Claim Missing Document
Check
Articles

Pelestarian dan Integrasi Nilai-nilai Lokal dalam Tradisi Pendidikan Islam Aceh di Era Modernisasi: Dayah sebagai Warisan Budaya Hayati, Salma; Lailatussaadah, Lailatussaadah; Hayati, Cut Intan; Arifin, Muhammad; Mutia, Sri
Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol. 14 No. 1 (2025): Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/s9sq3429

Abstract

This research examines the dynamics and preservation of Islamic educational traditions in the dayah of Aceh in the context of modernization that brings various challenges of social, technological, and formal education system changes. With a qualitative approach, this study examines the adaptation of dayah to maintain local values and intellectual traditions without eliminating the cultural roots and Islamic identity of the Acehnese people. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation in several integrated dayah in Aceh. The results of the study show that the modernization of dayah takes place in the aspects of institutions, curriculum, learning methods, and improving the competence of scholars and students, so that dayah continues to function as an educational center as well as a cultural and intellectual preservation. This research emphasizes the importance of integrating local values with modern innovations so that dayah education is relevant to the times and can maintain Aceh's cultural identity. These findings provide policy and practice recommendations education that is able to bridge tradition and modernization in Aceh.
Towards an Inclusive Campus: Exploring the Physical and Non-Physical Challenges for Students with Disabilities in Higher Education Nisa, Khairun; Lailatussaadah, Lailatussaadah
Indonesian Journal of Education and Social Studies Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Nurul Jadid University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/ijess.v4i2.13088

Abstract

This study aims to analyze accessibility for people with disabilities in higher education, focusing on both physical and non-physical dimensions as part of inclusive campus policies. A qualitative approach was used, employing interviews, observations, and document reviews of campus policies and facilities. The results show that, in the physical aspect, several facilities, such as ramps, accessible toilets, and wheelchairs, have been provided in the main buildings. However, issues such as limited distribution, the lack of elevators, and outdated building designs that do not meet universal design standards hinder mobility and academic participation. In terms of non-physical accessibility, the institution has established a Disability Service Unit and a social inclusion unit as part of its commitment. Informal social support from lecturers and peers is also available, though there is a shortage of professional assistants. There is a need for enhanced training, policy coordination, and a more inclusive organizational structure. The implications of this research provide policy recommendations based on social models and universal design principles to improve inclusive campuses. Future research could expand to comparative studies at the national level.
THE ROLE OF THE SCHOOL HEAD IN THE SELF-DEVELOPMENT OF STUDENTS THROUGH EXTRACULAR ACTIVITIES (CASE STUDY MIN 1 BENER MERIAH) Mirela, Tiarani; Na'imah, Na'imah; Lailatussaadah, Lailatussaadah
Jurnal Ilmiah Didaktika Vol 23 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Didaktika August 2022
Publisher : Center for Research and Publication Universitas Islam Negeri (UIN) of Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jid.v23i1.9491

Abstract

The purpose of this study was to describe why the role of the principal in self-development of students through extracurricular activities at MIN 1 Bener Meriah, and to describe the role of  the principal in self-development of students through extracurricular activities at MIN 1 Bener Meriah. This study is a qualitative type using observational, interviews and documentation, data analysis using triangulation theory. Based on the results of the research: the role of the principal is very important in the self-development of students at MIN 1 Bener Meriah. Among these roles are (1) educator: teaching with teacher intermediaries, (2) manager: managing with POAC even though the field is narrow, (3) administrators: take care of correspondence and funding for extracurricular activities, (4) supervise extracurricular activities through joint meetings and direct involvement, (5) leaders: mobilize involved teachers and students in extracurricular activities, (6) innovator: Principals make reforms such as creative guel dance (7) motivator: the principal provides encouragement in the form of words and gifts for students who excel, including in extracurricular activities. So that the role of the principal is done well, it will also have a good impact on the development of students in the extracurricular program.
Analisis Pemetaan Penempatan Guru Sekolah Dasar Se-Kota Lhokseumawe Nurmayuli, Nurmayuli; Lailatussaadah, Lailatussaadah; Mustika, Cut Rizki
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i2.5298

Abstract

Faktanya di Aceh rasio jumlah guru dan siswa kita ini sekitar 1:16 untuk tingkat SD sendiri, sudah termasuk memadai. Akan tetapi sebaran data guru yang tidak merata, walaupun masih dalam satu zona. Inilah yang menyebabkan, ada sekolah yang mengalami kekurangan guru. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis pemetaan penempatan guru SD di Kota Lhokseumawe. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan angket survey. Hasil penelitian menunjukkan jumlah rombel sebanyak 621 unit untuk seluruh sekolah SD, sedangkan guru yang terdata pada tahun 2022 sebanyak 555 orang guru PNS/PPPK. Kemudian dalam rentang 5 tahun kedepan, ada guru yang memasuki usia pensiun sebanyak 88 orang (guru kelas 72 orang, guru PAI 9 orang dan guru PJOK 7 orang). Analisis pemetaan yang terfokus pada guru PNS/PPPK, 5 tahun ke depan semua guru mengalami kekurangan, sedangkan analisis pendataan seluruh guru yang ada, maka hanya guru kelas yang mengalami kekurangan mencapai 35 orang guru untuk di sebarkan pada 3 kecamatan. Jika pemerintah memaksimalkan kinerja guru dengan memeratakan guru, baik PNS/PPPK ataupun non PNS/PPPK yang ada, maka akan lebih efisien pemetaan guru di kota Lhokseumawe. Dapat disimpulkan bahwa pemetaan penempatan guru SD kota Lhokseumawe masih memadai apabila pemerdayaan guru secara keseluruhan yang ada baik PNS/PPPK dan non PNS/PPPK.
PROFIL BALAI PENGAJIAN UMMI GAMPONG AREE KECAMATAN DELIMA KABUPATEN PIDIE Lailatussaadah, Lailatussaadah
Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ji.v2i1.87

Abstract

Balai pengajian Ummi Gampong Aree adalah lembaga pendidikan Islam non formal bagi anak-anak yang telah berpartisipasi membangun generasi masa depan dan telah memenuhi kriteria serta telah menunjukkan diri sebagai lembaga pendidikan yang berhasil dan unggul di daerah. Fokus penelitian ini, yaitu: bagaimana profil balai pengajian Ummi Gampong Aree. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian yaitu Balai Pengajian Ummi Gampong Aree Kecamatan Delima Kabupaten Pidie. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipan dan studi dokumentasi. Teknik analisis data meliputi: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Balai pengajian Ummi Gampong Aree adalah sebuah balai pengajian yang memiliki 357 santri dengan jumlah tenaga pengajar 26 orang. Sejak balai ini didirikan telah meluluskan ratusan santri yang berkualitas dalam ilmu agama Islam terutama hafiz dan kaligrafer berprestasi baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Balai ini memiliki keunikan tersendiri, dipimpin oleh seorang perempuan, Hj Nurasyiah yang hanya pernah mengenyam pendidikan sekolah rakyat, namun mampu mempertahankan eksistensi balai dalam waktu yang panjang dan kini mengalami perkembangan pesat. Hal ini tentu saja mematahkan sinyalemen bahwa pemimpin perempuan lemah dalam kepemimpinan. Keunikan lain dari balai favorit ini memiliki usaha tersendiri yang hasilnya digunakan untuk operasional balai. Kondisi ini jarang ditemukan di balai pengajian bahkan dalam konteks dayah sekalipun. Di samping itu, anak yatim dan fakir miskin yang belajar di balai ini dibebaskan dari iuran bulanan. Sisi lain yang tidak kalah unik adalah adanya ‘kelas kaget’. Kelas ini menampung anak-anak usia 15 tahun ke atas yang ingin belajar di balai tanpa sepengetahuan orang tuanya. Santri kelas ini tidak terdaftar sebagai santri balai, karena mereka biasanya datang dan pergi secara dadakan dengan kesadaran sendiri, namun tetap mendapat pelayanan pendidikan sebagaimana kelas lainnya setiap malam. Jumlah kehadiran santri ‘kelas kaget’ tidak dapat diprediksi.
Upaya Peningkatan Kinerja Guru Lailatussaadah, Lailatussaadah
Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ji.v3i1.196

Abstract

Kinerja guru merupakan hasil, kemajuan dan prestasi kerja guru dalam melaksanakan pembelajaran, baik dalam merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran dan mengevaluasi hasil pembelajaran, melakukan bimbingan dan latihan terhadap peserta didik, serta komitmennya dalam melaksanakan tugas. Baik tidaknya kinerja guru dapat dilihat dari pelaksanaan kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki oleh guru disamping memiliki kualifikasi akademik. Peningkatan kinerja guru terus dilakukan oleh pemerintah dengan berbagai upaya, baik melalui program sertifikasi guru, melakukan pengembangan kurikulum nasional dan lokal, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, pengadaan buku dan alat pelajaran, pengadaan dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan dan peningkatan mutu manajemen sekolah. kinerja guru yang berkualitas akan berpengaruh pada mutu pembelajaran, mutu lulusan, mutu pendidikan dan pencapaian tujuan pendidikan.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN KERJASAMA GURU DI SMPN 2 BANDA ACEH Lailatussaadah, Lailatussaadah; Maryam, Maryam
Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol. 7 No. 01 (2018): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ji.v7i01.9917

Abstract

Kerjasama merupakan salah satu bentuk intraksi sosial. Dengan kata lain kerjasama merupakan suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu.Dengan demikian kerjasama yaitusesuatu yang dilakukan dua orang atau lebih dalam berinteraksi agar dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. Namunkeunggulan yang sering terjadi terlihat dari kemampuan para guru dalam membangun hubungan yang harmonis dengan mengikuti perkembangan pendidikan saat ini. Hal ini, yang terjadi diSMPN 2 Banda Aceh yaitu unggul dalam pembelajaran, penguasaan ilmu komunikasi dan komputerisasi, unggul dalam sekolah yang berbudaya lingkungan, dan unggul dalam pengembangan sumber daya manusia.sehingga, peneliti tertarik meneliti di SMPN 2 banda Aceh dan peneliti ingin mengamati apa strategi, kontribusi, dan kemampuan kepala sekolah dalam membangun  kerjasama yang baik. Tujuan dari penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam membangunkerjasama guru, mengetahui kontribusi kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun kerjasama guru, dan mengetahui kemampuan kepala sekolah dalam mempengaruhi kerjasama guru di SMPN 2 Banda Aceh.Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Subyek penelitianadalah kepala sekolah, dua orang guru, dan satu orang siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun kerjasama guru yaitu: strategi kepala sekolah sebagai penentu arah, strategi kepala sekolah sebagai wakil dan jurubicara, strategi kepala sekolah sebagai komunikator yang aktif, strategi kepala sekolah sebagai mediator, dan strategi kepala sekolah sebagai integrator. Kontribusi kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun kerjasama guru yaitu: kontribusi antar peribadi dan kontribusi yang berhubungan dengan informasi. Kemampuan kepala sekolah dalammempengaruhi kerjasama guru SMPN 2 Banda Aceh dilihat dari kemampuan kepala sekolah dalam mengelola sebuah lembaga pendidikan dan kemampuan kepala sekolah bagian dari masyarakat.
Model Evaluasi dalam Pelaksanaan Event Pendidikan: A Systematic Literatur Review Sadika, Munadia; Lailatussaadah, Lailatussaadah
Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol. 13 No. 2 (2024): Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ji.v13i2.28565

Abstract

This study aims to explore research trends on event evaluation models in educational institutions published in online-based journals. This study uses the systematic literature review (SLR) method with the PRISMA approach. The main themes found in this study are the CIPP evaluation model and the Kirkpatrick evaluation model. The originality of this study lies in the presentation of a structured and in-depth literature review, which describes the current state of the evaluation model in the implementation of educational events. The CIPP evaluation model provides a holistic approach to planning, implementing, and measuring outcomes, while the Kirkpatrick model emphasizes more on evaluating the impact of learning and behavioral changes after the event.
Rancang Bangun Langkah-Langkah Pengembangan Standar Pengelolaan Pendidikan pada Aspek Kerjasama dengan Pihak DUDI dan Bakat Minat dalam Peningkatan Mutu Furqanisah, Furqanisah; Lailatussaadah, Lailatussaadah; M. Daud, Yusri
Desultanah: Journal Education and Social Science Vol. 1 No. 1 (2023): Desultanah: Journal Education and Social Science
Publisher : Yayasan Putroe Ceudah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/d-jess.v1i1.2

Abstract

Abstract This study aims to design a design of steps to develop education management standards in the aspect of cooperation with DUDI and Talent Interest in quality improvement at SMPN 3 Trienggadeng. Data collection techniques in this study were interviews and questionnaires. The data was analyzed using a 4D development model (Define, Design, Development, Dissemination). The results of the study found that the design of steps to develop education management standards in the aspect of cooperation with DUDI and Bakat interest parties consists of 3 stages, namely planning, implementation and evaluation. Develop standard steps for education management in the aspect of cooperation with DUDI and Bakat Minat have not been validated against these steps. Therefore, this research will be continued by testing the validity of the design of standard steps for education management in the aspect of cooperation with DUDI and Talent. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendesign sebuah rancang bangun langkah-langkah pengembangan standar pengelolaan pendidikan pada aspek kerjasama dengan pihak DUDI dan Bakat Minat terhadap peningkatan mutu di SMPN 3 Trienggadeng. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan angket. Data dianalisis dengan menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Development, Dissemination). Hasil penelitian ditemukan bahwa rancang bangun langkah-langkah pengembangan standar pengelolaan pendidikan pada aspek kerjasama dengan pihak DUDI dan pihak Bakat minat terdiri atas 3 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Rangcang bangun langkah-langkah standar pengelolaan pendidikan pada aspek kerjasama dengan pihak DUDI dan Bakat Minat belum diuji validasi terhadap langkah-langkah tersebut. Oleh karena itu penelitian ini akan dilanjutkan dengan menguji kevalidatan rancang bangun langkah-langkah standar pengelolaan pendidikan pada aspek kerjasama dengan pihak DUDI dan Bakat Minat.
Event Manajemen dalam Kegiatan Intrakurikuler; A Best Practices in Event Management Lailatussaadah, Lailatussaadah; Hayati, Salma; Husna, Asmaul
Desultanah: Journal Education and Social Science Vol. 2 No. 1 (2024): Desultanah - Journal Education and Social Science
Publisher : Yayasan Putroe Ceudah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/d-jess.v2i1.22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan event management dalam kegiatan intrakurikuler sebagai sebuah best practice. Pendekatan penelitian digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data dalam bentuk wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan yang terlibat dalam penelitian ini adalah mahasiswa, data kemudian dianalisis dengan model interaktif dan tematik. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan event dalam kegiatan intrakurikuler dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan perencanaan dilakukan dengan melakukan analisis kebutuhan event dalam kegiatan intrakurikuler. Selanjutnya pelaksanaan event dilakukan dalam mini event dan midle event. Terakhir evaluasi event dalam kegiatan intrakurikuler dilakukan dengan pengawasan pelaksanaan dan menindaklanjuti kelebihan dan kekurangan dari pelaksanaan event. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa agar event managemen dalam kegiatan intrakurikuler dapat berjalan dengan baik maka event dapat dilaksanakan dalam tiga tahapan event yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi event