Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Tinjauan Yuridis Reforma Agraria dalam Perspektif Perlindungan Hukum Petani Ramadhan, M. Arif; Muhammad Akbar Azhari; Muhammad Fikri; Reksi Satriawan; M. Yamani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.6660

Abstract

Penelitian ini membahas konstruksi hukum reforma agraria dalam perlindungan hukum petani di Indonesia, dengan fokus pada tantangan yuridis yang dihadapi dalam implementasinya. Reforma agraria diakui sebagai instrumen fundamental untuk mewujudkan keadilan sosial dan mengatasi ketimpangan penguasaan lahan yang telah mengakar dalam sistem agraria nasional. Melalui pendekatan normatif, penelitian ini menganalisis landasan konstitusional, termasuk Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 dan Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960, serta peraturan pelaksana seperti Peraturan Presiden No. 86 Tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat berbagai mekanisme perlindungan hukum, seperti jaminan kepastian hukum atas lahan dan perlindungan dari penggusuran, implementasi reforma agraria masih menghadapi tantangan signifikan, termasuk fragmentasi kewenangan antarinstansi, lemahnya koordinasi kelembagaan, dan konflik kepentingan antara petani dan korporasi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan yang lebih holistik dan terkoordinasi dalam pelaksanaan reforma agraria, serta peningkatan kesadaran hukum di kalangan petani untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Dengan demikian, reforma agraria dapat berfungsi sebagai alat yang efektif untuk menciptakan keadilan sosial dan meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia.
Implementation of Hospital Regulations to Protect Vulnerable Patients: A Comparative Study of Indonesia, Malaysia, and Australia Muammar Fadillah; M. Yamani; Maria Eka Patri; Noor Aziah Mohd Awal; Cameron Stewart
RechtIdee Vol 21, No 1 (2026): JUNE
Publisher : Trunojoyo Madura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ri.v21i1.34201

Abstract

Study Objective: The study aims to examine the implementation of Hospital Regulations (HBL) as an internal legal instrument to protect vulnerable groups and to situate Indonesian practices within a comparative framework informed by hospital governance laws in Malaysia and AustraliaMethod/Approach: The research method is normative-empirical and comparative, and is analyzed descriptively and qualitatively.Novelty: This study lies in its address of the patient dimension of vulnerability. Unlike the current HBL approach, which primarily protects medical professionals, it should also protect patients from unfair litigation and institutional harm.Findings: The results indicate that HBL at Gading Medika Hospital has not been implemented optimally as a comprehensive protection instrument for vulnerable groups. Comparison of the Malaysian Private Health Facilities and Services Act 1998 and the Australian National Standards for Safety and Quality of Health Services.Conclusion: To expect a strong HBL that is sensitive to vulnerable groups, it must align with Law No. 17/2023 and be grounded in best practices, which is a prerequisite for ensuring non-discriminatory access, procedural fairness, and institutional accountability in hospital governance in Indonesia
Upaya Meningkatkan Kemandirian Anak Melalui Kegiatan Menggunting Dan Menempel Pada Usia 5-6 Tahun Grace Charity; Sri Wahyuni; bety vitriana; Norlaila Norlaila; yamani yamani
JURNAL PELANGI Vol. 2 No. 2 (2024): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47002/djcqgw04

Abstract

Penelitian ini berlandaskan pada kemandirian pada anak TK Happy Holy Kids Balikpapan yang masih rendah. Belum semua anak memenuhi penilaian BSH pada setiap indikator perkembangan kemandirian seperti mengantri mencuci tangan, merapikan mainan sendiri dan mengerjakan tugas sendiri. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian anak-anak di TK Happy Holy Kids Balikpapan melalui kegiatan menggunting dan menempel. Penelitian ini menerapkan metode penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 10 anak berusia 5-6 tahun. Berdasarkan pengamatan awal, ditemukan bahwa 80% anak belum berkembang (BB) dalam indikator mampu mengantri mencuci tangan, 60% anak belum berkembang (BB) dalam indikator mampu mengerjakan tugas sendiri, dan 50% anak mulai berkembang (MB) dalam indikator mampu merapikan mainannya sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian perkembangan kemandirian anak dengan penilaian BSH meningkat menjadi 70% pada akhir siklus II. Disarankan bagi guru dan peneliti selanjutnya untuk menggunakan metode ini dengan alat dan bahan ajar yang lebih variative.
Strategi Guru Dalam Mengembangkan Kecerdasan Spasial Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Bermain Sains Tari Sutrisni; Lisda Hani; sri purwanti; bety vitriana; yamani yamani
JURNAL PELANGI Vol. 2 No. 2 (2024): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47002/wjk2yh41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses peningkatan kecerdasan spasial melalui bermain sains pada anak usia 5-6 tahun. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah 10 anak kelompok B3 usia 5-6 tahun di KB Handayani 4 Balikpapan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode bermain sains ternyata efektif dalam pengembangan kecerdasan spasial anak usia 5-6 tahun. kecerdasan visual-spasial kemampuan anak memvisualisasikan gambar didalam pikirannya atau kemampuan berpikir dalam bentuk visual. Kegiatan bermain sains bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi dan literasi. Semua kecerdasan bisa muncul sesuai dengan kegiatan sains utamanya kecerdasan logis matematis dan kecerdasan spasial. Kecerdasan spasial muncul dengan permainan sains percampuran warna dan eksperimen hujan pelangi.
Pengembangan Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 TahunMelalui Game Edukasi Berbasis ICT Tii Sauche; norlaila norlaila; yamani yamani; bety vitriana; baldwine honest
JURNAL PELANGI Vol. 2 No. 2 (2024): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47002/cameqa56

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk mengembangkan pengetahuan kognitif anak melalui penggunaan game edukasi digital sebagai salah satu alat bagi para pendidik dalam kegiatan belajar mengajar. Metode ini akan diaplikasikan melalui media ICT yang mampu memotivasi peserta didik untukdapat mengembangkan kemampuan berfikir dan menyelesaikan masalah. Yang akan dicapai dalam penerapan metode ICT melalui game edukasidigital adalah agar dapat mengembangkan kemampuan berfikir anak usia 5-6 tahun dan kreativitas dalam belajar dengan cara yang menyenangkan. Metode yang peneliti gunakan ialah kualitatif deskritif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi.Dengan sasaran subjek usia 5-6 tahun. Hasil penelitian berdasarkan aspek perkembangan dan aspek kearifan lokal mendapatkan data anak berkembang sesuai harapan. Maka dapat disimpulkan bahwasannya melalui game edukasi digital berbasis ICT mampu menambah kemampuan perkembangan kognitif anak di TK IT Al-Qomar Balikpapan.
Dampak Hukum Ketidakpatuhan Terhadap Kewajiban Mediasi Dalam Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Adela Julianda; Ano Dwi Wijaya; Amanda Fathonah Fadhilah; Pipi Susanti; M. Yamani
Journal Kompilasi Hukum Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Kompilasi Hukum
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkh.v10i1.224

Abstract

Artikel ini membahas urgensi dan konsekuensi hukum dari pelaksanaan mediasi sebagai prosedur wajib dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. Namun, dalam praktiknya sering kali terdapat ketidaksesuaian dalam proses mediasi yang dapat menghambat kelanjutan proses hukum, seperti yang terjadi dalam Kasus Nomor 38/Pdt.Sus-PHI/2024/PN Smg, di mana Tergugat menyatakan bahwa ia tidak pernah dilibatkan dalam proses mediasi yang dilakukan oleh Penggugat. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mediasi bukan sekadar mekanisme alternatif, tetapi merupakan syarat formal yang harus dipenuhi sebelum gugatan diajukan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), sebagaimana diatur dalam Pasal 3 dan Pasal 6 ayat (1), serta ditekankan dalam Pasal 83 ayat (1) Undang-Undang PPHI yang mengharuskan adanya laporan mediasi atau konsiliasi sebagai lampiran dalam gugatan. Kegagalan untuk mematuhi ketentuan ini, baik oleh Penggugat maupun petugas yang gagal memverifikasi kelengkapan administrasi, dapat mengakibatkan gugatan dianggap prematur, tidak diterima, dan menyebabkan cacat prosedural yang memengaruhi keabsahan proses peradilan. Kegagalan untuk melaksanakan mediasi juga mengganggu prinsip keadilan prosedural, memperlebar kesenjangan kekuatan tawar antara pekerja dan pengusaha, serta merusak kredibilitas lembaga peradilan karena lemahnya pengawasan internal. Oleh karena itu, pelaksanaan mediasi secara sah dan benar tidak hanya penting secara administratif, tetapi juga merupakan instrumen utama untuk memastikan proses hukum yang adil, cepat, dan murah yang berorientasi pada perlindungan hak pekerja dan terciptanya hubungan industrial yang harmonis.
Pembatalan Sertipikat Hak Milik Atas Tanah Berdasarkan Putusan Verstek Pengadilan Negeri Nomor 34/Pdt.G/2023/Pn.Bgl Firas Fadhilah; Yamani Yamani; Emelia Kontesa
Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE) Vol 5 No 1 (2026): Januari
Publisher : LPPJPHKI Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/mude.v5i1.10162

Abstract

A land ownership certificate is an authentic legal document with strong evidentiary value, as stipulated in the Basic Agrarian Law (UUPA) and Government Regulation No. 24 of 1997. However, disputes frequently arise in land administration due to legal defects or administrative errors in the issuance process. This study examines the cancellation of a land ownership certificate based on the Default Judgment (Verstek) of the Bengkulu District Court Decision No. 34/Pdt.G/2023/PN.Bgl, which declared that the issuance of Ownership Certificate No. 06986 over land belonging to Hi. Himin constituted an unlawful act. The research aims to analyze the judge’s legal considerations in issuing the verstek decision and to assess the legal status of the disputed certificate in relation to the authority of the National Land Agency (BPN). The study employs a normative juridical approach by reviewing statutory regulations, legal doctrines, and court decisions. The analysis reveals that the judge rendered the verstek decision based on stronger evidence of ownership presented by the plaintiff, the defendant's absence without legitimate reasons, and indications of administrative defects in the certificate issuance by BPN. Furthermore, a verstek judgment with permanent legal force provides an administrative basis for BPN to cancel the certificate pursuant to Article 29 of Ministerial Regulation ATR/BPN No. 21 of 2020. Thus, a certificate declared legally invalid by a court decision must undergo administrative cancellation through the authorized land office. The findings of this research are expected to contribute to land dispute resolution and strengthen legal certainty within Indonesia’s land administration system.
SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) DALAM PENDIDIKAN ISLAM : ANALISIS KONSEPTUAL DAN TANTANGAN IMPLEMENTASI Dayanti, Reski; Julaiha, Siti; Yamani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.52764

Abstract

Internal Quality Assurance System (SPMI) plays an essential role in maintaining and improving the quality of higher education, including within the context of Islamic education. This study aims to examine the basic concept of SPMI, its principles and components, its implementation in Islamic education, as well as the challenges and strategies for its strengthening. This research employs a qualitative approach using library research with a descriptive-analytical method. The findings indicate that, conceptually, SPMI has been well designed through the PPEPP cycle. However, its implementation still faces several challenges, particularly in structural, cultural, and technical aspects. A case study at SMP IT Insan Mulia shows that the main issue does not lie in the absence of the system, but rather in the lack of a strong quality culture. Therefore, strengthening SPMI should focus on transforming organizational culture and integrating Islamic values into quality assurance practices.
Co-Authors -, Nasiri Achmad Achmad Adela Julianda Aisyah, Irnadia Akbar, Firdhan Alawwiyah USF , Raudhatul Alvioneza, Yova Amanda Fathonah Fadhilah Amanda Fauzi, Rizka Amirudin Amirudin Andry Harjanto, Andry Annisa Fitratul Jannah Ano Dwi Wijaya Ardiansyah, Khairi Arinda, Kea Azeri, Septrian baldwine honest Bety Vitriana Cameron Stewart Dahniar ., Dahniar Damanik, Yohana Dwi Putri Dayanti, Reski Dewomoro, Joufrensu Emelia Kontesa Firas Fadhilah Grace Charity Habibillah, Bagus Hamdani . Haptoro, Dyanhza Aji Hasibuan, Febriyanti Helmi Helmi Herlambang Indriani , Linda Iskandar Iskandar Iskandar, Stevri Jauhari, Raguna Khafifah Rahmawati Khalid, Rasyikah Md Laila Refiana Said Lestariana Marwassari Lisda Hani M. Abdi M. Arif Ramadhan Manurung, Ribka Rosalia Maria Eka Patri Mella Yunita Miftahul Ulum Muammar Fadillah Muhammad Abdi, Muhammad Muhammad Akbar Azhari Muhammad Akbar Azhari Muhammad Fikri muhammad fikri Nasiri Noor Aziah Mohd Awal Norlaila Norlaila Nur Sulistyo Budi Ambarini Oktariza , Rahma Oktavriana, Diah Ratri Pipi Susanti Raguna Jauhari Rahmawati , Khafifah Ramadhan, M. Arif Ramadhani, Susi Reksi Satriawan Reksi Satriawan Richki Hardi Riduan, M Saputra , Widian Sari, Mia Puspita Septaria, Ema Siagian, Afny Azzahra Sihombing, Maria Vatresya Silalahi, Nasib Buha Silvanti, Amelia Siswahyudianto Siti Julaiha Sitorus, Pandapotan Sri Purwanti Sri Wahyuni Susanti, Pipi Tari Sutrisni Tii Sauche Tri Andika Wahyu Kurniawan Wahyu Nur Alimyaningtyas Wali, Ahmad Widian Saputra Wulandari , Mardalena Zendrato, Oktafiani