Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

OPTIMASI DAN KARAKTERISASI SNEDDS MINYAK BIJI BUNGA MATAHARI MENGGUNAKAN BOX-BEHNKEN DESIGN Rodhia Ulfa; Melzi Octaviani; Aina Novalia; Deni Anggraini; Haiyul Fadhli
Usadha Journal of Pharmacy Vol 5. No 3. (2026) : Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i3.1240

Abstract

Penggunaan minyak biji bunga matahari sebagai zat aktif sekaligus fase minyak dalam Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) masih memerlukan optimasi formulasi yang terikur untuk menghasilkan sistem dengan karakteristik fisikokimia yang konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengoptimalkan SNEDDS berbasis minyak biji bunga matahari menggunakan Box-Behnken Design (BBD), serta mengevaluasi karakteristik fisikokimianya. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan optimasi statistik multirespon terhadap minyak biji bunga matahari, Tween 80, gliserol, dan waktu pengadukan, yang diintegrasikan dengan karakterisasi nanoemulsi dan verifikasi eksperimental terhadap formula optimum. Setelah analisis GC-MS dan skrining formulasi awal, formulasi dioptimalkan menggunakan Design-Expert 13 berdasarkan transmitansi dan waktu emulsifikasi sebagai respons kritis. Formula optimum yang diperoleh pada komposisi yaitu 9,09% minyak biji bunga matahari, 83,33% Tween 80, dan 7,57% gliserol, dengan nilai desirabilitas sebesar 0,863. Formula tersebut menunjukkan transmittansi sebesar 99,67 ± 0,25%, waktu emulsifikasi 28,46 ± 0,02 detik, ukuran partikel 13,67 nm, indeks polidispersitas 0,324, dan potensial zeta sebesar −19,76 mV. Hasil verifikasi menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai yang diprediksi dan hasil eksperimen (p>0,05), yang mendukung validitas metode optimasi. Hasil ini menunjukkan bahwa minyak biji bunga matahari dapat diformulasikan menjadi SNEDDS dengan karakteristik nanoemulsi yang baik. Pendekatan berbasis BBD memberikan dasar rasional untuk pengembahangan lebih lanjut pada sistem pengantaran obat berbasis lipid.
Analisis Kandungan Boraks Pada Gula Merah Yang Dijual Di Pasar Simpang Baru Panam Pekanbaru Emma Susanti; alfitrah ramadhan; musyirna Rahmah; melzi octaviani
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 1 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i1.73

Abstract

Gula merah merupakan salah satu bahan pangan yang dibuat dari olahan nira palma yaitu aren dan kelapa yang dibuat secara tradisional. Gula merah sering digunakan masyarakat indonesia sebagai bumbu masak serta pemanis makanan dan minuman karena memiliki aroma dan rasa yang khas. Pada proses pembuatan gula merah kini masih ditambahkan bahan tambahan pangan yang berbahaya sebagai pengawet dan pengeras. Belakangan ini marak isu mengenai penggunaan bahan tambahan kimia yang berbahaya dalam pembuatan gula merah, salah satunya adalah boraks. Boraks adalah salah satu senyawa yang dikenal masyarakat dengan asam borat yang dilarang penggunaanya sebagai bahan tambahan pangan, tetapi boraks masih ditambahkan sebagai pengawet pada gula merah yang bertujuan agar daya tahan lama dan sebagai pengeras pada gula merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi ada atau tidaknya kandungan boraks pada gula merah dengan metode uji nyala api dan uji kertas tumerik (kurkumin). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian pada uji kualitatif sampel dengan metode nyala api dan kertas kurkumin menunjukan hasil tidak mengandung boraks yang ditandai dengan tidak terjadinya perubahan warna pada uji nyala api maupun uji kertas kurkumin.