Claim Missing Document
Check
Articles

The Role of Prisons in Providing Skills to Prisoners as an Effort to Prevent Repetition of Criminal Offenses Yoseph Natiur Lumban Raja; Herlina Manullang; Melihertati Gultom
Sultan Agung Notary Law Review Vol 8, No 1 (2026): March 2026
Publisher : Program Studi Master of Notary Law (S2), Faculty of Law, Universitas Islam SUltan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/sanlar.v8i1.51976

Abstract

Vocational skills in correctional institutions (Lapas) are a crucial instrument in the Indonesian correctional system, as mandated by Law No. 22 of 2022 concerning Corrections which replaces Law No. 12 of 1995. This program is designed to equip correctional inmates (WBP), especially prisoners, with practical skills in engineering, handicrafts, and laundry, in order to facilitate social reintegration, economic independence, and prevention of recidivism through holistic rehabilitation. The complex background of prison dynamics including overcapacity in Tebing Tinggi Class IIB Prison, psychological pressure, and negative labeling of the community is exacerbated by the sharp difference between life inside and outside prison, thus threatening the goal of correctional based on the principles of protection, humanity, and mutual cooperation.
Tindak Pidana Korupsi yang Dilakukan Secara Bersama-sama dan Berlanjut : (Studi Putusan Nomor 21/Pid.Sus-TPK/2024/PN Jkt.Pst) Carmelita Pardede; Herlina Manullang; Samuel Situmorang
Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum Vol 6 No 1 (2026): Maret
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/jkih.v6i1.900

Abstract

Maraknya tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dan berlanjut oleh Pegawai Negeri melalui penyalahgunaan kewenangan jabatan menimbulkan kerugian keuangan negara serta merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan melemahkan integritas penyelenggaraan negara. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) bagaimana pertanggungjawaban pidana pegawai negeri terhadap tindak pidana korupsi dalam Putusan Nomor 21/Pid.Sus-TPK/2024/PN Jkt.Pst; dan (2) bagaimana pertimbangan hakim dalam memutus perkara tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus, menggunakan bahan hukum primer dan sekunder. Pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana terdakwa telah terpenuhi karena terbukti secara sengaja terlibat dalam pengumpulan dana non-budgeter tanpa dasar hukum yang sah. Perbuatan tersebut memenuhi unsur Pasal 12 huruf e UU Tipikor jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 64 ayat (1) KUHP, tanpa adanya alasan pembenar. Putusan hakim didasarkan pada alat bukti sah dan keyakinan hakim.
Peran Advokat Sebagai Penegak Hukum dalam Melakukan Pendampingan Terhadap Tersangka Anna Hulu; Herlina Manullang
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i2.3053

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran fundamental advokat sebagai penegak hukum dalam melakukan pendampingan terhadap tersangka guna menjamin hak asasi manusia pada setiap tahap proses peradilan pidana, mulai dari penyelidikan, penyidikan hingga persidangan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis fungsi advokat sebagai penjaga hak asasi manusia, pilar keadilan, dan pengimbang kekuasaan negara dalam sistem peradilan pidana, sekaligus mengidentifikasi hambatan yang dihadapi serta strategi penguatan peran advokat. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan law in action melalui observasi langsung, wawancara, serta pengalaman penelitian di Kantor Advokat YTRP & Partners. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran advokat tidak hanya sebatas pendamping formal, melainkan mencakup dimensi praktis dan struktural.
UPAYA ADVOKAT DALAM MELAKUKAN PENDAMPINGAN HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI Tracy Abeliana Sitinjak; Herlina Manullang
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 04 (2025): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i04.1796

Abstract

Pendampingan hukum oleh advokat dalam kasus korupsi merupakan aspek krusial dalam menegakkan supremasi hukum dan memastikan keadilan dalam proses peradilan pidana. Advokat memiliki peran strategis dalam memberikan bantuan hukum kepada klien, baik tersangka, terdakwa, maupun saksi, dengan memastikan hak-hak mereka terlindungi sesuai dengan peraturan perundang-undangan, seperti Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya advokat dalam pendampingan hukum, strategi yang diterapkan, serta problematika yang dihadapi dalam menangani perkara korupsi. Pendekatan yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengkaji literatur terkait peran advokat, etika profesi, dan tantangan dalam pendampingan hukum kasus korupsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa advokat tidak hanya berperan sebagai pendamping hukum, tetapi juga sebagai penasihat yang memberikan strategi hukum untuk meminimalkan risiko hukum bagi klien, meskipun sering kali menghadapi dilema etika dan tekanan eksternal. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas advokat melalui pelatihan dan penyuluhan hukum untuk meningkatkan efektivitas pendampingan dalam kasus korupsi.
Efektivitas Surat Somasi Dalam Penyelesaian Sengketa Perdata Secara Non-Litigasi Keisha Anakku Putri Silalahi; Herlina Manullang
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 04 (2025): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i04.1845

Abstract

Legal notice is the first step in resolving civil disputes through non-litigation. A formal notice serves as a written warning from the creditor to the debtor to correct their mistake or negligence before the case is brought to court if the formal notice is ignored based on Article 1238 of the Civil Code and the principle of good faith in Article 1338 paragraph (3) of the Civil Code. This study aims to analyze the extent to which legal notice plays a role in non-litigious civil dispute resolution and the extent to which legal notice accelerates the civil dispute resolution process. This study uses a normative juridical approach by examining the written legal norms that apply in the positive legal system in Indonesia, as well as considering the legal principles and doctrines of legal experts relevant to the issues under study. The results of the study show that legal notice has a significant psychological, moral, and procedural impact, as it can foster legal awareness, encourage voluntary compliance, and accelerate dispute resolution without having to go through litigation. Thus, legal notice plays a strategic role as a legal instrument that supports effective, efficient, and socially just dispute resolution.
PERANAN ADVOKAT DALAM MELAKUKAN PERDAMAIAN ANTARA PELAKU DAN KORBAN DALAM KASUS PENCEMARAN NAMA BAIK Octasya Panjaitan; Herlina Manullang
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 04 (2025): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i04.1846

Abstract

Profesi advokat memiliki kedudukan strategis dalam sistem hukum Indonesia sebagai penegak hukum sekaligus pemberi bantuan hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan. Salah satu peran penting advokat ialah memfasilitasi penyelesaian sengketa melalui jalur mediasi non litigasi, khususnya dalam perkara pencemaran nama baik yang termasuk kategori delik aduan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kepustakaan, yang berfokus pada analisis peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa advokat berperan signifikan dalam mewujudkan keadilan restoratif melalui langkah awal berupa pengiriman somasi, yang berfungsi membuka ruang dialog antara pelaku dan korban. Dalam proses mediasi, advokat bertindak sebagai pihak netral yang menjembatani komunikasi, memfasilitasi kompromi, serta mengarahkan para pihak mencapai kesepakatan damai. Penyelesaian perkara pencemaran nama baik secara non litigasi terbukti lebih efektif karena menghemat waktu dan biaya, menjaga hubungan sosial, serta memulihkan reputasi korban tanpa harus menempuh proses peradilan yang panjang. Kasus antara KS dan IS menunjukkan bahwa keberhasilan mediasi bergantung pada itikad baik para pihak, kompetensi advokat, dan ruang kompromi yang realistis. Dengan demikian, peran advokat dalam memfasilitasi mediasi non litigasi menjadi wujud nyata penerapan nilai-nilai musyawarah, kemanusiaan, dan keadilan restoratif dalam praktik hukum di Indonesia.
PERANAN ADVOKAT DALAM MELAKUKAN PENDAMPINGAN KEPADA KORBAN PENGANIAYAAN DAN PENGEROYOKAN (Studi di Kepolisian Daerah Sumatera Utara) Hasiholan Sagala; Herlina Manullang
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 04 (2025): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i04.1857

Abstract

Advocates have a strategic role in the criminal justice system, especially in the North Sumatra Regional Police (Polda), as the main actor in ensuring the protection of legal for victims of criminal acts of persecution and beatings. As independent law enforcers, advocates not only function to provide legal consultation and assistance, but also play a role in overseeing the course of the investigation process to remain in line with the principle of the Due Process of Law and the principle of justice. In addition to litigation function, Advocates also carry out educational roles through empowerment of victims in order to understand their rights and are able to actively participate in the legal process. However, the implementation of the strategic role still faces various obstacles. Based on interviews with Advocates Yosua T. R. Panjaitan, there are several obstacles faced, including geographical obstacles in reaching remote areas, limited mentoring costs, and ethical challenges in the form of practicing bribes and potentially disturbing external pressures Law enforcement objectivity. Based on these conditions, this study emphasizes the importance of sustainable reform through improving professional integrity, utilization of digital technology in legal aid services, as well as strengthening the mechanism of internal and external supervisory to advocate performance. This effort is expected to realize a fairer, transparent, transparent and oriented criminal justice system on the protection of the victim.
PERANAN ADVOKAT DALAM MEMBERIKAN BANTUAN HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA Chintya Louisa simanjuntak; Herlina Manullang
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 04 (2025): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i04.1866

Abstract

This study discusses the role of advocates in providing legal assistance to offenders in narcotics cases, highlighting the legal, ethical, and social aspects of law enforcement in Indonesia. Narcotics crimes are considered serious due to their wide-ranging impact on society, thus requiring fair legal representation for every defendant. Based on Law Number 18 of 2003 on Advocates, lawyers are obliged to provide legal assistance without discrimination. This research employs a normative juridical method with statutory, conceptual, and case study approaches, drawing on Law Number 35 of 2009 on Narcotics, the Criminal Procedure Code (KUHAP), and relevant legal literature. The results show that advocates play a vital role from the investigation to the trial stages in ensuring the protection of the suspect’s legal rights and upholding the fair trial In narcotics cases with severe penalties, including imprisonment of five years up to the death penalty, advocates are responsible for preparing proportional defenses, filing legal remedies such as appeals, cassation, or clemency, and safeguarding the right to life as guaranteed by the Constitution. Beyond litigation, advocates also play an educational and social advocacy role in promoting restorative justiceand encouraging a more just, humane, and rehabilitation-oriented legal system for narcotics offenders.
Peranan Advokat Dalam Melakukan Pendampingan Terhadap Pelaku Penganiayaan Yang Mengakibatkan Luka Berat Sherly Marlina Sihombing; Herlina Manullang
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 05 (2025): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i05.1907

Abstract

Peranan advokat dalam mendampingi pelaku penganiayaan yang dapat mengakibatkan luka berat,bertujuan untuk memastikan hak-hak hukum pelaku terpenuhi. advokat juga melakukan pembelaan yang efektif, serta mengawal proses hukum berjalan sesuai prosedur yang berlaku sebagai penyeimbang kekuasaan penegak hukum untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan wewenang dan semua tindakan sesuai prosedur dengan Undang-Undang yang tertulis Nomor 18 Tahun 2003. Advokat juga bertanggung jawab melindungi hak-hak asasi klien, terutama bagi mereka yang berada dalam posisi lemah secara hukum, ekonomi dan memegang peran penting dalam memberikan bantuan hukum dan merancang strategi penyelesaian perkara. Efektivitas peran ini dipengaruhi oleh kompetensi advokat, pemahaman kasus, akses sumber daya, dan hubungan dengan klien serta aparat penegak hukum.Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif.Penelitian ini dilakukan secara deskriptif analitis, di mana penulis hanya mendeskripsikan situasi atau kejadian tanpa berusaha menarik kesimpulan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan memahami permasalahan yang dihadapi advokat dan klien dalam pengadilan pidana
PERANAN ADVOKAT DALAM MELAKUKAN PENDAMPINGAN TERPIDANA NARKOTIKA PADA TINGKAT BANDING Yedija Martua Nainggolan; Herlina Manullang
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 05 (2025): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i05.1916

Abstract

Data Badan Narkotika Nasional menunjukkan adanya peningkatan kasus penyalahgunaan narkotika di Indonesia, dengan terpidana menghadapi hukuman berat. Pada praktiknya, banyak terpidana mengalami kesulitan memperoleh bantuan hukum yang optimal, sehingga hak pembelaan mereka kerap tidak terpenuhi secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan advokat dalam memberikan pendampingan hukum kepada terpidana narkotika pada tingkat banding serta hambatan apa yang dihadapi advokat dalam proses pendampingan terpidana narkotika pada tingkat banding. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan hukum normatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa peranan Advokat dalam proses banding adalah untuk memastikan hak-hak kliennya terlindungi, membantu mengajukan banding, dan memberikan pembelaan atas putusan pengadilan tingkat pertama yang dianggap tidak adil atau salah. Hambatan yang dihadapi Advokat dalam pendampingan proses banding terpidana narkotika dipengaruhi berbagai faktor yaitu: Undang-undang mengatur ancaman hukuman yang lebih berat dan sangat ketat, sehingga hakim bisa memiliki keterbatasan memberikan pertimbangan lebih lanjut. Adanya upaya suap atau intervensi yang dapat menghalangi proses banding yang adil. Stigma masyarakat atau aparat penegak hukum yang beranggapan bahwa pelaku narkotika harus dihukum berat tanpa mempertimbangkan pembelaan atau alasan di balik tindakannya. Komunikasi advokat dan klien terhambat karena masalah teknis. Kendala kondisi ekonomi klien yang tidak mampu menyebabkan Advokat harus rela tidak mendapat uang jasa/transport dari klien.
Co-Authors Abung, Anista Yasinta Adirman Adirman Aditya, Yudika andreas Parulian andreas simanjuntak Anna Hulu Antoni Arapenta Sembiring Arismani August Silaen Aventif Harapan Hulu Ayu Lestari Tambunan Batubara, Falan Besty Habeahan Binsar Manogu Tua Br.Ginting, Vini Keysa Florentina Br.Ginting Carmelita Pardede Chintya Louisa simanjuntak daniel sinurat Debora Debora Debora Debora, Debora Enriko, Yoseph Vitaliano Demelo Erita Wage Wati Sitohang Erita Wagewati Sitohang Erni Juniria Harefa Erwin Sinaga Esther, July Fajar sitorus Gebi Vani Habeahan Gulo, Samuel Habeahan, Besty Harefa, Agusman Rudin Martin Harry Julius Pratama Manalu Hasiholan Sagala Hisar Siregar Hottua Pakpahan Hutabarat, Dwi Natalia Martama Idarniman Nduru Ismayani Ismayani Janpatar Simamora Janpatar Simamora Jekson Kipli Lumban Toruan Jinner Sidauruk Johan Silalahi junerlin manalu Jusnizar JUSNIZAR SINAGA Kartina Pakpahan Kasman Siburian Keisha Anakku Putri Silalahi Laia, Wilda Hilda Riska Laiya, Murni Hati Lusi, Maria Icinita magerbang silaban Mare, Eli Deden Simare Marthin Simangungsong Martono Anggusti Melihertati Gultom Misdawati, Misdawati Misefa Harefa Nainggolan, Yedija Martua Nalom Siagian Nanang Nduru, Idarniman Nikolas F Sagala Octasya Panjaitan Ojak Nainggolan Olga Indah Suci Paidi Hidayat Panjaitan, Octasya Pondang Hasibuan Purba, Daniel Christopel Raja Luhut Gandamana Ranap Sitanggang raymon dart Pakpahan Roida Nababan Sagala, Hasiholan Sahat Benny Risman Girsang Samah, Eri Samuel Situmorang Sherly Marlina Sihombing Siahaan, Eko Sibarani, Andrew Sihombing, Sherly Marlina Sihotang, Lesson Silalahi, Keisha Anakku Putri Simamora, Afric Simamora, Feri Sanro simanjuntak, Chintya Louisa Simanullang, Witriana Siringoringo, Ruhut Sitinjak, Tracy Abeliana Sumangat Salomo Sidauruk Sumangat Sidauruk Tambunan, Mika Thensia Teja Rinanda Tracy Abeliana Sitinjak Tulus R.G Purba Willem Cahyadi Halawa Yedija Martua Nainggolan yogi parsaoran sitompul Yoseph Natiur Lumban Raja