Claim Missing Document
Check
Articles

PEMILIHAN PRIORITAS LOKASI INDUSTRI SUSU STERILISASI DI JAWA TENGAH DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARKHI PROCESS (AHP) Hendrawati, Tri Yuni; Utomo, Suratmin
Jurnal Teknologi Vol 7, No 2 (2015): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sterilisasi susu adalah proses pengawetan susu yang dilakukan dengan cara memanaskan susu sampai mencapai suhu diatas titik didih, sehingga bakteri maupun kuman dan sporanya mati. Cara sterilisasi susu memerlukan peralatan khusus dan perlu didesign untuk skala kecil menengah sehingga dapat diterapkan di kelompok peternak, KUD Susu di daerah penghasil terutama pada penelitian di daerah  Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah memilih prioritas lokasi industri susu sterilisasi di Jawa Tengah dengan metode Analytical Hierarkhi Process (AHP). Tahapan pengumpulan data/survey dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif terhadap aspek-aspek yang berhubungan dengan pemilihan prioritas lokasi industri susu sterilisasi di Jawa Tengah. Pengumpulan data yang akan dilakukan dalam survey ini meliputi data sekunder (instansional) dan  primer (wawancara dan kuesioner, data  publikasi dan rujukan). Dalam menentukan daerah mana yang akan dijadikan lokasi pembangunan pabrik susu sterilisasi untuk provinsi Jawa Tengah ditentukan menggunakan software AHP dengan mempertimbangkan kriteria utama ketersediaan bahan baku, ketersediaan lahan, utilitas dan kelembagaan. Sedangkan kriteria pendukung meliputi pemasaran, populasi pabrik susu yang ada, bencana alam dan cuaca. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa Dari hasil pemilihan prioritas lokasi Kabupaten Semarang merupakan tempat prioritas pembangunan pengolahan susu sterilisasi dengan bobot 0,440  diikuti dengan Kabupaten Wonosobo dengan bobot 0,319  dan Kabupaten Boyolali dengan bobot 0,241.
PEMILIHAN PRIORITAS BAHAN BAKU BIOAVTUR DI INDONESIA DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARKHI PROCESS (AHP) Siswahyu, Agung; Hendrawati, Tri Yuni
Jurnal Teknologi Vol 6, No 2 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioavtur  merupakan  bahan  bakar  alternative  untuk  pesawat  terbang  bermesin  turbin.  Penggunaan bioavtur bertujuan untuk mengurangi emisi gas buang dari mesin pesawat terbang. IATA sejak tahun 2005 sudah memiliki strategi untuk mengurangi emisi gas buang. Salah satu program yang dilakukan adalah dengan menggunakan bioavtur  sebagai bahan bakar. Indonesia sebagai anggota IATA juga memiliki kewajiban untuk melakukan hal tersebut. Oleh karena itu pemenuhan kebutuhan bioavtur di Indonesia sebagai bahan bakar pesawat memiliki peran penting dan stratergis.  Bioavtur dihasilkan olehserangkaian proses konversi biomassa  berupa serat, gula, tepung dan minyak nabati.  Proses konversi bahan tersebut  bisa  melalui  proses  transesterifikasi,  perlakuan  panas  (pyrolisis  dan  hydrothermal), perlakuan hidrolisis oleh enzim, fermentasi, dan fischertrops.  Indonesia  memiliki potensi bahan baku yang melimpah, produksi minyak kelapa sawit Indonesia tahun 2014 mencapai 29,41 juta ton, minyak kelapa 3,38 juta ton dan 4.6 Ton minyak inti sawit ditahun 2014.  Tujuan penelitian ini adalah memilih prioritas bahan baku bioavtur dengan metode Analytical Hierarkhi Process (AHP). Hasil analisis AHP menunjukkan  bahwa  minyak  sawit  adalah  bahan  baku  yang  paling  potensial  dengan  bobot  0,361, kemudian  urutan  kedua  adalah  biomassa bobot  nilai  0,327  sedangkan  minyak intisawit  dan kelapa berbobot  0,156.  Berdasarkan  analisis  AHP  maka  pemanfaatan  bahan  baku  terbarukan  (renewable resourcess) berbasis minyak nabati seperti minyak kelapa sawit untuk produksi bioavtur menjadi salah satu solusi yang potensial.
PENGARUH KONSENTRASI KOH PADA EKSTRAKSI RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DALAM PEMBUATAN KARAGENAN Is Tunggal, Wulan Wibisono; Hendrawati, Tri Yuni
Konversi Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Konversi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eucheuma cottonii merupakan rumput laut yang banyak tumbuh di sepanjang pesisir pantai Indonesia. Untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah Eucheuma cottonii, maka dibuat menjadi karagenan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsentrasi KOH terhadap mutu karagenan yang dihasilkan. Karagenan diperoleh dari ekstraksi rumput laut (Eucheuma cottoni) dengan cara membersihkan Eucheuma cottoni kering kemudian direndam menggunakan air selama 30 menit dan dipotong-potong menjadi 2-4 cm selanjutnya diekstraksi dengan larutan KOH konsentrasi 0,1N 0,3N 0,5N 0,7N dan 0,9N. Eucheuma cottonii dicuci dengan air dan dikeringkan hingga menghasilkan berat konstan dan digiling hingga menghasilkan tepung karagenan. Tepung karagenan yang dihasilkan di uji kadar air, kadar abu, kekuatan gel dan viskositasnya. Hasil yang diperoleh pada uji tepung karagenan menunjukan adanya peningkatan kekuatan gel karagenan dan tertinggi diperoleh pada penambahan konsentrasi KOH 0,9 N, yaitu sebesar 215,82 gram/cm2. Rendemen tepung karagenan mengalami kenaikan dengan meningkatnya konsentrasi KOH dan tertinggi sebesar 14,05%. Untuk viskositas karagenan dengan penambahan konsentrasi KOH didapatkan viskositas karagenan semakin menurun dan viskositas karagenan tertinggi didapat  pada konsentrasi KOH 0,1 N yaitu sebesar 275,3 MPaProses terbaik pembuatan karagenan dari Euchema cottonii yaitu waktu ekstraksi KOH 60 menit, konsentrasi KOH 0,9 N, menghasilkan randemen 28,80%, kekuatan gel 215,82 gram/cm2, kadar air 8,42%, kadar abu 37,2%, viskositas 183,3 MPa..Kata Kunci: Eucheuma cottonii, Ekstraksi, gel, viskositas, Karagenan.
AN ANALYSIS OF METAL SURFACE IMMERSED IN BASED LUBRICANT FROM MINERAL OIL CONTAINING VEGETABLE OIL WITH RICE BRAN OIL BASED BIO-INHIBITOR Nugrahani, Ratri Ariatmi; Hendrawati, Tri Yuni; Susanty, Susanty
Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol 7, No 2 (2018): December 2018 [Nationally Accredited]
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbat.v7i2.11623

Abstract

The need for environmentally friendly chemical products in daily needs encourages the production of its. The green-chemistry concept is using the process and produces chemical products that are ecofriendly. Including ecofriendly chemical products are base oil and additives for lubricants, grease, and fuels. The production is expected to reduce the consumption of mineral and synthetic base oils, so it will be biodegradable and renewable. This study compares the results of analysis of metallic surfaces immersed in the mixture of mineral and vegetable base oil, with the addition of rice bran oil bioadditive, ie epoxidized methyl ester (EME) and hydroxyl alkylbenzene sulphonic acid ester (HASE). The research method consists of preparing HASE; analyzing the effect of HASE and EME bioadditives addition on the mixture of base oil to the changing of metallic weight immersed in the mixture; determining the inhibition efficiency of the EME and HSAE additions; analyzing the metal surface using SEM-EDX (Scanning Electron Microscope) / (Energy Dispersive X-ray Spectrometry) to find images of microstructure and chemical compounds contained in specimens, and testing the metal difractogram immersed in base oil mixtures with bioadditive using XRD (X-Ray Diffraction). SEM test results of carbon steel immersed in a mixture of base oil and bioadditives show corrosion in which the metal surface color immersed in EME bioadditive mixtures is brighter. EDX spectra of metal sample surfaces immersed in a mixture of base oil, EME and HASE contain carbon (C) and iron (Fe). The carbon content in carbon steel samples immersed in the mixtures and HASE is higher. XRD test results show Fe2O3 phases in carbon steel samples immersed in the HASE bioadditive mixture are higher than in EME. While Fe3O4 phases in carbon steel samples immersed in the EME bioadditive mixture are higher than Fe2O3 phases in samples immersed in HASE bioadditive mixture.
AN ANALYSIS OF METAL SURFACE IMMERSED IN BASED LUBRICANT FROM MINERAL OIL CONTAINING VEGETABLE OIL WITH RICE BRAN OIL BASED BIO-INHIBITOR Nugrahani, Ratri Ariatmi; Hendrawati, Tri Yuni; Susanty, Susanty
Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol 7, No 2 (2018): December 2018 [Nationally Accredited]
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbat.v7i2.11623

Abstract

The need for environmentally friendly chemical products in daily needs encourages the production of its. The green-chemistry concept is using the process and produces chemical products that are ecofriendly. Including ecofriendly chemical products are base oil and additives for lubricants, grease, and fuels. The production is expected to reduce the consumption of mineral and synthetic base oils, so it will be biodegradable and renewable. This study compares the results of analysis of metallic surfaces immersed in the mixture of mineral and vegetable base oil, with the addition of rice bran oil bioadditive, ie epoxidized methyl ester (EME) and hydroxyl alkylbenzene sulphonic acid ester (HASE). The research method consists of preparing HASE; analyzing the effect of HASE and EME bioadditives addition on the mixture of base oil to the changing of metallic weight immersed in the mixture; determining the inhibition efficiency of the EME and HSAE additions; analyzing the metal surface using SEM-EDX (Scanning Electron Microscope) / (Energy Dispersive X-ray Spectrometry) to find images of microstructure and chemical compounds contained in specimens, and testing the metal difractogram immersed in base oil mixtures with bioadditive using XRD (X-Ray Diffraction). SEM test results of carbon steel immersed in a mixture of base oil and bioadditives show corrosion in which the metal surface color immersed in EME bioadditive mixtures is brighter. EDX spectra of metal sample surfaces immersed in a mixture of base oil, EME and HASE contain carbon (C) and iron (Fe). The carbon content in carbon steel samples immersed in the mixtures and HASE is higher. XRD test results show Fe2O3 phases in carbon steel samples immersed in the HASE bioadditive mixture are higher than in EME. While Fe3O4 phases in carbon steel samples immersed in the EME bioadditive mixture are higher than Fe2O3 phases in samples immersed in HASE bioadditive mixture.
The Effects of Aloe Vera Gel Addition on the Effectiveness of Sunscreen Lotion Tri Yuni Hendrawati; Hana Ambarwati; Ratri Ariatmi Nugrahani; Susanty Susanty; Ummul Habibah Hasyim
Jurnal Rekayasa Proses Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.426 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.45247

Abstract

especially in cosmetics. The aloe plant that is cultivated in Indonesia to supply this industry is Aloe chinensis Baker. This research is to determine the effects of Aloe vera gel extract on the effectiveness of sunscreen lotion. The steps taken included Aloe vera gel extraction, flavonoid absorption test, sun protection factor (SPF) value measurement, pH test, viscosity test, homogeneity test, and organoleptic evaluation. The extract was added to the base sunscreen formulation at five different concentrations. UV-Vis spectrophotometry at 290 – 320 nm was performed on the preparations to determine their SPF values. The highest SPF value of 10.21 was found in the preparation containing 20% Aloe vera gel extract. This value falls within the national industrial standard for sunscreen SPF value range of 2 – 60. The research showed that a higher concentration of Aloe vera gel extract increased the pH, with the most elevated pH at 7.0 for the preparation containing 20% Aloe gel vera extract. This value also falls within the national pH standard for sunscreen of 4.5 – 8.0. The higher concentration of Aloe vera gel extract also increased the dispersive amount of the sunscreen preparation, with the highest value of 5 cm resulting from 20% Aloe vera gel extract addition. This research showed that the increased addition of Aloe vera gel extract resulted in higher SPF value. A B S T R A KLidah buaya adalah salah satu tanaman obat yang banyak digunakan dalam industri farmasi, terutama di bidang kosmetik. Tanaman lidah buaya yang dibudidayakan di Indonesia untuk memasok kebutuhan  industri adalah Aloe jenis Chinensis Baker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak gel lidah buaya terhadap efektivitas lotion tabir surya. Langkah-langkah yang diambil adalah ekstraksi gel lidah buaya, uji serapan flavonoid, pengukuran nilai sun protection factor (SPF), uji pH, uji viskositas, uji homogenitas, dan evaluasi organoleptik. Ekstrak ditambahkan ke formulasi tabir surya dasar pada lima konsentrasi yang berbeda. Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 290-320 nm dilakukan pada persiapan untuk menentukan nilai SPF tabir surya aloe vera. Nilai SPF tertinggi sebesar 10,21 ditemukan dalam sediaan yang mengandung 20% ekstrak gel lidah buaya. Nilai ini termasuk dalam Standar Industri Nasional (SNI) untuk kisaran nilai SPF tabir surya 2-60. Penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi yang lebih tinggi dari ekstrak gel lidah buaya meningkatkan pH, dengan pH tertinggi pada 7,0 untuk preparasi yang mengandung 20% ekstrak lidah buaya. Nilai ini juga berada  kisaran standar pH nasional untuk tabir surya 4,5-8,0. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak gel Aloe vera juga meningkatkan nilai dispersif sediaan tabir surya, dengan nilai tertinggi 5 cm yang dihasilkan dari penambahan 20% ekstrak lidah buaya. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak gel lidah buaya menghasilkan nilai SPF yang lebih tinggi.
Diversifikasi menjadi Produk Selai dan Peningkatan Mutu Jus Aloe Vera di SIGMA Food Sawangan Depok Ismiyati Ismiyati; Ratri Ariatmi Nugrahani; Tri Yuni Hendrawati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 3, No 2 (2018): Maret
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3880.168 KB) | DOI: 10.22146/jpkm.29242

Abstract

Community engagement activities, science and technology development for community for one of the partner SIGMA Food, Sawangan, Depok, has been done with purpose to overcome the priority problems, which are improving quality and quantity of Aloe vera juice products and diversification of Aloe vera products into jams. The abdimas team, act as the facilitator and instructor, has trained/accompanied (a) quality improvement training/counseling for Aloe vera juice by preservative addition; (b) quality improvement of Aloe vera juice in SIGMA Food by pasteurization and sterilization; and (c) diversification of Aloe vera jam product processing. The result of this training is known for improving partner’s understandings in (a) quality improvement of Aloe vera juices by preservative addition, bottle packaging sterilization process, and Aloe vera juice pasteurization; and (b) diversification of Aloe vera products.
OPTIMASI SUHU DAN WAKTU STERILISASI PADA KUALITAS SUSU SEGAR DI KABUPATEN BOYOLALI Tri Yuni Hendrawati; Suratmin Utomo
Jurnal Teknologi Vol 9, No 2 (2017): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.9.2.97-102

Abstract

Penerimaan susu segar dari peternak atau KUD di Kabupaten Boyolali seringkali mengindikasikan angka TPC (Total Plate Count) yang tinggi, untuk hal tersebut perlu dilakukan penelitian untuk dapat melakukan proses sterilisasi yang masih dapat dilakukan pada toleransi angka TPC tertinggi tetapi tetap mempertahankan rasanya. Tujuan penelitian ini untuk melakukan simulasi penyimpanan pada suhu ruang terhadap angka TPC dan mendapatkan suhu dan waktu sterilisasi terbaik. Metode yang digunakan pada optimasi proses sterilisasi skala Laboratorium dengan dilakukan pengujian bahan baku susu segar, melakukan simulasi pengaruh waktu penyimpanan suhu ruang terhadap angka TPC, melakukan pengujian TPC dan sensori pada pengaruh waktu dan suhu sterilisasi. Pada penelitian ini juga dilakukan pengambilan data sampel susu segar untuk sifat-sifat susu berdasarkan SNI dan hasil pengujiannnya. Hasil pengujian sifat susu segar berdasarkan SNI 3141.1 menunjukkan hasil kualitas susu segar memenuhi kualitas. Kualitas susu di tingkat KUD di Boyolali memenuhi standar kualitas SNI.  Pada pengaruh penyimpanan suhu ruang pada waktu penyimpanan 3 jam telah menunjukkan kenaikan jumlah bakteri yaitu 3,5x106 cfu/ml dan mengalami kenaikan pada suhu 4,5 jam dan 6 jam. Pada perlakuan sterilisasi pada suhu 1100C selama 10 menit dapat sedikit meningkatkan parameter rasa, warna dan bau. Sedangkan pada parameter kenampakan dan kekentalan sedikit mengalami penurunan dibanding kontrol. Waktu sterilisasi terbaik 10 menit pada suhu 1100C.
PEMILIHAN PRIORITAS BAHAN BAKU BIOAVTUR DI INDONESIA DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARKHI PROCESS (AHP) Agung Siswahyu; Tri Yuni Hendrawati
Jurnal Teknologi Vol 6, No 2 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.6.2.137-143

Abstract

Bioavtur  merupakan  bahan  bakar  alternative  untuk  pesawat  terbang  bermesin  turbin.  Penggunaan bioavtur bertujuan untuk mengurangi emisi gas buang dari mesin pesawat terbang. IATA sejak tahun 2005 sudah memiliki strategi untuk mengurangi emisi gas buang. Salah satu program yang dilakukan adalah dengan menggunakan bioavtur  sebagai bahan bakar. Indonesia sebagai anggota IATA juga memiliki kewajiban untuk melakukan hal tersebut. Oleh karena itu pemenuhan kebutuhan bioavtur di Indonesia sebagai bahan bakar pesawat memiliki peran penting dan stratergis.  Bioavtur dihasilkan olehserangkaian proses konversi biomassa  berupa serat, gula, tepung dan minyak nabati.  Proses konversi bahan tersebut  bisa  melalui  proses  transesterifikasi,  perlakuan  panas  (pyrolisis  dan  hydrothermal), perlakuan hidrolisis oleh enzim, fermentasi, dan fischertrops.  Indonesia  memiliki potensi bahan baku yang melimpah, produksi minyak kelapa sawit Indonesia tahun 2014 mencapai 29,41 juta ton, minyak kelapa 3,38 juta ton dan 4.6 Ton minyak inti sawit ditahun 2014.  Tujuan penelitian ini adalah memilih prioritas bahan baku bioavtur dengan metode Analytical Hierarkhi Process (AHP). Hasil analisis AHP menunjukkan  bahwa  minyak  sawit  adalah  bahan  baku  yang  paling  potensial  dengan  bobot  0,361, kemudian  urutan  kedua  adalah  biomassa bobot  nilai  0,327  sedangkan  minyak intisawit  dan kelapa berbobot  0,156.  Berdasarkan  analisis  AHP  maka  pemanfaatan  bahan  baku  terbarukan  (renewable resourcess) berbasis minyak nabati seperti minyak kelapa sawit untuk produksi bioavtur menjadi salah satu solusi yang potensial.
PENGARUH JENIS ADSORBEN TERHADAP EFEKTIFITAS PENURUNAN KADAR TIMBAL LIMBAH CAIR RECYCLE AKI BEKAS Rohmat Mufti Ali; Tri Yuni Hendrawati; Ismiyati Ismiyati; Nurul Hidayati Fithriyah
Jurnal Teknologi Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.12.1.87-92

Abstract

Pengolahan air limbah Aki bekas dilakukan karena menghasilkan timbal (Pb) sebagai polutan beracun terutama jika memasuki perairan sebagai air baku air minum. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan pengaruh jenis adsorben (zeolit dan karbon aktif) dan konsentrasinya (0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%) terhadap penurunan kandungan Pb dalam air limbah dari proses daur ulang aki mobil bekas. Pembuatan sampel imitasi air limbah dilakukan dengan perendaman komponen aki mobil bekas, seperti pelat dan larutan asam, dalam 4 liter air selama 10 hari yang menghasilkan kadar awal Pb sebesar 8,02 mg/L dan pH sebesar 2. Adsorben diaktivasi dengan perlakuan kimia dan fisika, kemudian ditambahkan ke dalam sampel limbah sebanyak 100ml, lalu diaduk dengan kecepatan 150 rpm selama 1 jam. Volume NaOH 0,5 M yang dibutuhkan untuk menetralkan 10 ml sampel limbah yaitu 35,7 ml. Kadar Pb terendah dalam sampel limbah adalah 0,239mg/L yang diperoleh pada adsorpsi menggunakan adsorben karbon aktif 25%.
Co-Authors Ade Nurul Hidayat Agdila, Alivia Fernanda Agung Siswahyu Agung Siswahyu Agus Priyanto Aini, Latifah Nur Alvika Meta Sari Andriyani Andriyani Anggaraini, Nisrina Harum Anwar Ilmar Ramadhan Arinda, Yosi Duwita Arthur Setyawan Fajar Athiek Sri Redjeki Ayu Candraningsih Azmairit Aziz Azmi, Wan Hamzah Azqia, Khalisya Nasywa Budiyanto Budiyanto Cakrawala, Orion Nawandie Cardosh, Syafira R Darto Darto Darto Darto, D Dedek Rahayu Deri Iryawan Desy Hijriyah Dimas Adhitya Rahman Dimas Yoga Pradipta Pratama Efrizon Umar Efrizon Umar Elvia Desiana Erdawati Erdawati Erdawati Erdawati Ericha Indriani Marjuki Erna Astuti Ery Diniardi Fachry Abda El Rahman Faisal Ismail Febri Yani Fiqih Azis Pangestu Firgi Adha Listanto Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Furqon Cipta Ismaya Furqon Cipta Ismaya Hakim, Rusnia Junita Hamza Mursandi Hana Ambarwati Hana Ambarwati Hardiman, Bayu Haryanto, Lorenta In Helfi Gustia Heri Setiono Heryanti Heryanti Hidayat, Sri hidayat, untung Ika Kurniaty, Ika Ilham Kurniawan Indra Budi Susetyo Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati, Ismiyati Istianto Budhi Rahardja kadarisman, muhammad Kiki Rizky Ananda Kushendarsyah Saptaji Lemsoh, Jarunee Lusida, Nurmalia Miftah Andriansyah, Miftah Muh. Kadarisman Muhammad Kosasih Muhammad Reza Huseini Mutiara Salsabila Ninin Asminah Noni Noni Nurul Hidayati Fithriyah OKTA MAHENDRA, OKTA Oktariawan, Reddy Rahardja, Istianto Budhi Rahmawati Suryani Ramadhani, Annisyah Ratri Ariatmi Nugrahani Ratri Ariatmi Nugrahani Raynaldi Syarief Armanzah Renty Anugerah Mahaji Puteri Ribath Faruqi Rizalman Mamat Rohmat Mufti Ali Rosmi, Fitria Rusnia Junita Hakim Rusnia Junita Hakim Safira, Ajeng Listiani Sari, Fatma Semendo, Rifqi Putra Setiawan, Hanif Rama Yuda Shela Niken Wijayanti Siska Ayu Anggraini Suffah, Nurullia Sulis Yulianto Suratmin Utomo Suratmin Utomo Suratmin Utomo Susanty Susanty Susanty Susanty Susanty, Susanty Syamsudin AB Tria Astika Endah Permatasari Ummul Habibah Hasyim Ummul Habibah Hasyim Viki Febrianoca Wan Hamzah Azmi Wenny Diah Rusanti Wenny Diah Rusanti Wenny Diah Rusanti Wiwik Handayani Wiwik Handayani Wulan Wibisono Is Tunggal Wulan Wibisono Is Tunggal, Wulan Wibisono Wusono, Ciska Nabila wusono, ciska nabilah Wusono, Ciska Nabilla Yukarie Ayu Wulandari Yully Mulyani Yusril, Ariadi Yustinah Yustinah Zidni, Irfan Azka Zihan, Nurul