p-Index From 2021 - 2026
6.029
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Cyber Victimology and Legal Gaps in Southeast Asia Fernando, Zico Junius; Widyawati, Anis; Rinaldi, Kasmanto
International Law Discourse in Southeast Asia Vol. 4 No. 1 (2025): Southeast Asia’s Role in Shaping Public International Law: Human Rights and Mig
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ildisea.v4i1.20147

Abstract

Cybercrime is escalating in Southeast Asia alongside rapid digital growth, yet the region still lacks a unified legal and victim-centered approach. While most studies focus on perpetrators and cybersecurity, this research addresses a critical gap by exploring Cyber Victimology as a framework to understand and strengthen victim protection in ASEAN countries. Using a normative legal method with comparative and conceptual approaches, this study examines legal disparities, weak law enforcement, limited victim support, and low digital literacy, particularly among children and the elderly. Findings show that ASEAN lacks harmonized regulations, adequate cyber policing, and psychological-legal support infrastructure. For instance, Singapore’s robust Personal Data Protection Act contrasts with minimal protection in Cambodia and Laos. The study proposes concrete policy responses, including regional legal harmonization modeled on the Budapest Convention and the GDPR, enhanced law enforcement capacity, national crisis centers, and targeted digital literacy programs. Integrating Cyber Victimology into policy will help ASEAN establish a more inclusive, victim-responsive digital governance system.
Pemberdayaan Sekolah Luar Biasa Swasta (SLBS) Yayasan Fajar Amanah dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan Anak Jalanan di Kota Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak Rinaldi, Kasmanto; Z., Syafaruddin Z; Syafriadi, Syafriadi; Akmal, Sulaiman; Pratama, Rizki; Fahlewi, Khotma Umniah; Gustaf, Ghifari Ahmad; Aqila, Putri Sabita; Ihsani, Wilda
Mandalika Journal of Community Services Vol. 2 No. 2 (2025): Mandalika Journal of Community Services (In-Press)
Publisher : Penerbit Mandalika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/mjcs.v2i2.223

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di SLBS Yayasan Fajar Amanah, Kota Perawang. Sekolah ini menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan sarana dan prasarana, metode pengajaran yang kurang inklusif, serta minimnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan inklusif. Solusi yang diterapkan dalam program ini meliputi renovasi ruang kelas, pembangunan ruang belajar individu, pengadaan meja dan kursi, serta penyediaan fasilitas sanitasi yang ramah bagi penyandang disabilitas. Selain itu, pelatihan bagi tenaga pendidik tentang metode multisensori dan teknologi assistive learning diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penyuluhan kepada orang tua dan masyarakat sekitar juga dilakukan guna meningkatkan dukungan terhadap pendidikan inklusif. Evaluasi menunjukkan bahwa 85% siswa dan tenaga pendidik merasakan manfaat dari peningkatan fasilitas serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mendukung sekolah. Meskipun program ini berhasil mencapai tujuannya, tantangan terkait keberlanjutan dukungan finansial dan keterbatasan tenaga pengajar spesialis masih menjadi perhatian. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi lebih lanjut dengan pemerintah dan lembaga terkait guna memastikan keberlanjutan pengembangan pendidikan inklusif.
Fenomena Vandalisme Pada Fasilitas Di Perkotaan (Studi Kasus Pada Fly Over Harapan Raya & Panam) Rinaldi, Kasmanto; Murti, Sindy Ramadani Ardi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i2.2024.493-498

Abstract

Vandalisme termasuk perbuatan merusak dan menghancurkan sebuah hasil karya seni atau barang berharga lainnya dengan kata lain menghancurkan dan merusak secara kasar dan  ganas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja faktor penghambat Satpol PP dalam menangani kejahatan dan mengatasi kejahatan Vandalisme di Kota Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan menggambarkan keadaaan yang sebenarnya terkait apa yang terjadi dilokasi penelitian melalui pengumpulan, menganalisa dan mengidentifikasi sehingga didapatkan jawaban dari permasalahan yang telah dirumuskan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku vandalisme terjadi karena adanya faktor lingkungan dan orang tua. Karena hal itu, perlu adanya sosialisasi untuk seluruh masyarakat seputar vandalisme, dengan bantuan koordinasi berbagai kalangan aparat pemerintah dan penegak hukum, maka diharapkan dapat menjadi cara mengatasi vandalisme yang terjadi dengan diadakannya patroli rutin. Beberapa kendala aparat pemerintah dalam menjalan kan tugas dan fungsinya saat terjadinya aksi vandalisme, yaitu karena belum adanya regulasi khusus untuk penanganan pada fasilitas publik dan belum adanya ruang khusus atau tempat berekspresi untuk masyarakat dalam menyalurkan kreativitas terutama grafiti
MOTIVATION OFFENDERS TERHADAP PEMBUNUHAN KOLEKTIF DALAM PERKAWINAN (STUDI POLSEK TAMPAN) Rohim, Abdul; Rinaldi, Kasmanto
Jurnal Hukum Ius Publicum Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Hukum Ius Publicum
Publisher : LPPM Universitas Doktor Husni Ingratubun Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55551/jip.v5i1.86

Abstract

Beragam jenis tindakan kejahatan sering terjadi, salah satunya adalah pembunuhan kolektif dalam perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk dapat meneliti kasus pembunuhan kolektif yang dilakukan seorang istri dan rekannya terhadap suaminya yang disebabkan karena berbagai faktor yang dilakukan oleh suami sehingga menyebabkan kekecewaan dan ketidakharmonisan dalam hubungan rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti terkait masalah bagaimana faktor penyebab terjadinya pembununuhan kolektif dalam perkawinan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana faktor penyebab terjadinya pembunuhan kolektif dalam perkawinan di wilayah Polsek Tampan. Metode yang akan peneliti gunakan adalah metode kualitatif dengan mewawancarai informan dan key informan untuk mendapatkan informasi terkait kasus pembunuhan kolektif dalam perkawinan yang pernah terjadi. Dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dengan narasumber, dan dokumentasi berupa pengambilan foto dengan narasumber. Dari hasil penelitian ini didapati hasil bahwa kasus pembunuhan yang terjadi di Pekanbaru pada tanggal 13 januari 2018 disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu perselingkuhan yang dilakukan oleh suaminya, kejadian ini terbukti langsung oleh sang istri yang memergoki suaminya sedang melakukan perzinahan dengan selingkuhannya. Faktor selanjutnya yaitu adalah korban sudah tidak menafkahi keluarga dan korban telah menjual asset yang dimiliki sebagai modal usaha. Faktor penyebab terjadinya pembunuhan ini yang terakhir adalah adanya faktor eksternal yang dilakukan sang istri yang meminta tolong untuk melakukan pengeroyokan hingga berakhir pembunuhan.
Model of Coaching for Juvenile Recidivism in Pekanbaru: A Social Reintegration Effort Rinaldi, Kasmanto
Jurnal Dinamika Hukum Vol 24 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Law Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jdh.2024.24.3.15575

Abstract

This study explores the coaching model applied to juvenile recidivist juveniles in Pekanbaru to achieve successful social reintegration. Using a qualitative approach through interviews, observation, and documentation, coupled with relying on the Nvivo 12 Plus analysis tool for data coding, this study deeply understood the model of fostering juvenile recidivists. The research findings show that the coaching model for recidivists in Pekanbaru includes rehabilitation, education and skills approaches, social support, reintegration into society, supervision and monitoring, strengthening the youth justice system, and education about law and consequences. It is effective in helping children improve themselves and avoid criminal behaviour. A holistic approach focusing on understanding the causes of problems, empowerment, and positive social support is the key to their successful social reintegration.
Penegakan Hukum oleh Polres Kampar dalam Tindak Pidana yang dilakukan oleh Anak (Studi terhadap Anak yang Melakukan Pencurian Buah Kelapa Sawit) Askarial, Askarial; Rinaldi, Kasmanto; Usmita, Fakhri
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 9 No. 4 (2023): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v9i4.4142

Abstract

Kejahatan di Indonesia juga didominasi oleh anak anak. Anak-anak terlibat dalam melakukan kejahatan, salah satunya adalah kejahatan pencurian. Salah satu kasus pencurian oleh anak yang terjadi adalah pencurian kelapa sawit yang terjadi di kabupaten Kampar. Anak-anak yang terlibat dalam sistem hukum memiliki kebutuhan dan hak-hak khusus yang harus diperhatikan dan dilindungi. Pendekatan terhadap anak-anak ini haruslah berbeda dengan pendekatan terhadap orang dewasa. Salah satu pendekatan yang cocok untuk menyelesaikan kasus pencurian yang dilakukan oleh anak adalah dengan menggunakan Restorative Justice. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh bagaimana penegakan hukum yang dilaksanakan oleh Polres Kampar terhadap tindak pidana pencurian buah kelapa sawit yang dilakukan oleh anak. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasilnya adalah kepolisian mengarahkan untuk kasus pencurian buah kelapa sawit ini diterapkan restorative justice. Para pihak yang hadir yakni pelaku, korban (pelapor), orang tua pelaku, perangkat desa (Kepala Dusun dan Ketua RW) tempat terjadinya kejahatan. Kemudian surat kesepakatan damai diajukan ke pihak kepolisian untuk penarikan atau pencabutan laporan yang telah dilaporkan korban. Penerapan restorative justice dalam kasus pencurian buah kelapa sawit yang dilakukan anak di bawah umur telah terpenuhi semua kriterianya, sehingga penerapan restorative justice menjadi keputusan yang bijak diambil oleh penegak hukum.
PENINGKATAN KEPATUHAN PELAJAR TERHADAP TATA TERTIB DI SEKOLAH Usmita, Fakhri; Rinaldi, Kasmanto; Hidayati
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Agustus 2023 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v1i2.29

Abstract

Kepatuhan merujuk pada kemampuan pelajar dalam mengikuti aturan, norma, dan tata tertib yang telah ditetapkan oleh sekolah. Tata tertib di sekolah adalah pedoman yang mengatur perilaku dan interaksi pelajar, dan memastikan lingkungan belajar yang aman dan produktif. Peningkatan kepatuhan pelajar terhadap tata tertib di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan kriminologi yang dapat memberikan wawasan dan strategi yang efektif dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pelajar dalam melangar tata tertib serta upaya pencegahannya. Hal ini dapat mencakup pengembangan program pendidikan dan pencegahan untuk remaja, pembentukan komunitas sekolah yang inklusif, peningkatan pengawasan dan pengawasan di lingkungan sekolah, serta penerapan sanksi yang proporsional dan rehabilitatif bagi pelajar yang melanggar tata tertib. Tujuan dilaksanakan kegiatan pengabdian ini yaitu agar membentuk pemahaman pelajar khsuusnya pelajar UPT SMP Negeri 2 Bangkinang Kota mengenai kepatuhan terhadap tata tertib di sekolah beserta dampaknya sehingga diharapkan pelajar mematuhi tata tertib di sekolah. Métode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan tahap persiapan yang berupa observasi dan tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian.  Dari hasil yang diperoleh dari pengabdian, para siswa memahami tentang manfaat kepatuhan terhadap tata tertib di sekolah. Para siswa dapat menaati tata tertib yang ada di sekolah dengan lebih baik lagi.
PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL DI KALANGAN PELAJAR Askarial; Rinaldi, Kasmanto; Hidayati
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Agustus 2023 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v1i2.30

Abstract

Kekerasan seksual merupakan salah satu masalah serius yang dihadapi oleh pelajar.  Bentuk kekerasan seperti pelecehan seksual, pemerkosaan, atau eksploitasi seksual. Dampaknya meliputi trauma fisik, emosional, dan psikologis bagi korban. Pencegahan kekerasan seksual merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, dan individu. Kasus-kasus kekerasan seksual di kalangan pelajar menjadi permasalahan utama terutama ketika hal itu terjadi di lingkungan sekolah, keluarga, dan lainnya, tidak jarang kasus kekerasan seksual yang terjadi menyebabkan trauma bagi yang mengalaminya. Permasalahan yang terjadi di SMAN 2 Bangkinang Kota yaitu terkait masih minimnya pengetahuan para pelajar terkait pencegahan kekerasan seksual, selain itu kurangnya pendampingan serta pengetahuan yang diajarkan guru pada siswa tentang kekerasan seksual. Tujuan dilaksanakan kegiatan pengabdian ini yaitu agar membentuk pemahaman pelajar khsuusnya pelajar SMAN 2 Bangkinang Kota terhadap kekerasan seksual, dampak dan pencegahannya, sehingga diharapkan pelajar dapat terhindar dari kekerasan seksual. Metode pengabdian ini dilakukan melalui dua tahapan yaitu tahapan persiapan dan tahapan pelaksanaan kegiatan melalui metode ceramah. Hasil yang diperoleh dari pengabdian ini adalah para siswa memahami jenis, bahaya, dampak dari kekerasan seksual dan siswa dapat memahami dan melakukan pencegahan kekerasan seksual secara pribadi.
DINAMIKA KERAWANAN SOSIAL MENUJU KESEJAHTERAAN SOSIAL DI KOTA PEKANBARU Rinaldi, Kasmanto
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah yang rumit seakan-akan menjadi persoalan abadi seperti sebuah lingkaran yang tidak ada ujungnya dan selalu berputar semakin membesar serta berdampak semakin luas.Dinas Sosial dan Pemakaman merupakan instansi yang berwenang dalam mensejahterakan kehidupan sosial masyarakat.Kewenangan kegiatan ketertiban sosial yang merupakan bagian dari pembangunan dibidang kesejahteraan sosial.Kewenangan yang luas dapat dipandang sebagai kesempatan bagi daerah untuk berkembang dan berbuat sendiri demi kemajuan suatu daerah tersebut, dan disisi lain merupakan tantangan baru yang cukup berat dan menantang.kurangnya rencana seperti sasaran penertiban yang kurang tepat, waktu pelaksanaan yang dilaksanakan kurang tepat pada jadwal penertiban, tidak adanya tempat penampungan khusus Psikotik Gelandagan atau penderita gangguan jiwa yang terlantar dan banyak persoalan lainnya merupakan hambatan besar yang harus diatasi
Prison efforts to protect escaped prisoners (study at prison class II B Kuantan Singingi, Riau Province) Rinaldi, Kasmanto
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 2 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020242623

Abstract

Prisons as a place for the implementation of guidance for residents have caused various kinds of problems. The escape or flight of correctional residents is a phenomenon that continues to occur in prisons. This study was conducted with the aim of knowing the efforts made by the Kuantan Bay Class IIB Prison in protecting the escape or flight of residents from prison. The method used in this study is a qualitative method with a descriptive approach. Qualitative methods are used by researchers to provide data images based on what is seen which is collected and in the form of notes or documents or interviews to related sources. The results revealed that the escape of prisoners was caused by many factors, namely the inability to maximize supervision by prisons due to overcrowded, and the strong desire of the residents. to meet with family. The conclusion in this study is that the efforts made by The Kuantan Bay Class IIB Prison in protecting the residents of the fostered escape or run away are by establishing good relations between prison officers and the fostered residents, providing punishment for residents who have escaped, holding coaching, training and useful activities for the fostered residents. In addition, in terms of facilities and building conditions, building and security improvements are also carried out to minimize residents from escaping or running away from prisons such as the addition of barbed wire so that fences are not easy to climb. The conclusion of this study is effort.
Co-Authors - Afrizal Abdul Rohim, Abdul Ahmad, Muhamad fazil Bin Akmal, Sulaiman Alfaridzi, Fadel Galih Amaya, Sari Nabita Andree, Andree Anggraeni, Lucky Anis Widyawati Aprinianto, Rifky Aqila, Putri Sabita Ar, Mutiara Rengganis Arrahman, Sandi Noval Arshani, Astrid Askarial Askarial, Askarial Aufa, Mimi Dwi Azim , Kabiyrul Azraf, Muhammad Ikhsan Bar'i, Ragil Naufal Amjad Buana, Dira ENDRI ENDRI F, Fathurrahman Fahlewi, Khotma Umniah Fakhri Usmita, Fakhri Farizky, M. Ihza Fembahduni, Mahartika Fernando, Zico Junius Ginting, Emya Elitna Ananta Gumilang, M. Aryo Gustaf, Ghifari Ahmad Halim, Hanifa Nuriya Heni Susanti, Heni Hermawan, Doni Hidayati Hidayati Hidayati Ihsani, Wilda Indriani, Nazhara Juliana, Eka Julianda, Cendra Leka Khairun Nisa Khandefa, M. Farhan Krisdayanti, Ayu Kumala, Aida Yumi Kurnia Dewi Anggraeny Lubis, Dira Buana Madani, Raudho Maharani, Afrilia Putri Maharani, Dhea Mahkota, Andes Bang Muhammad Akmal Muhammad Fikri Muhammad Iqbal Muhammad Maulana Muhammad Wahyudi Murti, Sindy Ramadani Ardi Musa, M. Nirwana, Nadia Putri Nurwinda , Citra Oktaviana, Helma Permana, Bintang Johan Praditya Nugraha, Chandra Pratama, Andika Dayu Pratama, Rizki Priadi, Muhammad Brahma Restu Putra, M. Alif Rakhi Putri, Alin Kamelia Putri, Poppy Amanda Putri, R Syahrani Putri, Syahrani Rahma Rafli, M. Alzhiary Rahmadani, Dwi Putri Rahmi, Fauziah Ramadhani, Widia Rangkuti, Riska Ayu Saputri Ridho, M Ridwan Risani, Dwi Isprianti Rohimah, Siti Rodiyatul Salpia, Oktaviani Aysah Salsabila AE, Afifah Adila Setiawan, Yuda Shabila, Rezi Aznan Sisca Vaulina, Sisca Siti Nurhalimah Situmorang, Eka Irma Sonny Zulhuda Syafriadi Syafriadi Syahendra, Daffa Ghalbi Tasya, Syifa Taufiqurahman, Ilham Tazam, Zikrul Yaumul Tutrianto, Rio Umaila, Ghina Al Khairina Utami, Gusmediana Viero, Diel widya eka putri, widya eka Yulia, Dinda Yut Sepin, Fitria Z., Syafaruddin Z Zubaini, Fenty Zulhairi, Muhammad Al Fayyed Zulherawan, M.