile, the growth of weeds among the rice plants affected the NDVI and NDWI values, especially under dry conditions, making these indices less reliable in such scenarios.
Klasifikasi Fase Tumbuh Padi dengan Pendekatan Berbasis Objek Menggunakan Citra Sentinel-2 Munibah, Khursatul; Saniinah, Siti Nur; Ardiansyah, Muhammad
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.25.2.78-85

Abstract

Pemantauan tanaman padi di Indonesia didukung oleh pemerintah daerah di tingkat kecamatan. Praktik tersebut membutuhkan dana yang besar dan dinilai kurang efisien. Opsi lain adalah pemanfaatan data Penginderaan Jauh menggunakan citra satelit gratis Sentinel-2 untuk memantau pertumbuhan padi secara spasio temporal dan pada wilayah yang lebih luas. Citra Sentinel-2 didesain untuk mendukung pemantauan pertanian. Untuk memantau fase tumbuh padi dapat dilakukan dengan klasifikasi berbasis piksel, tetapi pendekatan ini memiliki keterbatasan munculnya salt and pepper yang mengganggu hasil dan akurasi klasifikasi. Pendekatan klasifikasi Object-Based Image Analysis dapat mengatasi fenomena ini dan lebih baik dalam meniru persepsi manusia terhadap objek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fase tumbuh padi pada citra Sentinel-2 dengan pendekatan klasifikasi berbasis objek, dan memantau sebaran spasio temporal fase tumbuh padi. Citra Sentinel-2 dengan 10 akuisisi bulan Mei – Agustus 2021 dianalisis dengan pendekatan berbasis objek dan fase tumbuh padi diklasifikasi dengan pendekatan SVM. Hasil analisis menunjukkan bahwa fase tumbuh padi dapat diidentfikasi dan diklasifikasi dengan baik tanpa fenomena salt and pepper dengan pendekatan berbasis objek dari citra multi-temporal Sentinel-2. Ketelitian model klasifikasi SVM cukup baik dengan rata-rata akurasi 81,60. Klasifikasi SVM berbasis objek dapat memetakan sebaran fase tumbuh padi konsisten dan berlanjut dari citra multi-temporal Sentinel-2.
Co-Authors Achmad, Alfredian Ade Irawadi Adrian Adrian Agung Lukman Alfin Murtadho Alwan Rafiuddin Amira Novalinda Andrea Emma Pravitasari, Andrea Emma Andreas Ari Putro Dwinanto Ari Wijayanti Arieza Andriani Nur Aina Asdar Iswati Atang Sutandi Baba Barus Bambang Hendro Trisasongko Bambang Juanda Bambang Pramudya Bambang Pramudya Noorachmat, Bambang Pramudya Boedi Tjahjono Bondansari Bondansari, Bondansari Budi Mulyanto Chaida Chairunnisa Chiharu Hongo, Chiharu Cipta Sekarrini Cut Hashfi Fadhila Dewi Setyowati Didit Okta Pribadi Diendra Abdul Karim Dwi Putro Tejo Baskoro Dyah Retno Panuju Dyah Tjahyandari Suryaningtyas Eggy Giofandi Eka Intan Kumala Putri Eko Fitriono Harimurti Ely Triwulan Dani Ernan Rustiadi Firmansyah , Irman Firre An Suprapto Firre An Suprapto Fredinan Yulianda Hari Agung Adrianto Harmoko, Joycelyn Hartrisari Hartrisari Hefni Effendi Hermanu Widjaja, Hermanu Hongo , Chiharu Indah Purnama Sari Irman Firmansyah Irman Firmansyah Iskandar Lubis Izuru Saizen Janthy Trilusianthy Hidayat Joko Mulyono Joko Mulyono Joko Mulyono Khairul Anam Komarsa Gandasasmita Komarsa Gandasasmita Kraugusteeliana Kraugusteeliana Kukuh Murtilaksono Kukuh Murtilaksono La Ode Syamsul Iman Lamidi Lamidi Latifa, Nisa LUMBANTOBING, AGAPE Machfud Machfud Machfud Machfud Machfud Machfud Majid, Riza Nur Fajrin Monsaputra Monsaputra Monsaputra Muhamad Alkaf, Muhamad Muhamad Ilyas, Muhamad Muhammad Ardiansyah Muhammad Fikri Putra Muhammad Firdaus Muhammad, Almawardi Muhlis, Taufik Muji Esti Wahyudi Mulyono, Joko Mumtadul Fikri Murtadho, Alfin Mustika Gusnia Sari Nia Rachmawati Nita Inopianti Nur Fa'izah Zainal Nurwadjedi Nurwadjedi, Nurwadjedi Omo Rusdiana Paulus B.K. Santoso Penggayuh, Dinda Pramita, Viona Pramusintha Nugraha Purwanto, Yanuar Jarwadi Rani Yudarwati Rani Yudarwati Raniah, Nadhifah Ratna, Ni Luh Made Dwi Ridwan Kun Satria Rudi P Tambunan, Rudi P Sabila, Salma Saniinah, Siti Nur Santun R P Sitorus Santun R.P Sitorus Santun R.P. Sitorus Santun R.P. Sitorus Santun R.P. Sitorus Setia Hadi Setia Hadi Setia Hadi Sigit, Gunardi Sri Lestari Munajati, Sri Lestari Sudarsono Sudarsono Sudarsono Sukisno Sukisno, Sukisno Suprajaka Suprajaka Toga Pandapotan Sinurat Uciningsih, Winda Ulfah Choerunnisa Nurul Litasari Ulfah Choerunnisa Nurul Litasari Untung Sudadi Wahyu Iskandar Wayan Wardana Widiatmaka Widiatmaka Widiatmaka Widiatmaka Widiatmaka Widiatmaka Widiatmaka Widiatmaka Wiwin Ambarwulan Wiwin Ambarwulan Yayuk Farida Baliwati Yusanto A Nugroho, Yusanto A