Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KELAYAKAN INDUSTRI ALKALI TREATED COTONII CHIPS (ATC CHIPS) DARI RUMPUT LAUT JENIS EUCHEMA COTONII Tri Yuni Hendrawati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara nasional potensi rumput laut mencapai 1,2 juta ha dengan areal yang cocok untuk budidayarumput laut seluas 1.110.900 ha. Potensi tersebut tersebar di 15 provinsi dengan potensi terbesar diPapua  seluas  501.000  ha,  Maluku  seluas  206.000  ha,  Sulawesi Tengah  seluas  106.300  ha,  Acehseluas 104.100 ha, Sulawesi Tenggara seluas 83.000 ha, dan provinsi-provinsi yang lain. permintaanakan produk ATC yang akan dikembangkan melalui kegiatan ini, karena ATC merupakan bahanbaku  utama  dari  produk  akhir  karaginan  tersebut. Berdirinya  industri  ATC  Chips  dapatmenghindarkan terjadinya kelebihan produksi bahan baku yang kemungkinan dapat menyebabkanjatuhnya  rumput  laut  kering  di  pasaran.  Dengan  adanya  kepastian  pasar  dan  harga  rumput  lautkering  maka  petani  rumput laut  dapat  dilindungi  dari  turunnya  harga  jual  rumput  laut  yangmerugikan. Metode penelitian ini menggunakan data penelitian di laboratorium dengan bahan bakuEuchema  Cotonii dari  Sulawesi  Selatan  dan  pengumpulan  data  sekunder  dan  primer  pada  padaperancangan alat industri dan analisis kelayakannya. Hasil Rekapitulasi kriteria kelayakan investasiindustri ATC Chips kapasitas 1000 kg/hari NPV DF 20 % sebesar Rp. 2.126.807.350, IRR 40,39%,Net B/C ratio1,9, Pay Back Period 2,93 Tahun, Biaya  Investasi Rp.  2.160.000.000, Modal Kerja 3bulan Rp 922.500.000,  (5). Dari  hasil  analisis  sensitivitas  tersebut didapat  hasil bahwa  dengankenaikan  harga  bahan  baku  sebesar  35%  (dari  Rp.  8.000,- menjadi  Rp. 10.800,-)  dengan  asumsiharga  produk ATC  Chips tetap  maka terjadi  penurunan  IRR  menjadi  sebesar 20.71%  danpenambahan tingkat/waktu pengembalian modal sampai dengan 4.64 tahun. Terhadap penurunanharga jual produk sebesar 15% dengan asumsi harga bahan baku tetap maka terjadi penurunan IRRmenjadi sebesar 24.10% dan Payback Periode sebesar 4.18 tahun. Perlu disampaikan bahwa dalamprakteknya, suku bunga pinjaman 18% sehingga dengan asumsi discount rate 20%  pada nilai IRRpada 20.71% masih layak. Perubahan harga beli bahan baku umumnya berhubungan positif denganharga jual produk, sehingga dengan hasil analisis sensitivitas tersebut, dapat dinyatakan kegiatanusaha ini layak untuk diimplementasikan.
PERANCANGAN DETAILED ENGINEERING DESIGN INDUSTRI SUSU STERILISASI SKALA MENENGAH DAN KELAYAKANNYA DI JAWA TENGAH, INDONESIA Tri Yuni Hendrawati; Suratmin Utomo
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Susu merupakan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi karena mengandung komponen penting yaitu protein, lemak, vitamin, mineral, laktosa serta enzim-enzim dan beberapa jenis mikroba yang bermanfaat bagi kesehatan sebagai probiotik.  Namun hal ini tidak ada artinya bila susu tidak aman dikonsumsi atau tidak aman bagi kesehatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan agar susu aman dikonsumsi adalah dengan melakukan sterilisasi. Saat ini industry susu sterilisasi  berskala besar dan perlu dilakukan perancangan industry susu sterilisasi skala menengah yang dapat didirikan di lokasi peternak sapi sehingga harga susu segar menjadi baik di tingkat peternak. Lokasi yang dapat dipilih yaitu di Boyolali atau Wonosobo Jawa Tengah Indonesia. Tujuan penelitian ini merancang industri  susu sterilisasi skala menengah yang dapat masuk skala ekonomi untuk usahanya. Metode yang digunakan adalah survey ke lokasi penghasil memastikan ketersediaan bahan baku dan melakukan perancangan industry yaitu menghitung neraca massa, neraca energy, merancang spesifikasi peralatan, tata letak sampai detailed engineering design. Dalam perancangan industri ini digunakan Microsoft excell dalam perhitungan neraca massa, energIdan perhitungan spesifikasi peralatan. Program Visio digunakan dalam menggambar tata letak dan Detailed Engineering Design. Proses pengolahan susu sterilisasi diawali dengan penerimaan susu dari peternak/KUD. Untuk menjaga kualitasnya, susu disimpan dalam Cooling Unit  (1), ketika siap untuk digunakan susu akan dipompakan ke  Mixing tank  (2), dimana dalam tangki ini susu diberi penguat rasa dan pemanis sehingga tercipta berbagai jenis susu sterilisasi yang diinginkan. Kemudian susu di  Pasteurilisasi dalam  batch  pasteurilisasi (3), sekaligus pengkondisian untuk dilakukannya homogenisasi didalam Homogenizer  (4). Homogenisasi bertujuan untuk membuat campuran bahan tambahan dengan susu menyatu dan tidak terjadi endapan. Setelah homogenisasi susu dikemas dalam mesin pengemas steril (5) sesuai ukuran yang diinginkan dan sterilisasi terakhir dilakukan di Autoclave (6). Pada kelayakan finansial maka kapasitas minimum untuk menghasilkan NPV positif pada skema pembiayaan perbankan murni adalah 5.867 liter/hari. Nilai investasi yang diperlukan sebesar Rp.6.800.000.000, NPV Rp. 2.786.820.519, IRR 24,99%, Net B/C 1,41, Pay Back Period 3,73 tahun. Pada penelitian ini dihasilkan spesifikasi peralatan, tata letak dan Detailed Engineering Design.  Keywords: Detailed Enginering Design, Sterilization, Dairy Industry, Feasibility  
PEMBUATAN KARAGENAN DARI EUCHEUMA COTTONII DENGAN EKSTRAKSI KOH MENGGUNAKAN VARIABEL WAKTU EKSTRAKSI Elvia Desiana; Tri Yuni Hendrawati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumput laut jenis Eucheuma cottonii merupakan rumput laut yang banyak tumbuh di sepanjang pesisir pantai Indonesia, untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah rumput laut khususnya jenis Eucheuma cottonii dapat dibuat dalam bentuk karagenan. Tujuan penelitian ini adalah (1). Mencari pengaruh variabel waktu ekstraksi KOH terhadap rendemen karagenan yang dihasilkan; (2). Mendapatkan waktu ekstraksi terbaik terhadap mutu karagenan yang meliputi kekuatan gel, viskositas karagenan, kadar air dan kadar abu. Karagenan diperoleh dari ekstraksi Euchema cottonii dengan cara membersihkan Eucheuma cottonii kering selanjutnya direndam menggunakan air selama 30 menit kemudian Eucheuma cottonii dipotong-potong menjadi 2-4 cm setelah diperoleh Eucheuma cottonii dalam bentuk chips, Eucheuma cottonii diekstraksi dengan larutan KOH setelah itu rumput laut dicuci dengan air dan dikeringkan  dengan cara di oven hingga menghasilkan berat yang konstan dan proses terakhir adalah Eucheuma cottonii yang telah di ekstraksi ditepungkan dengan cara digiling hingga menghasilkan tepung karagenan. Tepung karagenan yang dihasilkan di uji kadar air, kadar abu, kekuatan gel dan viskositasnya. Hasil yang diperoleh pada uji kekuatan gel didapatkan hasil tertinggi pada waktu ekstraksi 20 menit dengan KOH 0,3N sebesar 227,03 gram/cm2 sehingga menghasilkan persamaan y = 5E-05x4-0,012x3+1,172x2-45,14x+752,9 R2=1 dan randemen tepung karagenan 6,94%. Sedangkan untuk viskositas karagenan mengalami kenaikan hasil yaitu pada waktu ekstraksi 100 menit dengan KOH 0,3N sebesar 358,7 Mpa menghasilkan persamaan y= -2E-05x4+0,007x3-0,651x2+22,91x-14,8 R2=1 Hasil terbaik pada penelitian ini adalah waktu ekstraksi KOH 0,3 N selama 20 menit dengan rendemen tepung karagenan 6,94%, yang menghasilkan persamaan y= 2E-06x4-0,000x3+0,037x2-1,283x+20,87 R2=1. kadar air 6,95%, dengan persamaan y= 4E-07x4-7E-05x3+0,002x2+0,045x+5,62 dengan R2= 1. kadar abu 35%, dengan persamaan y= 1E-06x4-0,000x3+0,024x2-0,958x+46,5 dengan R2= 1.kekuatan gel 227.03 gram/cm2 dan viskositas 235.3 MPa.
PENGARUH SUHU TERHADAP KANDUNGAN ASAM PALMITAT PADA PROSES FRAKSINASI PALM STEARIN Viki Febrianoca; Tri Yuni Hendrawati; Wiwik Handayani
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan riset ini adalah untuk memisahkan asam lemak jenuh dan tidak jenuh dengan metode fraksinasi menggunakan pelarut organik. Variabel dalam penelitian ini menggunakan variasi rasio bahan baku / pelarut organik 1:6 (w/v) dan 1:8 (w/v) suhu 2oC, 10oC, 20oC, 30oC, 40oC dan kecepatan pengadukan 300 rpm dan 500 rpm. Setelah itu sampel dianalisa dengan GC/MS untuk mengetahui kandungan asam palmitatnya dan didapatkan kandungan asam palmitat paling tinggi. Dari hasil penelitian diperoleh suhu terbaik untuk proses fraksinasi adalah sebesar 20oC, ratio bahan baku / pelarut organik 1:8 (w/v) dan kecepatan pengadukan 500 rpm dengan kandungan asam palmitat sebesar 80,80%. Hubungan antara suhu fraksinasi terhadap kandungan asam palmitat dapat dinyatakan sebagai berikut y = 0.000x4 -0.048x3+1.306x2 -12.00x+91.58 dan R² = 1 dengan y sebagai rendemen kandungan asam palmitat dan x sebagai variabel suhu (0C).
Pemilihan Prioritas Bahan Baku Plastik Biodegradable Dengan Metode Analytical Hierarkhi Process (AHP) Furqon Cipta Ismaya; Tri Yuni Hendrawati; Muhammad Kosasih
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastik mudah terurai adalah plastik yang dapat digunakan layaknya seperti plastik konvensional, namun akan hancur terurai oleh aktivitas mikroorganisme setelah dibuang ke lingkungan. Plastik konvensional sendiri berbahan dasar petroleum, gas alam, atau batu bara. Sementara plastik biodegradable terbuat dari material yang dapat diperbaharui, yaitu dari senyawa-senyawa yang terdapat dalam tanaman atau hewan misalnya pati, selulosa, dan protein.Tujuan penelitian ini adalahmemilih prioritas alternatif bahan baku bioplastik dari pati, selullosa, dan protein berdasarkan kriteria dan sifatnya dengan menggunakan metode Analytical Hierarkhi Process (AHP).Tahapan pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif terhadap aspek-aspek yang berhubungan dengan pemilihan prioritas bahan baku bioplastik. Data yang digunakan adalah data publikasi dan atau rujukan. Dalam menentukan bahan baku mana yang nantinya akan dijadikan plastik biodegradable ditentukan dengan software AHP dengan mempertimbangkan beberapa kriteria diantaranya biodegradabilitas,kekuatan mekanik,penyerapan air, harga dan ketersediaan bahan baku. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa dari hasil pemilihan prioritas bahan baku bioplastik biodegradable, selulosa merupakan bahan baku prioritas dengan bobot 0,374 diikuti dengan pati dengan bobot 0,333 dan protein 0,293.
ANALISIS KELAYAKAN INDUSTRI SUSU STERILISASI SKALA MENENGAH Tri Yuni Hendrawati; Suratmin Utomo
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harga susu sapi segar di tingkat peternak sangat berfluktuasi dan sangat tergantung dari Industri Pengolah Susu (IPS) besar. Dalam rangka mendapatkan harga susu sapi segar terbaik perlu diberikan alternatif perancangan susu sterilisasi yang dapat didirikan di daerah penghasil susu dengan kelembagaannya sehingga peternak dan KUD susu segar bekerjasama untuk pendirian industri sehingga diharapkan harga susu segar di tingkat peternak lebih baik. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan analisis kelayakan industri susu sterilisasi. Metodologi yang digunakan adalah pengumpulan data primer dan sekunder ke daerah penghasil susu segar (diantaranya Boyolali dan Jawa Tengah). Analisis kelayakan meliputi aspek teknis teknologis, aspek keekonomian, aspek pasar pemasaran, aspek manajemen kualitas dan aspek Sosial budaya. Susu steril jenis diproduksi dengan proses perlakuan panas yang biasa disebut dengan Sterilisasi. Proses sterilisasi ini dilakukan untuk membunuh spora bakteri yang terdapat didalam susu. Perlakuan ini memiliki batasan bahwa yang akan rusak karena panas adalah hanya bakteri dan sporanya saja, dan tidak merusak kandungan nutrisi yang berada didalam susu yang ditandai dengan terjadinya perubahan kimia pada susu. Proses sterilisasi dilakukan dengan cara memanaskan makanan sampai temperatur 1210C, selama watu 15 menit. Kapasitas minimum untuk menghasilkan NPV positif pada skema pembiayaan murni adalah 5.867 liter/hari. Hasil kelayakan NPV Rp. 2.786.820.519, IRR 24,99%, Net B/C 1,41, PBP 3,73 Tahun. Selain itu untuk mengetahui tingkat pengaruh kenaikan harga bahan baku dan penurunan harga jual produk dilakukan juga analisa sensitivitas yang hasilnya adalah Layak. Investasi lebih sensitif terhadap penurunan harga jual produk dibandingkan dengan kenaikan bahan baku, pada kenaikan bahan baku. Pada investasi menggunakan skema pembiayaan murni nilai investasi dapat mengakomodir kenaikan harga bahan baku sampai dengan 10% dan penurunan penjualan produk sebesar 5%. Dari aspek teknis teknologis, pasar pemasaran, keekonomian, Manajemen dan sosial budaya industri susu sterilisasi skala menangah ini layak didirikan dan akan menjadi penstabil harga susu segar di tingkat peternak.
Pemanfaatan Karbon Aktif Dari Biji Pala (Myristica fragrans Houtt.) Untuk Pemurnian Minyak Jelantah Ilham Kurniawan; Susanty Susanty; Tri Yuni Hendrawati; Wenny Diah Rusanti
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji tanaman pala (Myristica fragrans Houtt.) yang terdiri dari bagian tempurung memiliki kandungan hemiselulosa, selulosa dan lignin, serta bagian biji mengandung fixed oil atau mentega pala dimana mayoritas penyusun senyawa tersebut adalah atom karbon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu terbaik proses pemurnian minyak jelantah menggunakan karbon yang berasal dari biji pala. Penelitian ini menggunakan metode karbonisasi dengan suhu tinggi untuk mendapatkan karbon aktif sebagai adsorban. Rendemen karbon aktif yang diperoleh sebesar 24.40%. Hasil karakterisasi karbon berupa bagian yang hilang dari pemanasan sebesar 7.14%, kadar air sebesar 2.00%, kadar abu sebesar 1.00%, dan daya serap terhadap I2 sebesar 847.64 mg/g. Variabel penelitian yang digunakan yakni lama waktu perendaman karbon aktif dalam minyak jelantah selama 8,16,24,32,40, dan 48 jam. Karakteristik hasil pemurnian minyak jelantah yang diamati antara lain warna kuning, berbau normal, bilangan asam sebesar 0.7713 mgKOH/g dan bilangan peroksida sebesar 3.8168 mgO2/g. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh waktu terbaik perendaman karbon aktif dari biji pala dalam minyak jelantah yakni pada 32 jam.
PENGARUH WAKTU MASERASI ZAT ANTOSIANIN SEBAGAI PEWARNA ALAMI DARI UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatasL) Raynaldi Syarief Armanzah; Tri Yuni Hendrawati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi   jalar   ungu   (Ipomoea   batatas   L.   Poir)  berpotensi   sebagai   salah   satu   sumber  antosianin yang     dapat   berfungsi    sebagai   pewarna     alami,   antioksidan,    antimutagenik     dan   antikarsinogen. Antosianin adalah pigmen yang larut dalam air bertanggung jawab terhadap warna biru, ungu, violet, magenta, merah dan orange. Antosianin itu sendiri aman untuk dikonsumsi, tidak beracun dan tidak menimbulkan mutasi genetika. Hal tersebut membuktikan bahwa pewarna alami khususnya antosianin  aman digunakan. Antosianin dapat rusak pada suhu tinggi (pemanasan) yang biasa digunakan dalam pembuatan sejumlah produk pangan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat pewarna alami dari ubi jalar ungu, mencari pengaruh rasio pelarut terhadap rendemen dan mendapatkan rasio pelarut terbaik untuk mendapatkan rendemen yang maksimal. Penelitian dilakukan dengan metode ekstraksi maserasi  (yaitu penyaringan sederhana yang dilakukan dengan perendaman ubi ungu dalam etanol 96 % dan air pada temperatur  kamar dan terlindung dari sinar matahari) dengan menggunakan waktu  maserasi   (4 jam, 8jam, 18 jam, 24 jam, 30 jam). Hasil ekstraksi  kemudian disaring dan dipekatkan dengan rotary vakum evaporator dan selanjutnya dianalisis  dengan menggunakan spektrofotometer UV- Vis. Hasil  ekstraksi antosianin pada ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L. Poir) dibandingkan dengan pembanding billberry   ekstrak   dimana   dalam   standar   tersebut   telah   diketahui   pasti   kandungan   antosianin.   Hasil                                                             0 rendemen yang terbaik didapat 4.87% pada suhu 50 C dengan tekanan 2 atm dan pada waktu maserasi  30 jam. Dengan persamaan y= 0.063x + 2.904 dengan R2               = 0.972 Dan kadar antosianin terbaik yang                                                   0  didapat adalah 11.01 mg/mL pada suhu 30 C dengan tekanan 1 atm dan pada waktu maserasi 30 jam,  dengan persamaan Y= 0.189x + 5.489 dengan R2  = 0.974 Kata Kunci: Ubi Jalar Ungu, Antosianin, Waktu Maserasi, Pewarna Alami
PENGARUH SUHU LIQUEFACTION TERHADAP KANDUNGAN GLISEROL PADA POLIOL DARI TISU DENGAN GLISEROL Furqon Cipta Ismaya; Indra Budi Susetyo; Tri Yuni Hendrawati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selulosa merupakan Polimer alam berupa zat karbohidrat dengan rumus molekul (C6H10O5)n. Metode yang digunakan untuk menghasilkan poliol diantaranya hidrolisis, liquefaction, degradasi panas. Metode dalam penelitian ini adalah liquefaction. Selulosa direaksikan dengan gliserol dan katalis asam sulfat. Proses pemanasan menggunakan hot plate. Produk diencerkan dengan air untuk memisahkan residu dan poliol. Kemudian dipisahkan dengan alat sentrifuge. Lapisan atas berupa poliol diencerkan 1 ppm lalu diuji kandungan gliserolnya dengan alat GC-MS. Variabel dalam penelitian ini menggunakan variasi rasio selulosa/gliserol 1:3 (w/w) dan 1:4 (w/w) dengan suhu 140oC, 150 oC, 160 oC, 170 oC, dan 180 oC. Hasil analisis GCMS menunjukan kandungan gliserol yang diperoleh melalui proses liquefaction memberikan nilai tertinggi untuk rasio 1:3 pada suhu  140oC dengan tinggi peak, yaitu 802135 dan nilai terendah pada suhu 180 oC dengan tinggi peak, yaitu 485635 dengan persamaan y =-10,97x3+5536 x2–93226x +5E+07 dengan R²=0,838. Untuk rasio 1:4 kandungan gliserol tertinggi pada suhu 140oC dengan tinggi peak, yaitu 610249 dan nilai terendah pada suhu 180 oC dengan tinggi peak, yaitu 552589. Dengan persamaan y= -10108x4-11,94x3 -5576x2+86057x-4E+07  dengan R²=0,958 dengan x adalah suhu dan y adalah tinggi peak. 
Pemilihan Bagian Tanaman Jeruk Purut (CITRUS HYSTRIX D.C) Potensial Sebagai Minyak Essensial Aromaterapi Hasil Proses Maserasi Dengan Metode Analytical Hierarkhi Process (AHP) Rusnia Junita Hakim; Yully Mulyani; Tri Yuni Hendrawati; Ismiyati Ismiyati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aromaterapi merupakan istilah generik bagi salah satu jenis pengobatan alternatif yang menggunakan bahan cairan tanaman yang mudah menguap, banyak dikenal dalam bentuk minyak essensial yang berguna untuk mengatur fungsi kognitif dan kesehatan. Citrus hystrix salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan minyak essensial. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pemilihan bagian tanaman citrus hystrix (daun, kulit, ranting) sebagai sumber minyak essensial aroma terapi hasil proses ekstraksi macerasi dan menggunakan software analytical hierarkhi process dengan mempertimbangkan kriteria berupa ketersediaan bahan baku, hasil rendemen, harga jual minyak, pemasaran (packing), aroma serta warna minyak essensial. Daun, kulit dan ranting jeruk di jemur kering, dirajang direndam dalam pelarut di dalam toples kaca tertutup, kemudian didiamkan selama beberapa hari sambil dilakukan pengadukan agar kelarutan minyak atsiri merata, menyaring dan mengepres larutan hingga diperoleh cairan pelarut. Penjernihan dilakukan dengan cara pengendapan atau penyaringan. Citronellal dalam citrus hystrix merupakan bahan baku utama penghasil minyak atsiri. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa dari hasil pemilihan prioritas bagian daun merupakan bagian prioritas sebagai bahan untuk pembuatan minyak essensial dengan bobot 0,88 diikuti dengan kulit dengan bobot 0,77 dan ranting dengan bobot 0,575.
Co-Authors Ade Nurul Hidayat Agdila, Alivia Fernanda Agung Siswahyu Agung Siswahyu Agus Priyanto Aini, Latifah Nur Alvika Meta Sari Andriyani Andriyani Anggaraini, Nisrina Harum Anwar Ilmar Ramadhan Arinda, Yosi Duwita Arthur Setyawan Fajar Athiek Sri Redjeki Ayu Candraningsih Azmairit Aziz Azmi, Wan Hamzah Azqia, Khalisya Nasywa Budiyanto Budiyanto Cakrawala, Orion Nawandie Cardosh, Syafira R Darto Darto Darto Darto, D Dedek Rahayu Deri Iryawan Desy Hijriyah Dimas Adhitya Rahman Dimas Yoga Pradipta Pratama Efrizon Umar Efrizon Umar Elvia Desiana Erdawati Erdawati Erdawati Erdawati Ericha Indriani Marjuki Erna Astuti Ery Diniardi Fachry Abda El Rahman Faisal Ismail Febri Yani Fiqih Azis Pangestu Firgi Adha Listanto Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Furqon Cipta Ismaya Furqon Cipta Ismaya Hakim, Rusnia Junita Hamza Mursandi Hana Ambarwati Hana Ambarwati Hardiman, Bayu Haryanto, Lorenta In Helfi Gustia Heri Setiono Heryanti Heryanti Hidayat, Sri hidayat, untung Ika Kurniaty, Ika Ilham Kurniawan Indra Budi Susetyo Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati Ismiyati, Ismiyati Istianto Budhi Rahardja kadarisman, muhammad Kiki Rizky Ananda Kushendarsyah Saptaji Lemsoh, Jarunee Lusida, Nurmalia Miftah Andriansyah, Miftah Muh. Kadarisman Muhammad Kosasih Muhammad Reza Huseini Mutiara Salsabila Ninin Asminah Noni Noni Nurul Hidayati Fithriyah OKTA MAHENDRA, OKTA Oktariawan, Reddy Rahardja, Istianto Budhi Rahmawati Suryani Ramadhani, Annisyah Ratri Ariatmi Nugrahani Ratri Ariatmi Nugrahani Raynaldi Syarief Armanzah Renty Anugerah Mahaji Puteri Ribath Faruqi Rizalman Mamat Rohmat Mufti Ali Rosmi, Fitria Rusnia Junita Hakim Rusnia Junita Hakim Safira, Ajeng Listiani Sari, Fatma Semendo, Rifqi Putra Setiawan, Hanif Rama Yuda Shela Niken Wijayanti Siska Ayu Anggraini Suffah, Nurullia Sulis Yulianto Suratmin Utomo Suratmin Utomo Suratmin Utomo Susanty Susanty Susanty Susanty Susanty, Susanty Syamsudin AB Tria Astika Endah Permatasari Ummul Habibah Hasyim Ummul Habibah Hasyim Viki Febrianoca Wan Hamzah Azmi Wenny Diah Rusanti Wenny Diah Rusanti Wenny Diah Rusanti Wiwik Handayani Wiwik Handayani Wulan Wibisono Is Tunggal Wulan Wibisono Is Tunggal, Wulan Wibisono Wusono, Ciska Nabila wusono, ciska nabilah Wusono, Ciska Nabilla Yukarie Ayu Wulandari Yully Mulyani Yusril, Ariadi Yustinah Yustinah Zidni, Irfan Azka Zihan, Nurul