Claim Missing Document
Check
Articles

Development Need Analysis of U-Career Application in Choosing Department at Vocational High Schools Farida Aryani; Muhammad Rais; Hamdan Arfandy
Journal of Educational Science and Technology (EST) Volume 7 Number 3 December 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/est.v7i3.24705

Abstract

The purpose of this study is (1) to determine the level of need for guidance and counseling teachers in developing U Career applications for students in SMK (2) To determine the validity and practicality of U Career applications to help students choose majors in SMK. The approach used in this study is the Research and Development (R & D) approach which is designed to produce an Android-based U-career application product for students in SMK. The targets in this study were 13 guidance and counseling teachers from 5 districts/cities in South Sulawesi. Data collection techniques used questionnaires (validity and acceptability assessment questionnaires for testing guidance and ICT experts and prospective users of BK products/teachers) and focus group discussions (FGD). The data analysis technique used descriptive percentage analysis. The results of this study indicate that (1) Guidance and counseling teachers assess the use of the U Career application as very important for vocational students to help them choose majors in SMK (2) the U Career application reaches a valid and practical category to be used by students in choosing majors in SMK. Thus the U Career Application product can assist BK teachers in implementing career guidance services based on the talents, interests, and potential of vocational students.
Model Character Development Training (CDT) untuk Meningkatkan Perilaku Anti Plagiat Mahasiswa Farida Aryani
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 47 No 1 (2014): April, 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.478 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v47i1.4623

Abstract

Telah dikembangkan sebuah model character development training (CDT)  untuk meningkatkan perilaku anti plagiat mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas model CDT untuk meningkatkan perilaku anti plagiat mahasiswa. Penelitian ini melibatkan 50 orang mahasiswa (pra-eksperimen). Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala perilaku anti plagiat. Data dianalisis dengan menggunakan uji t test untuk melihat perbedaan skor rerata prates dan pascates. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan perilaku anti plagiat mahasiswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa CDT. Hasil ini menunjukan bahwa model CDT yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan perilaku anti plagiat mahasiswa. Kata-kata Kunci: moral dan karakter, character development training,  perilaku plagiat
A Need Analysis of e-Kompas Specialization Service Model for High School Student to Improve the Selection of Majors in Higher Education Farida Aryani; Muhammad Rais; Hamdan Arfandy
Journal of Educational Science and Technology (EST) Volume 6 Number 1 April 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/est.v6i1.13020

Abstract

This study aims to analyze the needs of specialization services for counselor in improving the insights of university selection using the future application of e-kompas. This research is a development research using Borg and Gall development model. This research activity focuses on need analysis activities. This research was conducted in Makassar city by involving counselor and high school student. The developed product is a future android based e-kompas application that begins with an in-depth analysis of service needs. Need analysis is done to counselor in Makassar City. The result of requirement analysis using counselor perception questionnaire about the specialization service for the selection of majors in the college for high school students shows that the counselors generally have difficulties in directing the selection of majors for high school students to continue college. Need analysis shows that counselors have a high desire to use e-kompas instrument based on android application that is practical and useful in directing high school students to choose majors in universities that match the talents, interests and potential of high school students. 
Career Day Bagi Siswa Dan Guru SMA Bimbingan Konseling Kabupaten Sidrap Farida Aryani; Muhammad Ilham Bakhtiar
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Maret
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v1i1.78

Abstract

Tujuan IbM ini untuk memberikan siswa pemahaman dan menilai dirinya terutama potensi yang dimilikinya yang terkait dengan dunia kerja yang akan dipilihnya kelak, dan Siswa mampu merencanakan masa depan secara rasional sesuai dengan potensi dan minat yang dimilikinya. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah : Metode persentase dan ceramah dan tanya jawab, metode diskusi, metode praktek, tersedia stand karir, Aplikasi e-career, konseling individu untuk konsultasi pilihan karir. Sebagai upaya yang dianggap tepat dalam membantu siswa untuk memilih karir  terutama dalam melanjukan studi, dan memilih pekerjaan yang tepat sesuai potensi dan bakat minatnya adalah dengan memberikan bimbingan karir kepada siswa yang lebih kepada informasi dan cara bersikap terhadap pilihan-pilihan studi dan siap berada ditengah masyarakat untu bekerja. Melihat hal tersebut maka solusi yang ditawarkan adalah memberikan Career Day bagi siswa dan guru di SMA Kabupaten Sidrap. Hasil pelaksanaan kegiatan melalui penerapan pemberian kegiatan Career Day bagi Guru dan Siswa berjalan dengan baik, siswa telah memahami dan dapat menilai potensi yang dimilikinya khususnya yang terkait dengan dunia kerja yang akan dipilihnya, Siswa telah mampu merencanakan masa depannya secara rasional sesuai dengan potensi dan minat yang dimilikinya.  Guru telah mengetahui pelayanan bimbingan karir di sekolah, guru BK memberikan layanan karir dan menyusun program bimbingan karir, kemudian mampu melakukan praktek-praktek yang telah diberikan, guru BK juga telah mengetahui berbagai jenis-jenis program layanan bimbingan karir yang dapat diterapkan disekolah masing-masing seperti materi karir, perencanaan masa depan, mengenal bakat dan minat lewat tes, implementasi permen 111 tahun 2014 di sekolah serta koordinasi antar stekholder dalam menyelenggarakan kegiatan bimbingan karir atau mengkolaborasikan dengan unsur-unsur yang lain
Pemberdayaan Anak Pemulung Melalui Teknik Storytelling Farida Aryani; Muhammad Rais
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): September
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v1i2.208

Abstract

Anak Pemulung Kecamatan Manggala Kelurahan Tamangapa sebagai anak yang mengalami masa transisi perkembangan sangat membutuhkan pendekatan yang dapat mengatasi permasalahan yang dialami seperti permasalahan kemampuan bersosialisasi, bertanggung jawab, kepemimpinan dan kemampuan mengambil keputusan bagi kehidupannya. Pemberian storytelling ini diharapkan dapat membatu meningkatkan kemampuan sosial yakni: 1) kemampuan berkomunikasi, yaitu, kemapuan untuk bercerita dan berimajinasi, kemampuan menggunakan bahasa tubuh yang tepat, mengucapkan salam, memperkenalkan diri, menjawab pertanyaan, dan kemampuan bertanya; 2) kemampuan menjalin persahabatan, yaitu menjalin pertemanan, mengucapkan dan menerima ucapan terima kasih, memberikan dan menerima pujian, terlibat dalam aktifitas bersama, berinisiatif melakukan kegiatan dengan orang lain, meminta dan memberikan pertolongan; 3) kemampuan dalam menghadapi situasi sulit, yaitu memberikan kritik dan menerima penolakan, bertahan dalam tekanan kelompok dan minta maaf. Melalui IbM ini pemberdayaan anak pemulung Kecamatan Manggala Kelurahan Tamangapa melalui storytelling dengan fokus kepada kemampuan berkomunikasi, kemampuan menjalin persahabatan dan kemampuan menghadapi situasi. Seluruh tujuan, target dan metode ini dirancang dalam skenario yang terukur, dimulai dari analisis kondisi masyarakat mitra, merancang program storytelling dengan melibatkan anak-anak pemulung di TPAS diselenggarakan dalam waktu 2 bulan, sehingga meningkatkan kemampuan sosial anak-anak pemulung. Hasil kegiatan PKM bagi anak pemulung menunjukkan kemampuan 1) berkomunikasi, bercerita dan berimajinasi, menggunakan bahasa tubuh yang tepat dan memberikan respon dan menanggapi cerita; 2) menjalin persahabatan dengan teman sebaya; 3) menghadapi situasi sulit dalam kesehariannya
PKM Deklarasi Anti Bullying bagi Siswa SMP Farida Aryani; Abdullah Sinring
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Maret
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v3i1.474

Abstract

Bullying menjadi salah satu bentuk kekerasan dan agresif siswa di sekolah. Bullying itu sendiri terjadi ketika seorang berusaha untuk menyakiti secara psikologis ataupun fisik terhadap seseorang/sekelompok orang yang lebih “lemah”, oleh seseorang/ sekelompok orang yang lebih “kuat”. Hubungan sebaya memiliki peranan yang kuat dalam kehidupan siswa. Fokus dari hubungan sebaya adalah bagaimana seseorang dapat diterima dalam suatu pertemanan dengan teman yang memiliki kesamaan dalam usia, latar belakang ataupun nasib. Membentuk kelompok sebaya dengan peran sebagai ambassador anti bullying menjadi salah satu alternative untuk menciptakan lingkungan sekolah yang positif, mengajak siswa untuk tegas melaporkan perilaku bullying yang terjadi, membiasakan untuk melakukan perilaku positif dan melakukan deklarasi anti bullying serta menjadikan program anti bullying terintegrasi dengan OSIS.  Seluruh tujuan, target dan metode ini dirancang dalam skenario yang terukur, dimulai dari analisis kondisi masyarakat mitra, merancang program anti bullying dengan melibatkan siswa-sisw SMP yang diselenggarakan dalam waktu 3 bulan, sehingga membentuk lingkungan yang positif dan menghasilkan program bagi OSIS. Hasil kegiatan PKM yaitu 1) Meningkatnya kesadaran siswa terhadap peran teman sebaya sehingga terbentuknya Komunitas Ambassador Anti Bullying dari Siswa. 2) Terbentunya program Anti Bullying yang terintegrasi ke dalam program OSIS SMP Negeri 1 Polongbangkeng Utara, dan 3) Melakukan deklarasi Anti Bullying.
Informasi Layanan Karir di Era Digital 4.0 bagi Guru BK SMK Farida Aryani; Abdullah Sinring; Muh. Rais; Sinta Nurul Oktaviana Kasim
PENGABDI PENGABDI : VOL. 2, NO. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v2i1.21646

Abstract

Abstrak. Mitra Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah Asosiasi Bimbingan dan Konseling (ABKIN) Kab. Bantaeng. Masalahnya adalah (1) guru BK mengalami kesulitan dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling karir di era digital, (2) kurangnya keterampilan guru BK mengembangkan media dalam layanan bimbingan dan konseling karir di era digital bagi generasi z. Sasaran pengabdian ini adalah (1) meningkatkan kemampuan guru BK dalam memberikan layanan informasi bimbingan dan konseling karir kepada siswa SMK, (2) meningkatkan keterampilan guru BK menggunakan media dalam layanan informasi bimbingan dan konseling karir di era digital bagi generasi Z. Metode yang digunakan adalah: workshop, diskusi, role play dan curah pendapat. Hasil yang dicapai adalah (1) mitra mampu memberikan layanan informasi bimbingan dan konseling karir kepada siswa SMK melalui metode workshop, diskusi, role play dan curah pendapat, (2) mitra memiliki keterampilan yang baik mengembangkan media dalam layanan informasi bimbingan dan konseling karir di era digital bagi generasi Z sehingga dapat meningkatkan kematangan karir siswa di SMK. Kata Kunci: Layanan Karir, Era Digital 4.0, Guru BK 
Pelatihan Disiplin Positif Bagi Guru-Guru SMP Negeri 3 Kabupaten Bantaeng: Suatu Upaya Mereduksi Perilaku Misbehave Siswa Muhammad Rais; Farida Aryani; Yusri Yusri
PENGABDI PENGABDI : VOL. 3, NO. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v3i1.33472

Abstract

Abstrak. Mitra kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah SMPN 3 Kabupaten Bantaeng. Masalah dalam PKM adalah: (1) guru SMPN 3 masih belum memiliki pengetahuan terkait bagaimana mendisiplinkan siswa dengan menggunakan pendekatan psikologi behavioristik, 2) masih belum memiliki keterampilan melatihkan disiplin positif meliputi: hukuman dan disiplin, misbehave, konsekuensi logis, kesepakatan kelas dan sekolah. Sasaran dalam kegiatan PKM adalah: (1) meningkatkan kemampuan guru menggunakan teori psikologi behavioristik dalam upaya meningkatkan pemahaman guru menerapkan disiplin positif di kelas dan di sekolah, (2) meningkatkan keterampilan guru dalam melatih disiplin positif siswa melalui penerapan materi tugas perkembangan, hukuman dan disiplin positif, perilaku misbehave, konsekuensi logis, kesepakatan kelas dan sekolah. Metode yang digunakan adalah: workshop, diskusi, curah pendapat dan praktek simulasi pelatihan disiplin positif secara partisipatif. Hasil yang dicapai adalah (1) mitra mampu meningkatkan pengetahuan dalam memahami materi disiplin positif di sekolah, (2) mitra memiliki keterampilan dalam menerapkan disiplin positif meliputi: hukuman dan disiplin, misbehave, konsekuensi logis, kesepakatan kelas dan sekolah. Kata Kunci: Disiplin Positif, Perilaku Misbehave
Peran Bidan dalam Konseling Awal Kontrasepsi Suntik DMPA Farida Aryani
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 1, No 3 (2013): November 2013
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.407 KB) | DOI: 10.21927/jnki.2013.1(3).82-86

Abstract

Pertumbuhan penduduk Indonesia yang mencapai 1,3% tiap tahun menjadi permasalahan kependudukan. Konseling program Keluarga Berencana diperlukan sebagai salah satu solusi permasalahan tersebut. Penelitian non eksperimental dengan disain observasional yang menggunakan pendekatan shot model ini bertujuan Mengetahui peran bidan dalam konseling awal kontrasepsi suntik DMPA di Puskesmas Mergangsan, Yogyakarta 2012. Populasi penelitian ini adalah ibu-ibu yang melaksanakan kunjungan pertama dan kedua kontrasepsi suntik DMPA. Hasil penelitian ini adalah 71,1% bidan berperan dengan baik dalam konseling awal kontrasepsi suntik DMPA.
Development of a virtual counseling room model to increase student interest in using guidance and counseling services Dian Rezki Amelia Firdaus; Farida Aryani; Abdullah Pandang; Abdullah Sinring
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling: Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling VOLUME 8 NUMBER 1 JUNE 2022
Publisher : Program Studi bimbingan Konseling PPs UNM Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jppk.v8i1.25587

Abstract

The objectives of this study: (1) to describe the need for developing a virtual boarding school room model to attract students' interest in participating in counseling and guidance services, (2) to determine the prototype of a virtual boarding school room model and (3) to determine the validity and practicality of the virtual boarding school room model. This study uses the research and development method (Research & Development) developed by Borg and Gall. Data analysis used quantitative data analysis. The subjects in this study consisted of learning media experts, counseling guidance experts, BK practices and students who were taken using random sampling techniques. The results showed that (1) the development of a virtual counseling room model was needed by BK teachers and students, (2) a prototype virtual counseling room model was a media created using a google slide application that contained several counseling guidance services, (3) a room model Virtual counseling has the value of usability, service, and accuracy so that it is declared valid and practical to be used as media guidance and counseling.