Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH GERAKAN DAN DURASI SHOLAT TERHADAP TANDA VITAL PADA IBU HAMIL Wahyuni, Yenni Fitri; Fitriani, Aida; Lisni, Lisni; Friscila, Ika
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 11, No 2 (2025): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v11i2.1588

Abstract

Latar Belakang: Stres dan gejala terkait lainnya yang menyertai kehamilan dapat dikelola dengan bantuan berupa latihan fisik. Metode lain untuk relaksasi adalah mendekatkan diri dengan berdzikir atau mengingat Allah SWT, dalam ibadah sholat. Tujuan: Menganalisis pengaruh gerakan dan durasi sholat terhadap tanda vital pada ibu hamil. Metode: Desain penelitian quasi eksperiment dengan pendekatan one group pre and post test design, sampel sebanyak 20 ibu hamil. Analisis bivariat paired sample test. Hasil: Analisis univariat dari gerakan sholat yang dilakukan, dalam 10 detik pertama, rata-rata detak jantung naik, sedangkan pada 20 detik rata-rata detak jantung menurun, dan naik kembali pada waktu 30 detik. Dalam 10 detik pertama, rata-rata kadar O2 cenderung konstan, sedangkan pada 20 dan 30 detik rata-rata kadar O2 naik. Dalam 10 detik pertama, rata-rata tekanan darah sistolik naik, sedangkan pada 20 dan 30 detik menurun, meski ada data di gerakan sujud naik pada waktu 30 detik. Analisis bivariat didapatkan nilai P = 0,279 yang bermakna tidak ada pengaruh gerakan dan durasi sholat terhadap tanda vital pada ibu hamil. Kesimpulan: Tidak ada pengaruh gerakan dan durasi sholat terhadap tanda vital pada ibu hamil.
Penguatan Daya Saing Produk Terasi melalui Edukasi Hilirisasi Ikan Bycatch dan Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitasi Higiene Rahmawati, Rahmawati; Ukhty, Nabila; Ridha, Arrazy Elba; Akbardiansyah, Akbardiansyah; Fuadi, Afdhal; Fitriani, Aida
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.20465

Abstract

Produk terasi merupakan salah satu hasil olahan perikanan yang memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian masyarakat pesisir di Kabupaten Aceh Barat. Meskipun demikian, daya saing produk terasi tradisional kerap menghadapi berbagai tantangan, di antaranya kualitas produk yang belum konsisten, sanitasi proses produksi yang kurang optimal, serta ketersediaan bahan baku yang fluktuatif dan berdampak pada biaya produksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kualitas produk terasi melalui penerapan prinsip Good Manufacturing Practices (GMP), perbaikan sanitasi dan higiene proses produksi, serta pemanfaatan ikan bycatch sebagai bahan baku alternatif yang bernilai ekonomis namun selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup sosialisasi mengenai pentingnya GMP dan sanitasi higiene dan evaluasi hasil pendampingan melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan di kalangan kelompok Pokhlahsar Camar Laut. Nilai rata-rata pretest peserta sebesar 55,5 poin meningkat menjadi 84,5 poin setelah edukasi, atau naik sekitar 52 persen. Selain itu, peserta menunjukkan komitmen untuk menerapkan prinsip sanitasi dan prosedur GMP secara konsisten pada kegiatan produksi. Implementasi kegiatan pengabdian ini diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk terasi yang lebih higienis dan aman dikonsumsi, tetapi juga memiliki daya saing lebih tinggi di pasar lokal maupun nasional. Keberlanjutan edukasi melalui pendampingan menjadi kunci untuk memastikan penerapan hasil edukasi dapat berjalan
Peningkatan Pengetahuan Tentang Bullying Dan Membentuk Konselor (Peer Education) Teman Sebaya Dalam Pencegahan Bullying Di SMP Negeri 1 Simpang Keuramat Kabupaten Aceh Utara Tahun 2025 Wahyuni, Yenni Fitri; fitriani, aida; Mawarni, Serlis
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i1.793

Abstract

ABSTRAK Bullying merupakan perilaku agresif dengan cara menyakiti orang lain, pelaku merupakan individu atau kelompok dengan korban individu yang rentan untuk disakiti berulang kali. Bullying sering terjadi di sekolah. Data yang dirilis oleh United Nations Children’s Fund (UNICEF) tahun 2018 sebanyak 50% anak di dunia mengalami perilaku bullying. Dampak buruk yang dapat menimpa remaja akibat Bullying mengakibatkan korban mengalami kondisi kesakitan fisik serta psikologis, kepercayaan diri menurun, malu, trauma, tak mampu menyerang balik merasa sendiri, serba salah dan takut pergi ke sekolah, merasa tidak ada yang menolong, mengasingkan diri, menderita kecemasan sosial, dan berkeinginan untuk bunuh diri. Tujuan Kegiatan : Untuk Peningkatan pengetahuan tentang Bullying dan membentuk konselor (Peer Education) teman sebaya. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini berlangsung selama 2 hari yaitu hari pertama diawali dengan pre test dilanjutkan dengan pegisian materi, hari kedua dilakukan dengan pemutaran video bullying dan  dilanjutkan dengan pembentukan Tim Konselor Pencegahan Bullying. Serta evaluasi pengetahuan Post Test tentang Bullying. Jumlah responden dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat 35 orang siswa dan siswi SMP Negeri 1 Simpang Keuramat. Hasil yang didapat yaitu peningkatan pengetahuan responden tentang Bullying pada evaluasi Pre test sasaran yang memiliki pengetahuan baik tentang Bullying berjumlah 15 0rang (43%) dan pada evaluasi post test meningkat menjadi 32 orang ( 92%). Dan dari hasil sikap responden yang tentang Bullying sasaran yang memiliki sikap negative 25 orang ( 71%) dan pada evaluasi post test sikap negative tentang Bullying menjadi 7 orang ( 20%). Diharapkan dengan dibentuknya tim konselor anti bullying  dapat meningkatkan pengetahuan siswa terhadap Bullying dalam memberikan edukasi kepada teman sebaya tentang Bullying. Kata Kunci : Peningkatan pengetahuan Bullying, Konselor (Peer Education)Teman sebaya
Causing Factors Of Early Marriage In Lhokseumawe City Pusong Village Fatiyani, Fatiyani; Iswani, Rayana; Erlina, Erlina; Fitriani, Aida
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i8.16520

Abstract

Latar Belakang: Pendorong utama terjadinya pernikahan dini masih yaitu tradisi dan kekuatan opini masyarakat, khususnya di pedesaan. Dampak dari pernikahan dini dapat meningkatkan angka kematian ibu, dan pernikahan dini menyebabkan banyak masalah kesuburan.Tujuan: Menganalisis Analisis Alasan dan Penyebab Pernikahan Dini pada Remaja Aceh di Kota Loksmawe.Metode:  Penelitian kualitatif menggunakan model interpretatif untuk menganalisis pernikahan dini pada remaja putri. Survei dilakukan di kota Loksmawe. Peneliti mengamati tiga kasus  orang yang menikah dini. Analisis data melibatkan pengklasifikasian orang dan peristiwa ke dalam kategori dan tanggal sesuai dengan karakteristiknya.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya pernikahan dini di kota Loksemawe adalah adat istiadat masyarakat seperti remaja putri tidak  bersekolah, kriminalitas (perselingkuhan), ketakutan akan pernikahan (cinta), kehamilan pranikah dan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi.Kesimpulan: Untuk mengurangi pernikahan dini, setiap pemuda harus menjalani wajib belajar 12 tahun untuk menekan tingginya angka pernikahan dini dan mengurangi minat pemuda untuk menikah di usia muda.Saran: Bekerjasama dengan organisasi terkait, secara rutin dan berkesinambungan melakukan kampanye penyadaran masyarakat mengenai usia pernikahan yang ideal. Kata Kunci : Kualitatif, Pernikahan Dini, Remaja ABSTRACT Background: The main drivers of early marriage are still traditions and the power of public opinion, especially in rural areas. The impact of early marriage can increase maternal mortality rates, and early marriage causes many fertility problems.Purpose:  To analyze the Analysis of Reasons and Causes of Early Marriage among Acehnese Adolescents in Loksmawe City.Methods:  Qualitative research using an interpretive model to analyze early marriage among adolescent girls. The survey was conducted in Loksmawe City. Researchers observed three cases of people who married early. Data analysis involved classifying people and events into categories and dates according to their characteristics.Results: The results of the study showed that the causes of early marriage in Loksemawe City were community customs such as adolescent girls not attending school, crime (infidelity), fear of marriage (love), premarital pregnancy and lack of knowledge about reproductive health.Conclusion: To reduce early marriage, every young person must undergo 12 years of compulsory education to reduce the high rate of early marriage and reduce the interest of young people to marry at a young age.Suggestions: In collaboration with related organizations, routinely and continuously conduct public awareness campaigns regarding the ideal age of marriage. Keywords: Qualitative, Early Marriage, Teenagers
INDONESIAN EMPLOYMENT INSURANCE: A POLICY REVIEW Syuaib, Imran; Harima, Martin Lumeo; Puon, Tranc Dinh; Fitriani, Aida; Markotib, Markotib
Khairun Law Journal Volume 5 Issue 2, March 2022
Publisher : Faculty of Law, Khairun University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/klj.v5i2.5433

Abstract

Insurance is considered a very useful form of defense, and can avoid risks in carrying out work or other activities. During activities, of course, there are risks and dangers that can occur, such as the risk of dismissal, work accidents, disability and even deathRisk is uncertainty in an ongoing activity (whether it is work or something outside of work). Another definition of risk is loss or the possibility of loss. Risk is divided into three parts, namely: financial risk, operational risk, and pure risk. To cover risk, an insurance is important and neede
FAKTOR- FAKTOR YANG BERASOSIASI PADA KEJADIAN STUNTING PADA BAYI DI BAWAH DUA TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDRAH KABUPATEN BIREUEN Fitriani, Aida; Gurnida, Dida A.; Rachmawati, Anita
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 8, No 3 (2020): EDITION NOVEMBER 2020
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v8i3.1258

Abstract

Stunting is a condition of physical growth failure characterized by height for age under -2 SD from the WHOchart growth standard. This study used adesign cross sectional with variables of birth weight, non-exclusive breastfeeding, maternal education, education. father, history of ANC visits, socio-economic history, and work history of parents.  This study used a sample of 56 baduta who were stunting. The sample in this study, namely mothers who have baduta. This study uses instruments in the form of a questionnaire and an infantometer. Data analysis used univariable analysis, bivariable analysis with chi square test and multivariable with logistic regression analysis.  The results showed that the prevalence of stunting in the study site was 31.8%, the factor most associated with stunting in the ANC visit was POR = 10.54 (95% CI: 4.20-25.03) p value =
Education on Compliance with Drinking Blood Adding Tablets (Fe) as An Effort to Prevent Anemia in Adolescent Girls Of SMP I & SMA I in Syamtalira Bayu District Usman, Hafsah; Fitriani, Aida; Fatiyani, Fatiyani
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 4 (2024): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i4.760

Abstract

The prevalence of anemia is quite high, so teenagers should pay more attention to their own health. Indonesia in 2019 showed that Aceh City was among the four provinces that had not met the target for providing TTD, amounting to 20.29%, while Indonesia nationally had a strategic plan target of 30%. The number of young women who do not consume or drink blood supplement tablets is unknown. There needs to be a more in-depth study of teenagers who consume Fe tablets. This is the first step to prevent anemia in young women. 307 young female students at SMA N I and SMP N I Syamtalira Bayu District were recorded, with the answer being that they never consumed TTD every week, but when they felt their bodies were weak, tired and felt dizzy. Purpose of Service; early detection of anemia by using a basic compliance questionnaire and providing education to young women from SMA N I and SMP N I in Syamtalira Bayu District. Devotion Method; This activity was carried out on female students at SMA N I and SMP N I in Syamtalira Bayu District, detecting them early using a basic compliance questionnaire and providing education to young women. Participants in this activity were 307 young women from SMP N I v Classes VII, VIII, IX and SMA Classes X, XI, XII aged 13-18 years. The implementation of this activity includes several stages, namely socialization (introduction), filling out a questionnaire and then providing education about the importance of taking Fe tablets during adolescence and how to take them.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Perimenopause Terhadap Kesiapan Menghadapi Menopause Norisa, Nanda; Fitriani, Aida; Asriah, Asriah; Novemi, Novemi
Jurnal Kebidanan Malakbi Vol 3 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/b.v3i2.668

Abstract

Along with increasing age, women often face various health problems. Problems that occur can be in the form of physical or psychological changes. One of them is the unpreparedness of women in the face of menopause. The Study of Women's Health Across the Nation (SWAN) in the United States show that menopause is associated with psychological stress, where as many as 28.9% experience stress in the early premenopause, 20.9% in the premenopausal stage, and as many as 22% experiences the postmenopausal stage. This study aims to determine whether there is a relationship between knowledge and attitudes of perimenopausal mothers on readiness to face menopause. This research uses mixed methods, where the research is quantitative and qualitative. Quantitative research is an analytic survey using a cross-sectional approach, while qualitative research by conducting in-depth interviews with the informants. Of the 62 respondents, 29 respondents (46.8%) who have less knowledge, and 24 (38.7%) of them were not ready to face menopause, with statistical test results obtained p-value 0.000 < sig_α=0.05. As much 37 respondents (59.7%) with a negative attitude, 28 respondents (45.2%) of them were not ready to face menopause, with statistical test results obtained p-value 0.000 < sig_α=0.05. There is a significant relationship between knowledge of perimenopausal mothers and readiness to face menopause. There is a significant relationship between the attitudes of perimenopausal mothers and the readiness to face menopause.
PENGARUH EDUKASI TUMBUH KEMBANG ANAK DENGAN BOOKLET TERHADAP BERAT BADAN BALITA (24-59 BULAN) Mahardany, Beauty Octavia; Supriadi, Rizky Febriyanti; Ahmady; Nanda Norisa; Aida Fitriani
Jurnal Kesehatan Marendeng Vol. 9 No. 3 (2025): JURNAL KESEHATAN MARENDENG
Publisher : LPPM STIKES Marendeng Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58554/jkm.v9i3.177

Abstract

Abstract. Stunting and undernutrition remain major public health challenges in Indonesia. Educational interventions are crucial, yet direct, periodic evaluations of print media's impact on children's weight gain are limited. This study aimed to analyze the effect of providing child growth and development education using a booklet medium on the weight gain of toddlers aged 24–59 months. A Quasi-Experimental One Group Pretest-Posttest Design with Repeated Measures was conducted, involving 30 toddlers selected via purposive sampling across Mamuju and West Aceh Regencies. The booklet-based educational intervention was administered and measured over four time points (pre-intervention, month 1, month 2, and month 3). Weight data were analyzed using Repeated Measures ANOVA and followed by a Post Hoc Bonferroni test (after Greenhouse-Geisser correction). Significance was set at ? = 0.05. The main analysis showed a highly significant effect of the education on toddler weight gain (F=40.875, p=0.000). The resulting effect size was large (?p2 = 0.585). The Post Hoc Bonferroni test confirmed that significant weight gain occurred between every time comparison (p ? 0.025). The repeated provision of child growth and development education using booklet media is proven to be highly effective as a strategy to increase and maintain toddler weight gain. This intervention is recommended for consistent integration and implementation within nutrition programs at the Posyandu or Primary Healthcare Center level. Abstrak. Gangguan pertumbuhan balita di Indonesia, khususnya stunting dan gizi kurang, masih menjadi tantangan utama. Intervensi edukasi merupakan strategi kunci, namun evaluasi langsung dan berkala terhadap dampak media edukasi cetak terhadap kenaikan berat badan balita masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian edukasi tumbuh kembang anak menggunakan media booklet terhadap kenaikan berat badan balita usia 24–59 bulan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi-Experimental One Group Pretest-Posttest Design with Repeated Measures, melibatkan 30 balita yang dipilih secara purposive sampling di Mamuju dan Aceh Barat. Intervensi berupa edukasi booklet diberikan dan diulang pada empat titik pengukuran (sebelum intervensi, bulan pertama, kedua, dan ketiga). Data berat badan dianalisis menggunakan Repeated Measures ANOVA, dilanjutkan Post Hoc Bonferroni (setelah koreksi Greenhouse-Geisser). Tingkat signifikansi ditetapkan ? = 0.05. Analisis utama menunjukkan adanya pengaruh yang sangat signifikan dari edukasi terhadap kenaikan berat badan balita (F=40.875, p=0.000). Effect size yang dihasilkan tergolong besar (?p2 = 0.585). Uji Post Hoc Bonferroni mengkonfirmasi bahwa kenaikan berat badan terjadi secara signifikan pada setiap perbandingan antar waktu (p ? 0.025). Pemberian edukasi tumbuh kembang anak menggunakan media booklet secara berulang terbukti sangat efektif sebagai strategi untuk meningkatkan dan mempertahankan kenaikan berat badan balita. Intervensi ini direkomendasikan untuk diintegrasikan dan diterapkan konsisten dalam program gizi di tingkat Posyandu atau Puskesmas.
Pregnant Women And Families' Readiness Towards The Implementation Of Exclusive Fitriani, Aida; Us, Hafsah; Agustina, Fitriani; Erlina, Erlina; Friscila, Ika
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.22525

Abstract

Latar Belakang: Tingginya angka bayi yang telah diberi MPASI sebelum berusia 6 bulan menyebabkan rendahnya pencapaian ASI eksklusif. Pemberian ASI eksklusif sampai 6 bulan dan dapat dilanjutkan sampai usia 2 tahun juga mendapat perhatian serius dari pemerintah dan kembali dituangkan dalam Kepmenkes RI. No.450/MENKES/IV/2004.Tujuan: Mengetahui kesiapan ibu hamil dan keluarga terhadap penerapan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Peusangan Siblah Krueng.Metode:  Metode penelitian menggunakan rancangan observasi analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian menggunakan teknik total sampling berjumlah 30 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji bivariat menggunakan Fisher's Exact Test.Hasil: Berdasarkan analisis statisti didapatkan bahwa ada hubungan kesiapan ibu hamil (0,000) dan keluarga (0,049) terhadap penerapan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Peusangan Siblah Krueng.Kesimpulan: Ada hubungan kesiapan ibu hamil dan keluarga terhadap penerapan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Peusangan Siblah Krueng.Saran: Diharapkan dapat sebagai bahan untuk terus memberikan memperbaharui pengetahuan ASI eksklusif sehingga ibu hamil dan keluarga dapat bersinergi hingga penerpan ASI eksklusif. Kata Kunci : ASI Eksklusif, Kesiapan Ibu Hamil, Kesiapan Keluarga. ABSTRACT Background: The majority of women who marry before the age of 18 come from poor families and are below the poverty line, according to statistical data 28.10% of teenagers marry before the age of 18 and give birth to their first child at the age of 15-19 years.Purpose:  Analyzing why and what causes early marriage among Acehnese teenagers in Lhokseumawe City.Methods:  Qualitative research with an interpretive model to analyze early marriage among young women. The study was conducted in the city of Lhokseumawe. The researchers studied the cases of three people who married early. Data analysis was carried out by grouping people and events according to their characteristics according to categories and chronological order.Results: The results of the study showed that the causes of early marriage in Lhokseumawe city are due to local community habits, young women no longer attend school, are afraid of committing crimes (adultery), getting married (loving), premarital pregnancy and lack of knowledge about reproductive health.Conclusion: To reduce early marriage, every young person must undergo 12 years of compulsory education to reduce the high rate of early marriage and reduce the interest of young people to marry at a young age.Suggestions; Conducting counseling and socialization about the ideal age for marriage routinely and continuously and in synergy with related agencies. Keywords: exclusive breastfeeding, pregnant mother readiness, family readiness