Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Journal of Forest Science Avicennia

Tingkat Kerusakan Kawasan Mangrove di Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat Diah Permata Sari; Muhamad Husni Idris; Irwan Mahakam Lesmono Aji
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 5 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v5i1.19552

Abstract

Kawasan mangrove di Kecamatan Lembar merupakan bagian dari kawasan ekosistem essensial (KEE) koridor mangrove Teluk Lembar.  Aktivitas pembangunan dan pemanfaatan kawasan mangrove yang kurang memperhatikan kaidah lingkungan dapat berdampak pada kerusakan kawasan mangrove.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kerusakan kawasan mangrove di Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat.  Penentuan tingkat kerusakan kawasan mangrove menggunakan sistem informasi geografis dan penginderaan jauh dengan menggunakan tiga ktiteria yaitu jenis penggunaan lahan, kerapatan mangrove dan ketahanan tanah terhadap erosi.  Metode yang digunakan dalam analisis tingkat kerusakan yaitu metode skoring.  Berdasarkan hasil penelitian, jenis penggunaan lahan di kawasan mangrove didominasi oleh silvofishery dan kebun, kerapatan mangrove didominasi oleh kerapatan sedang dan jenis tanah didominasi oleh tanah Regosol yang merupakan jenis tanah peka terhadap erosi.  Tingkat kerusakan kawasan mangrove di Kecamatan Lembar didomiasi oleh kondisi rusak sekitar 57% atau 64,52 Ha yang tersebar di Desa Lembar Selatan seluas 50,4 Ha, Desa Labuan Tereng 1,62 Ha dan Desa Eyat Mayang 12,55 Ha.  Selain itu, kondisi kawasan mangrove yang rusak berat sekitar 22% atau 24,51 Ha dan tidak rusak sekitar 21% atau 24,18 Ha.
Kelayakan dan Kesesuaian Lahan Kawasan Wisata Pemandian Gumbang Ganang Sambelia Lombok Timu Devi Devi Nurlaely; Irwan Mahakam Lesmono Aji; Kornelia Webliana B
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 5 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v5i1.19935

Abstract

Pemandian Gumbang Ganang memiliki potensi sebagai kawasan wisata alam. Namun faktanya Kawasan tersebut masih perlu untuk dikembangakan baik dari segi infrastruktur maupun dari segi lainnya karena pengelolaanya masih belum optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan objek daya Tarik wisata alam pemandian Gumbang Ganang, mengetahui analisis kesesuaian lahan untuk aktifitas wisata. Penelitian ini dilaksanakan pada wisata alam pemandian Gumbang Ganang dengan menggunakan pendekatan Kualitatif, untuk analisis kelayakan dianalisis menggunakan pedoman Analisis Daerah Operasi Objek Daya Tarik Wisata Alam Dirjen PHKA 2003, analisis kesesuaian wisata dianalisis menggunakan pedoman lanskape oleh Fandeli, 2008. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pemandian Gumbang Ganang dikatakan layak untuk dikembangkan dengan persentase nilai 76,00 %. Untuk analisis kesesuaian wisata dikatakan sesuai jika dilihat pada area berkemah dan area piknik pada aspek- aspek seperti struktur tanah, kedalaman tanah, tekstur, kemiringan, kebatuan atau kebatukarangan.
Identifikasi Tipe Kerusakan Pohon di RTH Kampus Universitas Mataram Fikri, Khairul; Latifah, Sitti; Aji, Irwan Mahakam Lesmono
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 6 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v6i1.21637

Abstract

Fungsi Ruang Terbuka Hijau berdasarkan aspeknya yaitu terkait aspek sosial budaya, ekologi, dan estetika. Untuk menjalankan fungsinya dengan baik, RTH membutuhkan pohon yang sehat. Oleh karena itu, dibutuhkan data terkait dengan informasi dari segi kesehatan pohon agar RTH tetap bisa menjalan fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait tipe-tipe kerusakan pohon yang terjadi di RTH Kampus Universitas Mataram. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM) untuk identifikasi tipe kerusakan pohon. Forest Health Monitoring (FHM) adalah salah satu metode pengamatan untuk mengetahui kondisi kesehatan pohon yang dikenalkan oleh USDA. FHM adalah proses pencatatan parameter atau pengambilan data sampel untuk dibandingkan dengan data baseline yang telah diketahui. dimana metodeIni terdiri dari tiga kode berurutan yang menunjukkan lokasi kerusakan, jenis kerusakan, dan tingkat keparahan yang diamati pada pohon. Dari kode ini, kerusakan pohon dapat dideteksi.Pada data hasil pengamatan didapatkan jumlah kerusakan yaitu 240 kasus dengan tipe kerusakan cabang patah/mati merupakan tipe kerusakan yang paling banyak ditemukan yaitu 30,4% atau berjumlah 73 kasus kerusakan. Sedangkan tipe kerusakan yang paling sedikit berjumlah 1 kasus kerusakan atau 0,4% yaitu tipe kerusakan daun berubah warna.
Pendugaan Cadangan Karbon pada Ruang Terbuka Hijau Kota Mataram Ahmad, Zamhur; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Anwar, Hairil
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 6 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v6i2.23140

Abstract

Jumlah karbon yang tersimpan di permukaan tanah dalam bentuk biomassa tanaman, sisa-sisa tanaman yang mati atau di dalam tanah dalam bentuk bahan organik tanah. Informasi mengenai cadangan karbon pada RTH penting diketahui untuk mengetahui potensi cadangan karbon yang tersimpan pada vegetasi. Setiap vegetasi menyimpan karbon dengan jumlah yang berbeda, tergantung kemampuannya dalam menyerap karbon yang ada di udara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cadangan karbon tersimpan di Ruang Terbuka Hijau Kota Mataram dan untuk mengetahui skenario pendugaan cadangan karbon tersimpan di Ruang Terbuka Hijau Kota Mataram. Penelitian ini dilakukan di Ruang Terbuka Hijau Kota Mataram dengan menggunakan metode purposive sampling dan sensus. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif, analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan total karbon tersimpan sebesar 4238,31 ton/tahun dengan total biomassa tersimpan sebesar 9017,66 ton/tahun.
Komposisi dan Struktur Tegakan di RPH Temutung KPH Ropang Kabupaten Sumbawa Maaruf, Caesario Agustiandi; Idris, Muhamad Husni; Aji, Irwan Mahakam Lesmono
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 6 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v6i2.26543

Abstract

Degradasi hutan di Indonesia, yang menyebabkan penyusutan luas tutupan hutan, memotivasi pelaksanaan Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Kegiatan RHL bermaksud untuk memulihkan hutan dan lahan agar dapat berfungsi secara normal dan lestari sebagai sistem penyangga kehidupan. Pentingnya data yang mendukung dan strategi pemilihan jenis tanaman yang tepat menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan RHL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan struktur tegakan di kawasan hutan RPH Temutung, KPH Ropang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Luas areal lokasi penelitian ini adalah 281,4 ha dengan intensitas sampling 1% sehingga diperoleh 70 plot pengamatan. Pengambilan data dilakukan menggunakan plot berukuran 20 x 20 m dan 200 x 150 m. Data yang dikumpulkan meliputi jenis vegetasi, jumlah pohon, tingkat pertumbuhan, diameter pohon, tinggi pohon, dan luas tajuk pohon. Hasil dari penelitian ini ditemukan sebanyak 41 jenis, 39 marga, dan 20 suku. Jenis dengan INP tertinggi pada tingkat pohon yaitu Tectona grandis (43,07%), pada tingkat tiang yaitu Tectona grandis (55,07%), pada tingkat pancang yaitu Psidium guajava (66,52%), dan  tingkat semai yaitu Eupatorium odoratum (57,31%). Indeks Keanekaragaman kawasan hutan RPH Temutung termasuk dalam kategori sedang.  Indeks Kemerataan vegetasi tingkat pertumbuhan semai dan pancang rentan terhadap gangguan. Indeks Kekayaan jenis rendah menuju sedang. Indeks Dominansi menunjukkan terdapat jenis yang dominan pada setiap tingkat pertumbuhan. Struktur tegakan hutan RPH Temutung secara horizontal dan vertikal dinyatakan normal dan masih memiliki regenerasi yang baik, sedangkan pola persebaran profil tegakan vegetasi yang berada di kawasan hutan produksi terbatas RPH Temutung tersebar secara acak, sedangkan pada kawasan hutan lindung tersebar secara bergerombol.
Analisis Kesehatan Pohon di Hutan Kota Selong dan Taman Rinjani Kota Selong Kabupaten Lombok Timur: Analysis of Tree Health in Selong City Forest and Rinjani Park, Selong City, East Lombok Regency Shafwati Munawarah; Latifah, Sitti; Aji, Irwan Mahakam Lesmono
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 7 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v7i1.31833

Abstract

Abstract The green open spaces of Selong City Forest and Rinjani Park Selong City are areas that are used by the community to support economic, social, sports, and educational activities. The large number of activities carried out in the green open space can affect the health of the trees and it is feared that this will impact the safety of the visitors. This research aims to determine the health condition of trees in the Selong City Forest and Rinjani Park Selong City using the Forest Health Monitoring (FHM) method. Health measurements and assessments were carried out on all trees in the Selong City Forest were in healthy condition with an interval of (0-3,8) totaling 219 trees (93,3%) while for trees in the Rinjani Park Selong City which is in the healthy category with an interval of (-3,19) has 63 trees (90%). This shows that all the trees are in healthy condition both in the Selong City Forest and Rinjani Park, Selong City. Key Words: Tree Health, FHM, Selong City Forest, Rinjani Park Selong City. Abstrak Ruang terbuka hijau Hutan Kota Selong dan Taman Rinjani Kota Selong merupakan kawasan yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai penunjang dalam kegiatan ekonomi, sosial, olahraga, dan pendidikan. Banyaknya aktivitas yang dilakukan di RTH tersebut dapat mempengaruhi kesehatan pohon dan dikhawatirkan berdampak terhadap keselamatan pengunjung. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan pohon di Hutan Kota Selong dan Taman Rinjani Kota Selong dengan menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM). Pengukuran dan penilaian kesehatan dilakukan terhadap seluruh pohon dan pengukuran dilakukan secara sensus dan hasil penelitian menunjukkan pohon di Hutan Kota Selong berada pada kondisi sehat dengan interval sebesar (0–3,8) berjumlah 219 pohon (93,3%) sementara untuk pohon di Taman Rinjani Kota Selong yang berada pada kategori sehat dengan interval sebesar (0–3,19) berjumlah 63 pohon (90%). Hal ini menunjukkan bahwa seluruh pohon berada dalam kondisi sehat baik di Hutan Kota Selong maupun di Taman Rinjani Kota Selong. Kata Kunci : Kesehatan Pohon, FHM, Hutan Kota Selong, Taman Rinjani Kota Selong.
Evaluasi Pertumbuhan Hasil Hutan Bukan Kayu Di Hutan Kemasyarakatan Aik Bual Kabupaten Lombok Tengah: Growth Evaluation of Non-Timber Forest Products in The Aik Bual Community Forest, Central Lombok Regency fadila, mia; Idris, Muhamad Husni; Lesmono Aji, Irwan Mahakam
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 7 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v7i1.33936

Abstract

The sustainable management of forest resources has become increasingly important, particularly in community-managed forests where non-timber forest products (NTFPs) play a crucial role in local livelihoods and biodiversity conservation. This study aims to identify the types of NTFPs, the density and diversity of vegetation, and the average growth of NTFPs in the Community Forest (HKm) of Aik Bual. The research utilized a descriptive method and was conducted from August to September 2022 on HKm land in Aik Bual Village, Central Lombok, which received enrichment assistance for NTFP plants. The study population consisted of 164 HKm farmers, with an average land ownership of 50-60 ares. The sample used in this study comprised 20 plots managed by farmers. On these plots, a main plot of 25 m x 40 m and subplots of 20 m x 20 m and 10 m x 10 m were established. In the 25 m x 40 m plots, all NTFPs were surveyed, while other vegetation at tree and pole levels was measured in the 20 m x 20 m and 10 m x 10 m subplots. Parameters measured included diameter, height, and vegetation type. The analysis included vegetation diversity, density, dominance index, and NTFP growth. The results showed that there are nine types of NTFPs in the Community Forest of Aik Bual, namely avocado, durian, guava, mango, jackfruit, cocoa, silk cotton tree, melinjo tree, and sapodilla. Additionally, five types of non-wood forest products were identified. The vegetation density at the tree level in HKm Aik Bual was 515 individuals/ha, while at the pole level it was 545 individuals/ha. The highest importance value index (IVI) at the tree level was recorded for rajumas and mahogany, with values of 82% and 78,70%, respectively. At the pole level, durian and avocado had the highest IVI, with values of 123,69% and 70,08%, respectively. The dominance index at the tree level was dominated by rajumas and mahogany with a value of 0,07, while at the pole level, durian dominated with a value of 0,17. The average diameter growth for avocado at ages 1, 4, 5, 10, and 20 years was 1,49 cm/year, 2,42 cm/year, 2,55 cm/year, 1,98 cm/year, and 1,64 cm/year, respectively. For durian, the average diameter growth at these ages was 1,43 cm/year, 2,76 cm/year, 2,35 cm/year, 1,68 cm/year, and 1,71 cm/year. The average height growth for avocado at ages 1, 4, 5, 10, and 20 years was 1,33 m/year, 1,42 m/year, 1,62 m/year, 1 m/year, and 0,60 m/year, respectively. For durian, the average height growth at these ages was 1,24 m/year, 1,39 m/year, 1,50 m/year, 1,07 m/year, and 0,71 m/year. Keywords: NTFS, Growth, Dominance Index, Vegetation Density
Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Obat di Hutan Kemasyarakatan Wana Lestari Desa Karang Sidemen Anwar Hadi, Muhammad; Latifah, Sitti; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Valentino, Niechi; Prasetyo, Andrie Ridzki
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 6 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v6i1.21715

Abstract

Pengetahuan tradisional terkait tumbuhan obat memiliki peran strategis sebagai alternatif untuk menunjang kesehatan masayarakat melalui ketersediaan pengobatan yang alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan berdasarkan hasil eksplorasi dan keterangan masyarkat di HKm Wana Lestari Desa Karang Sidemen dan mengetahui jenis yang dominan berdasarkan peta persebaran. Metode yang digunakan adalah wawancara  dan eksplorasi. Wawancara dilakukan terhadap 87 orang responden yang ditetapkan scara purposive sampling untuk mendapatkan jenis-jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat. dan pengecekan tumbuhan obat dilapangan menggunakan metode eksplorasi terhadap 24 lahan garapan petani. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk mengetahui persentase suku tumbuhan, persentase habitus tumbuhan dan persebarannya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 127 jenis tumbuhan obat dalam 55 suku pada lokasi HKm dengan 87 jenis diantaranya berasal dari keterangan masyarakat. selain itu diperoleh  jenis tumbuhan yang paling dominan berdasarkan peta persebaran adalah Ageratum conyzoides L., dan Mikania cordata (Burm. f) B.L.Rob
Potensi Pengembangan Ekowisata Pada Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Nuraksa Kabupaten Lombok Barat Provinsi NTB Yusuf, M; Nursan, Muhammad; Aji, Irwan Mahakam Lesmono
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 6 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v6i1.22046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis potensi pengembangan ekowisata pada kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Nuraksa; (2) Menganalisis rumusan konsep kebijakan pemerintah dalam pengelolaan ekowisata pada kawasan Tahura Nuraksa; (3) Menganalisis model pengembanganekowisata pada kawasan Tahura Nuraksa; dan (4) Mengetahui sikap masyarakat terhadap pengembangan ekowisata pada kawasan Taman Hutan Raya NuraksaKabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB. Penelitian dilaksanakan di Desa Pakuan Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat dengan menggunakan data tahun 2019. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam (in-depth interview), dokumentasi, FGD, dan triangulasi. Data dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman, serta analisis SWOT.Hasil penelitian menunjukkan: (1)  Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Nuraksa  merupakan wilayah yang potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan ekowisata; (2)   Pengembangan ekowisata di wilayah kawasan Taaman Hutan Raya Nuraksa hendaknya dapat diselaraskan dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, sertatidak berbenturan dengan upaya konservasi yang telah dilakukan pemerintah; (3) Model agrosylvo tourism (ekowisata) pada kawasan TahuraNuraksa, adalah model partisipasi-kemitraan antara pemerintah (Balai Taman Hutan Raya (Tahura)Nuraksa) dan masyarakat; dan (4)  Sebagian besar masyarakat (86,67%) di sekitar kawasan Tahura Nuraksa setuju dan mendukung terhadap pengembangan kawasan ini sebagai kawasan ekowisata.
Analisis Kesesuaian Lahan Ekowisata Mangrove Tanjung Batu, Desa Sekotong Tengah Webliana B, Kornelia; Anwar, Hairil; Lesmono Aji, Irwan Mahakam; Sari, Diah Permata; Mayaning Sari, Ni Kadek
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 6 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v6i1.22128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan dalam rangka  pengembangan kawasan ekowisata Mangrove Tanjung Batu, Desa Sekotong Tengah yang mengacu pada parameter ketebalan mangrove, kerapatan mangrove, jenis mangrove, pasang surut dan objek biota. Ekowisata merupakan sebuah konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan yang memadukan konservasi dan pariwisata, sehingga mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan alam, budaya serta meningkatkan partisipasi masyarakat lokal.  Dalam rangka kegiatan ekowisata mangrove, perlu dilakukan penilaian kesesuaian lahan yang bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian kawasan untuk pengembangan atraksi wisata yang berbasis ekologi. Analisis kesesusaian lahan penting dilakukan mengingat mangrove memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi, oleh karena itu pembangunan pariwisata pada kawasan ini memerlukan perencanaan yang detail . Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan penentuan lokasi secara Purposive Sampling, dan pengukuran untuk mengetahui kondisi mangrove menggunakan metode Transek Garis dan petak contoh (Line Transect Plot. Hasil penelitian menunjukkan kondisi kerapatan mangrove, jenis mangrove, pasang surut dan jenis biota di kawasan ini berada pada kategori baik dengan skor 2-3, untuk parameter ketebalan mangrove berada pada kategori yang rendah dengan skor 1. Sedangkan hasil akhir penilaian kesesuaian lahan menunjukkan Tanjung Batu berada pada kategori “sesuai” untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata mangrove di wilayah Sekotong Tengah, dengan IKW pada stasiun I, II dan II adalah 1,97. Potensi ekowisata yang dapat dikembangkan di lokasi Tanjung Batu dapat berupa keanekaragaman flora dan fauna dan landscape pantai.
Co-Authors Abda Abda Adawi, Turmiya Fathal Aditia, G. B. Daril Rama Aditya, Muhamad Pradana Sasaka Ahmad, Zamhur Aminah Firashinta Andi Chairil Ichsan Andi Chairil Ichsan Andi Tri Lestari Andrie Ridzki Prasetyo Anggun Nusrat Jehan Damanik Anwar Hadi, Muhammad Arna Diansyah Ashari, Agus Mulyadi B, Kornelia Webliana Budhy Setiawan Chaerani, Nurul Clarita Wihelmina Sulastri Devi Devi Nurlaely Diah Permata Sari Diah Permata Sari Diah Permata Sari DIAH PERMATA SARI, DIAH PERMATA Dini Lestari Dwi Putri, Windi Berliana Dwi Sukma Rini Endah Wahyuningsih Endah Wahyuningsih Eni Hidayati Epy Liana fadila, mia Fauzan Fahrussiam Febriandy, Idfi Fikri, Khairul Firashinta, Aminah Firman Ali Rahman Gozali, M. Rijalul Haekal Ardiansyah Hafizul Khatomy Hairil Anwar Hairil Anwar Hairil Anwar Hairil Anwar Hardi, Lalu Amrian Hasyyati Shabrina Hendrianan Hendrianan Ichsan, Andi C Indriyatno Indriyatno Kornelia Webliana Kornelia Webliana B Lalu Kukuh Mahendra Lili Nurindah Sari Lu'luil Maya Lestari M Yusuf M. Dicka Wira Graha Maaruf, Caesario Agustiandi Mahardika Rizqi Himawan Markum Maul Hayati Maulida, Arifa Yunia Mayaning Sari, Ni Kadek Muhamad Husni Idris Muhamad Husni Idris Muhamad Husni Idris Muhamad Husni Idris Muhamad Husni Idris Muhamad Husni Idris Muhamad Husni Idris Muhamad Husni Idris, Muhamad Husni Muhamad Yul Fikry Muhammad Anwar Hadi Musdi Musdi Ngadianto, Agus Niechi Valentino Niechi Valentino Niha Hidayati Mantika Nurdiansyah, Rizal Nurmalasari, Yeni Nursan, Muhammad Nurul Chaerani Nurul Chaerani Pande Komang Suparyana Prasetyo, Andrie Ridzki Prasetyo, Dhimas Mardyanto Prasetyo, Mardyanto Pratama, Roni Putra Putri Raudatun Hasanah Rato Firdaus Silamon, Rato Firdaus Resty Luana Sari Rima Vera Ningsih River Wedilen Bona Simatupang Salviana, Wulan Sani, Ahmad Luqman Shabrina, Hasyyati Shafwati Munawarah Sherliana Retno Hernita Gunawan Putri Sitti Latifah Sitti Latifah Sitti Lattifah Sulastri, Clarita Wihelmina Sutriono, Raden Syahputra, Maiser Taslim Sjah Turmiya Fathal Adawi Ulandari Handayani Webliana B, Kornelia Webliana B., Kornelia Webliana, Kornelia Wihelmus Jemarut Windiati, Windiati Wulandari, Febriana Tri Yamin, Rahadian Yogi Firmansyah Yuliana Yuliana Zhafarina Istiqomah Khaerani Wibawa