Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Edukasi Gizi Terhadap Asupan Zat Gizi Pendukung Pencegahan Anemia di SMA Istiqamah Muhammadiyah Samarinda Rika Yunita Sari; Ratih Wirapuspita Wisnuwardani; Ike Anggraeni
Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/jbkm.v10i1.1224

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan periode 1.000 hari pertama kehidupan. Prevalensi anemia di Indonesia meningkat dari 22,7% pada tahun 2013 menjadi 32% pada tahun 2018. Di Samarinda sebanyak 33% siswi kelas X mengalami anemia. Meskipun suplementasi tablet tambah darah telah rutin dilaksanakan, kepatuhan konsumsinya masih rendah dan pola konsumsi pangan tinggi zat besi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi gizi terhadap perubahan asupan zat gizi pendukung pencegahan anemia pada remaja putri di SMA Muhammadiyah Samarinda. Metode: Penelitian ini merupakan studi intervensi dengan desain one-group pre–post yang dilaksanakan pada siswi SMA Muhammadiyah Samarinda. Intervensi edukasi gizi dilakukan selama 3 kali dibagi dalam 3 pertemuan.  Asupan zat gizi diukur menggunakan metode recall makanan 2×24 jam sebelum dan sesudah intervensi. Analisis perubahan asupan dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan asupan zat besi, asam folat, dan vitamin C yang bermakna pada kelompok perlakuan setelah edukasi gizi (ρ<0,001). Kesimpulan: Edukasi gizi berpengaruh terhadap peningkatan asupan zat gizi pendukung pencegahan anemia pada remaja putri. Integrasi edukasi gizi dalam program kesehatan sekolah berpotensi memperkuat upaya pencegahan anemia dan mendukung pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas sejak remaja.
Analysis of Risk Factors Associated with Type 2 Diabetes Mellitus among Regional Government Organizations Employees Andriana Ratna Ningrum; Irfansyah Baharuddin Pakki; Ike Anggraeni
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i3.1270

Abstract

Type 2 diabetes mellitus was a major non communicable disease with an increasing prevalence among the productive-age population. Multiple risk factors, including sociodemographic characteristics, lifestyle behaviors, clinical conditions, and family history, were known to contribute to its development. Employees of Regional Government Organizations (RGO) represented a productive age group with a potentially high risk of type 2 diabetes mellitus. This study aimed to analyze risk factors associated with type 2 diabetes mellitus. A quantitative cross sectional study was conducted from January to February 2023 involving 3,313 RGO employees. A total of 1,955 respondents were selected using accidental sampling based on the Lemeshow formula. Data were collected through questionnaire, physical examinations, and random blood glucose measurements. The questionnaire was not subjected to validity and reliability testing, as the data were derived from direct measurements and interview findings. Statistical analyses were performed using chi-square tests and multiple logistic regression. The results showed that body mass index, sex, family history of diabetes mellitus, blood pressure, and history of heart disease were significantly associated with type 2 diabetes mellitus (p<0.05). In contrast, smoking behavior, physical activity, fruit and vegetable consumption, and history of stroke were not significantly associated. Multivariate analysis indicated that family history of diabetes mellitus was the most dominant risk factor (OR = 4.882). It was concluded that family history of diabetes mellitus was the strongest determinant of type 2 diabetes mellitus among RGO employees, emphasizing the importance of early screening and risk factor management in the productive age population.
Pengaruh Kualitas Layanan Pendekatan Healthqual Terhadap Niat Kunjungan Ulang Pasien Melalui Kepuasan Pasien Sebagai Variabel Mediasi di BLUD Labkesda Kota Samarinda Eko Prasetya Budi; Ratno Adrianto; Ike Anggraeni; Ida Ayu Indira Dwika Lestari; Iriyani Iriyani; Rahmat Bakhtiar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60090

Abstract

Pelayanan laboratorium kesehatan yang berkualitas menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepuasan pasien dan mempertahankan keberlanjutan penggunaan layanan, khususnya pada institusi pemerintah yang menerapkan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan berdasarkan metode HEALTHQUAL terhadap niat kunjungan ulang melalui kepuasan pasien pada BLUD Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Samarinda. Penelitian menggunakan desain observasional kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 372 pasien mandiri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert yang mengukur kualitas pelayanan, kepuasan pasien, dan niat kunjungan ulang. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap kepuasan pasien dengan nilai koefisien 0,796 dan kepuasan pasien berpengaruh positif terhadap niat kunjungan ulang dengan nilai koefisien 0,740. Kepuasan pasien juga terbukti memediasi hubungan kualitas pelayanan terhadap niat kunjungan ulang dengan nilai koefisien 0,589. Hasil ini menunjukkan bahwa pengalaman pelayanan yang baik akan meningkatkan kepuasan pasien sehingga mendorong keinginan menggunakan kembali layanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan berdasarkan dimensi HEALTHQUAL merupakan strategi penting untuk meningkatkan kepuasan dan mempertahankan kunjungan pasien pada layanan laboratorium kesehatan
Validasi Media Video Edukasi Sebagai Upaya Promosi Kesehatan Pencegahan Tuberkulosis Pada Remaja di Kabupaten Kutai Timur Andi Nursafa; Nur Rohmah; Ike Anggraeni Gunawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60419

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global yang signifikan, dan kelompok remaja rentan terhadap penularan akibat literasi kesehatan serta kesadaran pencegahan yang masih rendah. Penelitian pengembangan (Research and Development) ini bertujuan untuk menghasilkan media video edukasi pencegahan TB pada remaja di Kabupaten Kutai Timur yang valid dan layak digunakan sebagai sarana promosi kesehatan. Pengembangan media mengadaptasi model ADDIE yang dibatasi hingga tahap pengembangan dan validasi. Uji validitas dilakukan oleh pakar menggunakan koefisien Aiken’s V untuk aspek materi dan media. Instrumen penilaian pengguna juga diuji cobakan kepada siswa menggunakan analisis statistik deskriptif dan korelasi Pearson Product Moment melalui software IBM SPSS. Hasil validasi ahli materi menunjukkan nilai rata-rata Aiken’s V sebesar 0,933 (Sangat Valid), dan validasi ahli media memperoleh nilai rata-rata 0,879 (Sangat Valid), dengan akumulasi indeks kelayakan keseluruhan mencapai 0,905 (Sangat Valid). Pada uji instrumen penilaian siswa, sebanyak 11 dari 12 item pernyataan dinyatakan valid dengan nilai korelasi Pearson antara 0,400–0,830 dan signifikansi < 0,05, sementara 1 item tidak valid (item 11, r = 0,234). Media video edukasi pencegahan TB ini terbukti memiliki validitas yang sangat tinggi dan layak diimplementasikan secara luas sebagai sarana promosi kesehatan yang efektif bagi kelompok remaja.
ANALYSIS OF FACTORS IMPLEMENTATION CERDIK BEHAVIOR IN HYPERTENSION PATIENTS OF PRODUCTIVE AGE AT AIR PUTIH HEALTH CENTER Nahara Isnani; Annisa Nurrachmawati; Ike Anggraeni; Nur Rohmah; Agus Hardito; Ratna Wati
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 8 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v8i2.123

Abstract

Hypertension is a serious health issue worldwide that can lead to stroke, myocardial infarction, heart failure, dementia, kidney failure, and vision problems, and it poses a significant issue especially for the productive age, as it can reduce work productivity. The CERDIK behavior (Check health regularly, Eliminate cigarette smoke, Regular physical activity/exercise, Healthy and balanced diet, Enough rest, and Manage stress) is one of the ways that can be done to prevent and control hypertension. This study aims to analyze the factors influencing the application of CERDIK behavior among productive age hypertensive patients at Air Putih Community Health Center. This research is an observational study with a cross-sectional approach. The research was conducted from April to June 2024 at the Air Putih Public Health Center in Samarinda City. The sample consisted of 130 people who regularly underwent hypertension checks, selected through simple random sampling. Data was collected using a questionnaire and analyzed using multiple logistic regression testing. The results of the multiple logistic regression analysis indicate that the most significant factors related to CERDIK behavior are self-efficacy (p= 0.000) and self-regulation (p= 0.017). Self-efficacy is a key concept in social cognitive theory. Self-efficacy affects how a person thinks, feels, motivates themselves, and acts. The self-regulation of individuals with hypertension is shaped by beliefs that enhance their ability to implement CERDIK behavior. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang cukup berbahaya diseluruh dunia yang dapat mengakibatkan stroke, infark miokard, gagal jantung, demensia, gagal ginjal, dan gangguan penglihatan dan menjadi permasalahan besar khususnya bagi usia produktif, karena dapat menurunkan produktivitas kerja. Perilaku CERDIK (Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik/olahraga, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup dan Kelola stres) merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengontrol hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penerapan perilaku CERDIK pada Penderita Hipertensi Usia Produktif di Puskesmas Air Putih. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan April-Juni 2024 di Puskesmas Air Putih Kota Samarinda. Sampel berjumlah 130 orang yang rutin melakukan pemeriksaan hipertensi yang diambil secara acak sederhana. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil uji analisis regresi logistik berganda menunjukkan faktor yang paling signifikan berhubungan dengan perilaku CERDIK adalah efikasi diri (p= 0,000) dan regulasi diri (p= 0,017). Efikasi diri merupakan gagasan kunci dari teori sosial kognitif (social cognitive theory). Efikasi diri mempengaruhi bagaimana seseorang berpikir, merasa, memotivasi diri sendiri dan bertindak. Regulasi diri penderita hipertensi dibentuk oleh keyakinan yang akan meningkatkan kemampuan untuk menerapkan perilaku CERDIK.
Knowledge, Attitude, and Risk Perception Associated with Malaria Control Among Workers in Indonesia's New Capital City Raden Mohammad Pradendi Nikita Sangaji; Yunianto Setiawan; Ike Anggraeni Gunawan
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 19 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v19i2.524

Abstract

Malaria remains a public health concern in Indonesia, particularly in Indonesia's New Capital City (IKN) development area, where environmental changes and worker mobility may increase transmission risk. This study aimed to examine the association between knowledge, attitude, risk perception, and malaria control among workers in the IKN area. A cross-sectional study was conducted among 167 workers in the IKN development area, East Kalimantan, Indonesia. Data were collected using validated self-administered questionnaires. Chi-square tests were used to examine bivariate associations, and multiple binary logistic regression was performed to identify the strongest factor associated with malaria control behavior. Most respondents had moderate knowledge (46.7%), positive attitudes (57.5%), good risk perception (55.1%), and good malaria control behavior (54.5%). Knowledge (p=0.001), attitude (p=0.001), and risk perception (p=0.001) were significantly associated with malaria control. Multivariate analysis showed that risk perception was the strongest determinant (OR=8.559; 95% CI=3.184-23.004), followed by knowledge (OR=6.309; 95% CI=2.145-18.552) and attitude (OR=4.558; 95% CI=1.732-11.994). Knowledge, attitude, and risk perception were significantly associated with malaria control among IKN workers, with risk perception emerging as the dominant factor. These findings contribute evidence for strengthening workplace-based malaria prevention through contextual health education, routine risk communication, early screening, and environmental control in rapidly developing occupational settings.
EDUKASI REGULASI SAMPAH SEBAGAI UPAYA PERILAKU HIDUP SEHAT DI WILAYAH RING 1 IBU KOTA NUSANTARA Nurul Afiah; Ike Anggraeni G; Jumi Auliya; Alfina Rahma Adila; Risma Fitriana; Elma Hafizatun Nisa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26621

Abstract

Abstrak: Desa Bukit Raya yang terletak di ring 1 Ibu Kota Negara (IKN) menghadapi tantangan kesehatan masyarakat akibat peningkatan populasi dan perubahan lingkungan yang signifikan. Banyaknya pendatang baru ditambah praktik pengelolaan sampah yang tidak tepat, seperti pembakaran sampah, telah menyebabkan masalah kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengawal perubahan praktik buruk pengelolaan sampah di Desa Bukit Raya. Adapapun program pendampingan yang dilakukan adalah Program BERSIH (Bersama Edukasi Regulasi Sampah untuk Hidup Sehat) melalui intervensi pembuatan video edukasi dan sosialisasi peraturan sampah dengan metode ceramah interaktif, dengan sasaran seluruh masyarakat Desa Bukit Raya sebanyak 121 Kepala Keluarga. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 46% mengenai tata tertib pembuangan sampah yang dievaluasi dari program Sosialisasi melalui metode pre-post test, selain itu, seluruh responden (57 orang) yang vote melalui akun instagram resmi desa Bukit Raya menyatakan video edukasi yang dibuat bermanfaat untuk mereka.Program BERSIH berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di Desa Bukit Raya.Abstract: Bukit Raya Village, which is located in Ring 1 of the National Capital City (IKN), is facing public health challenges due to increasing population and significant environmental changes. The large number of new arrivals plus inappropriate waste management practices, such as burning waste, have caused health problems such as acute respiratory infections and diarrhea. This activity aimed to oversee changes in bad waste management practices in Bukit Raya. The assistance program carried out is BERSIH (Together with Waste Regulation Education for Healthy Living) which is implemented through interventions such as making educational videos and socializing waste regulations with interactive lecture methods, The evaluation results showed an increase in knowledge of 46% regarding waste disposal regulations which was evaluated using the pre-post test method, apart from that, There were 57 responses stating the benefits of educational videos through the official Bukit Raya Village Instagram vote. The BERSIH program has succeeded in improving awareness of the importance of environmental quality and public health in Bukit Raya Village. 
Co-Authors Adiyatsa, Reza Jales Mahesa Adrianto, Ratno Agus Hardito Akbarini, Oon Fatonah Akhmad Dzikri Alfina Rahma Adila Andi Anwar, Andi Andi Baso, Ismail Andi Nursafa Andi Nursafa Andriana Ratna Ningrum Annisa Nurrachmawati Annisa Nurrachmawati Annnisa Nurrachmawati Ardhiputri, Titania Ari Utari Ariyanti, Rea Asari, Sendila Ernesy Auliya, Jumi Ayulia Dwi Sandi, Dita Camara Indriani, Dilla Deby Indah Saputri Dewi Endah Ramadhani Dewi Endah Ramadhani Eko Prasetya Budi Elma Hafizatun Nisa Endah Wahyutri Erwina, Brigita Win Fitriana, Risma Hafizatun Nisa, Elma Hani Adriani, Retno Hasan, Hismawati Hasmawati Hasmawati Hasmawati Hasmawati Heri Gunawan Hilda Marfu'ah Rozkiah Ida Ayu Indira Dwika Lestari Ifroh, Riza Hayati Ifroh, Riza Hayati Ika Wulan Sari Irfansyah Baharuddin Pakki Iriyani Iriyani Iriyani Kamaruddin, Iriyani Ismail AB, Ismail Izma, Hayatun Jasmawati, Jasmawati Jumi Auliya Kiswanto Kiswanto Kristiandi, Kiki La Debi Atthoba Lies Permana Made Darawati Mardiany Masithah Masithah Masruroh1,2, Ah Yusuf3 , Nikmatur Rohmah4, Irfansyah Baharudin Pakki5 , Anita Dewi Prahastuti Prasojo6 , Qurnia Andayani1 , *Agung Dwi Laksono7 Mifthahul Jannah Muftadiin, Fatimatul Muhammad Arifin Muhidin, Muh. Azmi Nahara Isnani Nur Asma Nur Rohmah Nur Rohmah Nur Rohmah Nursafa, Andi Nurul Afiah Nurul Afiah Oktaviani, Raeza Noorinda Pasambuna, Muksin Pramono, Dwi Agung PUTRI, TIARA Raden Mohammad Pradendi Nikita Sangaji Rahma Adila, Alfina Rahmat Bakhtiar Rahmat Barkati Rahmi Susanti Rahmi Susanti Rahmi Susanti Ramadhani, Alfina Suci Ratih Wirapuspita Wisnuwardani Ratih Wirapuspita Wisnuwardani Ratih Wirapuspita Wisnuwardani Ratna Wati Ratna Wati Reny Noviasty Reza Jales Mahesa Adiyatsa Reza Nur Fahmi Rika Yunita Sari Risma Fitriana Ronny Isnuwardana S Siswanto Sendila Ernesy Asari Sendila Ernesy Asari Setiawan, Muhammad Irwan Silaban, Vandy Siti Nurjannah Siti Raihanah Sitorus, Rame Swandari Paramita Tetty Herta Doloksaribu Tien Fatimatuzzahra Triani Putri, Irda W Wisnuwardani, Ratih Wahyu Ramadhani, Reza Widiya Rolantika Widyasasi, Dyah Winardi Winardi Yunianto Setiawan, Yunianto Yunianto, Andi Eka Yuniar, Dewi