Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN MINYAK BIJI KAPUK (Ceiba Pentandra) MENJADI METHIL ESTER DENGAN PROSES ESTERIFIKASI TRANSESTERIFIKASI Shela Niken Wijayanti; Tri Yuni Hendrawati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapuk randu atau kapuk (Ceiba Pentandra) adalah pohon tropis yang tergolong ordo Malvales dan famili Malvaceae (sebelumnya dikelompokkan ke dalam famili terpisah Bombacaceae), berasal dari bagian utara dari Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Karibia. Kata "kapuk" atau "kapok" juga digunakan untuk menyebut serat yang dihasilkan dari bijinya. Pohon ini juga dikenal sebagai kapas Jawa atau kapok Jawa, atau pohon kapas-sutra. Daerah penghasil kapuk di Indonesia meliputi daerah DI.Aceh, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara. Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebagai salah satu bahan baku oleokimia dan bahan bakar alternatif yang dikenal sebagai biodiesel. Pemanfaatan minyak biji kapuk sebagai bahan baku untuk memproduksi methil ester sebagai topik dari penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan karakteristik metil ester dari minyak biji kapuk dan mendapatkan proses terbaik. Metode yang digunakan adalah penelitian di Laboratorium Teknik Kimia, Fakultas Teknik, UMJ.  Penelitian ini meliputi dua tahapan dimana Tahapan satu yang dilakukan mereaksikan minyak biji kapuk dengan katalis H2SO4  (esterifikasi) kemudian tahapan kedua yang dilakukan untuk mendapatkan methil ester yaitu dengan mereaksikan minyak biji kapuk dan metanol (transesterifikasi)  dengan katalis KOH (1% dari volume methil ester hasil esterifikasi) dengan variabel jumlah metanol sebesar  10%, 20%, dan 30% dari volume hasil esterifikasi dengan waktu reaksi 1 Jam, 1.5 jam , dan 2 jam pada suhu 70°C. Berdasarkan hasil yang didapat dari penelitian dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut yaitu (1)Bahan baku minyak biji kapuk mengandung zat pengotor  dan  asam lemak bebas tinggi sebesar 8,63%  maka diperlukan proses degumming dan esterifikasi. (2)Pengolahan minyak biji kapuk menjadi methil ester sebagai salah satu bahan bakar alternatif biodiesel dan bahan oleochemical. (3)Kondisi proses terbaik adalah pada katalis 1%  dan waktu 1.5 jam dengan jumlah metanol 30% yakni dengan rendemen 96,69 % ; angka asam 0,2998 ; bilangan penyabunan 203,93.
PENGARUH KECEPATAN SENTRIFUGASI TERHADAP KARAKTERISTIK EKSTRAK ALOE CHINENSIS BAKER Agus Priyanto; Tri Yuni Hendrawati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aloe vera jenis Aloe Chinensis Baker dapat dimanfaatkan untuk kosmetik dan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan sentrifugasi dan evaporasi terhadap karakteristik ekstrak Aloe vera dan melakukan analisis terhadap formulasi ekstrak aloe vera yang dihasilkan. Metode yang dilakukan adalah sentrifugasi, yaitu memisahkan air dan ekstrak gel lidah buaya. Metode sentrifugasi ini dilakukan dengan variasi kecepatan, yaitu pada kecepatan 4000 rpm (Speed 4), kecepatan 6000 rpm (Speed 6), kecepatan 8000 rpm (Speed 8) dan kecepatan 10000 rpm (Speed 10) selama 30 menit. Evaporasi vakum dengan menggunakan alat Vacuum Rotary Evaporator untuk memekatkan ekstrak gel Aloe vera yang didapatkan. Setelah itu, dilakukan analisis terhadap karakteristik ekstrak gel Aloe vera yang telah dibuat meliputi pH, densitas, viskositas, saponin, indeks bias, vitamin C, dan protein. Hasil rendemen sentrifugasi ekstrak gel Aloe Vera terbaik adalah 99,22% pada kecepatan sentrifugasi 10000 rpm (Speed 10) dengan durasi waktu 30 menit dengan karakteristik nilai indeks bias 1,567, densitas 1,01 gram/ml, viskositas 21,24 cP, pH 5,00, tinggi saponin 0,5 cm, protein 0,09%, dan vitamin C 0,5 ml (0,44 mg). Dengan pemilihan kecepatan sentrifugasi pada 10000 rpm (Speed 10) maka hasil gel ekstrak Aloe vera yang didapatkan akan lebih baik.
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PENGOLAHAN HIDROTHERMAL AMPAS KOPI TERHADAP YIELD ENERGI UNTUK BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOBRIKET Muhammad Reza Huseini; Ericha Indriani Marjuki; Deri Iryawan; Tri Yuni Hendrawati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas kopi adalah limbah biomassa padat yang dihasilkan dari minuman kopi. Limbah yang dihasilkan dapat bersifat racun terhadap lingkungan karena mengandung kafein, tanin, dan polifenol. Serta proses degradasinya pun membutuhkan oksigen dalam jumlah yang besar. Namun ternyata berpotensi untuk konversi pembuatan biobriket ataupun biopelet. Hidrotermal merupakan teknologi yang menjanjikan untuk mengubah limbah biomassa menjadi biochar (biofuel, biobriket, bioadsorben dan lainnya) dikarenakan dapat meningkatkan produk menjadi homogen, serta kalor tinggi dan brittel. Perlakuan ampas kopi dicampur dengan aquades di dalam reaktor hidrotermal dengan variasi suhu 150 °C hingga 225 °C (AK150; AK175; AK200; AK225). Secara keseluruhan setelah hidrotermal, ampas kopi mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap (AK150 – AK225) menunjukkan adanya modifikasi komponen sampel. AK200 memiliki peningkatan kalor yang tinggi yakni 50%, dengan rendemen sebesar 68%. Pada kenaikan suhu di atas 200 °C (AK225) terjadi dekomposisi sampel serta pengurangan yield massa yang menyebabkan sedikit penurunan hasil energi yield.
KOAGULASI MIKROALGA NANOCHLOROPSIS Sp. MENGGUNAKAN NANOMAGNETIT KITOSAN Alvika Meta Sari; Tri Yuni Hendrawati; Erdawati Erdawati; Heryanti Heryanti
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMikroalga Nanochloropsis Sp. merupakan salah satu mikroalga yang bermanfaat bagi manusia. Proses kultivasi dan pemanenan merupakan salah satu proses yang penting untuk mendapatkan mikroalga ini. Salah satu yang berpengaruh adalah cara pemanenan.  Dalam penelitian ini proses pemanenan mikroalga yang umumnya memakan biaya paling besar, dilakukan dengan metode koagulasi menggunakan nanomagnetit kitosan sebagai koagulan dengan variasi dosis koagulan (0,05; 0,08; dan 0.1 g) dan kondisi pH (8, 9, 10, 11, 12). Tujuan penelitian ini adalah menggunakan nanomagnetit kitosan pada proses koagulasi mirkoalga, mencari pengaruh dosis dan pH larutan terhadap kepadatan sel. Nano magnetite kitosan disintesa menggunakan reaksi tautan silang dan pengadukan cepat, lalu digunakan sebagai koagulan pada proses koagulasi mikroalga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar dosis koagulan maka kepadatan sel akan menurun disertai dengan adanya Lysis dan penggumpalan dengan dosis optimum adalah 0,1 g per 100 ml mikroalga dengan kepadatan sel 3,705 x 104 cel/m2. Dan semakin tinggi pH maka kepadatan sel akan menurun, dengan pH optimum pada 10 dengan kepadatan sel 21,85 x 104 cel/m2.
Experimental Investigation of Cooling Performance in Automotive Radiator using Al2O3-TiO2-SiO2 Nanofluids Anwar Ilmar Ramadhan; Wan Hamzah Azmi; Rizalman Mamat; Ery Diniardi; Tri Yuni Hendrawati
Automotive Experiences Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Automotive Laboratory of Universitas Muhammadiyah Magelang in collaboration with Association of Indonesian Vocational Educators (AIVE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.016 KB) | DOI: 10.31603/ae.6111

Abstract

The use of nanoparticle coolant fluid in the car radiator increases the rate of heat transfer and facilitates the reduction of the overall radiator size. In this study, heat transfer characteristics of tri-hybrid nanofluids-based water/EG (60:40) were analyzed experimental and compared with water/EG (60:40). Four different nanofluids concentrations were prepared by adding 0.05 to 0.3 vol.% of tri-hybrid nanofluids dispersed a mixture of water/ethylene glycol (60:40). Experiments were carried out by varying the flow rate of coolant between 2 to 12 LPM for working temperature of 70 °C, the velocity of airflow remained at an average of 4 m/s, to understand the effect of coolant flow rate on heat transfer. The results showed that the thermal performance of tri-hybrid nanofluids in a water/EG (60:40) mixture has been investigated for volume concentrations of up to 0.3% and working temperature of 70 °C. The maximum enhancement of heat transfer coefficient for air side is observed up to 23.8% at 0.05% volume concentration meanwhile for coolant side is observed at 39.7% at 0.3% volume concentration. The pressure drop and pumping power have the same pattern which increasing in volume concentrations.
The Influence of Operation Conditions of Gedi Leaf Drying Process (Abelmoschus Manihot. L) On Antioxidant Activity Siska Ayu Anggraini; Tri Yuni Hendrawati; Ismiyati Ismiyati
Journal of Applied Sciences and Advanced Technology Vol 3, No 2 (2020): Journal of Applied Sciences and Advanced Technology
Publisher : Faculty of Engineering Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jasat.3.2.57-64

Abstract

Gedi leaf (Abelmoschus manihot L) is a type of plant that is categorized in a group of medicinal plants / herbal plants and grows mostly in North Sulawesi and is a tropical plant of the Malvacea family, gedi leaves contain flavonoids, tannins, alkaloids, anthraquinone saponins and anthocyanins which have antioxidant activity. Antioxidants are important compounds in maintaining a healthy body. Because it functions as a free radical scavenger. In this study, examined the use of gedi leaf drying as an alternative source of antioxidants to be applied for face masks. Gedi leaf powder sample was tested by Proximate testing to determine the characteristics of gedi leaf powder and gedi leaf powder used as a powder mask preparation. The method used to obtain dry gedi leaves is the oven with a temperature variation used 40; 50; 60 ° C and 5 time variations; 6; 7 hours. The results showed that the best yield of drying gedi leaf powder against time to temperature was 5 hours with a temperature of 70⸰C, from the best yield it was processed into masks divided into 3 formulas, namely 10; 20; 30% dried gedi leaves in a 40gr formula with rice flour as an added ingredient. From the results of making 3 dry gedi leaf mask formulas tested proximate with the help of 20 panelists, the results of the panelists' assessment of formula 2 with 20% gedi leaves are preferred and get a value of 20% higher. Measurement of the 3 formulas obtained pH values of gedi leaf masks of 5.63, 5.68, and 5.72.
PENGARUH SUHU, RASIO BAHAN BAKU TERHADAP PELARUT DAN KECEPATAN PENGADUKAN PADA PROSES FRAKSINASI TRIPALMITIN DARI FRAKSI PADAT MINYAK SAWIT Fiqih Azis Pangestu; Tri Yuni Hendrawati; Wiwik Handayani
JURNAL KONVERSI Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.6.2.95-103

Abstract

ABSTRAKMinyak sawit merupakan minyak yang paling banyak diproduksi di Indonesia. Minyak sawit mempunyai dua jenis produk yaitu fraksi padat (Stearin) dan fraksi cair (Olein). Asam lemak pada minyak sawit dibedakan menjadi dua golongan yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Penelitian ini  bertujuan untuk memisahkan Tripalmitin dari fraksi padat minyak sawit melalui metode fraksinasi dengan pelarut organik. Variabel dalam penelitian ini menggunakan variasi rasio bahan baku / pelarut organik 1:10 (w/v) dan 1:12 (w/v) dengan suhu 2oC, 10oC, 20oC, 30oC, 40oC dan kecepatan pengadukan 300 rpm dan 500 rpm. Setelah itu sampel dianalisa dengan GC-MS untuk mengetahui kandungan asam palmitatnya dan didapatkan kandungan asam palmitat paling tinggi jika dimasukkan dalam rumus regresi sebagai berikut y = -0,0333x2 + 1,4518x + 67,617 dengan R² = 0,8431 dengan kandungan asam palmitat 84,91%. Kata kunci: Asam Palmitat, Fraksinasi, Pelarut Organik, Stearin ABSTRACTPalm oil is the most oil in Indonesia. Palm oil contains two types of products: solid fraction (Stearin) and liquid fraction (Olein). Fatty acids in palm oil are divided into two groups, namely saturated fatty acids and unsaturated fatty acids. This study aims to separate Tripalmitin from the hardness fraction of palm oil by fractionation method with organic solvent. The variables in this study used variation of organic / organic solvent ratio 1:10 (w / v) and 1:12 (w / v) with temperature 2oC, 10oC, 20oC, 30oC, 40oC and stirring speed 300 rpm and 500 rpm. After that the sample was analyzed with GC-MS to determine the content of palmitic acid and get the highest palmitic acid content if in the regression formula as follows y = -0.0333x2 + 1.4518x + 67,617 with R² = 0.8431 with the content of palmitic acid 84 , 91%. Keywords: Fractination, Organic Solvent, Palmitic Acid, Stearin
PENGARUH KONSENTRASI KOH PADA EKSTRAKSI RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DALAM PEMBUATAN KARAGENAN Wulan Wibisono Is Tunggal; Tri Yuni Hendrawati
JURNAL KONVERSI Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.4.1.%p

Abstract

Eucheuma cottonii merupakan rumput laut yang banyak tumbuh di sepanjang pesisir pantai Indonesia. Untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah Eucheuma cottonii, maka dibuat menjadi karagenan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsentrasi KOH terhadap mutu karagenan yang dihasilkan. Karagenan diperoleh dari ekstraksi rumput laut (Eucheuma cottoni) dengan cara membersihkan Eucheuma cottoni kering kemudian direndam menggunakan air selama 30 menit dan dipotong-potong menjadi 2-4 cm selanjutnya diekstraksi dengan larutan KOH konsentrasi 0,1N 0,3N 0,5N 0,7N dan 0,9N. Eucheuma cottonii dicuci dengan air dan dikeringkan hingga menghasilkan berat konstan dan digiling hingga menghasilkan tepung karagenan. Tepung karagenan yang dihasilkan di uji kadar air, kadar abu, kekuatan gel dan viskositasnya. Hasil yang diperoleh pada uji tepung karagenan menunjukan adanya peningkatan kekuatan gel karagenan dan tertinggi diperoleh pada penambahan konsentrasi KOH 0,9 N, yaitu sebesar 215,82 gram/cm2. Rendemen tepung karagenan mengalami kenaikan dengan meningkatnya konsentrasi KOH dan tertinggi sebesar 14,05%. Untuk viskositas karagenan dengan penambahan konsentrasi KOH didapatkan viskositas karagenan semakin menurun dan viskositas karagenan tertinggi didapat  pada konsentrasi KOH 0,1 N yaitu sebesar 275,3 MPaProses terbaik pembuatan karagenan dari Euchema cottonii yaitu waktu ekstraksi KOH 60 menit, konsentrasi KOH 0,9 N, menghasilkan randemen 28,80%, kekuatan gel 215,82 gram/cm2, kadar air 8,42%, kadar abu 37,2%, viskositas 183,3 MPa..Kata Kunci: Eucheuma cottonii, Ekstraksi, gel, viskositas, Karagenan.
The Effects of Aloe Vera Gel Addition on the Effectiveness of Sunscreen Lotion Tri Yuni Hendrawati; Hana Ambarwati; Ratri Ariatmi Nugrahani; Susanty Susanty; Ummul Habibah Hasyim
Jurnal Rekayasa Proses Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.426 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.45247

Abstract

especially in cosmetics. The aloe plant that is cultivated in Indonesia to supply this industry is Aloe chinensis Baker. This research is to determine the effects of Aloe vera gel extract on the effectiveness of sunscreen lotion. The steps taken included Aloe vera gel extraction, flavonoid absorption test, sun protection factor (SPF) value measurement, pH test, viscosity test, homogeneity test, and organoleptic evaluation. The extract was added to the base sunscreen formulation at five different concentrations. UV-Vis spectrophotometry at 290 – 320 nm was performed on the preparations to determine their SPF values. The highest SPF value of 10.21 was found in the preparation containing 20% Aloe vera gel extract. This value falls within the national industrial standard for sunscreen SPF value range of 2 – 60. The research showed that a higher concentration of Aloe vera gel extract increased the pH, with the most elevated pH at 7.0 for the preparation containing 20% Aloe gel vera extract. This value also falls within the national pH standard for sunscreen of 4.5 – 8.0. The higher concentration of Aloe vera gel extract also increased the dispersive amount of the sunscreen preparation, with the highest value of 5 cm resulting from 20% Aloe vera gel extract addition. This research showed that the increased addition of Aloe vera gel extract resulted in higher SPF value. A B S T R A KLidah buaya adalah salah satu tanaman obat yang banyak digunakan dalam industri farmasi, terutama di bidang kosmetik. Tanaman lidah buaya yang dibudidayakan di Indonesia untuk memasok kebutuhan  industri adalah Aloe jenis Chinensis Baker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak gel lidah buaya terhadap efektivitas lotion tabir surya. Langkah-langkah yang diambil adalah ekstraksi gel lidah buaya, uji serapan flavonoid, pengukuran nilai sun protection factor (SPF), uji pH, uji viskositas, uji homogenitas, dan evaluasi organoleptik. Ekstrak ditambahkan ke formulasi tabir surya dasar pada lima konsentrasi yang berbeda. Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 290-320 nm dilakukan pada persiapan untuk menentukan nilai SPF tabir surya aloe vera. Nilai SPF tertinggi sebesar 10,21 ditemukan dalam sediaan yang mengandung 20% ekstrak gel lidah buaya. Nilai ini termasuk dalam Standar Industri Nasional (SNI) untuk kisaran nilai SPF tabir surya 2-60. Penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi yang lebih tinggi dari ekstrak gel lidah buaya meningkatkan pH, dengan pH tertinggi pada 7,0 untuk preparasi yang mengandung 20% ekstrak lidah buaya. Nilai ini juga berada  kisaran standar pH nasional untuk tabir surya 4,5-8,0. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak gel Aloe vera juga meningkatkan nilai dispersif sediaan tabir surya, dengan nilai tertinggi 5 cm yang dihasilkan dari penambahan 20% ekstrak lidah buaya. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak gel lidah buaya menghasilkan nilai SPF yang lebih tinggi.
Pelatihan Pembuatan Sabun Cair Pada Komunitas Ibu-Ibu Lingkungan Jl Yudistira II, RT/RW 010/017, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan Helfi Gustia; Yukarie Ayu Wulandari; Ismiyati Ismiyati; Ratri Ariatmi Nugrahani; Tri Yuni Hendrawati; Muh Kadarisman; Dedek Rahayu; Desy Hijriyah; Rusnia Junita Hakim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.4.2.100-104

Abstract

Covid-19 mengancam berbagai Negara di belahan dunia, salah satunya Indonesia. Masyarakat diminta untuk selalu menjaga kebersihan kesehatan dan kebersihan diri untuk mencegah penularan virus ini seperti rajin mencuci tangan. Kegiatan PKM di tengah pandemi ini, memunculkan ide kreatif untuk membuat sabun cair untuk cuci tangan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat yang dapat dilakukan dengan berbagai cara dan pendekatan, salah satunya adalah dengan melakukan pemberdayaan. Pemberdayaan dapat dilakukan dengan berbagai macam kelompok sasaran salah satunya adalah ibu-ibu. melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan sabun cair. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman serta keterampilan ibu – ibu dengan harapan dapat mengandalkan kemampuan serta keterampilannya sendiri. Diharapkan dari kegiatan ini ibu-ibu wilayahYudistira II, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan tertarik dan termotivasi untuk memanfaatkan waktu luang dalam memulai berwirausaha, membentuk kelompok anggota yang menjadi mandiri secara ekonomi dengan memanfaatkan peluang yang ada termasuk memproduksi sabun cair pencuci tangan untuk digunakan skala rumah tangga
Co-Authors Ade Nurul Hidayat Agdila, Alivia Fernanda Agung Siswahyu Agung Siswahyu Agus Priyanto Aini, Latifah Nur Alvika Meta Sari Andriyani Andriyani Anggaraini, Nisrina Harum Anwar Ilmar Ramadhan Arinda, Yosi Duwita Arthur Setyawan Fajar Athiek Sri Redjeki Ayu Candraningsih Azmairit Aziz Azmi, Wan Hamzah Azqia, Khalisya Nasywa Budiyanto Budiyanto Cakrawala, Orion Nawandie Cardosh, Syafira R Darto Darto Darto Darto, D Dedek Rahayu Deri Iryawan Desy Hijriyah Dimas Adhitya Rahman Dimas Yoga Pradipta Pratama Efrizon Umar Efrizon Umar Elvia Desiana Erdawati Erdawati Erdawati Erdawati Ericha Indriani Marjuki Erna Astuti Ery Diniardi Fachry Abda El Rahman Faisal Ismail Febri Yani Fiqih Azis Pangestu Firgi Adha Listanto Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Furqon Cipta Ismaya Furqon Cipta Ismaya Hakim, Rusnia Junita Hamza Mursandi Hana Ambarwati Hana Ambarwati Hardiman, Bayu Haryanto, Lorenta In Helfi Gustia Heri Setiono Heryanti Heryanti Hidayat, Sri hidayat, untung Ika Kurniaty, Ika Ilham Kurniawan Indra Budi Susetyo Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati, Ismiyati Istianto Budhi Rahardja kadarisman, muhammad Kiki Rizky Ananda Kushendarsyah Saptaji Lemsoh, Jarunee Lusida, Nurmalia Miftah Andriansyah, Miftah Muh. Kadarisman Muhammad Kosasih Muhammad Reza Huseini Mutiara Salsabila Ninin Asminah Noni Noni Nurul Hidayati Fithriyah OKTA MAHENDRA, OKTA Oktariawan, Reddy Rahardja, Istianto Budhi Rahmawati Suryani Ramadhani, Annisyah Ratri Ariatmi Nugrahani Ratri Ariatmi Nugrahani Raynaldi Syarief Armanzah Renty Anugerah Mahaji Puteri Ribath Faruqi Rizalman Mamat Rohmat Mufti Ali Rosmi, Fitria Rusnia Junita Hakim Rusnia Junita Hakim Safira, Ajeng Listiani Sari, Fatma Semendo, Rifqi Putra Setiawan, Hanif Rama Yuda Shela Niken Wijayanti Siska Ayu Anggraini Suffah, Nurullia Sulis Yulianto Suratmin Utomo Suratmin Utomo Suratmin Utomo Susanty Susanty Susanty Susanty Susanty, Susanty Syamsudin AB Tria Astika Endah Permatasari Ummul Habibah Hasyim Ummul Habibah Hasyim Viki Febrianoca Wan Hamzah Azmi Wenny Diah Rusanti Wenny Diah Rusanti Wenny Diah Rusanti Wiwik Handayani Wiwik Handayani Wulan Wibisono Is Tunggal Wulan Wibisono Is Tunggal, Wulan Wibisono Wusono, Ciska Nabila wusono, ciska nabilah Wusono, Ciska Nabilla Yukarie Ayu Wulandari Yully Mulyani Yusril, Ariadi Yustinah Yustinah Zidni, Irfan Azka Zihan, Nurul