Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

GERAY DASIF: Gerakan Ayah Dukung Asi Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Peusangan Siblah Krueng Fitriani, Aida; Wahyuni, Yenni Fitriani; Fitraniar, Iin; Friscila, Ika
Nusantara Mengabdi Kepada Negeri Vol. 1 No. 3 (2024): August: Nusantara Mengabdi Kepada Negeri
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/numeken.v1i3.510

Abstract

Many fathers are concerned about the low level of breastfeeding, but fathers do not show any action to provide proper support to their wives. The problem of exclusive breastfeeding also occurs in the Peusangan Siblah Krueng Health Center Work Area with babies aged 0-6 months who do not receive exclusive breastfeeding. This cannot be allowed to continue because exclusive breastfeeding is the main source of nutrition for growth and development. Activity Objectives: Creating GERAY DASIF: Fathers' Movement to Support Exclusive Breastfeeding in the Dewantara Health Center Work Area and increasing the active involvement of fathers in improving maternal and infant health. Community Service Methods: Identification of exclusive breastfeeding, identification of supporting factors for breastfeeding mothers in North Aceh, consultation and formation of fathers' groups, group management, monitoring and evaluation, activity reports, scientific publications, socialization. The result of the service is the formation of a group of fathers supporting exclusive breastfeeding so that fathers are aware of their role which is not only to earn a living but also "but fathers/husbands also play a big role in providing support for the family, especially for partners (wives), one of which is supporting or helping mothers (wives) in terms of providing breast milk so that mothers feel able to breastfeed their babies and get attention from their husbands.
Hubungan Umur dan Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas tentang KB dengan Keikutsertaan KB Pascasalin di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bajayau Wahyuni, Rini; Friscila, Ika; Herawati, Anita; Fitriani, Aida
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.14911

Abstract

ABSTRACT Postpartum birth control participation in postpartum mothers is important because the return of fertility in a mother after childbirth is unpredictable and can occur before the arrival of the menstrual cycle, even in breastfeeding mothers. Postpartum birth control has the goal of maintaining pregnancy spacing, regulating childbirth and avoiding unwanted pregnancies. The purpose of this study was to determine the relationship between the age and level of knowledge of postpartum mothers about family planning with postpartum family planning participation in the work area of UPT Puskesmas Bajayau. This research method uses a quantitative approach with the crossectiona method. The population is 109 people. The whole mother is puerperal. Simple random sampling technique as many as 57 people. Questionnaire collection technique. Data analysis using descriptive analysis and statistical chi-square test analysis. The age of the most postpartum mothers who were respondents was the age of 20-35 years as many as 30 people, the level of knowledge of postpartum mothers was mostly included in the category of less than 34 people, postpartum mothers who participated in postpartum birth control only amounted to 25 people, there was an age relationship with the participation of postpartum family planning in the Working Area of UPT Puskesmas Bajayau in 2022 (p. value< 0.05) with a significant value (p) result of 0.000. There is a relationship between the level of knowledge of postpartum mothers about family planning with the participation of postpartum family planning in the Bajayau Health Center Work Unit in 2022 (p. value< 0.05) with a significant value (p) of 0.000. That the age and level of knowledge of postpartum mothers are related to the participation of postpartum birth control. Keywords: Postpartum Mother, Participation, Postpartum Birth Control, Knowledge, Age ABSTRAK Keikutsertaan KB Pasca Salin pada ibu nifas penting karena kembalinya kesuburan pada seorang ibu setelah melahirkan tidak dapat diprediksi dan dapat terjadi sebelum datangnya siklus haid, bahkan pada ibu menyusui. KB Pasca persalinan mempunyai tujuan yaitu menjaga jarak kehamilan, mengatur kelahiran dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan. Mengetahui hubungan umur dan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang KB dengan keikutsertaan KB Pascasalin Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bajayau. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode crossectional. Populasi sebanyak 109 jiwa orang. Seluruh ibu nifas. Teknik pengambilan sampel Simple random sampling sebanyak 57 Orang. Teknik pengumulan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis uji statistic chi-square. Umur ibu nifas terbanyak yang menjadi responden adalah umur 20-35 tahun sebanyak 30 orang, tingkat pengetahuan ibu nifas sebagian besar termasuk kategori kurang sebanyak 34 orang, ibu nifas yang mengikuti KB pascasalin hanya berjumlah 25 orang, ada hubungan umur dengan Keikutsertaan KB Pascasalin di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bajayau Tahun 2022 (p. value< 0,05) dengan hasil nilai signifikan (p) 0,000. Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang KB dengan Keikutsertaan KB Pascasalin di Wilayah UPT Kerja Puskesmas Bajayau Tahun 2022 (p. value< 0,05) dengan hasil nilai signifikan (p) 0,000.  Bahwa umur dan tingkat pengetahuan ibu nifas berhubungan dengan keikutsertaan KB Pascasalin. Kata Kunci: Ibu Nifas, Keikutsertaan, Kb Pascasalin, Pengetahuan, Umur
Education on Compliance with Drinking Blood Adding Tablets (Fe) as An Effort to Prevent Anemia in Adolescent Girls Of SMP I & SMA I in Syamtalira Bayu District Usman, Hafsah; Fitriani, Aida; Fatiyani, Fatiyani
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 4 (2024): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i4.760

Abstract

The prevalence of anemia is quite high, so teenagers should pay more attention to their own health. Indonesia in 2019 showed that Aceh City was among the four provinces that had not met the target for providing TTD, amounting to 20.29%, while Indonesia nationally had a strategic plan target of 30%. The number of young women who do not consume or drink blood supplement tablets is unknown. There needs to be a more in-depth study of teenagers who consume Fe tablets. This is the first step to prevent anemia in young women. 307 young female students at SMA N I and SMP N I Syamtalira Bayu District were recorded, with the answer being that they never consumed TTD every week, but when they felt their bodies were weak, tired and felt dizzy. Purpose of Service; early detection of anemia by using a basic compliance questionnaire and providing education to young women from SMA N I and SMP N I in Syamtalira Bayu District. Devotion Method; This activity was carried out on female students at SMA N I and SMP N I in Syamtalira Bayu District, detecting them early using a basic compliance questionnaire and providing education to young women. Participants in this activity were 307 young women from SMP N I v Classes VII, VIII, IX and SMA Classes X, XI, XII aged 13-18 years. The implementation of this activity includes several stages, namely socialization (introduction), filling out a questionnaire and then providing education about the importance of taking Fe tablets during adolescence and how to take them.
PENGARUH GERAKAN DAN DURASI SHOLAT TERHADAP TANDA VITAL PADA IBU HAMIL Wahyuni, Yenni Fitri; Fitriani, Aida; Lisni, Lisni; Friscila, Ika
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 11, No 2 (2025): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v11i2.1588

Abstract

Latar Belakang: Stres dan gejala terkait lainnya yang menyertai kehamilan dapat dikelola dengan bantuan berupa latihan fisik. Metode lain untuk relaksasi adalah mendekatkan diri dengan berdzikir atau mengingat Allah SWT, dalam ibadah sholat. Tujuan: Menganalisis pengaruh gerakan dan durasi sholat terhadap tanda vital pada ibu hamil. Metode: Desain penelitian quasi eksperiment dengan pendekatan one group pre and post test design, sampel sebanyak 20 ibu hamil. Analisis bivariat paired sample test. Hasil: Analisis univariat dari gerakan sholat yang dilakukan, dalam 10 detik pertama, rata-rata detak jantung naik, sedangkan pada 20 detik rata-rata detak jantung menurun, dan naik kembali pada waktu 30 detik. Dalam 10 detik pertama, rata-rata kadar O2 cenderung konstan, sedangkan pada 20 dan 30 detik rata-rata kadar O2 naik. Dalam 10 detik pertama, rata-rata tekanan darah sistolik naik, sedangkan pada 20 dan 30 detik menurun, meski ada data di gerakan sujud naik pada waktu 30 detik. Analisis bivariat didapatkan nilai P = 0,279 yang bermakna tidak ada pengaruh gerakan dan durasi sholat terhadap tanda vital pada ibu hamil. Kesimpulan: Tidak ada pengaruh gerakan dan durasi sholat terhadap tanda vital pada ibu hamil.
Penguatan Daya Saing Produk Terasi melalui Edukasi Hilirisasi Ikan Bycatch dan Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitasi Higiene Rahmawati, Rahmawati; Ukhty, Nabila; Ridha, Arrazy Elba; Akbardiansyah, Akbardiansyah; Fuadi, Afdhal; Fitriani, Aida
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.20465

Abstract

Produk terasi merupakan salah satu hasil olahan perikanan yang memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian masyarakat pesisir di Kabupaten Aceh Barat. Meskipun demikian, daya saing produk terasi tradisional kerap menghadapi berbagai tantangan, di antaranya kualitas produk yang belum konsisten, sanitasi proses produksi yang kurang optimal, serta ketersediaan bahan baku yang fluktuatif dan berdampak pada biaya produksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kualitas produk terasi melalui penerapan prinsip Good Manufacturing Practices (GMP), perbaikan sanitasi dan higiene proses produksi, serta pemanfaatan ikan bycatch sebagai bahan baku alternatif yang bernilai ekonomis namun selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup sosialisasi mengenai pentingnya GMP dan sanitasi higiene dan evaluasi hasil pendampingan melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan di kalangan kelompok Pokhlahsar Camar Laut. Nilai rata-rata pretest peserta sebesar 55,5 poin meningkat menjadi 84,5 poin setelah edukasi, atau naik sekitar 52 persen. Selain itu, peserta menunjukkan komitmen untuk menerapkan prinsip sanitasi dan prosedur GMP secara konsisten pada kegiatan produksi. Implementasi kegiatan pengabdian ini diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk terasi yang lebih higienis dan aman dikonsumsi, tetapi juga memiliki daya saing lebih tinggi di pasar lokal maupun nasional. Keberlanjutan edukasi melalui pendampingan menjadi kunci untuk memastikan penerapan hasil edukasi dapat berjalan
Peningkatan Pengetahuan Tentang Bullying Dan Membentuk Konselor (Peer Education) Teman Sebaya Dalam Pencegahan Bullying Di SMP Negeri 1 Simpang Keuramat Kabupaten Aceh Utara Tahun 2025 Wahyuni, Yenni Fitri; fitriani, aida; Mawarni, Serlis
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i1.793

Abstract

ABSTRAK Bullying merupakan perilaku agresif dengan cara menyakiti orang lain, pelaku merupakan individu atau kelompok dengan korban individu yang rentan untuk disakiti berulang kali. Bullying sering terjadi di sekolah. Data yang dirilis oleh United Nations Children’s Fund (UNICEF) tahun 2018 sebanyak 50% anak di dunia mengalami perilaku bullying. Dampak buruk yang dapat menimpa remaja akibat Bullying mengakibatkan korban mengalami kondisi kesakitan fisik serta psikologis, kepercayaan diri menurun, malu, trauma, tak mampu menyerang balik merasa sendiri, serba salah dan takut pergi ke sekolah, merasa tidak ada yang menolong, mengasingkan diri, menderita kecemasan sosial, dan berkeinginan untuk bunuh diri. Tujuan Kegiatan : Untuk Peningkatan pengetahuan tentang Bullying dan membentuk konselor (Peer Education) teman sebaya. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini berlangsung selama 2 hari yaitu hari pertama diawali dengan pre test dilanjutkan dengan pegisian materi, hari kedua dilakukan dengan pemutaran video bullying dan  dilanjutkan dengan pembentukan Tim Konselor Pencegahan Bullying. Serta evaluasi pengetahuan Post Test tentang Bullying. Jumlah responden dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat 35 orang siswa dan siswi SMP Negeri 1 Simpang Keuramat. Hasil yang didapat yaitu peningkatan pengetahuan responden tentang Bullying pada evaluasi Pre test sasaran yang memiliki pengetahuan baik tentang Bullying berjumlah 15 0rang (43%) dan pada evaluasi post test meningkat menjadi 32 orang ( 92%). Dan dari hasil sikap responden yang tentang Bullying sasaran yang memiliki sikap negative 25 orang ( 71%) dan pada evaluasi post test sikap negative tentang Bullying menjadi 7 orang ( 20%). Diharapkan dengan dibentuknya tim konselor anti bullying  dapat meningkatkan pengetahuan siswa terhadap Bullying dalam memberikan edukasi kepada teman sebaya tentang Bullying. Kata Kunci : Peningkatan pengetahuan Bullying, Konselor (Peer Education)Teman sebaya
Causing Factors Of Early Marriage In Lhokseumawe City Pusong Village Fatiyani, Fatiyani; Iswani, Rayana; Erlina, Erlina; Fitriani, Aida
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i8.16520

Abstract

Latar Belakang: Pendorong utama terjadinya pernikahan dini masih yaitu tradisi dan kekuatan opini masyarakat, khususnya di pedesaan. Dampak dari pernikahan dini dapat meningkatkan angka kematian ibu, dan pernikahan dini menyebabkan banyak masalah kesuburan.Tujuan: Menganalisis Analisis Alasan dan Penyebab Pernikahan Dini pada Remaja Aceh di Kota Loksmawe.Metode:  Penelitian kualitatif menggunakan model interpretatif untuk menganalisis pernikahan dini pada remaja putri. Survei dilakukan di kota Loksmawe. Peneliti mengamati tiga kasus  orang yang menikah dini. Analisis data melibatkan pengklasifikasian orang dan peristiwa ke dalam kategori dan tanggal sesuai dengan karakteristiknya.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya pernikahan dini di kota Loksemawe adalah adat istiadat masyarakat seperti remaja putri tidak  bersekolah, kriminalitas (perselingkuhan), ketakutan akan pernikahan (cinta), kehamilan pranikah dan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi.Kesimpulan: Untuk mengurangi pernikahan dini, setiap pemuda harus menjalani wajib belajar 12 tahun untuk menekan tingginya angka pernikahan dini dan mengurangi minat pemuda untuk menikah di usia muda.Saran: Bekerjasama dengan organisasi terkait, secara rutin dan berkesinambungan melakukan kampanye penyadaran masyarakat mengenai usia pernikahan yang ideal. Kata Kunci : Kualitatif, Pernikahan Dini, Remaja ABSTRACT Background: The main drivers of early marriage are still traditions and the power of public opinion, especially in rural areas. The impact of early marriage can increase maternal mortality rates, and early marriage causes many fertility problems.Purpose:  To analyze the Analysis of Reasons and Causes of Early Marriage among Acehnese Adolescents in Loksmawe City.Methods:  Qualitative research using an interpretive model to analyze early marriage among adolescent girls. The survey was conducted in Loksmawe City. Researchers observed three cases of people who married early. Data analysis involved classifying people and events into categories and dates according to their characteristics.Results: The results of the study showed that the causes of early marriage in Loksemawe City were community customs such as adolescent girls not attending school, crime (infidelity), fear of marriage (love), premarital pregnancy and lack of knowledge about reproductive health.Conclusion: To reduce early marriage, every young person must undergo 12 years of compulsory education to reduce the high rate of early marriage and reduce the interest of young people to marry at a young age.Suggestions: In collaboration with related organizations, routinely and continuously conduct public awareness campaigns regarding the ideal age of marriage. Keywords: Qualitative, Early Marriage, Teenagers
INDONESIAN EMPLOYMENT INSURANCE: A POLICY REVIEW Syuaib, Imran; Harima, Martin Lumeo; Puon, Tranc Dinh; Fitriani, Aida; Markotib, Markotib
Khairun Law Journal Volume 5 Issue 2, March 2022
Publisher : Faculty of Law, Khairun University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/klj.v5i2.5433

Abstract

Insurance is considered a very useful form of defense, and can avoid risks in carrying out work or other activities. During activities, of course, there are risks and dangers that can occur, such as the risk of dismissal, work accidents, disability and even deathRisk is uncertainty in an ongoing activity (whether it is work or something outside of work). Another definition of risk is loss or the possibility of loss. Risk is divided into three parts, namely: financial risk, operational risk, and pure risk. To cover risk, an insurance is important and neede
FAKTOR- FAKTOR YANG BERASOSIASI PADA KEJADIAN STUNTING PADA BAYI DI BAWAH DUA TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDRAH KABUPATEN BIREUEN Fitriani, Aida; Gurnida, Dida A.; Rachmawati, Anita
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 8, No 3 (2020): EDITION NOVEMBER 2020
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v8i3.1258

Abstract

Stunting is a condition of physical growth failure characterized by height for age under -2 SD from the WHOchart growth standard. This study used adesign cross sectional with variables of birth weight, non-exclusive breastfeeding, maternal education, education. father, history of ANC visits, socio-economic history, and work history of parents.  This study used a sample of 56 baduta who were stunting. The sample in this study, namely mothers who have baduta. This study uses instruments in the form of a questionnaire and an infantometer. Data analysis used univariable analysis, bivariable analysis with chi square test and multivariable with logistic regression analysis.  The results showed that the prevalence of stunting in the study site was 31.8%, the factor most associated with stunting in the ANC visit was POR = 10.54 (95% CI: 4.20-25.03) p value =
LAW AND NEUROETHICS: CHALLENGING THE PARADIGM OF JUSTICE IN THE CONTEXT OF ADVANCES IN NEUROSCIENCES AND DECISION-MAKING TECHNOLOGIES Yuarini Wahyu Pertiwi; Enden Suryati; Hapipi Jayadi; Aida Fitriani; Syamsul Ma'arif
INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS Vol. 2 No. 2 (2024): FEBRUARY
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study delves into the intricate relationship between law and neuroethics, critically examining the evolving paradigm of justice in light of advancements in neurosciences and decision-making technologies. As neuroscientific technologies provide unprecedented insights into the human mind, integrating neuroscientific evidence into legal frameworks poses challenges and opportunities. Critiquing current approaches highlights limitations within existing legal systems and ethical considerations, necessitating careful reforms and adaptations. Ethical critiques by scholars and ethicists prompt reevaluating the intersection between law and neuroethics. Proposed reforms include strategies for integrating neuroethics into legal frameworks and legislative changes to address emerging ethical complexities. The discussion extends to critical areas for future research, emphasizing the need to identify unresolved questions and encourage interdisciplinary collaboration. The implications for the future underscore a shift towards a legal landscape that prioritizes ethical considerations in using neuroscientific evidence.
Co-Authors . , Elvieta ., Elvieta ., Lisni ., Subki ABDUL ROZAK Afdhal Fuadi Ahmady Akbardiansyah, Akbardiansyah Akla, Nurul Anita Herawati, Anita Arrazy Elba Ridha Asmanidar, Asmanidar Asriah, Asriah Basri, Fitra Ermila Cut Sriyanti Dameria Tambun Darma Jasuli Dewi, Fitriana Dida A. Gurnida Elvieta, Elvieta Enden Suryati Erlina Erlina Erlina Erlina Fadhiyah Noor Anisa Fatiyani Fatiyani Fatiyani, Fatiyani Fitraniar, Iin Fitri Wahyuni, Yenni Fitriani agustina Hafsah Us Harima, Martin Lumeo Hartinah Hartinah Hasibuan, Syifa Ramadhani Hayati, Mawar Hendrika Wijaya Kartini Putri Ika Friscila Ika Friscila, Ika Ika Friscilla, Ika Friscilla Irwana Wahab, Irwana Iswani, Rayana Izzati, Nurfatin Jayadi, Hapipi Jejen Jaenudin Judijanto, Loso Lestari AB , Myrna Lestari, Myrna Lisni, Lisni Mahardany, Beauty Octavia Main Sufanti Markotib, Markotib Marlina Marlina Marzuki Mauyah, Nizan Mawarni, Serlis Mukhlas Munika Aruna Nabila Ukhty Nanda Norisa Nasim, Eman Sulaeman Nora Usrina Norani Norani Novemi, Novemi Nuri Hayati, Nuri Nurul Akla, Nurul Akla Puon, Tranc Dinh PUTRI WULANDARI Rachmawati, Anita Rahmawati Rahmawati Rini Wahyuni Rizali, Muhammad Rizky Febriyanti Supriadi Rosyita, Rosyita Safina, Sirajus Sari, Siska Purwita Savina, Sirajus Shinta Mardiana Sirajus Savina, Sirajus Savina Siti Arbainah Sofiani, Azrina Sri Mulyeni Subki, Subki Supriyanto, Adi Syafika, Tria Nur Syamsul Ma’arif Syuaib, Imran Toto Heriyanto US, Hafsah Usman, Hafsah Wahyuni, Yenni Fitri Wahyuni, Yenni Fitriani Wijaksono, M. Arief Yuarini Wahyu Pertiwi Yusrawati Yusrawati