Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Perlindungan dan Tanggung Jawab Hukum Karyawan Notaris sebagai Saksi Instrumenter dalam Akta Notaris (Studi Kasus Putusan No. 773/Pid.B/2021, Putusan No. 1209 K/Pid/2022, dan Putusan PK No. 39 PK/Pid/2025) Wahyu Kurniawan; M. Yamani; Emelia Kontesa
Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE) Vol 5 No 2 (2026): April
Publisher : LPPJPHKI Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/mude.v5i2.10322

Abstract

This research aims to analyze the legal protection afforded to notary employees acting as instrumentary witnesses in the preparation of authentic deeds and to examine the legal responsibilities borne by notaries under the Notary Office Act (Undang-Undang Jabatan Notaris—UUJN). This study employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and case approaches through an analysis of the Semarang District Court Decision No. 773/Pid.B/2021, the Supreme Court Decision No. 1209 K/Pid/2022, and the Judicial Review Decision No. 39 PK/Pid/2025.The findings reveal that instrumentary witnesses perform a purely administrative and formal function in assisting the notary to fulfill procedural requirements of the deed, without authority to assess or bear responsibility for the material truth of the parties’ statements. Legal responsibility for the substance of the deed lies entirely with the notary as a public official, as stipulated in Articles 16 and 38 of the UUJN. Judicial analysis demonstrates a shift toward clearer separation between the notary’s professional responsibility and the role of notary employees as instrumentary witnesses.This study concludes that legal protection for instrumentary witnesses is an essential element of the notarial system to prevent misattribution of liability and excessive criminalization of notary employees. Strengthening regulatory frameworks, improving standard operating procedures within notary offices, and enhancing legal understanding among law enforcement officers are necessary to ensure consistency with the UUJN.
Tinjauan Yuridis Reforma Agraria dalam Perspektif Perlindungan Hukum Petani Ramadhan, M. Arif; Muhammad Akbar Azhari; Muhammad Fikri; Reksi Satriawan; M. Yamani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.6660

Abstract

Penelitian ini membahas konstruksi hukum reforma agraria dalam perlindungan hukum petani di Indonesia, dengan fokus pada tantangan yuridis yang dihadapi dalam implementasinya. Reforma agraria diakui sebagai instrumen fundamental untuk mewujudkan keadilan sosial dan mengatasi ketimpangan penguasaan lahan yang telah mengakar dalam sistem agraria nasional. Melalui pendekatan normatif, penelitian ini menganalisis landasan konstitusional, termasuk Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 dan Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960, serta peraturan pelaksana seperti Peraturan Presiden No. 86 Tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat berbagai mekanisme perlindungan hukum, seperti jaminan kepastian hukum atas lahan dan perlindungan dari penggusuran, implementasi reforma agraria masih menghadapi tantangan signifikan, termasuk fragmentasi kewenangan antarinstansi, lemahnya koordinasi kelembagaan, dan konflik kepentingan antara petani dan korporasi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan yang lebih holistik dan terkoordinasi dalam pelaksanaan reforma agraria, serta peningkatan kesadaran hukum di kalangan petani untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Dengan demikian, reforma agraria dapat berfungsi sebagai alat yang efektif untuk menciptakan keadilan sosial dan meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia.
Implementation of Hospital Regulations to Protect Vulnerable Patients: (A Comparative Study of Indonesia, Malaysia, and Australia) Muammar Fadillah; M. Yamani; Maria Eka Patri; Noor Aziah Mohd Awal; Cameron Stewart
RechtIdee Vol 21, No 1 (2026): JUNE
Publisher : Trunojoyo Madura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ri.v21i1.34201

Abstract

The study aims to examine the implementation of Hospital Regulations (HBL) as an internal legal instrument to protect vulnerable groups and to situate Indonesian practices within a comparative framework informed by hospital governance laws in Malaysia and Australia. The research method is normative-empirical and comparative, and is analyzed descriptively and qualitatively. The novelty of this study lies in its address of the patient dimension of vulnerability. Unlike the current HBL approach, which primarily protects medical professionals, it should also protect patients from unfair litigation and institutional harm. The results show that HBL at Gading Medika Hospital has not been optimally implemented as a comprehensive protection instrument for vulnerable groups. Comparison of the Malaysian Private Health Facilities and Services Act 1998 and the Australian National Standards for Safety and Quality of Health Services. Conclusion: if expecting a strong HBL that is sensitive to vulnerable groups, it must be in line with Law No. 17/2023 and based on best practices, which is a prerequisite for ensuring non-discriminatory access, procedural fairness, and institutional accountability in hospital governance in Indonesia.
Upaya Meningkatkan Kemandirian Anak Melalui Kegiatan Menggunting Dan Menempel Pada Usia 5-6 Tahun Grace Charity; Sri Wahyuni; bety vitriana; Norlaila Norlaila; yamani yamani
JURNAL PELANGI Vol. 2 No. 2 (2024): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47002/djcqgw04

Abstract

Penelitian ini berlandaskan pada kemandirian pada anak TK Happy Holy Kids Balikpapan yang masih rendah. Belum semua anak memenuhi penilaian BSH pada setiap indikator perkembangan kemandirian seperti mengantri mencuci tangan, merapikan mainan sendiri dan mengerjakan tugas sendiri. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian anak-anak di TK Happy Holy Kids Balikpapan melalui kegiatan menggunting dan menempel. Penelitian ini menerapkan metode penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 10 anak berusia 5-6 tahun. Berdasarkan pengamatan awal, ditemukan bahwa 80% anak belum berkembang (BB) dalam indikator mampu mengantri mencuci tangan, 60% anak belum berkembang (BB) dalam indikator mampu mengerjakan tugas sendiri, dan 50% anak mulai berkembang (MB) dalam indikator mampu merapikan mainannya sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian perkembangan kemandirian anak dengan penilaian BSH meningkat menjadi 70% pada akhir siklus II. Disarankan bagi guru dan peneliti selanjutnya untuk menggunakan metode ini dengan alat dan bahan ajar yang lebih variative.
Strategi Guru Dalam Mengembangkan Kecerdasan Spasial Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Bermain Sains Tari Sutrisni; Lisda Hani; sri purwanti; bety vitriana; yamani yamani
JURNAL PELANGI Vol. 2 No. 2 (2024): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47002/wjk2yh41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses peningkatan kecerdasan spasial melalui bermain sains pada anak usia 5-6 tahun. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah 10 anak kelompok B3 usia 5-6 tahun di KB Handayani 4 Balikpapan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode bermain sains ternyata efektif dalam pengembangan kecerdasan spasial anak usia 5-6 tahun. kecerdasan visual-spasial kemampuan anak memvisualisasikan gambar didalam pikirannya atau kemampuan berpikir dalam bentuk visual. Kegiatan bermain sains bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi dan literasi. Semua kecerdasan bisa muncul sesuai dengan kegiatan sains utamanya kecerdasan logis matematis dan kecerdasan spasial. Kecerdasan spasial muncul dengan permainan sains percampuran warna dan eksperimen hujan pelangi.
Pengembangan Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 TahunMelalui Game Edukasi Berbasis ICT Tii Sauche; norlaila norlaila; yamani yamani; bety vitriana; baldwine honest
JURNAL PELANGI Vol. 2 No. 2 (2024): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47002/cameqa56

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk mengembangkan pengetahuan kognitif anak melalui penggunaan game edukasi digital sebagai salah satu alat bagi para pendidik dalam kegiatan belajar mengajar. Metode ini akan diaplikasikan melalui media ICT yang mampu memotivasi peserta didik untukdapat mengembangkan kemampuan berfikir dan menyelesaikan masalah. Yang akan dicapai dalam penerapan metode ICT melalui game edukasidigital adalah agar dapat mengembangkan kemampuan berfikir anak usia 5-6 tahun dan kreativitas dalam belajar dengan cara yang menyenangkan. Metode yang peneliti gunakan ialah kualitatif deskritif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi.Dengan sasaran subjek usia 5-6 tahun. Hasil penelitian berdasarkan aspek perkembangan dan aspek kearifan lokal mendapatkan data anak berkembang sesuai harapan. Maka dapat disimpulkan bahwasannya melalui game edukasi digital berbasis ICT mampu menambah kemampuan perkembangan kognitif anak di TK IT Al-Qomar Balikpapan.