p-Index From 2021 - 2026
5.496
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Hunafa: Jurnal Studia Islamika Al-Mizan (e-Journal) IJTIHAD Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan Al-Hikmah YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam Wawasan : Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya BERITA BIOLOGI Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Al-Daulah : Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Aqlam: Journal of Islam and Plurality Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Al-Jinayah: Jurnal Hukum Pidana Islam Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Jurnal Kreativitas PKM Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Al-Wardah: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Jurnal Al-Dustur Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan ADHKI: Journal of Islamic Family Law Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan International Journal of Educational Research and Social Sciences (IJERSC) Edible : Jedb Al-Mizan: Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi Syariah COVIT Hunafa: Jurnal Studia Islamika Journal of Innovation Research and Knowledge JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health International Journal of Economics (IJEC) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama Bashirah Tarsius: Jurnal Pengabdian Tarbiyah, Religius, Inovatif, Edukatif dan Humanis Jurnal Interdisipliner Sosiologi Agama
Claim Missing Document
Check
Articles

EKSISTENSI KOMPILASI HUKUM ISLAM DI INDONESIA Edi Gunawan
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v8i1.39

Abstract

Sejak Kompilasi Hukum Islam tersusun, para penyusunnya tidak secara tegas memberikan pengertian dari Kompilasi Hukum Islam itu sendiri, mereka mempelajari rencana dan proses penyusunannya, sehingga menyatakan bahwa Kompilasi Hukum Islam merupakan rangkuman dari  berbagai pendapat hukum yang diambil dari berbagai kitab yang ditulis oleh ulama fikih yang biasa dipergunakan sebagai referensi pada Pengadilan Agama untuk diolah dan dikembangkan serta dihimpun ke dalam satu himpunan yang disebut dengan kompilasi. Kehadiran Kompilasi Hukum Islam (KHI) merupakan rangkaian sejarah hukum masional yang dapat mengungkapkan ragam makna kehidupan masyarakat Islam Indonesia. Kompilasi Hukum Islam dijadikan sebagai pedoman dalam penyelesaian perkara yang diajukan ke pengadilan dalam lingkungan Peradilan Agama. Hal itu disebabkan karena latarbelakang penyusunan Kompilasi Hukum Islam adalah untuk mengisi kekosongan hukum substansial yang dijadikan rujukan dalam penyelesaian perkara yang diajukan ke Peradilan Agama. Namun demikian hakim memiliki kebebasan untuk berkreasi sepanjang hakim tidak menemukan rujukan dalam hukum tertulis
Karakteristik dan Pendekatan Aspek Sosial Hukum Islam Mudassir Mudassir; Edi Gunawan
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v15i2.477

Abstract

This article is a conceptual study of the characteristics and approaches of social aspects of Islamic law. This study is important because Islamic law encompasses various dimensions, namely the abstract dimension, in the form of all the commandments and the prohibitions of Allah and His Messenger, and the concrete dimension, in the form of behavior that is steady among Muslims as an effort to do the command of Allah and His Messenger, In addition, Islamic law also includes substances that are internalized into various social institutions. Therefore, the study of the social aspects approaches in Islamic law is very important. Islamic law has a character, namely rabbaniyah, syumul, al-wasthiyah, and insanity. There are several methods of Islamic law enforcement conducted by aspects of the social approach, especially in Indonesia, namely the establishment of Islamic law through fiqh, the establishment of Islamic law through the law, the establishment of Islamic law through jurisprudence, and the affirmation of Islamic law through fatwas.
NIKAH SIRI DAN AKIBAT HUKUMNYA MENURUT UU PERKAWINAN Edi Gunawan
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v11i1.163

Abstract

Pernikahan siri, yang secara agama dianggap sah, pada kenyataannya justru memunculkan banyak sekali permasalahan yang berimbas pada kerugian di pihak perempuan . nikah siri sering diambil sebagai jalan pintas pasangan untuk bisa melegalkan hubungan nya, meski tindakan tersebut pada dasarnya adalah pelanggaran UU No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan. Tulisan ini berusaha mengungkap faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi seseorang melakukan pernikahan siri, disamping problem-problem dan dampak yang berimbas pada perempuan. Pada dasarnya pernikahan siri dilakukan karena ada hal-hal yang dirasa tidak memungkinkan bagi pasangan untuk menikah secara formal. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya pernikahan siri, yang menurut penulis, semua alasan tersebut mengarah kepada pernkahan siri dipandang sebagai jalan pintas yang lebih mudah untuk menghalalkan hubungan suami isteri. Problem yang menyertai pernikahan siri yang paling nyata adalah problem hukum khususnya bagi perempuan, tapi juga problem intern dalam keluarga, problem sosial dan psikologis yang menyangkut opini publik yang menimbulkan tekanan batin bagi perilaku, problem agama yang perlu mempertanyakan lagi keabsahan nikah siri yang akhir-akhir marak terjadi di Indonesia. Dampak pernikahan siri bagi perempuan adalah secara hukum, istri tidak dianggap sebagai isteri sah, tidak berhak mendapat wariasan jika suami meninggal, tidak berhak mendapat harga gono-gini bila terjadi perpisahan. Dampak tersebut juga belaku bagi anak kandung hasil pernikahan siri.
The Implementation Of Islamic Law At The Early Spread Of Islam In Indonesian Archipelago Kasman Bakry; Edi Gunawan
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v16i2.685

Abstract

The study on the gradualityprinciple (tadarruj) of Islamic law in the context of Islamic law legislation in Indonesia has broad issues. The process of Islamization in the archipelago has been taking place gradually, since the advent of Islam in the 7th century AD or the first century of the emergence of Islam in Arab. The legislation efforts of Islamic law in the context of the legal system of a country always raises two sides, they are universal and the particular. Universality and particularity of the Islamic laware motivated by two dimensions, ie the dimensions of divinity (ilāhiyyah) and the human dimension (insāniyyah). This paper is a qualitative research that focuses on discussing regarding the implementation of Islamic law at the early spread of Islamin the Indonesianarchipelago, with the historically normative approach. The conclusion is the graduality principle has been applied in the legislative process in the Islamic law in Indonesia,but it has no formal legal basis in the form of laws regulating the formation of a national law, although it has been implemented in the legislation process of Islamic law. Keywords: Islamic law; Graduality; legislation; Indonesian Archipelago
THE MOSQUE BASED ZAKAT MANAGEMENT: A STUDY OF AMIL ZAKAT EXISTENCE IN BANJARMASIN Budi Rahmat Hakim; Edi Gunawan Gunawan
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v18i2.1126

Abstract

The main problem in this study is the legality of zakat managers' existence and the effectiveness of zakat management at mosques and langar in Banjarmasin as the most significant potential among Banjarmasin people who are known to be religious. The research seeks to reveal the existence and role, and efforts to revitalize the presence and function of amil zakat formed by the ta'mir/ mosque administrators who are the research objects. The research method applied is classified as field research. The research type is qualitative research. Data mining is carried out by interviewing the mosque ta'mir administrators and the committee / amil zakat and BAZNAS Banjarmasin administrators. Also, data collection is carried out by documentation. Based on the study results, it was found that the existence of amil zakat in most mosques in Banjarmasin. According to the zakat law, the form of committees was formed seasonally before Eid al-Fitr and did not formally and permanently establish management as Zakat Collection Units (UPZ). Only a small number of them have officially started the administration of amil zakat to become UPZ. The existence of amil, which is only ad hoc, has not shown the maximum function and role in the direction of zakat, especially in the management of zakat fitrah. Most of the amil/zakat committees formed by mosque administrators are only limited to serving the acceptance and distribution of zakat fitrah. The type of zakat mal is still relatively small. Regarding the optimization of the collection, especially the kind of zakat mal, the amil / mosque zakat committee, which is the subject of this research, has never made any efforts to pick up the ball (zakat mal) to the surrounding muzaki. Socialization or invitations for zakat distribution through amil's mosque are also only carried out in limited media (through mosque loudspeakers or banners).
EKSISTENSI DAN PERAN ADVOKAT DALAM MEMBERI BANTUAN HUKUM DI PENGADILAN AGAMA Edi Gunawan
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 10, No 1 (2012)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v10i1.153

Abstract

Advokat dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yangmembutuhkannya tidak membedakan agama, ras, budaya, keturunan, pangkat danjabatan, bahkan kaya atau miskin. Hal itu guna untuk mencapai kebenaran dankeadilan di depan hukum. Advokat dalam memberikan jasa hukum dapatberperan sebagai pendamping, pemberi advise hukum, atau menjadi kuasa hukumatas nama kliennya. Advokat termasuk profesi yang mulia karena ia dapatmenjadi mediator bagi para pihak yang bersengketa tentang suatu perkara, baikyang berkaitan dengan perkara pidana, perdata, maupun tata usaha negara.Advokat juga dapat menjadi fasilitator dalam mencari kebenaran danmenegakkan keadilan untuk membela hak asasi manusia dan memberikanpembelaan hukum yang bersifat bebas dan mandiri. Eksistensi dan peran seorangadvokat untuk beracara dan menggunakan jasanya di Pengadilan Agama samadengan eksistensi dan perannya di pengadilan umum. Walaupun perkara yangditangani berbeda dan masyarakat yang menggunakan jasa advokat diPengadilan Agama lebih sedikit. Tantangan seorang advokat untuk beracara danmenggunakan jasanya di Pengadilan Agama adalah tidak semua hukum acarayang berlaku di Pengadilan Agama diberlakukan juga di pengadilan umum,sehingga sebagian advokat yang menggunakan jasanya di Pengadilan Agamatidak menguasai sepenuhnya hukum acara yang berlaku di Pengadilan Agama.Kata Kunci: Eksistensi, Peran, Advokat, Bantuan Hukum, Pengadilan Agama
Implications of the Law of Religious Moderation on Interfaith Marriages Edi Gunawan; Reza Adeputra Tohis; Budi Rahmat Hakim
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v21i2.2649

Abstract

This research examines the implications of religious moderation on interfaith marriages in the city of Manado. The method used is qualitative with a case study approach; data collection is through observation, interviews, and documentation, which is then processed using the triangulation method. The findings show that religious moderation indirectly influences the sustainability of interfaith marriages in Manado. The implications are realized in the form of religious moderation, which aims to eliminate or minimize violence in the name of religion and uphold diversity through upholding the values of tolerance, thereby increasing guarantees for the continuity of interfaith marriages. These implications become more complex than the laws governing interfaith marriages, especially the Marriage Law (UU Number 16 of 2019) and the Compilation of Islamic Law (KHI). The implications of religious moderation in interfaith marriages underscore the need for legal transformation that recognizes religious diversity as a social asset, encourages interreligious dialogue, and ensures that legal regulations do not hinder individual religious freedom. Encouraging policy reforms that respect differences in beliefs is crucial in creating inclusive spaces and respecting human rights in interfaith marriages.
Pengaruh Teori Berlakunya Hukum Islam Terhadap Pelaksanaan Peradilan Agama Di Indonesia Edi Gunawan
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v15i2.475

Abstract

The theories of Islamic law provide a very big influence on the implementation of religious courts in Indonesia. This influence began to take place in the era of reception in complexion, by enacting full Islamic law against Muslims, as a consequence of the belief of embracing Islam. After the independence of Indonesia, Islamic law began to apply nationally, it is evidenced by the recognition and establishment of a judicial institution that specifically handles matters relating to Islamic law as stipulated in Law no. 48 of 2009 on Judicial Power and Law no. 50 of 2009 on Religious Courts. Therefore, there is a wide range of opportunities for the Islamic legal system to enrich the treasures of Islamic legal traditions in Indonesia through the reform and establishment of new laws based on Islamic law applicable in national law.
Co-Authors Achmad Yanu Aliffianto Afrizal Afrizal Ahmad Bustomi aisa, Siti Amin, Ali Andika Tangkudung Andika Triansyah Anugrahwati, Ria Ardianto Ardianto Askar Patahuddin Ayi Najmul Hidayat Azmi, Fahrul Bonok, Risdianti Budi Rahmat Hakim Budi Rahmat Hakim Budi Rahmat Hakim Bukido, Rosdalina Deden Afandi DESI NATALIA, DESI Devi Restiani Susilo Djamila Usup Dwi Agustiyani Faradila Hasan Farida Isroani Fatum Abubakar Gealby A R Roring Hariati Lestari Hartati Imamuddin Hayat Hidasari, Fitriana Puspa Irma Irma Isa, Santhy Jamaludin . Johana Manuhuwa Jujuri Perdamaian Dunia Junaidi, Siti Hadija Karyadi Karyadi Kasjim Salenda Kasman Bakry Kasman Bakry Laela, Sri latifah K Darusman M. Udiharto M. Udiharto, M. Udiharto Makka, Misbahul Munir Mash'ud, Imam Mokoginta, Dion Mudassir Mudassir Muhammad Rusdi Rasyid Muhammad Tahir Muhammad, Adamu Abubakar Mukhtarudin Muchsiri Murjani Murjani Murtado, A.D. Nadia Oktiffany Putri Nasruddin Yusuf, Nasruddin Nazar Irfiawan Pomalingo Nur Azizah Nur Azizah Hutagalung Nurlaila Harun Nurlaila TQ Pandabo, Gizka Triana Permatasari, Tria Endah Purwati, Nyimas Heni Rafiud Ilmudinulloh Rahman Mantu Renata Saputri Reviza, Liza Reza Adeputra Tohis Rindiani Maramis Rosdalina Bukido Rosdalina Rosdalina, Rosdalina Sahari Sahari Sahari Sahari Silitonga, Junita Silitonga, Junita Maratur Siringo-ringo, Juwita Juliana Siti Aisa Siti Mujanah Sri Laela Subeitan, Syahrul Mubarak Sudirman Sudirman Sudirman, Sudirman Swaidatul Masluhiya AF Syamsudin, Abin Tarigan, Selvi Br Tarmanto, Nur Anjasari Tisya Yulia Sari Tubagus, Munir Wildana Arsyad Wira Purwadi WIRA PURWADI Wira Purwadi Yosal Iriantara